NAN NEOMU JOAHAEYO… / One Shoot

recyle

 

 

Title: NAN NEOMU JOAHAEYO

Author: Han HyoMi

Length: One Shoot

Genre: Romance, angst

Casts: Bae Suji

               Lee Joon

               Kim Myungsoo

 

***

 

NOTE: Pernah diposting di Fb dan WP pribadi author dengan judul dan casts yang berbeda.

 

***

 

 

 

< Bae Suji POV >

 

“tidak bisakah kau merubahnya Suji-ya!” Ucap Lee Joon geram sambil menatap ku tajam. Aku diam dan hanya terus memandang sepasang muda mudi yang sedang ber ice skating ria didepanku. Tiba-tiba gadisnya terjatuh dan dengan tersenyum kekasihnya membantu gadis beruntung itu untuk berdiri.

 

“Suji-ya! Apa kau tidak mendengarku?!” desis Lee Joon lagi. Membawa ku pada kenyataan dan kembali menghadapi sendiri kisah cinta yang tentu saja tidak seberuntung sepasang kekasih yang sedang ku amati itu.

 

“ne aku mendengar mu Joonie oppa” perlahan aku balas menatapnya. Ah mata itu, mata itu….

 

Terlihat sangat kecewa!

 

Dengan cepat aku mengalihkan pandanganku. Kali ini aku memandang langit malam dengan gelisah.

 

“lalu? Mengapa tidak kau jawab pertanyaanku?” kejarnya

 

“ani…aku rasa…aku…” ucapanku terhenti, lidahku kelu

 

“aku tidak bisa merubahnya. Mianhaeyo… Aku tidak punya pilihan” tukasku setelah menguatkan hati.

 

“mwoya? Tidak bisa? Jeongmal??” nada putus asanya membuat dadaku sesak. Aku diam. Hatiku sakit

 

“apakah kau benar-benar tidak bisa merubahnya Suji-ya? Lalu apa arti dari kebersamaan kita selama ini? Apa tidak ada artinya bagimu?!” suaranya semakin meninggi.

 

“apa tidak ada artinya sama sekali?! Suji-ya! Tatap aku!! Dan jawab!!” serunya semakin kesal sambil menarik bahuku dengan kasar  agar menatapnya. Sekilas kulihat sepasang muda-mudi tadi. Sekarang berbalik mereka yang melihat kearahku dan Lee Joon.

 

“lepaskan aku oppa!” tepisku tapi cengkramannya sangat kuat di bahuku. Mau tidak mau aku terpaksa menatap kembali sepasang mata yang ingin aku hindari. Dan kali ini tatapan kecewa yang aku lihat tadi telah berganti dengan mendung, yang siap untuk turun dan jatuh diwajah namja yang sebenarnya sangat aku cintai itu.

 

“mianhaeyo…seandainya saja aku bisa merubahnya” bisikku sambil menundukkan kepala. Pertahananku runtuh. Aku menangis tanpa suara.

 

“baiklah kalau begitu uri kkeutnata!” geramnya. Perlahan dia melepaskan cengkramannya dipundakku dan dengan kasar menghapus butiran air mata yang menetes di pipinya lalu bangkit meninggalkan ku yang juga sama terlukanya dengan dia.

 

Meskipun sebelumnya aku sudah menguatkan hati jika harus mendengar kalimat berpisah itu, tapi tetap saja hatiku sangat sakit saat mendengarnya keluar dari bibir Lee Joon oppa.

 

“Bae Suji..” tiba-tiba tanpa menoleh kearahku Lee Joon menghentikan langkahnya “sebaiknya, kita jangan bertemu lagi. Karena melihatmu akan sangat menyakitkan bagiku!” bergetar penuh emosi dia mengatakannya, kemudian dengan tergesa meninggalkan ku dan tanpa menoleh lagi.

 

Aku memandang punggungnya hingga menghilang diantara gelap malam. Aku menangis, susah payah kutahan isakanku yang semakin tak tertahan hingga akhirnya pecah. Sepasang kekasih yang tadi asik bermain ice skating kini menatapku dengan penuh rasa kasihan. Aku tidak perduli! Aku menangis semakin keras, menangis untuk cinta ku yang baru saja kulepaskan…..

