Instict of a man [part 7]

Title : Instinct of a man
Author : A.Y..P

Cast : Kim Myungsoo (INFINITE)

  • Bae Suzy (MISS A)

Genre : Romance, School-life, comedy
Length : chapter

Sebenernya ini part uda selesai jauh hari, tapi kurang mood negupdate, so yeah. ini short chap ya. Thanks to who gave me comments :))

Author’s POV

Suzy sedang duduk di atas mejanya ketika Myungsoo memasuki kelas. Yeoja itu meletakkan kertas naskah yang beberapa hari lalu Na Young berikan padanya. Kedua tangannya terangkan ke atas untuk merapikan rambut panjangnya yang hendak ia ikat.

Myungsoo menyerngitkan dahinya melihat posisi tubuh Suzy yang.. bagaimana ya? Seperti itulah. Myungsoo berjalan mendekat kearah Suzy. “Apa yang kau lakukan?”

“Apa? Ani, sepertinya udara hari ini panas. Ah, tolong ambilkan ikat rambut merah mudaku di saku tas samping kiri.” Pinta Suzy dengan tangan terulur ke belakang untuk menahan gulungan rambutnya panjangnya. Merepotkan.

Myungsoo menunduk sedikit untuk mencari benda yang Suzy maksud. Setelah berhasil menemukan benda itu, diberikannya pada Suzy. Ketika Suzy hendak menerima benda merah muda itu, Myungsoo malah menarik kembali tangannya dan menurutkan satu tangan Suzy yang terulur ke belakang membuat rambutnya terurai lagi.

“Apa yang kau lakukan?”

Myungsoo mengedipkan satu matanya dan berkata “Serahkan padaku” dengan cepat Myungsoo telah berdiri di belakang Suzy dengan kedua tangannya bergerak untuk mengumpulkan rambut coklat Suzy menjadi satu. Ia memang tidak bisa melakukan hal seperti ini, ia bahkan tidak pernah berfikir untuk melakukan hal ini, tapi jika berkaitan dengan Bae Suzy maka ia harus melakukannya, bukan?

“Kau harus bertanggung jawab jika merusak penampilanku.” Kata Suzy memperingatkan seraya mengayunkan kedua kakinya di udara secara bergantian. Sementara Myungsoo masih berusaha semampunya. Tinggal melakukan satu tahap maka semua ini selesai. Tangan Myungsoo menahan kumpulan rambut Suzy yang.. tidak rapi sedangkan tangan satunya membawa iktan rambut merah muda itu. Secara perlahan ia mengikat rambut Suzy sedikit erat.

“Selesai?” Tanya Suzy memastikan karena ia tidak merasakan lagi sentuhan tangan Myungsoo pada rambutnya. Ia dapat melihat karya Myungsoo jauh dari bagus. Banyak helai rambut yang keluar dari ikatannya dan sedikit jatuh menutupi wajahnya ketika Suzy menunduk.

“Sepertinya begitu” jawab MYungsoo seraya memperhatikan hasil karyanya. Ia sudah beranjak ke hadapan Suzy, mematut penampilan Suzy yang tidak rapi. Well, ini semua yang dapat ia lakukan. Bukahkah tidak buruk?

“Apakah aku cantik?” Suzy menarik jas seragam Myungsoo sehingga tubuh namja itu semakin dekat dengan Suzy. Myungsoo tersenyum. Tangannya terangkat untuk menyingkirkan helaian rambutnya yang menghalanginya untuk melihat wajah cantik yeojanya.

“Apakah aku harus menjawab?” Myungsoo balik bertanya tanpa rasa bersalah.

“Well, sebuah pertanyaan membutuhkan sebuah jawaban” Suzy mengendikkan bahunya. Ia tahu pasti jika Myungsoo akan mengucapkan ‘cantik’ sama halnya namja itu memuji yeoja lain. Jadi, ia tidak berharap banyak. Memang diirnya siapa?

“Kau terlihat…..”

Suzy memiringkan kepalanya. “Terlihat?”

