You don’t know anything about me

You dont know anything abt me

Title       : You dont know anything about me
Author  : Ananda Yunne A.Y.P
Cast       :
Bae Suzy ( MISS A )
Kim Myungsoo ( INFINITE )

Genre   : Friendship
Length  : One-shoot

annyeong~~ nanda’s back!! Ini.. aku bosen bikin romance, akhirnya bikin friendship.  Enjoy ya ? Jangan lupa RCL ya ? J happy reading J

Author’s POV

Sepasang kaki mengayuh sepeda yang biasa dipakai perempuan. Dengan semangatnya, yeoja itu mengayuh kakinya seirama, sesekali tersenyum membayangkan keinginannya yang sedikit demi sedikit tercapai. Keinginan yang diinginkan para yeoja lainnya.
rasa letih terkadang menjalar keseluruh tubuhnya, peluh keringat yang membasahi dahi membuatnya senang, seakan mendapat pencerahan untuk mengapai impiannya. Rasa sakit yang kadang ia rasakan saat tidur kini adalah temannya. Di awal rasa sakit itu adalah musuhnya, tengah malam ia menahan teriakkannya agar tidak membangunkan anggota keluarga yang lain, meremas selimut atau memeluk guling erat menjadi pilihannya. Betapa buruk malamnya.
Di tengah jadwalnya yang padat sebagai  seorang siswa, ia harus menyempat diri untuk meluangkan waktunya untuk berlatih. Ia tahu, jika ia meliburkan diri untuk sehari, maka ia akan malas untuk melanjutkannya kembali.
Seberapa berat harinya itu, tidak akan mematahkan semangatnya untuk berhenti berlatih, dan berlatih. Jika ada orang yang mendukung atau sekedar menyemangatinya, hal itu membuat dirinya kembali bersemangat. Tapi bagaimana jika terbalik ? bukan menyemangati, melainkan menghina ?

*************

Yeoja itu memakir sepeda yang baru beberapa hari ia miliki. Ia selalu memaksa ayahnya untuk membelikannya sepeda walaupun dia seorang murid SMA. Ke sekolah menggunakan sepeda buat hal yang buruk, bukan ? tidak perlu malu, jika kalian senang maka tidak ada alasan bagi kalian untuk berhenti.
“suzy-a” suara cempreng milik yeoja berambut pirang. Entah.. hampir semua yeoja di sekolah itu menyukai rambut pirang, kata mereka –akan terlihan sebagai tourist,bukan?- konyol, satu kata yang tepat untuk menggambarkan pernyataan mereka.
“ahh.. jiyeon-a ? kau datang sepagi ini ? tidak seperti biasanya” suzy, yeoja itu berjalan ke arah jiyeon seraya memakai tas sekolah yang ia letakkan di keranjang sepeda. Berjalan bersama dengan jiyeon ke arah kelasnya. Selagi berjalan, mereka membicarakan tentang pelajaran yang akan di uji. Ahh matematika, yang benar saja. Ia bukan termasuk kategori anak pintar di kelas, tetapi nilainya selalu stabil. Dan matematika, siswa mana yang tidak membenci pelajaran itu? terlebih lagi dengan guru killer ? bagus. Ia tidak belajar semalam. Dan ia sangat yakin jika 33 teman sekelasnya juga tidak belajar. Selalu, selalu tidak belajar jika ada ulangan hanya mengerjakan apa yang terlintas di otak mereka. Dan itu sebabnya banyak guru yang telah menceramahi kelasnya itu.
“ahh.. pasti nanti mengulang lagi. Sekelas mengulang. Benar-benar memalukan” eluh suzy yang mulai menaiki tangga untuk sampai di kelasnya.
“hahaha.. kau benar, dan Kim-sem akan marah untuk ke… 4 kalinya ? yaa.. kita sudah 3 kali uangan,bukan ?” suzy mengangguk mendengarkan penjelasan yang memalukan bagi dirinya, dan juga teman-teman kelasnya, termasuk jiyeon sendiri.
“ani. Kau ingat seungho? Bukannya ia hanya mengulang 2 kali. Kemungkinan besar ia tidak akan mengulang. Ahh.. lee seungho, aku benci namja itu” suzy menghentakkan kakinya dan menyipitkan matanya, yang membuatnya terlihat sedang emosi. Sedangkan jiyeon menatapnya heran. Setahunya, lee seungho namja yang baik.
“waeyooo ?”
“karna dia tidak pernah memberikanku jawaban ketika ulangan” jawab suzy berapi-api yang mendapatkan jitakan kepala menggunakan buku tulis yang ia bawa sebagai respon atas alasannya.

