[Series] #3 Cafe

hello Daehyun

Bae Suzy || Jung Daehyun

Series #3

WARNING !!

TYPOS EVERYWHERE !!

ABSURD EVERYWHERE !!

Cara tersenyumnya seperti seseorang yang dulu

Suzy menyesap perlahan cairan kental manis bernama latte dari cangir yang kini berada ditangannya. Setelahnya ia mengedarkan matanya kepenjuru kafe yang nyaman dengan interior yang serba berwarna cokelat itu. Kafe yang nyaman, dan juga dapat direkomendasikan untuknya sendiri karena ini baru pertama kalinya ia berkunjung ke kafe ini.

Jika bukan karena langit Seoul yang susah ditebak, asal tahu saja tadi pagi matahari masih bersinar terik dan tiba tiba saja siang hari mendung datang memanggil kerumunan air langit yang kemudian membentuk hujan yang membasahi seluruh kota. Sehingga mau tidak mau Suzy yang saat itu tengah berjalan di keramaian kota segera menepi dan menemukan kafe bernuansa cokelat ini.

Meski pemanas ruangan telah dihidupkan, Suzy masih saja menggosokkan kedua tangannya untuk menyalurkan kehangatan yang menggantikan hawa dingin saat ia berada diluar ruangan. Mendekati musim dingin nanti suhu kota Seoul benar benar jauh dari suhu belasan.

Hembusan udara dari mulut merah mudanya kearah poni cokelatnya membuat poni itu sedikit terangkat, Suzy bosan, dan hujan tidak kunjung berhenti meski sejenak. Ia tidak mau jika harus berbasah basah ria memaksa pulang disaat seperti ini. Akhirnya, gadis itu meletakkan kepalanya di meja, kemudian menutup matanya yang lelah. Mungkin tidur sebentar sembari menunggu hujan reda terdengar bagus, hingga tak sampai lima menit mata Suzy sudah tertutup sempurna.

**

Suzy mengerjapkan matanya ketika ia mulai mendapatkan kesadaran dari alam mimpinya. Huh, dingin. Rutuknya sembari mengelus kedua bahunya karenag sedari tadi ia meletakkan kepalanya dimeja dengan tangan yang bersedekap. Ia kembali mengerjapkan matanya saat menyadari hujan sudah tidak dalam intensitas deras terlihat dari kaca disebelah duduknya.

Perlahan Suzy mengangkat kepalanya dan langsung terkesiap begitu ia mendapati seorang yang ia tahu tengah duduk didepannya dengan mata yang menatap dirinya. Dan tidak lupa, senyum miring tapi manis juga bertengger diwajah seorang lelaki, ya seorang lelaki yang duduk didepannya.

“Jung..Daehyun~ssi ?” Ucap Suzy pelan, ia kembali mengerjapkan matanya ketika pupilnya menangkap senyum Daehyun lagi.

Lelaki itu mengankat tangan kanannya seperti sapaan’hai’ pada Suzy. “Kau itu seorang wanita, tidak boleh tertidur disembarangan tempat. bagaimana jika ada lelaki yang mau berbuat macam macam padamu ?”

Suzy mendengus pelan mendengar ucapan Daehyun sebelum ia membuka suaranya, “Kau juga seorang lelaki kan ? Kau tidak berbuat macam macam padaku kan ?” Suzy menyilangkan kedua tangannya tepat didepan dadanya membuat Daehyun terkikik geli.

Gadis itu kembali mendengus perlahan mendengar tawa kecil Daehyun, “Jika aku berbuat aneh aneh padamu mungkin kau sudah tidak berada disini lagi, bodoh.”

‘Damn, lelaki ini benar benar.’ rutuk Suzy dalam hati, ia sedikit merasa keki dengan ucapan Daehyun baru saja. Ia tahu lelaki itu tidak mungkin berbuat aneh aneh padanya.

“Sepertinya kau tertidur nyenyak eoh ? lihatlah ada sesuatu yang menempel disudut bibirmu.” Daehyun menunjuk sudut bibir milik Suzy tanpa menyentuhnya dengan geli.

Refleks Suzy segera mengusap ujung bibirnya, ia benar benar tidak akan punya muka lagi saat bertemu Daehyun jika memang ada sesuatu sejenis kau tahu sendirilah apa yang ada disudut bibir ketika bangun tidur kan ? semacam kotoran dari mulut ?

Mata Suzy membulat sempurna, ia tidak menemukan apapun di ujung bibir kanan kirinya, ia malah mendapati Daehyun yang kini mulai menggelak tawa melihat ekspresi wajah Suzy yang seperti kebingungan.

“Hahahahaa….” Tawa Daehyun menggelak dan membuat Suzy sadar akan sesuatu, “Jung Daehyun~ssi.. kau mengerjaikuu eoohhh ???” pekik Suzy nyaring. Ia kesal, malu dan arrggghhh.. ia tidak tahu apa perasaannya kali ini sementara Daehyun masih menggelakkan tawanya.

Sedikit kesal akhirnya Suzy beranjak dari duduknya, mengambil tasnya dan berdiri akan berjalan keluar kafe tetapi sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya. Ia menoleh sejenak, Daehyun sudah berdiri dibelakangnya dengan senyumnya yang, ehem sedikit menghangatkan Suzy.

“Kita satu sama nona Bae.” Lagi lagi Daehyun menyunggingkan senyum yang membuat Suzy membeku ditempatnya. Ia menyadari sesuatu. Senyum lelaki itu sama. Sama dengan senyum seseorang dulu.

–KKEEUUTT–

Sorry for late posting :))

kemarin kemarin gak ada waktu yang cocol buat ngetik sama nyalurin ide karena minggu minggu sibuk menjelang UAS.

Akhirnya sehari sebelum UAS dimulai nyempetin ngetik sejenak ditengah tengah nyiapin materi besok :))

mari dibaca, dikomen dilike dishare atau apapun itu bagi yang berkenan ^^

15 thoughts on “[Series] #3 Cafe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s