American Football [part 6] FINAL

Title : American Football
Author : Ananda Yunne
Genre : Romance, marriedlife
Length : Chapter (short chapter)
Main Cast :
* Bae Suzy ( MISS A )
* Kim Myungsoo ( INFINITE)

Anyeong~~~ im here im hereeeee~
oh ya, yg mau kirim FFnya ke kita, kita tunggu lho. kalo uda kirim mention @SuzyFanFict atau aku @nandaaaa97
Yang mau jadi author ayok siniii.. disini rame reader kok percaya :* (?)
HAPPY READING~~

Mobil sedan berwarna hitam membelah jalanan kota Seoul dengan kecepatan sedang. Tidak banyak mobil yang melintasi jalan itu dikarenakan jarum jam yang telah melewati angka 1. Udara malam hari sangat dingin hingga menusuk ke permukaan kulit orang yang tidak menggunakan pakaian berlengan panjang. Tapi entah mengapa dahi Myungsoo berkeringat dingin. Kedua matanya manatap jalanan dengan was-was dan sesekali melihat ke samping untuk memastikan kondisi Suzy yang masih sadar atau tidak.

Myungsoo sedikit menengadah untuk melihat papan hijaudi tepi jalan. Tertulis disana bahwa Seoul Hospital berjarak 2 KM lagi. Tanpa berpikir panjang, Myungsoo menginjak gas sehingga laju sedan hitam itu bertambah dua kali lipat. Mobil Myungsoo dengan mudah mendahului beberapa mobil yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Myungsoo bergumam tidak jelas sembari menatap Suzy sekilas. Kedua mata Suzy telah menutup lemah, kedua bibirnya bergetar menahan sakit dan tangan kirinya mencengkram lengan kaos Myungsoo.

”Wae? Kau ingin minum air putih?” Tanya Myungsoo panik. Ia tidak bias merasakan bagaimana sakit yang Suzy rasakan, yang dapat ia lakukan hanya menyetir dengan selamat. Mungkin seteguk air putih dapat meringankan sakit yang Suzy rasakan. Mungkin.

Myungsoo melepaskan telapak tangannya dari genggaman tangan Suzy yang sudah basah. Tangan Myungsoo mencoba meraih botol air putih miliknya yang terletak dibawah pintu kemudi. Langsung diambil botol air putih setelah telapak tangannya menyentuh permukaan botol yang juga dingin karena suhu AC. Diberikan botol itu pada Suzy setelah ia membuka tutup botolnya.

Myungsoo menatap lurus ke jalanan seperkian detik sebelum kembali menatap Suzy. ”Kau bisa minum sendiri,kan?”

Tidak ada jawaban dari Suzy, hanya anggukkan lemah seiring mobil hitam Myungsoo berbelok ke area rumah sakit. Terlihat mobil ambulance yang terpakir di bangunan gawat darurat dan beberapa perawat yang berlalulang untuk membantu pasien yang kritis itu. Dan satu pertanyaan yang ada di kepalanya: kemana dia harus membawa Suzy? Ia lebih baik ke gedung gawat darurat atau kandungan. Sepertinya panik yang menimpa Myungsoo telah menyelimuti otak berpikirnya.

Karena Myungsoo tidak tahu letak gedung kandungan dan melihat keadaan Suzy yang pucat, ia melangkahkan kakinya ke dalam gedung gawat darurat meninggalkan Suzy di dalam mobil untuk memanggil suster. Tak lama kemudian, beberapa perawat berlari ke arah mobil Myungsoo yang diparkir tak jauh dari pintu utama. Myungsoo hanya berdiri dengan tatapan panik memperhatikan setiap perawat. Kedua tangannya mengepal keras dan sesekali meminta agar perawat berhati-hati ketika membantu Suzy keluar dari mobil. Myungsoo benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia berlari kecil mengikuti perawat yang membawa Suzy. Entahlah yang terakhir ia lihat, kedua mata suzy telah terpejam. Ia tidak ingat karena otaknya sedang rusak untuk  sementara.

Myungsoo duduk di bangku berwarna abu-abu yang di letakkan di depan salah satu gawat darurat. Ia menundukkan kepalanya seraya menatap sandal rumah yang dibelikan Suzy untuknya beberapa minggu yang lalu. Karena terlalu terburu-buru, ia tidak ingat harus mengganti sandal rumah. Lihatlah, ia memakai sandal superman di umur 24 tahun. Benar-benar memalukan. Jika bukan Suzy yang meminta, dia tidak akan memakai sandal sepeti ini. Melihatnya pun tidak akan pernah.

“Myungsooo? Eodiyaaa?” Suzy yang baru saja memasuki rumah dengan beberapa kantung belanjaan di kedua tangannya meneriaki nama Myungsoo. Walau dahinya penuh dengan peluh keringat, hal itu tidak menghentikannya untuk terus tersenyum meningat ia memiliki benda baru untuk suaminya.

            Suzy melepas sepatunya dan berganti sandal rumah yang berwarna putih polos. Kepalanya terus meloleh ke kanan dan ke kiri, melihat setiap sudut ruangan untuk mencari keberadaan suaminya. Diletakkan kantung belanjaan di meja ruang TV dan ia beranjak pergi ke dapur.

            “Kau sedang apa?” tanya Suzy ketika menyadari Myungsoo berada di dapur dan sedang memunggunginya. Suzy melangkah ke meja makan untuk mengambil gelas dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil air dingi. Entah apa yang terjadi pada kota Seoul akhir-akhir ini, udaranya sangat panas. Membuat semangat pengguna jalan menguap entah kemana. “Myungsoo?”

            Myungsoo berbalik lengkap dengan celemek terpasang di tubuhnya. Ia tersenyum simpul melihat Suzy yang telah duduk manis di kursi makan sembari menikmati air dinginnya. Suzy mengerjap beberapa kali, tak percaya jika suaminya itu sedang menggunakan celemek. Celemek? Tunggu tunggu, jangan bilang jika ia memasak. Ah, ia terharu.

