Let me change you *part 1*

let me change you

Title : Let me change you
Author : Ananda Yune A.Y.P
Main Cast :

  • Bae Suji ( Miss A)
  • Kim Myungsoo (INFINITE)

Length : Two-shot
Genre : Friendship, Romance

Wew~~ nanda’s back (lagi) uda tiga hari berturut-turut post FF terus😀. Sebenernya selama aku engga post itu aku bukan FF, tapi pada mati di tengah jalan, akhirnya aku lanjutin semuanya. kenapa jadi curhat ?

langsung baca ya ? jangan lupa RCL.nya hehhe –happy reading–

Author’s POV
“YAAAAA” teriak seorang yeoja ketika buku-buku yang dibawanya jatuh dengan mulus ke lantai. Yeoja itu mendongak untuk mencari tersangka atas buku-bukunya.  Detik selanjutnya setelah yeoja itu tau siapa tersangka tersebut, ia membuang mukanya seraya mendengus.

Tersangka tersebut menundukkan kepalanya untuk mengetahui siapa yeoja yang sedang mendengus pertanda tidak senang. Setelah tahu siapa yeoja itu, tersangka itu membuang muka seraya mendengus.

“dia lagi” ucap keduanya bersamaan. Mereka diam sesaat, sedikit terkejut karena perkataan mereka sama dengan waktu yang sama pula. “kau lebih baik minggir. Jangan menggangguku” ucap yeoja itu ketus seraya merapikan buku-bukunya yang terjatuh. Namja itu –tesangka- mengangguk pelan “baiklah, dan.. aku tidak sengaja” ucapnya dan mulai berjalan meninggalkan yeoja itu

Yeoja itu menolehkan kepalanya untuk melihat tubuh namja itu yang berjalan menjauh. “tidak sengaja? Yang benar saja” ucap yeoja itu pelan, tetapi membuat namja itu behenti dan berbalik. Rupanya ia dapat mendengar apa yang diucapkan yeoja itu.

“yang benar saja? Kau pikir aku pengangguran yang kerjanya menggangumu saja? Aku sudah bilang, aku tidak sengaja. Tidak penting membuang waktuku yang berguna untuk yeoja sepertimu” ucap namja itu di akhiri dengan smirk-nya yang dapat membuat yeoja-yeoja di  kyung high school diam di tempat untuk menikmati pesona seorang kim myungsoo.

“yaa.. kim myungsoo. Memangnya aku yeoja seperti apa hingga berbicara denganku termasuk membuang waktumu?” Tanya yeoja itu dengan tatapan tidak bersahabatnya. Kim Myungsoo –namja itu- hanya diam dengan tenang menatap yeoja di hadapannya. “kau yakin kau ingin tahu?” yeoja di hadapannya mengangguk yakin. Myungsoo menggembuskan nafasnya perlahan “baiklah jika kau ingin tahu. Kau  -Bae Suji- yeoja yang aneh, dengan kacamata yang kuno, rambut yang tidak jelas, dan yeoja terbodoh di kyung high school. Apakah kau ticak tahu? Banyak kacamata yang lebih bagus daripada kacamata kunomu itu. Aku tidak tahu apakah kau pernah menyisir rambutmu yang kusut itu. Apakah kau tidak pernah belajar ? kau selalu ranking terakhir di kelas. Apakah kau tidak malu? Fine, itu bukan urusanku, tapi itu cukup jelas menjadikan sebagai alasan kenapa berbicara denganmu itu membuang waktuku” ucapnya datar seraya mengangkat bahunya pelan.

Myungsoo bukan tipe berfikir sebelum berbicara. Ia selalu mengucapkan apa yang menjadi kenyataan. Kim Myungsoo, namja tampan dengan bermacam-macam keahlian. Smirk-nya juga termasuk keahliannya dalam meluluhkan hati yeoja. Ia tidak tahu terlalu memikirkan image-nya. Ia hanya melakukan apa yang dia suka, mengatakan apa yang menurutnya benar. Dan satu lagi, ia benci melihat seorang yeoja menangis. Itulah Kim Myungsoo.

