American Football [part 1]

Title : American Football
Author : Ananda Yunne
Genre : Romance, marriedlife
Length : Chapter (short chapter)
Main Cast :
* Bae Suzy ( MISS A )
* Kim Myungsoo ( INFINITE )

Annyeong all *waves* im back with these fanfic. ive been busy these day, i also couldnt remember my WP password, how stupid. i hope this you like this one. oke oke? dont forget to comment, neeeeee?

 

Author’s POV

Sepasang pasang pengantin yang terlihat menawan dengan balutan kain di pernikahan mereka. Pengantin perempuan mulai memasuki latar dengan mengandeng tangan sang ayah, dan tangan yang satunya lagi menggenggam seikat Bunga yang nanti akan di lemparnya erat-erat. Adik laki-laki yang masih meduduk di sekolah dasar berjalan di belakangnya seraya memegangi gaun putih yang panjang. Sementara pengantin pria telah menunggu tidak bersemangat, tanpa ada senyuman hangat yang tulus. Ayahnya sudah berulang kali menyenggol lengan bahkan mencubit agar laki-laki itu memberikan seulas senyum kepada para undangan yang hadir.

Sementara kedua ibu mereka sibuk menyunggingkan senyum bahagia tanpa mengenal lelah. Entahlah, siapa yang akan menikah, tapi siapa yang bahagia.

Tapi ini bisa disebut pernikahan? Dimana mereka –yang akan menikah- tidak mempunyai perasaan khusus kepada pasangannya, keadaan dimana orang tua yang memaksa agar segera mereka. Dan keadaan dimana mereka harus menikah karena taruhan konyol antara ayah. Heran, bagaimana bisa mereka sebagai orang tua menaruhkan anak mereka karena taruhan konyol. Taruhan club mana yang akan menang. American Football.

American Football, olahraga yang mulai sekarang dibenci Bae Suzy dan Kim Myungsoo. Karena ayah mereka yang menaruhkan anaknya demi pertandingan sialan itu. Seoul Vikings dan Seoul Warriors. Mr. Kim adalah pendukung setia Seoul Vikings, sedangkan Mr. Bae adalah pendukung nomor 1 Seoul Warriors, katanya seperti itu.

Jika Seoul Vikings menang, Myungsoo akan menikah dengan putri Mr. Bae yang pertama. Sedangkan jika Seoul Vikings kalah, Myungsoo harus menikah dengan putri Mr. Bae yang kedua.

Dan hasil akhirnya, Seoul Vikings menimpa nasib sial. Kalah.

Dalam kondisi seperti ini yang paling dirugikan adalah Myungsoo. Ia bahkan tidak ada kesempatan untuk memilih. Dan ayahnya benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa memulai taruhan yang menguntungkan pihak lawan. Toh pada akhirnya dia akan menikah. Dan yang paling menyebalkan, taruhan ini dibuat oleh ayahnya. Oh jangan piker ia tidak membenci Mr. Bae. Ia benci keduanya. Bapak-bapak itu. Ayahnya yang membuat taruhan, dan Mr. Bae juga yang dengan senang hati menyetujui usul ayahnya.

Dan juga, Bae Suzy? Tsk, dia bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan  dengan mantan-mantannya. Keturunannya akan hancur gara-gara Bae Suzy itu. Tidak bisakah dia menolak atau apalah? Sialan.

Suzy sudah berdiri di depan Myungsoo. Myungsoo tidak dapat melihat dengan jelas bagaimana wajah Bae Suzy ini. Wajahnya ditutupi dengan kain transparan, dan wajahnya menunduk. Sehabis ini, ia akan mengajukan protes ke ayahnya.

Tenanglah, Suzy sangat cantik. Dan sexy. Ucap Mr. Kim saat Myungsoo menolak untuk menikah. Ia tidak punya pilihan. Waktu itu dia sedikit menyetujui usul ayahnya begitu mendengar kata ‘sangat cantik’ dan ‘sexy’. Oh ayolah, pria mana yang tidak memperhatikan dua hal penting itu. Dan ia menyesali kebodohannya yang menyetujui permintaan ayahnya yang konyol ini. Suzy yang ada di hadapannya sekarang adalah Suzy yang terlihat pemalu, dan tidak membiarkan Myungsoo untuk melihat wajahnya.