            “Bagaimana harimu, istriku?” tanya Myungsoo seraya mengedipkan salah satu matanya. Suzy tertawa dan mengangguk-angguk tegas.

            “Sangat baik”Suzy menegguk air dinginna hingga tersisa setengah dan melanjutkan “ alangkah lebih baik jika suamiku membuatkan sepiring makanan untukku. The special one”

Myungsoo tersenyum lalu mengambil dua piring yang berisikan nasi goreng dengan telur goreng yang terbentuk love. Diberikan piring berwarna pink muda pada Suzy, dan yang berwarna putih untuknya. Suzy memicingkan matanya, heran melihat tingkah Myungsoo yang aneh. Sekedar informasi, suaminya ini tidak pernah memasak ramen yang cara memasaknya sangat mudah dan sekarang sepiring nasi goreng dengan harum yang dapat membuat perut berbunyi serta hiasan telor berbentuk love. ada apa ini?

            “Yeobo, kau kenapa?”tanya Suzy seraya menopang dagunya, satu matanya masih memicing ingin tahu.

            Myungsoo menggeleng pelan. “Tidak ada. Hanya kejutan kecil untuk kau”

            Kejutan kecil? Baiklah. Suzy mengangguk-angguk mengerti dan mulai memakan nasi gorengnya. Harus ia akui, nasi goreng ini termasuk enak jika yang membuat adalah orang anti masak seperti Myungsoo. Tiba-tiba satu telor berbentuk hati mendarat di piringnya. Suzy mendongak dan menatap Myungsoo heran. Ia sudah memiliki telornya sendiri.

            “I give my heart to you. Jaga baik-baik, ara?” ucap Myungsoo seraya tersenyum dan melanjutkan makannya. Suzy tersenyum lebar mendengar ucapan Myungsoo. Yang benar saja. Mungkin otak Myungsoo sedikit bergeser atau apa, dan dia juga mengikuti apa yang dilakukan Myungsoo. Dipindahkan telor hati miliknya ke piring Myungsoo.

            “Baiklah, asalkan kau juga menjaga hatiku juga”

            “Tanpa kau minta pun aku dengan senang hati menjaganya”

Wow~ ia yakin kulit putih susunya telah berubah menjadi merah. Perubahan besar dari Myungsoo yang ia sukai. Ayolah, istri mana yang tidak suka mendapat ucapan dan perlakuan manis seperti ini? Dan ia berharap, akan ada kejutan untuk kedepannya. Ah, kejutan! Ia ingat jika membelikan Myungsoo kemeja dan beberapa kaos santai serta jaket musim dingin yang sama persis dengan miliknya. Bukan kah itu cute? Menggunakan barang yang sama ketika pergi keluar. Ah, manisnya. Ia tidak sabar menunggu musim dingin tiba.

            Suzy bangkit dari duduknya tergesa-gesa, membuat Myungsoo mendongakkan kepalanya untuk memperhatikan apa yang akan diperbuat istrinya itu. Ia tidak kaget saat melihat Suzy kembali dengan berbagai warna dan ukuran kantung belanja bertengger di meja makan. Suzy kembali duduk di kursinya dengan senyum lebar tanpa rasa bersalahnya. Jika pulang kerumah tanpa membawa kantung belajaan itu bukan Bae Suzy. Entah itu roti,buah, baju, atau apalah.

            “Kau tidak penasaran dengan apa yang kubeli?” tanya Suzy yang menyadari tidak ada reaksi dari Myungsoo.

            Pasti baju. Belasan baju lebih tepatnya, pikir Myungsoo.

            “Apa yang kau beli?”

            Suzy tertawa kecil sebelum menjawab, “aku membelikanmu kemeja, kaos santai, dan juga jaket tebal untuk musim dingin. Lihatlah, aku membeli dua. Satu untukmu dan satu lagi untukku” terang Suzy riang seraya memamerkan dua buah jaket tebal yang berwarna hijau orange. Ada gambar bintang di sebelah dada kiri.

            Aku benar, kan?

            “Bukan kah kau sudah membelikan satu untukku yang berwarna biru dan merah muda untukmu?”

            “Kau benar, tapi itu bukan couple jacket”

            Myungsoo hanya menggeleng-geleng pasrah dan melanjutkan makannya sdangkan Suzy mengeluarkan satu persatu belanjaannya dan sesekali memberi tahu Myungsoo kapan ia harus memakai kemeja itu. Sudah kantung ke empat dan tidak ada tanda-tanda lelah dari istrinya. Bahkan nasi gorenya telah habis tak tersisa daritadi. Dan sekerang ia membaca koran dan mengangguk setuju sesekali ketika Suzy bertanya apakah ia suka dengan kemeja barunya.

            Tangan Suzy berhenti sesaat saat melihat dua pasang sendal rumah yang berbeda warna. Seperti biasa warna merah muda untuknya. Ada gambar princess aurora yang sedang tersenyum tiga jari. Sedangkan sandal berwarna biru muda dengan gambar superman untuk Myungsoo.

            “Myungsoo? Lihatlah ini. Ini untukmuuu” Suzy mengoyang-goyangkan sandal biru itu dengan semangat. Myungsoo menarik perhatiaanya dari korean sejenak untuk melihat Suzy hingga tatapannya tertuju pada sandal superman yang sedang terbang atau apa ia tidak tahu. Yang benar saja, Suzy menyuruhnya untuk mengenakan sanda seperti itu? Tidak akan. Memangnya tidak ada sandal yang lain sehingga Suzy berakhir membeli sandal sepertu itu.

            “Aku tidak mau memakainya?