Yeoja itu –Bae Suji- yeoja yang duduk paling belakang, menggunakan kacamata kuno-nya. Entah apa yang membuatnya selalu menggunakan kacamata aneh itu. Dia mempunyai rambut yang indah, kau dapat melihatnya ketika ia mengurai rambutnya. Ia selalu mengikat rambutnya menjadi satu dengan sekenanya. Beberapa helai rambut teruai tidak jelas sehingga menambah kesan berantakan karena yeoja-yeoja di kyung high school selalu memperhatikan penampilannya setiap detik. Sisir dan kipas kecil selalu ada pada tangan mereka. Dan bodoh? Ia memang mendapat ranking paling bawah sewaktu mereka kelas 10, ia mendapatkan ranking terakhir selama 2 semester dan sekarang mereka kelas 11. Semester pertama baru mereka jalani  sekitar 1 bulan. Sesungguhnya dia tidak bodoh, dia murid yang cerdas. Ia mendapat peringkat 1 saat penerimaan murid tahun ajaran tahun lalu. Hanya saja… Bae suji yang sekarang bukan Bae Suji yang dulu. Cause of someone.

Suji kaget mendengar ucapan myungsoo yang baru saja dikataannya tanpa raut penyesalan di wajah tampannya. Suji diam di tempat, menatap nanar pada namja dihadapannya. Sebelum myungsoo membuka mulutnya, sebutir air mata dengan mulus membasahi pipi suji. Masih menatap myungsoo, tanpa berkedip, air matanya kembali membasahi pipi putihnya. Myungsoo hanya diam di tempatnya, tidak tahu harus melakukan apa. Inilah hal yang paling di bencinya, melihat seorang yeoja menangis.. dan yang lebih buruk, ialah yang menyebabkan yeoja itu menangis.

Suji sadar dan menghapus air matanya sebelum mengalir lebih deras dengan telapak tangganya. Tanggannya dengan cepat  merapikan buku-bukunya dan berjalan melewati myungsoo yang masih menatapnya bingung. Suji menahan tangisannya sampai ia menumukan tempat yang aman untuk menangis sepuas hatinya. Ia tahu yang dikatakan myungsoo memang benar, ia hanya tidak menyangka jika myungsoo akan mengucapkan kalimat itu kepadanya dengan jawah tidak bersalah.

Myungsoo menundukan kepalanya. Ia rasa perkataannya benar. Suji memang mendapatkan ranking terakhir, rambutnya memang berantakan, dan kacamatanya memang kuno. Ia menghembuskan nafasnya, dan menendang batu kecil yang ada di hadapannya. Ia benci keadaan seperti ini. Keadaan yang membuat dirinya merasa bersalah, tetapi ia tidak tahu apa salahnya. Ia hanya mengatakan yang sebenarnya. Seharusnya ia merasa biasa saja, tapi perasaanya merasakan hal yang sebaliknya.

**************

Suji menghempaskan tubuhnya di halaman belakang sekolahnya. Diletakkan buku-buku yang dibawanya. Ia tahu tempat ini sepi. Tempat ini menjadi tempat persembunyiannya. Tempat persembunyiannya saat ia ingin menangis. Menangis karna ucapan teman-teman yeojanya yang menganggapnya aneh, menangis jika ia teringat someone-nya.

Ia biarkan air matanya keluar tanpa henti. Ia tahu ucapan myungsoo itu adalah fakta. Sekarang ia harus menerima itu, Bae Suji yang dulu bukan Bae suji yang dulu lagi. Dengan penampilan dan kepribadian yang berbeda.

Ia melepas kacamatanya. Ia tidak dapat melihat dengan jelas karna lensa kacamatanya yang dipenuhi dengan air mata. Ia menundukkan kepalanya. Berusaha mengecilkan suara tangisannya. Ia tidak ingin ada yang tahu tempat persembunyiannya. Jika temannya tahu maka…. Tunggu, ia tidak mengenal teman sejak pertama kali masuk ke sekolah ini hingga sekarang.

“waeyo ? waeyo ?” sesakali ia mengucapkan kata itu selama ia menangis. Tangannya menggenggam erat rok selututnya, tidak ada keinginan untuk menghapus air matanya. Tangannya terangkat  untuk melepas ikatan rambutnya. Dan.. ini dia.. rambutnya yang sebenarnya. Rambutnya pajang yang selama satu tahun ini ia ikat dengan berantakan. Sebelum rambut itu menyentuh punggungnya, hembusan angin membuat rambut hitam lebat itu bergerak tak tentu arah, mengikuti angin yang juga berhembus.

