Instinct of a man [part 3]

Title       : Instinct of a man
Author  : A.Y..P

Cast       : Kim Myungsoo (INFINITE)

Bae Suzy (MISS A)
Genre   : Romance, School-life, comedy
Length  : chapter

Annyeong….. sorry for not do an update for awhile, Nugas dan nugas. oke, ini uda UTS tapi besok libur jadi aku ketik sekarang. just finished wrote it. seperti biasa Typo berteparan. engg aku edit😐 no time neee? Do comment please :))
-HAPPY READING-

Author’s POV

Kedua kelopak mata Myungsoo terbuka secara perlahan. Ia samar-samar mendengar suara ketukan pintu yang menganggu mimpi indahnya. Jika tidak salah, ia sedang berciuman dengan Soojung. Ingin rasanya menendang siapa saja yang menghancurkan khayalannya. Dengan malas Myungsoo bangkit dari ranjang empuknya dan sesekali menggaruk belakang kepalanya kasar. Dengan satu sentakan pintu terbuka. Dan dihadapannya telah berdiri ayahnya lengkap dengan seember kecil berisikan air dingin dengan air es.

“Ah, Soojung. Kenapa kau berdiri di situ? Ayo masuk. Kita lanjtkan ciuman yang tadi” ucap Myungsoo setengah sadar. Kedua matanya masih setengah terpejam, sedangkan orang yang ada di hadapannya hanya mengerutkan kening. Melakukan apa?

“Anak nakal” ucap ayah Myungsoo seraya menggelengkan kepalanya. Tak heran kenapa naluri Myungsoo sangat besar meningatkannya pada masa mudanya dulu, tapi Hey, ia tidak pernah mengambil first-kiss sembarang yeoja.

“Nakal? Tapi kau suka, kan?” lirih Myungsoo seraya tersneyum bodoh. Perlahan satu tangannya terlurur seiring dengan melebarnya senyuman di wajah tampanya. “Soojung?” dahi Myungsoo mengerut heran. Dua detik setelah jemarinya menyentuh pipi ‘Soojung’ ia merasakan hal yang ganjal. Kenapa kasar?

Dengan cepat dibuka kedua matanya dan disambut dengan guyuran air dingin yang sukses membasahi wajahnya. Ok, sekarang ia telah sepenuhnya bangun.

“App..a?”

“Apa yang kau impikan? Berciuman dengan Soojung? Siapa dia? Bukan kah yeoja-chingumu Son Naeun?”

“Ne? ahh.. Soo..Soojung itu model korea yang telah terkenal hingga Internasional. Nah.. iya”

Satu mata ayah Myungsoo menyipit. Bisakah ia percaya dengan ucapan playboy dengan topic ‘yeoja’?

Disodorkan ember hitam itu pada Myungsoo. “Pastikan kau serius dengan Soojung ini. Ara?”. Myungsoo hanya mengangguk kecil. Well, ia tidak bisa berjanji untuk saat ini. Ia ingin focus pada misi kecilnya ini.

Myungsoo tersenyum licik sebelum menutup pintunya kamarnya. Bukankah ia harus bersiap mengingat rumahnya akan kedatangan tamu?

*****

                Jinki, Sunny, Insoo dan Bora telah berdiri di depan pagar rumah Myungsoo. Jinki baru saja menghubungi Myungsoo dan menyuruh Myungsoo untuk keluar dari kadanganya. Myungsoo membuka pintu rumahnya, lalu berjalan dengan langkah lebar. Ia hanya mengenakan pakaina santau. Celana jeans hitam dipadukan dengan kaos biru tua berlengan pendek.

“Masuklah”

Jinki dan Inso melenggang masuk terlebih dahulu meninggalkan dua yeoja di depan pagar.

“Apa yang kalian tunggu? Masuklah, angina nakal akan merusak penampilan cantik kalian” ucap Myungsoo sembari tersnyum. Sunny dan Bora hanya mendengus dan diakhiri dengan tawa kecil. Sudah terbiasa dengan sikap Myungsoo.

“Don’t lie” ancam Sunnya dengan nada memperingatkan dan diakhiri dengan senyuman kecil.

“Aku tidak akan pernah berbohong pada yeoja cantik sepertimu”

“Ara, kita akan masuk, tapi kau harus menunggu di sini”

Myungsoo meletakkan satu tangannya di pinggang dan satu lagi bertopang di pagar. “Menunggu siapa?”