            Myungsoo menggeleng tegas lalu membalik halaman korannya. Suzy memicingkan matanya tidak puas. Ia capek-capek keluar untuk membelikan semua barang ini untuk Myungsoo, tapi lelaki itu tidak menggucapkan sepatah katapun. Dilipat kedua lengannya di depan dada setelah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.

            Ditolehkan kepakanya ke arah lain sembari menghembuskan nafas berat yang membuat beberapa poninya yang panjang sedikit berantakan. Tiba-tiba ia menyondongkan tubuhnya ke arah Myungsoo, tapi lelaku itu tidak menyadari karena lembaran koran yang cukup besar menjadi penghalang diantara keduanya. Satu tangan menopang tubuhnya di atas meja sedangkan yang satunya lagi mengambil koran pagi Myungsoo secara paksa. Karena terlalu tiba-tiba, Myungsoo tidak dapat memberikan perlawanan. Hanya diam dengan tangan mengambang di udara. Sekarang gantian dirinya yang memicingkan mata tanda tidak suka.

            “Ya! Begitukah balasanmu setelah perlakuanku pagi ini?”protes Myungsoo dengan tangan terulur untuk merebut koran yang ada di tangan Suzy dengan cepat. Ia bergumam tidak jelas sebelum akhirnya pikirannya berbaur dengan paragraf berita yang menampilkan kecelakaan lalu lintas antara taxi dengan truck.

            Suzy hanya diam dan kembali ke tempat duduknya seperti semula. Duduk manis dengan tatapan membunuh.

            “Baca ini, baca. Lihat! Kau tidak bisa seenaknya pergi menggunakan taxi untuk pergi berbelanja membeli ini dan itu. Penumpang taxi tewas seketika. Kau kan selalu menggunakan taxi. Lebih baik jangan” terang Myungsoo sembari memberikan selembar koran yang menerangkan kecelakaan lalu lintas itu pada Suzy. Suaminya itu bodoh atau apa, jika tidak naik taxi, ia harus menggunakan apa? Mobil? Tidak bisa. Motor? Apalagi. Jalan kaki? YA! Kau bercanda?

            “Lalu?”

            “Lalu? Ajak umma atau siapa, jangan pergi sendiri, ara?”

            Suzy mengangguk setuju lalu mecondongkan tubunya. Menatap Myungsoo dengan bertopang dagu. “Yes sir! Tapi kau pakai sandal biru yang kubelikan ya?”

            “aku akan mengubah pikiranku”

            “Oppaaa?” Suzy menggerakkan badannya perlahan seperti anak TK yang tidak diberi permen atau murid sekolah menengah yang tidak diberi sangu. Myungsoo menyerngit heran, apa-apaan?

            Myungsoo menggeleng dan kembali menekuni setiap sudur koran.

            Tidak kehabisan akal. Suzy berdiri dan berjalan ke arah Myungsoo. Membuang selingkuhkan Myungsoo yang terbuat dari kertas sembarangan. Dan duduk manis di pangkuan Myungsoo. Kedua lengannya melingkah indah di leher Myungsoo. Myungsoo menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah liar istrinya.

            “Oppaaa?” Ucap Suzy lagi yang diakhiri dengan ciuman kilat tepat di bibir Myungsoo.

            Melihat Myungsoo yang belum menunjukkan tanda-tanda di bawah pengaruhnya, Suzy kembali mencium Myungsoo kilat sebanyak dua kali dan panggilang ‘yeoboooo’

            “Bae Suzy, kau kenapa jadi seperti ini?”

            “memakai sandal yang kubelikan, kan?” Suzy mengecup bibir Myungsoo kilat tiga kali.

            “Kenapa kau tidak menjawab, yeobooo?” Suzy kembali mengecup di tempat yang sama sebanyak empat kali.

            “Eotte?” Suzy hendak melakukan yang telah ia lakukan berulang kali, tapi jari telunjuk Myungsoo menahan dahinya.

            “YA! Kau sakit atau apa?”

            “Oppa!!!” kali ini Suzy mengerucutkan bibirnya.

Dan sandal biru superman itu berakhir di kaki Myungsoo.

Myungsoo baru saja menggubungi keluarganya dan keluarga Suzy. Entahlah, bagaimana istrinya itu mengalami pendarahan, padahal hanya demam. Bahkan terakhir kali mereka…. ah, apa mungkin suzy..?

Setelah satu setengah jam para dokter menangani Suzy keluar. Myungsoo menghela nafas, tapi perasaan lega belum mengalir ditubuhnya. Ia berjalan mendekati dokter, begitu juga dengan anggota lain yang langsung menuju ke rumah sakit begitu mendapat kabar dari Myungsoo.

Dokter itu menatap Myungsoo sedih. Tangannya terangat untuk menepuk pundak Myungsoo. Seakan ikut prihatin dengan keadaan yang dialami Myungsoo.

Apa ini?, pikir Myungsoo tidak suka dengan ekspresi yang diberikan dokter itu padanya. Ia tidak memerlukan tepukan di bahu, yang ia butuhkan keadaan istrinya.

“Istri anda selamat, tapi tidak dengan kandungannya. Ia mengalami pendarahan yang cukup parah diusia kehamilan yang baru menginjak satu bulan. Mungkin terlalu banyak pikiran dan terlalu banyak minum wine. Tolong untuk ke depannya perhatikan pola makan istri anda dan kesehatannya. Kami turut prihatin atas kandungannya.” Terang dokter yang berkepala 4 itu. Ia kembali menepuk bahu Myungsoo dua kali, sebelum akhirnya meninggalkan Myungsoo bersama keluarga yang lain.

Apa? Kandungan? Suzy mengandung? Kenapa ia tidak tahu dan menginjak satu bulan? Myungsoo menengadahkan kepalanya dan mendorong pintu ruangan Suzy di rawat secara perlahan. Sedangkan keluarga yang lain memberikan waktu untuk Myungsoo dan memilih pergi ke kantin rumah sakit untuk menenangkan pikiran. Keinginan mereka untuk menimang cucu harus tertunda.