*************

 

Myungsoo dan sungyeol sedang adu panco di kelas, suara gesekan gigi terdengar di antara keduanya. Lengan yang keras mengeluarkan garis-garis otot yang membuat kedua namja itu terlihat keren.  Tidak, tidak terjadi apa-apa, hanya ajakan biasa dari sungyeol yang merasa bosan dengan teman-temannya yang lebih memilih berkencan dengan laptop mereka di hari yang masih pagi ini.
Pintu terbuka, dan secara tidak sadar Myungsoo mengalihkan pandangannya ke arah pintu, yang menyebabkan konsentrasinya hilang. Itulah mengapa sungyeol yang menjadi pemenang dan tertawa di atas kekesalan myungsoo. Tsk..
“ya.. suzy-jiyeon, gara-gara kalian membuka pintu, aku kalah panco.aishh” protes Myungsoo pada dua yeoja yang merupakan teman sebangku itu. kedunya hanya menatap Myungsoo dengan tatapan bingung, mereka baru saja masuk, kenapa mereka di salahkan ? apakah namja ini sehat? Tidak mabuk atau semacamnya?
“jangan hiraukan dia” pinta suzy pada jiyeon yang ingin meminta penjelasan pada Myungsoo, ditarik tangan jiyeon menuju bangku mereka.

***************

Kim Myungsoo, seorang namja yang tidak berperasaan dan sering melakukan apa saja. Ia selalu berkata tanpa berpikir. Ia merasa apapun yang dikatakannya selalu jujur, dan ia tidak ingin membohongi orang lain dengan mengoceh tentang hal yang tidak sebenarnya.
entah, untuk apa Tuhan memberika otak jika tidak digunakan, kerjanya hanya menganggu, dan bermain. Tidak sedikit ia berkomentar hal yang tidak penting, dan komentarnya itu selalu membuat korbannya diam, dan pergi meinggalkannya begitu saja.
Kepribadiannya yang humoris membuat orang lain tidak dapat berlama lama berdiam diri dengannya. Tanpa mengucapkan ‘maaf’ ia sudah mendapatkan maaf dari korbannya, tidak adil, bukan ? setiap orang pernah berbuat salah, dan harus menyadari kesalahan.
Tapi pada kasus Myungsoo, kenapa tidak ada orang yang ingin menegurnya ?

****************

Pelajaran di mulai. P.E. pelajaran yang apling ditunggu suzy setiap minggunya.  Karena sesulit dan seberat apapun materi yang disampikan, ia selalu menjadi yang terbaik diantara teman-teman yeoja yang lain tentunya.
“lari ? hari ini lari ? ahh.. aku lebih memilih basket” eluhan jiyeon yang berdiri di samping suzy terdengar lagi. Seperti yeoja kebanyakan, jiyeon membenci olahraga. Apa buruknya dengan olahraga ? ini sangat menyenangkan.
“tapi lari lebih mengeluarkan keringat daripada backet jiyeon-a” ujar suzy yang sekarang berjongkok membetulkan tali sepatunya, persiapa kecil sebelum berlari yang melewati lintasan yang panjang.
“ahh.. ne ne. Itu karena kau yang telah terbiasa. Bagaimana ? apakah ada perkembangan ?”

