Vampire And Cake (Part 2)

Image

Tittle :  Vampire And Cake (Part 2)
Author : @anisa_hnchn
Genre: Romance,Comedy,Fantasy

Cast :

Choi Minho

Bae Suzy

Length: Chaptered
Rated : PG-13

#Suzy POV

Minho membantuku menyusun alat-alat tersebut… waktu tinggal 7 menit lagi,dan kurasa,waktu ini tidak cukup… aku benar-benar menyerah… “Tinggal 7 menit lagi,dan masih banyak alat-alat yang belum di cuci… beberapa sudah disusun… aisshh…” Gerutuku…

Minho tertawa kecil… “Gidaril…” Ucapnya… Matanya kembali menjadi biru,jari telunjuknya juga mengeluarkan cahaya biru… semua benda-benda disini kembali bersih,rapi dan tersusun dengan sempurna…

Oke,aku benar-benar kesal padanya,sekarang! “YAAAAKKKK!” Bentakku… Minho terlonjak kaget,dan menatapku dengan tajam…

“Wae?!” Sahutnya dengan raut wajah kesal…

“Mengapa kau tidak bilang kalau kau bisa merapikan semuanya dengan cepat,HAH?!”

“Karena kau tidak bertanya… aigoo—bisakah kau berbicara dengan lembut?” Minho mendengus kesal…

“Yaah ! kalau tau begitu,kita tidak perlu merapikan semuanya dalam waktu 20 menit,BABO!” Pekik ku kasar,Minho menatapku heran… “WAE?!”

“aku ingin berlama-lama disini,hanya berdua denganmu,Bae Suzy”

“Mwo?”

“Aku menyukaimu~” Ucap Minho dengan wajah polosnya… ia mengulum senyumnya dan mengacak lembut rambutku…

“jangan bergurau,Minho-ya…” Ucapku… aku menyingkirkan tangan Minho dari atas kepalaku…

Pulang sekolah 15.00 KST

Baru saja bel pulang sekolah berbunyi,murid-murid perempuan sudah menyerbu Minho,dan itu membuatku jengkel… bukan jengkel karena cemburu. Tapi karena Minho menggenggam tanganku terus menerus,aku mencoba melepaskannya tapi sulit.

“Minho,kau pulang bersamaku ya?”

“Aniyoo,denganku sajaaaa~”

“BISAKAH KALIAN DIAM?” Teriakku. Aku benar-benar muak dengan sikap mereka yang seperti itu.

“Suzy-ah,wae?” Minho mengernyitkan dahinya… “tidak usah marah seperti itu. Tanpa kau suruh,aku akan selalu pulang bersamamu.” Ucap Minho… “Kalian—maaf… aku tidak bisa pulang bersama kalian…” Ucap Minho…

Gadis-gadis yang lain berbisik-bisik dan meninggalkan kami berdua… “Maaf,sepertinya tadi aku terlalu lancang ya?” Ucapku…

Minho hanya menggeleng,dan mencubit pipiku lembut… “Tidak apa… ehm… kita langsung pulang?” Tanya Minho.

“Sepertinya tidak… habis ini,adalah jam ekskul. Hanya ekskul tambahan sih,tapi lumayan banyak peminatnya… Ekskul tambahan ini dilaksanakan setiap hari senin,selasa dan rabu. Sedangkan kamis dan jum’at,tidak ada jam ekskul.” Jelasku. Minho hanya mampu mengangguk…

“kau mengikuti ekskul tambahan?” Tanya nya. Aku mengangguk mantap… “Ekskul apa?”

“Aku masuk klub radio sekolah. Yaaa,mungkin ini bukan ekskul… tapi jam nya berlaku hanya ketika ekskul tambahan dilaksanakan…” Jawabku… Aku menarik tangan Minho… “Kau ingin ikut ekskul apa?—mungkin kebanyakan siswa laki-laki mengikuti ekskul sepak bola dan basket.”

“Aku lebih memilih sepak bola…” Ucapnya… “oh ya,di klub radio kau melakukan apa saja?”

