Different Path / 2 of 2 [END]

 

 

  • Author: Han Hyo Mi
  • Genre: Angst, Romance, Friendship
  • Length: Two Shoot
  • Casts:
    • Shin DongHo / DongHo UKiss
    • Bae Suzy / Suzy Miss A
    • Kang Jiyoung / Jiyoung Kara
    • Kim Myungsoo / L Infinite

 

 

 

All the cast belong to the God, their managements, parents and fans. But the story line is MINE!!

 

 

 

*Kang Jiyoung POV*

 

Hari demi hari perubahan sikap Dongho semakin terlihat. Ia semakin sering menghabiskan waktunya dengan ku dan Suzy. Aku mulai menyadari satu hal yang sangat aku takutkan sejak dulu.

Dongho menemukan yeoja yang membuatnya jatuh cinta!

Dan kini yeoja itu tak lain adalah sahabatku sendiri, Bae Suzy. Suzy memang sempurna, bahkan aku sendiri juga menyayanginya. Tapi kini, namja yang aku cintai, namja yang paling aku inginkan. Jatuh cinta pada Suzy! Meskipun begitu, jika memang Suzy yang bisa membuat Dongho bahagia, aku akan berusaha merelakannya. Munafik? ya, mungkin. Karena buktinya hatiku tetap terasa perih dan tidak rela melihat senyum lebar Dongho pada Suzy yang baru saja datang kemeja kami.

“kenapa wajahmu cemberut begitu Suzy-ah?” tanyaku berusaha menetralisir rasa tak nyaman yang kurasakan

“uh! biasa, umma dan appa ku lagi Jiyoungie” Suzy menunduk kan wajahnya lesu

“memangnya ada apa dengan appa dan umma mu Suzy-ah?” Dongho menanyakan dengan penuh perhatian sambil mengulurkan sekotak strawberry milk kesukaan Suzy yang sudah disiapkannya sejak tadi, dan langsung diminum Suzy dengan tanpa ekspresi. Sepertinya yeoja itu benar-benar sedang buruk suasana hatinya.

“gomawo Dongho-ah” gumamnya setelah strawberry milk nya habis.

“kali ini ada apa lagi Suzy-ah?” tanyaku. Aku memang sudah mengetahui sejak lama tentang orang tua Suzy yang protektif berlebihan.

“Mereka…ah sudahlah lain kali saja kita bahas. Mengingatnya membuatku semakin kesal” dengus Suzy. Dari sudut mataku bisa kulihat Dongho yang tersenyum geli. Matanya tak lepas dari wajah Suzy.

“bagaimana kalau kita pergi ke taman hiburan saja hari ini?” usul Dongho tiba-tiba dengan bersemangat

“tapi…kita kan masih ada jam kuliah sebentar lagi” protesku

“usul yang bagus! ayolah Jiyoungie, hitung-hitung menghiburku yang sedang kesal” rayu Suzy sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. Dan aku hanya bisa menghembuskan nafas, menyerah pada rayuan plus aegyo super aneh Suzy.

***

 

*Bae Suzy POV*

 

Umma dan appa keterlaluan! Kali ini aku benar-benar kesal!

 

*) Flasback

“mwo? kau akan kemari untuk membicarakan pernikahan mereka?”

…….

“tapi bukankah mereka terlalu muda Jongwoon-ah”

…….

“iya, aku mengerti. Tapi Suzy…dia masih sering bersikap kekanak-kanakan”

…….

“ah ne..ne…geureomyeon, biar aku membicarakannya dulu dengan istriku dan Suzy”

………

“ne, annyeong…”

 

Klik!

Aku mengerutkan kening kearah appa yang sedang memijit kepalanya dengan gugup.

