[Freelance] Trap

Title : TRAP

Author : @AIRENELFSAY_A

Genre : Find by your self

Length : Oneshoot

Main Cast :

–          Yang Yoseob  양여섭

–          Bae SooJi/Suzy배수지

Support Cast :

–          Park Jiyeon

–          Kang Jiyoung

–          Yoo Seungho

Disclaimer :

FF ini hanyalah Hoya-lan semata.

ღღAll cast is my special person, especially main cast. Cerita ini murni karangan saya sendiri. About plagiatism? Dosa ditanggung sendiri. Kalian yang plagiatin FFku? Berarti FFku daebak banget dong ^^. dan maaf banyak terjadi typo. Ddaengkyu ღღ

 

 

ღ Happy Reading ღ

 

 

I want to forget you (I want to forget you)

I want to fly away (I want to fly away)

I want to let you go (I want to let you go)

I want to be free (I want to be free)

Im getting tired, I guess I’m dreaming alone

Will you strongly shake me

And wake me up, wake me up

I’m trapped, I’m trapped

I’m losing myself, I can’t even remember my name without you

Now will you let go of me from inside of you, let go of me

I’m trapped I’m trapped

 

(Trap – Super Junior M’s, Henry Lau)

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Summary –

 

Yang Yoseob, namja yang tinggal menyendiri di Korea, tepatnya Seoul. Appa dan eommanya bekerja di Jepang. Sementara ia sendiri melanjutkan sekolahnya di Kyunghee University dan memilih untuk hidup sendiri disebuah apartement. Yang Yoseob, namja yang sangat banyak diidolakan yeoja dan bahkan sangat popular dikalangan Kyunghee University. Namja yang terkenal bukan karna ketampanan yang ia miliki, tetapi karna wajahnya yang cute, bahkan sangat sangat cute.  Sebagian orang berfikir namja cute pasti memiliki sifat yang lembut dan ramah. Namun siapa sangka? Orang orang salah mengira, Yang Yoseob memiliki sifat yang keras, dan tidak terlalu perduli dengan sekitarnya. Tepatnya, dia hanya peduli pada dirinya dan yeojanya, ya benar yeojachingu-nya yang selama ini menemaninya, Bae Suzy. Bae Suzy, yeoja yang cukup membuat yeoja ah ani fans yeoja yoseob dikampus sangat iri. Yoseob dan Suzy sering jalan berdua dikampus, ya memang mereka satu kampus, hanya saja berbeda jurusan. Yoseob mengikuti jurusan seni musik, sedangkan suzy masuk jurusan hukum. Bae Suzy, memiliki apartment sendiri namun apartemen itu telah dijualnya. Mengapa? Karna yoseob yang memintanya, dan tinggal bersamanya. Aneh bukan? Awalnya suzy merasa sangat aneh dengan keadaan seperti ini, bagaimana tidak, mereka bukan sepasang suami istri. Tetapi, dalam kurun waktu yang tidak lama, suzy sudah merasa terbiasa seperti ini. Suzy terbiasa keluar-masuk apartement yoseob, tetapi ada satu hal yang paling penting, mereka tidak pernah melakukan hal hal aneh diluar batas. Sebenarnya suzy juga sudah beberapa kali mengatakan bahwa ini tidak baik, tetapi yoseob menolak keras itu. Suzy yang merasa tertekan atas sikap yoseob yang over protektif padanya, suzy harus mengirimi yoseob pesan jika suzy tak berada didekat yoseob, suzy tidak boleh berdekatan dengan namja lain jikapun berdekatan suzy harus melapor pada yoseob. Melelahkan bukan? Apa yang kalian lakukan jika kalian seperti suzy?.

 

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Author POV

 

“Hah! Akhirnya sampai juga. Suzy-ah…? Suzy-ah..?! Tsk..” teriak yoseob begitu masuk dari apartement, begitu melihat tak ada jawaban dari suzy, yoseob langsung merogoh sakunya untuk mengambil handphone.

“tsk! Mengapa suzy tak mengabariku! Berapa kali harus kukatakan?!” begitu yoseob berjalan tiba tiba pintu apartement terbuka.

Ceklek..

“eoh? Oppa kau datang duluan?” suzy tersenyum begitu melihat yoseob.

“kau darimana saja baru pulang?” jawab yoseob ketus. “mian oppa, aku bertemu jiyeon tadi. Jadi kami berbicara sebentar” suzy berjalan kearah bartender kecil atau yang lebih tepatnya dapur untukmengambil air minum. “suzy-ah! Berapa kali harus kukatakan? Kabari aku jika kau pergi kemana dan sama siapa” yoseob berjalan mengikuti suzy dan berdiri didepan suzy. “oppa. Aku selalu ingat apa yang kau katakan. Aku hanya bertemu dengan jiyeon. Tidak dengan seorang namja. Aku tak pernah membohongimu. Tak bisakah kau percaya padaku?”. Yoseob yang sedari tadi memandang suzy, mengalihkan pandangannya dn berbalik memunggungi suzy. “aku tau kau belum makan, lebih baik kau mandi aku akan mengganti bajuku dan membuatkan makan malam” suzy berlalu begitu saja kedalam kamar. Hanya terdengar suara helaan nafas dari yoseob.

 

ღღღღღღღღღ

 

Seoul, Namdong Apartement .

19.00KST

 

Yoseob dan suzy sudah berada dimeja makan. Tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara, hanya keheningan yang menemani makan malam kali ini. Keheningan itu menemani mereka sampai akhirnya suzy telah membersihkan sisa makan malam mereka. Sedangkan yoseob masih duduk ditempat semula dan terlihat diam. Suzy yang hendak berjalan kekamarnya tiba tiba merasakan ada yang memeluk pinggangnya dari belakang, ternyata itu yoseob. Yoseob melabuhkan kepalanya pada pundak suzy. “mianhae suzy-ah. Jeongmal mianhae”. Begitu mendengar suara yoseob, suzy langsung membalikkan badannya. “gwaenchana sobie oppa” suzy menatap mata yoseob dan tersenyum lalu memeluk yoseob dengan lembut. “saranghae suzy-ah” ucap yoseob disela sela mereka yang masih berpelukan.

“ne nado saranghae yang yoseobie oppa” suzy melepaskan pelukannya lalu kembali menatap yoseob.

“oppa, sudah malam. Lebih baik tidur, bukankah besok kau ada latihan?”

“ne suzy-ah. Bagaimana denganmu?”

“kata jiyeon besok beberapa dosen tak ada. Jadi mungkin aku akan pulang cepat”

“geurae? Tunggu aku pulang, kau jangan kemana mana”

“arrayo sobie oppa”

“ Cha lebih baik sekarang kita tidur. Aku tau kau sangat lelah” yoseob mencium kening suzy, turun ke hidung suzy, lalu mengecup singkat bibir suzy. “jaljayo suzy-ah” ucap yoseob sembari mengacak ngacak rambut suzy.

