Instinct of a man [part 2]

Title       : Instinct of a man
Author  : A.Y..P

Cast       : Kim Myungsoo (INFINITE)

Bae Suzy (MISS A)
Genre   : Romance, School-life, comedy
Length  : chapter

Annyeong🙂 maaf kalo postnya lama. sebenernya ini uda selesai lama, cuman laptop dibawa papa-__- so yeah, baru bisa post sekarang. but wait. im gonna take a speech abt siders. Biasanya aku engga pernah komen tentang sidersn yg makin bnyk. apalgi wktu american football yg part final. i mean, semua riders kemana, kok yg komen segini yang liat bejibun? tapi okelah, mungkin lupa. tapi yang Instinct of a man part kemaren emng parah. really pissed me off -.- so yeah, prepare for protected fanfict, soon🙂
thank you yang uda komen sama like ya? i’ll my best, sir!

happy reading~

Tidak biasanya Mrs. Park menyuruh muridnya untuk membuat kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang. Katanya untuk membuat sebuah proyek. Jadia Mrs. Park memberikan tugas untuk membuat sebuah benda hasil jadi dari sebuah tanaman. Entah yang digunakan itu batang, daun atau akar. Dan menariknya lagi, Myungsoo dan Suzy ada di dalam kelompok yang sama.

Suzy berdengus sebal ketika melihat Myungsoo di depannya yang menghiraukan tatapan Suzy dan pada ponselnya. Suzy telah mencoret nama Myungsoo dari daftar pertemanan, tapi kenapa ia malah terjerumus bersama namja itu disni. Sedangkan Myungsoo sibuk dengan Jemarinya yang bergerak seolah ia sedang membalas pesan seseorang. Tetapi itu hanya tipun belaka. Layar ponselnya yang menampilkan wajah suzy yang menatapnya sebal. Benar, ia bukan sedang membuka aplikasi ‘pesan’, tetapi ‘kamera’ menggunakan fungsi kamera ponselnya. Dan tatapan sinis Suzy lah yang menjadi penyebab ia tersenyum tipis sejak tadi. Bodoh.

“Kim Myungsoo, kita akan mengadakan kerja kelompok untuk membicarakan proyek kita ini. Jika kita menggunakan rumahmu bagaimana?” tanya jinki. Myungsoo mengangguk masih memandang layar ponselnya. Suzy menyipitkan satu matanya. Myungsoo kembali tersenyum.

“baiklah, jika hari sabtu bagaimana?” tanya Jinki lagi. Myungsoo mengangguk lagi, tanpa memandang Jinki. “Baiklah, sabtu minggu ini di rumah Myungsoo. Nanti akan kuberi tahu alamatnya” tambah Jinki dan sekaligus menutup diskusi kelompok. Beberapa detik kemudian, beberapa siswa mulai bangkit dan berjalan ke arah bangku mereka masing-masing. Sementara Suzy masih melipat tangannya di depan dada, menatap Myungsoo datar.

Suzy menatap Myungsoo lebih lama, lalu mendengus sembari melemparkan pandangan ke arah lain sejenak dan kembali kepada Myungsoo.

Kedua mata Myungsoo sedikit membulat karena Suzy yang secara tiba-tiba sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Myungsoo. Dengan cepat, Myungsoo memasukkan ponselnya ke dalam kolong mejanya sedikit kasar.

“Apa?” tanya Myungsoo berusaha sedatar mungkin. Suzy hanya mengangguk pelan dan berlalu begitu saja.

“Dia normal,bukan?” gumam Myungsoo setelah punggung Suzy berbelok di balik pintu.

*****

Suzy sedikit melangkahkan kakinya dengan cepat agar bisa keluar dari kelas. Oh my God, you must be kidding me. Suzy merasa kesal, ingin menendang apa saja yang ada di sekitarnya. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri. Kesal karena dirinya menyukai aroma tubuh dari namja yang namanya telah ia black-list dari yang namanya ‘teman’. Tapi apa? Sekarang ia malah ingin mencium aroma tubuh Myungsoo dari dekat. Astaga, ini bukan dirinya yang sebenarnya. Dirinya tidak mungkin mudah jatuh pada namja sejenis Myungsoo, tapi aroma itu. Parfume apa yang digunakan Myungsoo hingga ia menjadi seperti ini. Be to honest, aroma itu begitu Sexy. Ia menyukainya, sangat. Tapi kenapa harus Myungsoo?

