[ Freelance ] One Last Cry *part 2* -FINAL-

Untitled

Tittle    : [Sequel Can’t I Love You] One Last Cry
Author : Han Hye Woo a.k.a @Apriyani96
Genre  : Romance, sad, comedy
Rating : PG-15
Length : Twoshoot, songfict
Main cast: Bae Suzy // Kim Myungsoo // Jung Krystal // Shin Won Ho

Apakah ada yang menunggu FF ini?? Moga aja ada *amien dah*. Maaf karena FF nya lama banget, ini disebabkan oleh idenya pada kabur ga tau kemana dan di daerahku ga ada sinyal modem T.T

~~~~~~>.<~~~~~~

Happy Reading ^^

Author POV
Masih kurang satu minggu lagi untuk merasakan musim panas yang menyenangkan dan bermanja ria dengan alam atau aktivitas yang kau suka. Waktu yang sangat sebentar untuk menikmatii hari bersekolah dan berteman dengan tumpukan tugas yang menumpuk, mungkin jika dipikirkan hal itu sangatlah menyenangkan tapi pada kenyataannya semua murid mengeluh frustasi dengan rentetan kewajiban mereka.

“AAAAHHHHHHH” teriak semua murid di Jepang saat menerima tugas dari semua sensei yang mengajar.

Kali ini dipastikan liburan musim panas mereka terganggu dengan tumpukan buku yang akan memenuhi kamar.

“Bagaimana bisa aku mendaki gunung Fuji dengan membawa buku Matematika” gerutu Miyuki

“Apa mungkin aku berlibur di Seoul dengan membaca buku biologi” gerutu Suzy

Keduanya hanya berpandangan lesu, memikirkan nasib mereka yang dipenuhi dengan rumus-rumus dan kalimat-kalimat yang begitu membingungkan.

TEEEEEEEETTTTTTTT………..TEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTT

Bel tanda pelajaran berakhir berbunyi, semua murid membereskan peralatan mereka dengan cepat. Mereka ingin mengerjakan semua tugas tanpa tersisa sehingga mereka dapat  menikmati Liburan mereka tanpa ada yang mengganggu.

“Suzy-chan, aku pulang dulu. Byee” Miyuki melambaikan tangannya.

Suzy tersenyum tipis dan menyenderkan kepalanya ke meja. Ia sedang tidak berminat pulang kerumah.

“Kau tak pulang?” tanya Wonho yang kini berjongkok mengamati wajah Suzy

“Ani” jawab Suzy malas

“Wae? Kau marah dengan haraboejimu karena masalah dibandara?”

PLUUUKKKK

Sebuah buku tebal melayang tepat ke kepala Wonho.

“Appo…Aku kan hanya bertanya” rintih Wonho tak terima

“Jangan membahasnya lagi. Aku malas” Suzy memalingkan wajahnya menghadap kearah yang  berlawanan dengan kepala masih bersandar dimeja.

“Yaa kemana Suzy yang kukenal. Ceria dan selalu bersemangat” ucap Wonho bersemangat

“Suzy-ah Fighting”

Suzy melihat Wonho dengan ekspresi datar. Ia benar-benar sangat marah pada haraboejinya yang tak mengijinkannya untuk pulang ke SEOUL sebelum liburan musim panas tiba.

“Ayo pulang”

Wonho menggandeng tangan Suzy menjauhi ruang kelas yang tak terisisa oleh satu orangpun.

“Aku tak ingin pulang” ucap Suzy malas

“Bagaimana kalau kita ke Disneyland dan malamnya kita ke pertunjukan air mancur di teluk tokyo” usul Wonho

“Setuju dan kau, kau harus mentraktirku”

“Yaa mana boleh begitu”

“Kau kemarin sudah membela haraboeji jadi kau harus mentraktirku” ucap Suzy sambil menyeringai tajam

Wonho menelan ludahnya. Kejadian yang ditakutkannya benar-benar terjadi.
“Kajja” Suzy menggandeng lengan Wonho untuk segera pergi ke Disney

Seoul, Korea Selatan
Jieun mendengus kesal, ini sudah kesekian kalinya ia mencoba menghubungi Suzy maupun Kyuhyun tetapi keduanya tak pernah menyambung. Dan sayangnya lagi kedua orang tua Suzy sedang tidak berada di Korea Selatan mereka tengah berlibur ke London.

“Kau kemana saja babo, kau ingin Myungsoo benar-benar direbut Krystal” ucap Jieun marah pada ponselnya.

“Kau berbicara sendiri?” tanya Kwangmin takut

“Kwangi-ah, mungkinkah? Ani. Ani tak mungkin jika mereka berpacaran”

“Wooyoung sunbae dan Sooyoung nuna berpacaran?” tanya Yeongmin antusias

PLETTTAAAKKKK

Jieun menjitak kepala Yeoungmin.

“Aku tak memikirkan itu babo, bahkan aku lupa dengan Woo Sunbae” ucap Jieun sedih

“Yaa gara-gara kalian, aku jadi memikirkan Sunbae itu lagi” teriak Jieun kesal

Jo Twins hanya tersenyum jahil memang sudah seminggu ini Jieun merasa kesal bukan hanya gagal menghubungi Suzy tetapi juga karena gosip itu.

“Mollayo” Jieun mengacak rambutnya frustasi.

“Ckckckc kupikir meski Woo Sunbae sudah bersama Sooyoung nuna dia tak kehilangan sinarnya untuk terus digandrungi banyak yeoja. Aku jadi semakin iri”

“Sabarlah Kwangi ini sudah nasibmu” kembarannya memeluk Kwangmin berpura-pura sedih

Tokyo Jepang
Author POV

Suzy tertawa berbinar menyaksikan kemegahan Disneyland Tokyo. Ia sudah lama mengincarnya keunde haraboeji kuno itu selalu melarangnya dengan alasan yang sangat tak masuk akal.

“Kau senang?” tanya Wonho yang langsung dijawab dengan anggukan cepat dari Suzy.

Wonho mengeluarkan ponsel miliknya dan segera menghubungi haraboeji Suzy agar dia tak khawatir dengan keterlambatan cucunya itu.

“Kau berbicara apa dengan haraboeji?” tanya Suzy menyelidik

“Aniya. Kajja”

Wonho menarik tangan Suzy lembut, ia mengaitkan jemari tangannya disela-sela jemari Suzy yang berayun bebas. Suzy hanya bingung melihat tangannya yang tergenggan erat oleh tangan Wonho.

“Kupikir udaranya semakin dingin”  Suzy mengangguk setuju ia lebih memilih membiarkan jemari mereka saling bertaut saling menyalurkan kehangatan.

“Pinjan ponselmu” ucap Suzy tiba-tiba.

“Untuk apa?”

“Pinjam” gertak Suzy

Dengan terpaksa Wonho menyerahkan ponsel kesayangannya, ia yakin ponselnya takan pernah selamat bila dipinjam oleh Suzy.

Suzy mengetik beberapa digit nomor dan segera menekan tombol call yang tertera di layar ponsel Wonho.

“Yeoboseyo ! Jieun-ah” sapa Suzy semangat

TUTTT…….TUUUTTT

“Yaaa” pekik Wonho segera merebut ponselnya dari tangan Suzy.

“Kau menelepon ke korea?” tanya Wonho tak percaya sambil mengecek ponselnya

“Omo. Omo. Pulsaku habis baboya”

“Mianhae” mohon Suzy dengan senyumnya.

Wonho mendesah pasrah, ia tak habis pikir pesona apa yang dimiliki Suzy sehingga dia tak pernah marah walaupun harus menjadi budaknya selama sehari penuh ataupun sebulan penuh.

“Kita naik Space montain dulu. Kajja” Space montain adalah sejenis roller coster yang melewati ruangan gelap gulita yang penuh bintang

Seoul, Korea Selatan….
Lotte World sebuah taman hiburan yang terkenal di korea selatan tampak penuh sesak hari ini. Tak hanya dipenuhi dengan keluarga dan anak tetapi juga banyak sekali pasangan yang sedang menikmati kencannya. Di tempat inilah Myungsoo dan Krystal menjalani kencan pertama mereka. Mungkin ini juga tak bisa disebut kencan mereka hanya duduk, bermain dan makan tanpa ada kata-kata romantis atau ditemani dengan senyuman hangat.

“Oppa, aku ingin naik bianglala itu” rengek Krystal manja

Myungsoo hanya menatap bianglala itu datar dan kemudian mengangguk pelan.

“Kajja”  Krystal menarik lengan Myungsoo untuk mengantri.

Krystal terus berceloteh tak jelas, tentang perasaannya, tentang drama dream high favoritnya dan entahlah Myungsoo tak mendengarkannya sama sekali, ia hanya sesekali tersenyum. Tidak. Senyum itu bukan untuk Krystal senyum itu untuk kenangannya bersama Suzy saat kecil. Saat Suzy menangis untuk kedua kalinya dan saat Myungsoo mencium Suzy untuk kedua kalinya.

“Hiksss…Hikssss….Hikssss” terdengar suara tangisan yeoja kecil tak jauh dari tempat mereka berdua mengantri.

“Oppa lihat kenapa yeoja kecil itu menangis” ucap Krystal

Myungsoo mendengus kesal, ia belum selesai mengenang kenangannya dan sekarang harus diganggu dengan sesuatu yang mungkin sangat tidak penting.

“Wae?” tanya Myungsoo datar

“Lihat disana” Krystal menunjuk yeoja kecil yang sedang menangis dengan eskrim yang telah mengenai hampir seluruh bajunya.

“Wae?” pekik namja kecil itu mendekat.

“Kimbum-ah tadi ada anak nakal yang mendorongku dan sekarang eskrimnya mengenai bajuku…Hiksss…Hikkssss” tangis yeoja itu semakin mengeras.

CUPPPP

Namja kecil yang bernama Kimbum itu mencium yeoja yang diketahui So eun sahabatnya tepat dibibirnya.

“Jangan menangis, ayo kita beli eskrim lagi” ajak Kimbum manis

“Lalu bajuku?” tanya So eun memelas

“Kita beli yang baru. Kajja eommaku dan eommamu pasti mau membelikannya”

“Emmmm” jawab So eun mengangguk bersemangat.

Kejadian itu sama persis dengan apa yang ingin Myungsoo kenang hanya saja saat itu Suzy menangis karena mereka berdua tersesat dan tidak menemukan eommanya.

“Omona, mereka manis sekali” iri Krystal

“Oppa, giliran kita” Krystal menarik tangan Myungsoo masuk kedalam bianglala.

“Oppa lihat menara namsan disana. Neomu yeoppo” ucap Krystal berbinar.

“Myungsoo-ah lihat menara namsan disana. Neomu Yeoppo”

Dia teringat lagi Suzy. Myungsoo memandang lekat Krystal, ia tak habis pikir dari sekian juta kalimat kenapa harus menggunakan kata, kalimat serta nada yang sama persis dengan yang dikatakan Suzy.

“Kau lucu” ucap Myungsoo tersenyum

“Jeongmal?” tanya Krystal malu.

Perkataan Myungsoo yang terkesan hangat itu langsung bereaksi dengan pipinya. Pipinya langsung memerah seperti tomat yang sudah ranum.

“Kenapa pipimu memerah seperti Suzy” batin Myungsoo

Myungsoo mengalihkan wajahnya berpura-pura melihat pemandangan Seoul yang memasuki musim panas.

“Musim panas kali ini terasa sangat panas” batin Myungsoo

“Aisshhh, seharusnya dia tahu saat aku bercerita tentang Dream High saat aku bilang sangat menyukai bianglala. Seharusnya dia tahu maksudku aku ingin adegan kissing di bianglala seperti Go Hyemi dengan Jin guk. Menyebalkan” batin Krystal kesal.

Ia menghentakan kakinya dengan kesal dan mengerucutkan bibirnya sambil bergumam tak jelas.

“Kau kenapa?” tanya Myungsoo bingung

“Hanya mengecek, apakah bianglala ini kuat bila kuhentak-hentakan kakiku” jawab Krystal sekenanya.

“Oh” gumam Myungsoo.

Tokyo, Jepang
“Kau senang?” tanya Wonho dengan raut muka kusut

“Hai, ayo kita coba yang itu” pekik Suzy sambil menunjuk sebuah permainan

“Sudahlah, kita beristirahat dulu. Apa kau tak lelah?” tanya Wonho sambil mengatur nafasnya.