“kami memutarkan lagu request dari murid sini… juga membacakan beberapa surat yang masuk ke dalam kotak di depan ruang klub radio.” Jelasku,lagi-lagi ia hanya mengangguk.

“Itu menyenangkan. Bermain sepak bola,sembari mendengarkan suaramu…” Ucap nya…

“Hahaha… kau selalu saja bergurau—Oh ya,Sunbaenim!” panggilku begitu melihat Jinwoon Sunbaenim,selaku ketua tim sepak bola,baru saja keluar dari ruang ganti. Ia menoleh ke arahku dan tersenyum…

“Ada apa,Suzy?” Tanya nya…

“ehm… ini temanku—Choi Minho. Dia murid baru disini… dan ia ingin mengikuti ekskul sepak bola.” Ucapku memperkenalkan Minho. Minho mengulurkan tangannya,dan langsung disambut jabatan tangan oleh Jinwoon Sunbaenim.

“Kau tinggi  sekali… ku kira kau satu paralel denganku.” Ucap Jinwoon sunbaenim diiringi tawa kecil. “Baiklah,kau boleh masuk ke tim sepak bola. Kau bisa memulai nya besok…” Ucap Jinwoon sunbaenim. “Aku pergi dulu… annyeong~” Jinwoon sunbaenim membungkukan badannya cepat,dan berlari sembari melambaikan tangannya.

“Kalau begitu,kau boleh ikut ke ruang klub radio~ kajja!”

#Minnho POV

Ruang Klub Radio

Suzy mengajakku masuk ke dalam ruang klub radio,manusia disini benar-benar ramah… mereka mudah bergaul dan tidak memandangku sebagai murid baru. Atau lebih tepatnya newbie.

Suzy segera memasuki ruang siaran itu,dan aku dipersilahkan duduk di sofa,tepat di depan ruang siaran. Ya ruang siaran itu ditutupi kaca tembus pandang yang besar. Kurasa untuk membuat ruangan itu kedap suara.

 

“Annyeonghaseyo,dengan Suzy disini,kekeke~ hem… pertama aku akan membacakan surat yan berada di depan ruang klub radio. Err—kurasa suratnya banyak sekali…” Ucapnya. Bisa kulihat,Suzy menyusun surat itu,dan mengambilnya satu persatu.

“Dia selalu manis ya…” Ucap salah satu sunbaenim yang berada disebelahku. Tadi ia memperkenalkan namanya,hem… Nichkhun sunbaenim…

“Always~” Sahut sunbaenim juga yang berada disebelahnya… kalau tidak salah namanya Changmin sunbaenim.

“Okay~ surat pertama,dengan kertas warna merah muda. Pengirimnya,Myungsoo sunbaenim. Ditujukan kepada Bae Suzy—hahh… hahaha… isinya… Suzy-ssi,berhenti membuat jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Kau nyaris membuatku mati ditempat,ketika kau mengulum senyummu… igeo mwoya? Hahaha…”

 

“Hei,Minho-ya… asal kau tahu,hampir semua Sunbaenim disini menyukai Suzy… jangankan sunbaenim,bahkan murid namja se-paralel kau,menyukai Suzy. Mungkin Myungsoo salah satu sunbaenim yang terlalu mencolok menyatakan perasaannya pada Suzy… namun Suzy hanya menganggapnya candaan… yaaa,terus terang saja… cara Myungsoo menyampaikan surat setiap pagi,itu seperti bermain-main.” Ucap Nichkhun Sunbaenim… ia menepuk bahu ku…

“Surat kedua,pengirimnya Im Jae Bum… Surat ini untuk Sohee Sunbaenim… Isinya… Sunbaenim,aku menunggu jawaban mu esok hari. Saranghae~ omo omo omoooo~ kurasa ada calon-calon yang harus ku minta pajak atas hari jadi mereka,hahaha…”

 

“Jae Bum! Daebakkk!” Changmin sunbaenim meloncat sambil mengepalkan tangannya… “dia adikku,haha…”

Kalau begitu caranya,berarti aku bisa kan,mengirim surat seperti itu. Hanya tinggal memejamkan mata,memikirkan apa yang ingin ku katakan,dan—

Klik~

“Waktu berhenti…” Aku menggesekan kedua telapak tanganku,dalam sekejap sebuah kertas berwarna putih polos,dengan berbagai macam kata yang sudah tersusun rapi di atas surat itu. Hanya tingga menaruhnya di kotak yang berada dalam ruangan siaran.

