[ Freelance ] Secret Love (part 3)

who-should-i-chose.png&type=dns&ISN=307DD0DCB4E641AA83FA1213851FA498&ccv=155&cnid=937811&cco=US&ct=3&sc=804b0014

Tittle                         :    Secret Love
Author                      :    Bae Hozy Yuzy
Lenght                      :    Chaptered
Rating                       :    General
Genre                       :    Romance, Friendship
Main Cast                 :

  • Suzy (Miss A)
  • Minho (SHINee)
  • Myungsoo (INFINITE)

Support Cast             :

  • Jiyoung (KARA)
  • Sulli (f(x))
  • Jieun (IU)
  • Lee Joon (MBLAQ)

Happy Reading, Keep RCL^^

[PART 3]

Myungsoo POV

“Aku punya 3 pilihan untukmu. Silahkan kau pilih sendiri. Pertama, jadilah pacarku. Kedua, aku akan memacarimu. Ketiga, kita akan pacaran.” Ucapku pada Suzy sambil tersenyum.

Setelah aku mengatakan hal itu, dia hanya diam di tempatnya dan tidak mengatakan apapun. Wajar saja dia besikap seperti itu, dia pasti terkejut karena aku tiba-tiba memintanya jadi pacarku.

“Ya! Kenapa kau diam saja? Apa pilihanmu?” tanyaku padanya.

“Ya! Namja gila! Itu bukan pilihan, tapi paksaan. Toh ujung-ujungnya aku harus berpacaran dengan orang sepertimu.” Teriaknya.

“Siapa suruh kau berani bertaruh denganku,” sahutku santai

“Aish jinjja!? Eottokkhae? Aku tidak mau pacaran dengan namja gila ini,” gumamnya yang bisa kudengar dengan jelas.

“Kau tidak bisa menolak karena ini adalah kesepakatan kita. Mulai sekarang kau adalah yeojachinguku dan berhenti memanggilku namja gila, panggil aku Myungsoo oppa,”

“MWO!? Memanggilmu oppa!? Cih shireo!”

“Chagiya apa salahnya memanggilku oppa. Apa kau ingin aku bilang pada Lee Joon kalau kita pacaran?”

“Ya! Jangan berani-beraninya bilang pada Lee Joon kalau kita pacaran atau kau akan mati. Baiklah aku akan memanggilmu op…pa.”

“Gitu kek dari tadi. Kajja kita kembali ke kelas,” ucapku sambil menarik tangannya menuju ke kelasnya.

Suzy POV

Aku terpaksa  menerimanya menjadi pacarku karena aku memang telah kalah taruhan dengannya. Dia memintaku memanggilnya oppa, sebenarnya aku sangat tidak sudi memanggilnya oppa tapi lagi-lagi aku terpaksa melakukannya. Aku seperti ingin muntah saat mendengar dia memanggilku chagiya tapi apa boleh buat, kalau aku menolak bisa-bisa dia bilang kepada Lee Joon kalau kami pacaran dan Minho pasti akan  tahu juga karena mereka bertiga sangat dekat.

Saat dia menarik tanganku dan mengajakku ke kelas aku hanya bisa pasrah. Saat sudah sampai di kelas, aku langsung masuk ke dalam tanpa menoleh pada namja gila itu lagi.

“Bye Bye chagiya. Aku kembali ke kelasku dulu,” ucapnya padaku.

Untung pada saat ini sedang jam istirahat jadi suasana di kelasku sangat berisik dan tidak ada yang mendengar ucapan namja gila itu. Saat aku ingin duduk di tempat dudukku aku menyadari pandangan aneh Jieun, Jiyoung, dan Sulli. Kenapa mereka? Apa mereka mendengarnya?

“Waeyo?” tanyaku pada mereka.

“Aniyo. Kami hanya mendengar Myungsoo sunbae memanggilmu CHAGIYA,” jawab Sulli.

“Apa ada yang mau kau jelaskan kepada kami Suzy-ah?” sambung Jieun.

Aku menghela nafas panjang lalu menceritakan semuanya kepada Jieun, Jiyoung, dan Sulli.

“Sepertinya Myungsoo sunbae memang benar-benar menyukaimu Suzy-ah, makanya dia memintamu menjadi pacarnya,” ucap Sulli.

“Tidak mungkin. Kami kan baru saja kenal,” balasku.

“Mungkin saja. Kau pernah dengar istilah Love at First Sight kan?” ucap Jieun.