Suzy berdiri dan tersenyum senang, “ehem… turun satu kilo. Hahhaa” tawa penuh kebahagiaan terdengar melalui mulutnya. Tentu saja, dua minggu ini ia dapat menurunkan berat badannya 1 kilo. Usahanya terbayar, 1 kilo adalah angka yang kecil bagi mereka yang tidak tahu penderitaan suzy. Ya.. impiaannya memiliki tubuh yang indah seperti teman-temannya. Bukan hal aneh, bukan ?
“jinja ? wahh.. chukkae. Jadi sekarang berat berat badanmu?”
“eumm.. 52 ?” ucapnya ragu. Jika tidak salah, berat badannya sekarang 52 kg. Haaa..  kurang 4 kg lagi. Eumm.. mungkin bentuk badannya sekarang tidak bisa dibilang gendut. Normal. Tapi ia merasa janggal dengan pinggul, paha, dan lengannya yang besar. Ia merasa tidak nyaman.

“fighting!!” ucap jiyeon memberi semangat dengan tangan kanan yang dikepakan. Ne.. fighting!!
terdengar peluit yang cukup keras, “YA~ Bae Suzy.. Park jiyeon.. kalian tidak akan berlari ?” lee songsaengnim mengepalkan tangganya membentuk tinju ke arah mereka.. aishh~~

*************

Sudah 4 hari ini Suzy ke sekolah menggunakan motornya lagi. Kendaraan yang tergusur oleh sepeda pancal kesayangannya itu. Dan sudah 4 hari juga Suzy tidak berlatih lagi. Alasannya ? karena batang bulan tentu saja.  Kata umma, tidak baik bagai anak perempuan yang sedang waktunya diforsil untuk berolahraga.  Jika umma yang turun tangan, mau tidak mau ia harus menurutinya.
Tersiksa ? tentu saja, kegiatan rutinitasnya terhalang oleh ‘waktu’nya. Pasti sangat malas untuk mengulang kembali sesuatu, setelah kita lama tidak melakukannya. Inilah rintangan terbesarnya, bukan rasa penat yang ia rasakan di otot kakinya. Kapan masa ‘waktu’nya itu selesai ?

“ahh.. Suzy, kemana sepedamu ? kenapa kau naik motor ? kau sudah menyerah?” tanya jiyeon yang parkir tepat di sebelah motor Suzy. Suzy hanya menggeleng, dan mengucapkan ‘lagi waktunya’ tanpa suara.  Bibir jiyeon membentuk huruf O tanpa suara, pertanda mengerti.

“ah.. aku lupa. Kenapa kau tidak memakai seragam P.Emu ? bukannya lee songsaengnim kemarin meminta kita untuk melakukan remidi untuk materi yang harus diulang ?”

“ne, tapi aku selalu mendapatkan nilai bagus, jadi tidak perlu mengulang satu materi-pun. Aku akan bebas tidur di kelas.. aahhh senangnya.”

“heol~ andaikan aku juga begitu. Tapi.. suzy-aaaa.. basket,volly, lari, lari jarak pendek, senam. Semua materi itu harus aku ulang. Aarrghh”

“jinja ? itu sama saja kau mengulang semua materi. I just can say FIGHTING jiyeon!!” suzy memberi semangat walaupun hasilnya sama saja. Jiyeon memang lemah di P.E. sangat lemah. Suzy hanya menepuk pundak Jiyeon. Hadapi nasibmu jiyeon-ah (-.-)”

**************

Suzy sedang duduk di bangkunya dengan kepala disandarkan pada mejanya. Ahh.. ia mengantuk, tapi kelopak matanya tidak dapat terpejam dengan sempurana. Bagaimana dia bisa tidur dengan suara berisik yang keluar dari ponsel Myungsoo itu ? selain dirinya, Myungsoo juga tidak perlu mengikuti materi pengulangan.

“ya. Kim Myungsoo.. bisakah kau menggunakan earphone atau semacamnya ? sangat berisik di telinggaku” pinta Suzy dengan mata setengah tertutup. Karena penasaran dengan ending drama nice guy yang ia lewatkan, ia rela menonton drama itu sampai jam 3 pagi. Hahh.. ia butuh tidur. Satu jam saja. Bukannya mengicilkan atau mematikan, ia malah mendekat ke arah suzy, dan itu sangat mengganggu kenyamanan tidurnya.