“Suzy. Ia tidak tahu dimana rumahmu. Dia baru saja turun dari halte bus di ujung jalan.”

Myungsoo diam dan berpikir sejenak. Sedari tadi ia tidak menyadari tentang keberadaan Bae Suzy.Baiklah, tidak masalah, Lebih baik menunggu Suzy daripada duduk di dalam mendengarkan kelompoknya berdiskusi.

Sudah lima menit berlalu dan ia belum melihat sehelai rambut Suzy. Memang benar menunggu sangat membosankan, tak terkecuali menunggu yeoja cantik. Myungsoo memutuskan untuk menyusul Suzy di halte bus depan. Seharusnya tidak membutuhkan waktu yang lama, sekitar sepuluh menit. Baru dua menit Myungsoo berjalan ia dapat melihat sosok Suzy yang sedang bersenang-senang ria dengan ice-cream vanillanya.

Suzy menggunakan jeans sedikit ketat. Sweather hitam longgar, rambut coklat yang digerai tanpa hiasan satupun. Dan ransel kecil berwarna coklat yang bertenger di bahunya. Cantik.

Pantas saja.

Ada pikiran licik menyelinap dipikiran Myungsoo. Ia tersenyum simpul sebelum akhirnya berlari kecil kea rah Suzy. Suzy mendengus kesal tetapi tetap diam. Fokus pada ice creamnya.

“Kenapa kau telat?”

“Kenapa kau di sini?”

Keduanya mengucapkan kedua kalimat itu secara bersamaan. Myungsoo tertawa kecil kemudian dijejalkan kedua telapak tangannya ked alma saku jeansnya, Dahi Suzy hanya mengerut heran melihat tingkah laku Myungsoo. Ditatapnya Myungsoo sejenak dan melanjutkan langkahnya.

“Hey, ada apa dengan penampilanmu?”

“Kenapa memang?”

“Gaya busanamu terlalu buruk untuk dilihat.” Suzy menunduk,menatap penampilannya yang menurutnya pantas untuk dilihat. Apalagi wajahnya.

“Tidak ada yang salah”

“Sangat jelek. Tidak cantik.Tidak sexy…. Tidak pantas dipandang”

Suzy menatap Myungsoo sinis sejenak. “Kalau begitu kau tidak perlu melihatku jika tidak pantas” ucapnya ringan lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti

Myungsoo mengerjap beberapa detik hingga akhirnya tersenyum keci. Yang benar saja, gadis ini benar-benar menarik perhatiannya.

“Hey, kau seharusnya mendengarkan perkataanku sebagai lelaki. Penampilan itu hal yang paling penting dalam menarik perhatian lelaki. Dengan penampilanmu yang ketinggalan zaman ini, cih.. jangan berharap.

Bukankah dia sangat menyebalkan? Bayangkan saja. Suzy yang menggenakan tapi kenapa Myungsoo yang selalu berkomentar? Maksudnya, ayolah, ini tidak buruk dan namja itu benar-benar memandang rendah selera berpakaiannya. Sial.

“Lalu menampilan apa yang dapat menarik perhatian pria?” Tanya Suzy tanpa menoleh pada Myungsoo.

“Seperti.. yeoja yang menggunakan dress berwarna cerah, rambut panjang yang terurai sempurna, kulit putih seperi susu, dan juga badan yang seperti gitar… spanyol.”

Untuk beberap detik rasanya Suzy ingin tertawa. Gitar spanyol yang benar saja. Apa bedanya dengan gitar-gitar Negara lain?

“Apa?” Tanya Myungsoo ketika melihat tawa Suzy. Ada yang salah dengan perkataannya. Tidak,kan?

Suzy hanya menggeleng dan kembali memakan ice-creamnya. Myungsoo melanjutkan “Bibirnya harus berwarna merah muda dan lembut ketika berciuman.”

Seketika wajah Suzy menjadi merah padam. Apa-apaan? Bagaimana ia bisa mengatakan hal yang seperti itu dihadapannya? Bibir lembut? Tanpa berfikir dua kali, Suzy memukul lengan tangan Myungsoo sebagai tanda agar namja itu menghentikan ucapannya.

“Hentikan hentikan. Aku tidak mau dengar lagi”

“Kenapa?” Myungsoo diam sejenak. “Ya.. kau belum pernah berciuman? Yang benar?” Kali ini suara tawa Myungsoo semakin keras. Sial.