“Oh Suzy” sapa Jiyeon yang baru saja kembali dari kamar mandi setelah mengganti seragam P.E.

“Hm? Waeyo?”

“Ani, kenapa kau masih disini? Bukan kah sekarang waktunya P.E” kata Jiyeon mengingatkan. Suzy tersentak dari lamunanya tentang ‘Myungsoo dan aroma yang yang membuat dirinya menjadi seperti ini’

“Ah, aku lupa.”

Jiyeon melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas yang masih tersisa beberapa murid yang belum berganti seragam. Dan mereka semua adalah laki-laki.

“Aigoo, ppali atau Mr. Yong akan menceramahi kita semua. Ini tangkap bajumu” ucap Jiyeon seraya melempar kas kuning kecil milik Suzy yang berisikan seragam P.E-nya. Ia curiga jika Jiyeon selama ini mematai-matainya karena yeoja itu selalu tau letak barang-barang milik Suzy. But somehow it helps Suzy a lot. Seperti sekarang ini.

Tanpa membuang waktu lagi, Suzy melesat dengan cepat ke arah kamar mandi perempuan dan masuk begitu saja ke bilik kamar mandi yang tidak digunakan. Baru setelah ia mengunci pintu, ia baru menyadari jika kamar mandi itu tidak memiliki gantungan untuk baju dan dengan terpaksa ia menyempirkannya di pintu kamar mandi yang tidak terlalu tinggi.

Diselampirkan seragam P.E-nya di pintu, lalu mulai melepas kemeja putihnya sehingga menyisihkan pakaian dalam bagian atas. Diselampirkan kemeja putihnya di pintu,lalu ditarik kaos seragam P.E kemudian  dipakainya dalam hitungan detik. Selanjutnya, dilepaskan rok pendeknya lalu di selampir kan bersama seragam putihnya, tapi….

Sreekk..

Tepat setelah Suzy melepas genggaman tangannya dari rok, ada seseorang yang menarik roknya dari luar dan juga celana P.Enya. hanya tersisa kemeja putihnya.

Oh shit, ia tidak ingin mencari masalah dan orang itu mencari masalah dengan cara yang curang. Bagaimana ia bisa keluar untuk mengajar orang itu dalam keadaan seperti ini? Sial.

“Siapa itu? Kembalikan celana dan rokku, ppali” teriak Suzy sekeras yang ia bisa. Hening. Tidak ada jawaban dari orang itu. Entahlah, itu orang atau bukan, ia bahkan tidak mendengar suara langkah kaki sejak tadi.

“Hello? Anyone there? Cepat kembalikan seragamku, atau…” ucap Suzy mengantung. Ia terdiam untuk beberapa saat. Tidak tahu apa yang harus ia katakan. Bukannya ia tidak berani untuk memaki orang itu, tapi jika orang sialan itu sakit hati maka keadaannya sekarang juga terancam. Ia benci jika harus mengalah. Sial, bukan?

Tiba-tiba, pintu kamar mandi yang Suzy gunakan ditendang pelan oleh seseorang. “Atau apa?”

Suara itu. Kedua mata Suzy membulat karena suara yang sudah tidak asing di telinganya. Suara yang akhir-akhir ini sering berdebat dengannya. Suara yang selalu menentang setiap Suzy memberikan usulnya. Suara siapa lagi kalau bukan suara Kim Myungsoo.

“Oh, Kim Myungsoo”

“Kenapa memang?”

