[ Freelance ] -Sequel- One Last Cry *part 1*

Untitled

Tittle    : [Sequel Can’t I Love You] One Last Cry
Author : Han Hye Woo
Genre  : Romance, sad, AU
Rating : PG-15
Length : Twoshoot, songfict
Main cast:
↗Bae Suji (Miss A)
↗Kim Myungsoo (Infinite)
↗ Shin Won Ho
↗ Jung Krystal

Hay, Hay Helllo!!. Aku kembali lagi dengan FF One Last Cry. Sekali lagi ini Songfict jadi kumohon kalian mau membacanya dengan mendengarkan lagu One Last Cry N-Train.

Dan terimakasih yang sudah menunggu FF ini, maaf lama….

Warning : banyak typo bertebaran..

Semua cast milik Tuhan dan managementnya masing-masing. Author hanya meminjam mereka buat cerita. Dan ini asli buatan author J. Don’t be Silent Readers and Plagiator !!!

 

Happy Reading ^^

Detik telah menjadi jam, dan hari telah berganti minggu. Tak terasa sudah 2 minggu cerita sedih itu berlalu namun pada kenyataannya cerita itu masih teringat jelas di pikiran yeoja berpakaian kemeja putih dengan rok hijau toska selutut.
Baginya melupakan bukanlah hal yang mudah, ia harus tetap tegar dalam lembah kepedihan yang menghantuinya setiap hari, memenuhi setiap inci otaknya dengan cerita lalu.