“Tentu saja. Bibirku yang sexy dan lembut ini untuk suamiku nanti. Cih, aku tidak ingin bekas” ucap Suzy seraya memberi penekanan pada kata ‘bekas’.

“Ne ne, bibir bekasku memang sangat ahli dalam berciuman. Kenapa? Kau ingin mencobanya?” tawar Myungsoo seraya membuka kedua lengannya lebar.

Kedua mata Suzy membesar. Laki-laki itu benar-benar gila. g I l a. “Kau menyeramkan.” Gumam Suzy sebelum berlari kecil menjauh dari namja gila yang sedang menyerukan namanya.

“Ya,, Bae Suzy. Ada apa denganmu? Aku hanya bercanda”

Bercanda? Dengan ucapan yang seperti itu? Dan, apakah kalian tidak mendengar suara tawa Myungsoo yang terdengar puas itu? Namja sialan.

“Hey, Bae Suzy, kau mau kemana? Rumahku di sini.”

Suzy harus melewati lima rumah untuk sampai ke rumah Myungsoo.

*****

                Myungsoo, Sungyeol dan beberapa temannya tengah berkumpul di kantin untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting. Benar, ada murid sekolah lain yang mencari masalah dengan salah satu teman Myungsoo. Dan tentu saja, sebagai temannya Myungsoo dan yang lain tidak dapat duduk manis melihat temannya dipermalukan di depan umum.

“Dimana?”

“Seoul Junior High School. Ada gang yang jarang dilewati orang. Mereka menunggu kita di sana”

“Seoul Junior HighSchool? Bukan kah itu dekat dengan rumah Sunggyu Hyung?” Tanya Sungyeol pada Myungsoo. Myungsoo mengangguk setuju. Akan lebih baik jika mereka membolos dan bemrain ke rumah Sunggyu hingga waktunya tiba. Ya, lebih baik seperti itu.

“Kau tahu kana pa yang ada di pikiranku?” Tanya Myungsoo pada Sungyeol seraya mengeluarkan ponselnya.

“Aku kan mengambil tas di kelas”

Myungsoo menempelkan ponselnya di telingga kanannya. “Oh, Hyung. Kau ada di rumah sekarang?”

“……..”

“Baiklah, aku dan Sungyeol akan ke sana?”

“…….”

“Adikmu? Belum, aku belum bertemu dengannya.” Myungsoo memutuskan hubungan dan menatap kembali pada teman-temannya yang sedang bercanda.

“Baiklah, kita bertemu setelah pulang sekolah di Seoul Junior High School”

*****

                Sunggyu membuka pintu kamarnya diikuti dengan dua orang namja yang bertubuh jangkung yang masih lengkap dengan seragam sekolah. Tanpa sungkan, kedua orang itu menerjang ranjang milik Sunggyu meninggalkan sang pemilik bersandar pada dinding seraya menggelengkan kepalanya.

“Kalian tetap akan berkelahi?” Tanya Sunggyu. Sejujurnya ia ingin membatalkan rencana konyol itu.  Menurutnya, berkelahi dengan murid sekolah lain itu sesuatu hal yang tidak berguna. Tapi tidak bisa dipungkiri jika selama ia menggenakan seragam yang sama dengan dua orang itu, ia juga selalu berkelahi dan menjadi otak dibalik ini semua.

“Sungyeol, apakah aku perlu menjawab pertanyaan itu?” Tanya Myungsoo seraya membuka majalah lelaki yang berserakan di ranjang Sunggyu. Seketika itu juga kedua matanya membulat. Edisi terbaru. Sepertinya ia akan meminjam majalah ini. Haha.

Sunggyu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Ia berjalan mendekati Myungsoo lalu merebut majalah yang menjadi pusat perhatian Myungsoo. “Lebih baik kalian berlajar. Aku kan mengawasi kalian berdua. Cepat keluarkan buku” ucap Sunggyu seraya membangun dudukkan Sungyeol.

“Hyunggg” rajuk Sungyeol. “Myungsoo juga”

*****

                Myungsoo menatap tajam pada sekumpulan pelajar yang juga meggunakan seragam yang berbeda warna. Tak hanya Myungsoo, teman-temannya juga menatap tajam dan sesekali bergumam untuk meremeskan lawan. Begitu juga sebaliknya.

“Kalian tidak ingin meminta maaf pada teman kami?” suara lantang Myungsoo terdengar menyelimuti gang yang cukup besar. Sebenarnya gang yang mereka akan gunakan entah bagaimana dilalui banyak orang. Dan mereka menemukan gang yang nyaman ini.

