American Football [part 2]

Title : American Football
Author : Ananda Yunne
Genre : Romance, marriedlife
Length : Chapter (short chapter)
Main Cast :
* Bae Suzy ( MISS A )
* Kim Myungsoo ( INFINITE )

Annyeong.. like my promise. i made it fast. Happy reading. and those silent readers will kill you if we meet. >< RCL~

Author’s POV

Myungsoo sedang membaca berkas-berkas untuk kasus selanjutnya, sedangkan Suzy menikmati kopi yang ia buat, ia juga membuatkan secangkir untuk Myungsoo yang diletakkan di meja tepat di depan Myungsoo. Suzy tidak tahu harus melakukan apa, sebagai seorang model ia tidak perlu membaca setumpuk berkas, membuat laporan atau semacamnya.

Myungsoo mengenakan kaos santai berwarna hitam polos dan celana pendek selutut, sementara Suzy kaos Vneck dan celana panjang santai.

Myungsoo menghela nafas, dan memijit pelipisnya. Ia benci jika harus menangani kasus percemaran nama baik. Menurutnya ini terlalu drama. ia lebih suka dengan kasus pembunuhan. Kerena lebih seru dan menantang. Ini melelahkan. Myungsoo mengaruk tengkuknya dan tangannya terulur untuk mengambil cangkir kopi yang tak lagi hangat. Dilirikanya Suzy yang mengambil sejumput rambutnya untuk diikat, ia mencari ikat rambut yang ada di samping berkas-berkas Myungsoo.

Myungsoo bangkit, dan bergerak mendekati Suzy untuk memberikan ikat rambut berwarna pink itu. Suzy menatap Myungsoo sejenak sebelum menerima ikat rambut yang terulur kepadanya. Bukannya kembali ketempatnya, Myungsoo malah duduk di meja, menopang tubuhnya dengan kedua lengan yang terulur ke belakang, dan menatap Suzy tajam. Suzy berusaha mengabaikan Myungsoo, ia berdehem pelan, dan menyapun pandangan disekelilingnya. Ia memutuskan untuk membaca majalah yang tergeletak disamping Myungsoo. Kedua mata Myungsoo mengikuti Suzy yang bergerak mengambil majalah sampai bersandar ke punggung kursi lagi.

Suzy sibuk membolak-balik halaman majalah tanpa mencoba membaca bacaan yang ada. Sesekali ia melirik Myungsoo yang masih menatapnya, lalu kembali menatap paragraph-paragraf tulisan yang tidak dibaca satu pun. Myungsoo menyeringai, dan kembali duduk di tempatnya, dan Suzy dapat menghela nafas lega. Ini tidak baik, sebaiknya ia tidur sekarang, walaupun belum mengantuk.

Suzy menggaruk tenguknya, dan pura-pura menguap. “I’m going to bed” Myungsoo mengangguk pelan tanpa menatapnya.  Sedikit kecewa, Suzy melangkah berjalan ke arah ranjangnya yang hanya membutuhkan beberapa langkah.

Apartement mereka tidak banyak menggunakan pintu. Hanya pintu masuk, pintu untuk ke balkon, pintu kamar mandi. Ranjang dan ruang TV bersebelahan, hanya terpisahkan beberapa langkah, sementara kamar mandi terletak di samping dapur yang berada di belakang. (seperti yang di prosecutor princess. Yang punyanya Ma Hyeri). Kakak Suzy yang mengajukan diri untuk memilih apartement dan perabotannya.

Myungsoo melirik Suzy sejenak, dan melanjutkan kerjaannya. Sebenarnya ia lebih suka jika Suzy berada di sampingnya saat bekerja, walaupun istrinya itu terlihat bosan. Tapi itu lebih baik, dan menyenangkan. Biasanya ia membaca tumpukan berkas ditemani dengan secangkir kopi hingga larut malam. Ternyata lebih menyenang jika bekerja jika ada yang menemani. Ah, seharusnya ia meminta Suzy untuk menunggunya.

Myungsoo kembali menekuni berkas-berkasnya, sementara Suzy menatap langit-langit apartementnya. Ia tidak bisa tidur jika lampunya tidak dimatikan, tapi Myungsoo terlihat sibuk. Ia melihat jam kecil yang ditelakkan di dekat lampur tidur, masih pukul sepuluh. Mungkin ia bisa melihat drama hingga terlelap. Ya, lebih baik seperti itu.

