GUARDIAN ANGEL/ FF / Part 5 (END)

GA 5 

 

Author: Han Hyomi

Genre: fiction, romance

length: Chaptered

casts:

  • Bae suji
  • choi minho
  • kim myungsoo
  • choi Jinri

 

Supporting cast:

  • Jung Byunghee (G.O mblaq)

 

 

 

 

The casts are not mine but the story line is!

 

 

[Seoul, Maret 2013]

 

*Bae Suji POV*

 

Aku masih membisu tanpa tau apa yang harus aku katakan. Pengakuan Myungsoo benar-benar membuatku terkejut. Apa yang sebenarnya telah namja ini lakukan untukku? Sebegitu besarkah rasa cintanya padaku hingga ia rela mengorbankan dirinya sendiri? Bagaimana bisa?

“oppa…nan…” namja malaikat itu tersenyum dan menggeleng pelan

“kau tak perlu berkata apa-apa Suji-ah. Kau tak perlu berterima kasih, apalagi merasa bersalah atas semua yang sudah aku lakukan”

“oppa…nan… ak-“ aku tergugu, menatap jernih sepasang mata tajamnya. Ada ketulusan disana, hatiku bergetar dan entah kenapa aku seakan bisa merasakan semua rasa perih yang ia alami selama ini. Menemani yeoja yang ia cintai menjaga namja lain yang yeoja itu cintai, jelas bukanlah hal yang mudah. Perlahan kurasakan butiran air mata menuruni kedua pipiku

“dan kau juga tidak perlu membalas perasaanku, cukup kau mengetahuinya saja, sudah membuatku puas.” Myungsoo oppa menjulurkan jemarinya, mengusap air mataku dan lalu mengacak puncak kepalaku lembut. Kembali bibir tipis itu mengukir senyum yang justru membuat hatiku semakin perih.

“Aku pergi dulu” dan dalam sekejap mata setelah mengucapkan tiga kata tersebut namja itu pergi, menghilang begitu saja tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara. Kepalaku menengadah kearah langit, mencoba menghentikan laju cairan bening yang mengaburkan pandanganku.

“aku rasa….

… aku juga mencintaimu… Myungsoo oppa…”

Bisikku lirih pada angin. Kalimat itu meluncur bagai air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Ya, tanpa aku sadari. Hatiku telah berpindah kepada namja itu.

Aku jatuh terduduk menatap gundukan makam berukirkan namaku itu. Kutekan dadaku kuat berusaha meredakan semua rasa nyeri.

***

*Kim Myungsoo POV*

Deru angin menerpa begitu kencang meski tak akan sanggup membuatku menggigil kedinginan. Kulempar pandanganku kearah kerlip lampu kota Seoul yang berwarna-warni, terlihat sangat indah dari tempatku berada kini. Sebuah gedung pencakar langit di pusat kota.

Peristiwa sore tadi terus berkelebat dalam memori otakku. Terutama wajah terkejut Suji dan ekspresi tak percayanya. Tapi aku sangat lega telah mengungkapkan semua itu padanya.

“Myungsoo-ah!” Sebuah suara membuyarkan bayang wajah Suji. Kualihkan tatapanku kearah suara lembut berwibawa itu datang,

“Byunghee hyung, kau disini?” ucapku pada namja tampan dengan rambut perak cemerlang yang entah sejak kapan telah berdiri dibelakangku

“ya, kau kira apa yang harus aku lakukan setelah kau menyelesaikan misimu?” namja itu tersenyum tipis. Aku hanya mendesah dan kembali menatap gemerlap lampu nun jauh dibawah sana. Dari sudut mataku, kurasakan Byunghee hyung kini berdiri disebelahku

“berapa lama waktu yang tersisa untukku hyung?”

“kenapa kau tak berusaha mendapatkan tanggapan yeoja itu atas perasaan dan pengorbananmu selama ini Myungsoo-ah?” bukannya menjawab namun namja yang bertugas sebagai malaikat pengatur waktu kematian itu justru balik bertanya

“hyung…” Byunghee hyung kembali tersenyum tipis, jemarinya menepuk pundakku pelan.

“hilangkan keraguan dan semua ketakutanmu Myungsoo, waktumu hampir habis. Apa kau tak penasaran?”