“Seharusnya aku tahu daritadi jika kau pelakunya. Cih, beraninya main curang. Kau namja atau apa, hah?” suara Suzy sedikit semakin meninggi. Mengingat namja itu selalu mengganggunya tanpa mengenal kata lelah. Masa bodoh dengan ‘sopan santun’

“Ya Bae Suzy, pikirkan keadaan rok dan celanamu ini. Bukan kah seharusnya kau bersikap sedikit lebih lembut kepadaku?” tanya Myungsoo dengan penekanan pada kata ‘sedikit’. Dilempar-lemparkannya celana dan rok Suzy -ke atas- bergantian. Suzy bisa melihat apa yang Myungsoo lakukan pada seragamnya itu. Ia berdecak kesal, tetapi tidak dapat melakukan sesuatu. Bersikap lembut? Pada Kim Myungsoo? Yang benar saja…

“Jika kau tidak mengembalikannya sekarang, kau… kau…

“Aku apa?”

“Kau akan mati di tanganku. Pasti” ucap Suzy yakin. Ia mengeluarkan senyum andalannya. Mungkin ia bisa mengalah pada siapa saja, selain Kim Myungsoo. Catat itu baik-baik.

“Kau yang mati di tanganku Bae Suzy” ucap Myungsoo tak kalah tegas. Beberapa detik kemudian, terdengar suara langkah kaki menjauh. Oh, ini tidak bagus.

“Kim Myungsoo.. kau masih di sana?” teriak Suzy dengan tatapan berharap. Ia tidak ingin di dalam kamar mandi dengan keadaan seperti ini. Namja sialan.

“Kim Myungsoo? YA!!”

“…..”

“Kau masih disana?”

“……”

“Kim Myungsoo? Aku tahu kau masih disina. Berikan celanaku. Sekarang?”

“…..”

Entahlah. Tapi Suzy yakin jika Myungsoo masih berdiri tepat di depan pintu dengan senyum liciknya itu. Ia tidak tahu, tapi… haruskah ia mengucapkan … “Myungsoo oppa?” done. Dua kata yang baru saja ia ucapkan sangat sangat lirih. Terdengar seperti bisikan. Ingin sekali ia menarik kedua kata itu. Tapi dugaannya benar. Namja itu masih di depan pintu kamar mandi, karena setelah Suzy mengucapkan dua kata itu, celana P.E.nya melayang indah.

Tanpa banyak bicara, Suzy memakai celananya dengan cepat dan sesekali berdecak sebal mengingat cara Myungsoo yang licik. Dibuka pintu kamar mandi dengan satu hentakan. Dan.. ini dia. Namja yang ingin sekali ditendangnya dengan santainya bersandar pada dinding putih, kedua lengannya dilipat sejajar dengan dada.

Myungsoo tersenyum puas. “Oppa?” ejeknya.

“Kembalikan rok-ku”

“Kau memanggiku oppa? Myungsoo oppa?” ulang Myungsoo sembari tawa. Tawa yang sangat dibenci Suzy.

Suzy bergumam tidak jelas, lalu maju selangkah dan mencoba untuk merebut kembali rok-nya. Dengan sigap Myungsoo mengangkat lengannya tinggi-tinggi.

“Hey, aku ini oppa-mu. Bersikaplah lebih lembut, ara?”

Dimata Suzy senyuman Myungsoo yang dapat membuat yeoja mana saja bertekuk lutut itu sangat memuakkan. Ia rasa senyuman itu seperti ajakan untuk berperang. Terlebih lagi tawanya. Andaikan saja ia bisa menutup rapat Myungsoo sekarang juga.

Tapi…. ada satu hal yang patut dicoba. Namja manapun tidak akan pernah bermain kasar pada yeoja, bukan? Untung saja, oppa-nya pernah mengajarkan Suzy cara menendang bola. Mungkin tidak jauh beda menendang bola dengan menendang kaki.

Satu.. dua.. tiga.. Bukkk… Tanpa rasa penyesalan, Suzy menendang keras tulang kering Myungsoo. Sepertinya cukup sakit hingga namja itu mengerang dan sedikit membungkuk dengan tangan bertumpu pada lutut. Direbut rok-nya dari tangan Myungsoo. Kalian tahu, Suzy sedang tertawa, tertawa dalam hati.

Suzy ikut sedikit membungkuk untuk melihat wajah Myungsoo. Myungsoo balas menatap Suzy sesekali meringgis kesakitan. Senyum Suzy semakin lebar, “Oppa, sakit?”

