Later… / One Shot

 

Later                                 

 

Author: Han Hyomi

Length: One Shot

Genre: Romance, Angst, Tragedy

Main Casts:

–          Bae Suji/ Suzy miss A

–          Kim Myungsoo/ L Infinite

–          Hwang Chansung/ Chansung 2PM

Supported Cast:

– Jung Soojung/ Krystal fx

 

 

Cast milik semua pihak yang berwenang, author hanya berhak atas ide cerita dan story line

***

 

 

Later… our love will just remain as history

Later… maybe we will be reunited

With the same heart but different story

Then, I’ll just wait for that ‘later’

***

 

 

*Author POV*

 

“saya bersedia”

“saya bersedia”

“dengan ini, saya nyatakan kalian telah sah sebagai suami istri”

Suara tepukan riuh membahana di gereja kecil itu mengakhiri prosesi pernikahan sepasang anak manusia yang berjalan dengan penuh kesederhanaan. Wajah-wajah penuh senyum terlihat dari para undangan yang jumlahnya hanya belasan dan terdiri dari orang-orang terdekat dari pasangan pengantin baru itu.

Perlahan jemari sang mempelai pria menyibak secarik kain tudung yang menutupi wajah pengantin perempuannya. Wajah tampan nya tersenyum lebar menatap yeoja yang kini resmi menjadi istrinya.

“gomawo, Suji-ah…”

gumamnya pelan sambil mendekatkan kepalanya dan mencium lembut bibir mungil sang istri.

 

*Bae Suji POV*

 

 “suatu hari nanti, aku pasti akan menggenggam tanganmu sambil mengikat janji suci didepan altar Suji-ah”

“aishh..geotjimal!”

“wae?? Aku bersungguh-sungguh jagiya” Namja tampan itu mengerucutkan bibirnya kesal

“aigoo… haha arraseo Myungsoo oppa. Ingat! kau sudah berjanji padaku, kau tidak boleh mengingkarinya”

“tentu saja! dan kau juga, arraseo?”

“ne, geuromyeon! Aku, Bae Suji hanya akan menikah dengan Kim Myungsoo kelak!”

“saranghaeyo… calon  nyonya Kim”

“saranghaeyo…tuan Kim”

Myungsoo memelukku erat setelahnya yang kubalas tak kalah erat.

 

Sebutir air bening meluncur dari kelopak mataku yang akhirnya lolos setelah berusaha kutahan sejak tadi. Namja yang kini resmi menjadi suamiku itu melepas ciumannya dibibirku dan menatapku lembut penuh kasih.

“jangan menangis dihari bahagia kita nyonya Hwang” bisiknya sambil menyeka air mataku dan kemudian memelukku singkat. Aku berusaha tersenyum meski nafasku terasa begitu sesak.

Ya, nyonya Hwang bukan nyonya Kim seperti impianku selama ini. Itulah aku sekarang.

“mianhae… Myungsoo oppa.. aku mengingkari janji kita”

 bisik hatiku pilu.

***

 

 

*Hwang Chansung POV*

 

Sinar matahari pagi yang menerobos disela tirai jendela kamar yang sedikit terbuka membangunkanku. Senyuman lebar mengembang tanpa aku sadari saat menatap sesosok tubuh yang tertidur disampingku itu dalam damai. Cantik. Dia benar-benar seperti penjelmaan sosok malaikat yang tersesat di bumi.

“tidurlah yang nyenyak yeobo… biar aku siapkan sarapan untuk kita” kukecup lembut keningnya dan berjalan menuju dapur dipojok apartemen kami yang sempit.

Tak terasa satu bulan berjalan begitu cepat sejak hari pernikahan kami. Kadang, aku masih tak percaya jika Bae Suji, yeoja impianku itu kini telah resmi menjadi milikku setelah penantian dan semua usaha yang kulakukan untuk menaklukan hatinya selama tiga tahun ini. Meskipun begitu, aku tahu, sangat menyadarinya bahkan. Bahwa ada ruang tersendiri dihatinya yang selamanya tidak akan pernah bisa kumasuki, karena ruang itu telah dihuni namja lain jauh sebelum aku masuk dalam kehidupannya. Dan sialnya, ruang itu adalah ruang yang paling istimewa dihati seorang Bae Suji.