Suzy bangkit, dan berjalan tak bersemangat menuju kursi tempatnya semula. Ia sibuk mencari tayangan yang tepat sehigga tidak memperhatikan Myungsoo yang menatapnya heran. Tangannya berhenti menekan-nekan remote saat layar TV menampilkan potongan drama malam. Biasanya ia mengikuti perkembangan drama, tapi jadwalnya akhir-akhir ini padat, belum lagi perusahaannya sibuk memperkenalkan produk-produk baru, tandannya ia harus bekerja dua kali lipat.

You said you’re going to bed” ucap Myungsoo tanpa menatap Suzy. Ia membolak-balik lembar kertasnya, dan menuliskan sesuatu di sana.

“Hem? Aku tidak bisa tidur jika lampunya masih menyala” Myungsoo tersenyum tipis. Rupanya seperti itu. Sepertinya Suzy akan selalu menemaminya selama bekerja. How lucky. “Kau masih lama?”

Myungsoo mengangguk kecil. “Sepertinya begitu”. Myungsoo dapat mendengar helaaan nafas Suzy.

“Kau ingin kopi lagi?” Suzy sudah bangkit dari duduknya dengan tangan menggenggam mug birunya. Myungsoo menggeleng masih tanpa menatap Suzy. Suzy mengangguk pelan, dan berjalan menuju dapur, menghangatkan kopi, dan ia menganti susu kental manis vanilla sebagai penganti gula. Besok sehabis pulang dari pemotretan ia harus membeli mesin kopi agar lebih mudah. Tak lama kemudian, Suzy sudah duduk dan sesekali menyeruput kopinya seraya menikmati drama malam. Rupanya drama malam lebih nyaman dilihat. Sesekali Suzy tertawa melihat adegan yang mengundang tawa dari drama, lupa jika Myungsoo ada disebelahnya.

Dua jam telah berlalu, Myungsoo telah merapikan semua berkasnya sedari tadi, sedangkan Suzy baru saja kembali dari dapur dengan mug yang kembali terisi kopi. Entah Sudah berapa kali ia bolak-balik ke dapur. Suzy hendak menyeruput kopinya, tapi sangat Myungsoo mencegahnya. Myungsoo merebut mug Suzy, dan meminum kopi yang ada hingga tersisa setengah. Myungsoo merebut remote yang Suzy bawa, dan mematikan TV.

“Tidur”

Suzy mengambil remote yang ada baru saja Myungsoo letakkan. Ia menyalakan TV lagi. “Aku tidak mengantuk. Kau saja yang tidur” Myungsoo merebut remote, dan mematikkannya lagi.

“Tentu saja, kau sudah meminum sekitar 4 kali.” Myungsoo mematikan lampu, dan menarik Suzy menuju ke ranjang. Suzy terbelalak. Sebanyak itukah?

“Tapi mataku masih terbuka lebar. Aku benar-benar tidak mengantuk” Suzy berdiri di tepi ranjang, dan menatap Myungsoo dengan pandangan memohon. Myungsoo malah menariknya hingga terjatuh di sebelah Myungsoo. Kedua mata Myungsoo tidak lagi terbuka, ia mengnggam tangan Suzy erat agar Suzy tidak kembali melihat drama malam itu.

“Aku benar-benar tidak mengantuk” Suara Suzy melemah, berharap Myungsoo membiarkannya melihat drama lagi. Tapi Myungsoo malah menariknya mendekat, dan memeluknya. Walupun tidak erat, tapi ia dapat merasakan aroma maskulin Myungsoo. Suzy bergidik ngeri, dekat dengan lelaki bukan hal baru, tapi tidur dengan seorang lelaki adalah hal baru untuknya. Suzy menatap Sekitarnya. Gelap, hanya lampu dari kamar mandi yang dibiarkan menyala. “Myungsoo?” tidak ada jawaban. “Myungsoo?” masih tidak ada jawaban.