“Kau payah”

“Yaaa. Apa kau bilang”

“Kau payah. Kau payah. Kau payah. Wlee Kau namja paling payah sedunia”

Suzy POV

Cih hanya segitu saja kekuatannya. Dia bahkan belum mencoba semua wahana disini.

“Ayo kita pulang, hari sudah semakin sore” ajak Wonho

Pulang? Dan bertemu Haraboeji? Shirro. Aku takan mau pulang sebelum haraboeji kuno itu mengabulkan permintaanku untuk pulang ke Seoul.

“Kau masih marah dengan haraboejimu?” tanya Wonho serius

“Tentu saja”

“Kau ini sudah besar jangan bertingkah seperti anak kecil. Hanya menunggu waktu beberapa hari lagi kau akan segera bertemu pangeranmu, memangnya dia disana memikirkanmu juga? Merindukanmu seperti kau merindukannya?”

Kau benar Wonho. Belum tentu Myungsoo ingin bertemu denganku, merindukan aroma tubuhku atau merindukan pipi merahku. Seharusnya aku tak terlalu bersikap berlebihan hanya karena Kyuhyun Oppa mengatakan yang tidak-tidak.

“Wae? Kenapa diam?”

Kenapa aku diam? Molla. Rasanya semua aliran listriku padam seketika membuat semua organku malas untuk bergerak atau berteriak menyerukan sisitem kerja mereka yang tak pernah kupahami.

“Gomennasai (Maaf)”

“Kau benar, seharusnya aku tak bertingkah terlalu berlebihan. Ini hanya akan menyakiti diriku sendiri pada akhirnya. Kajja kita pulang”

Tuhan kenapa rasa sakit ini semakin perih dari hari ke hari. Menyisakan ribuan titik yang terus menggerogoti hatiku.

“Gomennasai (Maaf)”

“Iie do itashimashite(Tidak, tidak apa-apa)  kau tidak bersalah tak perlu minta maaf. Kajja kita pulang hari sudah gelap.
Tiba-tiba kurasakan Wonho memeluku hangat.

“Menangislah”

Ani. Aku yeoja yang kuat. Aku sudah berjanji takan pernah menangis hanya karena kata Cinta.

“Yaa, kau merusak bajuku” pekiku sambil melepaskan pelukannya.

“Aku sedang menghiburmu babo”

PLEETTAAAKKKK

Aku menjitak kepalanya pelan, siapa juga yang ingin dihibur, aku ini kan yeoja terkuat didunia.

“Appo…Appo…Appo…” rintihnya

“Kenapa aku selalu yang dijitak, aku ini kan namja”

“Wae? Memangnya kalau kau namja kenapa? Kau mau apa?”

“Arra. Arrayo, kajja kita ke Menara Tokyo saja”

Menara Tokyo !! Wah sudah lama aku tidak kesana, terakhir aku mengunjunginya saat umurku 10 tahun. Apakah pemandangannya berbeda dengan sekarang?.

“Selama di Jepang kau kemana saja?”

“Aku hanya berdiam diri dirumah dan mengerjakan tugas”

“Ckckck Haraboejimu memang sangat kuno” cibir Wonho.

Yaah dia adalah haraboeji terkuno yang pernah ku temui. Kau tahu dirumah haraboejiku tak memasang jaringan telepon, jaringan internet, bahkan memasang TV saja baru kemarin. Ckckck di masa semodern ini ada saja orang yang sangat kuno sepertinya.

“Omo, kenapa aku membicarakan haraboejimu itu. Aishh kalau dia tahu matilah aku”

Dia ini namja tetapi sangat takut pada haraboejii kuno itu, cih namja macam apa dia.

“Kajja”

Namsan Tower Seoul, Korea Selatan
Author POV

Hari sudah semakin senja, namun perjalanan kencan Myungsoo dan Krystal belum berakhir. Krystal terus memaksa Myungsoo untuk menemaninya ke Namsan Tower menikmati suasana sore hari yang pastinya terasa indah.

“Oppa, aku tadi membeli 2 gembok ini” kata Krystal dengan senyum khasnya.

“Dan spidol itu untuk apa?” tanya Myungsoo

“Dibelakang gembok itu terdapat tempat untuk menuliskan nama. Kita harus menuliskan nama orang yang kita cintai, aku menuliskan namamu dan kau menulis namaku digembok itu”

Myungsoo tertawa renyah, ia mengacak pelan rambut Krystal pelan.

“Arra” kata Myungsoo tulus.

Ia mungkin belum sepenuhnya membukakan hatinya untuk Krystal tetapi berusaha mencintai Krystal tak ada salahnya bukan.

“Kim Myungsoo” eja Krystal

Myungsoo hendak mengikuti apa yang dilakukan Krystal.

“Suzy” batin Myungsoo

Ia ingat ia pernah berjanji untuk pergi ke Namsan tower bersama-sama sepulang sekolah. Tatapan Myungsoo kosong seketika otaknya kembali melayang ke kejadian masa lalu.

“Bae Suzy” eja Myungsoo pelan tanpa suara.

Kenapa kata itu yang tertulis di gembok itu, Myungsoo hanya tersenyum getir dan kemudian pergi meninggalkan Krystal yang masih sibuk dengan gemboknya.

“Yaa kau mau kemana” teriak Krystal.

Ia segera mengunci kedua gembok itu dan membuang kuncinya sejauh mungkin.

Krystal POV

Tuhan seperti gembok ini, cinta kita akan terikat selamanya yang takan pernah termakan waktu. Jadikanlah kami sebagai pasangan dewa-dewi yang selamanya akan bersatu.

Nama digembok itu, jadikanlah mereka sepasang kekasih selamanya. Amin

Kuedarkan pandanganku ke segala arah. Sial aku tak menemukan Myungsoo Oppa diamana pun.

“Aku penasaran Myungsoo Oppa menulis namaku dengan sebutan apa”

Apakah dia akan mencantumkan Jung Krystal di gembok itu atau Chagiya, mungkin yeoja aneh atau apapun itu.

“Bae Suzy” kataku tak percaya

Myungsoo Oppa, kenapa kau menulis nama dia. Seharusnya kau marah padanya seharusnya kau membencinya !!! Dia yang sudah meninggalkanmu, kenapa kau masih berharap padanya.

Lihatlah aku disini, aku selalu mencintaimu, menyayangimu tetapi kenapa kau tak pernah menatapku sebagai yeoja yang spesial untukmu.

“Kry…Chagiya” panggil Myungsoo Oppa segan

Bahkan memanggil dengan sebutan chagiya kau masih tak rela. Tuhan apakah ini yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan kenapa rasanya menyakitkan.

“Hey, kau kenapa?” tanya Myungsoo Oppa yang tiba-tiba berada didepanku

“Aniya” Aku memasang senyum palsu dan menggandeng lengan Myungsoo erat.

Tuhan aku mohon jangan sampai kau pertemukan pangeranku dengan Suzy eonni. Aku mohon Tuhan, aku sangat mencintainya hanya dialah satu-satunya namja yang mampu membuatku melupakan segalanya, melupakan bahwa aku adalah seorang Jung Krystal yeoja yang kesepian.

“Kita mau kemana lagi?” tanya Myungsoo Oppa memaksakan senyumnya

Rasanya sakit, pedih, dan hancur. Melihat orang yang kita sayangi tersenyum dengan terpaksa.

“Oppa” panggiilku

“Ne”

“A..A..Aku mohon kau selalu bersamaku” kusenderkan kepalaku dilengannya.

Lelah, itulah yang kurasakan. Aku sungguh sangat lelah menuntunnya untuk belajar mencintaiku, lelah berpura-pura manis didepannya. Lelah membohingi hatiku yang sakit.

“Arraro, Kajja kita jalan-jalan saja”

Author POV

Keduanya kembali berjalan dalam diam namun kali ini berbeda, Myungsoo menggenggam erat tangan Krystal menautkan jemarinya untuk mencoba bersatu dengan perasaan Krystal yang memang seharusnya dia balas sebagai seorang namjachingu tapi hatinya kembali menolak, hatinya masih setia untuk menunggu Suzy.

“Oppa, lihat boneka disana lucu sekali, rabbit dengan pipi yang chuby” ucap Krystal berbinar saat melihat boneka kelinci besar terpajang dietalase toko.

Myungsoo tak bergeming. Rasanya dia seperti tersedot dalam pintu Doraemon yang menjatuhkannya tepat disaat Kyuhyun memberikan boneka pemberian Suzy padanya.

“Oppa, belikan aku satu” rengek Krystal

“Ani, yang itu jelek. Ayo kita ke toko buku saja” Myungsoo menarik tangan Krystal.

Krystal mengerucutkan bibirnya kesal, menggerutu tak jelas dan kemudian menatap Myungsoo nanar. Yah ia tahu pasti yang sedang dipikirkan Myungsoo Suzy bukan dirinya.

Keduanya kembali berjalan menyelusuri toko-toko yang berada di sekitar daerah Namsam.

“Oppa, kita ke  toko buku disana saja”

Myungsoo mengangguk paham. Ia mengikuti arah seretan Krystal yang memintanya untuk sedikit lebih cepat.

“Oppa, aku mau buku diary ini. Apakah bagus?”

Myungsoo menggeram kesal, kenapa kencannya hari ini dipenuhi dengan kenangan-kenangnnya dengan Suzy.

“Ayo kita pulang saja”

Myungsoo menarik tangan Krystal menjauhi toko buku itu.

All those memories of me with you
They keep coming to my mind

Menara Tokyo, Jepang

“Menyenangkan sekali, besok kita kapan-kapan pergi lagi. Otthae?” ucap Suzy sambil memegangi popcornnya.

“Asalkan kau berhenti bertanya dan berhenti membeli makanan”

“Aishh, aku hanya membeli makanan sedikit saja, huh dasar pelit” umpat Suzy pelan

“Sedikit katamu?” tanya Wonho melirik makanan yang dipegang Suzy melebihi 2 bungkus popcorn ukuran jumbo.

“Jangan melihat makananku seperti itu”

Wonho menghela nafas pasrah, ia mengacak-ngacak rambut Suzy pelan.
“Andai disini ada bianglala. Akan kutunjukan keindahan kota Tokyo yang bersinar”

Suzy menjatuhkan makanannya. Tiba-tiba saja hatinya terasa sangat sakit, ia merasakan sesuatu yang mengganjal hatinya.

“Kenapa kau menjatuhkan popcornnya?”

“Wonho-ah, aku ingin pulang”

“Waeyo, apakah kau marah padaku?”

“Ani hanya saja….lupakan Aku ingin pulang sekarang juga” ucap Suzy lirih

“Arra, tapi bersihkan ini dulu. Kau ingin kita ditangkap petugas”

Keduanya memunguti popcorn yang berserakan di tanah. Setelah semuanya beres, keduanya berjalan meninggalkan kawasan menara tokyo dan bergegas ke halte bus terdekat.

Tak menunggu lama, bus yang mereka tunggu datang.

Suzy POV

Aku menaiki bus tanpa ekspresi, entahlah tiba-tiba hatiku sangat sakit ketika Wonho mengatakan tentang bianglala seharusnya aku tertawa bukan karena saat kecil dulu aku dicium Myungsoo karena kami tersesat.

“Kita duduk dipojok sana saja”

“Ne”

Aku berjalan mendahului Wonho, dan duduk disebelah jendela.

“Kau kenapa?”

Aku? Kenapa? Mollayo aku juga tidak tahu yang jelas aku merasakan sakit tepat diulu hatiku dan tiba-tiba aku sangat merindukan kota SEOUL.

“Kau menangis?”
Baru kurasakan butiran air mataku berlomba untuk keluar. Tuhan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku seperti ini??

“Mollayo, Wonho-ah aku hanya ingin menangis saja”

“Kalau begitu, menangislah dipundaku”

Kusenderkan kepalaku pada bahu Wonho. Kenapa jantungku malah berdebar sangat kencang, ini bukan perasaan yang kurasakan saat Myungsoo berada didekatku ini perasaan sakit yang sangat aneh.

“Aku ingin pulang ke korea” rengeku

“Wae?”

“Mollayo, aku hanya ingin ke Korea saja”

Sebenarnya ada apa. Kenapa perasaanku mendadak tidak enak, apakah terjadi sesuatu di Seoul? Aishh mollayo.