“Menggoda” Suzy mengalihkan tatapannya dari wajah Myungsoo. Ia mendesisi kesal, lalu medorong bahu namja itu membuat Myungsoo mundur selangkah ke belakang. “Apakah aku mengucapkan hal yang salah? Kau memang terlihat menggoda dengan rambut seperti itu”

Belum sempat Suzy membalas ucapan Myungsoo, Na Young menepuk pundak keduanya. “Aku tidak ingin mengganggu acara kalian, tapi maaf, bisakah kalian membantu yang lain membersihkan kelas kita, hem?” ucap Na Young seraya memberikan kain lap dan sapu pada keduanya.

“Ah, keure?” Suzy menerima sapu dan berbalik mencari bagian kelas yang masih kotor, sedangkan Myungsoo memasang muka masam pada Na Young dan merampas kain lap-nya kasar. Ia berjalan mengekor pada Suzy, memperhatikan helai rambut Suzy yang jatuh dari ikatan bergoyang karena langkah Suzy.

Myungsoo mengelap lemari loker yang tampak rusuh. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan hal seperti ini apalagi membersihkan lemari loker yang kotor seperti ini, tapi hanya benda sialan ini yang terdekat dengan Suzy.

“Ya! Ya! Menyapulah dengan benar. Bagaimana kau mau menjadi istriku jika tidak bisa menyapu” omel Myungsoo yang menoleh pada Suzy dengan tangan yang terus bergerak melingkah. Mengusir debu-debu yang menempel di loker.

“Aku belum menyapu. Memegang sapu saja tidak” balas Suzy sembari mendorong bangku-bangku temannya agar memudahkan dirinya menyapu nanti, sedangkan sapu hijaunya diselampirkan pada dinding loker kelas. Tangan Myungsoo yang bebas menggaruk tengguknya, merasa bodoh. “Lagipula, aku tidak ingin menikah”

“Mwoyaaa?” Myungsoo membanting kain lapnya kasar. Apa maksudnya tidak ingin menikah?

“Ya! Debunya” Suzy sedikit terbatuk karena kain lap yang Myungsoo lempar mendarat tepat di Meja yang sedang Suzy dorong.

“Apa maksudnya tidak ingin menikah?”

“Tidak ada, sepertinya menikah sangat merepotkan” ‘Tapi tidak jika dengan kau’

“Tsk, Menikah itu tidak merepotkan. Bukankah kau punya pendamping yang akan membantu dan menjagamu? Aku akan menjagamu” Myungsoo menepuk-nepuk dadanya menandakan ia akan mengambil tanggung jawab sebagai pelindung dari yeoja di hadapannya.

Suzy tersenyum. ‘Aku tahu. Kau pasti akan menjagaku’. “Memangnya jika aku menikah, aku akan menikah denganmu, hah?”

Myungsoo berdecak kesal. Ia berkacak pinggang, lalu menolehkan pandangannya ke jendala kelas yang berpemandangkan pepohonan hijau. Ia tida mengucapkan apa-apa, tapi mengambil kain lap, kemudia membantingnya di tempat yang sama. Sedetik kemudian terdengar suara batuk Suzy. Sebelum yeoja itu membuka mulut, Myungsoo membalikkah badannya dan melangkah keluar kelas.

“Kim! Myungsoo!!” tanpa ba-bi-bu Suzy mengambil senjata andalannya saat ini, kalian bisa memanggil senjata Suzy dengan nama sapu. Ia berlari kecil mencoba menghapus jaraknya dengan punggung Myungsoo. Dan.. brrugg.. rambut-rambut sapu Suzy tepat mengenai punggung Myungsoo, membuat lelaki itu menoleh ke belakang dengan wajah merah. Ia bersumpah akan membunuh siapa saja yang berani memukulnya dengan…. Sapu? Ia mengarahkan pandangannya untuk melihat siapa sang pembawa sapi sialan itu. Ahh.. itu.. mu..mungkin ia bisa membuat pengecualian untuk Suzy. Seorang.

“Apa? Mau marah,hah?”

Myungsoo mengeleng pelan, sedangkan Suzy memutar-mutar sapu hijaunya dengan bangga. Bukahkah ia terlihat keren saat ini?

“Kau pasti marah,kan? Apa? Ingin membalas pukulanku?” Suzy memberikan sapu hijaunya pada myungsoo, tapi tak kunjung Myungsoo terima. Namja itu hanya melihat Suzy takut-takut karena ia tidak tahu sama sekali mengenai fakta betapa menakutkan yeojanya itu. Well, ia tidak menyesal. Sedikit pun.