“Aku hanya menyuruhnya merapikan makanan bekasku. Dia kan pelayan.” Jawab otak dari kubu lawan.

Genggaman Myungsoo mengeras. Sial. Apa salahnya bekerja untuk menambah uang jajan? Dan mereka memanfaat hal tersebut untuk memperalat temannya? Benar-benar tidak bisa dimaafkan. Ah, mungkin mereka dendam pada Myungsoo yang merebut Son Naeun dari tangan ketua mereka. Menggelikan. Dan untuk informasi, Son Naeun, yeoja itu yang dating padanya. Bukan Myungsoo yang merayu. Paham? Bagus.

“Jaga ucapanmu” teriak Sungyeol yang sudah berapi-api. Tanpa menunggu aba-aba, kedua kubu mulai maju tanpa rasa takut. Kedua kubu tidak ada yang membawa senjata tajam. Jika kau menggunakan senjata tajam untuk hal yang seperti ini tandanya kau pengecut. Dan pengecut tidak diperlukan dalam perkelahian antar pria sejati.

Gang itu dipenuhi dengan suara pukulan. Tidak sedikit murid yang mengeluarkan darah di ujung bibirnya. Baigut juga dengan Myungsoo. Tangannya sedang mencengkram erat kerah baju baju otak lawan. Tidak menghiraukan rasa nyeri di ujung bibirnya dan rasa sakit pada kepalan tangannya. Kata ‘pelayan’ terus teringiang di kepalanya. Tiba-tiba Musuhnya mendorongkanya kuat dan meninju pipi kanannya. Myungsoo mengerjapkan matanya beberapa kali hingga akhirnya membalas di tempat yang sama.

Myungsoo meludah. Ludah yang bercampuran dengan darah. Ia terus memukul lawan hingga matanya tak sengaja menatap sesuatu. Kenapa dia bisa ada di sini?

Kepalan tangan Myungsoo pada lawannya yang telah lemah itu pun mulai menlonggar perlahan. Kedua matanya menatatap tajam seorang yeoja yang terjebak di tengah-tengah perkelahian. Yeoja itu menunduk mengindari sekumpulan lelaki yang berkali disekitarnya. Yeoja itu menunduk ketakutan dan.. memeluk diirnya sendiri. Kedua matanya menatap sekeliling dengan rasa takut di sana.

Semua terjadi begitu cepat. Seseorang telah meluncurkan tinjuannya tetapi sasarannya berhasil menghindar dan pukulan itu mendarat di lengan yeoja itu. Myungsoo dapat melihat bibir yeoja itu bergetar. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Sial.

Tanpa menunggu lagi,Myungsoo mencoba untuk menerobos celah-celah ruangan yang terpenuhi dengan laki-laki. Jaraknya dan yeoja itu memang terpauh jauh, tapi ia dapat melihat ekspresi ketakutan pada yeoja itu. Hingga akhirnya salah satu dari musuh mereka menyadari keberadaan yeoja itu. Siswi Kyunghee Senior High School yang menjadi lawan mereka sedang terjebak.

Myungsoo mengumpat ketika melihat namja brengsek itu bermain dengan rambut Suzy. Amarahnya memuncuk hingga dia mencodorong temannya sendiri yang menjadi penghalangnya. Limah langkah lagi Myungsoo akan sampai ke tempat Suzy berdiri, dan ia dapat menyingkirkan tangan namja yang berani yang mengelus puncak kepala Suzy.

Grabb..

Myungsoo menarik pergelangan Suzy dengan cepat hingga masuk ke dalam pelukannya. Kedua mata Myungsoo menatap tajam pada lelaki itu. “Jangan sentuh dia” Ucap Myungsoo dingin. Myungsoo memberikan peringatan melalui matanya dan baik namja itu maupun Suzy mengetahui bagaimana tajamnya tatapan Myungsoo. Suzy terdiam dipelukan Myungsoo. Dia sedikit mendongak ke atas untuk melihat eksprsi Myungsoo sebelum akhirnya kembali lagi menunduk. Ia ingin pergi dari sini. Beberapa tubuh menyenggol punggungnya hingga ia sedikit terjungkal ke dapan. Untuk saja ada Myungsoo yang berdiri dengan tegap. Myungsoo mendorong siapa saja yang menghalangi jalannya baik teman maupun lawan. Yeoja yang ada dipelukkan ini adalah prioritas utamanya. Tidak akan ia biarkan mereka menyentuh Suzy lagi.