Myungoo duduk di samping ranjang Suzy yang sedang tertidur pulas. Sepertinya rangsang dari obat atau selang-selang yang melekat tubuhnya. Entahlah, ia tidak tahu apa itu. Digenggam tangan Suzy dan bermain dengan jemari Suzy. Memperhatikan jemari dengan seksama. Istrinya memang tidak pernah lupa untuk kesalon setiap minggunnya. Semua kuku-kukunya terawat rapi dan apa ini, seperti luka goresan pisau di jari telunjuknya. Sepertinya luka baru, tetapi ia tidak mengetahuinya. Myungsoo menghela nafas. Seperti ia benar-benar mengacuhkan Suzy beberapa hari ini. Myungsoo kembali dilanda perasaan bersalah. Terlebih lagi dengan kondidi Suzy yang ada di hadapannya sangat berbeda dengan kesehariannya. Tidak ada senyum manis di wajah itu, hanya ada bibir pucat yang mengatup. Tidak ada Suzy yang penuh dengan semangat, hanya ada Suzy yang berbaring lemah. Tidak ada sifat Suzy yang liar, hanya ada Suzy yang berbaring lemah.

Mungkin jika ia tidak terlalu larut dengan urusan kantor, maka pikiran Suzy tidak akan macam-macam dan menuduhnya yang bukan-bukan. Ah, wine. Mulai sekarang ia tidak akan membiarkan Suzy menyentuh minuma itu, apalagi meminumnya. Bagaimana ia tidak bisa tahu bahwa istrinya sedang mengandung? Apa Suzy juga mengetahui hal ini? Sedih? Tentu saja ia sedih. Ia ingin sekali memiliki malaikat kecil sehingga ia memiliki alasan agar Suzy berhenti dari pekerjaannya dan merawat malaikat kecil mereka. Dan terlebih lagi, Suzy hamil di saat istrinya itu sedang tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu. Jika ia sudah terlanjur mengandung, tidak mungkin Suzy mengugurkannya. Pasti tidak.

Baiklah, ini mungkin belum waktunya bagi mereka untuk memiliki anak. Hanya karena kesalah pahaman, semua ini terjadi. Ini pertanda bahwa mereka belum siap untuk menjadi orang tua. Tidak apa-apa, ia akan mencoba untuk lebih bersabar dan dewasa menghadapi Suzy dan melatih istrinya itu untuk bersikap terbuka. Mereka dapat menunggu malaikat yang selanjutnya selagi belajar menjadi orang tua yang baik, kan?

Yang lebih penting, istrinya yang bodoh ini selamat. Itu sudah lebih dari cukup bagi Myungsoo.

*****

            “Kau sudah sadar?’ Myungsoo yang berdiri bersadar di samping jendela dengan tangam dilipat di depan dada berjalan menghampiri suzy. Myungsoo mengenakan pakaian casual. Ia duduk di kursi samping ranjang Suzy yang mengacak-acak rambut istrinya pelan. Suzy hanya mengerjap-erjap heran.

“Be..” Myungsoo mendekatkan telingganya ke arah bibir Suzy agar ia dapat mendengar lebih jelas dan Suzy tak perlu bersusah payah. “Berapa lama aku tidur?”

Myungsoo menarik wajahnya dan tersenyum kecil. “Dua hari dan aku sangat merindukanmu”

“Lalu?” Myungsoo kembali mendekatkan telingganya. “Apa yang terjadi padaku?”

“Aku akan menceritakan semuanya setelah kau agak baikan. Sekarang aku akan memanggil dokter, kau diam disini sebentar, oke?” Suzy hanya mengangguk kecil dan kembali memejamkan kedua matanya.

Tak butuh waktu lama untuk Myungsoo memanggil dokter karena ruangan Suzy berdekatan dengan ruangan dokter yang bertugas merawatnya. Setelah diperiksa sebentar, dokter itu tersenyum puas dan memberi tahu Myungsoo untuk mengikutinya ke ruangan untuk menjelaskan obat-obatan yang perlu dikonsumsi Suzy untuk beberapa hari ke depan. Myungsoo berbalik lalu memberikan tanda untuk menunggunya.

Begitu punggung Myungsoo menghilang, Hyojin dan John muncuk di balik pintu dengan sekeranjang penuh buah-buahan favoritenya. Hyojin tersenyum seraya meletakkan keranjang buah di meja kecil yang sudah tersedia di kamar. Hyojin menarik kursi yang biasanya digunakan Myungsoo dan tangannya dengan terampil membenarkan rambut Suzy, sedangkan John berdiri di belakang Hyojin dengan satu lengan merangkul pundak Hyojin.

Mwoya? Apa yang telah terjadi selama aku tak ada?, pikir Suzy.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Hyojin dengan raut khawatir terpampang jelas di wajah cantiknya.

“Im fine. Kalian berdua bagaimana?”

Hyojin mengernyitkan dahinya. Memang tebakan Suzy tidak pernah meleset. Selalu bisa menebaknya dengar benar. Well, kecuali kasus Myungsoo, mungkin ia telah terlanjur cemburu sehingga tidak menggunakan feelingnya. Hyojin menunduk dan menunjuk ke belakang ke arah John. Ia tersenyum malum-malu dan satu tanganya yang bebas merapikan rambutnya.

“Apa?” John balik bertanya. Hyojin meliriknya tajam, seakan mengerti maksud dari lirikan tajam itu, John mengangguk. “Kami berpacaran” ucap John ringan.

Mulut Suzy sukses menganga lebar. Tidak menyangka dua sahabatnya yang terkesan saling membenci ternyata.. hemm?

“Chukkae. Kapan? Dan.. ba—“ tangan Hyojin terangkat dan menyuruh Suzy untuk tidak lagi berbicara.