“good night oppa. Jaljayo”

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Seoul, 08.00KST

 

Author POV

 

Namdong Apartement, apartement yang ditempati Yoseob dan suzy disana terlihat sepi, kosong tidak ada kehidupan. Pagi hari suzy dan yoseob sudah berangkat ke kampus, mereka setiap hari berangkat bersama menggunakan mobil yoseob. Namun jika suzy tidak ada mata pelajaran yang lebih banyak dibanding jadwal latihan yoseo, suzy terbiasa menunggu dihalte dekat kampus mereka.

 

 

Kyunghee University, 10.00KST

 

Suzy dan Jiyeon sedang berada ditaman kampus mereka, tempat inilah yang sering mereka datangi berdua.

“ya suzy-ah, mengapa kau selalu menghela nafas? Kelebihan nafas eoh? Berikan saja sebagian nafasmu padaku, kau taukan aku punya penyakit asma?” jiyeon merasa aneh, beberapa kali suzy menarik nafas panjang lalu melamun.

“enak saja, jika aku yang berbalik mengidap asma bagaimana?” suzy mengembungkan pipinya, pertanda bahwa hari ini dia sedang banya pikiran.

“tak apa. Kan kau bisa meminta pada yoseob, namjachingumu? Separuh nafasmu ada di dia kan?” jiyeon mencoba menggoda suzy dengan mengedip-ngedipkan matanya berulang kali, namun suzy tak merespon, yang ada suzy semakin memperdalam tarikan nafasnya.

“wae? Apakah kau ada masalah dengan yoseob? Ceritakan padaku”

“yoseob oppa, aku lelah dengan sikapnya yang terlalu mengekangku. Terlalu over protektif. Aku juga ingin bebas walaupun aku mempunyai namjachingu. Tak perlu mengiriminya pesan aku berada dimana, tak perlu harus satu apartement dengannya. Aku begitu mencintainya, aku sangat percaya padanya.  Apakah dia ta mempercayaiku jiyeon-ah?” suzy menenggelamkan wajahnya pada tangannya yang terlukup diatas meja.

“geurae? Jika aku seperti itu aku juga pasti lelah. Jika kau lelah tapi kau sangat mencintainya, apa gunanya? Itu sama saja tidak ada artinya suzy-ah” jiyeon hanya menatap suzy dan ikut menghela nafasnya. “mwo?” suzy langsung mendongakan kepalanya menatap jiyeon.

“ne, bukankah itu tak ada artinya? Dimana saat kau merasa benar-benar lelah, kau kuyakin bisa memilih keputusan yang tepat suzy-ah” jiyeon mencoba menengahi keadaan, tidak membela suzy ataupun yoseob.

“maksudmu?” suzy yang masih belum mengerti akan ucapan jiyeon.

“kau mungkin bisa melepaskannya, walaupun kau sangat mencintainya, tapi pikirkanlah juga apakah kau nyaman dengannya? Mungkin ini bukan takdirmu suzy-ah, kau bisa lebih fokus pada hal lain dan siapa yang tau kau menemukan cinta yang baru? Dan yoseob bisa menemukan type yeoja seperti yang ingin di-protektifkan” jiyeon hanya tersenyum menyemangati suzy.

 

Tiba tiba, seorang namja datang menghampiri suzy dan jiyeon ditengah tengah percakapan mereka, namja itu Yoo Seungho, teman tim suzy untuk menyelesaikan skripsi hukum.

“annyeong haseyo suzy-ah, eoh annyeong jiyeon-ssi. Suzy-ah bisakah aku mengganggumu sebentar?”  seungho hanya tersenyum menatap jiyeon dan suzy.

“eoh wae sungho-ah?” suzy yang sedikit melirik jiyeon yang tengah merapikan buku-bukunya yang tadi sempat ia keluarkan disela sela percakapan.

“masalah skripsi, ada hal yang tak ku mengerti” pantas saja seungho menanyakan pada suzy, karena suzy dikategorikan yeoja yang pintar dalam urusan hukum. Tapi,  saat seungho bicara, tiba tiba jiyeon memotong pembicaraan mereka.

“eoh seungho-ssi, aku tinggal kalian ya, aku ada urusan dengan Yong Songsaengnim. Suzy-ah aku duluan yas. annyeong”  jiyeon berjalan meninggalkan suzy dan seungho, secara cepat seungho mengambil posisi ditempat jiyeon.

“apa yang ikin kau tanyakan?” suzy membuka suara.

 

 

Sementara itu, dari kejauhan tampak sepasang mata memperhatikan mereka. Dan ia langsung menghampiri kedua orang yang membuatnya mengepalkan kedua tangannya.

 

 

“suzy-ah!” teriak namja tersebut.

“sobie oppa..” suzy mendongakkan kepalanya lalu berdiri dihadapan yoseob dan pergelangan tangan suzy ditark cepat oleh yoseob lalu pergi meninggalkan seungho. Seungho yang tak tau apa apa hanya melongo melihat punggung yoseob suzy yang semakin menjauh.

 

 

Namdong Apartement, 12.00KST.

 

Yoseob dan suzy telah sampai dedepan apartement mereka. Yoseob menarik pergelangan tangan suzy membawanya masuk dedalam apartement.

“suzy-ah! Apa yang kau lakukan?! Beraninya kau bermain dengan namja!” yoseob melepas pergelangan tangan suzy dan berteriak didepan wajah suzy yang masih meringis kesakitan akibat genggaman tangan yoseob yang sangat keras.

“oppa… seungho hanya bertanya tentang skripsi hukum. Aku sama sekali tidak pernah bermain dengan namja manapun” suzy yang masih meringis kesakitan hanya bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi. “aku tidak percaya padamu suzy-ah!” yoseob berteriak dan membalikan badannya memunggungi suzy.

“apakah kau tak percaya padaku? Aku selalu mempercayaimu, tapi mengapa kau tak penah sama sekali mempercayaiku. Wae?” suzy yang sedari tadi menampung cairan bening yang keluar dari matanya, akhirnya tak dapat ia menahannya.  Sedangkan yoseob masih diam dan nafasnya yang tak beraturan.

“geurae! Aku pikir ini bukan takdir kita. Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. Jalani kehidupan masing-masing. Dan kau yoseob oppa, kau bisa mencari yeoja yang lebih baik dariu dan menegrti semua akan sikapmu”  suzy menghapus kasar airmatanya yang mulai deras turun lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar apartement yoseob. Yoseob hanya terkejut atas perkataan suzy,  sehingga ia tak bisa mengatakan apa apa. Hubungan yang sudah ia jalani bersama bae suzy, yeoja yang sangat sangat ia cintai selama 3 tahun ini harus berakhir. Tak terasa keluar air mening dari ujung mata yoseob, seketika yoseob memecahkan semua barang-barang yang ada didekatnya.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Cheongdam Apartement, 14.00KST.