Pejamkan mata,fokus,takupkan kedua tanganku dan—surat itu sudah berada di dalam kotak. Right!

Klik~

Waktu kembali berjalan…

Suzy masih terus membacakan surat,kalau tidak salah,sekarang sudah sampai surat ke-14. Jujur aku bosan,tapi—kalau aku hanya duduk di sofa,di temani kedua sunbaenim yang masing-masing berada disebelahku,dan membicarakan tentang ahh—aku tidak mengerti.

“Surat terakhir… pengirimnya Choi Minho—“ Suzy membelalakan matanya,dan menatapku terkejut. “ditujukan untuk Bae—Suzy… isinya… Terimakasih atas semuanya… Ya sebenarnya ini memang tanggung jawabmu,membuatku lolos dari dun—Oke,aku hanya mampu mengucapkan terimakasih… aku menyukai cake buatanmu,karena rasanya manis. Semanis senyum mu~ hahaha… Choi Minho,anak baru disekolah kami,ia memang suka bergurau…”

Changmin hyung menatapku dengan tatapan terkejut… “Daebak,daebak~” ia menepuk-nepuk punggungku…

Disusul dengan Nichkhun hyung yang malah mengacak rambutku… “Yaa,Shim Changmin… kurasa anak baru ini memiliki nyali. Haha… kau saingan berat Myungsoo sepertinya~”

“Jinjja? Myungsoo sunbaenim?” Tanyaku… mereka berdua mengangguk.

“oke sebagai penutupan aku akan membacakan request dari Myungsoo sunbaenim,B.A.P – Stop it. Jonghyun,Wonder Girls – Be My Baby. Dan masih ada 6 request dari beberapa orang yang akan dibacakan oleh Changmin oppa sesudah ini~ Baiklah,aku Bae Suzy,undur diri~ annyeoooong~”

 

Suzy melepas Headphone nya dan bergegas keluar ruang siaran…

Nichkhun hyung mengangkat kedua jempolnya dan tersenyum lebar ke arah Suzy… diikuti Changmin hyung yang mengacak rambut Suzy perlahan… “Siaranmu tidak pernah buruk!” Ucap Nichkhun hyung…

“Gamsahamnida Sunbaenim…” Suzy juga tersenyum,kemudian membungkukan badannya… “Nichkhun Sunbaenim,Changmin Sunbaenim,aku pamit,neee~ annyeong” Suzy menarik tanganku,dan memaksaku berdiri dari sofa yang nyaman ini~

Sepanjang perjalanan pulang sekolah,Suzy hanya menendang kaleng bekas soft drink yang menghalangi jalannya,sama sepertiku. Habisnya,aku bingung harus apa. Kurasa sebentar lagi ia akan angkat bicara mengenai surat yang ia baca tadi… sebenarnya ada sedikit bagian yang ia potong… ketika ia memotong ‘dun—‘ sebenarnya kalau tidak dipotong itu akan berbunyi ‘dunia vampire. Dan ketika aku menerobos jendela kamarmu hanya untuk mencari cake. And then,last! Aku tidur bersama denganmu dan itu hal yang terindah yang pernah kurasakan…’

“Tuan Vampire…” Panggilnya,tanpa melepaskan tatapannya ke arah bawah… “apa maksudmu menulis surat seperti itu? Menggunakan kekuatanmu? Aku mohon,rahasiakan lah,kalau kau seorang vampire…” Ucapnya…

“Aku memang menggunakan kekuatan tadi,namun,first. Aku tahu apa yang kau katakan,makanya aku menghentikan waktu.” Ucapku.