“Ambilah, tidak perlu malu.” Suzy kembali menyodorkan sapunya, memaksa Myungsoo untuk mengikuti ke inginannya.

“Bagaimana dia bisa marah dengan wajah polos seperti itu. Menyebalkan” gumam Myungsoo yang tidak dapat Suzy dengar.

“Apa katamu? Kau marah,bukan? Ambil lah”

Tiba-tiba tangan Myungsoo terulur untuk menyentuh ujung sapu. Jujur saja, kadar keberanian Suzy menurun sangat drastic melihat tingkah Myungsoo. Sungguh, ia hanya ingin mengerjai namjanya itu. Tapi melihat bagaimana reaksi Myungsoo benar-benar membuatnya takut. Mungkin.. ia memukul Myungsoo terlalu keras? Ah, aniya, pukulannya pelan. Sapunya saja yang keras(?)

Myungsoo menarik sapu Suzy menekat dalam satu hentakan, membuat Suzy ikut tertarik mengikuti arah sapu yang digenggamnya dengan erat membuatnya jaraknya dengan Myungsoo semakin dekat. Dan Myungsoo telah siap untuk menyambut kedatangan Suzy, namja itu sedikit menunduk dan memiringkan wajahnya, ditempelkan bibirnya di pipi putih Suzy. Dan begini kedaan Suzy sekarang, kuat-kuat menggenggam kayu sapu dengan pipinya bertemu dengan bibir Myungsoo. Well, nice to meet you(?)

Myungsoo menarik tubuhnya menjauh dari Suzy, memperhatikan semu merah di kedua pipi Suzy. Suzy tersadar dari lamunannya saat Myungsoo menghentikkan kedua jarinya di depan muka Suzy. Yeoja itu mengerjap beberapa kali, lalu menatap Myungsoo yang sedang tersenyum lebar.

“Pandai berciuman?” ejek Myungsoo sembari tersenyum jahil. Jemarinya menyeka debu yang datang entah dari mana yang berbaur menjadi satu dengan keringat.

“Awas kau”

Dengan cepat Myungsoo berbalik, dan berlari menghindari Suzy secepat mungkin, karena yeojanya itu mengangkat senjatanya tinggi-tinggi. Siap dilemparkan kepada Mungsoo kapan saja.

*****

Entahlah, Na Young telah kehabisan akal untuk mengatasi kemampuan akting Myungsoo. Berbagai cara telah ia gunakan? Meneriaki namja itu? Cara pertama. Memukul? Berkali-kali. Menendang kakinya? Jangan Tanya. Ditatapnya datar namja yang berdiri tegap di depannya tanpa repot-repot memasang wajah bersalah.

Jinhwan hanya tersenyum dan kembali menghafal naskahnya, sedangkan Suzy yang telah meremas-remas naskah hingga tak berbentuk. Tidak bisakah namjanya itu melakukan hal ini dengan benar? Ia bisa melihat dari samping senyuman Myungso yang menyebalkan itu. Ia sangat yakin Myungsoo sedang menguji kesabaran Na Young.

Perlahan Myungsoo menarik kemeja putih Myungsoo membuat sang pemilik menatapnya balik. “Jangan ganggu dia.” Suzy tersenyum lembut. “Lakukan dengan benar”

Myungsoo tahu apa maksud Suzy, tapi ia memang tidak bisa berakting. Bukankah ia sudah mengatakan kepada semuanya? Ia hanya menerima tawaran ini karena Suzy. Dan satu lagi, melihat Na Young marah sungguh menyenangkan. Ia sangat sangat menikmatinya.

“Tapi aku benar-benar tidak bisa berakting”

“Mwo?” Suzy diam untuk berfikir. Beberapa detik kemudian, ia mendekatkan wajahnya pada telingga Myungoo “Berusahalah, nanti aku akan memberimu satu kecupan”

Kedua mata Myungsoo terbelalak. Kecupan. Ia.. tidak mungkin menolak,bukan? Myungsoo menunduk sedikit untuk mendekatkan wajahnya dengan telingga Suzy. “Di bibir”

Tangan Suzy reflex memukul lengan Myungsoo. “Di pipi”

“Aku maunya di bibir”

“Di pipi atau tidak sama sekali?”