Melupakan? Sebuah kata sederhana yang terdiri dari 9 huruf namun menyimpan beribu kata didalamnya. Jika ia harus memilih, ia akan lebih memilih jatuh ke jurang dan mengalami amnesia yang parah, tetapi itu hanya khayalan belaka. Terkadang semuanya tak dapat berjalan sesuai pikiranmu tetapi apa yang kau inginkan akan terjadi walau harus mengambil jalan memutar dengan kerikil bertaburan.

~~~~~~>.<~~~~~~

Tokyo, Jepang……

Author POV                     

Matahari sudah menjulang tinggi, mengembangkan sinarnya yang semakin panas. Membuat beberapa orang harus terus berpayungan atau sekedar mencibir datangnya hari yang semakin panas. Tak jauh dari apa yang dibayangkan tentang Jepang. Negara yang terkenal dengan bunga sakura serta keindahan gunung Fuji ini, memiliki puluhan kota wisata hanya saja jika kau tetap berada di jalur petamu karena jika kau mengintip sedikit saja maka kau akan temukan Jepang dengan kota sibuknya dan tak jauh dari Amerika yang mempunyai gedung-gedung pencakar langit.

Itulah yang dirasakan yeoja berambut panjang tergerai berpakaian kemeja putih dengan rok hijau toska selutut, ia tengah sibuk menonton petanya yang tak dimengerti sama sekali. Ia tak pandai membaca peta juga tak pandai dalam berbahasa Jepang. Tempat indah yang ia bayangkan bukanlah seperti ini penuh sesak manusia.

“Seingatku ada danau disini” ucapnya sendiri dengan aksen koreanya.

“Aku tak terlalu pintar berbahasa Jepang, otthokae” racaunya.

Ia terus berjalan mondar-mandir menemukan solusinya. Toh semuanya percuma, ponselnya mati, ia tak bisa membaca peta, ia tak pandai berbahasa Jepang, dan ia tak tahu sama sekali tempat yang sedang ia kunjungi. Terdapat sedikit penyesalan kedatangannya ke Jepang secara tiba-tiba. 2 Minggu untuk belajar bahasa Jepang dan hurufnya tak terlalu membantu.

“Baiklah aku bodoh karena tidak memikirkan matang-matang jika ingin lari” ucapnya lagi

“Dan kenapa dulu aku tak pernah mempunyai keinginan untuk belajar Jepang sama sekali” rutuknya.

Walaupun dulu ia sering bolak-balik ke Jepang untuk mengunjungi harabeojinya ke Jepang namun tak mampu menjamin ia akan mampu berbicara dengan lancarnya menggunakan bahasa Jepang yang terdengar asing di telinganya.

“Bae Suzy malang sekali nasibmu, aku sangat kasihan padamu” sindirnya pada diri sendiri.

Teringat jelas bayangan sesosok namja yang pasti akan mengulurkan tangannya jika ia tersesat. Entahlah ia menjadi sangat merindukan pelukan sahabatnya yang sangat dicintainya itu.

“Bogosipoyo Kim Myungsoo”

Tangis mulai terdengar. Tidak dia tidak sedang membayangkan masa indahnya dengan Myungsoo sahabatnya, namun ia sedang membayangkan betapa bahagianya Myungsoo bersama Jiyeon di Korea sana.

“Aku masih tetap tak sanggup untuk berpisah darimu” erangnya.

Ia duduk di sebuah kursi dan menangis sepuasnya. Bae Suzy yang terkenal dengan lidah tajamnya kini harus menangis pilu tentang kisah cintanya.

Seoul, Korea Selatan……

Namja dingin yang sekarang semakin dingin itu terus melamun, tak mengindahkan rentetan penjelasan tentang Sejarah kerajaan Silla yang terus di terangkan Park Seonsaengnim.

“Myungsoo-ah gwenchana?” tanya seorang namja pemalu yang bernama Key.

“Key, apa menurutmu Suzy akan kembali?” tanya namja dingin bernama Kim Myungsoo itu

“Pasti”

Semenjak kepergian Suzy, Myungsoo kini lebih tertutup pada siapapun yang tahu tentang isi hatinya hanyalah Key namja yang mencintai Suzy.

Teeetttt…. Teeettttt…..Teeetttttt

“Bahkan bel sudah berubah bunyi, apakah perasaanmu juga sudah berubah ?” tanya Myungsoo

Myungsoo POV

Sudah 2 minggu semenjak dia pergi ke Jepang kenapa rasanya lama sekali. Tak ada kabar darinya dan Kyuhyun hyung sedang melakukan penelitian, lalu bagaimana aku dapat informasi darinya? Bahkan kedua orang tuanya pun, tak mengijinkanku mengetahui keberadaannya di Jepang.

“Oppa” panggil Jiyeon

Aku membenci yeoja ini, gara-gara dia Suzy harus pergi dengan membawa kesalahpahaman. Tuhan pertemukanlah aku dengan Bae Suzy. Ijinkalah aku mencubit pipi merahnya.

“Kau masih marah padaku?”

Aku malas membahas ini, masihkan harus dibahas lagi.

“Mianhae”

“Ne, aku sudah memaafkanmu” jawabku dingin

Aku meninggalkannya sendiri menuju atap sekolah. Hariku begitu berat saat Suzy tak ada disampingku.

Tokyo, Jepang…….

Suzy POV

Sebuah tangan terulur didepanku, memberikanku sapu tangan. Kepalaku terangkat sedikit

shin1

“Kim Myungsoo?” apa dia benar-benar Kim Myungsoo?

Aku segera memeluknya merasakan bau hangat dirinya namun dia bukan seperti Myungsoo yang aku kenal. Pelukannya terkesan lebih hangat, dan bau parfum coklat ini milik siapa.

“Nuguseyo?” tanyaku sembari melepaskan pelukan itu

“Kau berasal dari Korea? Benarkah? Akhirnya aku bertemu dengan orang korea juga”

Dia bukan Kim Myungsoo sejak kapan Myungsoo yang dingin menjadi ramah pada orang yang baru dikenalnya yah kecuali Jiyeon.

“Kau Korea selatan atau Korea utara?” tanyanya lagi.

“Korea selatan” jawabku cuek

Aha, eomma pernah berkata dia telah ditipu oleh seorang warga negara Jepang berketurunan Korea yang berkata dia tak pernah bertemu orang korea di Jepang namun akhirnya dia mencuri semua harta eomma. Tsk dasar, kalau ingin menjadi pencuri itu rubahlah mukamu menjadi sangat jelek dulu.

“Apa kau tersesat? Kau menangis sendirian disini. Mau kuantarkan?” tanyanya ramah

“Kukira hatimu tak setampan wajahmu”

“Hatiku? Maksudnya?”

Sudah ketahuan berlagak bodoh lagi, awas saja kau.

“Kau pasti mengerti bukan? Terkadang seorang pencuri malah memperlihatkan wajah polosnya untuk menimpu sang mangsa”

“Kau menuduhku sebagai pencuri?” teriaknya kesal.

“Aku tidak menuduhmu tetapi itu fakta” ucapku dengan disertai senyuman kecil

“Yaa. Yaa, kau ini benar-benar” pekiknya keras

“Waeyo?”

“Terserah padamu, aku hanya ingin menolongmu malah kau menuduhku tidak-tidak. Terserah padamu” ucapnya kesal.

Menolongku? Maksudnya Merampoku. OMO namja ini benar-benar mengerikan. Kupikir ada gunanya memiliki lidah yang tajam.

“Apa itu !! yeoja mengerikan. Masa wajah setampan ini dibilang pencuri yang benar saja” katanya sambil melengos pergi

Hey tunggu, setidaknya aku bisa meminjam ponselnya untuk menghubungi haraboejiku.

“Ahjussi” panggilku. Aigoo, dia tidak mendengarkanku

“Ahjussi pencuri” teriaku lebih keras lagi.

“Ahjussi? Pencuri?” katanya berbalik

“Pinjam ponselmu”

“Kau ini benar-benar yeoja yang mengerikan dan tidak tahu malu yah, kau baru saja menuduhku sebagai pencuri dan sekarang kau ingin meminjam ponselku? Ah atau kau yang ingin mencuri. Iya kan?”

“Yaaa” pekiku kasar

Dia benar-benar namja yang menyebalkan, aku kan hanya meminjam ponselnya bukan mencurinya. Yang benar saja.

“Arraso. Arraso. Ige”

Ternyata ahjussi itu baik sekali, tapi Bae Suzy kau jangan tertipu oleh kebaikannya yang mungkin saja sebagai kedok. Kau harus siaga babo, siaga.

“Yeoboseyo” salamku

“Haraboeji, jemput aku di . . . .” aku menggantungkan kata-kataku meminta penjelasan dari namja pencuri itu.

“ Pusat Perindustrian Tokyo”

“Ne, di Pusat Perindustrian Tokyo”

“……………….”

“Ne, cepatlah aku takut sendirian”

“………………….”

“Iye, annyeong”

Huft, aku sangat lega sekarang well aku harus mengucapkan terima kasih padanya.

“Arigato gazaimasu (terimakasih)” kataku dengan senyuman.

“Kau dapat berbahasa Jepang?”

Apa dia menghinaku? Aigoo walaupun baru 2 minggu di Jepang tetapi aku dapat berbahasa Jepang walaupun hanya sedikit.

“Lupakan. Ige ponselmu dan gamsahamnida” aku membungkuk sedikit dan menjauh darinya.

“Masih menganggapku pencuri?” tanyanya dengan muka jahil

“Tentu saja”

“Yaa bukankah sudah kupinjami ponselku” jawabnya dengan intonasi lebih keras.

“Arraso. Arraso, kau bukan pencuri” kataku mengalah.

2 mingu kemudian…………

Author POV

Seorang yeoja memasuki bangunan Gakuen high School dengan perasaan bingung. Sudah tepat 4 minggu dia belajar Jepang dan hurufnya, mungkin selama ini tak ada masalah dia sudah mengusai keduanya tetapi tetap saja aksen koreanya masih begitu kental.

“Apa langit disini benar-benar indah?” tanyanya pada diri sendiri.

Rasanya ia ingin menjadi hantu saja agar tak terlihat seperti orang linglung.

“Ini sudah sebuah ketetapan” jawabnya mantap.

Yeoja itu terus melangkah lebih jauh lagi, kedalam gedung yang sangat megah itu. Baru saja ia masuk, sederet loker sudah terlihat. Ia menjadi tak enak lagi ketika, semua orang di ruangan itu menghentikan aktivitasnya sejenak dan menatapnya intens.

“Kirei (cantik)” gumam salah satu namja.

Teetttttt…..Teetttttttttttt……….

Seketika, ruangan itu menjadi gaduh tak terhingga. Semua murid mengenakan sepatu khusus mereka dan bergegas menuju kelas sebelum sensei mereka marah.

Yeoja itu diam membeku berharap ada yang mau mengenalnya dan mengantarkankannya kekantor guru terdekat.

“Annyeong. Kita bertemu lagi” ucap suara yang tak asing lagi bagi yeoja itu.

shin1.1

“Annyeong” .

“Apa kau kemari karena mengikutiku?” tanya namja tadi menggunakan bahasa korea yang fasih.

“Aniya, ini pertama kalinya aku bersekolah disini, kumohon jangan membuat hariku buruk”

“Baiklah, apa perlu bantuanku? Lagi?”

“Ne” jawabnya lirih

“Pertama beritahu namamu siapa”

“Yaa” pekik yeoja itu keras, sedetik kemudian dia sadar dia sedang tidak berada di Korea

“ Kenapa aku harus memberitahukan namaku” katanya pelan.

“Mau kubantu tidak?”

“Ne, Ne, namaku Bae Suzy”

“Baiklah kau cari loker bagian sana dan aku bagian sini. Kita lihat apakah ada yang bernama Bae Suzy” jawab Namja itu lagi.

Suzy tak begitu mengerti, kenapa dia harus mencari lokernya dulu tapi toh dia sendiri tak mengerti seperti apa Jepang jadi yang dilakukannya hanya mengangguk dan menerima perintah dari namja yang sudah menolongnya untuk yang kedua kalinya.

“Shin Won Ho? Apa itu namamu? Kau dari keluarga Shin?” Suzy menatap sebuah loker yang berada diatas sendiri.

“Ne, kau benar dan ini loker milikmu nona Bae”

“Lalu apa yang kulakukan?” tanya Suzy bingung.

“Pertama gantilah sepatumu dengan uwabaki, nona muda” Wonho mengeluarkan sepasang sepatu khusus dalam ruangan yang selalu berkain putih.

“Ne”

Suzy memakai sepatu itu dan tersenyum simpul.

“Kajja kita sudah sangat terlambat” Wonho mengulurkan tangannya berharap Suzy mau memberikan tangannya sayangnya Suzy tak merespon uluran tangan Wonho.

“Tsk” Wonho menarik tangan Suzy dan berlari ke arah ruang guru.

@Diruang Kelas

[Selama di Jepang anggap saja Suzy berbicara dengan bahasa Jepang kecuali dengan Kyuhyun, Haraboeji, Wonho, dan eomma Wonho (kalau disekolah pake Jepang)]

Seorang yeoja muda yang mengenakan seragam kebanggan Gakuen high school masuk dengan anggunnya, Ia menunduk malu dan mendekat kearah sensei yang diketahuinya mengajar pelajaran Seni.

“Minasan. Kochira wa Bae Suzy-san desu (Anak-anak, Ini adalah Bae Suzy)
Dewa, Suzy-san no jiko Shôkai o kiite kudasai (Jadi, tolong dengarkan perkenalannya)” kata sensei (guru)

“Hajimemashite watashi wa Bae Suzy desu. Dôzo yoroshiku onegaishimasu (Perkenalkan nama saya Bae Suzy. Senang berkenalan dengan anda)” ucap Suzy tersenyum simpul saat memperkenalkan dirinya didepan kelas.

“Dôzo yoroshiku onegai shimasu (Senang berkenalan)” ucap seisi kelas serentak

“Suzy-san, arigato. Kau bisa duduk dengan Miyuki Tanaka” ucap Sensei sambil menunjuk salah seorang yeoja berambut lurus hitam pekat itu.

“Hai (iya)”

Suzy mengangguk kecil dan segera duduk dengan yeoja berambut panjang itu. Suzy mengamati sekelilingnya berharap ia tak satu kelas dengan Shin Wonho dan sepertinya doa Suzy terkabul.

“Kau dari Korea?” tanya Miyuki

“Hai (iya)”

“Benarkah? Kau tahu aku ELF, aku penggemar super junior”

“Benarkah?” tanya Suzy antusias

“Ee (iya), sesekali akan kutunjukan poster dan koleksiku” Suzy tersenyum kearah teman barunya.

“Sensei, dômo Arigato Gozaimasu (guru, terimakasih)” kata seorang namja yang baru saja dari toilet

“Aigoo namja itu lagi, kenapa aku harus selalu bertemu dengannya. Tuhan bisakah kau ubah wajah namja itu, dia sangat mirip dengan Kim Myungsoo” batin Suzy kesal

“Iie, do itashimashite(iya, sama-sama)” ucap sensei

Seoul, Korea Selatan………

Author POV

Myungsoo kali ini tak mengikuti pelajaran Matematika lagi ia memilih berdiri di atap sekolahnya. Entahlah ia kini tak terlalu suka dengan pelajaran Matematika yang menurutnya hanya akan mengingatkannya lagi tentang Suzy, yeoja itu sangat membenci pelajaran ini.

“Dulu, aku disini bersama Jiyeon dan kau melihatnya bukan. Yeoja babo” seringainya pelan.

“Sunbaenim” panggil seseorang.

Myungsoo mengalihkan sedikit pandangannya. Terlihat seorang yeoja memakai seragam yang sama dengannya.

“Kau pasti bertanya-tanya siapa aku. Iya kan, baiklah choneun Jung Krystal imnida. Aku hoobaemu” jawab yeoja itu gembira

Myungsoo kembali mengedarkan pandangannya lurus kedepan menikmati angin sumilir yang menerpa wajahnya.

“Kau tak ke kelas sunbaenim?” tanya yeoja itu lagi.

Myungsoo memilih mengabaikan pertanyaan konyol hoobaenya itu.

“Sunbaenim, kau tidak ke kelas?” tanya Krystal lagi

Myungsoo menaikan sebelah alisnya dan memandang Krystal sinis berharap ia tak berbicara lagi walau hanya sekata pun.

“Baiklah aku akan ke kelas” pamit Krystal lagi.

“Dia namja paling keren” gumam Krystal tak jelas