~~~~~~>.<~~~~~~

Seoul, Korea Selatan

Author POV

Ini sudah ketiga kalinya Myungsoo memaksakan dirinya untuk menegak minuman berakhohol, ia tak habis pikir dari sekian ratus tempat yang berada di Seoul kenapa harus tempat yang pernah ia datangi bersama Suzy. Wae? Dan kenapa banyak kejadian yang mengingatkannya pada Suzy?

“Tuan, pulanglah aku mohon” ucap pelayan yang merasa kasihan pada Myungsoo.

Myungsoo tak menghiraukan nasehat pelayan yang mungkin sudah jenuh dengan racaunnya saat sedang mabuk.

“Myungsoo-ah” teriak teman-teman Myungsoo.

“Kalian kemarilah”

Kedua temannya memandang Myungsoo dengan senyum khasnya.

“Pesan 2 gelas”

Pelayan itu mendesah kesal, anak jaman sekarang memang sangat menyebalkan. Meminum minuman yang belum pantas mereka minum dengan usia seumur jagung.

“Citra prince ice mu bisa hilang jika salah satu teman sekolah kita ada yang melihatmu disini” sindir Sunggyu

“Woahh, Myungsoo Oppa ternyata kau berada di bar selama ini. Oppa…Oppaaa” ucap Woohyun menirukan para yeoja yang berteriak histeris.

“Kau berlebihan”

“Itulah kenyataannya. Eh, aku dengar dari Bora kau berpacaran dengan hobbae kita” tanya Woohyun penasaran.

“Krystal maksudmu?”

“Nah, apakah itu benar? Satu sekolah hampir gempar mendengarnya” ucap Sunggyu

“Semua itu memang benar kecuali sekolah yang gempar” jawab Myungsoo dengan muka memerah yang sudah mulai mabuk.

“Cih namja ini memang benar-benar” ucap Woohyun tak percaya.

Myungsoo hanya tersenyum misterius. Seharusnya dia senang bukan? Karena mendapatkan yeojachingu yang cantik dan pengertian seperti Krystal keunde kenapa hatinya sangat sulit untuk menerima keberadaan yeoja itu.

“Aku masih mencintainya” batinnya miris.