“Itu hanya terjadi di film babo,” ucapku lagi.

“Aniyo. Di dunia nyata juga ada kok. Contohnya saja Key menyukai Sulli yang baru dikenalnya,” balas Jieun.

“Ya! Jangan mengungkit masalah yang sudah berlalu,” teriak Sulli.

“Sudahlah kenapa kalian malah ribut. Suzy-ah justru bagus kan kalau kau berpacaran dengan dia, jadi kau bisa melupakan Minho perlahan-lahan,” ucap Jiyoung.

“Tapi tidak secepat ini. Lagipula dari pada dengan namja gila itu, lebih baik aku dengan Suho saja,” ucapku.

“Begini saja, kau putuskan saja Myungsoo sunbae dan kau dekati saja Suho,” sahut Jieun.

#Pletakk# aku menjitak kepala babo jieun.

“Kalau bisa semudah itu, aku pasti langsung memutuskannya tadi dan aku tidak perlu pusing seperti ini,” ucapku.

***

Author POV

Suzy baru pulang ke rumahnya. Di rumahnya tidak ada orang karena appa dan ummanya sedang pergi ke rumah nenek Suzy di Gwangju. Saat Suzy sedang merenung di kamarnya memikirkan nasibnya yang harus menjadi pacar Myungsoo, dia mendengar suara Lee Joon yang baru pulang dan dia juga mendengar suara seorang yeoja yang tak lain adalah Jiyeon, yeojachingu Lee Joon.

“Mentang-mentang appa dan umma tidak ada, dia berani membawa Jiyeon kemari,” gerutu suzy.

Suzy kembali merenung dan dia mendengar suara Lee Joon dan Jiyeon yang sedang tertawa sangat keras.

“Aish berisik sekali sih mereka. Tidak tahu apa kalau disini ada orang yang sedang butuh ketenangan,” ucap Suzy sambil mengacak rambutnya frustasi.

Suzy keluar dari kamarnya, saat dia melewati Lee Joon dan Jiyeon dia memandang mereka sinis lalu berjalan keluar rumah. Suzy berjalan menuju taman di dekat rumahnya, lalu duduk di sebuah kursi di taman itu.

“Dasar Lee Joon babo. Berani sekali dia membawa yeojachingunya yang menyebalkan itu ke rumah,” gerutu Suzy lalu kembali merenungi nasibnya.

“Dasar namja gila menyebalkan, seenaknya saja menjadikan orang yeojachingunya. Dasar babo, jelek, egois. I hate you!” teriak Suzy tanpa sadar, lalu dia menyadari semua orang yang ada disana tengah menatapnya.

“Dasar Suzy babo. Lihat semua orang sedang menatapmu,” gerutu Suzy sambil memukul-mukul kepalanya.

“Jangan memukul-mukul kepalamu, nanti kau semakin babo,” ucap seseorang.

***

Suzy POV

“Jangan memukul-mukul kepalamu, nanti kau semakin babo,” ucap seseorang, lalu aku mendongakkan kepalaku untuk melihat wajahnya.

“Su…Su…Suho,” ucapku terbata-bata.

“Kau sedang apa?” tanyanya sambil duduk di sampingku.

Apakah aku bermimpi? Benarkah sekarang Suho sedang duduk di sampingku? OMO! I CAN’T BELIEVE IT!

“Ya. Suzy-ah kenapa kau malah melamun?”

“Aniyo. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu,”

“Memikirkan apa? Apakah kau punya masalah?”

“Hanya masalah kecil Suho-ssi,”

“Ya. Jangan bicara formal begitu Suzy-ah, panggil saja aku oppa. Ceritakan saja masalahmu kepadaku, aku akan berusaha membantumu,”

Aku menghela nafas panjang lalu mulai menceritakan masalah Myungsoo kepadanya.

“Wahaha. Aneh sekali masalahmu Suzy-ah. Aku tidak tahu harus memberikan saran seperti apa, karena aku belum pernah mengalaminya,”

“Gwenchana. Masalahku memang aneh dan jarang terjadi. Suho oppa aku pulang dulu ya, sepertinya yeojachingu Lee Joon sudah pergi,”

“Tunggu Suzy-ah. Bolehkah aku minta nomor ponselmu?” tanyanya sambil menyodorkan ponselnya.

“Oh ne,” lalu aku mengetikkan nomor ponselku di ponselnya.

“Gomawo,”

“Ne. Bye bye Oppa,” lalu aku berjalan pulang ke rumahku.