“bagiku cukup Suji mengetahui semuanya, aku sudah merasa puas dan lega hyung. Lagipula, aku tau ia masih mencintai Choi Minho”

“baiklah. Namun ingat tidak ada yang pernah mengetahui rencana langit. Bersiaplah, besok ketika matahari terbit, adalah saat terakhir bagimu. Tangga langit akan terbuka dan tentunya kau sudah mengetahui, sekali kau menaikinya kau tidak akan pernah bisa kembali lagi” kembali kurasakan tepukan halus dari Byunghee hyung dipundakku.

“ne, hyung…” namja dengan rambut perak cemerlang itu tersenyum dan kemudian menghilang bersama angin.

***

[Tangga langit, Januari 2009]

 

*Author POV*

 

“Kim Myungsoo-sshi, aku Jung Byunghee malaikat pengatur kematian. Karena kematianmu terjadi disaat yang bukan seharusnya, Langit memberikan pilihan bagimu” malaikat tampan dengan rambut keperakan yang menyilaukan itu menatap lurus kearah Myungsoo

“pilihan?”

“ne. Kau bisa memilih untuk langsung menaiki tangga ini menuju langit dan tidak akan pernah bisa kembali lagi, atau…”

“atau apa?” kejar Myungsoo

“kau bisa menjadi guardian angel bagi gadis itu. Menjaga dan menunggu hingga saat kematian menjemputnya, lalu kau bisa menyampaikan perasaanmu yang tak tersampaikan selama kau hidup padanya”

“benarkah aku bisa melakukan itu?” Myungsoo tak dapat menyembunyikan nada antusias dalam suaranya

“ya, namun begitu kau menyelesaikan misimu itu. Tangga langit akan kembali terbuka bagimu dan saat itu tiba, kau tak bisa lagi menundanya”

“baiklah, aku akan memilih menjadi guardian angel baginya” Myungsoo mengangguk setuju dan seketika itu tangga langit kembali tertutup.

***

 

[Seoul, Maret 2013]

 

*Bae Suji POV*

 

Untuk kesekian kalinya aku mendatangi bukit kecil ini, tempat favorit namja malaikat itu. Namun ia tak juga kunjung kutemukan. Sejak pertemuan terakhir kami dimakam ku tiga hari yang lalu, aku tak lagi bertemu dengannya. Dan selama tiga hari ini juga aku benar-benar lupa akan Minho oppa, isi kepalaku dipenuhi oleh namja itu, Kim Myungsoo. Aku mencarinya kesana kemari. Mulai dari hutan lebat yang sering kami datangi hingga sudut-sudut teramai kota Seoul yang rutin kami jelajahi. Namun ia tetap tak ada, hilang lenyap bagai tertelan bumi.

Aku duduk bersandar pada sebatang pohon Cherry yang penuh dengan bunga-bunga pink nya yang indah. Kupeluk kedua lututku. Sebutir cairan bening mengalir dari mataku.

“Myungsoo oppa, jigeummeun neo oddiseo?” lirihku sambil memejamkan mata

“dia sudah pergi” sebuah suara membuat kedua mataku kembali terbuka

“Byunghee-sunbae…”

“Myungsoo telah kembali ke langit, misinya di dunia ini telah berakhir Suzy-sshi” Jung Byunghee sunbae menatapku lurus

“M-Mwo?!” aku tergagap menatap namja tampan yang berdiri lima meter dari ku itu. Berkas sinar matahari sore yang menimpa rambut peraknya membuat wajah tampannya semakin berpendar

“misi?”

“ya, misinya adalah menjaga dan mengungkapkan perasaannya padamu yang tak pernah bisa ia ungkapkan selama ia hidup” pelan dan datar penjelasan dari Byunghee-sunbae, namun mampu membuat lututku lemas. Aku kembali terduduk dengan lutut menekuk. Serasa ada yang dicabut dengan paksa dari rongga dadaku. Meninggalkan lubang besar menganga. Hampa…dan entah sejak kapan, saat aku menyadari pipiku telah kembali bersimbah air mata, Jung Byunghee-sunbae telah menghilang.

“Byunghee-sunbae… Byunghee-sunbae…. Sunbae!!” pekik ku berulang kali berharap ia kembali muncul dan menjelaskan bahwa semua tidak benar-benar terjadi. Bahwa Myungsoo oppa akan kembali padaku.