Myungsoo menyerah, dia memang masih mencintai yeoja yang jelas-jelas sudah mempunyai namjachingu. Selama ini hanya wajahnya yang mampu menghiasi mimpinya tidak ada yang lain, sungguh menyedihkan.

Everyday I meet with all my friends to drink
Only remembering your face,
It feels like a dagger in my heart

~~~~~~>.<~~~~~~

Bandara Incheon, Korea Selatan

Derap langkah kaki terdengar sangat tajam disekitar Bandara Incheon yang merupakan bandara terbesar di Korea Selatan itu. Seorang yeoja menguap lebar menandakan ia kurang nyaman dengan penerbangan kali ini.

“Suzy, Kyuhyun” panggil kedua orang tua mereka.

“Aigoo, aku sangat merindukanmu” seorang ahjumma memeluk satu-satunya anak yeoja yang ia miliki.

“Nado, Bogoshipoyo eomma” Suzy balas memeluknya.

“Appa, neomu…neomu…neomu…boghosipoyo” ucap Suzy dengan gayanya yang berlebihan.

“Nadoo” ayah Suzy memeluk anaknya erat.

“Eomma, Appa aku sudah menjaga dia sampai kesini jangan lupa PSP versi terbaru” Kyuhyun mengerling penuh kemenangan menatap sang ayah yang jengah terhadap sikap anaknya.

“Suzy-ah, nugu?” Ibu Suzy menunjuk seorang namja yang berdiri dibelakang Suzy.

“Ah, perkenalkan ini temanku dari Jepang eomma. Dia akan berlibur kerumah hyungnya disini”

“Annyeonghaseyo ahjumma, ahjussi. Choneun Shin Won Ho imnida. Mannaseo Bangeupseumnida” Wonho membungkuk sedikit.

“Kukira namjachingumu”

“Eomma”

“Arra. Arra. Wonho-ah kau ikatlah dengan kami lagipula sepertinya hyungmu belum menjemput” ajak ibu Suzy.

Wonho mengangguk setuju. Lebih baik menunggu hyungnya di rumah Suzy dari pada harus menunggu selama 2 jam lebih di Bandara.

“Kajja. Kajja” ajak ayah Suzy.

Mereka semua menaiki mobil yang sudah terparkir manis didepan bandara.

“Eomma, apa kau mengatakan alamatku di Jepang?” tanya Suzy pelan pada eommanya.

“Tenang saja. Eomma tidak mengatakannya pada siapapun” jawab ibu Suzy bangga

Suzy mendesah kecewa, akibat kebodohannya Myungsoo tak pernah mengabarinya sama sekali. Kalau saja dia tak berpikir terlalu egois mungkin hubungan mereka bisa di luruskan apakah hanya sebatas sahabat atau lebih.

“Wae? Eomma salah?”

“Aniyo” jawab Suzy malas.

Dalam perjalanan Suzy hanya diam menatap pemandangan kota Seoul yang sudah sangat lama dirindukannya. Bukankah seharusnya sekarang ia bahagia karena sudah di Seoul tapi kenapa dia masih merasa sesak. Ini aneh.

Perjalanan menuju rumah Suzy tak membutuhkan waktu yang cukup lama, hanya sekita 20 menit mereka sudah sampai di pekarangan rumah Suzy.

“Melegakan sekali” ucap Kyuhyun gembira.

“Ini” Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung menerima kunci mobil dari ayahnya.

“Temanilah eommu berbelanja”

“Lalu appa?”

“Appa akan memainkan PSP versi terbarumu sebelum mejadi milikmu”  jawab ayah Suzy santai.

“Kau curang” pekik Kyuhyun tak terima.

Wonho tertawa kecil melihat pertengkaran kecil keluarga Suzy. Ia tak pernah menyangka keluarga Suzy begitu hangat untunglah ayah Suzy tak mewarisi sikap keras kepala haraboeji Suzy.

“Wonho-ah, masuklah” ajak ibu Suzy

“Eomma, aku ke rumah Myungsoo”

Suzy berlari kecil menuju rumah Myungsoo yang memang sangat dekat dengan rumahnya. Suzy tersenyum gembira, melihat Myungsoo yang sedang duduk diayunan panjang dibawah pohon. Ia berjalan pelan dan memelukanya dari belakang.

“Nugu” tanya Myungsoo melepaskan pelukan dari seseorang yang tidak dikenalnya.

“Myungsoo-ah” panggil Suzy senang

“Kau Suzy? Bae Suzy” tanya Myungsoo tak percaya.

“Ne”

Myungsoo tersenyum lega, ia memeluk Suzy dengan erat. Akhirnya selama berbulan-bulan ia dapat melihatnya, mencium bau parfumnya dan dapat merasakan dengan hangat pelukannya.

“Aku sangat merindukanmu” isak Suzy

“Kau menangis?”

“Aniyo” jawab Suzy bohong.

Myungsoo POV

Tuhan terima kasih kau telah, memberikanku kesempatan untuk bertemu bidadariku. Rasanya benar-benar melegakan melihatnya masih mengenaliku dan tersenyum hangat padaku. Tuhan mampukah seperti ini selamanya?

Kulihat seseorang mengintip kami dibalik pagar. Siapa dia? Sepertinya aku mengenali orang itu keunde sapa dia.

Omo, bukankah dia namja yang bersama Suzy dalam foto itu jadi Suzy pulang bersama namjachingunya. Babo, bukankah itu hal yang wajar.

“Suzy-ah” aku melepaskan pelukannya.

Terasa berat saat harus melepaskann pelukannya.

“Aku harus pergi”

Kenapa hatiku sakit sekali, kenapa rasanya sesak bukankah aku harus senang dia sudah menemukan namja yang lebih baik dariku. Aku harus bahagia juga.

“Eodii?”

Aku menangkat bahuku lemah, dan berjalan meninggalkannya. Bahuku bergetar, air mataku berlarian keluar mengingat kehidupan cintaku. Sangat menyedihkan

~~~~~~>.<~~~~~~

Suzy POV

Aku menunggu teman-temanku dengan malas di depan gerbang sekolah lamaku.

“Kenapa mereka lama sekali seharusnya ini waktunya untuk pulang”

Mereka benar-benar menyebalkan, sekolah sudah sangat sepi kenapa mereka belum pulang juga. Sebenarnya apa yang mereka lakukan.

“Suzy-ah” panggil seseorang.

Aku menoleh kearah sumber suara dengan senyum yang menggembang dibibirku. Akhirnya aku menemukan Jo twins dan Jieun keunde kemana perginya Sobie ? Apa dia tidak masuk hari ini?

“Kau benar Suzy? Suzy kami?” tanya Yeongmin dengan muka antusias

“Tentu saja, sampai kapanpun aku tetap menjadi Zy-mu” jawabku gembira.

“Kenapa kau kemari?” tanya Jieun sinis.

“Jieun-ah” panggilku tak percaya.

Apakah ia membenciku karena pergi tanpa berpamitan dengannya seharusnya dia sudah mengerti keadaanku.

“Aku merindukan kalian”

PLAKKKKKK

Aku menoleh kaget, dapat kurasakan pipiku memanas merasakan tamparan dari Jieun.

“Jieun-ah” panggil Jo twins kaget

“Akibat ulah bodohmu itu, Myungsoo sangat menderita dan akibat ulah bodohmu Myungsoo telah dimiliki oleh orang lain” ucap Jieun keras

Myungsoo sudah mempunyai yeojachingu? Maldo andwae baru saja kemarin aku mendengar Kyuhyun Oppa mengatakan dia masih menungguku, pasti Jieun bercanda.

“Tidak mungkin, kemarin saja aku baru bertemu Myungsoo dan dia tidak mengatakan apapun tentang yeojachingu berarti dia belum mempunyai pacar bukan”

Jieun memandangku kesal, matanya masih saja mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.

“Apa kau tahu hal yang paling membuatku kecewa padamu”

Aku menggeleng pasrah.

“Kau tidak tahu disini Myungsoo hancur kau malah berduan dengan namjamu di Jepang”

Namjaku? Jepang? Berduan? Siapa. Setahuku aku tak pernah berduan dengan namjaku di Jepang sana.

“Ige” Jieun memberikan sebuah foto.

“Wonho? Shin Won Ho?” ucapku bingung.

“Jadi itu namanya kupikir dia masih keturunan korea. Apa hubunganmu dengannya?”

“Dia temanku”

“Geotjimal”

“Jieun-ah, itu benar dia hanya temanku. Kami berfoto layaknya teman bukan hal yang lain. Kumohon Jieun-ah percaya padaku, kau tahu diriku sebenarnya bukan” ucapku memelas.

“Jangan menjelaskannya padaku jelaskan pada Myungsoo”

Jadi selama ini dia salah paham, oh Tuhan apa yang kulakukan aku telah bertindak bodoh. Bagaimana mungkin aku berbuat bodoh seperti ini. Kau bodoh Bae Suzy, kau gadis jahat, kau …. aku sangat membencimu.

Pelan, kurasakan butiran bening mengalir dipipiku hangat. Apa aku menangis lagi?