“Lebih baik kau jangan berbicara. Aku saja. Dan kau honey” Hyojin memutar badanya dan mengeluarkan senyum termanisnya “Bisakah kau keluar sebentar?”. John berdecak kesal, tetapi tak urung keluar dari ruangan Suzy dirawat.

“Baiklah Bae Suzy, my princess. Aku akan menceritakan sebagian, dan sisanya menjadi urusan suamimu,oke?” Hyojin mengikat rambutnya menjadi satu dan menempatkan posisinya senyaman mungkin. Mu?lai..

“Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi padamu waktu itu, yang jelas kau terlihat pucat. Begitu yang Myungsoo katakan. Kau pucat dan pendarahan, oke? Setelah itu tak sadarkan diri hingga para dokter di sini menanganimu. Tapi.. tugasku di sini bukan bercerita tentang itu, itu urusan Myungsoo. Aku kan menceritakan apa yang aku lihat,oke?”

Hyojin menarik napas “YA! Tidak kah kau sangat beruntung memiliki suami sepertinya? Menungguimu selama 6 hari tanpa absen. Aku ulangi tanpa absen. Dia selalu berada disini menungguimu, bahkan membawa beberapa dokumen yang seharusnya ia kerjakan di kantor malah ia kerjakan disini. Mengadakan pertemuan dengan kliennya di kantin rumah sakit, dan tidak pernah mengeluh. Ia pulang ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian saja, lalu menjagamu setiap malam. Kau tidak lihat matanya yang kurang tidur? Sesekali aku membawakan makan siang untuknya karena makanan di kantin rumah sakit benar-benar buruk. Sangat buruk. If you were him, satu sendok saja tidak kau telan sempurna, dan suamimu itu makan dengan tenang selama ia disini. Pagi-siang-malam. Wahh! Daebak! Appamu benar-benar tidak salah memilih menantu.

Dan Suzy, tidak mungkin ia selingkuh, oke? Enyahkan pikiranmu itu, okey honey?”

Suzy mengangguk pelan. Ada hal yang menganjal di hatinya “Tapi Hyojin-a, dia bilang aku tidur hanya 2 hari”

“Dua hari? Heol~ 2 hari kali 3 maksudnya” ucap Hyojin sekenanya seraya tertawa kecil.

Suzy mengangguk-angguk. “Ah, kau bilang aku pendarahan,kan?”

“Nah, yang itu tanya pada suamimu,oke? Suzy aku harus kembali. Ada mepotretan. Aku akan menghubungimu. Aku tinggal, sendiri tidak apa-apa,kan? Sebentar lai Myungsoo pasti datang.” Hyojin bangkit dari duduknya. Ditunjuk keranjang yang ia bawa. “Dimakan dengan suami tercinta ya? Dari teman tercinta.”

Suzy rasanya ingin tertawa, tetapi perutnya sakit sekali jika bergerak. Dasar temannya yang satu itu! Awas kau. Hyojin berbalik dan melambaikan tangan sebelum menutup pintu kamar.

Suzy menghela nafas. Melamun untuk beberapa menit. Mengingat kembali semua perkataan Hyojin. Yang diucapkan temannya itu benar,kan? Rasanya tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri. Ia tahu benar jika Myungsoo anti dengan makanan rumah sakit, Hyojin tidak mungkin bohong,kan?

Pintu terbuka, Suzy menoleh sedikit untuk melihat siapa yang mebuka pintu kamarnya. Nah, itu dia. Myungsoo berjalan ke arahnya dan duduk di tepi ranjang Suzy. “Kenapa kau tersenyum seperti itu?”

Suzy hanya menggeleng pelan. “Apa yang terjadi padaku?”

Myungsoo menguap sebentar dan menempati kursi yang tadi digunakan Hyojin. Digenggamnya tangan Suzy erat. “Suzy” Myungsoo menarik napas dan melanjutkan “kau keguguran.” Suzy menatap Myungsoo tidak mengerti. Kapan aku hamil? Dan bagaimana bisa? Oh tuhan.

“Usianya baru akan menginjak sebulan. Aku tahu dari dokter yang menanganimu.”

Suzy hanya menunduk dalam diam. Ia tidak tahu apa yang harus dipikirkan. Ia baru saja kehilangan calon anaknya bahkan ia tidak menyadari jika calon anak itu ada dan nyata. Iya memang belum ingin memiliki anak, tetapi jika tidak secara sengaja janin itu tumbuh di rahimnya, apa boleh buat?

“Penyebabnya, terlalu banyak pikiran dan kau minum wine,kan?”

Suzy langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengar alasan kegugurannya. Hanya itu? Wine? Oh God. Sepertinya ia harus mulai berhenti minum. Ia merasa bodoh dan entahlah merasa bersalah juga. Merasa bersalah pada namja yang ada di sampingnya. Yang mengelus jemari serta puncak kepalanya. Tidakkah Myungsoo merasa sedih? Ia melirik Myungsoo dari sudut matanya. Ingin tahu bagaimana ekspresi suaminya. Myungsoo hanya tersenyum kecil dan sesekali menguap. Sepertinya Hyojin benar, ia dapat melihat kantung mata Myungsoo yang berwarna hitam.

Senyum Myungsoo memudar begitu menyadari Suzy tak lagi berbicara. Ia tidak menyalahkan Suzy jadi istrinya itu tak seharusnya merasa bersalah. Suzy sadar pun itu sudah cukup. “Suzy?”

“Mian” ucap Suzy pelan. Sangat pelan sehingga terdengar seperti bisikan.