Pemalu? Jangan bercanda. Sewaktu ayahnya bilang jika Suzy itu sexy. Dia berfikir pasti Suzy sangat liar jika diranjang. Apa? Ia salah? Ia tidak boleh berfikiran seperti itu terhadap calon istrinya ? Lagipula, tidak sampai lima menit lagi mereka sudah resmi menjadi suami-istri. Tidakkah ini konyol?

Lima menit kemudian.  Myungsoo mendengar suara tepuk tangan, dan siulan-siulan dari beberapa temannya. Ah, ia sudah resmin menjadi suami sekarang? How Good. Jadi, ia sudah menjadi suami tanpa pernah melihat bagaimana wajah istrinya. Sebenarnya Mr. Kim sudah memberika foto Suzy padanya. Ia buang, ia sedang mabuk berat karena pernikahan ini, dan tidak dapat berfikir jernih. Jadi.. bagaimana wajah istrinya ini?

Ia menoleh, dan mendapati perempuan yang telah menjadi istrinya tidak lebih dari lima menit yang lalu sedang menatap para undangan.

“Apa yang kau tunggu? Cepat lemparkan Bunga itu” Suzy melirik Myungsoo sejenak sebelum melempar ikatan bunga yang disambut histeris dari teman-temannya dan juga Myungsoo yang pastinya belum menikah.

 

*****

            Ini yang kelima kalinya Suzy melirik Myungsoo yang sedang berbicara dengan teman-temannya. Pria itu sudah melepas jas putih Tuxedonya sedari tadi dan diletakkan di punggung kursi, menyisahkan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku, dan satu kancing kemeja yang dilepas agar mendukung suasan santainya. Persta sudah berakhir dari dua jam yang lalu, dan menyisihkan beberapa teman dekatnya dan Myungsoo.

            Ia tidak mengenal satu pun teman Myungsoo, begitu juga sebaliknya. Sepertinya Myungsoo mempunyai banyak teman. Masih ada sekitar sepuluh orang yang sedang duduk membentuk lingkaran kecil. Sedangkan dirinya. Hanya teman dekatnya, Hyo Jin. Dan Fotografer yang cukup handal yang menjabat sebagai teman terdekatnya setelah Hyo Jin. John. Sebenarnya mereka berteman karena sering bertemu saat pemotretan. Ia seorang model, begitu juga dengan Hyo Jin. Terkadang menjadi model untuk majalah perusahaan mereka yang bergerak dibidang Fashion, atau berjalan di catwalk untuk pamaren gaun di perusahaan yang sama.

            “Seleramu bagus. He’s Hot, isnt he?” John menatap Suzy dengan senyuman bangga. Ia akhir-akhir ini sudah mencecoki Suzy karena tidak dapat melihat bagaimana penampilan pria yang akan menikah dengan sahabatnya ini. Ia bahkan bersumpah akan membawa kabur Suzy dari pesta jika calonnya itu mengecewakan. Sudah berapa banyak pria yang ia tolak Suzy. Tentu saja ia tidak akan marah jika pria-pria itu tidak hot.

`           Hyo Jin melempar kulit kacang kea rah John. “Hanya kata hot  yang ada dipikiranmu itu” John menatap Hyo Jin sebal tanpa ada niat untuk membalas ucapan temannya yang super cerewet ini.

Masih belum puas, Hyo Jin menambahkan “Yang akan menikah itu Suzy. Jika Suzy menyukai pria yang cute, apa salahnya? Kau sendiri bagaimana? Aku tidak pernah melihatmu berdekatan dengan wanita yang hot. Kau sukakan jika mereka memanggilmu ‘oppaaa~’” Hyo Jin menirukan suara perempuan-perempuan -yang bekerja di perusahaan yang sama seperti dirinya- yang suka merajuk pada John.

“Jadi, maksudmu kita berdua tidak hot?” Suzy menyeruput cokenya seraya melemparkan pandangan marah kea rah John.

“Suzy, kau super hot. Tapi dia..” John menunjuk Hyo Jin tanpa semangat. Hyo Jin melemparkan kulit kacang lagi ke arah John.

Tanpa disangka Hyo Jin bangun dan membating John dalam satu gerakan. Bukan pemandangan baru. Hyo Jin sering membanting John kapan pun ia mau. Entah itu karena John yang memancingnya atau Hyo Jin sendiri yang tiba-tiba membanting John walaupun John tidak bersalah.