“Jieun-ah, apa aku yang membuat mereka berpacaran?”

“Kau sudah tahu jawabannya bukan”

Semua badanku lemas, hampir saja aku terjatuh untunglah ada Kwangmin yang mampu menahan badanku. Katakan ini semua bohong, ini semua adalah mimpi buruk dan mimpi buruk takan pernah menjadi kenyataan.

Kulihat dari kejauhan Myungsoo berjalan bergandengan dengan seorang yeoja. Apakah yeoja itu yeojachingunya? Dia terlihat sangat cantik.

“Kudengar dia sangat pintar, dan kupikir dia juga anggun dan sangat manis” ucap Jieun.

Tiba-tiba kurasakan jantungku semakin mengecil membuatku kesulitan untuk mengambil nafas, dan kupikir hatiku sudah berdarah dikarenakan dadaku yang mengecil membuatnya semakin terjepit.

“Myungsoo-ah”

Dia meliriku sekilas dengan tatapan dinginnya kemudian matanya beralih kearah yeojachingunya dan tersenyum manis. Dia berjalan melewatiku tanpa mentapku sedikitpun.

Myungsoo-ah, kenapa kau melihatku seperti seorang yang asing bagimu. Seumur hidupku aku tak pernah melihatmu begitu dingin padaku dan senyuman itu bukankah itu senyuman yang dulu kau berikan untuku? Hanya untuku dan tak ada yang lain.

“Kau melupakanku? Arra. Mulai sekarang hiduplah dengan baik tanpaku dan tersenyumlah untuk yeojachingumu. Kau cocok dengannya” aku yakin suaraku terlalu pelan untuk dikatakan sebagai ungkapan tapi kuharap dia mendengarnya. Mendengar tangisan hatiku.

Myungsoo POV

“Kau melupakanku? Arra. Mulai sekarang hiduplah dengan baik tanpaku dan tersenyumlah untuk yeojachingumu. Kau cocok dengannya”

Aku masih mendengar meski itu terlihat seperti bisikan tapi aku masih dapat mendengarnya dengan jelas. Apa yang harus kulakukan, aku memang mencintaimu keunde sepertinya kau yang sudah tidak lagi mencintaiku.

“Kau mengenalnya Oppa?”

Aku hanya tersenyum manis didepan yeojachinguku. Menyamarkan segala kepedihan yang terpendam.

~~~~~~>.<~~~~~~

Author POV

Suzy mendorong trolinya dengan malas. Ia sedang berbelanja dengan Wonho di supermarket yang cukup terkenal di korea.

“Daging? Dimana letak dagingnya? Suzy-ah dimana letak dagingnya?” tanya Wonho sambil mengamati sekelilingnya

“Molla”

“Yaa, seharusnya kau tahu”

“Memangnya aku harus mengetahui letak semua barang-barang disini? Kau pikir aku ini pelayan disupermarket ini. Hah” Suzy meniup-niup poninya kesal, sudah cukup dengan ulah eommanya yang terus memaksanya untuk pergi bersama Wonho untuk berbelanja.

“Arra. Arra. Kenapa kau harus semarah itu, lagipula aku hanya bertanya saja”

Wonho mengalihkan pandangannya takut, baru kali ini ia melihat Suzy begitu menyeramkan. Apa dia bertindak keterlaluan? Apa menanyakan letak daging dilarang dikorea sehingga dia marah.

“Itu tidak mungkin” gumamnya

Wonho masih sibuk dengan pesanan barang yang tertulis disecarik kertas putih buatan ibu Suzy. Membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menemukan barang-barang yang dibutuhkan karena ukuran gedung yang terlalu besar dan penataan barang yang tidak diketahuinya.

“Suzy-ah”

Wonho menutupi mukanya dengan buah melon yang tak terlalu besar, ia memainkan melon tersebut seperti topeng kucing yang akan membuat Suzy tertawa lucu seperti biasa.

“Tidak berhasil ya”

Wonho menggaruk kepalanya saat melihat wajah datar Suzy. Kenapa gagal biasanya dia akan tertawa lepas sambil memukul-mukul Wonho dengan gemas.

“Ppoing..Ppoing…” Wonho menggerakan kepalan tangannya disamping wajahnya bertingkah seperti kucing.  *kaya kyung joon di drama BIG*

“Kau tidak tertawa? Lihat aku Ppoing….. Ppoing….”

Wonho mengerucutkan bibirnya kesal. Samar, Suzy tersenyum kecil melihat tingkah lucu Wonho. Ia memukul kepala Wonho menggunakan wortel yang berada ditrolinya.

“Berhenti. Kau tidak pantas mengerucutkan bibirmu seperti itu”

Wonho melihat Suzy dengan kesal, ia semakin mengerucutkan bibirnya membuatnya seperti ikan koi yang berada dipasar ikan.

“Bwahahahaha, hentikan Wonho-ah, kau membuat perutku sakit” ucap Suzy sambil berusaha untuk menghentikan tawanya.

“Wonho. Shin Won Ho?” seorang yeoja menepuk pundak Wonho pelan.

Keduanya melihat kearah sumber suara, mata Suzy membulatkan matanya tak percaya melihat apa yang ada didepannya.

“Kau… Kau… Kau” pekik Wonho histeris

“Kau melupakanku? Teman masa kecilmu?”

“Krystal !!. Jung Krystal, omo sudah lama yah kita tidak bertemu”

“Sekitar 5 atau 7 tahun bukan”

Suzy membeku, ia merasakan jantungnya menciut kembali. Sangat sesak, ia melihat tepat didepannya terlihat Myungsoo yang sedang memandangnya dengan penuh kebencian.

“Apakah kau sangat membenciku?” batin Suzy

“Cih, dia bersama dengan namja itu lagi. Menjijikan” batin Myungsoo

“Siapa dia?” tanya Wonho menunjuk namja yang berdiri di samping Krystal.

“Dia namjachinguku. Perkenalkan namanya Kim Myungsoo dia merupakan sunbaeku disekolah. “

Wonho mengerutkan bingung. Kim Myungsoo? Hey nama itu adalah nama yang sering diceritakan Suzy bukan? Nama namja yang disukai Suzy dan  yang katanya terlihat mirip dengannya, memang mirip tapi tak terlalu tampan untuk menyamai ketampanan yang dimiliki Wonho.

“Kau Kim Myungsoo sahabat Suzy? Ah, Suzy sering berserita ten…” Suzy segera menyikut perut Wonho. “Appo” rintih Wonho. ia memandang Suzy penuh dengan tanda tanya yang dibalas oleh Suzy dengan tatapan ‘Berhenti bicara atau kucekik kau’.

“Bercerita tentang apa Oppa?” tanya Krystal penasaran.

“Bercerita bahwa aku dan Myungsoo mirip. Iya kan Suzy-ah?” ucap Wonho kikuk

“Ne”

“Oh. Memang benar kalian terlihat sangat mirip bagimana kalain bisa mirip begitu?”

“Wonho-ah, pasti eomma menunggu kita. Sebaiknya kita bergegas, kajja” Suzy menarik lengan Wonho untuk segera terhindar dari suasana yang tak begitu menguntungkan baginya.

“Wonho Oppa kita sudah lama tidak bertemu bagimana kalau kita ke cafe sebentar” rengek Krystal

“Ide yang bagus”

“Keunde Wonho-ah kita harus menyerahkan barang-barang ini pada eomma” potong Suzy

“Suzy-ah, kita bisa memberikannya nanti lagipula eommamu tak begitu membutuhkannya bukan?”

Suzy menelan airl liurnya. Seharusnya Wonho dapat merasakan atmosfer yang kurang sehat disana tetapi kenapa dia malah menyetujuinya.

“Dasar bodoh” umat Suzy pelan.

“Kita bertemu di cafe sebelah toko buku saja ok? Aku dan Suzy akan menyelesaikan belanja kami dulu”

“Kalau begitu Annyeong… Sampai jumpa nanti dicafe”

Krystal menggandeng lengan Myungsoo menuntunnya ketempat letak buah-buahan. Suzy hanya memandang keduanya datar.

“Gwenchana?” tanya Wonho hati-hati.

“Menurutmu?” tanya Suzy dingin.

“Aku tahu perasaanmu tapi memangnya kau ingin dianggap lemah oleh Myungsoo?”

Suzy tersenyum lemah. Dia harus kuat bukankah Myungsoo juga terlihat biasa saja saat Wonho bersamanya. Berarti dia harus baik-baik saja ketika Krystal menggandengnya.

“Kajja” ucap Suzy lemah.

~~~~~~>.<~~~~~~

Suzy mengetuk-ngetuk jarinya pada meja cafe, ia sudah bosan menunggu pasangan Krystal dan Myungsoo entah apa yang dibeli mereka sampai dia harus menunggu selama 30 menit.

“Mianheyo, kami terlambat”

“Ne, gwenchanayo kami juga baru sampai. Benarkan?” Wonho meminta persetujuan dari Suzy

“Ne” jawab Suzy sekenanya.