Sedangkan Suzy memeluk pinggang Myungsoo dengan erat. Kedua matanya terpejam. Ia tidak tahu mengapa tapi ia menaruh kepercayaan yang besar pada Myungsoo sekarang ini. Mereka berdua sudah keluar dari gang itu dan berhenti pada sebuah took swalayan.

“Kau tunggu di sini. Aku akan membeli minuman dulu” ucap Myungsoo seraya melepaskan pelukannya dan menarik kursi untuk diduduki Suzy. Suzy mengangguk dan duduk dengan manis di kursi merah itu. Kepalanya kembali menunduk dan kedua jarinya bertautan.

Tidak sampai dua menit Myungsoo sudah berjongkok di hadapan Suzy –menyamakan tingginya dengan tinggi Suzy-  kemudian menyodorkan minuman dingin pada Suzy.

“Minumlah” ucap Myungsoo. Suzy menerima botol minuman berwarna putih pucat itu dan meminumnya hingga tersisia setengah. Masih menekuk kakinya, satu tangan Myungsoo terulur untuk merapikan rambut coklat Suzy yang sedikit kusut. Tangannya yang lain digunakan untuk meraba lengan Suzy yang terkena pukulan. “Sakit?” tanya Myungsoo.

Suzy diam sejenak hingga akhirnya menggeleng. Myungsoo tersenyum kecil. “Jawablah dengan jujur”

Kemudian Suzy mengangguk cepat. Ia tidak pernah mendapat pukulan sekeras itu. Sunggyu selalu menjaganya sangat baik saat ia duduk di sekolah dasar. Tidak ada anak lain yang berani menyentuh Suzy.

Myungsoo tahu arti tatapan mata Suzy. Ketakutan. Tentu saja. Yeoja mana yang tidak takut dikelilingi namja yang berkelahi dengan membabi buta tanpa memperdulikan yeoja cantik di sekitar mereka.

“Tenanglah. Ada aku” ucap Myungsoo menangkan perasaan Suzy dan tersenyum kecil. Dan untuk pertama kalinya, Suzy merasakan gemuruh di hatinya saat melihat senyum Myungsoo.

-TBC-

107 thoughts on “Instinct of a man [part 3]

  1. akhirnyaaaaa di post juga….taukah dirimu thor sebulan ini aku bolak balik buka ni wp buat nunggu kelanjutannya…dan akhirnya keluar jugaa….
    huaaa pendek thor, hehe tapi kereen loh…
    next nya semoga gak lama lagi yah ^^

  2. pendekan ya thor,,,,xexexexe
    lama banget thor,,,sampe lumutan,,xixixixixi…
    author ini bkim aq menanti nanti,,haha
    Next part ditunggu ya,,,,fighting,,,

  3. Hadeuhh kenapa ini keren bgt thor??
    Tp yg kli ini agak pendek yaa, ya sudahlah gapapa
    Tetap setia menunggu kelanjutan ff ini hohoho
    Semangat thor ngetiknya!!

  4. Kok ada perkelahian yeahh. Ksihan suzy kna tonjok.untung da myungsoo yg mnolong. He he he kyak’y suzy mlai dak dik duk dur lanjut thor d tunggu lanjutan’y

  5. ah,myung mimpix ada2 saja,ah myung ga mw klu suzy trluka n dpegang2 namja lain.cmburu ya?part yg ini kpendekan thor pdhal nunggux hmpir sebulan tp gpp yg pnting dpost soalx critax bagus..next partx jgn lama2 ya thor..n fighting buat UTSnya

  6. ah,myung mimpix ada2 saja,ah myung ga mw klu suzy trluka n dpegang2 namja lain.cmburu ya?part yg ini kpendekan thor pdhal nunggux hmpir 1bln tp gpp yg pnting dpost..next partx jgn lama2 ya thor..n fighting buat UTSnya..

  7. ceriitanya makin seru dan keren thor, suzy uda mulai tertarik sama myungsoo. myungsoo punya misi apa ke suzy? suka karakter myungsoo yg jd playboy tapi kasihan suzy kalo suka myungsoo nanti bakal sakit hati, berharap myunsoo jg suka suzy tulus bukan main-main. ditunggu lanjutan ceritanya thor. ceritanya benar-benar keren.😀.