Suzy menyeringai, lalu terkekeh puas. Ia bergerak sehati-hati mungkin agar Myungsoo tidak terbangun. Suzy memindahkan tangan Myungsoo yang ada di pinggangnya, mencoba duduk tanpa membuat suara. Hebatnya lagi, ia sukses turun dari ranjang. Ketika ia hendak melangkah menjauhi ranjang, tangan Myungsoo sudah menarik pergelangan tangannya hingga kembali berbaring di ranjang. Ia mendengus pelan. Percuma saja ia berusaha sepelan mungkin agar suaminya itu tidak tertanggu. “Seharusnya kau menjawab jika istrimu menyerukan namamu”

“Seharusnya kau menurut jika suamimu menyuruhmu tidur”

Suzy mendengus kesal. Ia dapat merasakan Myungsoo menariknya lebih erat, dan lebih dekat. Sangat dekat hingga ia bisa merasakan hembusan nafas mint Myungsoo. Oh god.

Suzy menarik selimutnya hingga leher. So cold, Myungsoo yang menyadari hal itu malah bergerak mendekat, dan mengulurkan lengannya sebagai bantal Suzy, sedangkan tangannya yang lain melingkar indah di pinggang Suzy. Lebih erat dari sebelumnya.

“Myungsoo?”

“Myungsoo?” Suzy mendekatkan kepalanya untuk meyakinkan jika suaminya itu benar-benar telah tertidur kali ini.

“Jangan mencoba untuk menonton dramai lagi”

“Aniyaaaa”

*****

“Bagaimana dengan malam pertama dan keduamu?” Temannya, Park Changmin mengikutinya dari belakang hingga masuk ke ruangan Myungsoo. Myungsoo meliriknya sejenak, lalu menyalakan laptopnya. Changmin terbelalak. Tangannya terangkat untuk menutup mulutnya yang membentuk huruf O. “Jangan bilang kau belum melakukan apa-apa dengannya?”

“Sayang sekali. Itu memang kenyataannya” Changmin menepuk dahinya pelan.

Tidakkah ia berlebihhan?, piker Myungsoo.

“Kau tahu, dia seorang model” Myungsoo memandangannya dengan pandangan yang dapat diartikan –darimana kau tahu yang satu ini-. Changmin yang tahu arti pandangan itu pun melanjutkan. “Saat di pestamu. Yeojaku sering merengek minta dibelikan majalah, dan aku sering melihatnya di bajalahnya itu. Awalnya aku ragu, tapi mendengar namanya aku jadi yakin jika istrimu itu model yang ada di majalah itu”

“Kau punya majalahnya?”

Changmin malah balik bertanya. “Kau sudah tahu ia model, tapi kau belum pernah melihat fotonya?” Ia berdecak, dan tanggannya bergerak mecari sesuatu di tas kerjanya. “Beruntung aku belum memberikan edisi bulan ini pada yeojaku. Aku tidak tahi jika istrimu ada di majalah ini atau tidak. Coba saja kau lihat.” Changmin berjalan menuju mejanya yang ada di samping Myungsoo. Mereka berdua memang menempati ruangan yang sama. Hanya mereka berdua. “Ah, jangan lupa taruh di mejaku jika kau sudah selesai melihat”

Myungsoo tidak menghiraukan ucapan changmin lagi. Ia sibuk melihat isi majalah yang cukup tebal itu. Meneliti setiap model yang memamerkan produk fashion keluaran terbaru perusahaan mereka. Ia sudah sampai ditengah halaman, dan belum menemukan foto istrinya satu pun. Tinggal beberapa lembar terakhir hingga tangannya berhenti.

Produk yang satu ini dirancang untuk musim panas. Di situ ada istrinya yang terlihat tertawa lepas, begitu juga pasangan lelakinya. Ada juga foto di mana Suzy menaiki punggung pasangannya –masih pasangan yang sama-, dan Suzy menggaet leher lelaki itu dengan ekspresi marah. Suzy mengenakan hot pants, dan kaos merah muda yang diberi geraian di sekitar dadanya. Taka ada yang menyangka jika gadis itu sudah menikah.

Dan untuk pertama kalinya, Myungsoo ingin Suzy tidak lagi menjadi model. Mungkin bisa jika tidak dipasangkan dengan pria satu pun. Hanya foto dengan beberapa gadis lainnya. Bukan seperti sepasang kekasih seperti ini. Ia menutup majalahnya kasar, dan melemparkannya sembarangan.