“Tidak perlu” ucap Myungsoo seraya tersenyum hangat. Dihadapkan kepala Suzy agar melihatnya. Ia ingin agar istrinya itu tidak terus-terusan menyalahkan diri sendiri, karena ia juga salah telah membuat istrinya salah paham. Suzy mempunya pikiran macam-macam hingga jatuh sakit itu pun karena ulahnya. Jika saja ia lebih memperhatikan istrinya sehingga Suzy tidak berfikiran macam-macam, mungkin mereka sekarang sedang berada di ruang TV. Suzy dengan dramanya sedangkan ia dengan dokumen kantornya like usual. Dan untuk masalah wine, ia melarang keras Suzy menyentuh minuman itu. Apa pun alasannya. Ia harus lebih tegas lagi. Harus seperti itu.

“Apanya yang tidak perlu? Jika saja aku menanyakan dulu padamu, aku tidak mungkin sakit,kan?” Suzy mengirup napas kuat-kuat. Bibirnya mulai melengkung ke bawah dan kedua matanya mulai memerah. “Eottoke? Kau seharusnya marah padaku”

Myungsoo menatap Suzy sejenak sebelum akhirnya mendorong dahi Suzy pelan dengan jari telunjuknya “Bodoh. Why should i?” Myungsoo terkekeh pelan melihat ekspresi Suzy yang jengkel. Suzy berdecak pelan lalu tangannya terangkat untuk mengusap dahinya.

“Aku masih sakit, molla?”

“Ah, maaf maaf” Myungsoo merasa bersalah, lalu mengusap-usap dahi Suzy pelan. Suzy terkekeh pelan melihat Myungsoo yang mudah ia bodohi. Suzy sedikit mendongak untuk melihat Myungsoo yang berdiri di hadapannya. Tangannya terangkat untuk menghentikan aktivitas Myungsoo.

“Aku yang minta maaf”

“Hey, untuk apa minta maaf? Tentang keguguran? Bukan kan itu sudah berlalu? Kita harus mengambil pelajaran dari musibah ini. Kau harus mempercayi ucapan suamimu. Jangan berperasangka buruk, kau bisa bertanya padaku kapan pu, mengerti? Dan aku akan mencoba memperhatikanmu lebih.” Myungsoo mengenggam jemari Suzy. “Yang terpenting kau masih ada disisi ku itu lebih dari cukup.”

“See Hee?”

Myungsoo langsung mendorong dahi Suzy untuk kedua kalinya. “Berhenti memikirkan dirimua. Apa yang membuatmu iri padanya,hm?”

“Cantik?”

“You’re the most beautiful girl in my world”

“Sexy?”

“Are you kidding me? It’s you who can make me freezen”

“Pintar? Kau tahu, dia pengacara sedangkan aku?”

Myungso terdiam. Terlihat sedang memikirkan sesuatu. Ia mengusap dagunya berulang kali dan kedua kalisnya bertemu. Suzy menghela napas, ia tahu. “Kau pintar mencuri hatiku”

Suzy tertawa mendengar ucapan Myungsoo. Tangannya refleks memukul lengan suaminya. “Jangan bercanda”

“Aku tidak bercanda.” Myungsoo ikut terkekeh seraya mengusap lengannya, “Hey, kau yakin sedang sakit? Kenapa pukulanmu tetap saja menyakitkan?”

“Kau yang mulai”

“Aku? Aku hanya meminta kejelasan”

“Maka dari itu, jangan cemburu, apalagi pada See Hee. Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu, menegerti?” jelas Myungso sabar. Diusap puncak kepala Suzy pelan.

“Lalu bagaimana dengan anak kita?”

“Mau bagaimana lagi? Kita harus bekerja kerasa setelah kau pulang dari sini” ucap Myungsoo ringan. Suzy siap melayangkan pukulan, untung saja Myungsoo cepat bertindak.

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”

*****

5 tahun kemudian…..

“UMMAAA~” teriakkan nyaring sekaligus cempreng dari seorang anak kecil yang baru saja menginjak usia 4 tahun. Ia telah menjerit memanggil umma-nya, berharap wanita itu menghampirinya dan memberikan roti yang ia minta. Tapi yang keluar bukan seorang wanita, melainkan lelaki yang sibuk dengan koran paginya.

“UMAAA~” teriaknya lagi. Air mata mulai keluar dari pelupuk matanya. Dilepasnya topi yang berbentuk duri-duri berwarna biru dan kaos lengan pendek yang ia kenakan juga berwarna biru serta lambang macan putih bertenger di dada kiri atas. Sama halnya dengan lelaki yang duduk disebelahnya yang masih sibuk dengan korannya. Tapi perbedaanya, sang lelaki tidak memakai topi duri-duri aneh.

Tiba-tiba sebuah topi biru melayang menghempaskan koran itu ke lantai. “APPA~”

“Aish..” lelaki yang dipanggil ‘appa’ itu berdecak kesal. Ia menoleh ke samping dan menyadari bocah kecil itu sudah menangis hebat. “Astaga.” Lelaki itu dengan cepat mengapus air mata si anak dan menggendongnya sedikit menjauh dari keberadaan seseorang. Baru saja ia bangkit dari duduknya, orang yang dimaksudnya sudah datang lengak dengan gadis mungil berumur 2 tahun. Kedua mata wanita itu mendelik ketika melihat putra kesayangannya tengah menangis. Ia dan putrinya juga mengenakan kaos biru yang sama persis. Dan si putri yang digendong juga mengenakan topi duri-duri dengan warna yang senada.

“YA! Kim Myungsoo, kau apakan anakku?” ucap Suzy seraya mengambil topi duri-duri lalu dipukulkannya ke lengan namja yang bernama Myungsoo. Lelaki itu mencoba menghindar.

“Apa? Dia yang menangis sendiri. Aku tidak mengganggunya”

“Hyun Soo sayang, siapa yang nakal?” tanya Suzy seraya mengecup bibirnya pelan.

“Appa~” jawab bocah kecil yg digendong Myungsoo. Mendengar itu, Suzy melanjutkan memukul lengan Myungsoo tanpa balas. Hyun Soo tertawa senang diatas penderitaan ayahnya.