***

 

[Seoul, April 2013]

*Choi Minho POV*

Kugenggam erat boneka pororo besar seukuran bayi itu. Kulipat tubuhku dalam posisi berlutut didepan nisan batu kokoh dihadapanku saat ini. Perlahan, kubelai lembut dengan jemari tangan kananku yang bebas deretan tulisan yang tercetak disana

Bae Suji

10 Oktober 1994 – 10 Oktober 2010

“Suji-ah… apa kabarmu?” aku tersenyum miris dan sekali lagi menyapukan jemari tanganku pada deretan tanggal yang tertera disana. “ Aku harap kau bahagia disana. Mianhae…” lanjutku dan diakhiri dengan hembusan nafas berat setelah mengucapkan kata terakhir.

“aku rasa… aku mulai menyukai sahabatmu itu. Hidup terus berjalan, aku sadar sekarang aku tak seharusnya berharap kau bisa kembali. Kau tak keberatan kan Suji-ah? Jika aku memintanya berada disisiku? Beristirahatlah dengan tenang disana…” kemudian kuletakkan boneka pororo kesayangan Suji di samping nisannya.

“selamanya, kau akan selalu punya tempat istimewa dihatiku. Maaf jika baru saat ini aku bisa melepaskan mu. Saranghaeyo… haengbhokhaseyo. Annyeong.. nae sarangie. Bae Suji…”

sebutir air mata jatuh dipipiku. Senyuman tulus ku lemparkan kearah langit, berharap Suji bisa melihatku saat ini.

*Bae Suji POV*

Aku tersenyum manis pada namja bermata besar itu, meski aku tau ia tak akan bisa melihatnya. “Gomawoyeo oppa… semoga kau berbahagia” aku merasa sangat lega melihatnya kini bisa kembali tersenyum.

***

 

[Seoul, 16 Oktober 2010]

 

Namja itu masih berada dalam posisi yang sama sejak matahari mulai menampakkan sinarnya, hingga kini saat sang raja siang itu kembali ke peraduannya. Duduk dengan tatapan kosong, mata besarnya yang indah nampak sembab dan memerah, aku hanya mampu menatapnya dengan perasaan hancur.

“mianhae oppa… andai ada yang bisa aku lakukan untuk mengembalikan kebahagianmu. Mianhae…” gumamku dan untuk kesekian kalinya berusaha menggapai wajahnya yang kembali basah oleh rembesan air bening yang berasal dari mata besarnya yang tadinya selalu penuh cahaya. Tapi kini cahaya itu hilang, karena diriku…

“Bae Suji-sshi…” sebuah suara lembut penuh wibawa tiba-tiba menghentikan gerakan tanganku yang tak lagi bisa menyentuh namja tampan itu. Entah darimana datangnya, seorang namja tampan dengan rambut perak yang berkilat menyilaukan kini telah berdiri didepanku

“nuguseyeo? Kau bisa melihatku?”

“tentu saja. Perkenalkan aku Jung Byunghee, malaikat kematian…”

Esoknya…

Berkat bantuan Jung Byunghee si malaikat kematian yang kemarin menemuiku, kini aku bisa meminjam sebentar raga seorang penjaga warnet yang tadinya tertidur.

Jemariku berpindah dengan lincahnya pada keyboard komputer, mengirimkan sebuah pesan pada sahabatku, Choi jinri.

“Jinri-ya…dowajuseyo…” gumamku sambil memperhatikan e-mail yang kini telah aman terkirim.

“Saatnya keluar dari raga itu Suji-sshi…” Seorang namja yang sangat tampan tiba-tiba telah berdiri sangat dekat denganku. Ia duduk dimeja komputer yang ada dihadapanku. Mata hitamnya yang tajam mengingatkan ku pada sepasang mata elang.

“nu…”

“perkenalkan, aku Kim Myungsoo…” potongnya sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku.

***

[Seoul, April 2013]

*Bae Suji POV*

Tempat yang kudatangi kini membuatku begitu tercengang. Segala keindahan dan keajaiban yang tak terbayangkan terhampar jelas didepan kedua mataku. Sungai-sungai yang mengalirkan madu dan susu salah satu contohnya.

Aku melangkahkan kaki dengan penuh ketakjuban. Hingga disebuah gunung tinggi yang memutih oleh salju yang anehnya sama sekali tak dingin dan juga sama sekali tak perlu menguras tenaga untuk sampai ke puncaknya langkahku terhenti.