“Hey, itu majalahku”

*****

“Pengacara?” mata Hyo Jin terbelalak ketika suzy mengatakan pekerjaan Myungsoo. Suzy hanya mengangguk seraya mematut penampilannya di cermin. “Isn’t it cool?” Hyo Jin tersenyum lebar, dan mulai bercerita. “Kau tahu, jika aku menikah nanti aku ingin mempunyai suami yang pekerjaannya dibidang hokum. Aku tidak ingin dibidang seni seperti idols, atau model, atau photographer”

Salah satu alis John terangkat. “Waeyo?”

“Molla, pokoknya tidak ingin” Hyo Jin tahu jika Jogn mencibirnya, tetapi ia abaikan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia berbalik untuk mengambil kotak yang ia bungkus dengan kertas berwarna gold. Ia memberikannya pada Suzy dengan tersenyum malu-malu. Suzy menatapnya heran, tetapi tetap menerima hadiah pemberian Hyo Jin.

“John, kau dipanggil mereka” Hyo Jin menepuk pundak John, dan menunjuk kea rah segerombolah gadis yang menyerukan nama John. John menatap mereka sejenak, dan kembali menatap Suzy dan Hyo Jin. “See you later” Ia mengacak-acak rambut Hyo Jin sebelum beranjak pergi.

“Bukalah” Suzy tersenyum lebar dan mengangguk. Dibukanya kotak itu dengan semnagat, dan detik berikutnya senyum itu memudar. “Waeyo? Waeyo?”

“Hyo Jin-ah, lingerie? Yang benar saja”

“Waeyoo? Dia kan suamimu, untuk apa malu? Aku yakin ia akan menyentuhmu jika kau memakai ini. Kau belum melakukan apa-apa kan dua mala mini, dengannya maksudku” Suzy berfikir sejenak. Ia teringat sesuatu, malam pertama mereka. Ketika Myungsoo mengantikan gaunnya dengan baju tidur. Suzy memberitahu Hyo Jin tentang peristiwa itu, dan reaksi Hyo Jin..

“JINJA?” ada kilatan binary dimatanya. Senyum konyolnya semakin lebar, dan lebar. “Kau beruntung menikah dengannya Suzy-ah. Karena itu, kau harus memakai lingerie ini nantik malam. Oke?” Suzy mengedikkan bahunya. Tetap saja ia malu.

“Aku akan menelfonmu untuk meningatkan tentang lingerie ini jika kau lupa. Kau harus memakainya malam ini. Oke ?” Suzy memilih untuk menghiraukan temannya ini. “Jawab aku, oke?”

“Oke!”

Hyo Jin tersenyum lebar, dan memeluk sahabatnya erat. “Ah, kau bisakan memfoto dirimu ketika memakai lingerie itu, dan kirimkan padaku sebagai bukti. Would you?”

“Kau gila? Ajak John untuk menemanimu ke rumah sakit nanti.” Suzy memasukkan kotak gold itu ke dalam tasnya. Molla.

Sorenya, Suzy sudah berdiri di balkon apartementnya dengan pakaian santai. Ia melirik kotak gold yang tergeletak begitu saja di atas meja yang berada di halaman kecil di balkon. Gila, ia tidak akan melakukannya, dan tentu saja Hyo Jin sudah menelfonnya berulang kali hingga ia mematika ponselnya. Apa yang Myungsoo pikirkan jika ia memakai lingerie itu. Jika lingerie yang diberika Hyo Jin untuknya tidak terlalu sexy seperti itu, ia akan memakainya mala mini, dan malam-malam seterusnya, kalau perlu ia bersedia untuk mengirimkan fotonya pada temannya yang kadang-kadang tidak menggunakan otak jika berfikir.

Tapi ini, Panjangnya dua puluh sentimeter diatas lutut, dan satu tali tipis yang mengantung dipundak, dan bagian dada kebawah terbuat dari kain transparan yang terlihat.. menegrikan dimatanya. Tentu saja akan terlihat menggoda di mata pria. Dan satu lagi, berwarna hitam. Kalian tentu tahu jika warna hitam melambangkan kesexy-an. Warna hitam juga mendorong aura sexy pada tubuh kita. Baik pria maupun wanita.