Cheongdam apartement, adalah tempat dimana jiyeon tinggal. Suzy mengetukngetuk pintu jiyeon. Begitu jiyeon membuka pintu, suzy berhambur memeluk iyeon dan menangis. Sementara jiyeon terkejut dan hanya bisa menghela nafasnya seolah tau apa permasalahan suzy saat ini.

“jadi begitu ceritanya? Mengapa yoseob tak mempercayaimu? kau sudah memutuskan yoseob? Kupikir itu pilihan tepat suzy-ah.dan ini minumlah” jiyeon memberikan secangkir teh ginseng hangat pada suzy agar bisa menghangatkan tubuhnya dari cuaca dingin dikota Seoul.

“mm, gomawo jiyeon-ah. Jiyeon-ah? Bolehkan aku tinggal bersamamu?” suzy awalnay ragu-ragu bertanya berubah menjadi tersenyum begitu melihat jiyeon menanggukan kepalanya.

“gomawoyo jiyeon-ah. Kau memang temanku yang baik” suzy langsung memluk jiyeon dan tersenyum hangat. Seakan perasaannya kembal hangat.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Tiga bulan sudah hubungan antara yoseob dan suzy berakhir. Selama itupun mereka tak berkomunikasi sama sekali. Sekalinya bertemu dikampus mereka seperti tak mengenal walaupun sorot mata mereka tak bisa dibohongi bahwa mereka saling merindukan. Siapa sangka selama tiga bulan ini perasaan mereka tidak ada yang berubah, perasaan yoseob pada suzy tetap sama, masih mencintai suzy. Begitupun suzy, perasaannya pada yoseob tak pudar sedikitpun, semuanya sama seperti dulu. Namun satu hal yang berbeda, status yoseob disini adalah namjachingu seseorang. Siapa dia? Dia adalah Kang Jiyoung, teman yoseob yang memang sedari dulu mengejar-ngejar yoseob tanpa henti, pada saat kang jiyoung mengetahui hubungan yoseob dan suzy telah berakhir, jiyoung semakin gencar mendekati yoseob. Maka dari itulah yoseob mencoba menerima keadaan jiyoung, yoseob berfikir dengan begini ia dengan cepat bisa melupakan suzy. Kenyataan sepertinya tidak bersahabat…..

Terlebih lagi sikap jiyoung yang sebenarnya, bisa dikatakan lebih protektif daripada yoseob. Itu seakan jawaban telak bagi yoseob, bagaimana rasanya diperlakukan over protektif dan terkekang. Yah saat ini yoseob diselimuti perasaan bersalahnya pada suzy. Dia bisa mengerti mengapa suzy mengakhiri hubungan mereka….

“suzy-ah.. mianhae, jeongmal….” lirih yoseob dalam hati.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Kyunghee University, 11.00KST.

 

Keadaan kampus memang tak sepadat biasanya. Jelas saja, ini adalah semester akhir yang telah mereka lewati. Beberapa siswa datang kekampus, mungkin karna ada hal yang dicari.

Tetapi tidak dengan suzy, suzy tengah berada dihalte bus dekat kampus tidak ditemani jiyeon, karena jiyeon pergi menjenguk neneknya di busan, suzy hanya ditemani headset yang terpasang ditelinganya dan buku bacaan tentang hukum.

Sesaat suzy mengedarkan pandangannya bermaksud mengamati bus yang akan datang. Tak sengaja matanya bertemu dengan pemandangan yang bisa membuat hatinya jatuh. Ya, suzy melihat diujung jalan, yoseob dan jiyoung berada didepan mobil yoseob yang terparkir manis sehingga sangat jelas suzy dapat melihatnya. Dilihatnya jiyoung yang tengah bergelayut manja dilengan yoseob, sedangkan  yoseob hanya menggaruk lehernya yang tak gatal.

DEG!

Mata yoseob dan mata suzy bertemu, seketika suzy langsung menunduk dan untung saja, bus datang dan sesegera mungkin suzy naik.

Mata yoseob masih terpaku melihat bus yang berjalan menjauh dari pengheliatannya.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Namdong Apartement, 18.00KST.

 

Yoseob terlihat hanya memandangi langit langit kamarnya, dengan lengannya sebagai alas kepalanay. Entah apa yang yoseob pikirkan, dengan cepat ia meraih handphonenya. Terlihat mengetikkan sebuah nama dan menempelkan handphone pada telinganya.

“yeoboseyo”

“……………”

“jiyoung-ah, mian..”

“……………”

“mian, kita akhiri saja hubungan ini. Aku tak bisa lagi denganmu”

“……………”

TUT

Yoseob mematikan teleponnya dan mematikan juga handphonenya. Ia yakin jiyoung akan menelponnya.

“lebih baik besok saja aku bicarakan hati hati…” yoseob monolog.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Kyunghee University 08.00KST.

 

Yoseob tengah berada di dalam ruangan kelasnya, ia tidak sendiri, melainkan memberi sedikit penjelasan pada jiyong tentang persoalan kemarin.

“mianhae jiyoung-ah, lebih baik kita hidup masing-masing saja. Aku tak pantas untukmu, kau lebih baik mencari namja yang lebih mengerti dirimu” yoseob yang mencoba memberi pengertian pada jiyong sepertinya berhasil, walaupun jiyoung menitihkan airmata.

“oppa……” jiyoung berhambur kepelukan yoseob, yoseob tak menolaknya. Anggap saja ini terakhir bagi mereka,

“kau pasti menemukan namja yang lebih tepat untukmu. Arraseo?”

“ne oppa. Gomawoyo”

“ne..” ucap yoseob sembari mengacak ngacak rambut jiyoung, tanpa sengaja yoseob mengedarkan pandangannya dan melihat suzy yang tengah berjalan ketaman yang biasa ia datangi tentunya ditemani sahabatnya, buku.

“jiyoung-ah, aku ada urusan. Aku pergi dulu. Uljima jiyoung-ah” secepat kilat yoseob hialng dari seantero kelas.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Yoseob tersenyum memamerkan giginya begitu melihat suzy tengah tertunduk membaca buku.

“suzy-ah! Annyeong” yoseob mengambil alih kursi kosong disebelah suzy.

“eoh? O..oppa?” suzy merasa aneh yoseob yang selama tiga bulan ini tak ada komunikasi dengannya tiba tiba datang memamerkan giginya.

“ne. Sobie oppa here! Mwohae? Apa kabarmu suzy-ah?” dengan percaya dirinya yoseob seolah olah tak ada masalah antara mereka.

“eoh? Apa kau tak lihat? Membaca buku. Kabarku baik. Neon?” suzy tersenyum lembut.

“kabarku? Menyedihkan” sketika suzy mendongakkan kepalanya menatap yoseob.

“wae? Kang Jiyoung?”

“aku telah putus dengannya. Aku merasa tak cocok pada siapapun. Kecuali satu yeoja, dia adalah anak jurusan hukum namanya Bae bae bae siapa ya… bae Bae Suzy! Ah iya bae suzy. Kau mengenalnya?” entah apa yang dipikirkan yoseob sehingga terbesit ide menggoda suzy.