“MWO?” Suzy membelalakan matanya… “kau bisa menghentikan waktu?” ia menatap tajam ke arahku. Dan aku hanya mengangguk…

“wae?”

“Kalau begitu,bisakah kau membawaku ke masa lalu untuk sehari saja?” Tanya nya…

Oke,jujur. Terus terang,aku bisa mengatur waktu,datang dan kembali ke masa lalu dan masa depan. Namun,pesan dari eomma ku sebelum meninggal,aku boleh menghentikan waktu sesuka ku. Tetapi,aku tidak boleh membawa seseorang kembali ke masa lalu atau melihat masa depannya.

Tapi,ia berkata ada pengecualian. Aku boleh menggunakan itu,hanya untuk orang yang mencintaiku. Umurku 1000 tahun,dan aku belum menemukan seseorang yang benar-benar mencintaiku apa adanya. Buka karna aku pangeran dari dunia vampire atau apapun.

“Minho-yaaaa” Suzy mengguncangkan lenganku…

“eh,ne? Wae?”

“bisakah kau membawaku ke masa lalu?”

Glek…

Mungkin untuk sekarang,aku terpaksa berbohong…

“Motthaeyo… aku hanya dapat menghentikan waktu… “ Ucapku,sembari tersenyum ke arahnya… Suzy mendengus kesal… “Suzy-ah,kau bilang,kita akan pergi ke toko sepulang sekolah,untuk membeli bahan-bahan Cake mu.”

“Aaah! Geurae!” Suzy mengangguk mantap. “Kajja~” Suzy menarik pergelangan tanganku,dan mempercepat langkahnya.

#Suzy POV

Toko,18.30 KST

Aku memang berniat membeli semua bahan yang ku butuhkan,sialnya… aku lupa meminta kepada eomma… apa daya,haahh… aku hanya membeli beberapa topping dan pemanis. Itu juga sudah menghabiskan uang di dompetku…

“kenapa hanya sedikit?” Tanya Minho. Aku menyuruhnya membawa keranjang,mungkin ia merasakan kalau keranjang nya terlalu ringan.

“Aku lupa membawa uang lebih…” Ucapku. Minho memiringkan kepalanya… “Keundae,bagaimana kalau hari sabtu nanti,kita ke toko ini bersama,dan berjalan-jalan menuju mall?” Tawarku… Minho menegapkan posisi tubuhnya,dan menatapku dengan tatapan seperti anak kecil-_- matanya terlalu berbinar,hanya sekedar dikarenakan oleh sebuah ‘Cake’.

“Dwaesseo!” Ia mengangguk mantap. “ini—“

“Palli palliiiiii…” Aku mendorong punggungnya ke arah kasir,dan ia hanya mampu tertawa kecil. Anak ini benar-benar polos… walaupun agak sedikit err—mesum? Atau memang semua lelaki seperti itu?

Setelah membayar semuanya, kami keluar dari toko itu. Minho membantuku membawa kantong plastik berisikan bahan-bahan untuk Cake.

“ku dengar,dari Nichkhun sunbaenim dan Changmin sunbaenim,kalau Myungsoo sunbaenim menyukaimu,eo? Dan hampir semua sunbaenim namja disini menyukaimu?” tanya nya. Tanpa memberi jeda untukku agar bisa menjawab satu persatu. Ia malah mengatakan semuanya dengan lengkap. Sekali lagi,tanpa jeda.

“Myungsoo sunbaenim… haha… aku tidak tahu jelas. Mungkin saja ia hanya mengagumi ku eo? Atau hanya sekedar menganggap surat itu sebagai candaan…” Jawabku…

Minho yang mengerti hanya mengangguk pelan. “kau belum menjawab pertanyaan ku yang satu lagi…”

“Aah ya… soal itu,aku tidak tahu pasti. Mengapa kau menanyakan hal itu padaku? Hrusnya kau menanyakannya pada sunbaenim yang lain…” Ucapku… Minho menggaruk tengkuknya… “Oh ya,kau akan tinggal dimana?”