~~~~~~>.<~~~~~~

Author POV

“Satu gelas lagi” ucapnya dengan mengangkat gelas besar tinggi-tinggi.

“Tapi tuan ini sudah gelas ketujuh, anda sudah terlalu banyak minum” saran pelayan bar.

“Yaa cepat ambilkan, kau tidak tahu bukan rasanya menunggu”

Dengan terpaksa, pelayan itu mengambilkan Myungsoo satu gelas besar bir lagi. Ia bukan takut Myungsoo tidak akan membayar tetapi yang ia takutkan adalah dia dapat tertangkap polisi karena ketahuan masih dibawah umur.

“Pulanglah, pasti kedua orang tuamu khawatir dirumah”

“Orang tua? Ibuku sudah mati dan ayahku…ayahku pergi bekerja lagi, tak ada yang peduli padaku semuanya pergi meninggalkanku sendiri lagi” Myungsoo mulai terisak mengingat orang yang dicintainya pergi satu persatu.

“Kau tahu eommaku dia mati…lalu Suzyku hilang dan appaku dia bekerja lagi…dan lagi. Tak ada yang mau peduli padaku bahkan hanya melihatku. Haha mereka semua pergi…pergi…pergi…pergi…”

“Ige, cepatlah pulang” pelayan itu memberikan Myungsoo segelas besar bir lagi.

Myungsoo menegang semburat wajah Suzy menghiasi kepalanya. Caranya tersenyum, pipinya yang merah dan wajahnya ketika marah.

“ARRRGGGGGHHH” Myungsoo membanting gelas birnya.

Ia meninggalkan sejumlah uang, dan kemudian pergi tanpa meminta kembalian sedikitpun.

“Dorawa nan ajik neoman bwa nae sarangi neol gidarijanha
nan seulpeoseo seulpeo ulmyeonseo ureo neo eomneun naui haruga neomu himdeureo
nan miwoseo miwo apaseo apa neo tteonan huro nunmulman heulleo”
(N-train One Last Cry)

Myungsoo bernyanyi dalam tangis, sungguh keadaannya sangat memperihatinkan. Ia terlihat sangat kacau dibandingkan mendengar kabar ayahnya yang di penjara atau teman-temannya mem-bully nya.

“Aku menunggumu disini…Kembalilah…Kembalilah….Dasi Dorawa” teriak Myungsoo.

“Suzy-ah, Dasi dorawaaaaaaa”

Ia terhuyung sedikit merasakan pusing yang teramat sangat dan semuanya gelap. Myungsoo telah terjatuh disebuah gang sempit.

“Sunbaenim” teriak Krystal panik.

Ia sedari tadi mengawasi tingkah Myungsoo saat keluar dari bar. Krystal segera membopong Myungsoo kerumahnya dan merawatnya.

Pagi sudah menjelang dan mentari sudah terbit di ufuk timur sana. Mata namja berantakan itu telah terbuka sedikit demi sedekit. Namja itu Myungsoo, kembali membenarkan selimutnya namun matanya kembali terbuka ketika ia berada di ruangan yang sangat asing baginya.

“Dimana ini?” katanya kaget.

“Apa yang terjadi semalam” Myungsoo mengerjap matanya cepat berharap ia tak melakukan apapun pada seorang yeoja tadi malam, karena di drama-drama biasanya akan terjadi sesuatu yang sangat fatal.

“Sunbaenim” pekik Krystal di balik pintu.

“Kau sudah sadar?” tanyanya lagi.

“Nuguseyo?” tanya Myungsoo

“Kau amnesia? Omo, otthokae. otthokae” ucap Krystal panik.

Myungsoo tertawa kecil melihat kebodohan yeoja yang disampingnya. Bukankah wajar jika ia tidak tahu yeoja itu, bukankah mereka baru pertama kalinya bertemu pikir Myungsoo.

“Aku tidak amnesia, aku mengenal diriku sendiri. Namaku Kim Myungsoo” jawab Myungsoo panjang lebar.

“Kau bisa berbicara?. Apa tadi malam kau terkena pukulan dibagian kepalamu atau kau terjatuh di batu?” tanya Krystal bingung.

“Kau lucu, kau sangat mirip dengan….” Myungsoo terdiam, sosok Suzy kembali lagi.

“Mirip dengan siapa?” tanya Krystal penasaran

“Lupakan. Apa yang terjadi padaku semalam dan Siapa namamu?” tanya Myungsoo

“Aku, menemukanmu terjatuh di sebuah gang sempit dan kupikir tak ada salahnya jika menolongmu. Kau benar-benar tidak mengenalku sunbaenim? Aigoo kukira kemarin aku baru saja aku memperkenalkan namaku padamu. Choneun Jung Krystal imnida” jawab Krystal dengan memerkan giginya.

Myungsoo terdiam lagi, entahlah rasanya dia menemukan sosok Suzy dibalik seorang Krystal. Yeoja ceria yang sangat babo.