Lagi-lagi kain transparan, ia muak.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Myungsoo berjalan masuk ke balkon. Dengan dasi yang longgar, jas yang terselampir begitu saja di pundaknya, dan lengan kemeja yang ia gulung hingga siku. Menampilkan bentuk tubuh maskulin, adan aura sexy Myungsoo.

Suzy menggeleng pelan. Pandangan Myungsoo tertuju pada kotak gold yang ada di depannya.ia mantapnya heran. “Ini apa?” Tanya seraya membuka kotak gold itu. Suzy mendelik, dan berlari ke arah Myungsoo untuk mengambil kotak itu. Terlambat karena Myungsoo sudah mengambil lingerie itu dengan mata terbelalak.

“Kau?”

Suzy merebut lingerie itu, dan memasukkannya lagi dalam kotak. Ia menarik kursi di samping Myungsoo, dan meletakkan kepalanya di atas lengan yang dilipat di atas meja. “Hyo Jin yang memberikannya padaku.” Ia tidak berani menatap Myungsoo yang tersenyum lebar. “Sebagai hadiah pernikahan. Aku tidak akan memakainya. Aarrghh” Suzy berteriak histeris karena malu. Sialan.

Myungsoo mencoba untuk menyembunyikan senyumannya. Ia berdehem pelan. “Kerena dia telah memberikannya padamu, jadi kau harus memakainya.”

Suzy mendongak. Ditatapnya Myungsoo heren. “Memangnya kau takut aku melakukan apa jika kau mengenakan lingerie itu?” Ia tersenyum licik lalu berdiri dari kursinya. Myungsoo mendekat ke arah Suzy dan sedikit membungkuk untuk mengecup bibir istrinya. “Aku mandi dulu” ucapnya sebelum meinggalkan Suzy di taman balkon.

*****

Myungsoo tidak dapat menahan senyumnya melihat Suzy yang menatap kotak itu dengan sebal. Sesekali menendang kotak itu dengan rona merah di pipinya. Hyo Jin, ia harus betertima kasih pada teman Suzy itu. Ia sangat pintar memilih lingerie sebagai hadiah pernikahan. Harapannya untuk dapat melihat Suzy mengenakan lingerie akan terkabul.

Ia masih sibuk dengan berkas-berkasnya, sementara Suzy sibuk dengan kotak itu. Jarum jam telah menunjukkan pukul delapan. Sebentar lagi pekerjaannya selesai. Hanya sedikit lagi. Tiba-tiba Suzy bangkit, dan berdiri dihadapan Myungsoo. “Baiklah, toh kau tidak akan melakukan apa-apa, kan?” Suzy melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan kotak gold itu. Myungsoo tersenyum, dan segera merapikan berkasnya. Ia dapat membaca berkas tidak penting itu di kantor besok pagi.

Malam ini Myungsoo menggunakan kaos polos berwarna abu-abu, dan celana putih selutut. Sepertinya ia tidak menyukai menggunakan pakaian khusus untuk tidur. Ia menyadarkan punggungnya di dinding yang berdiri tegak tepat di depan kamar mandi. Ia memasukkan kedua telapak tangan di sakunya selagi menunggu Suzy. Ia menghela nafas, kemana lama sekali.

Dan pintu terbuka.

Di bibir pintu kamar mandi, Suzy berdiri menatap lurus kea rah Myungsoo. Ia tahu Myunsoo ada di depan kamar mandi. Ia mendenger derap langkah laki-laki itu tadi. Myungsoo menoleh sedikit dan tersenyum puas melihat penampilan Suzy. Lebih baik daripada khayalannya.

Suzy berjalan melewatinya. Myungsoo biarkan begitu saja, ia berjalan masih dengan tangan dijejalkan di saku celana, dan memandang punggung Suzy. Ia tidak sempat melihat bagain belakang lingerie itu tadi. Tali linggeria itu panjang, hingga ia dapat melihat setengah punggung Suzy. Suzy pun juga begitu, ia merutuki nasib saat melihat penampilannya di cermin kamar mandi.