“Apa yang kau tertawakan?” tanya Myungsoo seraya mendorong dahi Hyun Soo. Hyun Soo kembali tertawa.

“YA! Apa yang kau lakukan? Dia anakku!”

“YA! Aku juga ikut membuatnya”

Mereka segera berangkat ke lapangan american football untuk melihat pertandingan antara korean selatan dengan mexico. Walau mereka sudah memasuki tempat duduk penonton, Myungsoo dan Suzy masih saja yang bertengkar dan tak jarang Suzy  mukul lengan Myungsoo agar Hyun Soo tertawa.

“Kenapa harus aku yang jadi korban?” tanya Myungsoo heran.

“Sudahlah, aww dia tertawa lagi” dan Suzy kembali memukul Myungsoo.

Myungsoo dan Suzy bertemu karena Amreican Football sehingga mereka tidak bisa melupakan olahraga yang berarti. Jika saja tidak ada taruhan tentang American Football, mereka mungkin tidak akan pernah bertemu, menikah, saling mencintai, dan memiliki dua anak.

 -THE END-

okeyy.. akhirnya juga ini FF selese /elap keringet/ aku pribadi uda kapok bikin FF dengen genre marriedlife, secara aku belom nikah kan ya? jadi gatau marriedlife itu kyk gmn. well, ternyata susah! Chukkae buat yg berhasil nebak kenapa Suzy pendarahan.
Maaf ya kalo lamaaaaa bgt.  Untuk selanjutnya, pengen buat yang one-shoot ajalah biar gampang dan itu.. ehem bukan marriedlife. Mungkin SMA atau kuliah. SMA mungkin ya? aku jg msh SMA jd gampang(?)
Jangan bosen-bosen baca FF-FFku yang engga jelas ceritanya😦 ancur juga. huaaaa ><
and i hope you happy enough with this ending.
See you next project🙂

98 thoughts on “American Football [part 6] FINAL

  1. Awww so sweet^^
    itu suzy sekali keguguran lgsung 2 anak ye hahaha
    .
    ini keluarga bahagia~
    keren daebak dr awal smpe akhir.
    .
    next ff d.tunggu thor!

  2. myungzy mnjdi kluarga sakinah…mawaddah…warahmah…..
    dtunggu ff slanjutny….
    pngen bgt baca ff myungzy yg nyeritain mrk seorang idol…

  3. Wakakakakakakakakaka
    ngakak deh..hahahahahahahaha
    yeah akhirnya smua berakhir bahagia..yeyeye

    oh ya,ff yg marriage kibum&suzy lanjut jg dong saeng….

  4. 😦 Suzy keguguran, aku turut sedih…😀 aku juga turut bahagia, cz mereka punya anak 2… Uhm, kasihan Myung tuu jadi korban pemukulan buat bikin anaknya ketawa.. Kkekeke, lucu banget ni keluarga.. Di tunggu ff Suzy yang lain, fighting

  5. akhrx stlah 1blan nunggu..part.6 rilis jg horeee
    myungsoo sweet bgt,dwasa mghadapi mslah yg mreka hdapi n suzy jg blajar dr ksalahannx n happy ending dgn 2 anak LOL.pengen deh px suami kya myungsoo.btw thx bgt bwt authorx ffnya Daebak Really2x like it

  6. Akhirnya MyungZy jadi keluarga yg bahagia😀 terimakasih bwt appanya Myungsoo n Suzy yg udah menjodohkan mereka😀
    and thanks author udah buat ff keren.🙂

  7. so sweet banget cerita nya, jadi bener suzy hamil terus keguguran.
    tapi akhir nya myungzy bisa punya anak lagi.
    bener-bener keluarga yang bahagia.

    ditunggu ff myungzy lain nya^^

  8. omegat(?)..
    FF’a daebak pake banget..!!! keren..!! suka banget ma author.,bagus bnget lah..!! MyungZy..uwaaa…:)
    Daebak thor…^^

  9. Ini udah end? seriusan?(=| Wahh kenapa harus kapok thor? FF marriedlife yang kamu bikin tuh udah keren banget(y)
    Aihh keluarga bahagia ini sweeeeeeeeet banget;3
    DAEBAK THOR~ Ditunggu next FFnyaa.. MyungZy yaaa;;)

  10. suka bnget ma part ini…campur aduk sedih,lucu,seneng…
    myungso sweet bnget…bener2 suami idaman..
    gomawo thor ud bikin ff ini..bener2 daebak dri part awal mpe akhir keren bnget..feelnya dapet..
    ditunggu ff lainnya ^^

  11. ending nya keren… 5 tahun berlalu langsung punya anak 2.. wwaaw.. kekeke~~
    Next ff dengan genre apapun tetep di baca kok, thor… hwaiting ya..

  12. akhirnya….. setelah nunggu ini ff sekian lama….
    kerren thor, happy ending lagi, biarpun kalo kata aku alur di part ini agak kecepetan.. mian..
    ditunggu ff myungzy lainnya ^^~

  13. Ternyata cuma kesalahpahaman, Myung..suami yg setia kok😀
    MyungZy balik lgi jdi harmonis🙂
    Makin complete keluarga kecil MyungZy bareng kedua malaikat” kecil MyungZy kekeke
    Happy family😉
    Keep waiting for the next ff ^^

  14. Akhirnya dipost jga ff yg satu ni stlah sekian lama,,…
    Aww so sweet, ending yg benar” diharapkan, gomawo thor ^^
    ditnggu ff berikutnya..