Tapi aku tak terlalu memperdulikannya sekarang, toh Suji kini telah menjadi milikku seutuhnya. Dan aku akan mencintai dan membahagiakannya dengan sepenuh hatiku.

 

*Bae Suji POV*

 

“tidurlah yang nyenyak yeobo… biar aku siapkan sarapan untuk kita” bisik Chansung oppa sambil mengecup keningku lembut. Samar kudengar suara pintu kamar ditutup dan suara langkahnya yang semakin menjauh, menuju dapur kukira.

Perlahan kubuka kedua mataku dan menatap langit-langit kamar. Hampa dan rasa bersalah itu kembali menggelayuti hatiku. Chansung oppa adalah suami yang sangat baik, dia yang selama ini menyayangiku layaknya seorang ayah dan kakak. Tempat kubersandar dan berlindung. Dan juga mencintaiku dengan sepenuh hati sebagaimana seorang kekasih semestinya. Meski aku tak pernah mampu untuk membalas perasaannya. Ia tak mengeluh ataupun menjauh.

Aku, seorang yeoja yang bagai burung dengan sayap-sayap patah telah berlindung dalam hangat kasihnya selama tiga tahun ini. Hanya dia yang kumiliki setelah satu-satunya cinta dalam hidupku menghilang bagai ditelan bumi. Cinta yang telah meninggalkanku adalah cinta yang dulu begitu kuyakini akan aku miliki suatu hari nanti, namun sepertinya sekarang aku harus mengubur keyakinan itu. Mengubur semua kenangan di dasar hatiku yang paling dalam. Melupakan Kim Myungsoo…

“Suji-ah, kau sudah bangun?” kepala Chansung menyembul dari sela pintu yang terbuka sedikit

“cepatlah mandi, aku akan menunggumu dimeja makan” ucapnya lagi sambil tersenyum

“ne, oppa” ucapku seraya mengukir senyum secerah mungkin kearahnya.

***

 

DING DONG!!

 

“ne!

Nuguseyo?!”

Siapa kira-kira yang bertamu sepagi ini? fikirku sambil menyeret langkah kearah pintu dengan masih berbalut sarung tangan berlumur bumbu kimchi yang tengah kubuat.

“nuguse…”

Grep!

Belum sempat menyelesaikan ucapanku, sepasang tangan telah menarik dan memeluk tubuhku erat.

“Suji-ah! Nan neomu bogoshipposeo!”

Deg!!

Jantungku terasa berhenti berdetak, suara ini…

Namja yang mendekapku itu menarik tubuhnya perlahan lalu sepasang mata tajamnya yang hampir membuatku gila karena merindukannya selama ini, kini menatapku dalam. Tetesan bening mengalir membasahi wajah tampan sempurnanya

“mianhae… jeongmal mianhae Suji-ah, aku terlambat tapi kini aku telah kembali” ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang selalu berhasil membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat setiap kali menatapnya, tak terkecuali sekarang.

“…. Myungsoo oppa…”

bisikku tercekat kemudian sepasang tangan kekarnya kembali menarikku kedalam hangat pelukannya yang begitu aku rindukan.

Tuhan…apakah ini mimpi? Jika benar, tolong jangan biarkan aku terbangun.

Jika ini nyata, bisakah Kau hentikan waktu saat ini juga??

***

 

*Kim Myungsoo POV*

 

Wajah cantik ini tak berubah sama sekali. Aku menatapnya lekat, berusaha melepaskan semua kerinduan yang menyiksa hatiku. Menyocokkan setiap keeping kenangan yang pernah kulalui bersamanya dengan sosok yang duduk dihadapanku kini.

Ia menatapku dengan ekspresi yang sulit kumengerti.

“wae?” bibir itu bergetar dan ia menatapku nanar

“mwo?”

“kenapa baru sekarang kau datang oppa?

.. Apakah ini setahun yang kau janjikan?”

tanyanya lagi dengan butiran air mata mengalir deras. Hatiku sakit melihatnya menangis. Kubuang tatapanku, menekuri karpet usang lantai apartemennya.