“Awas kau Bae Suzy…” desis Myungsoo setelah Suzy berlalu dari hadapannya.

*****

Myungsoo sedang bermain dengan gitar hitam kesayangannya. Sesekali memikirkan cara yang pantas untuk membalas perbuatan Suzy, jujur saja, ia tidak pernah menanggapi yeoja yang membencinya karena sebagian besar dari yeoja itu sakit hati karena Myungsoo hanya mempermainkannya saja.

Rasanya tidak puas melihat Suzy tersenyum dengan piala kemenangan sementara dirinya berada disudut pencundang dengan meringis kesakitan. Dan tentu saja ia tidak akan membalas Suzy dengan kekerasan. Bukan hanya Suzy, semua yeoja. Kalian pikir suzy adalah yeoja pertama yang menggunakan kekerasan? Salah, Suzy.. sekitar..  yang ke-10? Haha. Hampir semua mantannya menamparnya setelah mengetahui Myungsoo hanya mempermainkan mereka. Jahat memang. Bukan maksudnya untuk mempermainkan mereka, hanya saja ia tida bisa menolak setiap ada yeoja cantik dan sexy yang mendekati dirinya. Jangan salahkan dirinya, salahkan nalurinya.

“Bae Suzy.. Bae Suzy..” gumam Myungsoo sembari memetik gitarnya pelan. Sedari tadi satu nama itu berputar indah dipikirannya. Entahlah, karena yeoja itu tidak tertarik kepadanya? Atau yeoja ini berpura-pura tidak tertarik kepadanya? Tidak ada yang dapat dilakukannya selain membuat yeoja yang bernama Bae Suzy itu jatuh hati kepadanya. Benar, ini dia rencana balas dendamnya. Indah, bukan?

“Apa yang kau lakukan?” tanya teman Myungsoo. Sungyeol. Lebih tepatnya teman dekat Myungsoo. Karena mereka sudah berteman sejak di sekolah dasar.

“Hanya bermain gitar.”

“Kau yakin? Kau sedang tidak merencanakan sesuatu yang jahat kan? Aku lihat senyuman anehmu barusan”

Baiklah, ia harus berhati-hati dengan temannya yang satu ini. Sekedar informasi, sungyeol sangat pintar dalam membacar situasi. Kadar ke pekaannya sangat tinggi. Jadi, kalian lebih baik berhati-hati.

“Tidak ada” jawab Myungsoo berbohong. Karena ia tahu sungyeol akan menentang idenya yang satu ini.

“Jika kau ingin mempermainkan yeoja lain, pikirkan perasaan Soojung dan perasaan yeoja itu. Jika yeoja itu benar-benar jatuh cinta padamu, bagaimana? Bukan kah kau sendiri bilang ingin mempertahan Soojung?” ucap sungyeol ringan seraya merebut gitar dari tangan Myungsoo dan me

Dang~ ini tepat sasaran. Kelebihan yang hebat Lee Sungyeol.

Myungsoo berdiri dan berkacak pinggang. Memasang wajah kesalnya. “Kau pikir aku sedang merencanakan hal yang seperti itu?.” Ditatapnya Sungyeol tajam.

Sungyeol menoleh sejenak. Ditatapnya Myungsoo dengan tatapan datar. “Feelingku mengatakan seperti itu?”

Shit, umpat Myungsoo dalam hati.

*****

Suzy sedang mengerjakan tugas rumahnya ditemani dengan Ipod dan sepasang earphone. Ia ingin bersantai-santai diakhir pekan Minggu ini, makanya ia kerjakan semua tugas sekolah malam ini juga.

Sesekali ia tersenyum mengingat kejadian tadi siang di kamar mandi. Mengingat rahang Myungsoo yang mengeras menandakan bahwa lelaki itu sedang kesal. Ia sekarang berada satu langkah di depan Myungsoo.. dan akan seperti ini seterusnya. Sejatanya adalah kekerasan. Dengan senajata ini, Myungsoo tidak akan pernah membalasnya. Ia yakin itu.