Jin Ki menepuk tanggannya beberapa kali agar Myungsoo dan Suzy melanjutkan adegan mereka. Bukannya berbisik-bisik tidak jelas seperti itu.

“Kau menyebalkan”

Suzy berdehem, lalu menyelempitkan beberapa helai rambutnya di belakang telingga. “Kau juga sama”

“Baiklah, Myungsoo, pastikan kau melakukannya dengan baik. Di sini kau merasa kasihan dan tak tega membunuh Suzy, lalu kau melepaskan Suzy dan menyuruhnya untuk pergi ke hutan. Paham?

Myungsoo mengangguk tanpa menatap Na Young. Kedua matanya memperhatikan kertas putih yang bertuliskan dialognya.

“Bagus, ada pertanyaa?”

Myungsoo mendongak seraya tersenyum lebar. Sangat. “Tidak bisakah kau menambahkan adegan dimana aku dan Suzy berciuman sebelum ia pergi ke hutan?” Myungsoo menunjuk Suzy dengan kertasnya.

“Mwo?”

“Kalian tahu, ciuman perpisahan”

“YA!! Kim Myungsoo!!!!!!”

*****

Myungsoo duduk di sudut kelas, mengigit kuku jarinya resah. Tidak jauh dari dirinya berada, Jinhan sedang menatap Suzy yang berbaring seraya menutup kedua matanya. Sial, ia mengutuk siapa saja yang memilih cerita ini, tidak tahukah mereka betapa panasnya Myungsoo sekarang?

“Aniya aniya” gumamnya seraya menutup kedua mata. Menolak untuk melihat adegan itu, tidak sampai 2 dua detik, kedua mata tajam itu kembali terbuka. Apapun yang terjadi ia akan tetap melihat adegan itu. Ia mengedarkan pandangan pada teman-temanya. Berbeda dengan dirinya, mereka semua menatap Suzy dan Jinhwan dengan pandangan takjub dan tersenyum lebar. Tidak bisakah mereka mengangap ini tidak serius? Ini bahkan hanya latihan. Maksudnya, perlukah mereka berdua berciuman.

Tentu saja, agar mereka tidak canggung saat di panggung nanti’ ucapan Na Young tergiang kembali. Myungsoo menggelengkan kepalanya cepat. Aniya aniya.

Myungsoo kembali menatap Suzy dan Jinhwan. Berapa lama meraka akan di posisi itu hanya untuk berciuman? Ini hampir memakan waktu satu menit, dan Jinhwan, namja itu hanya menatap wajah Suzy yang ‘berpura-pura’ tidur. Seharusnya namja itu tengah mencium yeojanya, lalu.. selesai. Seharusnya seperti itu. Bukannya menatap muka seperti orang bodoh. Bukannya mereka telah latihan di kantin? Jika begini terus, tidak akan selesai.

Myungsoo bangkit dari duduknya. Ini bahkan hampir menuju ke menit selanjutnya. Dua menit? Yang benar saja. Myungsoo berjalan kearah muka kelas, tepatnya tempat dimana Suzy berbaring dan Jinhwan menatapnya.

“Minggir” Myungsoo sedikit mendoronh Jinhwan, membuat namja itu sedikit tergeser ke samping.

“Kalian memakan waktu. Aku beri contoh” ucap Myungsoo seraya menatap teman-temannya dan Jinhwan yang balas menatapnya bingung.

Diabaikan tatapan teman-temannya dan gumaman beberapa murid yang menanyakan untuk apa peran pengawal di tengah-tengah penghujung cerita. Myungsoo sedikit mengangkat punggung Suzy agar memudahkah ia melakukan aktivitasnya nanti. Pikiran Suzy kacau karena mendengar suara Myungsoo di dekatnya. Ketika ia membuka mata perlahan, ia dapat merasakan bibir Myungsoo yang menyapu lembut bibirnya. Kedua mata namja itu telah terpejam sempurna. Satu tangan Myungsoo mendorong tengkuk Suzy, membuat Myungsoo semakin mudah melumat bibir yeojanya dengan lembut. Suzy tidak melakukan apa-apa, hanya menatap langit-langit kelasnya dengan satu tangan diletakkan pada bahu Myungsoo. Seluruh tubuhnya kaku, tidak bisa mendorong bahu Myungsoo seperti yang ia pikirkan. Seluruh tubuhnya kaku, kecuali kedua bibirnya. Ia dapat merasakan bibir Myungsoo yang terus menekan bibirnya. Tidak ada perlawanan dari Suzy membuat Myungsoo semakin berkuasa dalam melumat kedua bibirnya.