Seorang namja yang duduk membelakangiku menarik perhatianku. Perlahan, entah dorongan dari mana aku berjalan mendekatinya. Ketika jarak ku telah semakin dekat dengan dirinya, namja dengan pakaian serba putih itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum lebar kearahku. Senyum itu, senyum yang sangat aku rindukan.

“selamat datang di keabadian, Suzy-ah…”

Ucapnya lalu kedua lengan kokohnya membuka, mengundangku untuk masuk dalam dekapannya. Segera, kulempar tubuhku dalam dekapan hangat namja tampan itu

“mianhae telah membuatmu lama menunggu, Myungsoo oppa…”

***

Oh can you hear my heart? The whispers that linger on my lips
Even the stars in the sky have hushed as they shine on us

Now make a wish that this moment will feel like eternity
Even the flowers in the meadow keep their fragrance in and embrace us
Love blows our way as we lean against the sunlight
I see you and we lock eyes underneath the same sky

Stop for a moment and although there are no words
My heart is overwhelmed, tears rise up
I want to be with you together, just like now

Can you feel the longing in the collar?
Even if it scatters in the wind, it comes back again

Even when I close my eyes, I can find you
The clouds are jealous, even if they cover you, I can see you

Love blows our way as we lean against the sunlight
I see you and we lock eyes underneath the same sky

Stop for a moment and although there are no words
My heart is overwhelmed, tears rise up because we’re together
I breath in you and the longing stops
I call out to you, I shout out to the world
That I love you like this
I want to stop time and always stay like this
Not a memory, not a recollection but our love is right now

 

[Lee Ji Young-Love is Blowing *OST. Gu Family Book*]

[END]

Annnyeong…..ada yang masih ingat sama FF abal-abal ini? Yang akhirnya dengan susah payah, berhasil saya selesaikan lengkap dengan semua ke-gajean dan ke-anehan nya.

Mianhae…karena butuh waktu lumayan lama hanya untuk menyelesaikan ending yang menurut saya super aneh T___T mianhae… udah bikin reader-deul yang ngikutin FF aneh ini nunggu lama. Biasa, writer block dan minder akut menyerang. Tapi demi reader-deul, yang semoga aja masih ingat sama cerita FF ini saya berusaha nyelesaiin dengan ending yang ala kadarnya T_T

Akhir kata, mianhae…. *bow* dan semoga gak ngebingungin. Oh iya, suami saya yang tercinta numpang nyelip ya di part ending ini xD *tunjuk bang G.O*

RCL please ~~

_Zhi_

38 thoughts on “GUARDIAN ANGEL/ FF / Part 5 (END)

  1. Woahhh, lama bgt nunggu FF ini mncull. Masiiihhh ingat dong thor🙂
    Syukurlah MyungZy tetap jadi😉
    Ayoo thor ditunggu FF MyungZy lainnya😉

  2. Happy ending . Dikira sad ending cz Myung udah pergi ninggalin suzy karna misi ‘y tapi sekarang MyungZy bersatu selama’y . Ditunggu FF Suzy yang lain’y . Fighting chingu !!!

  3. Wah… Akhirnya sama myungsoo… Akhirnyaaaaa….. Setelah nunggu sekian lama muncul jga.. Ditunggu next suzy ff nya..

  4. huaaaa end nya myungzy yey…nyesek sih awal bcanya.tp lega krna ahirnya myungzy bersatu.d tunggu ff lainnyq

  5. Keren banget thor ending nya meskipun harus nunggu lama banget buat ending ini, tapi ternyata penantian aku gak sia2 ne ^^
    Terus berkarya yah thor, ditunggu ff MyungZy dan MinZy lain nya🙂

  6. Finally, myungsoo nd suzy bersatu di langit d keabadian… :O
    Aq pny 3 pesan nich thor…
    Pertama, mksih bgt bwt author yg udh nyelesein ff ini…
    Kedua, cerita dlm ff ini bgus thor… ^^
    Ketiga, bikin ff myungzy lge ya thooor… ^^

    Tuh lagux gu family book, bgz lagux… ^^

  7. Kyaaaaaaa….. endingnya kereeeennn.. Myungzy JJang!!!! Krain bkal sadending.. kkkkk.. good job thor… ^_^

  8. Suka suka suka
    Next buat ff myungzy lg yaaa klw bs yg romatis, buat cas minzy jg blh thor hehe
    Pokokny ffnya author slalu ditunggu deh…jgn lama” lg ya post ffnya, terutama yg american football lekas dilanjutkan ya thor🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s