“Apa yang kau pikirkan?.” Suara berat yang terdengar begitu seseorang melepas earphonenya dari samping.

“Sung Gyu oppa”

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Sunggyu lagi. Ia menarik kursi di samping Suzy dan didudukinya. Ia sejak tadi melihat adiknya berkencan dengan tugas sekolah dengan senyum lebar. Baru pertama kali ia melihat murid mengerjakan tugas dengan tersenyum selebar Suzy.

“Aku? Tidak ada”

“Kau yakin?” tanya Sung Gyu memastikan. Suzy mengangguk pasti. Ia melanjutkan tugasnya dan berusaha untuk menahan setiap otot disekitar mulutnya untuk tidak tersenyum.

“Baiklah, aku tidak akan bertanya lebih lanjut.” Sung Gyu membuka kaleng cokenya dan diteguknya sekali. “Lalu, bagaimana dengan sekolahmu? Menyenangkan, bukan?”

Seketika itu, kedua mata Suzy membulat. Menyenangkan? Tentu saja jika ia bisa melihat wajah Myungsoo yang seperti tadi siang setiap hari. Suatu kepuasan baginya melihat Myungsoo menderita.

“Oppa, kau yakin itu sekolah terbaik di Seoul. Maksudku, tidak ada sekolah lain?”

Sung Gyu meneguk coke-nya lagi. “Kenapa? Ada yang menagnggumu. Jika ia katakan saja pada oppamu ini.” Ucap Sung Gyu tegas seraya menepuk-nepuk dadanya pelan. Menandakan ia berkuasa atas sekolah yang baru saja ia tinggalkan. Benar, ia adalah alumni dari sekolah yang sekarang tempat Suzy belajar. Sung Gyu yang menyarankan Suzy agar masuk ke sekolah itu. Karena kedua orang tuanya tidak bisa mengurus kepindahan putrinya dari London, maka itu menjadi tugas Sung Gyu, terlebih lagi, Sung Gyu memeliki teman yang sekarang sepantaran dengan Suzy. Jika Suzy diganggu, ia akan menyuruh temannya itu untuk melindungi adiknya yang cantik ini.

Suzy tertawa kecil lalu mendorong bahu Sung Gyu pelan, “Oppa hentikan. Kau tidak cocok bergaya seperti itu, ara?”

“Kau meremehkanku ya?”

“Jika iya, oppa mau apa?”

Sung Gyu berpikir sejenak. Tidak mungkin ia mengusir adik kesayangannya itu pergi. Baru saja adik perempuannya itu kembali.

“Kau harus mengikuti perkataanku, mengerti?” Sung Gyu menepuk-nepuk puncak kepala Suzy dengan kaleng cokenya.

“Okey sir”

Sung Gyu diam sejenak. Mungkin ia harus meminta bantuan temannya, sekedar berjaga-jaga. Kalian tahu kan tipe pertengakaran antar perempuan? Saling menarik rembut satu sama lain, tidak akan dibiarkan seorang yeojapun menarik rambut Suzy.

“Baiklah, jangan tidur malam-malam. Kau besok harus sekolah. Oppa tidak bisa mengantarmu, naik bus saja.”

“Ani, aku menggunakan sepeda oppa saja.”

“Baiklah, malam” Sung Gyu mengecup puncak kepala Suzy singkat lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dikeluarkan ponselnya dan menekan layar  beberapa kali… tidak diangkat. Sung Gyu mencoba menelfon lagi. Dering pertama, kedua…. ketiga… keempat

Hampir saja Sung Gyu memutuskan panggilan, sebelum ia mendengar suara orang disebrang sana. “Ada apa hyung?”

“Kau kemana saja, hah?”

“Hanya bermain gitar. Jadi tidak dengar. Ada apa?

“Ani, Kau ingat saat bercerita jika adikku akan bersekolah di Kyung Hee juga?

Hening beberapa saat. Penelfon disebrang sana mencoba untung mengingat perkataan Sung Gyu. “Ah, adik kesayangmu itu.”