Beberapa detik kemudian, Myungsoo melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Suzy. Ia menyunggingkan senyum manis melihat wajah Suzy.

Ciuman pertamanya.

“Bibirmu terasa manis dan lembut”

Seketika itu juga, raut muka Suzy berubah warna menjadi merah. Ia mengalihkan mukanya dari Myungsoo.

“Kau malu?” Myungsoo menarik wajah Suzy agar kembali menatapnya. Walaupun wajah Suzy tertuju pada Myungsoo, tetapi kedua matanya tidak menatap Myungsoo. Sungguh memalukan.

Myungsoo mengecup bibir Suzy lagi. Kali ini hanya kecupan kecil, tidak lebih dari dua detik. Kemudian ia menarik tubuhnya menjauh dari Suzy. Ditatapnya Jinhwan puas. “Kau lihat kecupan kecil yang kuberika pada Suzy?”

“Sebenarnya aku melihat keduanya”

“Benarkah? Kau hanya perlu melakukan yang kedua. Mengerti?

Tiba-tiba, Myungsoo merasakan punggungnya dipukul dengan… sapu? Ditatapnya Na Young sejenak. Sekarang, kalian atau  siapa saja, jelaskan padanya, bagaimana senjata Suzy berada di tangan Na Young?

“APA YANG KAU LAKUKAN?”

Dengan itu, Myungsoo lari dari kelasnya lengkap dengan ranselnya, menghindari senjata Suzy yang sedang Na Young pinjam.

-TBC-

110 thoughts on “Instict of a man [part 7]

  1. akhirnya myungsoo benar2 gak bisa tahan sama rasa cemburunya, terjadi first kiss suzy, hehe. ceritanya makin seru thor, ditunggu lanjutannya. ^^😀.

  2. kiss yg pertama pemnasan dulu yag kedua baru buat di contohin jinwhan…kwkwkwk
    kesempatn dalm kesempitan ni myung…ngakak bacanya…!!!

  3. hahahahahahahahahahahaha
    aigooo kocak abisss….
    Myungso benar2 dehh, aku jd gak bisa nahan diri utk ketawa…
    lanjut thor d tunggu part 8nya, aku ga sabar baca,,,

  4. ​Щќªќªќª =)) =)) щќªќªќª myungsoo pinter bgt sih ngambil kesempatan…suzy’П̥̥ÿ̲̣̣̣̥ȃ jd cengo deh… Kuarang panjang thor…next part ditambah Ƴªª thor..:) fighting

  5. Huaaa…FFnya seru bangettttttt..
    KEREN!! Myung nyium Suzy..alahemmmm..
    SAPU..?? Senjata,terhebat!!!
    FIGHTING thorrr,daebak!!!🙂

  6. Pada akhirnya Myungsoo merebut first kiss Suzy😀 kirain bakalan keduluan Jihwan kkk~
    Dasar Myung modus banget xD
    Serruu + kocaaak ^,^
    Makin excited ma lanjutannya, ditunggu (งˆ▽ˆ)ง

  7. astaga eon,, ffnya bkin ngakak! ciee myungsoo kiss kiss suzy, ngmbil ksempatan dlm kesempitan nih myungpa, aku juga mau donk di cium kya suzy*mimpi*plak.
    jgn lma” part 8 nya ne eon! fighting!!

  8. Sumpah… Myungsoo konyol banget. Lucuuuuuuuu
    Gak kebayang deh gmana rupanya myungsoo punya karakter kyak gtu. Hihiiiiiii
    Suzy sama Myungsoo emang pasangan aneh tapi lucu plus romantis.🙂
    Myung kesempatan tuh nyium suzy. hahaaa
    Ceritanya tambah kren thor. Aku suka part ini walaupun masih ada typo. Tapi typonya kalah ma isi ceritanya.🙂
    Skali lagi Daebaaakkkk!!!!