“mianhae…jagiya… nan…” kuhempuskan nafas yang telah dengan susah payah kuhirup, seakan kami tengah berada diruang hampa udara.

Sambil tetap menekuri lantai, perlahan aku menceritakan apa yang telah terjadi padaku. Kenapa baru sekarang aku datang mencarinya.

“dua minggu setelah kedatanganku ke Jerman, aku mengalami kecelakaan mobil.” Kuhirup udara sebanyak-banyaknya, berusaha mengisi rongga dadaku yang terasa semakin menyempit. Kulirik Suji yang terbelalak menatapku,

“oppa…” 

 “Setelah lima bulan koma aku sadar dengan ingatan yang rusak. Aku menderita amnesia akibat benturan keras saat kecelakaan” Aku berhenti sesaat. Kuangkat kepalaku dan menatap dalam manik mata Suji yang melebar menatapku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Ada shock dan kengerian disana.

“aku tak ingat siapa aku dan bahkan namaku sendiri.” lanjutku sedih.

“Orang tuaku, mereka memang berusaha membantuku kembali mengingat. Tapi mereka tak pernah repot-repot berusaha mengingatkan aku padamu”

Isakan Suji semakin keras “tentu saja, mereka membenciku” bisiknya lirih.

“mianhae…jeongmal mianhae Suji-ah…” Kuraih jemari halusnya dan kugenggam erat.

“baru seminggu yang lalu aku kembali mendapatkan ingatanku tentangmu berkat cincin ini, aku menemukannya setelah sekian lama disembunyikan ummaku” sambil tersenyum kecil kuangkat cincin couple ku dan Suji yang kujadikan liontin kalung yang kukenakan.

“kau tau? Rasanya saat itu juga aku ingin terbang kemari dan kembali padamu, namun sayang, banyak hal yang harus aku selesaikan sebelumnya.

kkaja, kita mulai lagi semuanya dari awal Su- ”  

tiba-tiba Suji menarik tangannya dari genggamanku ia menggeleng-gelengkan kepalanya, wajahnya kini telah benar-benar bersimbah air mata.

“jeongmal mianhae oppa…meskipun aku juga sangat ingin kembali padamu tapi…”

“tapi kenapa Suji-ah?” kejarku tak sabar dan sedikit gusar

“ semuanya kini sudah sangat terlambat” perlahan tubuh rampingnya luruh dan terjatuh dalam keadaan berlutut didepanku. Isakannya terdengar begitu memilukan

Hatiku bagai terlepas dari tempatnya saat tanpa sengaja melihat jari manis Suji yang terlihat berkilau, sebuah cincin tersemat manis disana.

Dan aku sangat tahu, itu bukan cincin yang sama dengan yang aku miliki.

“Suji-ah… neon…” bisikku tanpa sanggup menyelesaikan kalimat yang bagai tersangkut ditenggorokan ku

“aku kira kau telah melupakanku, aku kira kau tak akan kembali padaku oppa…” jemarinya meremas kedua lututku dengan kepala tertunduk. Ia terlihat sama hancurnya denganku.

“dua tahun aku hidup tanpa kepastian. Aku bahkan mengira mungkin aku sudah gila saat itu, hingga…namja itu datang padaku dan membantuku melalui hari-hari yang sulit”

“Suji-ah…”

“aku tak bisa membalas perasaannya oppa, tapi aku juga tak mau menyakitinya. Hingga saat ia memintaku menjadi istrinya sebulan yang lalu, ak-“

“cukup!” pekikku tanpa sadar. Hatiku mungkin kini telah terlepas dari tempatnya, berdarah lalu hangus tak berbekas.

 

 “aku mohon appa, umma, tolong biarkan aku menikahi Suji. Aku sangat mencintainya” kugenggam jemari Suji yang tertunduk disampingku.

“kalau kami tetap tak mengijinkan mu, apa yang akan kau lakukan Kim Myungsoo?” tanya appa dengan nada menantang

“kalian boleh mencoretku dari daftar keluarga” jawabku tegas

“oppa…” Suji menggeleng menatapku

“Myungsoo! kau adalah anak kami satu-satunya, demi seorang yeoja sepertinya kau akan mencampakkan kami orang tuamu?!” kini umma yang menaikkan suaranya, aku tau ia pasti sangat marah.