“Aku sedikit pusing” kata Myungsoo lagi

“Sunbaenim tidurlah, aku akan membuatkanmu bubur”

“Tidak, dia tidak mirip Suzy. Suzy yang kukenal adalah yeoja cerewet yang tak pandai memasak” batin Myungsoo

Myungsoo melirik kalender kecil, ia tersenyum mengingat hari yang sedang ia jalani. Hari Minggu, hari yang begitu kelam untuknya hari dimana Suzy meninggalkannya tanpa berpamitan. Biasanya dia akan mengunci dirinya sendiri dikamar seharian atau bermain game bersama Kyuhyun atau mungkin menghabiskan harinya dengan aktivitas yang sangat padat.

~~~~~~>.<~~~~~~

Satu, dua, tiga bulan berlalu, tak ada kabar sedikitpun dari keduanya. Myungsoo telah menyerah karena tak mendapatkan hasil sedikitpun. Ia telah mengerahkan teman-temannya yang berada di Jepang untuk ikut mencari keberadaan Suzy tetapi hasilnya tetap nihil. Ia juga sudah mencoba menghubungi ponsel Kyuhyun sayangnya ponsel Kyuhyun terjatuh di daerah Jeju tempat ia melakukan penelitian.

“Babo, kau dimana. Jeongmal Bogosiphoyo” ucap Myungsoo

Perlahan namun pasti sebuah butiran bening melunjur bebas di kedua pipinya, dan lama-lama semakin deras. Kim Myungsoo namja dingin itu sedang menangis.

“Hiks…Hiks… Kau jahat Suzy-ah, kau jahat kau sudah membuatku menjadi namja cengeng” teriaknya.

Tak ada yang mendengar jeritan Myungsoo, tak ada yang tahu betapa rapuhnya ia ketika tongkat tempat menyandarkan hidupnya kini telah hilang.

I’m so sad, so sad, crying and crying
My day without you is so hard
I hate you, I hate this hurtful pain
My tears have kept falling since you left

 

~~~~~~>.<~~~~~~

Semenjak Krystal menolong Myungsoo yang mabuk dia selalu membuntuti Myungsoo kemanapun ia pergi. Yeoja itu telah benar-benar jatuh cinta pada Myungsoo, ia rela melakukan apapun asalkan Myungsoo dapat tersenyum hangat untuknya. Hanya untuknya..

“Sunbaenim” panggil Krystal lembut saat melihat Myungsoo sedang makan siang.

“Hmm” jawab Myungsoo malas

“Sunbaenim, bolehkah aku duduk disini?” tanya Krystal yang memperhatikan tempat duduk yang hanya di tempati Myungsoo dan Key saja.

Myungsoo tak menjawabnya melainkan hanya diam sambil mengaduk-ngaduk buburnya dan sesekali bergumam tak jelas.

“Sunbae” panggil Krystal lagi.

Krystal menatap Key dengan wajah memohon untuk menginjinkannya ikut bergabung namun Key lebih memilih menunduk memakan sisa buburnya.

“Cih” dengus Krytal

“Baiklah, aku akan duduk disini entah kalian suka atau tidak” ucap Krytal sedikit membentak

Ketiganya memakan makan siang mereka dalam diam sebenarnya Krystal ingin berbicara banyak pada Myungsoo tapi Myungsoo tak pernah merespon dengan baik ucapannya.

“Berhenti mengikutiku. Kau bukanlah seseorang yang berharga bagiku jadi enyahlah dari hidupku” ucap Myungsoo tiba-tiba.

Key dan Krystal terbelalak kaget mendengar pengakuan kasar Myungsooo yang sangat jarang.

“Sunbaenim” ucap Krystal tak percaya. Walaupun Krystal tau Myungsoo sering mengacuhkannya tetapi tak pernah sedikitpun Myungsoo berkata kasar padanya.

“Yeoja babo, berhenti menjadi bayanganku” kata Myungsoo lagi.

Krystal menahan tangisnya, dia tidak ingin dianggap lemah oleh Myungsoo.

“Shirro” ucap Krystal pelan, wajahnya memerah menahan marah serta tangisnya.

Lagi. Myungsoo kembali lagi teringat dengan Suzy. Bagaimana dia menangis karena ulah bodohnya bagaimana pipinya bersemu merah saat dia menggodanya.

“Yeoja babo” ucap Myungsoo pelan.

“Kau selalu memanggilku yeoja babo tak bisakah kau memanggilku dengan nama? Hanya 7 huruf saja, apa itu terlalu sulit untukmu?” tanya Krystal pelan.

Myungsoo terkejut mendengar pengakuan, ia hanya menatap makan siangnya dengan perasaan kacau.

“Jika kau tak ingin pergi aku saja yang pergi” ucap Myungsoo sambil berjalan menjauh

“Sunbae” pekik Krystal seceria mungkin mengikuti arah Myungsoo. Ia tak ingin menyerah begitu saja.

Sementara itu tak jauh dari tempat dari tempat mereka duduk Jo Twins memperhatikan mereka dengan tatapan curiga.

“Kau lihat, kukira Myungsoo dan Krystal semakin dekat” kata Kwangmin pada kembarannya itu yang memperhatikan Myungsoo dan Krystal.

“Mungkinkah mereka. . .. .” Yeongmin menggantungkan kata-katanya dan melihat Kwangmin dengan mimik wajah yang terlihat sangat aneh

“Berpacaran” teriak mereka berdua berbarengan.

Keduanya lari meninggalkan makan siangnya dan segera menemui Jieun dikelas.

“Ji-ah Kami mempunyai kabar yang sangat penting” ucap Kwangmin heboh

“Mwoya?” tanya Jieun cuek

“Yaa, kami serius” ucap Yeongmin meyakinkan.

“Wae? Kalian ingin mengatakan kalian bermimpi bertemu lagi dengan Boa? Atau kalian ingin menceritakan anjing kalian yang kembar itu?” tanya Jieun sinis

“Kami serius Lee Jieun” ucap Yeongmin lagi

“Marebwa” jawab Jieun yang malah asyik dengan novelnya.

Kwangmin mengambil novel Jieun dengan cepat. “Myungsoo dan Krystal sekarang semakin dekat” kata Kwangmin

“Mwo?? Kalian serius??” tanya Jieun kaget.

Jieun POV

Myungsoo dekat dengan Krystal !! Ini tak bisa dibiarkan lalu bagaimana dengan perasaan Suzy apakah cinta mereka memang tidak akan pernah bersatu.

Aku harus menyuruhnya cepat pulang.

Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif. Mohon coba periksa kembali….

Damn, disaat seperti ini juga anak itu tidak bisa dihubungi. Ini sudah 4 bulan. Kemana perginya anak itu,

“Aisshhhh” aku mengacak-ngacak rambutku kesal

“Waeyo?” tanya Yoseob

“Sobie, kau dapat menghubungi Suzy?” tanyaku penasaran. Yoseob hanya menggeleng lesu.

Omona, bagaimana masalah ini bisa serumit ini.

Tokyo, Jepang……

Suzy POV

“Oppa, bagaimana kabar di Seoul?” tanyaku pada Kyuhyun Oppa yang baru saja tiba di Jepang.

“Yaa, dongsaeng macam apa kau. Oppamu ini baru saja tiba disini bukannya menanyakan kabarku malah kau menanyakan tentang Seoul”

Oppaku benar-benar, dia ini kan sudah dewasa kenapa masih saja ingin selalu diperhatikan. Lagipula eomma, appa, dan Seohyun eonni selalu memperhatikannya. Ckckckc dasar manja.