 

 

***

 

 

-Di Jalanan Kota Seoul yang Dingin-

 

Aku berjalan seperti orang linglung, menyusuri jalanan kota Seoul yang dingin. Tak kuperdulikan butiran salju yang mulai turun. Hampa. Itu yang aku rasakan. Hubunganku dengan Lee Joon yang sudah terjalin hampir dua tahun ini akhirnya harus berakhir. Aku masih tidak percaya atas apa yang baru saja terjadi.

 

“Ah…kau menangis lagi Suji-ya. Bukan kah ini semua salahmu? Ini kan yang kau mau? Kau yang menghancurkan segalanya” gumamku pada diri sendiri dan mengusap lelehan air mata yang menetes. Gigiku gemeletuk menahan dingin. Omona.. aku lupa syal dan sweater ku, pasti tadi aku meninggalkannya di bangku taman. Fikirku sambil menepuk dahi.

 

“Suji-ah…” seseorang menyentuh bahuku dari belakang.

 

“kau bisa membeku kalau terus berjalan di udara sedingin ini tanpa sweater dan syal mu” sambil memasangkan sweater dan syal di leherku namja itu tersenyum dengan sangat manis.

 

“Myungsoo oppa? Bagaimana kau bisa menemukan sweater dan jaketku?” heranku. Aishh…kenapa aku harus bertemu dia? Rutukku dalam hati.

 

Namja yang kupanggil Myungsoo oppa itu kembali tersenyum.

 

“Karena aku adalah malaikat pelindungmu Suji-ah, makanya aku datang untuk menyelamatkan mu supaya tidak membeku” cengiran konyol yang seperti biasa terlihat lagi di wajah tampannya.

 

Aku terpana. Sedetik kemudian aku tersadar..

 

“gomawo oppa, tapi aku harus buru-buru pergi, ada yang harus kulakukan sekarang” tergesa aku berusaha berjalan lebih cepat hampir berlari meninggalkannya. Aku benar-benar belum siap bertemu dia. Apalagi di saat seperti ini.

 

“Suji-ah! Tunggu!”

 

GREBB!!…

 

namun aku kalah cepat darinya. Myungsoo oppa menarik tanganku dan membawaku dalam pelukannya. Cengiran konyolnya hilang.

 

“Myungsoo oppa! apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” aku berusaha melepaskan diri dari pelukannya, namun dia justru semakin erat memelukku.

 

“Suji ah, aku tau saat ini kau sedang terluka. Bersandarlah padaku. Kau bisa bersandar padaku” bisiknya lembut

 

Aku terdiam. Air mataku kembali menetes lebih deras. Dan ya Tuhan…pelukan namja ini sangat hangat. Seperti matahari pagi yang datang setelah badai. Dia memelukku lama, tanpa ku tahu tetesan air mata juga jatuh di pipinya. Dia menangis untukku.

 

Mungkin tidak apa-apa jika aku membiarkan diriku berada didekapannya saat ini. Bersandar padanya, seperti yang ia tawarkan. Mungkin aku memang sangat egois, ya aku memang egois! Dan aku mulai membenci diriku sendiri.

 

Perlahan aku memejamkan mata dalam pelukannya….

 

 

 

< Kim Myungsoo POV >

 

Aku memeluknya erat, aku bisa merasakan betapa rapuhnya dia sekarang. Tanpa sadar tetesan air mata jatuh dipipiku. Tuhan…betapa aku sangat mencintai yeoja yang umurnya dua tahun dibawahku ini. Kejadian yang tanpa sengaja aku lihat tadi kembali berputar dikepalaku…

 

 

 

*flash back*

 

“lepaskan aku oppa!” sebuah suara yang aku kenal terdengar saat aku berjalan melintasi taman.

 

“seperti suara Suji?” gumamku sambil mencari arah datangnya suara itu. Tak lama aku mendapati Suji yang sedang bersama Lee Joon hyung duduk di kursi taman, dipinggiran area ice skating. Dari jauh aku melihat sepupuku, Lee Joon hyung yang sedang mencengkram bahu Suji. Dan yeoja itu terlihat berusaha melepaskan diri dengan sia-sia.

 

Kemudian Suji berkata sesuatu yang tidak dapat kudengar dengan jelas, sambil menundukkan kepalanya.

 

“baiklah kalau begitu, uri kkeutnata!” geram Lee Joon hyung.

 

Mwo???! Benarkah yang di ucapkan hyung barusan? Aku tidak salah dengarkan? Aku membesarkan kedua mataku terkejut!