“Bukankah tadi perkenalannya belum selesai, Eonni kita belum berkenalan bukan. Namaku Jung Krsytal dan kau?”

“Aku? Namaku Bae Suzy” ucap Suzy sambil melirik Myungsoo.

Krstal melonjak kaget, Bae Suzy… Kalau namanya Bae Suzy berarti dia sahabat yang dicintai Myungsoo selama ini, bodoh sekali kenapa dia tak tahu saat Wonho memaggilnya Suzy seharusnya dia tahu.

“Ah, nama yang bagus” ucap Krystal lesu.

“Namaku Kim Myungsoo”ucap Myungsoo sambil memandang tajam Suzy.

“Kalau aku Shin Won Ho. Aku teman Krystal dan Suzy lalu mungkin akan menjadi temanmu Myungsoo-ssi” Wonho tersenyum manis pada Myungsoo. Myungsoo mengangkat sudut bibirnya sedikit menampilkan senyum yang meremehkan.

“Kalian mau pesan apa?”

“Nde? A..aku…Aku lemon tea saja” ucap Krystal salah tingkah.

“Jus Strowberry” ucap Myungsoo dan Suzy berbarengan. Keduanya berpandangan sebentar lalu membuang muka mereka .

“Oh, baiklah kalian tidak memesan makanan? Hanya minuman saja?”

Ketiganya mengangguk lesu. Wonho mengangkat bahu tidak peduli melihat hanya dirinya yang bersemangat.

“Kau sudah lama berpacaran dengan Myungsoo?” tanya Wonho tanpa melihat kearah Suzy.

“Belum lama tapi aku akan membuatnya lama” Krystal mengeratkan tangannya pada lengan Myungsoo dan menatap lurus kearah Suzy.

Suzy memutarkan bola matanya tak peduli dengan ucapan Krystal hatinya sudah terlalu sakit mendengar dan melihat kemesraan keduanya walaupun dalam hal ini Krystal yang selalu mengumbarnya.

“Mian” ucap Wonho pelan saat menyadari mimik wajah Suzy.

“Kemarin kami baru saja berkencan di tengah keramaian Lotte World dan Namsam tower. Benar-benar menyenangkan”

Krystal tersenyum sinis kearah Suzy. Jika Myungsoo mencintainya maka dia akan membuat Suzy lah yang menjauhi Myungsoo dengan itu Myungsoo takan pernah berpaling darinya.

“Setelah itu kami berjalan-jalan di nam….”

“Myungsoo-ssi apa hobimu?” Krystal mendengus kesal saat ucapannya dipotong oleh Wonho.

“Tidak ada” jawab Myungsoo dingin.

“Haahahaha bagaimana mungkin kau tak mempunyai hobi. Itu sangat aneh bukan?” ucap Wonho memaksakan tawanya.

Lawakan Wonho benar-benar tak membuat keadaan membaik sama sekali malah membuat suasana semakin canggung. Ia benci keadaan seperti ini, keadaan dimana ia menjadi serba salah.
Suasana hening, tak ada yang berniat untuk mencairkannya cukup dengan perkataan Wonho tadi.

“Ini pesanannya” seorang pelayan memberikan minuman yang mereka pesan.

Dengan cepat Wonho mengambil minuman miliknya meminumnya dengan cepat. Ia benar-benar bingung apa yang ingin diperbuatnya saat ini. Ia kembali memperhatikan Suzy yang sedang meremas ujung bajunya, matanya mulai berkaca-kaca walau Wonho tak yakin dengan itu. Ia mulai menyesal menyetujui ide konyol untuk bertemu dicafe seharusnya ia lebih tahu perasaan Suzy.

“Suzy-ah, eommamu pasti sudah menunggu kajja” ucap Wonho dingin.

Suzy memandang Wonho heran karena perubahan emosi Wonho yang terkesan aneh. Bukankah tadi dia mencoba untuk mencairkan suasana kenapa sekarang malah menambah dinginnya suasana.

Wonho berdiri santai, ia mengambil beberapa kantong kresek belanjaan ibu Suzy.
“Krystal-ah, jangan terlalu memaksakan dirimu”

Krystal tersenyum sinis mendengar perkataan Wonho.

“Kami pamit pulang dulu. Kajja Suzy-ah”

Suzy mengangguk, ia segera membawa belanjaan yang tersisa dan segera menyusul Wonho yang sudah mulai berjalan.

“Gomawo Wonho-ah” batin Suzy.

~~~~~~>.<~~~~~~

“Kau tidak makan?” tanya Wonho sambil memperhatikan Suzy yang hanya mengacak-acak nasinya.

“Kau ini kenapa? Seharusnya kau senang sudah kembali ke Korea dan sudah bertemu dengan Myungsoo-mu” ledek Kyuhyun yang langsung dibalas tatapan tajam dari Wonho.

Suzy menekan sendoknya kuat. Tidak cukupkah kejadian tadi siang karena ulah bodoh Wonho apa sekarang harus dibahas lagi.

“Wae? Aku benar kan” kata Kyuhyun tak terima.

Kedua orang tua Suzy hanya berpandangan sejenak, bertanya-tanya apa yang terjadi dengan anak yeojanya.

“Aku selesai”

Suzy pergi meninggalkan ruang makan. Ia sudah tak kuat lagi menahan tangisnya.

“Kyuhyun” bentak ayah Suzy

“Mianheyo aku tidak tahu masalahnya” sesal Kyuhyun.

“Biar aku yang menusulnya” ucap Wonho.

Myungsoo POV

Hari ini melelahkan sekali mengantar Krystal berbelanja dan berjalan-jalan tak jelas. Itu membuat kakiku rasanya mau patah.

“Kalau aku Shin Won Ho. Aku teman Krystal dan Suzy lalu mungkin akan menjadi temanmu Myungsoo-ssi”

Dia tidak mengenalkan Suzy sebagai yeojachingunya keunde dia malah memperkenalkan Suzy sebagai temannya. Lalu apakah Suzy tidak berpacaran dengannya.

“Aisshhh, sadarlah Kim Myungsoo kau sudah mempunyai Krystal. Sadarlah Kim Myungsoo” ucapku pada diri sendiri.

Aku melihat jalanan rumahku, tidak ada siapapun disini. Aneh, kenapa bisa sesepi ini biasanya banyak anak-anak yang sedang bermain sepak bola dan mengajaku bermain.

Aku melihat seorang yeoja yang sedang duduk menunduk di ayunan taman belakang rumahku. Nuguya? Rasanya dia tak asing bagiku.

“Suzy?”

Aku menggeleng pelan, mana mungkin itu Suzy. Dia sedang bersenang-senang dengan namja yang bernama Wonho atau siapapun.

Tapi tunggu, bukankah jika Suzy sedang ada masalah maka dia akan duduk diayunan dan menangis sepuasnya. Tidak salah lagi dia Suzy.

“Apakah aku harus menghiburnya?”

Ayolah Kim Myungsoo kau ini sahabat kecilnya bukan? Kenapa kau membiarkan sahabat yang kau cintai menangis sendiriran tanpa ada orang yang mau membagi pundaknya.

Aku mulai mendekati yeoja itu, tapi sepertinya aku sudah didahului oleh namja Jepang itu. Dia duduk bersimpuh didepan Suzy mengamati wajahnya.

Baiklah sepertinya sudah ada yang ingin membagi pundaknya lalu untuk apa aku disini. Apakah aku ingin mengganggu kesenangan mereka berdua, tidak aku tidak sekejam itu.

“Myungsoo-ah aku ingin bicara denganmu” ucap Kyuhyun hyung yang entah sejak kapan berada didepanku.

“Waeyo?”

“Apa kau benar-benar mencintai dongsaengku??”

Kenapa tiba-tiba Kyuhyun hyung menanyakan hal seperti itu. Apakah dia tahu selama ini aku mencintainya? Apa itu semua tergambar jelas diwajahku

“Ada apa hyung?”

“Jawablah petanyaanku terlebih dahulu Myungsoo-ah”

“Jika kau ingin aku menjawabnya dengan jujur maka akan kujawab ‘iya aku sangat mencintainya melebihi seorang sahabat melebihi seorang teman masa kecil’ dan jika kau ingin aku menjawabnya dengan keterpaksaan ini maka aku akan menjawab ‘kami hanya sahabat dan sampai kapanpun tak akan pernah berubah meski dunia terbalik rasaku padanya akan tetap menjadi perasaan pada seorang sahabat’” aku menghembuskan nafas lega mendengar ucapanku.

“Lalu jika Suzy bertanya padamu apakah kau akan menjawabnya dengan jujur atau bohong”

Jujur atau Bohong, entahlah aku tidak tahu. Jika boleh aku ingin mengatakan kejujuran tapi mungkin kondisi sedang tidak berpihak padaku.

“Aku akan menjawabnya bohong”

“Baiklah, jika itu yang kau katakan maka jawaban yang kau terima adalah Suzy bukan  milikmu dan takan pernah menjadi milikmu”

Siapa dia? Dia itu Kyuhyun Bae Kyuhyun yang hanya berpangkat sebagai kakakknya bukan Bae Suzy. Jadi bagaimana mungkin dia yang menjawabnya memangnya dia mengetahui semua tentang Suzy.

“Aku tahu, aku tidak begitu mengerti apa yang dialami Suzy saat ini namun sepertinya ini berkaitan denganmu”

“Kau tahu terkadang Jujur itu menyakitkan”

Aku tahu jujur itu menyakitkan sangat menyakitkan. Apakah ini berarti aku harus jujur pada hatiku yang tetap teguh memilih Suzy?. Aku ini bukan namja brengsek yang hanya mempermainkan hati yeoja, ingat aku sudah mempunyai Krystal.

“Hyung kau ini tidak sedang bercanda bukan?”

“Aku tahu aku ini orang yang humoris tapi ini menyangkut masalah perasaan dongsaengku. Sebagai seorang kakak aku harus memikirkan perasaan dongsaengku”

“Keunde Hyung bukankah Suzy sudah mempunyai namjachingu?”

“Mwoo !! Jinjjayo? Nuguya” tanyanya histeris

“Namja Jepang itu” jawabku agak sedikit terkejut akibat teriakannya

“Kupikir siapa. Dia Shin Won Ho namja yang kebetulan menjadi salah satu sahabat Suzy di Jepang”

“Kau yakin dia hanya seorang sahabat?” tanyaku ragu

“1000 %”

“Ingat pikirkan baik-baik jangan pernah menyesal dikemudian hari. Arra” aku mengangguk mengerti.

“Hyung kau mau kemana?” tanyaku saat dia mulai beranjak pergi

“Memainkan PSP terbaruku tentunya”

Aisshhh dia bilang sebagai seorang kakak dia harus memikirkan perasaan dongsaengnya tapi malah dia enak-enakkan memainkan PSP barunya. benar-benar aneh.

“Myungsoo-ah pikirkan baik-baik”