Ia genggam ikatan rambutnya. Ia tidah tahu kenapa, tapi ia sangat menikmati penampilan someone-nya yang berbeda dengan penampilannya yang dulu. Ia masih menunduk menatap ikatan rambutnya. “gw..gwanchana. aku tidak perlu mendengarkan dia. Anggap saja.. itu angin berlalu” ucapnya lirih, mencoba untuk mengkuatkan dirinya. Ia berdiri lalu mengibaskan roknya yang kotor. Membungkukkan badannya sedikit untuk mengambil buku-bukunya. Ia berjalan pelan kea rah kelasnya, mengambil tas dan segera pulang.

*************

Suji berjalan pulang tanpa memakai kacamata dan membiarkan rambut hitamnya terurai. Ia akui, ia sedikit rindu penampilannya yang dulu. Ia bersenandung kecil dan sedikit tersenyum ketika ia mendengar suaranya dari ponsel yang ia sambungkan pada earphone. Ia ingat saat ini, saat ia lupa ulang tahun someone-nya. Ia merasa bersalah dan memberikan hadiah yang tidak dapat orang lain berikan. Ia menyanyi lagu ulang tahun dan merekamnya. Ia tidak tahu jika someone-nya itu suka pada hadiahnya. Ahh.. ia ingat.. saat dia berumur 7 tahun.

Ia berhenti di sebuah rumah yang terkesan mewah. Ia membuka pagar dan melangkahkan kakinya. Menghempaskan badannya di sofa yang nyaman. “ sungguh melelahkan” gumamnya tidak jelas.

*************

Keeksokan harinya, myungsoo melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas yang masih kosong. Tidak.. ada ada 4 orang termasuk dirinya yang sudah dating. Matanya berhenti pada yeoja yang kemarin ia buat nangis. Ia menunduk dan meletakkan tasnya di bangkunya. Iya.. ia masih merasa bersalah atas perkataannya. Semalam ia tidak bias tidur karna memikirkan hal itu

Ia dulu yakin jika Bae Suji mempunyai wajah aneh dengan perpaduan kacamata dan rambut yang berantakan. Entah kenapa.. sesuatu hal membuat keyakinannya goyah. saat itu.. saat ia melihat dengan matanya sendiri.. apa yang dulu ia yakini tentang yeoja itu.. ia meragukannya.. anehnya.. dia tidak ingin menceritakan kepada siapapun apa yang ia lihatnya saat itu. Siapapun.. termasuk teman baiknya, sungyeol.

Ia melihat badan suji yang berjalan melewatinya. Berjalan ke arah luar kelas. Penampilannya sama saat ia melihat yeoja itu pertama kali menangis. Rambut yang berantakan dengan kacamata kuno. Myungsoo tersenyum sesaat.. yeoja yang aneh.. bukan.. yeoja yang misterius atau yeoja yang menarik ?

Sayang sekali.. ialah yang membuat yeoja itu menangis, ia juga tidak melakukan apa-apa saat yeoja itu menangis. Ia telah melakukan hal yang bodoh. Seharusnya ia melakukan sesuatu, apa saja.. seharusnya..

***************

Untuk sekian kalinya, myungsoo melirik kaca yang ia taruh di atas mejanya. Bukan untuk melihat penampilannya di cermin, tetapi untuk melihat aktivitas seseorang yang duduknya jauh di belakangnya. Sesekali yeoja itu menggembungkan pipinya entah kenapa, rambut yang diiktan dan beberapa helai yang terlepas dari iktan juga tidak buruk. Penampilan yang beda di sekolahnya ini, baru saja ia menyadari itu. Kaca ini sangat membantu.. myungsoo sangat berterima kasih pada seseorang yang menemukan sifat kaca ‘pemantulan’.

Tanpa myungsoo sadari sungyeol yang sebangku dengannya menatapnya heran. Ia melihat myungsoo tersenyum tanpa sebab. Ia yakin, tidak ada siswa yang berani melakukan hal konyol saat melajaran Mr. Park , membersihkan kamar mandi akan menjadi tugasnya jika ada yang berani melanggar peraturannya.

Ia melihat myungsoo yang baru saja menatap cermin. Sungyeol menatap myungsoo –cermin? Sejak kapan kau membawa barang seperti ini?- seperti itu arti dari tatapan sungyeol. Yang ditatapnya masih saja tersenyum tidak jelas.