***

Aku baru selesai mandi dan sedang duduk di tepi tempat tidurku. Lalu ponselku berbunyi menandakan ada pesan masuk.

From : xxx

Annyeong Suzy-ah^^

To : xxx

Annyeong. Nuguseyo?

From : xxx

Ini aku Suho.

To : Suho Oppa

Oh oppa. Waeyo oppa?

From : Suho Oppa

Aniyo. Aku hanya ingin memastikan nomor yang kau berikan tadi asli😛

To : Suho Oppa

Ya oppa! Apa maksudmu? Aku tidak mungkin membohongimu L

From : Suho Oppa

Hahaha aku hanya bercanda Suzy-ah.

Baiklah Suzy-ah aku mau pergi bertemu dengan chinguku.

Bye bye^^

Aku tidak lagi membalas pesan Suho oppa. Aku berencana ingin mengirim pesan pada Jiyoung, tapi ada pesan masuk lagi ke ponselku.

From : xxx

Annyeong Chagiya J

Tidak perlu ditanya lagi, ini sudah pasti namja gila menyebalkan itu. Dari mana dia dapat nomor ponselku?

To : Namja Gila Menyebalkan

Ya! Dari mana kau dapat no ponselku?

From : Namja Gila Menyebalkan

Jangan kasar begitu pada namjachingumu. Aku dapat nomor ponselmu dari Lee Joon.

To : Namja Gila Menyebalkan

MWOYA!? Kenapa kau minta nomor ponselku padanya? Dari pada minta padanya lebih baik minta padaku langsung.

From : Namja Gila Menyebalkan

Aku tidak meminta padanya. Aku mengambilnya diam-diam.

Kau sedang apa chagiya? J

To : Namja Gila Menyebalkan

Sedang kesal dengan seorang namja gila yang terus menerus mengirimiku pesannya yang sangat tidak penting.

From : Namja Gila Menyebalkan

Mwo!? Nugu?

To : Namja Gila Menyebalkan

Ternyata kau tidak hanya gila dan menyebalkan, tapi kau juga babo.

Berhenti mengirimiku pesan, aku sedang sibuk.

From : Namja Gila Menyebalkan

Baiklah. Aku tidak akan mengganggumu.

Annyeong Yeobo❤

MWOYA!? YEOBO! Dia pikir aku istrinya apa? Jadi pacarnya saja sebenarnya aku tidak sudi.

***

Author POV

Hari ini suzy datang ke sekolah dengan lesu. Dia masih tidak percaya kini dia berpacaran dengan Myungsoo.

“Aku harap aku tidak melihat wajah menyebalkan itu hari ini,” gumam suzy sambil berjalan mamasuki gerbang sekolahnya.

“Suzy-ah,” Suzy langsung meniup poninya dengan kesal saat mendengar namanya dipanggil.

“Aish. Belum sampai satu menit aku berdoa agar aku tidak bertemu dengannya,” ucap Suzy kesal sambil bersiap untuk berlari.

“Suzy,” ucapnya lagi, dan Suzy langsung berlari meninggalkan Myungsoo yang heran.

“Kenapa lari? Padahal aku hanya ingin menyapanya,” desah Myungsoo

***

Suzy baru sampai di kelasnya dan langsung duduk di kursinya dengan nafas yang ngos-ngosan.

“Suzy-ah, Kau kenapa? Kenapa ngos-ngosan? Kau habis dikejar anjing ya?” tanya Sulli.

“…” Suzy hanya menggelengkan kepalanya sambil berusaha mengatur kembali nafasnya.

“Kau berlari dari rumahmu ke sekolah karena Lee Joon meninggalkanmu?” tanya Jiyoung.

“Aniyo,” jawab Suzy.

“Ara! Kau habis melihat hantu kan?” tanya Jieun.

“Aniyo. Ini lebih buruk dari pada melihat hantu, dikejar anjing, ataupun berlari dari rumah ke sekolah,” ucap Suzy yang hanya mendapatkan tatapan bingung dari teman-temanya.

“Saat di koridor namja gila itu memanggilku, jadi aku berlari sekuat tenaga dari pintu gerbang sekolah ke kelas,” sambung Suzy.

“Itu berarti kau yang babo. Kenapa kau harus berlari? Padahal kan dia NAMJACHINGUMU,” ucap Jiyoung yang penuh penekanan pada kata namjachingu.