Tapi ini bukan pemandangan baru untuk Myungsoo dan teman-temannya. Mereka menoleh sejenak untuk melihat John yang berbaring pasrah di lantai, dan Hyo Jin yang tersenyum puas.

You both. We’re not alone. Look! They’re watching us” Suzy mengulurkan tangannya untuk membantu John yang disambut dengan senang hati.

“Dan ini bukan pertama kalinya kita menjadi bahan tontonan seperti itu”

“Dan ini terakhir kalinya kau membantingku seperti itu, atau..”

Hyo Jin menyilangkan kedua lengannya, dan menyipitkan matanya penasaran. “Atau?”

John memasang wajah serius. Auranya sudah keluar. For information, John sangat sexy. Dengan rahang yang tegas seperti itu, bibir tipis yang selalu menutup rapat. Dan mata yang tajam. Belanda-korea. “I’ll kiss you for sure” John tersenyum puas, dan menarik Hyo Jin hingga berdiri. Ia menoleh pada Suzy, dan tersenyum minta maaf. “Kita akan pulang sekarang. Kau cepat masuk kamar sana. Usir saja teman-temannya” Suzy langsung menyikut John. Takut-takut Myungsoo atau teman-temannya mendengar ucapan John.

John mengacak-acak rambut Suzy dan memeluknya erat. “Take care. Just call me if he do something bad to you” Hyo Jin juga memeluk Suzy setelah John melepas pelukannya. Suzy mengantarkan Hyo Jin dan John hingga lobby. Mereka melewati Myungsoo dan teman-temannya. Kemudia memutuskan untuk berhenti sekedar menyapa.

Tapi, semua itu tidak lepas dari pandangan Myungsoo. Ia mendengus pelan. Pelukan itu.

 

Lima menit kemudian, Myungsoo melihat Suzy yang menyeret gaunnya memasuki ruangan pesta lagi. Sepertinya Suzy sudah pasrah dengan gaun yang merepotkan itu. ditambah dengan high heels yang merepotkan. Myungsoo memperhatikan penampilan Suzy dari puncak kepala, hingga ujung kaki. Baiklah, ia mengaku. Istrinya itu memang cantik. Sangat cantik. Dan juga sexy. Ia tidak sempat memperhatikan penampilan suzy tadi. Ia hanya fokus pada kain transparan yang menutupi wajah istrinya. Sepertinya Suzy mengganti gaunnya. Ia baru menyadari ketika Suzy bangkit mengantarkan kedua temannya. Ia menggunakan gaun putih yang tidak terlalu ramai, gaun itu memperlihatkan kaki jenjang Suzy yang ditutupi balutan kain transparan.

Myungsoo mendengus. Lagi-lagi kain transparan.

Suzy ingin menyapa teman-teman Myungsoo. Hanya bertegur sapa saja. Ia belum berkenalan dengan teman-teman suaminya itu. Di sisi lain, ia malu. Suzy menghembuskan napas, dan berjalan untuk mengambil air putih hingga seseorang memanggilnya.

“Suzy” seorang teman Myungsoo memanggilnya sambil melambaikan tangannya bersemangat ke arah Suzy. Suzy tersenyum canggung dan menunjuk dirinya. Mungkin Suzy yang lain, who knows?

Teman Myungsoo itu mengangguk, dan menepuk kursi kosong yang ada di sebelahnya. Suzy berbalik dan berjalan ragu ke arah segerombolan orang yang tidak menunjukkan tanda-tanda lelah. Sangat berbeda dengan teman-temannya, mungkin John langsung tidur tanpa melepas pakaiannnya, apalagi Hyo Jin, Mungkin ia akan tertidur di sofa.

Perempuan yang memanggilnya tadi menariknya agar duduk di sampingnya. Suzy menurut dan menyunggingkan seulas senyum tipis. Gaunnya yang pendek itu sedikit terangkat ketika ia menghempaskan tubuhnya. Menampilkan kulit kaki jenjang Suzy yang putih seperti susu. Suzy merasa tidak nyaman dengan posisinya sekarang. Di sampingnya dan di depannya ada pria yang tidak dikenalnya, sedangkan Myungsoo duduk lumayan jauh dari dirinya. Walaupun ini pertama kalinya ia bertemu dengan Myungsoo, tapi ia yakin laki-laki itu akan bergerak jika ada yang menganggunya, rite?