“Oppa” panggilku lembut

“Kabar Seoul baik-baik saja. Kau tak usah khawatir, belum ada tanda-tanda Presiden Korea Selatan akan turun dari jabatannya, suasananya pun masih tetap sama”

“Oppa” panggilku keras

Dia ingin mempermainkanku, yang kumaksud bukan keadaan Seoulnya tetapi orang-orang terdekatku yang berada di Seoul. Aishhh terkadang aku ingin sekali memelintir tangannya, mencekik lehernya atau mungkin membunuhnya dan membuangnya ke Laut Cina Selatan.

“Arraso. Arraso. Eomma, Appa, Seohyun, Jo twins, Yoseob, Jieun, Jiyeon dan Key mereka semua baik-baik saja”

Syukurlah, mereka baik-baik saja tetapi kenapa Kyuhyun Oppa tak menceritakan sama sekali tentang Myungsoo. Menyebalkan..

“Myungsoo juga baik-baik saja” jawabnya jahil

Apa dia ingin menggodaku lagi. Aigoo aku menyesal telah menceritakan semua permasalahan cintaku padanya. Apa diaryku ditangannya selamat? Apakah dia tahu aku pernah menghasut Seohyun eonni untuk membanting PSP kesayangannya karena aku kesal dia tak mau mengajariku Matematika.

“Apakah Myungsoo bahagia dengan Jiy”

“Dia mencintaimu dan sampai sekarang dia masih menunggumu”

DEG..Benarkah!! Benarkah Myungsoo juga mencintaiku? Tuhan benarkah ini semua, kalau dia mencintaiku lebih dari sahabat.

“Oppa”

Tak terasa air mata yang sudah lama kubendung kini mengalir pelan, membekaskan aliran di pipiku. Ini adalah tangisan terindahku selama di Jepang.

“Kau senang?”

Kyuhyun Oppa memeluku, hangat seperti biasa. Dia oppaku yang paling menyebalkan sedunia tetapi dapat berubah menjadi api yang mampu menghangatkanku ketika aku merasa kedinginan.

“Tentu saja”

Kyuhyun Oppa, mengusap air mataku perlahan. “Kalau begitu pulanglah dan berikan dia pelukan yang hangat. Dia sangat kacau saat tak bersamamu” ucap Kyuhyun Oppa sambil tersenyum.

“Mungkin satu bulan lagi Oppa, karena satu bulan lagi liburan musim panas tiba dan aku akan kembali ke korea”

Tunggulah Myungsoo tunggulah aku sebentar lagi, hanya satu bulan saja untuk dapat mengungkapkan perasaanku seutuhnya.

“Suzy jelek kemana saja ponselmu”

“Hihihi, Haraboeji melarangku memakai ponsel katanya ponsel itu berbahaya bagi kesehatan, membuat kita menjadi pemalas lah” ucapku kesal

“Haraboeji memang tidak pernah berubah sama sekali masih saja kuno”

“Ekhhemmm Bae Kyuhyun” ucap Haraboeji dari dalam

Seketika itu juga muka Kyuhyun Oppa menjadi pucat. Hahaha rasakan kau Oppa, kau tidak dapat mengalahkan sikap keras kepala Haraboeji.

Keesokan Harinya….

Sepulang sekolah hari ini Wonho mengajak Suzy untuk mengunjungi rumahnya, sebenarnya Wonho tak mengajaknya melainkan memaksanya. Hal itu dilakukannya karena eommanya terus memaksa ingin melihat Suzy.

“Cepatlah” ucap Wonho yang berlari kecil didepan Suzy

“Tunggu sebentar”

“Memangnya,ada apa dengan keluarganya” batin Suzy kesal

“Sampai juga. Ayo masuk”

Suzy memasuki pekarangan rumah Wonho dengan perasaan takjub. Rumahnya sangat berbeda dengan rumah Jepang pada umumnya, desainnya sekilas terlihat seperti rumah Korea.

“Keren”

“Tentu saja dia sangat tergila-gila pada tanah airnya”

“Kajja, masuk” Suzy mengangguk kecil. Ia memasuki rumah Wonho. Tak hanya bentuk luarnya saja tetapi isi di dalamnya tak kalah berbeda dengan rumah-rumah di Korea.

“Engg..Apa itu Porselen yang dibuat oleh pembuat tembikar asal Korea Selatan?”

“Ne, Eommaku yang mendapatkannya”

Suzy kembali menjelajah isi rumah Wonho. Banyak sekali terdapat foto-foto Shin Wonho.

“Myungsoo-ah, sedang apa kau disana” batin Suzy sedih

“Waeyo? Apa fotoku mengingatkanmu pada Myungsoomu itu?” tanya Wonho yang memperhatikan perubahan mimik di wajah Suzy.

“Ne, kenapa kalian mirip” jawab Suzy.

“Mollayo, jangan tanyakan itu padaku” kata Wonho ketus

“Shin Won Ho, dari dulu aku penasaran dari mana kau belajar bahasa Korea”

“Baboyaaaa” pekik Wonho kesal.

Wonho tak menyangka bukan hanya dalam pelajaran saja otak Suzy lemah tetapi dalam menangkap sesuatu dia juga sangat lemah.

“Yaa, jangan memanggilku baboya” pekik Suzy tajam

“Aigoo terkadang dia bisa berubah menjadi nenek sihir yang mengerikan” kata Wonho pelan

“Aku mendengarnya babo” ucap Suzy kesal

“Kenapa kau baru menanyakannya sekarang? Memangnya baru kali ini aku mengucapkan bahasa korea dengan lancar? Aigoo bagaimana kau bisa hidup” ucap Wonho

“Kau menyindirku?” ucap Suzy tak terima

“Aniyo, hanya saja..Lupakan. Aku dapat berbahasa korea dengan baik karena eomma menyuruhku berbicara korea saat dirumah. Kau mengerti tuan puteri?”

“Ne” jawab Suzy senang

“Wonho-ah nuguya?” tanya seorang ahjumma dari dalam kamar

“Chingu eomma”

“Apakah Suzy?” tanya ahjumma itu lagi

“Ne”

Wonho eomma keluar dari balik pintu kamarnya. Ia masih terlihat cantik untuk seorang eomma.

“Konichiwa” Suzy memberikan salam lalu menunduk sedikit

“Aigoo, kau lebih cantik dari apa yang kubayangkan” jawab eomma Wonho

“Konichiwa. Lama aku tidak bertemu dengan orang korea” ucap eomma Wonho lagi

“Wonho banyak bercerita tentangmu” sambungnya lagi

“Eomma” panggil Wonho kesal

“Wae” tanya eomma Wonho kesal

“Dia sering cerita kau ini. . . . .”

“Okashan (ibu)” panggil Wonho lagi

“Sudah kubilang jangan pergunakan bahasa Jepang disini” ucap eomma Wonho kesal.

Suzy tak menyangka, eomma Wonho sangat berbeda dari kepribadian orang Jepang yang umumnya yang bersikap lembut, ramah, dan banyak tersenyum. Ia justru terlihat seperti orang Korea yang berbicaranya satu oktaf lebih tinggi.

“Dia bercerita apa saja ?” tanya Suzy penasaran.

“Aku bercerita kau ini yeoja yang mengerikan dan mempunyai otak yang minim” kata Wonho ketus

Suzy mendengus kesal mendengar pengakuan Wonho.

“Sudahlah, Suzy-ah apa kau bisa membuat kimbab dan kimchi?”