“baiklah, aku akan membiarkanmu menikahi yeoja ini asal kau terima syarat dariku” appa mendesah menyerah. Aku tau, ia tidak bisa melepasku, putra tunggalnya.

“yeobo!” umma menatap appa tak percaya

“apa syarat itu?” tanyaku tanpa menghiraukan umma

“pergilah ke Jerman, jika kau mampu menangani dan menyelesaikan masalah bisnis kita yang memang tengah bermasalah disana aku akan membiarkan kau melakukan apapun yang ingin kau lakukan, termasuk menikahinya” appa melirik Suji dengan geram

“baiklah!”

“tapi ingat, aku hanya memberimu waktu satu tahun. Tak lebih”

“bukan masalah, tapi appa harus menepati janji”

“tentu saja”

 

Dan begitulah, aku meninggalkan Suji dengan janji untuk kembali dalam satu tahun dan menikahinya. Tapi janji tetaplah janji, karena takdir berkata lain. 

Tuhan…bisakah kau putar kembali waktu? Agar aku bisa kembali ke lima tahun lalu.

 Agar bisa memperbaiki kesalahanku dengan tidak menyetujui syarat kedua orang tuaku untuk bisa menikahi Suji, gadis yatim piatu miskin yang sebenarnya tidak pernah mereka inginkan menjadi menantu mereka.

Seharusnya waktu itu aku lari saja dari mereka dan menjalani hidupku hanya dengan Suji. Mungkin sekarang cincin dariku lah yang terselip dijemari Suji, bukan cincin dari namja lain.

 

Tapi sayangnya, waktu tak pernah berjalan mundur.

***

 

 

*Hwang Chansung POV*

 

Aku pulang kerja dan mendapati Suji yang terduduk dengan tatapan kosong. Kedua matanya terlihat bengkak dan memerah sepertinya ia habis menangis berjam-jam.

“Suji-ah… neon gwenchana? wae urro?” kupeluk tubuhnya dengan panik dan cemas. Ia hanya diam dan kaku dalam pelukanku. Ku guncang kedua bahunya berusaha mendapatkan perhatiannya

“ada apa denganmu Suji-ah??” kutangkupkan kedua tanganku di pipi tirusnya yang lengket karena air mata

“Suji! Bae Suji!”

Perlahan Suji menatapku, butiran air mata keluar tanpa terbendung

“oppa… nan eottoekhae?” bisiknya nyaris tak terdengar

“waeyo? apa yang terjadi?”

“..dia

…kembali..”

Dan dua kalimat yang keluar dari bibir Suji membuatku tertegun dan tenggelam dalam ketakutan. Kedua tanganku yang memegang pipinya terjatuh lemas begitu saja

“dia kembali… oppa, nan eottoekhae??”

***

 

*Bae Suji POV*

 

“pergilah…temui dia”

“…Chansung oppa?”

“aku mengijinkanmu menemuinya kali ini, tapi untuk yang terakhir. Minta dia untuk melepaskanmu”

Chansung oppa menatapku tegas. Menemui Myungsoo oppa untuk yang terakhir kalinya? apa aku sanggup?

“aku bukan malaikat Suji-ah. Meskipun aku tau kau masih mencintai namja itu, tapi kau istriku sekarang. Aku tak bisa menyerahkanmu pada namja pengecut sepertinya”

“oppa!” desisku tak suka

“Mwo?!! dia memang pengecut Suji-ah! kalau tidak, mengapa baru sekarang ia kembali padamu?!! apa kau masih membelanya setelah apa yang ia lakukan padamu?!!”

“oppa! kau tak mengerti dan kau bahkan tak mengenalnya!” emosiku menjadi tersulut atas perkataannya yang mennyudutkan Myungsoo oppa

“aku tak perlu mengenal namja itu, dan Suji! Demi Tuhan, kau istriku sekarang!

… kumohon… SADARLAH!!”