“Mereka…mereka putus?? Hyung memutuskan hubungannya dengan Suji?? Jeongmal??! Tapi kenapa? Apa karena aku??

 

Kembali aku teringat apa yang terjadi beberapa malam yang lalu. Dalam keadaan mabuk, dengan bodohnya aku mengakui perasaanku terhadap yeoja chingunya dan Lee Joon hyung yang meninggalkan ku di tempat minum dengan sangat marah, setelah mendaratkan beberapa tinjunya di wajah dan perutku. Ya, aku memang pantas mendapatkannya, seorang dongsaeng yang tidak tau diri.

 

Dan sekarang aku merasa sangat bersalah, entah mengapa aku yakin ini semua ada hubungannya dengan apa yang terjadi malam itu.

 

Aku memandang Suji dengan sedih. Sungguh betapa aku sangat ingin memeluknya, hatiku sakit melihatnya menangis seperti itu. Disini, ditempatku yang gelap. Aku ikut menangis bersamanya.

 

*flashback end*

 

Tanpa sepengetahuan Suji, aku menyeka sisa-sisa air mata. Dan kembali memasang wajah konyol dan ceriaku lagi.

 

“Suji ah, ayo kita pergi ke taman hiburan”

 

“eh? Taman hiburan? Tapi…..”

 

“aisss…tidak pakai tapi. Kkaja!” potong ku tak sabar menarik tangannya sambil tersenyum lebar.

 

***

 

 

-Di taman hiburan-

 

<Bae Suji POV>

 

Kami menaiki hampir semua wahana yang ada ditaman hiburan ini. Myungsoo oppa terus menarik tanganku dan sering kali tingkah konyolnya membuatku tertawa. Seperti sekarang, dia sedang bertengkar dengan seorang anak kecil yang aku kira umurnya tidak lebih dari 10 tahun.

Dan taukah anda apa yang dilakukannya? Dia merebut kuda-kudaan koin yang sedang dinaiki oleh anak itu! Omona! Ckckck….

Sambil tertawa aku menarik Myungsoo oppa yang sedang bergaya seperti koboi untuk turun, menyeretnya pergi sebelum ibu anak yang mulai menangis itu datang.

 

<Kim Myungsoo POV>

 

Aku menatapnya tertawa tanpa berkedip, aku suka melihatnya tertawa seperti ini. Setiap kali bersamanya, rasanya aku bisa melupakan semua masalahku. Bahkan aku lupa bahwa yeoja ini adalah kekasih saudara sepupuku, dan mungkin saja sekarang akulah penyebab mereka berpisah.

Tapi sekarang aku tidak perduli, ya, aku tidak perduli! Meskipun aku terlihat seperti orang jahat sekarang. Asalkan aku bisa terus bersama yeoja ini, aku tidak perduli.

Perlahan aku meraih jemarinya dalam genggamanku sambil terus menatapnya. Tawanya terhenti.

 

“oppa? Waeyo?”

 

“Suji ah… nawa hamkke yeongwonhi” ucapku sungguh-sungguh

 

“mwoya?” dia terkejut

 

“nawa hamkke yeongwonhi, tinggallah bersamaku selamanya. Nan neomu joahaeyo, saranghaeyo… neo ttaemunae, nan michyeo gagoisseo. Karena kau, aku hampir gila Suji ah. Ya aku gila! Karena aku berani mencintai yeoja chingu saudara sepupuku sendiri!” dengan mata berkaca-kaca aku menatapnya, aku ingin dia tau semua yang aku rasakan padanya selama ini.

 

 

<Bae Suji POV>

 

Aku membeku. Memandang kosong namja yang menatapku dengan matanya yang berkaca-kaca. Aku sudah tau perasaannya padaku. Di suatu malam aku menyaksikannya dipukuli Lee Joon. Aku juga sempat mendengar pengakuan cintanya padaku, yang membuatku sangat terkejut. Aku merasa sangat bersalah juga bersedih atas apa yang terjadi diantara dua orang yang bersaudara itu. Aku tidak ingin menjadi penyebab rusaknya persaudaraan mereka. Itu sebabnya aku bertekad memutuskan untuk meninggalkan mereka. Keputusan yang sangat berat, dan menyakitkan. Semuanya mungkin akan lebih sederhana jika seandainya saja aku tidak jatuh cinta pada Myungsoo oppa. Ya, aku mencintainya. Mencintai Kim Myungsoo! Tapi aku tidak ingin serakah, aku ingin melepaskan semuanya, hubungan ku dengan Lee Joon juga perasaanku pada Myungsoo. Aku akan menghukum diriku sendiri dengan tidak bersama satupun diantara mereka. Dan sekarang aku akan berusaha menjelaskannya pada Myungsoo oppa, namun…

 

Cup!