“geurae? Tak usah oppa menggodaku. Tak mempan” suzy menjulurkan lidahnya dan kembali berkutat dengan hobinya.

“aku tidak berbohong, aku hanya mencintai bae suzy dari dulu dan selamanya. Aku tak pernah bisa memberikan hatiku pada yeoja lain, seperti jiyong. Suzy-ah, aku tak seprotektif dulu seperti yang kaukira.  Bisakah kau mempercayaiku lagi?” suzy terpaku mendengar pernyataan yoseob dan menutup bukunya beralih menatap mata yoseob.

“kau tau? Aku juga masih mencintaimu oppa, tapi mian, saat ini aku tak dapat mengatakan iya ataupun tidak.  Aku tidak bisa mempercayaimu sepenuhnya” suzy yang hendak bangun merasakan ada yang manahan pergelangan tangannya.

“baikalh suzy-ah. aku bisa menunggumu sampai kapanpun dan kau harus tau aku memang sudah berubah”

“ne oppa…” suzy berjalan datar menjauh dari yoseob.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Yoseob berada di ruang perpustakaan, dan tiba tiba seungho datang untuk meminta maaf atas kejadian lalu.

“yoseob-ssi, apakau kau melihat suzy?”

“suzy? Baiklah aku antar” seungho mengikuti yoseob mencari suzy.

Suzy sedang berjalan dikoridor kampus, langsung menoleh belakang begitu mendengan namanya disebut.

“suzy-ah! yoo seungho mencarimu” yoseob terengah engah kebahisan nafas mengejar suzy.

“hosh..hosh… suzy ah” tampaknya seungho juga terengah engah menyusul yoseob yang berlari.

“seungho-ssi.. hosh..hosh.. aku kembali ne? Suzy-ah aku pergi dulu. Annyeong” yoseob tersenyum lalu kembali berlari meninggalkan mereka berdua.

Sedangkan suzy hanya melongo melihat yoseob yang biasanya tak senang melihat namja siapapun itu mendekati suzy. Tapi ini?

“suzy-ah, antarkan aku mencari Shin Sonsaengnim. Jika kau mengantarku pasti aku tak kan dimarah karna terlambat mengumpulkan ini” tunjuk seungho pada skripsinya lalu berjalan beriringan dengan suzy.

“ah suzy-ah, ani. Kenapa yang yoseob-ssi itu tiba tiba baik? Bahkan ia rela berlari mengantarkanku dari perpustakaan sampai disini? Kau tau jarak perpustakaan kesini sangatlah jauh? Naik turun tangga. Padahal ia juga sibuk mencari buku tadi”

“ne?…….”

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Suzy setelah mengantarkan seungho tadi, langsung menuju toilet untuk membasuh muka. Tanpa sengaja suzy mendengarkan dua yeoja –teman satu jurusan yoseob- membicarakan yoseob.

“ya lee minyoung. Kudengar yoseob putus dengan jiyoung”

“geurae? Aku juga mendengarnya dikelas. Bahkan yoseob bilang dia hanya mencintai bae suzy anak jurusan hukum itu. Sampai sekarang aku tak tau yang namanya bae suzy. Kau taukah hara-ah?”

“mollaseo. Banyak sikap yoseob juga yang berubah, akhir akhir ini ia tak secuek sombong seperti awal. Yoseob berubah menjadi terbuka dan terbiasa dengan kita, lebih ramah dan sering tersenyum. Aigo, manis senyumannya. Beruntung sekali bae suzy itu!”

“ya sudahlah. Kajja kembali kekelas” mereka pun pergi keluar toliet sedangkan suzy

“benarkah? Sobie oppa?” lirihnya dalam hati.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Ternyata, apa yang dikatakan yeoja toilet(?) itu benar! Saat suzy hendak pulang, dia melihat yoseob tengah duduk dibawah pohon sembari membaca buku dan terlihat headset menggantung manis ditelinganya. Suzy menyerngitkan alisnya begitu melihat dua orang yeoja dan satu namja menghampiri yoseob, sepertinya menanyakan materi.

Mata yoseob dan suzy bertemu. Senyuman mengembang diantara mereka, lalu suzy berjalan pulang sedangkan yoseob yang sepertinya tak terfokuskan pada temannya itu, kembali memfokuskan diri.

 

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Kyunghee Universty, 08.00KST.

 

Suzy kembali melihat yoseob ditempat semula dengan gaya yang sama, mendengarkan lagu dan membaca buku. Suzy langsung menghampiri yoseob, yang dihampirinya pun terkejut lalu melepaskan headsetnya dan tersenyum simpul.

“suzy-ah” sapa yoseob hangat.

“oppa pagi pagi begini sudah berada dikampus? Kampus masih sepi apa yang kau cari?” suzy duduk disebelah yoseob.

“aku mencarimu”

“ne? Jeongmal?”

“aku hanya ingin tau persoalan kemarin. Suzy-ah aku hanya ingin tau, aku tak memaksamua menjawab secepatnya”

“itu? Mm, mian oppa. Dari tiga bulan yang lalu sampai sekarang aku sangat susah jika harus mempercayaimu lagi”

Terdengar samar samar desahan nafas panjang yoseob.

“geurae? Gwaenchana suzy-ah” yoseob sepertinya hanya bisa tersenyum, walaupun senyumnya dipaksakan.

“tapi mulai saat ini dan seterusnya aku akan lebih mempercayaimu”

“jeongmal? jeongmal? jeongmal suzy-ah?” yoseob berdiri dan mengguncang guncangkan pundak suzy.

“ne sobie oppa, jeongmalro jinjjaro” yoseob memeluk suzy sangat erat.

“suzy-ah mulai sekarang dan seterusnya aku akan lebih lebih lebih mempercayaimu. Saranghae suzy-ah!!” ucap yoseob lalu mengecup puncak kepala suzy, suzy memeluk erat yoseob dan menenggelamkan kepalanya didada yoseob. Tuhan memberkati! Moment yang pas disaat kampus masih sangat sepi. Ya, karna akhir semeseter telah selesai tidak banyak siswi yang datang.

Tiba tiba yoseob melepaskan pelukannya dan menatap suzy dalam.

“wae oppa?”

“chankamman suzy-ah!” terlihat yoseob mengeluarkan handphonenya lalu menempelkan pada telinganya.

“yeoboseyo eomma!”

“…………”

“eomma!!!” yoseob melirik kearah suzy yang bingung melihat yoseob.

“…………”

“aku akan menikah dengan suzy!”

 

“MWO?!!!……” pekik suzy jelas.

 

 

 

THE END~~

 

Oke. Ini FF Oneshoot pertama saya. Hehe. Mian ya kalo jelek dan sebagainya yang mines mines dan tipos tiposs.