“Hee? (ungkapan kaget dalam bahasa Jepang)” ucap Suzy kaget

“Ne, apa kau bisa?” tanya eomma Wonho senang

“Membuat roti bakar saja, gosong. Apa lagi harus membuat kimbab dan kimchi, yang kutahu hanya cara makannya saja” batin Suzy bingung

“Eomma, dia tidak bisa memasak” ucap Wonho sambil menunjuk Suzy

“Jinjjayo?” tanya eomma Wonho

“Ne, ahjumma” ucap Suzy malu

“Gwenchana, kita bisa membuatnya bersama-sama. Kajja dan satu lagi panggil aku eommonim saja”

“Ne, ahjumm…eommonim”

~~~~~~>.<~~~~~~

Seminggu berlalu, kali ini sekolah Gakuen High School mengadakan darmawisata ke Kyoto. Kota bersejarah yang dulunya pernah menjadi ibukota Jepang pada akhir abad ke-8. Seluruh kelas dua diwajibkan untuk mengikuti darmawisata ini karena berkaitan dengan pelajaran Sejarah.

Tak membutuhkan waktu yang lama semua murid sudah sampai ditempat tujuan. Banyak siswa yang langsung berfoto ria atau sekedar untuk memuntahkan isi perutnya.

Suzy POV

Kyoto? Dikenal dengan banyak kuil dan taman yang indah, keunde kalau untuk keperluan Sejarah darmawisata kali ini takan menyenangkan. Sama sekali tidak.

“Suzy-chan kajja” ucap Miyuki dengan aksen Jepangnya. Sudah lama Miyuki belajar berbahasa korea keunde tetap saja cara pengucapannya aneh dan lucu.

“Lebih menyenangkan jika kita pergi ke Festival Hakata Dontaku dan Hakata Gion Yamakasa yang spektakuler di Fukuoka dibandingkan melihat kuil-kuil ini” ucapku kesal.

Jika kita pergi ke Festival itu pasti menyenangkan dapat menikmati makanan yang berjejer di sepanjang tepi sungai ditambah lagi dengan turis-turis dari Asia lainnya. Omo, aku jadi ingin makan mizutaki (chicken hotpot) dan mie ramen.

“Hai (iya), aku juga ingin makan takoyaki”

Kami berdua mempunyai kemiripan dalam hal sifat. Sama-sama bodoh dalam hal pelajaran tetapi dia sangat jago renang sedangkan aku? Apa keahlianku.

“Suzy-chan liburan panas besok, bagaimana kalau kita pergi mendaki ke Gunung Fuji?” tanya Miyuki berapi-api. Huh untuk masalah mendaki temanku nomor satu..

“Emmmmmm” ucapku. Di Jepang jika kau ingin menolak sesuatu jangan langsung mengatakan tidak karena itu dianggap hal yang tidak sopan, kalau kau ingin menolaknya ucapkan saja emmm atau ummm maka lawan bicaramu akan mengerti.

“A..Kureyo” aku sedikit tertawa.

“Miyuki-chan, jangan menggunakan bahasa korea lagi. Kau terlihat lucu”

Miyuki mengerucutkan bibirnya, neomu yeppo. Kucubit pipinya.

“Sakitt” rintihnya

Bukankah Myungsoo juga senang mencubit pipiku karena pipku merah merona digodanya. Myungsoo-ah, kau tahu disini tak ada yang mampu membuat pipiku semerah tomat lagi.

“Minasan (anak-anak).” panggil pemandu wisata yang bernama Hiroshi.

Aku yakin kali ini pemandu wisata akan bercerita panjang lebar tentang sejarah pembangunan 17 Kuil budhis, Kuil Shinto dan Uji, Otsu yang telah ditetapkan UNESCO menjadi situs Warisan Dunia. Sungguh aku tidak tertarik sama sekali.

“Kenichi-kun” panggilku pada salah satu namja disini. Dia hanya meliriku sekilas dan kembali mendengarkan Hiroshi berbicara.

“Kenichi-kun” panggilku lagi. Dia memandangku kesal berharap aku tidak mengganggunya mendengar ceramah Hiroshi. Kenichi adalah bintang kelas yang sangat rajin dan sopan maka tak heran ia menjadi incaran oleh PT ternama di Jepang.

“Aku benar-benar bosan” rutuku.

“Hiromi, apa kau mengerti apa yang sensei katakan?” tanyaku penasaran, karena seingatku dia mempunyai catatan prestasi terburuk sepanjang sejarah sekolah Gakuen High School berdiri.

“Iie (tidak), aku tidak mengerti sama sekali”

“Lalu kenapa kau mengangguk saat sensei menjelaskan?” tanyaku lagi

“Ini aku lakukan agar aku terlihat pintar. Bukankah aku terlihat pintar?”

Apanya yang terlihat pintar kau malah terlihat seperti sedang memperhatikan seorang pemain sulap yang sedang mengajarkan bagaimana caranya mendapatkan nilai sebagus mungkin tanpa belajar.

Aku memperhatikan bangunan kuil Shinto dengan teliti. Bagaimana bisa orang dulu dapat membangun kuil ini dengan sangat keren padahal dulu tak ada teknologi yang memadai.

“Kita berganti ke kuil Bodhis”

Sudah berganti lagi? Yang benar saja bahkan aku belum sempat mengambil selcaku bersama kuil kebanggaan Jepang ini.

Sudahlah lupakan tentang acara Selcanya, yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya untuk membuat laporan darmawisata kali ini, aku tak mengerti apapun tentang Jepang dan kuilnya. Omona …

“Wonho-ah” panggilku.

“Nanti saja Suzy-chan, aku sedang mencatat penjelasan tentang kuil Bodhis”

Matilah aku dengan kebosanan ini, satu-satunya siswa yang selalu berpihak padaku adalah Miyuki.

“Miyuki-chan” panggilku ceria

“Kau bosan dengan penjelasannya? Aku juga”

“Bagaimana kalau kita saling berbagi cerita” usulku

“Hai” ucap Miyuki gembira

Aku menyesal mengajaknya berbicara. Sedari tadi dia terus bercerita Super Junior dan kebiasaan para membernya. Aku saja yang sudah pernah melihatnya langsung tanpa embel-embel Televisi tak pernah seheboh dia.

Aku hampir hafal dengan semua lagu Super Junior yang berada di Album ‘Sexy, Free, and Single’ dan itu semua berkat Miyuki yang setiap hari menyanyi lagu mereka.

“Jadi Eunhyuk sekarang sedang terlibat skandal dengan penyanyi muda bernama siapa yah? Aku lupa” kata Miyuki serius.

Semenjak aku pindah ke Jepang aku tak pernah, mendengar kabar boyband atau girlband korea yang kutahu hanya AKB48, Hey! Say! Jump dan lainnya.

“Baiklah, sepertinya sudah sangat siang. Kalian bisa beristirahat disekitar sini tetapi ingat jangan terlalu jauh” kata Sensei

Akhirnya, waktu istirahat dimulai juga. Aku sudah hampir gila karena bosan mendengarkan cerita tentang Super Junior yang sesekali melantur ke Gunung Fuji, Sapporo dan Naha.

“Miyuki, kau membawa apa?” tanyaku melirik bekalnya

“Onigiri, Mochi dan buah jeruk. Kau mau?”

“Apa aku boleh meminta Mochi?”

“Ini” Miyuki menyerahkan 2 Mochinya padaku. Mochi adalah kue Jepang yang terbuat dari beras ketan dan berbentuk bulat.

“Ini” Aku menyerahkan beberapa sushiku padanya.

“Arigato”

~~~~~~>.<~~~~~~

Tak terasa sudah hampir satu hari kami berkeliling di kuil-kuil ini. Jangan tanyakan tentang sejarah kuil ini, letak, pendiri atau apapun yang berhubungan dengan kuil ini. Aku tak mengerti sama sekali, pemandu wisatanya terlalu cepat dalam menjelaskan.