Namja yang berstatus suamiku itu kini menatap garang, aku tak pernah melihatnya emosi dan membentakku seperti sekarang. Perlahan kedua kakiku mundur menjauhinya

“mian….mianhae… Suji-ah” sepertinya Chansung oppa menyadari sikapnya barusan membuatku takut. Suaranya kembali melunak

“jaebal Suji-ah, jangan tinggalkan aku. Aku suamimu” ia menarikku dalam pelukannya seakan takut aku akan berlari meninggalkannya

“arraseo oppa, aku akan menemuinya dan melepaskan semua perasaanku padanya” bisikku perih ditelinga Chansung.

Meskipun sebenarnya aku sama sekali tak yakin apa aku sanggup

***

 

*Author POV*

 

“Myungsoo oppa..”

“Suji-ah! neo waseo?”

Namja dengan mata tajamnya itu tersenyum ceria, hoodie biru tua yang dikenakannya terlihat begitu kontras dengan kulit putih susunya membuat namja itu semakin terlihat tampan. Sesaat sang yeoja hanya mampu tertegun berusaha menetralisir detak jantungnya yang semakin tak beraturan.

Ah, sudah begitu lama ia tak merasakan rasa seperti saat ini.

“aku kira kau tak akan datang Suji-ah. Kita akan kencan hari ini ne? Seperti dulu”

Jemari merekapun kemudian saling menaut dengan sendirinya.

“ne oppa”

Suji tiba-tiba memeluk tubuh namja terkasihnya itu

“Suji-ah..”

“sebentar oppa, sebentar saja”

bisiknya sambil menyandarkan kepalanya dipundak Myungsoo. Berusaha meresapi setiap detik kebersamaan mereka, mengenang setiap memori dan rasa. menghirup aroma tubuh Myungsoo yang khas –perpaduan lemon dan citrus – yang begitu ia rindukan.

“ne, jagiya”

Dan Myungsoo pun membalas pelukan itu tak kalah erat sambil tersenyum lebar dan sesekali jemarinya mengusap rambut panjang Suzy dengan sayang. Tanpa ia sadari sebutir air mata, yang dengan cepat dihapus. Mengalir dari kelopak mata yeoja yang ada dalam pelukannya itu.

***

 

“kau masih ingat tempat ini Suji-ah?”

Myungsoo tersenyum kearah Suji yang berdiri disampingnya.

Hari mulai gelap saat mereka tiba disudut pantai di pinggiran kota Seoul. Seharian ini, mereka telah berkunjung kebanyak tempat. Tempat-tempat yang penuh dengan kenangan dan kebahagiaan yang dulu pernah mereka ciptakan sebagai pasangan kekasih tepatnya.

“tentu saja oppa”

Suji tersenyum kearah sebuah pohon yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdiri. Perlahan kedua kakinya melangkah kearah pohon itu, Myungsoo hanya mengikutinya dari belakang dengan senyum lebar yang tak pudar

“disini dulu…”

“ne, disini dulu aku pernah berjanji untuk menikahimu Suji-ah…”

“aku juga berjanji, tapi-“

“ayo kita membuat janji yang baru disini Suji-ah!” potong Myungsoo cepat, menyadari kalimat apa yang akan dikatakan oleh Suji selanjutnya

“oppa.. sebenarnya aku…” ucapan Suji terputus ketika tiba-tiba namja didepannya itu berlutut didepannya seraya menyodorkan sebuah kotak kecil berisi cincin berukir inisial ‘K.M & B.S’

“kembalilah padaku Suji-ah. Kita mulai lagi semuanya, kita buat janji kita yang baru didepan altar. Tak apa jika bukan yang pertama, asalkan kita pada akhirnya bisa bersama. Jaebal Suji-ah…”

Mata tajam namja tampan itu kini berkaca-kaca dan menatap satu-satunya cinta dalam hidupnya itu dengan penuh harap

“oppa…aku sudah menikah. Neodo arra..”

gumam Suji tercekat berusaha meredam tangis. Tuhan.. betapa yeoja ini sangat menginginkan dan menantikan saat seperti ini -Namja yang begitu dicintainya itu melamarnya dengan resmi- tapi, kenyataan yang mereka hadapi sekarang begitu pahit

“aku tidak perduli Suji-ah. Tinggalkan dia. Kau masih hanya mencintaiku kan?” tanya Myungsoo dengan gamang masih dalam posisi berlutut

“tentu saja aku masih mencintaimu dan hanya mencintaimu oppa. Tapi… aku..”