Sungyeol mencondongkan badannya kea rah cermin untuk melihat hal apa yang dapat membuat temannya ini berubah. Detik selanjutnya.. matanya membulat. Ia tidak percaya pada sosok yang ada dicermin. Sosok yang dapat membuat seorang kim myungsoo tersenyum ? Bae Suji ? seriously ?

Ia ingin sekali bertanya pada Myungsoo. Sepertinya ia harus menunggu sebentar lagi. Ia tidak ingin membersihkan kamar mandi saat istirahat.

****************

“yaaa.. Kim Myungsoo” ucap sungyeol seraya menyamakan langkah saat mereka hendak keluar kelas. Myungsoo menoleh pada sungyeol “hem.. waeyo ?” Tanya tidak tertarik dan kembali menatap depan.

“itu.. cermin yang kau taruh di meja. Aku yakin kau  gunakan itu untuk melihat seseorang. Tapi.. Bae Suji? Aku tidak salah lihatkan ?” Tanya sungyeol to the point, ia cukup sabar menahan rasa penasarannya selama pelajaran Mr. Park.

Myungsoo menoleh cepat “mwo ? how did you know?” Tanya myungsoo tidak berusaha menutupi tentang –cermin-pantulan-dan-suji-. Sungyeol berhenti dan menatap myungsoo dengan tatapn tidak percaya.

“myungsoo-ah.. gwachana? Ani.. mengapa kau melihatnya? Banyak yeoja yang lebih baik daripada dia,, tapi suji? Are you serious?”

“mianhae.. aku tidak bisa memberikan alasan padamu mengapa aku melihat yeoja itu. Aku ingin mengetahui hal itu sendiri saja, tidak orang lain, dan tidak juga kau” ucap myungsoo datar seraya menunjuk sungyeol. Sungyeol menatap myungsoo heran. Tentu saja.. myungsoo selalu mengatakan hal apa saja padanya, baik yang menyenangkan dan juga yang menyebalkan. Ia benci ini. Ia benci saat ia ingin tahu sesuatu, tapi sumber info itu tidak ingin mengatakan yan sebenarnya, ia benci ini, ini menganggu pikirannya.

“kau tidak perlu penasaran sungyeol-ah” ucap myungsoo tenang. Bagaimana ia mengatakan pada sungyeol untuk tidak penasaran sedangkan dirinya sangat penasaraan dengan yeoja bernama Bae Suji. Sungyeol hanya mengangguk pelan. Mereka kembali berjalan menuju kantin. Myungsoo melihat Suji berjalan dengan arah yang berlawanan dengannya. Diam.. itu yang terbaik.

Myungsoo menatap depan dengan tatapan datar, sedangkan mata sungyeol tertuju pada suji. Suji tahu myungsoo yang berjalan berlawanan arah dengannya. Ia tidak ingin menghindar, percuma. Lagipula ia menganggap perkataan myungsoo kemarin sebagain angin berlalu.

Myungsoo behenti dan menatap ke belakang. Mereka baru saja berpapasan, hal itu mengangganjal lagi. Ia belum meminta maaf pada yeoja itu. Tunggu.. ia perlu meminta maaf ? ani.. ia rasa,, ia rasa.. ia salah.

Myungsoo berjalan berbalik dan mengikuti suji. Ia harus meminta maaf. Ada saatnya fakta tidak perlu kita kataan, terkadang itu sangat menyakitkan. Jadi.. ia harus.. minta maaf.

Myungsoo melangkahkan kakinya mengikuti langkah suji, tentunya menjaga jarak. Sementara kakinya berjalan mengikuti suji, otaknya berputar memikirkan kata-kata untuk perminta maafan yang tulus dan tentu saja tidak membuat suasana menjadi canggung mengingat  ia telah mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati yeoja itu.

Suji berbelok dan tentu saja myungsoo juga berbelok. Tunggu.. tempat ini ?

                                                                                *************

Suji  duduk  di tepi bangku di halaman sekolah. Terlalu lelah dengan keadaan kelas yang melelahkan, ia ingin istirahat.

“Bae  Suji ?” terdengar suara seseorang memanggilnya. Suji menoleh, dan menatap kaget seseorang yang baru saja memanggilnya.

“ah. Ne sosaengnim” ucapnya seraya berjalan mendekat ke arah Mr. Yong yang membawa tumpukan buku tulis entah milik kelas berapa. Ia tidak peduli.