Gomawo buat semua pihak yang terkait^^

Dashi hanbon, ddaengkyu ~~~~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Title : TRAP

Author :

@AIRENELFSAY_A

Genre : Find by your self

Length : Oneshoot

Main Cast :

–          Yang Yoseob  양여섭

–          Bae SooJi/Suzy배수지

Support Cast :

–          Park Jiyeon

–          Kang Jiyoung

–          Yoo Seungho

Disclaimer :

FF ini hanyalah Hoya-lan semata.

ღღAll cast is my special person, especially main cast. Cerita ini murni karangan saya sendiri. About plagiatism? Dosa ditanggung sendiri. Kalian yang plagiatin FFku? Berarti FFku daebak banget dong ^^. dan maaf banyak terjadi typo. Ddaengkyu ღღ

 

 

ღ Happy Reading ღ

 

 

I want to forget you (I want to forget you)

I want to fly away (I want to fly away)

I want to let you go (I want to let you go)

I want to be free (I want to be free)

Im getting tired, I guess I’m dreaming alone

Will you strongly shake me

And wake me up, wake me up

I’m trapped, I’m trapped

I’m losing myself, I can’t even remember my name without you

Now will you let go of me from inside of you, let go of me

I’m trapped I’m trapped

 

(Trap – Super Junior M’s, Henry Lau)

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Summary –

 

Yang Yoseob, namja yang tinggal menyendiri di Korea, tepatnya Seoul. Appa dan eommanya bekerja di Jepang. Sementara ia sendiri melanjutkan sekolahnya di Kyunghee University dan memilih untuk hidup sendiri disebuah apartement. Yang Yoseob, namja yang sangat banyak diidolakan yeoja dan bahkan sangat popular dikalangan Kyunghee University. Namja yang terkenal bukan karna ketampanan yang ia miliki, tetapi karna wajahnya yang cute, bahkan sangat sangat cute.  Sebagian orang berfikir namja cute pasti memiliki sifat yang lembut dan ramah. Namun siapa sangka? Orang orang salah mengira, Yang Yoseob memiliki sifat yang keras, dan tidak terlalu perduli dengan sekitarnya. Tepatnya, dia hanya peduli pada dirinya dan yeojanya, ya benar yeojachingu-nya yang selama ini menemaninya, Bae Suzy. Bae Suzy, yeoja yang cukup membuat yeoja ah ani fans yeoja yoseob dikampus sangat iri. Yoseob dan Suzy sering jalan berdua dikampus, ya memang mereka satu kampus, hanya saja berbeda jurusan. Yoseob mengikuti jurusan seni musik, sedangkan suzy masuk jurusan hukum. Bae Suzy, memiliki apartment sendiri namun apartemen itu telah dijualnya. Mengapa? Karna yoseob yang memintanya, dan tinggal bersamanya. Aneh bukan? Awalnya suzy merasa sangat aneh dengan keadaan seperti ini, bagaimana tidak, mereka bukan sepasang suami istri. Tetapi, dalam kurun waktu yang tidak lama, suzy sudah merasa terbiasa seperti ini. Suzy terbiasa keluar-masuk apartement yoseob, tetapi ada satu hal yang paling penting, mereka tidak pernah melakukan hal hal aneh diluar batas. Sebenarnya suzy juga sudah beberapa kali mengatakan bahwa ini tidak baik, tetapi yoseob menolak keras itu. Suzy yang merasa tertekan atas sikap yoseob yang over protektif padanya, suzy harus mengirimi yoseob pesan jika suzy tak berada didekat yoseob, suzy tidak boleh berdekatan dengan namja lain jikapun berdekatan suzy harus melapor pada yoseob. Melelahkan bukan? Apa yang kalian lakukan jika kalian seperti suzy?.

 

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Author POV

 

“Hah! Akhirnya sampai juga. Suzy-ah…? Suzy-ah..?! Tsk..” teriak yoseob begitu masuk dari apartement, begitu melihat tak ada jawaban dari suzy, yoseob langsung merogoh sakunya untuk mengambil handphone.

“tsk! Mengapa suzy tak mengabariku! Berapa kali harus kukatakan?!” begitu yoseob berjalan tiba tiba pintu apartement terbuka.

Ceklek..

“eoh? Oppa kau datang duluan?” suzy tersenyum begitu melihat yoseob.

“kau darimana saja baru pulang?” jawab yoseob ketus. “mian oppa, aku bertemu jiyeon tadi. Jadi kami berbicara sebentar” suzy berjalan kearah bartender kecil atau yang lebih tepatnya dapur untukmengambil air minum. “suzy-ah! Berapa kali harus kukatakan? Kabari aku jika kau pergi kemana dan sama siapa” yoseob berjalan mengikuti suzy dan berdiri didepan suzy. “oppa. Aku selalu ingat apa yang kau katakan. Aku hanya bertemu dengan jiyeon. Tidak dengan seorang namja. Aku tak pernah membohongimu. Tak bisakah kau percaya padaku?”. Yoseob yang sedari tadi memandang suzy, mengalihkan pandangannya dn berbalik memunggungi suzy. “aku tau kau belum makan, lebih baik kau mandi aku akan mengganti bajuku dan membuatkan makan malam” suzy berlalu begitu saja kedalam kamar. Hanya terdengar suara helaan nafas dari yoseob.

 

ღღღღღღღღღ

 

Seoul, Namdong Apartement .

19.00KST

 

Yoseob dan suzy sudah berada dimeja makan. Tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara, hanya keheningan yang menemani makan malam kali ini. Keheningan itu menemani mereka sampai akhirnya suzy telah membersihkan sisa makan malam mereka. Sedangkan yoseob masih duduk ditempat semula dan terlihat diam. Suzy yang hendak berjalan kekamarnya tiba tiba merasakan ada yang memeluk pinggangnya dari belakang, ternyata itu yoseob. Yoseob melabuhkan kepalanya pada pundak suzy. “mianhae suzy-ah. Jeongmal mianhae”. Begitu mendengar suara yoseob, suzy langsung membalikkan badannya. “gwaenchana sobie oppa” suzy menatap mata yoseob dan tersenyum lalu memeluk yoseob dengan lembut. “saranghae suzy-ah” ucap yoseob disela sela mereka yang masih berpelukan.

“ne nado saranghae yang yoseobie oppa” suzy melepaskan pelukannya lalu kembali menatap yoseob.

“oppa, sudah malam. Lebih baik tidur, bukankah besok kau ada latihan?”

“ne suzy-ah. Bagaimana denganmu?”

“kata jiyeon besok beberapa dosen tak ada. Jadi mungkin aku akan pulang cepat”

“geurae? Tunggu aku pulang, kau jangan kemana mana”

“arrayo sobie oppa”

“ Cha lebih baik sekarang kita tidur. Aku tau kau sangat lelah” yoseob mencium kening suzy, turun ke hidung suzy, lalu mengecup singkat bibir suzy. “jaljayo suzy-ah” ucap yoseob sembari mengacak ngacak rambut suzy.