“YA! Dia bukan namjachinguku dan aku tidak akan pernah menganggapnya begitu. Hanya dia yang seenaknya menjadikanku yeojachingunya,” teriak Suzy.

“Tetap saja judulnya kalian pacaran,” ucap Jieun.

“Ya! Jugullae!?” teriak Suzy.

“Ya! Yeoja gendut. Kau berisik sekali. Walaupun aku sudah menggunakan handsfree masih saja suara cemprengmu itu terdengar di telingaku,” ucap Taemin yang duduk di belakang Suzy.

“Ya! Sulli-ah. Suamimu benar-benar menyebalkan. Kau harus mendidiknya lebih baik lagi,” ucap Suzy pada Sulli.

#Pletakk# Suzy mendapat jitakan double dari Sulli dan Taemin.

“Aw appo! Kenapa kalian menjitakku? Dasar suami istri tidak berperasaan,” ucap Suzy.

“Kau mau aku menjitakmu lagi?” balas Sulli.

“ANDWAE!” teriak Suzy.

***

Suzy POV

Saat ini sedang jam istirahat dan aku ingin sekali pergi ke kantin. Jieun dan yang lainnya sudah pergi ke kantin. Kalau aku pergi ke kantin bisa-bisa aku bertemu dengan namja gila itu, tapi aku sangat lapar.

“Ah telpon jiyoung saja ah,”

“…”

“Aish kenapa tidak diangkat? Sulli saja kalau begitu,”

“…”

“Ya! Kenapa tidak diangkat juga!? Baiklah Jieun awas kalau kau tidak mengangkat telpon ku juga,”

“…”

“Aish jinjja!? Kemana mereka? Kenapa tidak ada yang menjawab ponselnya,” ucapku frustasi.

“Ahhhh lapaaaar. Yoseob oppa aku lapar,” ucapku pada foto yoseob oppa, idolaku yang menjadi wallpaper ponselku.

“Babo! Berapa lamapun kau bilang padanya dia tetap tidak akan memberimu makanan,” ucap Taemin.

“Bukan urusanmu,” balasku sinis, lalu dia melemparkan roti ke mejaku.

“Apa ini?”

“Tentu saja roti, babo!”

“Aku tahu ini roti. Maksudku kenapa kau melemparnya kesini?”

“Tentu saja untukmu BABO!”

“Jinjja!? Gomawo Taemin-ah. Ternyata dibalik sikap menyebalkanmu itu kau baik juga,”

“Sebagai balas budi kau harus mentraktir ku,”

“Aish ne,”

Ternyata Taemin itu baik juga walaupun terkadang menyebalkan. Dia meminta balas budi kan? Baiklah aku akan membalasnya, aku yakin dia akan sangat berterima kasih jika aku membalasnya dengan cara itu. Tunggu saja Taemin-ah.

***

Author POV

Sepulang sekolah Suzy sengaja membiarkan Sulli pulang duluan, lalu dia memaksa Jiyoung dan Jieun untuk tinggal sebentar di kelasnya.

“Waeyo? Kenapa kau tidak memperbolehkan kami pulang dan membiarkan Sulli pulang?” tanya Jieun.

“Aku ingin kalian membantuku. Lebih tepatnya membantuku dan Sulli” jawab Suzy.

“Bantu apa?” tanya Jiyoung heran.

“Jadi begini…” Suzy pun menceritakan semuanya pada Jiyoung dan Jieun.

“MWOYA!? Bagaimana kalau Sulli marah?” ucap Jiyoung.

“Sudahlah Jiyoung-ah, gwencahana. Dia tidak akan marah. Aku akan membantumu Suzy-ah,” ucap Jieun penuh semangat.

“Gomawo Jieun-ah. Kau juga harus membantuku Jiyoung-ah,” ucap Suzy.

“Aish arasseo,” Ucap Jiyoung pasrah.

“Kita kumpul di Mall biasa jam 3 sore,” ucap Suzy, lalu mereka bertiga pulang.

***

Jiyoung POV

Sebenarnya aku agak ragu untuk membantu Suzy, tapi mau bagaimana lagi dia dan Jieun sudah semangat seperti itu. Baiklah aku akan menelpon Taemin dulu, karena Suzy bilang dia tidak tau nomor ponsel Taemin. Dia memang terlalu cuek sampai nomor ponsel teman sekelas sendiri tidak tau.

“Waeyo?” ucap Taemin to the point.