“suzy-a..”

Suzy kembali menyadarkan kepala di atas mejanya, seakan tidak tertanggu dengan kehadiran Myungsoo. “waeyooo ?”

“apa kau tidak berencana untuk diet atau semacamnya ?” apa maksudnya. Suzy hanya diam, tetapi kedua daun telingganya terbuka lebar untuk mendengarkan kelanjutan ucapan Myungsoo.

“ani, kuperhatikan berat badanmu bertambah. Kau tahu, tidak baik bagi yeoja memilik badan yang.. yah gendut. Apalagi wajahmu termasuk cantik, sangat cantik malah. Jika saja kau ingin ‘memoles’ bentuk badanmu itu, wahhh kau pasti sangat sexy. Kau tahu, badanmu sekarang ini sudag termasuk sexy, hanya saja perlu diukir lagi. S-line, tidak semua yeoja memiliki S-line. Lihat badanmu, badanmu termasuk S-line yahh walaupun sedikit berisi, tapi gwanchana, sekarang namja lebih suka yeoja yang sedikit berisi daripada kurus tidak jelas. Memang banyak yeoja yang kurus, tapi bentuknya, heol~ tidak berbentuk. Tapi.. kau berisi. Jadi lakukanlah diet, atau olahraga pasti hasilnya akan daebak. Kau tahu, bentuk badanmu ini membuat nafsu para namja meningkat, banyak yang mengatakan seperti itu., ditambah dengan wajah cantik dan bibir yang sexy.. wahh paket sempurna, bukan ? hahahahah ” terang Myungsoo panjang lebar dan di akhiri dengan tawa. Entahlah.. dia namja atau yeoja, karna porsi ucapannya yang melebihi batas.

Memang, perkataan Myungsoo benar. Hanya saja, hatinya tidak bisa menerima itu. ia ingin mempunyai badan yang indah bukan untuk kepuasan mata namja yang kurang ajar, dan perlu untuk ditendang. Ia ingin jika menggunakan pakaian apa saja terlihat bagus untuknya, bukan hanya dari segi wajah, tapi juga lekuk tubuh. Apakah salah ?
Sakit jika mengatahui fakta bahwa banyak namja yang berfikiran seperti itu tentangnya. Hanya memikirkan bentuk badan-wajah yang rupawan-dan juga- bibir yang sexy. Bukan hati yang tulus, sikap yang baik, bukan itu ? apakah semua namja yang ia kenal selalu berfikiran seperti itu tentang dirinya ? jika benar, ia sangat menyedihkan.
Ia memang tahu sikap Myungsoo yang tidak pernah menggunakan otak sebelum berbicara, tapi ini adalah percakapan sensitif, bagaimana ia bisa mengucapkan kalimat panjang itu dengan nada yang santai ? ia juga termasuk orang yang suka bercanda, tapi tidak untuk topik yang seperti ini. Ia sangat menjaga perasaan orang. Jika ia tidak ingin disakati, akan lebih baik jika ia tidak menyakiti perasaan orang lain, bukan ?
Tanpa Myungsoo suruh, ia sudah berusaha. Tetapi tidak mungkin membuahkan hasil dalam sekali melakukan, bukan ? ada tahap yang membuat ia semakin giat berlatih dan tidak menyerah.
Tanpa ia sadari, sebutir air mata terjun bebas dari pelupuk matanya. Ia ingin mencegah, tapi air mata itu jatuh begitu saja. Air mata yang menggambar berbagai macam perasaannya. Perasaan menyesal, marah, dan juga malu. Ia malu jika ada orang yang berpikiran seperti itu terhadap bentuk tubuhnya. karena yang mereka pikirkan hanya nafsu belaka. How pity.

“Myungsoo..” suzy memanggil nama namja itu dengan suara lirih yang sedang berusaha menyembunyikan air mata di pelupuk matanya. Myungsoo terkejut, bukan maksudnya membuat yeoja itu menangis, hanya saja.. hanya saja..