Aku baru menyadarinya… ia kan vampire,dan ia tidak punya tempat tinggal disini…

“Haha… na do molla…” Ia malah tersenyum bodoh.

Aku tidak mungkin,kan. Membawanya ke rumah,dan menyuruhnya untuk tinggal dirumah ku? Bisa saja sih. Namun,secara logika,kalau kedua orang tua ku berfikiran negatif bagaimana?

Mereka berpikir kalau aku membawa seorang namja masuk ke dalam rumah,dan secara tiba-tiba menyuruhnya menetap dirumah ku? Itu bukan hal yang lucu. Tapi kalau boleh jujur,aku kasihan dengannya… mungkin aku harus menyusun beberapa kebohongan,agar eomma dan appa mengizinkannya untuk tinggal bersama kami.

“Bagaimana kalau kau tinggal dirumahku?” Tanyaku… Minho membulatkan matanya… langkahnya terhenti seketika… “Aku akan mengatur semuanya… dan kalau boleh tau,kau sampai kapan tinggal di dunia manusia?”

“Kalau kau mengizinkannya,aku bisa saja tinggal dirumahmu.—sampai… aku tidak tahu. Kira-kira aku berada disini selama enam bulan. Apa tidak terlalu merepotkanmu?” Jawabnya…

“ku kira tidak… lagipula,kau bisa bermain bersama adik lelaki ku… Taemin.” Ucapku… Minho tersenyum lebar,ia meloncat.

“Assa!—kalau boleh tau,umur adikmu berapa?”

“13 tahun…” Jawabku… dan lagi-lagi ia hanya menganggukkan kepalanya…

Rumah,19.00 KST

Setelah meminta izin kepada eomma dan appa,tidak disangka… mereka malah mengizinkan Minho tinggal disini… kata eomma,tidak masalah. Karena Minho bisa menjadi kakak untuk Taemin… sedangkan menurut appa,err—ia malah berpendapat sama seperti eomma.

Eomma bertanya kepada Minho,dimana orang tuanya… dan Minho menjawab kalau orang tuanya berada di Amerika. Ia berada di korea atas kemauan nya. Dan,ia juga bilang… ia hanya tinggal disini untuk beberapa bulan,karna takut merepotkan.

Dengan polosnya,eomma berkata kalau Minho boleh tinggal disini selamanya. Namun Minho menolak… ya jelas saja-_-

Oh ya,mungkin semua kebohongan ini Minho yang menyusun sendiri… jadi aku tidak perlu membantunya…

“Minho,kau bisa tidur di kamar atas… sebelah kamar Suzy. Disana ada kamar kosong… semuanya sudah rapi…” Ucap eomma sembari tersenyum ke arah Minho. “Suzy,kau antar Minho ke kamar,ne?”

“Gamsahamnida,ahjumma…” Ucapnya. Ia membungkukan badannya,dan tersenyum ke arah Eomma…

“Setelah merapih kan barang-barang,kalian turun kebawah,untuk makan malam,ne…” Sahut appa. Dan kami berdua hanya mengangguk…

“Hyuuuunggggg”

Aiiishh… Taemin. Sedaritadi ia memang berusaha menarik perhatian Minho dengan bermain PSP di sofa,tepat sebelah Minho.

“Hyung,kau bisa bermain PS 3 eo? Bagaimana kalau nanti kita bermain bersa—“

“Bae Taemin… kau berhenti bermain PSP,dan makan malam. Bermainnya nanti saja…” Panggil eomma. Taemi mendengus kesal,dan menaruh PSP nya sembarangan di sofa. Kemudian berlari menuju ruang makan…

Aku mengantar Minho. Awalnya,aku hanya ingin mengantarnya sampai depan kamar… namun,kamarnya masih sedikit berantakan… padahal,eomma bilang tadi sudah rapi… aish.