“Santai saja. Tidak perlu canggung seperti itu” Ucap seorang perempuan yang duduk di samping Myungsoo. Cantik. Itu kesan pertama yang ditangkap Suzy saat melihat wajahnya. Tapi, ia menyuruh Suzy bersikap apa? Santai. Tunggu, walaupun ia terbiasa menggunakan pakaian yang pendek, dan tidak terlihat murahan, tapi ini, ia dikeliling oleh orang-orang yang baru ditemuinya hari ini, dan salah satu dari mereka adalah suaminya. Jadi, salahkah ia bersikap canggung? Dan gaun ini, sial. Ia sudah dua kali mendapati pria di depannya itu melihat ke arah kakinya. Pervert!  Entah apa yang dibayangkan.

Suzy menutup kedua kakinya rapat-rapat, dan tangannya bergerak untuk menutupi pahanya yang tidak tertutup. Bahkan kain-kain transpatan ini tidak membantu.

“Jadi, ini pertemua pertamamu dengan Myungsoo? Jinja?” Suzy hanya mengangguk pelan. Ia melanjutkan “Wah, daebak!”

Dan dari situ pembicaraan mereka terus berlanjut. Bohong jika Myungsoo tidak memperhatikan kaki jenjang Suzy sejak tadi. Sudah lima menit berlalu sejak Suzy bergabung dengan teman-temannya. Ia juga tahu usaha istrinya itu untuk menutupi kakinya dengan telapak tangannya. Ia tertawa pelan, dan mengangkat kepalanya untuk gabung pada topik yang dibahas. Dan ia baru menyadari bukan hanya dirinya yang melihat kaki jenjang Suzy. Temannya yang paling pervert itu juga memandang kaki Suzy. Ia tidak peduli jika yang dipandangi bukan kaki Suzy.

Myungsoo berdehem pelan, dan mengambil jas putihnya yang sedari tadi ia letakkan dipunggung kursinya. Ia bangkit, dan berjalan selangkah untuk menutupi bagian paha Suzy dengan jasnya. Ia tidak terima jika Suzy diperlakukan seperti itu. cari perempuan lain untuk melampiaskan hasratnya, siapa saja, asal bukan Suzy.

“Wooo, Myungsoo kau sangat keren” Hye Rin, perempuan yang duduk disamping Suzy menepuk pundak Myungsoo sambil tersenyum menggoda. Suzy menghela nafas lega. Ia menatap Myungsoo sebenatar, dan mengucapkan ‘Thank you’ tanpa suara. Myungoo hanya mengangguk sekilas dan kembali duduk di kursinya.

Dan setelah itu, Suzy terlihat lebih santai, dan mendominani isi percakapan bersama dengan Hye Rin hingga jarum jam berhenti diangka 12. Kebanyakan dari mereka sudah mengantuk, dan tidak tahan dengan make up yang mereka gunakan, termasuk Suzy. Teman-teman Myungsoo meninggalkan ruangan terlebih dahulu, sedangkan Suzy harus mengapus make up yang digunakan.

Myungsoo sudah menunggu di mobil ketika Suzy keluar dari pintu utama dengan jas yang tadi diberika Myungsoo ia gunakan untuk menutupi pundaknya yang tidak tertutup. Suzy juga melepas high heelsnya takut jika kakinya lecet mengingat besok lusa ada pemotretan yang membutuhkan waktu yang lama, itu berarti ia harus menggunakan high heels dalam waktu yang lama juga.

Suzy membuka pintu mobil Ferrari Myungsoo yang berwarna hitam. Ia bergumam tidak jelas, dan sesekali memukul lehernya. Ia lelah. Myungsoo menoleh ke arah Suzy, dan kembali fokus pada jalan.

“Tidurlah, kita akan sampai sekitar satu jam”

Suzy menggeleng pelan. “Aniyo.” Suaranya terdengar serak, tapi tepat setelah mengucapkan kata itu, ia terlalap. Ponsel yang ia ngenggam terjatuh karena genggamannya melemah. Myungsoo menoleh, lalu memutuskan untuk menepi sebentar. Ia membenarkan posisi Suzy agar lebih nyaman, dan menggunakan sabuk pengaman pada istrinya. Hanya jaga-jaga untuk keselamatan. Myungsoo menarik diirinya untuk kembali ke tempatnya, tapi pandangannya tertuju pada wajah Suzy yang polos tanpa make up, lalu pandangannya tertuju pada bibir Suzy yang sedikit tebal dan merah. Mungkin sedikit.