  15. Huaaahhh… akhirnya dipost juga.
    Keluarga Myungzy bahagia banget. Untung suzy dah punya anak lgi stelah tadinya keguguran. Anaknya lucu banget. Mereka ampe pake baju couple gtu. Hihiiiiiiiiiiiii
    Seru banget n myungsoo setia bnget nungguin suzy pas suzy di rmah sakit. Ternyata myungsoo emang gak pernah selingkuh n dia benar2 mencintai suzy istrinya.🙂

  16. Finally berakhir dgn bahagia..senengny😀

    Next ff genreny real life aja chingu hihi kehidupan suzy dan myungsoo sbgai artis..wah pasti seruu..dan berharap mereka bner2 real couple haha

  17. uwaaaah, akhirnya auhthor yg satu ini publish juga😀
    kaget liat” part 6 udah FINAL!!
    keren thor, abis keguguran, 5 taun kemudian udah punya anak dua! gila semangat bener tuh buatnya *apa ini?! hiraukan! kkk~
    ayeeey, happy ending! lala yeye *plak

  18. bagus bagus bagus bangeet FF nya
    5 jempol (?) deh buat author xD
    jangan bosen bosen bkin FF MyungZy min ^^

  19. wahhh akhirnya sdh bs baca endnya ff ini..
    aku nunggu sdh lama, dan meski gitu masih tetap puas sama hasilnya..
    wahh myungzy lgsung py dua anak ya? kyknya setelah suzy keluar drrmh sakit mereka benar2 kerja keras…
    kekekekeke

  20. ceritax bgz thor… ^^

    myungsoo so sweeet abis k suzy…😀

    waaah, ankx myungzy dua… rame tuh…😀

    dtunggu next ff~nya… jgn kapok thor bikin marriedlife… ^o^

  21. Jeongmal mianhe thor, baru comment dan tinggalin jejak. Baru tau part terakhir uda ada. Ceritanya keren. Kasihan suzy sempat keguguran untungnya myungzy bisa punya anak. Wah thor padahal cerita buatan author yg mariage life ceritanya keren dan seru. Oh iya thor ff mariage gimana kelanjutanya? Masih diterusin kan?#berharap masih. Penasaran sama kai. Tp semua terserah author. ^^. Ditunggu ff author lainnya genre apapun. Keep fighting.😀😀😀

  22. Ihiiii!!! bener nih tebakanku… #mengulurkan tangan ke author, minta hadiah (author: kelamaan udah nggak ada) Sorry author
    Wah author milih waktunya langsung di skip ke 5 tahun kemudian, nggak nanggung-nanggung langsung udah punya 2 anak Myungzynya hahaha😀
    Siapa nama anak perempuannya Myungzy, thor? Kan yg laki-laki Hyun soo hehe. Yg perempuan maybeee Hyun ji? (ini nama buat perempuan bisa nggak?)
    Iya pasti susah ngarang cerita yg genre married life gini.. Apalagi kalau belum ngalamin sendiri
    Ok thor apapun genrenya asalkan Suzy (especially Myungzy) main cast-nya, aku pasti baca.. yaaah walaupun seringan telat, udah berapa bulan baru sadar aku belum baca ff ini or itu (padahal liat aja tiap hari) hihi
    Thanks aaaaalot buat ff yg DAEBAKKKK ini 🙂

  23. acungin jempol buat author!
    ending nya keren….

    awalnya sedih wktu suzy keguguran…
    lucu juga pas ngebayangin myunsoo keRS pake sendal spiderman….:D
    sweet.. myungpa krg tidur nungguin suzy 2 hari kali 3 lagi…. myunsoo keren!!!

    endingnya punya anak 2….
    kerja keras bener tuh#senyum evil😀

    author… semangat buat ff myungzy lagi ya….😀

  24. Annyeong… Aku komen di part AF terakhir aja ya… #peace
    Aku baca dari awal hingga akhir..😀
    Aku menyesal banget kenapa aku ga baca ff ini dari awal part 1 AF keluar.
    Padahal setelah dibaca aku suka, feelnya kerasa banget. Suzy cemburu, Myungsoo marah, Suzy sakit, Myungsoo khawatir lalu penyesalannya.
    Plot/alur cerita untuk kisah married life ini, ttg perselingkuhan banyak dipakai. Tapi diberi bumbu keguguran yg membuatnya berbeda. Tapi bacaanya tidak terlalu berat
    Fighting thor… terus berkarya ya..😉
    aku belum baca ff sebelumnya yg lain, mungkin lain waktu..

  25. Wae keren keren. Daebak !! Nae udh bca dari part 1-6. Keren thor. Alur ceritanya keren bngt. Mian bru coment d part ini. Sekalian smuanya ._.v

  26. Mian baru comment di part akhir, as usual keasikan baca, ckkkkkk mian authornim *Bow*
    FF nya unik, lucu, romantis, apa lagi yah. SERU, ngebayangin orang tua myung soo ma suzy yang taruhan american football, omona mereka appa yang aneh😀
    tapi beruntung karena taruhan itu myung soo bisa sama suzy. Hem aku suka myunzy couple, next FF bikin yang married life lagi yah authornim, soalnya lebih dapat feel, sama keromantisannya tuh lebih berasa *mwo?* yah sudah lah itu aja :p

  27. ahahah end nya sosweet masaaaa suzy myungso keren yaa dapet dua akhirnyas hahahah. daebakk eonni kecehh! keep writing! aku tunggu selalu karya2 mu yang lain. laf yuu!!

  28. ahhhhh akhirnya bca smpe akhir juga. seru banget thor . cerita mereka kocak banget . suka dech. maaf ya thor di part part sebelumnya aku gak komen abisnya pengen cepat lanjutannya sih . pokoknya,buat author 2 jempol aku berikan.
    semangat terus ya thor buat fanfic fanfic myungzy lainnya. fighting

  29. yeeeeee happy end akhir’a
    di crita ini konflik’a ga berat2 amat, jln crita nya seruuuu, tpi cemburu2an nya kurang hehrhehehe
    keep writing authorrrrr
    truss brkarya yaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s