“Suji-ah.. jaebal…” nada memohon dari Myungsoo membuat pertahanan Suji runtuh. Kembali air bening mengalir deras tak terbendung dari kedua mata indahnya.

“oppa… hari ini aku datang padamu untuk melepaskan mu dan cinta kita” lirihnya.

“Suji-ah…apa aku harus benar-benar kehilangan dirimu lagi? Andwe! aku tak bisa!!”

Myungsoo menggelengkan kepalanya keras. Kemudian Suzy ikut berlutut dihadapannya sehingga kini mereka saling menatap mata masing-masing. Meresapi perih luka yang menyayat dihati keduanya

“aku tak berdaya oppa…mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama dikehidupan yang sekarang”

“Suji-ah…”

“tapi nanti, dikehidupan yang lain nanti, kita pasti bisa bersama. Percayalah padaku oppa…”

“jika begitu, aku akan menunggu mu dikehidupan itu Suji-ah. Akan kupastikan dan akan aku lakukan segala macam cara agar kita bisa bersama”

Bisik namja itu sedih. Perlahan didekatkannya kepalanya pada Suji, hingga bibir mereka saling terpaut.

Ciuman terakhir mereka. Sebelum akhirnya Suji menjauhkan kepalanya, memeluk tubuh Myungsoo sesaat dengan erat

“jaga dirimu oppa, hiduplah dengan baik. Jaga kesehatan mu”

Bisiknya parau lalu kemudian bangkit dan berjalan kearah seorang namja lain yang menunggunya dengan sabar dan hati yang tak kalah terlukanya. Suami Bae Suji, Hwang Chansung.

Myungsoo menunduk lemas ditempatnya, ia kini tak ubahnya bagai sesosok raga tanpa jiwa.

Ia telah benar-benar kehilangan satu-satunya cinta dalam hidupnya itu.

 

 

Tell me goodbye, tell me goodbye
those hands that embraced me
Tell me goodbye, tell me goodbye
seem to be letting go
merely being by my side is not kindness Baby
Tell me goodbye, tell me goodbye
Tell me goodbye

(Bigbang-Tell me Goodbye)

 

***

 

*Kim Myungsoo POV*

 

Biiiipp!!

 

“Anda mendapatkan satu pesan suara”

 

Biiiiipp!!

 

“oppa, ini aku Soojung. Maafkan aku karena telah ikut membohongimu selama ini. Tapi oppa… mianhae…jeongmal mianhae, tolong maafkan aku satu kali lagi.

 Aku… aku tak bisa menandatangani surat perceraian kita.

Aku…

…hamil.

Sudah 5 minggu. Aku mohon…kembalilah ke Jerman oppa. Demi anak ki-“

 

PRANGG!!!!

 

Kulempar pesawat telepon sialan itu dengan sekuat tenaga hingga membentur kaca jendela kamar ku dan membuatnya hancur berkeping-keping.

Tuhan… apalagi ini?

Kujambak rambut pendekku dengan frustrasi

 

“ARGHHHH!!!!!!!!”

 

Teriakanku membahana membelah malam. Otakku buntu, aku tak dapat berfikir. Duniaku benar-benar hancur.

Kemudian sebuah fikiran melintas dibenakku. Tergesa aku berlari kegudang bawah tanah milik appa. Mataku nyalang saat menemukan apa yang aku cari. Sebuah peti kaca yang menempel dengan dinding berisi tiga buah pistol dengan ukuran dan jenis berbeda, kuraih salah satunya dan menempelkan moncongnya yang dingin ke pelipisku, siap untuk memuntahkan isinya

“Suji-ah… aku tak sabar menunggu ‘nanti’ itu. Aku akan pergi lebih dulu, dan menunggumu disana..

Bae Suji… nan neomu saranghaeyo…”

bisikku dan mulai menarik pelatuk pistol digenggamanku perlahan. Sebutir air mata jatuh dipipiku dan…

 

DORRR!!!

***

 

 

*Author POV*

 

Tubuh Myungsoo jatuh bersimbah darah dengan luka yang mengalirkan darah segar dipelipisnya.