“good night oppa. Jaljayo”

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Seoul, 08.00KST

 

Author POV

 

Namdong Apartement, apartement yang ditempati Yoseob dan suzy disana terlihat sepi, kosong tidak ada kehidupan. Pagi hari suzy dan yoseob sudah berangkat ke kampus, mereka setiap hari berangkat bersama menggunakan mobil yoseob. Namun jika suzy tidak ada mata pelajaran yang lebih banyak dibanding jadwal latihan yoseo, suzy terbiasa menunggu dihalte dekat kampus mereka.

 

 

Kyunghee University, 10.00KST

 

Suzy dan Jiyeon sedang berada ditaman kampus mereka, tempat inilah yang sering mereka datangi berdua.

“ya suzy-ah, mengapa kau selalu menghela nafas? Kelebihan nafas eoh? Berikan saja sebagian nafasmu padaku, kau taukan aku punya penyakit asma?” jiyeon merasa aneh, beberapa kali suzy menarik nafas panjang lalu melamun.

“enak saja, jika aku yang berbalik mengidap asma bagaimana?” suzy mengembungkan pipinya, pertanda bahwa hari ini dia sedang banya pikiran.

“tak apa. Kan kau bisa meminta pada yoseob, namjachingumu? Separuh nafasmu ada di dia kan?” jiyeon mencoba menggoda suzy dengan mengedip-ngedipkan matanya berulang kali, namun suzy tak merespon, yang ada suzy semakin memperdalam tarikan nafasnya.

“wae? Apakah kau ada masalah dengan yoseob? Ceritakan padaku”

“yoseob oppa, aku lelah dengan sikapnya yang terlalu mengekangku. Terlalu over protektif. Aku juga ingin bebas walaupun aku mempunyai namjachingu. Tak perlu mengiriminya pesan aku berada dimana, tak perlu harus satu apartement dengannya. Aku begitu mencintainya, aku sangat percaya padanya.  Apakah dia ta mempercayaiku jiyeon-ah?” suzy menenggelamkan wajahnya pada tangannya yang terlukup diatas meja.

“geurae? Jika aku seperti itu aku juga pasti lelah. Jika kau lelah tapi kau sangat mencintainya, apa gunanya? Itu sama saja tidak ada artinya suzy-ah” jiyeon hanya menatap suzy dan ikut menghela nafasnya. “mwo?” suzy langsung mendongakan kepalanya menatap jiyeon.

“ne, bukankah itu tak ada artinya? Dimana saat kau merasa benar-benar lelah, kau kuyakin bisa memilih keputusan yang tepat suzy-ah” jiyeon mencoba menengahi keadaan, tidak membela suzy ataupun yoseob.

“maksudmu?” suzy yang masih belum mengerti akan ucapan jiyeon.

“kau mungkin bisa melepaskannya, walaupun kau sangat mencintainya, tapi pikirkanlah juga apakah kau nyaman dengannya? Mungkin ini bukan takdirmu suzy-ah, kau bisa lebih fokus pada hal lain dan siapa yang tau kau menemukan cinta yang baru? Dan yoseob bisa menemukan type yeoja seperti yang ingin di-protektifkan” jiyeon hanya tersenyum menyemangati suzy.

 

Tiba tiba, seorang namja datang menghampiri suzy dan jiyeon ditengah tengah percakapan mereka, namja itu Yoo Seungho, teman tim suzy untuk menyelesaikan skripsi hukum.

“annyeong haseyo suzy-ah, eoh annyeong jiyeon-ssi. Suzy-ah bisakah aku mengganggumu sebentar?”  seungho hanya tersenyum menatap jiyeon dan suzy.

“eoh wae sungho-ah?” suzy yang sedikit melirik jiyeon yang tengah merapikan buku-bukunya yang tadi sempat ia keluarkan disela sela percakapan.

“masalah skripsi, ada hal yang tak ku mengerti” pantas saja seungho menanyakan pada suzy, karena suzy dikategorikan yeoja yang pintar dalam urusan hukum. Tapi,  saat seungho bicara, tiba tiba jiyeon memotong pembicaraan mereka.

“eoh seungho-ssi, aku tinggal kalian ya, aku ada urusan dengan Yong Songsaengnim. Suzy-ah aku duluan yas. annyeong”  jiyeon berjalan meninggalkan suzy dan seungho, secara cepat seungho mengambil posisi ditempat jiyeon.

“apa yang ikin kau tanyakan?” suzy membuka suara.

 

 

Sementara itu, dari kejauhan tampak sepasang mata memperhatikan mereka. Dan ia langsung menghampiri kedua orang yang membuatnya mengepalkan kedua tangannya.

 

 

“suzy-ah!” teriak namja tersebut.

“sobie oppa..” suzy mendongakkan kepalanya lalu berdiri dihadapan yoseob dan pergelangan tangan suzy ditark cepat oleh yoseob lalu pergi meninggalkan seungho. Seungho yang tak tau apa apa hanya melongo melihat punggung yoseob suzy yang semakin menjauh.

 

 

Namdong Apartement, 12.00KST.

 

Yoseob dan suzy telah sampai dedepan apartement mereka. Yoseob menarik pergelangan tangan suzy membawanya masuk dedalam apartement.

“suzy-ah! Apa yang kau lakukan?! Beraninya kau bermain dengan namja!” yoseob melepas pergelangan tangan suzy dan berteriak didepan wajah suzy yang masih meringis kesakitan akibat genggaman tangan yoseob yang sangat keras.

“oppa… seungho hanya bertanya tentang skripsi hukum. Aku sama sekali tidak pernah bermain dengan namja manapun” suzy yang masih meringis kesakitan hanya bisa menjelaskan yang sebenarnya terjadi. “aku tidak percaya padamu suzy-ah!” yoseob berteriak dan membalikan badannya memunggungi suzy.

“apakah kau tak percaya padaku? Aku selalu mempercayaimu, tapi mengapa kau tak penah sama sekali mempercayaiku. Wae?” suzy yang sedari tadi menampung cairan bening yang keluar dari matanya, akhirnya tak dapat ia menahannya.  Sedangkan yoseob masih diam dan nafasnya yang tak beraturan.

“geurae! Aku pikir ini bukan takdir kita. Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. Jalani kehidupan masing-masing. Dan kau yoseob oppa, kau bisa mencari yeoja yang lebih baik dariu dan menegrti semua akan sikapmu”  suzy menghapus kasar airmatanya yang mulai deras turun lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar apartement yoseob. Yoseob hanya terkejut atas perkataan suzy,  sehingga ia tak bisa mengatakan apa apa. Hubungan yang sudah ia jalani bersama bae suzy, yeoja yang sangat sangat ia cintai selama 3 tahun ini harus berakhir. Tak terasa keluar air mening dari ujung mata yoseob, seketika yoseob memecahkan semua barang-barang yang ada didekatnya.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Cheongdam Apartement, 14.00KST.