Myungsoo mendekatkan wajahnya dan mengecup sebentar bibir Suzy. Myungsoo kembali ke kursinya dengan pikiran melayang kemana-mana. Ia berdecak kesal, seharusnya ia tidak mencium Suzy, karena sekarang ia ingin lebih.

 

*****

            Suzy mengerang sebentar, menarik otot-ototnya yang melemah selama ia tidur. Butuh waktu beberapa detik untuknya menyadari sosok Myungsono yang tidur menghadapnya, tetapi tidak memeluknya. Mereka terpisahkan satu guling dipeluh Suzy. Ia menatap Myungsoo sejenak, da menyadari bahwa Myungsoo topless, ia tidak menggunakan kaos, hanya tertutup dengan selimut dari mereka gunakan bersama. Suzy langsung melihat meraba dirinya. Detik berikutnya ia bernafas lega. Ia menggunakan baju.

            Tunggu, baju? Bukan kah semalam ia menggunakan gaun?  Ia tidak ingat jika ia menganti pakaian. Suzy menoleh cepat ke arah Myungsoo yang masih tertidur pulas. Wajahnya menyiratkan bahwa laki-laki itu lelah. Sebaiknya ia mandi, dan membuat sarapan. Suzy mengambil pakaiannya, dan paralatannya yang lain sebelum masuk ke kamar mandi.

            Di kamar mandi, ia mulai merapikan peralatan untuk mereka berdua. Seperti Sabun cair, dua sikat gigi berwarna merah muda untuk dirinya, dan merah untuk Myungsoo, pasta gigi yang berukuran besar, penyegar nafas, pembersih lidah, dan cream dan alat cukur jika Myungsoo ingin mengunakannya, dan masih banyak lagi.

            Mereka berdua memutuskan untuk tinggal di komples apartement. Lebih tepatnya, saat mereka berdua ditanya ingin tinggal di rumah atau di apartement setelah menikah, dan mereka berdua menjawab apartement. Mungking mereka akan pindah ke rumah jika telah mempunyai  anak.

            Suzy menyalakan shower, dan mulai membersihkan badannya. Ia merasa tidurnya tidak cukup. Untung saja Myungsoo menganti bajunya, jika tidak, ia mungkin tidak bisa tidur dengan gaum yang seperti itu. ia tidak tahu pasti siapa yang melepaskan gaunnya itu. Tapi kandidat yang paling kuat hanya Myungsoo.

            Badannya terasa segara setelah mandi. Ia mengambil handuknya, mengeringkan badannya seraya menatao wajahnya yang terpantul di cermin. Yang menyedihkan, ia besok harus kerja. Ia ingin bersantai Karena tumpukan baju yang ia gunakan tidak ada, ia memutuskan untuk mengintip sedikit, dan benar. Bajunya masih tertumpuk dari di atas koper. How Stupid.. Suzy melilitkan handuknnya untuk menutupi badannya, ia membukan pintu perlahan, takut-takut Myungsoo terbangun. Ia tidak dapat melihat posisi Myungsoo, karena letak ranjang berada jauh dari kamar mandi, dan kopernya ada di sebelah lampu di dekat ranjang mereka.

            Suzy melangkah keluar dari kamar mandi, dan kedua matanya menatap sekitar was was. Jika Myungsoo melihatnya, tunggu kenapa jika Myungsoo melihatnya? Diakan suaminya. Ah, jinja.

            Suzy berbalik, bermaksud melesat ke kamar mandi secepat mungkin, tapi di depan pintu kamar mandi ada Myungsoo yang sudah berdiri di sana dengan jaket abu-abu. Untung saja tidak shirtless. Suzy menghela nafas lega, dan membuat Myungsoo menatapnya heran.