Menyonsong kehidupan yang lain dengan harapan, sebuah cerita cinta sempurna yang indah bersama Bae Suji nya…

***

 

Seminggu kemudian…

 

*Bae Suji POV*

 

Kutatap lautan biru yang terbentang dihadapanku tanpa ekspresi. Pantai yang sama dengan pantai yang aku kunjungi bersama Myungsoo oppa seminggu yang lalu.

“oppa…apa kau sedang menungguku?” bisik ku pada angin.

Kakiku melangkah mendekati ombak yang berdebur kebibir pantai tanpa perduli dress biru selututku yang semakin basah.

“aku akan datang oppa, aku tak ingin kau menunggu lebih lama. Aku tau menunggu itu sangat menyakitkan” racauku sambil terus melangkah hingga kini air laut telah mengepung disekeliling pinggangku.

Samar aku melihat senyum menenangkan milik Myungsoo oppa diantara deru ombak, sebelum akhirnya menerpa dan menyeretku kebagian terdalam dari dasar laut.

“akhirnya kita bisa kembali bersama, Myungsoo oppa…”

***

 

 

 

“suatu hari nanti, aku pasti akan menggenggam tanganmu sambil mengikat janji suci didepan altar Suji-ah”

“aishh..geotjimal!”

“wae?? Aku bersungguh-sungguh jagiya” Namja tampan itu mengerucutkan bibirnya kesal

“aigoo… haha arraseo Myungsoo oppa. Ingat! kau sudah berjanji padaku, kau tidak boleh mengingkarinya”

“tentu saja! dan kau juga, arraseo?”

“ne, geuromyeon! Aku, Bae Suji hanya akan menikah dengan Kim Myungsoo kelak!”

“saranghaeyo… calon  nyonya Kim”

“saranghaeyo…tuan Kim”

***

 

 

END

 

cinta tak selamanya indah…cinta tak selamanya menang

cinta tak selamanya manis…tapi, meski perih dan terluka

cinta selamanya tetaplah CINTA

 ***

 

 

Author note:

Annyeongg…. akhirnyaaa…. kelar juga ff super gaje ini *narik nafas lega*

Mian kalau alur dan endingnya kurang berkenan. Ini pertama kalinya saya nulis cerita super panjang dan nyesek #authorgalau

Padahal yang ditulis duluan itu ff Myungzy yang fluff tapi justru ff super angsty gaje ini yang kelar duluan. huhu… pengaruh suasana hati saya yang juga lagi angsty sepertinya ini #plakk #curhatterselubung

Oh iya, adakah yang menunggu “Guardian Angel part 4”? mian ya karena harus bersabar sedikit lama #plakk saya lagi miskin ide buat ngelanjutin ff itu. Tapi kalau banyak yang nugguin pasti saya usahakan ngelanjutinnya #digamparReaders

Sekali lagi, gomawo buat kalian semua yang udah baca  #bowbarengG.O*

Seperti biasa, kalo sudah Read, dimohon Comment dan Like nya xD

 

LOVE,

Zhi

 

76 thoughts on “Later… / One Shot

  1. Author, aku penasaran baca FF ini gr2 gak bisa tidur..haha #curhat.. Aaahh, kenapa harus sad end?? Aku nggak nyangka kalo ternyata Myungsoo udah punya istri juga, kirain di Jerman dia masih lajang soalnya berani ngajak Suzy balikan.hoho.. Daebak FF’nya.. Ditunggu karya lainnya. Hwaiting🙂

  2. Pas bca part awal krain ama myungsoo nikahnya.. kkkk.. trtipu sya pemirsa… kren thor… wlopun sad ending toh mreka jdi brstu.. wlopun g d dunia… hahaha.. DAEBAK!!!

  3. Pas bca part awal krain ama myungsoo… trtipu sya pemirsa…. kkkk… tpi wlpun sad ending q sneng cz bkl brstu wlpon g d dunia… DAEBAK!!!!