Cheongdam apartement, adalah tempat dimana jiyeon tinggal. Suzy mengetukngetuk pintu jiyeon. Begitu jiyeon membuka pintu, suzy berhambur memeluk iyeon dan menangis. Sementara jiyeon terkejut dan hanya bisa menghela nafasnya seolah tau apa permasalahan suzy saat ini.

“jadi begitu ceritanya? Mengapa yoseob tak mempercayaimu? kau sudah memutuskan yoseob? Kupikir itu pilihan tepat suzy-ah.dan ini minumlah” jiyeon memberikan secangkir teh ginseng hangat pada suzy agar bisa menghangatkan tubuhnya dari cuaca dingin dikota Seoul.

“mm, gomawo jiyeon-ah. Jiyeon-ah? Bolehkan aku tinggal bersamamu?” suzy awalnay ragu-ragu bertanya berubah menjadi tersenyum begitu melihat jiyeon menanggukan kepalanya.

“gomawoyo jiyeon-ah. Kau memang temanku yang baik” suzy langsung memluk jiyeon dan tersenyum hangat. Seakan perasaannya kembal hangat.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Tiga bulan sudah hubungan antara yoseob dan suzy berakhir. Selama itupun mereka tak berkomunikasi sama sekali. Sekalinya bertemu dikampus mereka seperti tak mengenal walaupun sorot mata mereka tak bisa dibohongi bahwa mereka saling merindukan. Siapa sangka selama tiga bulan ini perasaan mereka tidak ada yang berubah, perasaan yoseob pada suzy tetap sama, masih mencintai suzy. Begitupun suzy, perasaannya pada yoseob tak pudar sedikitpun, semuanya sama seperti dulu. Namun satu hal yang berbeda, status yoseob disini adalah namjachingu seseorang. Siapa dia? Dia adalah Kang Jiyoung, teman yoseob yang memang sedari dulu mengejar-ngejar yoseob tanpa henti, pada saat kang jiyoung mengetahui hubungan yoseob dan suzy telah berakhir, jiyoung semakin gencar mendekati yoseob. Maka dari itulah yoseob mencoba menerima keadaan jiyoung, yoseob berfikir dengan begini ia dengan cepat bisa melupakan suzy. Kenyataan sepertinya tidak bersahabat…..

Terlebih lagi sikap jiyoung yang sebenarnya, bisa dikatakan lebih protektif daripada yoseob. Itu seakan jawaban telak bagi yoseob, bagaimana rasanya diperlakukan over protektif dan terkekang. Yah saat ini yoseob diselimuti perasaan bersalahnya pada suzy. Dia bisa mengerti mengapa suzy mengakhiri hubungan mereka….

“suzy-ah.. mianhae, jeongmal….” lirih yoseob dalam hati.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Kyunghee University, 11.00KST.

 

Keadaan kampus memang tak sepadat biasanya. Jelas saja, ini adalah semester akhir yang telah mereka lewati. Beberapa siswa datang kekampus, mungkin karna ada hal yang dicari.

Tetapi tidak dengan suzy, suzy tengah berada dihalte bus dekat kampus tidak ditemani jiyeon, karena jiyeon pergi menjenguk neneknya di busan, suzy hanya ditemani headset yang terpasang ditelinganya dan buku bacaan tentang hukum.

Sesaat suzy mengedarkan pandangannya bermaksud mengamati bus yang akan datang. Tak sengaja matanya bertemu dengan pemandangan yang bisa membuat hatinya jatuh. Ya, suzy melihat diujung jalan, yoseob dan jiyoung berada didepan mobil yoseob yang terparkir manis sehingga sangat jelas suzy dapat melihatnya. Dilihatnya jiyoung yang tengah bergelayut manja dilengan yoseob, sedangkan  yoseob hanya menggaruk lehernya yang tak gatal.

DEG!

Mata yoseob dan mata suzy bertemu, seketika suzy langsung menunduk dan untung saja, bus datang dan sesegera mungkin suzy naik.

Mata yoseob masih terpaku melihat bus yang berjalan menjauh dari pengheliatannya.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Namdong Apartement, 18.00KST.

 

Yoseob terlihat hanya memandangi langit langit kamarnya, dengan lengannya sebagai alas kepalanay. Entah apa yang yoseob pikirkan, dengan cepat ia meraih handphonenya. Terlihat mengetikkan sebuah nama dan menempelkan handphone pada telinganya.

“yeoboseyo”

“……………”

“jiyoung-ah, mian..”

“……………”

“mian, kita akhiri saja hubungan ini. Aku tak bisa lagi denganmu”

“……………”

TUT

Yoseob mematikan teleponnya dan mematikan juga handphonenya. Ia yakin jiyoung akan menelponnya.

“lebih baik besok saja aku bicarakan hati hati…” yoseob monolog.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Kyunghee University 08.00KST.

 

Yoseob tengah berada di dalam ruangan kelasnya, ia tidak sendiri, melainkan memberi sedikit penjelasan pada jiyong tentang persoalan kemarin.

“mianhae jiyoung-ah, lebih baik kita hidup masing-masing saja. Aku tak pantas untukmu, kau lebih baik mencari namja yang lebih mengerti dirimu” yoseob yang mencoba memberi pengertian pada jiyong sepertinya berhasil, walaupun jiyoung menitihkan airmata.

“oppa……” jiyoung berhambur kepelukan yoseob, yoseob tak menolaknya. Anggap saja ini terakhir bagi mereka,

“kau pasti menemukan namja yang lebih tepat untukmu. Arraseo?”

“ne oppa. Gomawoyo”

“ne..” ucap yoseob sembari mengacak ngacak rambut jiyoung, tanpa sengaja yoseob mengedarkan pandangannya dan melihat suzy yang tengah berjalan ketaman yang biasa ia datangi tentunya ditemani sahabatnya, buku.

“jiyoung-ah, aku ada urusan. Aku pergi dulu. Uljima jiyoung-ah” secepat kilat yoseob hialng dari seantero kelas.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Yoseob tersenyum memamerkan giginya begitu melihat suzy tengah tertunduk membaca buku.

“suzy-ah! Annyeong” yoseob mengambil alih kursi kosong disebelah suzy.

“eoh? O..oppa?” suzy merasa aneh yoseob yang selama tiga bulan ini tak ada komunikasi dengannya tiba tiba datang memamerkan giginya.

“ne. Sobie oppa here! Mwohae? Apa kabarmu suzy-ah?” dengan percaya dirinya yoseob seolah olah tak ada masalah antara mereka.

“eoh? Apa kau tak lihat? Membaca buku. Kabarku baik. Neon?” suzy tersenyum lembut.

“kabarku? Menyedihkan” sketika suzy mendongakkan kepalanya menatap yoseob.

“wae? Kang Jiyoung?”

“aku telah putus dengannya. Aku merasa tak cocok pada siapapun. Kecuali satu yeoja, dia adalah anak jurusan hukum namanya Bae bae bae siapa ya… bae Bae Suzy! Ah iya bae suzy. Kau mengenalnya?” entah apa yang dipikirkan yoseob sehingga terbesit ide menggoda suzy.