“Pintar. Tolong saja dia”

-TBC-

109 thoughts on “Instinct of a man [part 2]

  1. Aku baru baca dari part 1 nya malam ini, seru ternyata.
    Ih itu jangan2 temennya sunggyu si myungsoo ya?
    Lanjut thor lanjuuttt ‘O’)9

  2. Wah akhirnya uda ada lanjutanya. Ceritanya makin seru dan keren thor. Temanya sunggyu siapa? Penasaran myungsoo balas dendam ke suzy, semoga myungsoo balas dendamnya jgn buat suzy sakit. Tp suka karakter myungsoo yg bad boy. Ditunggu lanjutanya.^^😀

  3. aigoooo….suzy sadis bgt….tp myung pntas dpetin itu…wkwkwkwk
    yg dtlfn sunggyu myung yah….?????
    klo bner bklan tmbah seru nich…Myungzy momentnya n confliknya….lnjut thor…Daebak

  4. jangan” temannya oppa nya suzy itu myungsoo???
    suzy sama myungsoo skrng saling sebel, nanti lama” jadi jatuh cinta loh…. hehehe
    next part nya jangan lama” ya😀
    MyungZy Jjang!!

  5. Huaaaahhh… Akhirnya skian lama mnunggu part ini publish juga. Baru aja tdi mlm baca ulang part satunya eh skarang part 2 dah publish.🙂
    Tambah seru. Adegan di toilet bkin ngakak. Myungsoo jail banget. Hahaaa
    Tapi pnasaran sma tmnnya sunggyu. Siapa yg diminta jagain suzy???
    Ayo thor next part jangan lama lagi ne??? Pliiisss…

  6. akhirnya di post jugaa🙂
    iaa thorr protek ajaa, biarr siders sadar dan nyaho ga bsa bcaa crta slanjutnyaa :p

    makinn seruu + makin pans ? Prseteruan myung-suzy🙂

    Kayanya tmn oppa suzy myung dehh ..
    lanjut thor keep writing yaa🙂

  7. gk bisa nahan senyum*paling suka myungsoo yg trsiksa disitu. Kkkk, suatu kepuasan mengerjai cwo.
    Nah loh, siapa tuh cwo’a, myungsoo-kah(?),
    keren thor, d’tunggu next’a

  8. Thooorr pendek bgtttt ㅠㅠ
    Itu jangan2 yg ditelfon sunggyu, myungsoo kan? Hiahiaaaa *soktau*
    Lanjut next part ya, jangan lama2 hehe fighting!

  9. what diabetes lihat suzy senyum2 sendiri and God! Myungsoo-Sunggyu? aigoo ternyata
    *telan ludah.
    btw hai, aku readers baru, baru nemuin wp wp dg main cast suzy. hai thor senang membaca ff mu.

  10. Ahh,.pengen baca terus masak..,
    Nyesek waktu udh TBC,,padahal udh enak² masuk diceritanya..

    Thorr,siapa namja yg du tlpon Sunggyu,,?? Myungsoo.,?? siapa,,?? siapa..???????? #penasaran akut

    Astaga,,,MyungZy…ntar benci jdi jatuh cinta looo….

    Wakaka,..Suzy mikirin Myung..,Myung jga mikirin Suzy,,.🙂

    FIGHTING Thoorr,.jangan lama² yaaaaaaaa…^^

    DAEBAKKKKKKK🙂

  11. Eitss..Myung jdi namja jail banget ckckck
    Apa bakalan berhasil tuh rencana Myung? Atau malah Myung yg duluan jatuh hati pada Suzy? O.o
    Sunggyu lgi nelfon siapa? *i’m so curious ><
    Gak sabar baca lanjutannya ^o^

  12. wahh makin seru aja jalan ceritanya..
    omooo jangan-jangan temennya Sunggyu itu Myungsoo._.
    kok kayaknya susah yah buat Myung ninggalin Soo Jung-__-
    semoga MyungZy bisa makin deket:3
    DAEBAK THOR~

  13. akhrx dpost jg part.2x..ah seruuu makin sengit aja permusuhan Myungsoo sm suzy bkin gemes..jgn2 teman yg sungyu maksud itu myungsoo?waduh gmana jdix ya..mkin pnasaran sama part slnjtx.jgn lama2 ya thor.thx

  14. yeeee akhirnya part 2nya dipost jg..senengnyaaa

    hadeuh myung jail bnget masa ngambil rok ma celana suzy ditendang dah ganjarannya kekekek

    ceritanya tambah seruu thor..pengen cepet2 baca part 3nya heheh
    author hwaiting

  15. myungsoo bad boy ya😀 tapi aku suka xD kalo yg dimaksud Sunggyu oppa itu myungsoo, wahh bakal seru nih😀 ditunggu lanjutan’a ..