            “Wae?” Myungsoo menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan masuk ke kamar mandi sebelum Suzy menjawab. Di dalam kamar mandi ia mengumpat berulang kali. Penampilan Suzy membuatnya teringat pada kejadian tadi malam. Awalnya ia membiarkan Suzy tidur dengan gaun seperti itu, tapi isitrinya ia terus mengeluh jika gaunnya itu menganggu, tetapi tak kungjung bangun. Sehingga mau tak mau ia yang menganti gaunnya dengan baju tidurnya, karena ia tidak tahu password untuk koper Suzy.

            Dan yah, kemarin adalah pekerjaan terberatnya. Ini pertama kalinya bagi dirinya melihat badan seorang perempuan secara terang-terangannya dan nyata(?). ia pernah melihat dari video atau majalah, tentu saja berbeda jika dibandingkan dengan yang nyata -__- . Ia termasuk laki-laki yang berhati-hati, ia tidak sebodoh itu melakukan hal itu seperti itu sebelum ia menikah. Kalian tahu kan, penyakit mudah datang, dan termasuk penyakit yang tidak dapat diobati.

            Pikirannya melantur kemana-mana. Ia berharap suzy membawa lingerie, akan lebih baik jika menggunakan yang transparan(?).

*****

            Myungsoo dan suzy menyantap sarapan mereka tanpa berbicara. Tetapi otak mereka berputar untuk membaca mimik muka satu sama lain. Sampai akhirnya Myungsoo memulai pembicaraan.

            “Apa pekerjaanmu?” Ia masukkan nasinya dengan sumpit. Awalnya ia ingin memakan roti, tapi karena Suzy membuat sarapan, tidak ada pilihan lain. Dan masakannya juga tidak buruk.

            “Model”

            Ah, pantas saja tubuhnya seperti itu. pikir Myungsoo.

            “Dan kau?” Suzy menatap Myungsoo. Menunggu laki-laki itu untuk menatapanya balik.

            Myungsoo mengerjap sekali, “Pengacara” ada hal kecil yang ingin ia tanyakan pada Suzy. Hanya saja ia tidak tahu harus mulai darimana, mungkin langsung ke point juga tidak buruk. “Kenapa kau menyetujui dengan pernikahan ini?”

            Tangan Suzy terhenti ketika hendak memasukkan sesendok nasi. Kenapa ia menyetujui? “Ani” Myungsoo menatapnya, menunggu Suzy untuk melanjutkan ucapannya. “Seminggu ini ada di Jepang untuk pemotretan. Appa hanya memberitahukannya lewat ponsel saja, setibanya di Korea kemarin pagi, aku langsung disuruh memakai gaun pengantin, dan aku sudah menjadi istrimu” Myungsoo diam, dan melanjutkan sarapannya. Mr. Bae lebih kejam daripada ayahnya. Setidaknya ia masih bisa menolak, membuat pertimbangan, dan menyetujuinya dengan embe-embel cantik dan sexy tentunya. Sedangkan Suzy, baru saja menginjakkan kaki di Korea, langsung disodori gaun pengantin. Mana yang lebih parah?

            “Apa.. kau menyesal?” Suzy menatap Myungsoo takut-takut. Mungkin saja Myungsoo tidak suka padanya, makanya ia menanyakan hal seperti itu. Ia memang cantik, banyak pria yang mengejarnya, tapi tetap saja. Selera orang berbeda-beda.

            Myungsoo mendongak. Awalnya, “Tidak” Suzy mengangguk pelan, dan kembali menikmati sarapannya. “Kau?”

            Suzy menggeleng pelan.

-TBC-

99 thoughts on “American Football [part 1]

  1. daebak thor . .
    Next deh . . Tapi tu romancenya ceptan thor , biar cepet cepet punya aegy hahaha

    cept d publish nde . . .
    Fithing

  2. keren bnged thor…^^.,wah..bner² udh gk sbar bnged..,sumpah deh..:)
    .,please thor jngan lma²…,please….*pasang wajah pengemis*..
    .,daebak bwt author….^^

  3. Jiahhh dikira ku MyungZy yg suka bola . Ternyata Mr.Kim dan Mr.Bae haha😀 . Aigoo Myungie sejak kapan kau yadong seperti itu ? Lanjutkan author . Jangan lama” ya jebal🙂

  4. lanjut chingu, kekkeke appa myungzy bener2 parah wkwkkwkw
    myung dasar kau, denger cantik+sexy langsung setuju kekekke
    gmn kehidupn mereka stlh nikah? lanjut chingu