“kau tahu ? tanpa kau pinta pun, aku sudah melakukan itu semua. Olahraga,diet, dan yoja. Selalu menyisihkan waktuku untuk berlatih, melatih otot-ototku. Tapi tidak mungkin dengan hasil sekali jalan, bukan? Lelah menjadi makananku sehari hari. Merasakan kram di tengah malam. Bagi orang yang jarang olahraga, pasti merasakan kram, bukan? Sakit, sakit bukan main. Saat dimana kau sedang tidur dengan mimpi indah, tiba-tiba otot kakimu menegang dengan hebat. Ingin berteriak, tetapi tidak ingin mengganggu anggota lainnya, jadi hanya dapat memeluk guling atau mendekam kepala di rajang. Sit-up ? awalnya jarang sekali kulakukan, tapi untuk membentuk otot perutku, sebelum tidur ataupun sesudah, kusisihkan waktu untuk melatih otot perutku. Dan tentu saja.. sangat sakit pada awalnya, melakukan 10 kali sit-up sangat berat bagiku. Apalagi berlari, semua beban badanku bertumpu pada kaki, lelah memang, tapi  mau bagaimana ? impian dapat kita raih dengan kerja keras, bukan?”

Hening sesaat. Myungsoo diam dan menunggu Suzy untuk melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan. Sedangkan Suzy, masih berusaha agar seperti biasaya.

“dan Myungsoo, aku tahu kau lebih suka jujur dibandingkan berbicara di belakang punggung. Tapi itu akan lebih baik, jika kau berpikir dulu sebelum menyampaikan pernyataanmu. Tentu saja, sebagai yeoja aku merasa tersinggung dengan perkataanmu. Maksudku, kenapa kau tiba-tiba berbicara tentang topik itu tanpa basa-basi. Kita memang teman sekelas, kita saling mengenal, tapi kita juga tidak tahu tentang kepribadian satu sama lain. Dan cara kau menyampaikan hal itu? tidak bisakah dengan lebih tenang, tanpa tertawa puas di atas penderitaanku. Kau memang benar, aku akui itu, jadi perasaan malu akan diri sendiri yang membuatku tidak ingin mendengar hal itu. akan lebih baik jika kau belajar cara menjaga perasaan orang lain” Suzy tak dapat menahan tangisannya lagi. Suara isak tangisnya terdengar di seluruh penjuru kelas.

Sedangkan Myungsoo masih duduk di situ, tidak melakukan apa-apa. Dan tidak mencoba menenangkan Suzy yang sedang terisak karna dirinya. Bagaimana ia dapat menenagkan Suzy, jika sekarang ia tak dapat menenagkan hatinya sendiri ?

Myungsoo menyadari kesalahannya. Ia merasa tidak enak hati pada yeoja di depannya ini. Yeoja dan namja berbeda. Hati namja terbuat dari baja yang kuat dan kokoh, sulit ditembus dan rusak, sedangkan hati yeoja terbuat dari kayu yang rapuh yang dapat rusak kapan saja dengan sekali pukulan. Dan sebagai namja, ia harus memjaga kerapuhan hati seorang yeoja, bukan ?

Terima kasih, karena membuatnya sadar akan hal ini. Mungkin dirinya akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya. Terima kasih Bae Suzy, dan Good luck dengan program dietmu.

-THE END-

yey~~ ini aku post lagi lho..aku usahain sering-sering buat FF, tapi yang oneshoot + ga sampe couple.an gitu ya ? panjang nantinya..
hayooo.. RCL dulu (?)

26 thoughts on “You don’t know anything about me

  1. wah mereka tdk jd pacaran gt y…
    ah myungso memang tak berfikir dl sbelum bicara..
    ckckckck
    myungso sini tak ajarin…
    hehehhehehe

  2. thorrr, ff mu tuh bagus-bagus banget sih,. dewasa banget penulisannya, aku suka banget ff mu.. daebakk🙂
    bisa” baca ff mu makin cepet dewasa. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s