  4. keren thor tapi ceritanya bnr2 sedih.T_T. author daebak dikirain suzy nikah dgn myungsoo ternyata dgn changsung. ceritanya bnr2 seru dan sedih.^^
    di tunggu ff thor lainnya aplgi guardian angel part 4.😀

  5. OMG …mereka berdua bundir..ishh
    ternyata myungsoo dijerman jg ud nikah..hohoho
    meski myungzy adalah couple pavouriteku tp diff ini aku kasian ma chansung..*hug chans

    ditunggu karya yg lainnya..hwaiting!

  6. seru” thor.. Jdi myungsoo critaya udh punya istri di jerman.. Suzy knapa ga mau sma chansung.. Kasian Chansung nya.. Chansung oppa sma aku aja #plak ditunggu next FF nya

  7. thor sedih banget “sad ending”…
    tp MyungZy mudahan bsa berst d dunia lain….di tgu ff laennya sma guardain angel part 4……

  8. keren…
    Sedih critanya, smpe saya nangis pemirsahh *gaknanya.
    Akhirnya mreka brsatu, tpi di alam lain…
    Dtunggu ff Guardiannya…

  9. Huuuwwaa… Thor sedih
    hikz…. #nangis dipojokkan
    ternyata myungpa udh nikah ug ya.
    Tpi syukurlah mbk bersatu walau di alam lain.

  10. Walau sad ending tapi MyungZy masih bisa bersatu dialam yg berbeda . Ku lebih suka Myung meninggal (?) tapi masih cinta sama suzy daripada nikah sama krystal Maldo Andwee😉 . Sequel dong thor keke

  11. huhuuuhhuuuhuuu #nangis Thor aku shock sampe treakk pas tau suzy udh nikah sama changsung. Aissshhhhh~ T___T Baguss sih min, tapi aku sebel klo Myungzy gak jd dikehidupan nyata #plakkk #lapairmata hehe

    Nahh, akuuu sangat menantikan guardian angel part 4 thor. Harapan: walaupn sama” angel Myungzy bisa bersatu #amiiiinnnn Dtnggu FF Myungzynya thorrr😉

  12. ceritanya bagus banget thor..
    feelnya dapet banget…
    tp kasian jg ama chansung oppa..ya udah oppa ama aku aku aja…
    di tggu karya lainnya yaa thor

  13. Gilaaaaa Beneeeeeer!!! Daebbbaaakkk!
    Aku masih ngerasa merinding walaupun udah selesai bacanya…
    Tapi ada perasaan senang sih sebenernya, soalnya Myungzy nggak jadi hidup dengan orang yang nggak dicintai. Menurutku, hidup kayak itu lebih menyiksa. Bukan berarti aku mendukung tindakan bunuh diri lho…
    Aku juga tetep sedih Myungzy nggak bisa Hidup bersama…😦
    Ini gara-gara ortunya Myungsoo! Aku benci banget ortu kayak gitu! Kolot!
    Ditunggu ff selanjutnya🙂

  14. pertamanya aku kirain nikahnya sama myungsoo.. eh tau taunya sama chanana -_-
    dan…gatau deh ini sad apa happy ending. ga nyangka jg ternyata si myungie udh nikah di sono. tp asli ini idenya keren loh suwer..
    keep writing chingu~ ditunggu ff lain ne?

  15. wah daebak,aku bru baca sekarang soalnya aku bru jdi peminat ff😀
    thor di tunggu yah karya”selanjutnya?american football keren tuh ditunggu part selanjutnya.
    Fighting buat ff nya! :D:)

  16. pertamanya aku kira szuy nikahnya ma myungsoo ,, eh ternyata bukan toh……. sed ending sedih,, semoga di akhirat mrka brtemu .wkwkwkwkwkwkwkw,,,,,,,,,,,,,, american footballx kapan mau di lanjutin ? udah gk sabar nunggu part 6 ,,

  17. seddiihh..hanya satu itu yang mampu keluar dari mulut q..akhh kenapa haruss berakhir menyedihkann…tapi baguss thor ff’nya walaupun sadending..and gomawo…

  18. Kasihan myungsoo nya dia cinta sma suzy trus suzy jga cinta sma dia, tapi suzy gak mau nyakitin hatinya chansung jdinya mereka berpisah deh..
    Hehe..tapi ttp snang kok akhirnya mereka bisa bersatu wlpn didunia yg berbeda…
    Daebak thor..keep writing..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s