 

Tiba-tiba aku terkejut, dan tersadar dari fikiranku sendiri ketika kurasakan hangat dan basahnya bibir Myungsoo oppa di bibirku.

 

Dia menciumku!!

 

Aku ingin mendorongnya, menghentikannya, dan memintanya untuk berhenti mencintaiku. Tapi justru yang aku lakukan adalah, membiarkannya bahkan membalas ciumannya! Seluruh persendianku terasa lemas tak bertenaga.

 

Hingga….

 

TARR!! ARGHHHH..!!!!

 

Suara letusan senjata api yang sangat keras dan teriakan kesakitan Myungsoo oppa yang memilukan kudengar. Nanar ku lihat tubuh namja itu roboh ketanah dengan berlumuran darah, dan jerit ketakutan para pengunjung taman hiburan memekakkan telingaku.

 

Samar, dengan bergetar aku melihat seorang namja berdiri lima meter di depanku dengan wajah penuh amarah dan kebencian menatapku. Ditangannya teracung pistol dengan sedikit asap putih mengepul. Aku mengenalinya…..dia…

 

TARR!! ARGHHH…!!!

 

Letusan yang kedua kembali terdengar bersamaan dengan teriakan kesakitanku. Tubuhku limbung, dan semuanya menjadi gelap….

 

 

<Lee Joon POV>

 

Aku melihat mereka tertawa bersama, hatiku sakit. Hingga ku lihat sepupuku Kim Myungsoo, mencium Suji. Mantan yeojaku yang masih sangat aku cintai. Aku kehilangan kendali, bukankah dia mengatakan padaku bahwa dia akan melepaskan kami, baik aku maupun Myungsoo? tapi mengapa? Apa yang aku lihat sekarang? Suji membiarkan dirinya dicium oleh Myungsoo?! amarah menguasaiku. Yang ada hanya kebencian….

 

 

Aku jatuh terduduk melihat tubuh sepupu dan yeoja terkasihku itu tertelungkup ditanah tanpa bergerak.

 

Tidak, aku tidak akan membiarkan mereka bersama, sekalipun di akhirat!!

 

Perlahan, kuarahkan dinginnya moncong pistol kepelipisku.

 

Sambil memejamkan mata kutarik pelatuknya…..

 

TARRR!!!……

 

 

<Author POV>

 

Untuk ketiga kalinya pistol kecil itu memuntahkan isinya, bersamaan dengan robohnya tubuh Lee Joon…..

 

 

 

 

 

_ END_

 

 

 

 

 

39 thoughts on “NAN NEOMU JOAHAEYO… / One Shoot

  1. hah? *shock
    ketiga tokoh semua nya meninggal?
    ckckck… cinta yang tragis..
    FF yang lainnya di tunggu ya, thor..😀

  2. melongo gaje .
    Sad ending karna ke 3 tokoh kagak ada yg bahagia walau MyungZy saling mencintai . Aigoo joon oppa kenapa kau tidak bersama ku aja *lol . Biarkan MyungZy bersatu . Ditunggu ff lain’y

  3. Aaa, ini tragis banget thoor😦
    Lee Joon jahat banget, walaupun dia suka sama suzy harusnya dia bisa menglah doong huhu😦

  4. gomawo comment”nya🙂

    Cuman perlu dilurusin, ff ini gak ada hubungannya dengan mv it’s war nya MBLAQ. Karena ff ini sudah aku tulis dan aku post di fb & wp pribadiku dgn casts yg beda jauh sebelum mv it’s war ada. Tahun 2011 kalau gak salah.

    Yg bilang mirip drakor memories of bali, nah itu baru bener. Karena ak emang terinspirasi drama itu plus lagu tell me goodbye nya Bigbang sama mv Y nya MBLAQ

  5. Hua

    Sad End

    T_______T #tabok author with G.O Oppa #plak

    OMO eon, knpa sad ending #hiks

    Di tngu FF slnjt’Y

    Fighting

    #MyungSooJiNext😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s