“bisa kau letakkan buku-buku ini di meja saya? Saya ada urusan mendadak” pinta Mr. Yong seraya menyodorkan tumpukan buku itu. Mau tidak mau suji menerima buku-buku itu. Tidak mungkin dia menolak, bukan ?

“ne” suji menganggukan kepalanya cepat, dan berjalan ke arah ruang guru yang letaknya cukup jauh dari halaman belakang.

“Aish~ kenapa aku? Aku.. aarggh aku juga ingin istirahat. Aku juga lelah. Aku juga punya urusan, urus saja urusan songsaengnim sendiri. Kenapa jadi aku?” gerutunya tidak jelas. Sesakali ia membenarkan posisi tumpukan buku itu. “merepotkan”
Braaakkk…
“neo.. ya! Bae suji!” suji mengangkat kepalanya dengan wajah tidak bersalah. Dia tidak sengaja, ingat itu.

“mianhae” ucapnya kembali menunduk lalu memunguti  satu per satu buku yang jatuh.

“cih.. apa kau tidak punya mata? Ahh.. lebih baik kau rapikan rambutmu dulu. Rambut jelekmu itu membutakan pandanganmu. Arasso ?” ucap yeoja itu tanpa keinginan membantu suji. Oke.. suji memang salah, but hei.. ini bukan sepenuhnya salahnya.. apa dia juga tidak memiliki mata?

“mianhae” ucap suji pelan yang membuat yeoja itu kembali menatapnya sengit.

“sorry?”

“suji-ah.. gwanchana ?” suara berat itu membuat yeoja yang –selalu-benar-  itu menatapnya, begitu pula dengan suji. Dia..

“gwanchana ?” suara itu terdengar lagi, lebih jelas karena pemilik suara berjalan mendekat, dan berjongkok ikut membantu suji memunguti buku-buku itu.

“ah.. kim myungsoo. Berdirilah.. kau tidak perlu membantunya.” Ucap yeoja, entah siapa namanya. Itu tidak penting.

“ani.. kau melihat buku-buku ini berjatuhan, mengapa kau tidak membantunya juga?” tanya myungsoo tanpa menatap kedua yeoja yang sedang menatapnya.

“ituu.. aku perlu membantunya juga ?”

“tsk.. suji-ah, kau ingin membawa buku-buku ini ke ruang guru. Sini kubantu”  ucapnya seraya mengambil 2 buku yang sedang dipegang suji.

“hemm ?” kaget. Jelas.. dia berubah. Sangat.

“kkaja” ajak myungsoo tanpa memandang  wajah suji. Perlahan suji bangkit dan berjalan menyusul myungsoo, menjaga jarak agar tidak jalan bersebelahan.

“namja aneh” ucap suji yang menatap punggung myungsoo. Matanya tertuju pada lengan myungsoo yang membentuka garis otot karena mengangkat tumpukan buku. Oke.. dia sexy. Mau tidak mau ia harus mengakui fakta itu, dan juga tampan. Hooshh.. apa yang sedang ia pikirkan?!

Tentu saja myungsoo mendengar gumamam tidak jelas yeoja itu. Ani.. cukup jelas hingga ia dapat mendengarnya. Ia juga tidak tau mengapa, yang jelas saat suji hampir di bully dengan naeun atau jiyeon ? Entahlah.. nama yeoja itu tidak penting.. yang jelas, ia ingin melindungi  suji saat itu. Tidak salah,kan ?

*************

Seperti biasa, suji sedang duduk di kursi halaman belakang dengan tatapan kosong. Ia mencium bau asap. Ini asap rokok. Ia menoleh untuk mencari tahu siapa yang merokok di wilayahnya ini. Nah.. itu dia, beberapa sunbae tidak punya pikiran. Apakah mereka tidak tau?! Merokok dapat menyebabkan kanker! Ia mendengus tidak suka. Ini wilayahnya walaupun begitu, ia tidak dapat melakukan apa-apa pada sunbae tidak tahu diri itu. Kanker.

Tiba-tiba lehernya seperti tersengat sesuatu. Minuman dingin. Suji meraba lehernya dan menoleh ke belakang. Namja itu hanya menatapnya datar dan menguncangkan kaleng coke dingin ke arah suji.