Namja ini benar-benar tidak tahu sopan santun sama saja seperti Suzy. Apa salahnya bilang yeoboseyo dulu. Sesibuk itu kah dia sampai tidak sempat basa-basi.

“Yeoboseyo Taemin-ah. Ini aku Jiyoung. Suzy memintamu datang ke Mall XXX jam 3 sore,”

“Untuk apa?”

“Dia bilang mau balas budi. Pokoknya kau harus datang,”

“Ne,” dia pun langsung mematikan sambungannya.

Aish jinjja dasar namja tidak tahu sopan santun. Ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya aku menghubunginya.

***

Suzy POV

03.00 PM KST

Aku, Jiyoung, dan Jieun sudah berada di Mall. Kami duduk di kursi paling ujung di sebuah restoran yang ada di Mall ini dan sengaja memakai topi agar tidak dikenali. Sebenarnya aku akan membalas roti pemberian Taemin dengan mendekatkan dia dengan Sulli. Baik kan aku?  Aku meminta Jiyoung untuk menghubungi Taemin karena aku tidak tau nomor ponselnya dan aku juga tidak mau tau. Jieun juga sudah menghubungi Sulli dan menyuruhnya ke Mall ini untuk jalan-jalan.

“Jiyoung-ah, Jieun-ah kalian sudah menghubungi mereka berdua kan? Kenapa belum ada yang datang,” tanyaku pada Jieun dan Jiyoung.

“Tunggu saja,” ucap Jiyoung

“Itu Sulli datang,” ucap Jieun sambil menunjuk ke arah pintu masuk.

“Jangan terus memandang ke arahnya, nanti kita ketahuan,” ucapku

“Itu Taemin,” ucap Jiyoung.

“Bagus. Sekarang kita lihat saja bagaimana selanjutnya,” ucapku dan kami terus mengawasi mereka dari jarak yang tidak terlalu jauh.

“Suzy-ah sepertinya mereka tidak melihat satu sama lain,” ucap Jiyoung.

“Ne kau benar. Segera telepon Sulli, tapi jangan sampai di angkat,” perintahku pada Jieun.

Jieun pun menelpon Sulli dan tak lama suara ponsel Sulli terdengar. Sebelum Sulli sempat mengangkatnya Jieun segera mematikannya. Dan rencanaku berhasil Taemin langsung menoleh pada Sulli saat mendengar lagu ‘I Don’t Need a Man’ yang berasal dari ponsel Sulli.

“Yeah. Berhasil,” ucap Jieun.

“Ssttt. Jangan berisik. Kita dengarkan pembicaraan mereka,” ucapku.

“Kenapa kau ada disini?” tanya Taemin pada Sulli.

“Aku sedang menunggu Jieun dan yang lainnya. Kau?” jawab Sulli.

“Arasseo. Jadi yeoja gendut itu mau mempermainkan kita,” balas Taemin.

“Apanya yang dipermainkan? Jelas-jelas aku membantunya. Dasar tidak tau terima kasih. Ya! Namja kurus apa susahnya menarik tangan Sulli lalu mengajaknya jalan-jalan keliling Mall ini. Aish jinjja,” ucapku kesal sambil terus mengamati mereka.

“Suzy-ah,” panggil Jiyoung.

“Wae?”

“Suzy-ah,” kali ini Jieun yang memanggilku.

“Ada apa dengan ka..” ucapku terputus.

TBC…

 

Annyeong Chingudeul^^

Mian part 3 nya lama, author lagi banyak UTS. Kalau ceritanya jelek maklum aja soalnya author lagi malas mikir. Part 4 kayaknya masih lama karena author bentar lagi ujian dan author mau belajar supaya ranking bisa naik. Okeh sekian basa-basi dari saya.

Bye bye~

30 thoughts on “[ Freelance ] Secret Love (part 3)

  1. kyaaa
    suka bgt karakter suzy
    wkwkwkwk
    taemin_ah knapa pnggl suzy yeoja gendut
    nanti di jitak myung oppa loh
    i like myungzy couple ^^

  2. Doohh.. Pake tbc juga –‘
    Itu… Pasti ketahuan sulli taemin kan ya? Jitak aja tuh suzy..
    Paling suka karakternya taemin nih :33

  3. Kyaa..
    makin seru aja😀
    koq Minho gak muncul ya dipart ini😦
    Kkkk…MyungZy jadian walaupun karna terpaksa😀

    Omo..itu knpa? Siapa yg datang?
    penasaran tingkat akut…Lanjut ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s