  9. Hahahaha… dasar myungsoo nakalnya itu loh lucu banget…
    Mana cari kesempatan cium Suzy dengan embel2 mengajari Jinhwan haha
    Aduh myungsooo… cari gara2 sekali sihh..
    Padahal dulunya playboy, sekarang jd kayak gini kalo udah berhubungan dg Suzy keke~
    Lanjut thor.. aku suka ff ini

  10. banyak typo thor, trus ceritanya kesini makin datar yh*apa perasaan ku aja atau yh pendapat orang berbeda.
    bagus, fighting ditunggu nextnya

  11. Myungsoo ceritanya ngambul alih nih kerjaan jinhwan..hhehhe siapa suruh kelamaan jadi di ambil deh kesempatannya ama myungsoo….#merroonngg kekek
    Seru” thor..ditunggu part8nya yah…

  12. LOL LOL myungsoooo ampun dah kelakuannya bikin ngakak
    cuuuute bnget ni couple jd gemees

    next chapt ditunggu ya thor
    author jjang

  13. hahhahaha ampundeh, tingkah myungsoo gokil banget jah dari kata cool and playboy. sepertinya pada lari kekekeekke
    kiss di depn umum hem myungzy jjang😀
    myung takut sama senjata suzy -_-

  14. aigo aigo myung dsar kau nyuntae tpi suka kkk ..

    krang pnjang jaa tor🙂 fighting ne next partx jgn malama ya thorr🙂

    Udh ga sbr liat prrnjukn mrekaa🙂

  15. wkwkwkwkwk
    ff ini emg slalu bkin readers ngakak dstiap part-nya dg kelakuan absurd myungso0.
    aq tau dsini agy krisis author,tpi author te2p nglanjutin cerita ini.
    aku saluuut,
    sayang kLo cerita smenarik ini gk dlanjut thor,
    keep writing aja ya,pzti bnyak para readers yg gk ingin wp ini ditu2p.
    mski wp ini sepi ff,tpi aku slalu rajin ngintip wp ini cuma bwt mastiin -ada ff baru yg dipost gak?-
    dan ff insting of a man itu bagus thor,
    GANBATTE KUDASAI!

  16. hahaha….myung ngasi contohnya alasan deh…kkk
    first kiss suzy d ambil deh… tapi myung qm harus menghadapi sunggyu oppa kalo mw jd suami suzy…
    next nya d tunggu thor..hwaiting

  17. myungsoo gag sabaran hha modus bgt nih anak org
    pake acara pgn ngajarin jihwan -___- haiis , si nayoung juga marahnya nelat amat kkk~
    nandaaaa ini lucu ,ditunggu part selanjutnya ,jgan lama* ne😀

  18. Kok makin pendek thor ceritanya😦
    Tapi gapapa. Makin seru banget ceritanya.
    Myungsoo gentle bangettt thorr. Hahaha ,
    Lucuuu..
    Part selanjutnya di tunggu yaa thor🙂
    Fighting!!!!

  19. Wuaaaaa lucu ngakak liat tingkah nya myungzy apalagi myungieenya aaaa ~
    Itu myung memberikan contoh ‘kiss’ ke suzy atau emng modus mau ‘kiss’ suzy? ㅋㅋㅋㅋ
    Lanjuy thor jngn lama2 pnsaran kkk~~

    Gomawo myungzy jjng!!

  20. omo omoooo akhirnya mereka kisseu juga :33
    kyaaaaaa
    aduh.. suzy berarti udah nerima myung dong yaa wkwkwk
    aihh na young ganas amat hahaha
    ditunggu nextnya , makin daebak aja!! hahaha
    HWAITING!!

  21. kkkkkk~~~ astaga myungsoo koplak
    hadehhhh kisseu di depan banyak orang
    astagaaa myungsooo🙂

    next part amat sangat dinantikan🙂

  22. Aku senyum” sendiri loh bahkan nyampe ngakak g sabar baca pas adegan ciuman myungzy.y
    author daebak.. Hahahaha
    next..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s