“untukmu” ucapnya. Suji mendengus dan mengalihkan wajahnya. “aku tidak haus”

“aku ingin meminta maaf. Terimalah” pinta namja itu lagi.

“tidak perlu minta maaf. Apa yang kau katakan itu fakta.” Namja itu kini duduk di samping suji seraya membuka kaleng coke itu.

“aku datang ke sini tulus ingin meminta maaf. Terimalah”

Suji menatap kaleng itu sekilas. Ia tahu ia haus, hanya saja.. terlalu malu untuk menerimanya “gwanchana. Aku tidak haus”

“tsk.. terimalah.. terserah mau kau buang atau kau minum yang penting terima ini dulu” untuk kesekian kalinya namja itu menyodorkan kaleng itu.

“tsk.. sini berikan. Cepat” ucap suji sesinis yang ia bisa. Namja itu –myungsoo- memberikan kaleng coke itu pada suji dengan ekspresi  datar.

“baiklah.. aku minta maaf atas perkataanku tempo hari. Aku tid..” “dimaafkan” sela suji sebelum myungsoo menyelasikan ucapannya. Myungsoo menatapnya datar.

“biarkan aku menyelasikan perkataanku” ucapnya. Suji hanya mendengus malas. “lanjutkan”

“ i know i was wrong.  Mianhae. Seperti yang kau bilang, itu adalah fakta, tapi ada saatnya dimana kita tidak perlu mengucapkan fakta itu, jika akhirnya dapat menyakiti perasaan  seseorang.” Myungsoo menatap lekat mata suji. Tapat pada bola matanya.

Suji mengalihkan padangannya “aku mengerti, dan terima kasih atas minumannya” ucap suji pelan lalu meminum sedikit coke itu. Baguslah.. tenggorokkannya tidak kering lagi.

Suji hanya diam, dan tetap memandang depan. Entah apa yang ada di depannya, tapi ia merasa sedikit aneh. Iya, ia dapat melihat dari manik matanya. Namja itu, Myungsoo menghempaskan punggungnya di sandaran bangku taman. Entah apa yang sedang namja itu lakukan, ia tidak begitu yakin. Tapi yang ia tahu, namja itu sedan menatap ke depan.

Merasa aneh dengan situasi seperti ini, Suji bangkit dan hendak berjalan. Menghindar dari Myungsoo.
“bisakah kita menjadi teman ?” suara tenang Myungsoo membuatnya diam untuk beberapa detik. Apa katanya? Teman ? ia tidak tahu, tapi dapatkah ?

“kau tidak mau berteman denganku ? wae ? bukannya, kau sudah memaafkanku tadi. Tidak ada salahnya, bukan ?” melihat Suji yang tidak menjawab melainkan berdiri memungguninya membuatnya terdiam.

kita lihat saja nanti” jawab Suji lirih, tapi masih dapat di dengar oleh Myungsoo. Ia menunduk untuk sesaat, dan tersenyum. Ia tidak ingin berharap, tapi dapatkah ?

-TBC-

35 thoughts on “Let me change you *part 1*

  1. Kyaaa..daebak..cerita’a bikin penasaran aja..penuh tanda tanya (?)…keeke
    Suzy anak ornk kaya ya..tapi koq penampilan’a kya’ gitu..trus someone itu siapa? Penasaran deh sebenar’a gimana sih masa lalu’a Suzy?
    Trus koq Myungsoo sikap’a jadi berubah gitu ke Suzy? #penasaran tingkat akut😀
    Moga Suzy mw nerima Myungsoo jdi teman’a..malah kalau bisa hubungan MyungZy lebih dari sekedar teman..ckckck #ngarep😀

    Next part publish soon ya ^0^

  2. aisssh
    bnyak misteri’y
    chingu bwt MYUNGZY jd lebih dari sekedar teman
    next chap ksih sdikt scen swee d0ng
    #jeballLL

  3. keren chingu critanya, apa suzy mau nerima myungppa jdi chingu?
    ap myungppa liat waktu suzy nangis?? penasaranma someone yg bisa ngerubah suzy kyak gitu, emng ap yg terjd ama suzy sekrang ma dulu?

  4. Myungsoo jgn ngomong gitu suzy kan jd sedih
    btw someone itu siapa??
    Ayo suzy buka hati mu untuk myungsoo
    dari pada aku banyak omong mending
    Kutunggu lanjutannya thor
    keep fighting ^.^)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s