“geurae? Tak usah oppa menggodaku. Tak mempan” suzy menjulurkan lidahnya dan kembali berkutat dengan hobinya.

“aku tidak berbohong, aku hanya mencintai bae suzy dari dulu dan selamanya. Aku tak pernah bisa memberikan hatiku pada yeoja lain, seperti jiyong. Suzy-ah, aku tak seprotektif dulu seperti yang kaukira.  Bisakah kau mempercayaiku lagi?” suzy terpaku mendengar pernyataan yoseob dan menutup bukunya beralih menatap mata yoseob.

“kau tau? Aku juga masih mencintaimu oppa, tapi mian, saat ini aku tak dapat mengatakan iya ataupun tidak.  Aku tidak bisa mempercayaimu sepenuhnya” suzy yang hendak bangun merasakan ada yang manahan pergelangan tangannya.

“baikalh suzy-ah. aku bisa menunggumu sampai kapanpun dan kau harus tau aku memang sudah berubah”

“ne oppa…” suzy berjalan datar menjauh dari yoseob.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

Yoseob berada di ruang perpustakaan, dan tiba tiba seungho datang untuk meminta maaf atas kejadian lalu.

“yoseob-ssi, apakau kau melihat suzy?”

“suzy? Baiklah aku antar” seungho mengikuti yoseob mencari suzy.

Suzy sedang berjalan dikoridor kampus, langsung menoleh belakang begitu mendengan namanya disebut.

“suzy-ah! yoo seungho mencarimu” yoseob terengah engah kebahisan nafas mengejar suzy.

“hosh..hosh… suzy ah” tampaknya seungho juga terengah engah menyusul yoseob yang berlari.

“seungho-ssi.. hosh..hosh.. aku kembali ne? Suzy-ah aku pergi dulu. Annyeong” yoseob tersenyum lalu kembali berlari meninggalkan mereka berdua.

Sedangkan suzy hanya melongo melihat yoseob yang biasanya tak senang melihat namja siapapun itu mendekati suzy. Tapi ini?

“suzy-ah, antarkan aku mencari Shin Sonsaengnim. Jika kau mengantarku pasti aku tak kan dimarah karna terlambat mengumpulkan ini” tunjuk seungho pada skripsinya lalu berjalan beriringan dengan suzy.

“ah suzy-ah, ani. Kenapa yang yoseob-ssi itu tiba tiba baik? Bahkan ia rela berlari mengantarkanku dari perpustakaan sampai disini? Kau tau jarak perpustakaan kesini sangatlah jauh? Naik turun tangga. Padahal ia juga sibuk mencari buku tadi”

“ne?…….”

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Suzy setelah mengantarkan seungho tadi, langsung menuju toilet untuk membasuh muka. Tanpa sengaja suzy mendengarkan dua yeoja –teman satu jurusan yoseob- membicarakan yoseob.

“ya lee minyoung. Kudengar yoseob putus dengan jiyoung”

“geurae? Aku juga mendengarnya dikelas. Bahkan yoseob bilang dia hanya mencintai bae suzy anak jurusan hukum itu. Sampai sekarang aku tak tau yang namanya bae suzy. Kau taukah hara-ah?”

“mollaseo. Banyak sikap yoseob juga yang berubah, akhir akhir ini ia tak secuek sombong seperti awal. Yoseob berubah menjadi terbuka dan terbiasa dengan kita, lebih ramah dan sering tersenyum. Aigo, manis senyumannya. Beruntung sekali bae suzy itu!”

“ya sudahlah. Kajja kembali kekelas” mereka pun pergi keluar toliet sedangkan suzy

“benarkah? Sobie oppa?” lirihnya dalam hati.

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Ternyata, apa yang dikatakan yeoja toilet(?) itu benar! Saat suzy hendak pulang, dia melihat yoseob tengah duduk dibawah pohon sembari membaca buku dan terlihat headset menggantung manis ditelinganya. Suzy menyerngitkan alisnya begitu melihat dua orang yeoja dan satu namja menghampiri yoseob, sepertinya menanyakan materi.

Mata yoseob dan suzy bertemu. Senyuman mengembang diantara mereka, lalu suzy berjalan pulang sedangkan yoseob yang sepertinya tak terfokuskan pada temannya itu, kembali memfokuskan diri.

 

 

 

ღღღღღღღღღ

 

 

 

Kyunghee Universty, 08.00KST.

 

Suzy kembali melihat yoseob ditempat semula dengan gaya yang sama, mendengarkan lagu dan membaca buku. Suzy langsung menghampiri yoseob, yang dihampirinya pun terkejut lalu melepaskan headsetnya dan tersenyum simpul.

“suzy-ah” sapa yoseob hangat.

“oppa pagi pagi begini sudah berada dikampus? Kampus masih sepi apa yang kau cari?” suzy duduk disebelah yoseob.

“aku mencarimu”

“ne? Jeongmal?”

“aku hanya ingin tau persoalan kemarin. Suzy-ah aku hanya ingin tau, aku tak memaksamua menjawab secepatnya”

“itu? Mm, mian oppa. Dari tiga bulan yang lalu sampai sekarang aku sangat susah jika harus mempercayaimu lagi”

Terdengar samar samar desahan nafas panjang yoseob.

“geurae? Gwaenchana suzy-ah” yoseob sepertinya hanya bisa tersenyum, walaupun senyumnya dipaksakan.

“tapi mulai saat ini dan seterusnya aku akan lebih mempercayaimu”

“jeongmal? jeongmal? jeongmal suzy-ah?” yoseob berdiri dan mengguncang guncangkan pundak suzy.

“ne sobie oppa, jeongmalro jinjjaro” yoseob memeluk suzy sangat erat.

“suzy-ah mulai sekarang dan seterusnya aku akan lebih lebih lebih mempercayaimu. Saranghae suzy-ah!!” ucap yoseob lalu mengecup puncak kepala suzy, suzy memeluk erat yoseob dan menenggelamkan kepalanya didada yoseob. Tuhan memberkati! Moment yang pas disaat kampus masih sangat sepi. Ya, karna akhir semeseter telah selesai tidak banyak siswi yang datang.

Tiba tiba yoseob melepaskan pelukannya dan menatap suzy dalam.

“wae oppa?”

“chankamman suzy-ah!” terlihat yoseob mengeluarkan handphonenya lalu menempelkan pada telinganya.

“yeoboseyo eomma!”

“…………”

“eomma!!!” yoseob melirik kearah suzy yang bingung melihat yoseob.

“…………”

“aku akan menikah dengan suzy!”

 

“MWO?!!!……” pekik suzy jelas.

 

 

 

THE END~~

 

Oke. Ini FF Oneshoot pertama saya. Hehe. Mian ya kalo jelek dan sebagainya yang mines mines dan tipos tiposs.

Gomawo buat semua pihak yang terkait^^

Dashi hanbon, ddaengkyu ~~~~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14 thoughts on “[Freelance] Trap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s