Suzy mematikan semua lampu, kecuali lampu kamar mandi. Tetapi Myungsoo kembali menyalakannya, kecuali lampu untuk menerangi ranjang mereka dan kamar mandi. Suzy menoleh kebelakang. Dan mendapati Myungsoo menatapnya datar. Ia sedikit kecewa, ia ingin melihat guratan tatapan terpesona di kedua mata Myungsoo. Ia berjalan untuk menyalakan lampu ruang santai, tapi Myungsoo menahan lengannya.

“Wae? Aku sudah bilang jika aku tidak bisa tidur dengan lampu menyala.”

Myungsoo menatapanya intens. “Siapa bilang kau akan tidur?” Mata Suzy terbelalak. Bukan kah dia bilang…

“Kau bilang, kau tidak akan melakukan hal aneh jika aku memakai ini?” Suzy bergerak mundur.

“Sayangnya aku merubah pikiranku.” Ditariknya Suzy hingga memeluknya, lalu menunduk untuk mencium leher dan pundak putih Suzy. Sementara Suzy hanya diam, membiarkan Myungsoo menciumnya dimana pun suaminya itu mau.

Tangan Myungsoo memeluk Suzy erat dan meninggalkan kissmark di sana. Tangganya menangkup wajahnya Suzy, dan mencium bibir tanpa henti. Perlahan, Suzy memejamkan kedua matanya untuk merasakan nikmat dari setiap sentuhan Myungsoo. Suzy tidak sadar, sejak kapan tangan Myungsoo sudah meraba perut datarnya, dan punggungnya yang terbuka.

“Ucapkan rasa terima kasihku pada temanmu itu.” ucap Myungsoo sebelum menggendong Suzy menuju ranjang mereka tanpa melepas ciuman mereka yang panas.

Hal terakhir yang Suzy ingat adalah Myungsoo menindihnya. Setalah itu, ia hanya memejamkan mata, dan mengerluarkan desahan dari mulutnya.

-TBC-

108 thoughts on “American Football [part 2]

  1. Aigoo.. Makin ngegemesiin.. Jujur aja deh dari awal baca aku senyum” teruus.. Seneng bnget rasanya.. (:
    Ditunggu part selanjutnya..

  2. Aaaaa… akhirnya di post juga lanjutannya.. ahahhaa😀
    Makin ‘sesuatu’ aja sihh mereka berdua… MyungZy shipper-ku makin akut deh😀
    Dan kenapa tulisan TBC disaat mereka sedang….. >.<
    Kapan nih Eon lanjutannya di post?😀

  3. Kyaaaaa wow myungsoo yadong yah.. Hahay so sweet deh Myungzy aku bacanya aja sampe senyum2 terus.. Kyaa thor next part dtggu sangat2 dtggu🙂

  4. Aw aw . Myungsoo nya yadongg bget tuh *tutup mata* Bca ff ini drtd senyum” mulu . Krenn thor . Tp next partny bkin lbh pnjg y thor . Soon !

  5. Ucapkan terima kasihku juga ya Suzy, untuk Hyo Jin🙂 Hehehe… Berhubung mereka udah menikah jadi nggak apa-apa lah..
    Ditunggu part 3-nya… Kalau ada jealous-jealous-nya pasti tambah seru, dari reaksi Myungsoo waktu liat majalah itu aja udah lucu🙂 Myungzy!

  6. Huwaaaaaaaaa, gakecepatan th thor? whehe Tapiiiiii sukaaa sihhhh. Malam pertama di malam ketiga pernikahan. huhuhuuuu Myungsoo ingkar janji. hahah
    Ayoooo cepettt part 3nya thorrrrrrr🙂

  7. waaaaa…..
    myungsooo naakall..
    hehehehehe

    aku suka ma ff nie, mereka berdua kesannya saling suka tapi kikuk gmn gt y..