  16. Myungsoo oppa ^^
    Ahh .. myungzy neomu kyeopta ..
    Tapii .. kira” tmn sunggyu sp ya ?
    Jgn” myungsoo ?
    Wahh .. penasarannn ..
    lanjutt thorr !!
    next part jgn klamaan y thor :((

  17. temannya Sunggyu myungsoo kan ? huwaaaa~ tambah seru nih.
    hati-hati loh benci bisa jdi cinta loh >>> MyungZy..kekeke

    Nice ff, next chap jgn lama-lama

    Keep writing, hwaiting ^^

  18. Nugu tuh orang? Jangan-jangan Myungsoo?
    Eoh author aku penasaran.. Waiting for next part.
    Klo entar di protect cara aku baca kelanjutannya gimana :'((

  19. Haha kayakny itu myungpa deh…gak kebayang gimana ntar myungzy berantem trus😀
    Benci jd cinta itu apalagi myungpa udh kayak tertarik gitu ya wlpun ada niat bls dendem dikit😀
    Ditunggu next partnya thor ^^

  20. “Hanya bermain gitar” apa itu myungsoo ?
    Haha gimana kalo sampe suzy tau ya , kalo oppanya nyuruh temennya buat ngejagain suzy ? Ckck

  21. arghhh pengen tau kelanjutannya….
    keren thor, Myungsoo iseng banget ambil rok n celana PE Suzy… ckckck
    temen Sunggyu itu myungsoo ya??

  22. Mau coment apa juga bingung, pasalnya setiap ff mu slalu keren, punya ciri khas, bikin penasaran juga tapi ngepost next nya setiap ff itu lhoo, ckck luamaaa bangettt thor.
    Gamsa.

  23. O..ooo Temen Sung Gyu itu Sungyeol atau malah jangan-jangan Myungsoo??? Tapi yg memegang gitar terakhir kan Sungyeol…
    Waaah Myungsoo, hati-hati sama niat jahatmu, nanti malah kamu lho yg jatuh cinta sama Suzy hehe.. Orang belum apa-apa aja kamu udah seneng ngusilin Suzy, yang seringnya itu akan berubah jadi suka… hehehe Myungzy!!!
    Fighting auhtor… ditunggu part 3-nya🙂

  24. new reader here ^^
    suka myungzy mereka lucu bgt di sini. awas myung ntar naksir beneran loh sama suzy kkk~ itu yg di telfon gyu myung kah?

  25. Duhhhh, myungsoo suzy seru banget kalo lagi ribut.
    Kkkkk~
    Aigoo, siapa itu yg di telfon suunggyu?
    Myungsoo kah? Atau sungyeol?
    Makin penasaran thor. Hehehehe
    Lanjut baca part. 3 ya thor:)
    Fighting buat bikin ffnya^^

  26. Karakter myungsoo di sini pas bgt ,tengil* menggoda gimana gitu :3xD hhi
    Jgn* yg ditelpn sunggyu tuh myungsoo ,atau …
    ah molla
    eh iya ,annyeong thor aku readers baru🙂

  27. hemn.. Siapa.y yg dimintain sunggyu, pan yg main gitar td myung sm sungyeol, siapa?
    Wah. Myung jahat bikin rencananya.. Awas myung nanti jatuh cinta sm suzy.. Hahaha
    Next..

  28. Wah wah siapa tuh yg di telpon sungkyu oppa kalau menurut feeling ku sih itu myungppa, kalau iya gk salah tuh sungkyu oppa nitipin suzy ke myung? Haha😄jdi makin penasaran. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s