Minho melempar blazzernya sembarangan… aishh… vampire yang satu ini.

“Minho-ah,gantung blazzer nya disini…” Ucapku sembari menunjuk ke arah lemari yang sudah tersedia beberapa gantungan untuk menggantung baju seragam.

Minho menoleh ke arahku,ia tersenyum polos. “Maaf…” Ucapnya. Ia segera memungut blazzernya,dan menggantungnya di lemari.

“bukankah kau tidak punya barang lagi selain jas yang kau tinggalkan di kamarku?” Tanyaku. Dan Minho hanya tersenyum kecil…

Ia membuka telapak tangannya,sebuah cahaya biru muda keluar dari tangannya?!  Dalam sekejap,semuanya sudah tersusun rapi… mulai dari seragam,kemeja,kaos. Bahkan ada meja belajar dan lampu belajar.

“Dae—bak…” Ucapku kagum…

“Haha… gomawo… ini semua barang-barang yang aku pikirkan,dan aku keluarkan dari pikiranku,kemudian menjadikannya barang nyata…” Ucapnya… “Lebih baik kau mengganti pakaian mu… aku bisa membereskan semuanya…” Minho mengacak lembut rambutku.

“Dwaesseo…”

Ruang makan,20.00 KST

Selesai mengganti pakaian,aku segera turun menuju ruang makan. Eomma segera menyuruhku,untuk duduk tepat di sebelahnya…

“Minho,eodi?” Tanya Appa.

“Sedang mengganti pakaiannya…” Jawabku… Appa yang mengerti maksudku,hanya mengangguk.

“Minho itu anak yang baik… ia tampan,tinggi dan sopan… dan—eomma jarang melihatmu berteman dengan seorang murid namja.” Ucap Eomma… Aku hanya menggaruk tengkuk…

Tidak mungkin,kan. Aku menceritakannya… tadi malam,Minho masuk lewat jendela kamarku dengan cara terbang. Ia memakai jas hitam,kemudian memaksaku untuk tidur bersamanya,itu adalah sebuah ancaman. Karena aku belum membuatkannya Cake…

Aaah,itu tidak mungkin…

“ah itu Minho…” Ucap eomma… Appa segera menarik kursi yang berada disampingnya,agar Minho bisa duduk.

Minho turun dengan memakai kaos putih polos,dan celana pendek selutut,berwarna coklat muda… ia benar-benar terlihat seperti manusia…

“Gamsahamnida,Ahjusshi…” Ucapnya ketika appa menarik kursi itu untuknya…

Setelah Minho duduk,eomma segera menyiapkan makanan untuk Minho… aah,kurasa eomma mulai jatuh cinta pada tuan vampire ini-_- atau ia hanya membuat kesan agar Minho nyaman tinggal disini? Aah… aku tidak tahu.

Menu kali ini,eomma memasak jajangmyun dan itu di khususkan untuk Taemin… sedangkan untuk yang lain,eomma memasakkan bimbimbap,dan bulgogi… jarang-jarang eomma memasak bulgogi. Biasanya ia hanya akan menyiapkan bimbimbap,dan san nak-ji.

“Minho-ah… apakah kau bepacaraan dengan Suzy?” tanya eomma. Dan itu membuatku tersedak.

Uhuk

Minho membulatkan matanya,dan memberikan segelas air putih yang berada tepat di depan ku. Mungkin ini akal-akalan eomma,tidak mau mengambilkan air putih ketika aku tersedak,agar Minho yang mengambilnya dan memberikannya kepadaku… aisshh jinjja.

Setelah memberikan segelas air putih padaku,Minho menjawab pertanyaan eomma… “Suzy memang gadis yang cantik. Sebenarnya,dia—“

“hahaha… Aku tidak ada hubungan apapun dengan Minho. Ia hanya temanku.” Ucapku memotong pembicaraan Minho. Tidak sopan? Memang. Tapi yang jelas,kurasa tadi ia ingin menceritakan kejadian semalam,dan alasannya datang kesini…

Keesokan Hari,09.00 KST

Aku dan Minho sudah berada di kelas… yaah,pelajaran hari ini cukup membuatku mengantuk. Aahh… bisakah aku mempercepat waktu,dan langsung menuju jam ekskul? Cissh…

“Jangan tidur disaat seperti ini…” Tegur Minho.