~~~~~~>.<~~~~~~

Sudah hampir enam jam aku memutar otaku untuk menyelesaikan masalah ini. Baiklah aku menyerah, aku sudah hampir gila memikirkan ini.

“Jika itu yang terbaik, aku akan melakukannya”

Segara kuambil handphone ku yang berada disaku jaket coklat miliku. Aku menghembuskan nafas gugup.

“Yeoboseyo” salamku.

“Waeyo Oppa tumben sekali kau mau menelefonku ada apa?”

“Mianhae Krystal-ah untuk saat ini dan selamanya”

Tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menjadi namja yang jahat untuk kali ini saja.

“Wae Oppa?”

“Hubungan kita cukup sampai disini saja. Aku sudah mencoba untuk mencintaimu keunde mianhae hatiku tetap tidak bisa menerimanya aku hanya tidak ingin melukaimu terlalu dalam”

“Keunde Oppa”

Bipppp

Aku memutuskan teleponku dengan cepat sebelum dia kembali memprotesku. Aku tahu dia yeoja keras kepala yang takan mau menerima keputusanku begitu saja.

Sekarang aku harus memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan hatiku pada Suzy. Bagaimana cara mengungkapkannya apakah lewat bunga? Boneka? atau coklat atau mungkin es krim. Ayolah Kim Myungsoo memangnya sudah tidak ada lagi cara terbaik untuk mengungkapkan perasaanmu.

Aku memandang boneka pemberian Suzy gemas.

“Apa yang harus kulakukan Suzy babo” aku mencubit pipi bonekaku.

~~~~~~>.<~~~~~~

 “Katakan apa maumu aku harus cepat membantu, hyungku” ucap Wonho malas.

“Aku hanya ingin menawarkan penawaran yang bagus” ucap Krystal licik

Wonho menaikan alisnya bingung. Apa yang ingin dibicarakan Krystal sampai dia harus membuang waktunya untuk bertemu dengannya di cafe.

“Baiklah, kita langsung ke intinya. Aku mencintai Myungsoo dan kau mencintai Suzy”

Wonho membekap mulutnya tak percaya bagaimana Krystal tahu perasaannya pada Suzy padahal selama ini ia tak mengatakannya pada siapapun.

“Kau orang yang mudah ditebak babo.”

“Lalu apa rencanamu?” tanya Wonho tanpa basa-basi.

“Aku dengar Suzy akan pergi besok. Kau hanya perlu menghalangi Myungsoo untuk tidak  menemuninya mudah bukan?”

“Suzy? Pergi? Eodi?”

“Mana ku tahu, aku hanya mendengarnya dari tetangganya saja yang kebetulan teman eommaku. Bagaimana? Kau bisa mendapatkan Suzy dan aku juga bisa mendapatkan Myungsooku kembali”

“Kembali? Apa kau diputuskan olehnya”

“Ne, dan kita harus bertindak cepat. Bagaimana?”

“Tawaran yang menarik” gumam Wonho.

~~~~~~>.<~~~~~~

Suzy menggenggam tasnya erat. Ia melihat bangunan didepannya perih, membutuhkan waktu lima belas menit untuk berada di depan pintu masuk menara Namsan Tower.

Ia mengerjap-ngerjap matanya berharap air matanya segera turun dan ia akan segra menghapusnya. Suzy berjalan malas kedalam gedung tersebut, ia menghembuskan nafas lega ketika hanya segelintir orang yang berada disana memang sore hari tak seramai malam hari.

“Sebelum aku kembali pergi bolehkan aku mengunjungi tempat ini?”

Entahlah ia bertanya pada siapa, pada dirinya? Bangunan ? Myungsoo? Ataukah hanya nagin lalu yang berhembus membuat rambutnya sedikit berantakan.

@Rumah Suzy

“Suzy-ah” teriak Myungsoo. Ia terliat panik begitu melihat rumah Suzy yang sepi suara apakah ini terulang kembali.

“Mencari Suzy?” tanya Wonho

“Ne, dimana dia sekarang”

“Kau takan bertemu dengannya” ucap Wonho sinis.

 

Namsan Tower

Sebelum ia menikmati pemandangan Seoul dari kereta gantung  tidak ada salahnya bukan jika melihat-lihat sebentar.

“Tak ada yang menarik”

Ia berjalan kearah tempat duduk yang berderet memanjang. Suzy membuka bekalnya yang ia bawa asal dari Rumahnya.

“Telur? Aku membawa telur?”

Ia salah mengambil bekal, Suzy yakin bekalnya ditukar kembali oleh raja PSP itu.

“Oppa menyebalkan”

Ia meletakan kembali bekalnya membiarkannya begitu saja tanpa berminat untuk menyentuhnya atau memakannya. Air matanya kembali menetes, entah apa yang dipikirkannya sekarang ia sudah tak mampu lagi berpikir dengan jernih.

“Ini semua membuatku gila”

Suzy melirik arloji putih miliknya, jam sudah menunjukan pukul 4 sore. Ia melihat kesekeliling gelisah, sudah banyak orang yang ingin melihat keindahan Seoul dari atas sana.

“Aku harus cepat, aku tidak mau dianggap gila hanya karena menangis sendiri”

Suzy beranjak dari duduknya namun segera ia urungkan. Hatinya kembali berdebar aneh dia sedang tidak berdekatan dengan Myungsoo ataupun Wonho.

“Kenapa lagi?” ucap Suzy kesal pada dirinya sendiri.

Suzy melirik arlojinya kesal, seharusnya dia sudah meninggalkan tempat ini tapi kenapa dia masih saja duduk seperti orang hilang. Hari ini dia benar-benar tak mengerti dengan keadaan tubuhnya.

“Baiklah lima belas menit saja”

Lima belas menit Suzy menunggu tak ada siapapun yang ia kenal, tak ada masalah yang berarti lalu kenapa ia masih ingin lebih lama menunggu. Suzy memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri berpikir bingung.

“Apa yang aku tunggu”

Suzy bangkit dari duduknya dan mengambil bekalnya.

“Pasti sudah ramai” decak Suzy kecewa

Ia melangkahkan kakinya cepat menuju tempat kereta gantung.

“Sudah kuduga”

Suzy segera membeli tiketnya dan mengantri memang tidak terlalu banyak tapi cukup membuatmu jengah untuk menunggunya.

“Akhirnya” ucap Suzy lega saat gilirannya.

Tanpa basa-basi Suzy segera melangkahkan kakinya kedalam kereta gantung yang muat untuk 4 orang.

“Tuan…Tuan…” panggil petugas saat melihat seorang namja menerobos antrian, memberikan tiket pada sang petugas dan memasuki kereta yang akan dinaiki Suzy.

“Biarkan saja” bela salah satu petugas

“Mungkin mereka saling mengenal” tambahnya.

Suzy POV

Bersyukurlah namja itu, aku sedang dalam mood yang kuburuk jadi dia dapat terhindar dari amukanku.

“Agashi” panggilnya

Aku menatap lurus pemandangan disampingku, tanpa berniat untuk membalas ucapan namja itu. Jujur saja aku tidak tahu dia namja atau yeoja tapi setidaknya petugas itu memanggilnya tuan jadi jenis kelaminnya pasti namja.