  5. Astaga… Nikah karna kalah taruhan antar Appa.. Good idea(y)
    Myungsoo pikirannya udh pervert aja. Ahahahaha…
    Next part ditunggu ya^^~

  6. Huaa..suka bgt sama ffnya, menarik + keren ^^
    Kkk.. appa MyungZy konyol bgt pertaruhannya😀
    Ehhem Myung pikirannya rada” …..😛
    Penasaran gimana kisah MyungZy slanjutnya, next part ditunggu ^^

  7. bagus tuh ceritanya. Tapi ada typo dikit, ‘Myungsoo’ malah jadi ‘Myungsono’, Haha. Ditunggu next partnya ya..🙂

  8. bagus tuh ceritanya. Tapi ada typo dikit, ‘Myungsoo’ malah jadi ‘Myungsono’, Haha. *mian baru RCL sekarang

  9. wuaaaaah~
    daebak thor!! ceritanya keren, aduh si Myungie mau nikah ama Suzy karna Suzy cantik dan sexy.. kekeke~
    Suka banget ama jalan ceritanya! Keep the good work😀

  10. Aseekkk ..
    Finally author nanda comeback❤
    bawa ff lagi, jadi makin sukaaaa❤
    ff nya makin t.o.p b.g.t nih :3 *eh,emg dari dulu udah top sih*
    masih nunggu marriage thor :3 cepat pertimbgkan untk publish.

  11. ceritanya bagus dan keren min, paling suka kalo myungzy couple uda married life, ceritanya lucu. masa nikah karena taruhan. di tunggu lanjutan myungzy nya. ^^😀.

  12. Kyaaa daebak banget hahaha ortu myungzy kocak bngt masa ya anak jadi taruhannya. Tp myungzy harus bertrimakasih tu ama ortunya cz sma” dpt pasangan yg ideal…
    Pkoknya keren deh…

  13. kekekeke ceritanya koplak nikah karna taruhan antar appa….
    aigoo itu si myung kok yadong gitu yaa
    scene myung nutupin paha suzy sweet deeh..sukaaa

    lanjuuut thor

  14. Wkaka.. myungso pervert abis.. suzyny cntik n sekseeehhhh.. tpi lucu idenya thor.. biasanya MBA tpi ini married by american football.. kkkk.. kereeeeen…

  15. Hohooo aku suka cara penulisannya. Tapi ada beberapa typo dan itu wajar;) sukaaaa jalan ceritaanya, daaan omg gue suka pairingnya. Baru nemu blog ini hohoohoo. Semangat!

  16. Kyaa Myungzy marriedlife haha aku suka banget❤ Kocak Myungzy nikah gara" taruhan sepak bola tp bagusnya ga ada yg menyesal. Myungzy myungzy jjang!😄

  17. haha,, akibat kekoyolan orang tua suzy dan myungsoo gara2 taruhan, membuat mereka hrus menikah,,haha,, daibek,, ^^

  18. kyaaa.. kyaaa.. kyaaaa.. #heboh..

    Ngakak aku.. pas suzy bangun tapi bajunya udah diganti ama baju tidur,,, hualakh.. myungsoo.. myungsoo.. km itu.. hahah.. cari kesempatan bgt…. aduh,,, gk kebayang dah ekspresinya ci myungmyung… gkgkgkkg😀

  19. uyeyyyy! nemu ff myungzy lagi…..😀
    salam kenal author…
    ceritanya okee!

    pikirannya myungpa transparan mulu???? LOL
    kasian juga ya suzy, dateng” langsung jadi istri orang…

    “Apa.. kau menyesal?” Suzy menatap Myungsoo takut-takut.
    Myungsoo mendongak. “Tidak” Suzy mengangguk pelan, “Kau?” Suzy menggeleng pelan.

    ayolah… siapa yang g mau dijodohin ma myungpa or suzy????😄

    btw, line berapa chingu???
    # maaf ya terlalu byk komen…🙂😉

  20. woho.. mr.bae jaht gitu yh ke anaknya.. wkk.. masak baru pulang dari jepang langsung suruh nikah..
    keren thor.. next yah~

  21. Bagaimana Myungsoo oppa itu namja normal #pasangwajahpolos . Duh Suzy unnie baru pulang disuruh nikah pasti kaget banget itu kekekeke tapi hal positifnya dikau dapat suami yang something kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s