“Suzy-chan aku pergi ke toilet dulu” izin Miyuki. aku mengagguk mengiyakan

“Hey” ucap Wonho tiba-tiba

“Bagaimana kalau liburan musim panas besok kita pergi ke Korea?” tanyanya

Babo, tanpa kau usul sekalipun memang aku akan kembali kekorea menemui Myungsoo-ku. Apakah dia masih menungguku? Apakah rasa cintanya tak pernah berkurang sedikitpun?

“Aku memang akan kesana” jawabku

“Baiklah, kita pergi bersama”

“Hai(iya)”

Aku tak sabar pulang ke Seoul. Ingin rasanya aku memeluk Seoul, sekolah lamaku dan semua orang yang kukenal ataupun tidak.

“Cih, mereka semua norak. Ditempat bersejarah seperti ini mereka malah asyik berselca”

Selca? Omo kenapa aku lupa. Daritadi aku ingin sekali berselca keunde gara-gara penjelasan pemandu wisata dan Miyuki aku jadi lupa dengan hobiku.

“Wonho-ah. Ayo kita berselca” kataku dengan menunjukan pupy eyesku

“Shirro” jawabnya penuh penekanan.

“Kudasai (Tolong)”

“Wakarimashita (aku mengerti) tetapi hanya sekali saja”

Aku bersorak bergembira, yeeyy setidaknya aku mendapatkan foto selca walaupun itu bersama namja menyebalkan ini.

CEPPPREETTTT

“Aigoo benar-benar bagus”

“Wonhoo-ah, sekali lagi” pintaku

“Shirro”

“Sekali saja”

“Shirro”

Kau mau bermain-main denganku yah. Mau tidak mau kau harus berselca denganku. Senang atau tidak akan kupaksa kau.

Kutarik kepalanya mendekat kearahku.

CEPPRETTTTTT

CEPPPRETTTTT

CEPPPRETTTTT

Aku rasa tadi ada yang memotretku? Tetapi siapa, ku tengok kanan dan kiriku. Tak ada siapapun.

“Wonho-ah apa kau melihat ada yang memotret kita?”

“Ya dan itu kau” jawabnya dengan bibir mengerucut

“Iie (tidak). Iie”

“Mungkin hanya perasaanmu saja”

Tapi aku berani bersumpah aku merasa ada yang memfotoku. Ah sudahlah lupakan.

“Yaa, wajahmu tak ada eksperi senang-senangnya sama sekali” ucapku sambil memperhatikan foto-foto selcaku bersamanya

“Kau yang memaksaku”

Seoul, Korea selatan………

Myungsoo POV

Aku hampir gila karena terus menangisi Suzy. Yeoja itu, kenapa selalu mengusiku membuat mimpi indahku berubah menyeramkan.

“Sunbaenim”

Aku mendesah mendengar suara yang memanggilku. Tak salah lagi dia Krystal yeoja yang terus saja menempel padaku bagaikan perangko padahal sudah ribuan kali aku mengusirnya keunde dia masih saja berada didekatku.

“Apa lagi?” tanyaku

“Sunbae aku tidak melihatmu pergi kekantin dari kemarin. Jadi ini kubuatkan bekal untukmu, kau pasti lapar bukan”

Rasanya aku ingin sekali membuang bekalnya dan berteriak sekencang mungkin ‘berhenti peduli padaku’ agar dia tak menggangguku barang semenitpun.

“Sunbae, aku buatkan kimbab. Kau pasti menyukainya”

“Berhenti peduli padaku. Memangnya kau siapaku? Kau tak mempunyai hak untuk peduli padaku sedikitpun” teriaku padanya.

Dapat kurasakan emosi memuncak mencapai ubun-ubun membuat jantungku naik turun tak beraturan.

“Sunbaenim makanlah”

Aku membuang bekalnya dan memandangnya tajam.

“Apa kau tak mempunyai telinga? Aku bilang berhenti peduli padaku. Kau ini hanya hoobaeku yang tak berarti apapun. Bagiku kau hanya fans yang mampu membuat moodku buruk. Aku benar-benar muak denganmu dan semua perlakuanmu !!”

Untunglah aku berada di atap sekolah jadi aku tak perlu meladeni tatapan-tatapan tajam dari orang-orang yang melihatku membentak yeoja.

“Hikss…Hiksss….Hikss…” terdengar isakan kecil darinya

Tuhan, apa aku menyakiti hatinya? Apa aku yang membuatnya menangis, kumohon Tuhan hentikanlah tangisannya, aku jadi merasa tak enak padanya.

“Kau bilang berhenti peduli padamu? Jika aku bisa melakukannya akan kulakukan disaat kau terjatuh karena mabuk tapi perasaanku tak pernah mau berhenti peduli padamu”

Aku mencoba mencerna kata-katanya

“Setiap hari kau membentaku, mengusirku. Apa aku tidak punya telinga? Tentu saja aku mempunyai telinga tetapi telinga ini hanya mendengar suara hatiku untuk terus mencintaimu”

Mwoo!! Mencintaiku? Andwaeyoo.

“Kau bilang kau muak. Aku yang lebih muak, aku muak saat pikiranku terus melayang padamu, aku muak mendengar jantungku yang terus bergemuruh saat berada didekatmu, aku muak menahan rasa rinduku saat tak bertemu. Dan aku muak mencintaimu” tangisnya semakin pecah menciptakan suasana yang begitu memillukan.

“Aku sungguh muak tapi rasa mukaku kalah besarnya dengan perasaan cintaku yang terus mendorongku untuk mencintaimu walaupun aku tahu kau tetap menunggu Suzy eonni”

Dia? Dia tahu tentang Suzy? Oh Tuhan apa yang harus kulakukan.

“Aku tetap berdiri dengan harapan kau mau membuka hatimu untuku. Tetapi sampai detik ini, kau masih saja jauh terjangkau oleh tanganku, aku lelah. Aku lelah dengan perasaan ini”

“Aku lelah, sunbae, lelah” isakannya semakin meninggi.

Aku memeluknya menenangkan. Aku yang sudah membuatnya menderita selama ini bukankah tak ada salahnya jika aku memberikan pelukan hangat untuk hasil jerih payahnya selama ini.

“Uljimma” aku melepaskan pelukanku dan mengusap air matanya.

“Kumohon tersenyumlah walau hatiku tak terbuka untukmu. Aku yakin kau akan menemukan namja yang lebih baik dariku”

Krystal mengangguk mengerti. Dia memberikan senyumnya dan berlalu begitu saja.

“Sunbaenim” panggilnya

“Hatiku selalu terbuka untukmu. Kapanpun kau mau”