Aku mengetuk-ngetuk kaca jendela, seharusnya sekarang aku sedang tertawa dan bercanda dengan Myungsoo disini.

“Kau mengingkari janjimu lagi”

Hatiku kembali sesak, kenapa rasanya sesakit ini seharusnya aku senang karena Myungsoo dapat tertawa dengan yeoja lain yang lebih cantik dariku, lebih pintar kurasa.

Tess…

Kurasakan butiran bening menetes mengenai punggung tanganku. Apa aku menangis lagi? Bae Suzy sejak kapan kau menjadi lemah.

“Apa kau menjadi secengeng itu?”

Tak ada lagi toleransi untuk namja ini, dia bukan hanya mengganggu ketenanganku tetapi dia juga mengolokku.

“Annyeong”

Darahku berhenti berdesir, apakah ini nyata? Atau ini hanyalah sebuah imanjinasi yang terbentuk karena khayalanku.

GREPPPP

Dia menariku dalam pelukannya, dapat kurasakan tangannya mengusap lembut rambutku dan debaran jantung yang begitu cepat apakah ini miliknya? Debaran jantung ini miliku dan dia.

“Myungsoo-ah”

“Tetaplah seperti ini. Aku mohon”

Air mata yang mati-matian aku tahan akhirnya jatuh dengan indah berlarian seperti anak anjing yang sedang bermain.

“Kau menangis?”

Aku hanya dapat mengangguk.

“Suzy-ah”

Myungsoo melepaskan pelukannya. Aku mohon jangan lepaskan pelukanmu lagi, aku masih sangat merindukanmu.

“Jadilah seseorang yang berharga dihidupku lebih dari seorang sahabat dan lebih dari seorang teman masa kecil” ucapnya sambil berjongkok didepanku.

“Tapi Krystal?” tidak mungkin bukan jika aku ingin menjadi selingkuhannya.

“Aku sudah memutuskannya. Tenang saja dia menerimanya dengan hati yang ikhlas” jawab Myungsoo meyakinkan.

“Lalu Tak ada bunga?” tanyaku sambil mengelap sisa air mataku.

“Kau menginginkan bunga?”

Kim Myungsoo, memangnya kau ingin menembak seorang yeoja dengan tangan kosong. Pakailah cara yang romantis tidak seperti ini.

“Aku terburu-buru kemari, apakah ini bisa dijadikan sebagai pengganti bunga?” tanya Myungsoo hati-hati.

“Kau mau mengganti bunga dengan voucher makan? Ayolah aku tahu kau bukan seseorang yang romantis tapi kau ingin menjadikanku yeojachingumu dengan voucher makan?” tanyaku tak percaya

“Aku hanya memiliki  ini disakuku”

“Lebih baik tiket bioskop daripada voucher makan” ucapku kesal

“Apa aku harus turun disini untuk membeli bunga dan kembali lagi? Tidak kan, cepat jawab”

“Yaa kau ini malah memarahiku”

Dia benar-benar menyebalkan. Aku tak menyangka cara mengungkapkan perasaannya benar-benar payah seharusnya dia belajar dari Kyuhyun Oppa.

“Arraseo. Arraseo. Jadi kau Bae Suzy bersediakah kau menerima Kim Myungsoo sebagai namjachingumu?”

“Apa kau tidak mempunyai kata-kata yang lain, kau tidak sedang belajar menjadi pastur kan?”

“Baiklah. Baiklah aku bukan seseorang yang romantis dan kau harus tahu itu. Jika kau menerimaku terimalah voucher ini kalau kau tidak menerimaku sobek saja voucher ini”

Aku tersenyum kecil saat melihat wajah pasrahnya. Harus ku akui ini, adalah cara teraneh yang pernah kudengar dan kulihat untuk mengungkapkan perasaan seseorang.

“Would you be My Girlfriend?”

Aku mengambil vouchernya.

“Bisakah kita makan di rumah makan ramen ini”

“Jadi kau menerimaku?” tanyanya terkejut.

“Ne, Kim Myungsoo my ice bear”

“Kyaaaa….. Gomawo Suzy-ah…” teriaknya girang.

Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah konyolnya untunglah tak ada yang melihat kami, akan kupastikan jika ada yang melihatnya dia sudah mendapatkan cap orang gila dan Prince ice julukan miliknya menguap tak berbekas.

“Chagiya gomawo”

Kata itu terdengar geli ditelingaku, aneh? tentu saja sudah sangat lama dia memanggilku dengan sebutan Suzy dan sekarang dia memanggilku Chagiya.

“Emmmmm Lalu?”

Aku mengerutkan keningku bingung? Lalu? Maksudnya apa.

Dapat kurasakan hembusan nafas Myungsoo, mendekat kearahku. Apakah ini akan menjadi First Kissku saat aku berpacaran dengannya ? Aku harus bagaimana, aku tidak tahu caranya berciuman yang benar aku hanya pernah melihatnya di berbagai drama dan saat Kyuhyun Oppa dan Seohyun eonni berciuman. Dan asal kau ingat kami dulu memang sering berciuman itupun saat aku masih kecil saat aku belum tahu apa arti dari berciuman. Baiklah memang aku pernah mencium Myungsoo saat aku akan pergi? Tapi itu semua bisa dibilang diluar kesadaranku dan sekarang aku berada dalam kesadaran yang penuh.

Aku memejamkan mataku cepat, dapat kudengar suara tawa dari Myungsoo. Hey wajar saja aku gugup dan bingung ini merupakan ciuman yang paling berkesan untuku dan untuk itu aku harus dapat membuatnya berkesan juga.

Mataku membelalak ketika sesuatu yang lembab menyentuh bibirku, tidak salah lagi ini bibir Myungsoo.  Dapat kurasakan jantungku berdebar kencang sekali, membuatku semakin bingung. Otthokae? Kyuhyun Oppa apa yang harus kulakukan sekarang.

Perlahan rasa gugup itu menghilang, membiarkan mataku menutup dengan manis dan menikmati ciuman ini.

~~~~~~>.<~~~~~~

Back to Scene Wonho with Myungsoo

“Kau takan bertemu dengannya” ucap Wonho sinis.

“Waeyo?” tanya Myungsoo tak sabar

“Karena sepertinya dia sudah kecewa dengan sikapmu”

“Aku sudah memutuskan untuk bersamanya, aku mohon beritahu aku dimana dia sekarang aku mohon Shin Won Ho. Aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya”

Wonho tersenyum manis. “Dia pergi ke Namsan Tower. Aku harap kau tak membuat kesalahan untuk kedua kalinya”
Myungsoo mengangguk mengerti, ia melambaikan tangannya sebelum pergi mengejar Bae Suzy sahabatnya.

“Cinta memang buta tapi aku tak mau buta karena cinta.Mianhae Krystal-ah”

THE END

Huaaa, akhirnya ini FF selesai juga *ngelap keringat* Maaf jika endingnya gaje-gaje gitu, dan rada-rada aneh.

Rasanya lega banget udah nyelesaein ini FF. Bagaimana? Bagaimana? Apakah sesuai harapan kalian?…….

Ingat kalian wajib comment and like nya karena ini udah Final.

24 thoughts on “[ Freelance ] One Last Cry *part 2* -FINAL-

  1. haaa..aku jadi senyum senyum sendiri nih baca part yang akhir-akhir..
    Myungsoo sama Suzy tetep konyol😀 hehe
    seneng banget sama endingnya chinguu . ditunggu FF Myungzy yang lain

    yang suka myungzy juga , boleh singgah nengokin ff abal-abal versinya aku .. hehe *numpang promosi nih chinguu ^^v

  2. Hhhh… Akhirnya……………………………….. *terlalu bersemangat
    Myungsoo, gitu dong dari kmaren2 ah..
    Won ho, kamu baik ya… Like you…
    Ditunggu ff lainnya cingu

  3. Hohohoo.. Yaay, ini udah lama banget ditunggu haha, akhirnya, endingnya bagus kok. Voucher makan haha. 😀 ditunggu ff lainnya ya

  4. kyaaaa kristal licik ternyta , untungnya wonho masih bisa berfikir sehat and tidk buta cinta ><
    myungppa akhirnya kau bilang juga walau nembaknya pake kupon wkwkwkwk
    myungzy jjang, chingu di tunggu next ff yg lebih cetar lagi🙂

  5. yeay akhirnya happy ending.. Sahabat jdi cinta nih wkwkwk walaupun sempet ada gangguan tpi ga masalah.. Won ho- ah kamu sahabat yg baik.. Ditunggu FF lainnya

  6. Senengnya kalau one last cry-nya itu tangisan bahagia…
    Myungzy! Bener-bener nggak bakalan bosen sama couple ini.
    Wonho sungguh berhati besar ya, jadi berperan penting menyatukan Myungzy.
    Gomawo Wonho-ah… (Wonho sama aku aja deh… #lari)
    Dan untuk author, terima kasih buaaaaaanyaaakkk buat ff yang daebak, keren, cool dan bekesan ini…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s