“Diam kau,tuan Vampire.”  Ucapku. Ia malah mendecak kesal… aah,lebih baik au melanjutka tidurku.

BRAAK

“Yaa! Bae Suzy! Mengapa kau tidur disaat seperti ini?!”

Jinjja,rasanya jantungku akan lolos dari tempatnya. Kim songsaenim,arghhh…

“Mi—mianhae,songsaenim…” Ucapku. Aku bangkit dan membungkukan badanku.

“Tidak ada per—“

Aku menengadahkan kepalaku ke posisi semula,yaa,dikarenakan omongan Park Songsaenim terpotong seketika.

OMO

Kenapa—

# Minho POV

Klik

Aku terpaksa menghentikan waktu… yaa… aku tidak ingin Suzy mendapat hukuman. Ia memang malas,tetapi kalau ia dihukum dan dikeluarkan dari kelas,ia tidak akan bisa mengikuti pelajaran,kan?

Ilmu sangat aku utamakan. Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan ilmu,ataupun membantu seseorang,yang mendapat masalah dan berhubungan dengan ilmu. Mungkin aku hanya akan melakukannya pada orang-orang terdekat.

Suzy tercengang. Ia memperhatikan keadaan sekitar kelas,hingga akhirnya tatapannya sampai kepadaku.

“Neun Mwoya?!” Teriaknya. “Kenapa—“

“Aku kasihan padamu… gidaril eo~” ku lingkarkan kedua tanganku pada pinggul Suzy,dan menariknya,sontak ia jatuh ke pangkuanku…

“Kau ish!” gerutu nya. Ia mencoba berontak,namun sulit.

Zipp~

Klik

Secara tiba-tiba, jarum jam kembali terhenti pukul 08.59 . Suzy menatapku heran,ia segera turun dan melepas paksa lingkaran lenganku pada pinggulnya.

“Kau—bisa mengendalikan waktu? Mengapa kemarin kau berkata,kau tidak bisa mengendalikannya? Dan hanya bisa menghentikan waktu. Kau berbohong.”

Degh

Aah iya… aku lupa pesan eomma… keundae— mungkin aku harus menjelaskan yang sebenarnya…

“Sebenarnya—“

TBC

HOY HOY -_-

 

Adakah yang nunggu ff gaje ini? Wkwkwk…

Maaf lama publish,berhubung aku sibuk /plak/

Dan oh ya-_- aku gabisa bikin ff fantasy,mungkin fantasy yang digunain disini udh terlalu sederhana dan biasa… maaf yaaa~ /deep bow/

 

Ini tanggal publish udah lebih cepet dari sebelumnya loh._. aku janjiin pertengahan januari,tapi mumpung ada mood,ya aku lanjutin aja sampe selesai,walaupun hasilnya abal ;A;

 

Sequel vacation udah aku publish yaaaa~ kalian bisa check di baesuzyfanfiction.wordpress.com disitu juga butuh banyak admin ‘-‘)/ kalo minat,bisa check page disitu,aku lupa nama page nya /slap/ -_-

 

Oke deh,segitu aja mungkin ._.

 

RCL~

39 thoughts on “Vampire And Cake (Part 2)

  1. akhirnya…. setelah nunggu sekian lama lanjutannya muncul jga…
    o, ow… minho agak ceroboh, cuma keren!!!
    lanjutt thor..

  2. Aku nunggu bgt kelanjutan ff ini.
    Sebenarnya kenapa itu.. Kenapa TBC disaat seru2nya-_-
    Kalo mrka beneran saling suka gimana tuh? Minho vampire suzy manusia??!
    Ditunggu next part nya..
    Keep writing and fihgting author^^ thanks^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s