  8. Yaaaaaahhhhhh kpendekan thor. tapi tetep kren.
    Gak rela pake banget kalo myungsoo ciuman sama si soojung. Huuueeehhhh
    Pokoknya myungsoo harus jatuh cinta ma suzy.

  9. thorr pas adegan ending part ini feelnya dapet bangettt hehee gemessss bacanya , si myungpa ngelindungin suzynya hehee
    next part yaa thorrr jangan lama2 gomawooo🙂

  10. akhirnya…. muncul lagi ff nya… kangentau thor ff karya kamuuuuuu……. AYP author…
    ditunggu ya karya lanjutannya ^^
    seru… myungsoo temennya sunggyu, sunggyu itu kakanya suzy… seruuuuu bangetttt!!!

  11. Udh lama nunggu lanjutan ff ini, akhirnya dipost juga^^
    Fiuh..untung ada Myung yg nolongin Suzy.
    gimana reaksi Myung kalo tau Suzy adik Sunggyu xixi
    Keep waiting for the next part..Hwaiting ^o^9

  12. akhirnyaa di post jugaa, thor stiap hri bolak balik wp inii ..

    Akhirnya di post jugaa🙂

    Ahh senengnyaa suzy di tolong ma myung🙂

    suzy kayanya udh suka thu ma myung *sotoy

  13. tired of waiting..akhirnya di lanjut juga ini thor ..kyaaaaa ini terlalu pendek thor da tbcnya sangat tidak tepat..heheee…makiiinn seruuu aj ini…next part d tunggu sangat2 thor🙂

  14. yeee,.udh dipost..
    huaa..kren bnget..Myung sma appanya lucu.haha..
    Suzy udh mlai ska Myung,,?? e..cie…fighting thorrr..🙂 daebakkkk..

  15. Akhirnya di post jg tp kependekan thor :’)
    Suzy kok bs ad diantara namja” yg berkelahi itu untung ada myungpa…myungpa harus jagain suzy dan stop jd nappeun hehe
    Ditunggu next partnya thor

  16. jiahh myung perhatian karna inget janji dia ke sunggyu atau perhatian sebagai namja nih ?
    bakalan kena omelan sunggyu nih si myung gara” suzy adik kesayangannya terluka. lanjutkan thor

  17. huakakak mimpinya myungsoo parah benerrr

    ah itu scene endingnya keren deh..myung si nappeun yg berubah perhatian..
    next chapt sangat ditunggu thor
    hwaiting

  18. Thooooooooooooorrrr
    Lama ga bersua… Akhirnya update juga nih, biar typo bertebaran aku tetep menikmati alur ceritanya. Jadi pengen tau cerita selanjutnya seperti apa
    Di akhir cerita juga sepertinya Suzy udah mulai luluh, tinggal tunggu Myungsoo kapan sadarnya..
    Satu pertanyaan nih thor, myungsoo beneran ga tau kalo adiknya sunggyu itu suzy??

  19. myung oppa so sweet bgtttt,, seru bgt chingu, kyknya suzy mulai suka sama myung oppa ya? moga aja myung cepet pensiun dari gelar playboy deh ^^

  20. Kyaaa myung emang cowok gentle sejati abaikan sikap myung yg nampeun it *benergaktulsnny ayo suzy buka hatimu buat myung kekekekekkk😀

  21. ohohokno/?
    seketika itu pula suzy merasa di lindungi~
    nah adegan sunggyu ngulur2in waktu buat ngasih tau myung dan pemirsa sekalian soal adeknya mirip2 adegan di ftv wk~
    over all yah walopun typo berserakan
    *sapuin bareng sungyeol
    tp tetep greget awaw

  22. wahh ternyata udah keluar thor… ya ampun aq ketingalan nih… aku pikir gak di lanjutin..
    aih myungie nglindungin suzy banget.. sunggyu oppa ke mana?
    aq baca next nya dulu thor…kkk

  23. Uwaaaaaaa…..
    Keren thor. Myung gentle banget. Aku suka karakternya di sini ^^
    Kapan myung tau suzy adiknya sunggyu thor? Pengen tau apa reaksinya:D

  24. jadi bener temennya sunggyu itu myung
    tapi myung udah tau apa belum kalo suzy itu adeknya sunggyu ???
    aaaaa daebak daebakkk😉

  25. Ah jinjja so sweet, omo suzy bisa2 beneran jatuh cinta nih ma myung myung❤❤kira2 gi mna ya reaksi myungppa kalau tau suzy itu adik’y sungkyu oppa? Lanjut aaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s