Tsk yeoja aneh, seharusnya dia membenciku. Menyumpahiku dengan sumpah yang mengerikan bukannya malah mengatakan yang tidak-tidak.

~~~~~~>.<~~~~~~

Pipiku mengeras, mataku memanas untuk kesekian kalinya aku bertandang di bar ini untuk meluapkan rasa kekesalanku.

Masih terngiang kata-kata temanku dari Jepang yang mengatakan Suzy sudah mempunyai namjachingu. Tadinya aku tak begitu percaya dengannya keunde setelah melihat foto mesra dari keduanya dan jelas sekali Suzy yang sedang memaksa namja itu untuk berselca bersama, hatiku pecah. Perasaan menyesal menggerogotiku, aku tidak menyesal karena aku tak mengutarakan perasaanku sebelumnya tetapi aku menyesal karena telah menunggunya selama ini.

shinzy

“Kau membuatku menjadi namja yang paling menyedihkan sedunia Bae Suzy”

Apakah sebegitu mudahnya kau melupakanku? Membuangku begitu saja dan sekarang kau bersenang-senang dengan namjachingumu!! Apa kau tak pernah menyadari selama ini aku selalu terus bordoa untuk bertemu dengannmu, ingin mencubit pipi merahmu, dan mengecupmu saat kau menangis

You forgot right, you forgot how i look like right?
I heard that even without me, you are living comfortably
Because I’m not there, you already forgot about me
You erased me from your heart completely with falling in love with another

Kurogoh saku jaketku. Aku tahu siapa yang akan kuhubungi kali ini, dan aku takan pernah menyesal melakukan ini.

“Yoboseyo”

“Krystal-ah maukah kau menjadi yeojachinguku?” ucapku to the point.

“Kau mabuk Sunbae?” tanyanya diseberang sana.

Walaupun aku minum tetapi aku sedang tidak mabuk aku hanya merasakan sedikit pusing saja dan itu bukan mabuk.

“Aniya, apa kau mau menjadi yeojachinguku?” tanyaku lagi

Hening. Tak ada suara dari seberang telepon sana.

“Ne, Sunbae. Aku mau menjadi yeojachingumu”

“Baguslah, jadi sekarang kita berpacaran”

“Ne,, Oppa” ucapnya gembira

“Annyeong Chagiya” salamku padanya

Bandara…. Tokyo Jepang

Author POV

Suzy nekat pergi ke Seoul sebelum liburan dimulai, padahal hanya kurang seminggu lagi liburan musim panas dimulai. Tapi waktu satu minggu bagi Suzy sama dengan setahun entah darimana Suzy mendapatkan rumus seperti itu. Terkadang jika kau begitu merindukan sesuatu kau akan lupa bagaimana hukum grafitasi akan berlaku karena yang kau tahu rasa rindu yang begitu mendasar jika bertemu dengannya kau akan melayang jauh ke angkasa mengindahkan hukum grafitasi yang terus meneriakimu kesal.

“Kau ini yeoja babo, sekolah masih satu minggu lagi kenapa kau pergi ke korea sekarang” dumel Wonho yang mengantarkan Suzy kebandara

“Aku sudah tak sabar menunggu Wonho-ah” ucap Suzy manja

“Wae? Kau ingin bertemu Myungsoomu itu” ucap Wonho kesal.

Entahlah setiap Suzy menyamakannya atau membahas tentang Myungsoo dia pasti akan menjadi lebih sensitif dan nada bicaranya terdengar satu oktaf lebih tinggi.

“Ne, aku tak sabar bertemu dengan Myungsoo”

Seketika itu juga wajah Wonho berubah. Tak ada lagi pancaran emosi di wajahnya hanya senyum kecut yang menghiasi wajahnya yang tampan.

“Ne, kau benar. Pergilah sebelum haraboejimu mencekikmu” jawab Wonho datar

“Aku pergi” pamit Suzy.

“BAE SUZZYYY” teriak haraboejinya dari kejauhan

“Omo. Omo. Haraboeji” ucap Suzy panik

Ia membuang kopernya sembarang tempat lalu berlari selagi dia masih dapat berlari menghindari amukan haraboejinya.

“Haraboeji kau sudah terlalu tua. Jangan berlari seperti itu biar aku saja yang mengejarnya” sergah Kyuhyun

“Ne, Kyuhyun benar yeobo” ucap eolmoni membenarkan

“Wonho-ah ayo kita kejar dia” ucap Kyuhyun kearah Wonho yang sudah beberapa minggu ini dikenal Kyuhyun

“Tapi hyung jika aku menangkapnya dia akan menelanku hidup-hidup” ucap Wonho takut

“Kau ingin kita berdua terbunuh oleh Haraboeji” ancam Kyuhyun pelan.

Wonho menelan ludahnya baginya tak ada pilihan yang menguntungkan, toh keduanya sama-sama mengerikan jika sedang marah

“Wonho-ah palli” teriak Kyuhyun

Wonho menelan ludahnya mungkin tak ada buruknya jika ia ditelan hidup-hidup oleh Suzy daripada harus berurusan dengan Haraboeji Suzy yang terkenal killer itu.

Wonho dan Kyuhyun mengejar Suzy yang selalu gagal mereka tangkap.

“Oppa tangkap aku…tangkap aku….” ledek Suzy pada Kyuhyun yang berada didepannya.

GREPP

Sebuah tangan namja memeluk tubuh Suzy dari belakang. Suzy memalingkan wajahnya melihat siapa yang berhasil menangkapnya.

“Wonho-ah” panggil Suzy begitu melihat yang memeluknya dari belakang adalah Wonho.

Wonho tak dapat berkutik sedikitpun matanya telah disihir oleh mata Suzy yang begitu menenangkan baginya. Jantungnya berdetak lebih cepat menjauhi ambang batas normal, ia merasakan sebuah sengatan listrik yang mampu melumpuhkan semua indra nya.

“Wonho-ah, Lepaskan aku” pinta Suzy

Wonho masih tak berkutik, dia tak mau melepaskan pelukannya. Ia ingin terus mengeratkan pelukan hangatnya untuk Suzy selamanya.

“Wonho-ah kau hebat sekali” pekik Kyuhyun senang

“Wonho awas kau” ucap Suzy dengan tatapan evilnya

Wonho sudah tersadar sepenuhnya, ia kini benar-benar yakin. Hidupnya sekarang sedang berada di ujung tanduk.

“Anak nakal beraninya kau main kabur. Cepat pulang kerumah” ucap Haraboeji kesal sambil menjewer kuping Suzy

“Appo..Appo…Appo…Haraboeji, haraboeji.. Lepaskan ini sangat sakit” rintih Suzy

Haraboeji Suzy melepaskan telinga Suzy dan menggandeng lengan Suzy untuk kembali kerumah.

“Aigoo, padahal dia dulu sering kabur dari rumah hanya untuk menonton konser HOT” ucap eolmoni .

“Baiklah jika aku tak bisa pulang sekarang tunggulah aku seminggu lagi. Aku berjanji aku akan  mengatakan semua isi hatiku. Tunggulah aku Kim Myungsoo, tunggu aku” batin Suzy

TBC

Bagaimana? Bagaimana? Apakah ceritanya aneh?. Butuh waktu yang lama untuk menemukan lagu yang tepat jadi lama deh,,

Saran dan kritik saya harapkan.. sungguh

Jangan lupa RCL nya ^^

32 thoughts on “[ Freelance ] -Sequel- One Last Cry *part 1*

  1. aaa… myungsoo.. jangan pacaran dgn krystal, jebal….
    tunggu suzy… semingguuu aja…

    ini sequelnya malah bikin tambah penasaram ihh..
    daebak cingu yaa~

  2. Huaa..koq Myungsoo malah pesimis gitu..koq malah berpaling ke yeoja lain..padahal penantian’a bakalan berakhir😥
    Hiks..MyungZy kapan bersatu’a T.T
    Moga kedatangan Suzy nanti bisa merubah hati Myungsoo kembali berpaling ke Suzy😦

  3. Huaa..koq Myungsoo malah pesimis gitu..koq malah berpaling ke yeoja lain..padahal penantian’a bakalan berakhir😥
    Hiks..MyungZy kapan bersatu’a T.T
    Moga kedatangan Suzy nanti bisa merubah hati Myungsoo supaya kembali berpaling ke Suzy lagi😦
    Kkk..Wonho Suzy Kyuhyun kejar”an do bandara…lucu😀

    Ditunggu lanjutan’a ^^

  4. Aduh thor ffnya bikin aku galau
    kenapa myungsoo sama krystal mending sama aku aja #loh maksudnya mending sama suzy aja
    tapi kayaknya si wonho suka sama suzy juga aduh daripada galau meding kutunggu aja deh next partnya thor
    keep fighting ^.^)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s