  8. akhirnya di post jg xD
    hahaha,,unyuu chingu😀
    bikin mereka adu mulut sambil bercanda dong biar kesannya gg terlalu kaku😀
    part.3 nya jgn lama2 yaaaa ;D

  9. Kya……kya….DAEBAK…LOVE IT…..Keren banget ffnya thor…bikin senyum2sndri ceritanya bikin myungzy makin ngegemesin…gak sabar nunggu next partnya…. Lop…lop..u.thor..hehe

  10. *tutupmata*
    sebenernya aku suka part yang ini, soalnya menurutku part ini lebih lucu dari part sebelumnya *secara suzy dan myung baru ketemuan.
    kayaknya myung emang udah cinta pada pandang pertama deh. aku suka aku suka. MYUNGZY JJANG! lanjut ya thor😀

  11. Yaahh..kok TBC, kurang panjang😀
    Wkwkwk..akhirnya terjadi juga di mlm ketiga😀
    Gimana ya kalo Myung liat Suzy dilokasi pemotretan lgi pemotretan bareng namja lain, hua..pasti seru tuh.
    Ditunggu kisah MyungZy slanjutnya ^,^

  12. makin seru ,, hahaha Myungsoo oppa modus banget
    nyuruh istrinya pakek itu transparan .. naha akhirnya munculah perbuatan itu
    daebak authornya .. cuma kekurangnya masih banyak typo .. jadi bacanya mandek mandek
    tapi gakk papalah , Feelnya dapet Next part ndde🙂

    Fithing😀

  13. Ergghh kenapa ada tulisan TBC disaat lagi seruserunya (?) #PLAK!
    Myungsoo disini agak mesum gt yah tp gpp hahaaa
    Hyo Jin disini pahlawan banget.. keren thor.. part 3 diantisipasi banget nih.. fighting!

  14. yah TBC. Padahal lagi seru”nya. Terimaksih untuk hyo jin. Akhirnya mereka bisa jadi suami istri beneran.
    Ditunggu next partnya thor..

  15. Wuooohh wuoohh (-‘_’-)/ saia hadir ~ 2 kata ” kurang panjang” hahahaha😄 tapi 대박 !! Ditunggu next part nya yah :3 화이팅 ‘-‘)/

  16. Weeeweeeweee author nandaa comeback bwa ff sesuatu nih :3
    aduh,next nya next nya next nya :3
    myungzy daebak :3
    jgn lupa ff marriage na thor, masih menunggu itu❤

  17. omo myungsoo gk tepatin janji, tapi lucu sama pasangan suami-istri yg baru nikah ini masih malu2 tapi myungsoo uda mulai suka. suka couple myungzy nya min. cepat di lanjut ya. ^^. ceritanya seru dan daebak jadi senyum2 sendiri.😀.
    di tunggu jg min ff marriage suzy-kai. ^^. keep fighting min.

  18. huaaaa daebak banget ceritanya thor… myungsoo gak sabaran nih orangnya..
    kapan lanjutannya keluar thor jangan lama lama ya :3

  19. Aaaaahhhh… tutup mata. ckckck
    Malam pertama dilakukan di malam ketiga tuwwwhhh. ckckck
    Suzy seorang model. Myungsoo ampe gak tahan liat suzy yg sexy gtu. hahaaa
    Lanjutx jangan lama2 ya min?🙂

  20. Wawawa aigooo….. #tutup mata,
    eeeer myung myung kau yadong sekali.
    Author ayo lanjut jangan lama”, pengen cepet myungzy punya aegy.

  21. authooor, lanjutannya mana….

    dtunggu thor….

    ff myungzy slalu bikin sukses ketagihan… aplge yg ttg married life… ^^

  22. Hyo jin kamu bnr” tau apa yang dibutuhin pengantin baru itu kekeke. Myungpa yadongnya kumat…suzy eonnie hati” ne kekekeke…
    Part ni bnr” kocak bkn ngakak
    Dtnggu next partnya jngn lama” ne…

  23. Yah berasa cepet baca ff ini…please thor buruan lanjut..ah myungzy jd hot gini hihihi..tp I like it..trus bnyakin moment mreka brdua thor🙂

  24. Astaga astaga Hyo jin pinter bgt sih tau aja Suzy sama Myungsoo belum….haha😄 nyengir” sendiri bacanya aduh feel-nya kerasa bgt. Myungzy jjang! Gomawo thor. Tetap berkarya!😀

  25. Wah,,kenapa di skip,,, waaa,,,seru lo td kalau dilanjutin*otakyadongkumat
    DAEBAK🙂 So hottttt

  26. ya ampunnnn myungppa natap’a datar tpi lngsung nahan suzy eonnie
    bru ktmu pas nikah tpi tdk bgtu canggung bgus lah, tpi pasti nnti ada konflik deh
    next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s