“waeyo appa? itu tadi Kim Jongwoon ahjusshi ya?” tanyaku tak dapat menutupi rasa penasaranku. Appa terlihat terkejut lalu menatapku gugup

“ah ne, baby. masalah pekerjaan” senyumnya yang terlihat dipaksakan

“jeongmalyeo? tapi kenapa namaku disebut?” aku semakin curiga melihat appa yang menggaruk tengkuknya

“aishh…kau ini. Selalu ingin tau. Baiklah, sebaiknya sekarang kau panggil umma mu. Ada yang ingin appa bicarakan dengan kalian”

***

“MWO?! Mempercepat pernikahan mereka?! yeobo…!” Pekik umma kaget sementara aku hanya terbengong mendengar hasil pembicaraan appa dan Kim ahjussi “tapi mereka kan masih terlalu muda, yeobo…aku tidak bisa membayangkan anak kita satu-satunya ini menikah dan mengurus suaminya, mengurus dirinya sendiri saja dia belum becus” lanjut umma panjang lebar dan membuatku kesal

“aishhh!! umma! aku ini sudah besar! aku pasti bisa mengurus oppa dengan baik nanti!” gerutuku yang sayangnya tak dihiraukan appa dan umma

“baiklah, nanti aku akan mencoba membicarakan ulang semuanya dengan Jongwoon, yeobo” sela appa diantara gerutuanku.

“aishh!! terus saja menganggapku seperti bayi!” jeritku sambil menghentakkan kaki, menyambar tas ranselku dan bergegas berangkat ke kampus.

“Ya! aegi-ya! sarapan dulu!”

“Baby…! Tunggu, biar appa antar!”

Aku terus berjalan sambil mengomel tak jelas tanpa menghiraukan panggilan umma dan appaku.

*) Flashback End

 

Dan disinilah aku sekarang, berteriak menumpahkan segala rasa kesalku pada umma dan appa diatas roller coaster yang melaju kencang bersama Jiyoung dan Dongho. Ah aku beruntung sekali memiliki mereka. Rasanya semua rasa kesalku telah jauh berkurang.

“Suzy-ah, apa kau lelah?” Tanya Dongho lembut dan penuh perhatian, tak lupa disodorkannya sekaleng minuman dingin. Saat kami duduk melepas lelah disalah satu bangku yang tersedia didekat wahana bianglala.

“haha…tentu saja, tapi roller coaster tadi benar-benar menyenangkan. Iyakan Jiyoungie? Jiyoung-ah, kenapa wajahmu pucat sekali? apa kau sakit?” tanyaku panik setelah melihat wajah pucat pasi Jiyoung yang terduduk lemas disampingku.

“gwen..gwenchana, nan gwenchana Suzy-ah. aku hanya…”

“Omo! KangJi! aku lupa, kau kan phobia ketinggian! kenapa kau nekat ikut naik sih?!” potong Dongho tiba-tiba dengan raut wajah kesal sekaligus panik. sementara Jiyoung hanya tersenyum lemah

“nan, gwenchanayo Dongho-ah”

“mwo? kau phobia ketinggian Jiyoungie? mian..aku benar-benar tidak tau” kugenggam tangan dingin Jiyoung dengan penuh rasa bersalah. “aishh…padahal aku sahabatmu sejak SD, bagaimana bisa aku tidak mengetahui ini?”

“Jiyoung mengalami kecelakaan kecil saat mendaki bukit ketika kami SMP dulu Suzy-ah, sejak itu ia jadi trauma ketinggian” jelas Dongho sambil menyeka keringat dikening Jiyoung

“ah jadi begitu, pantas saja aku tak pernah tau. Dongho-ah, sebaiknya sekarang kau antar Jiyoung pulang ne?” ucapku pada Dongho

“mw..mwo?? lalu bagaimana denganmu Suzy-ah? kau kan baru pindah kemari. aku takut kau tersesat”

“aishh! Ya Shin Dongho! aku bukan anak kecil, lagipula banyak taksi dan bus yang bisa aku naiki. cepat antar Jiyoung pulang, aishh kau cerewet seperti orang tuaku saja” ucapku setengah berteriak kesal, aku benar-benar menghawatirkan Jiyoung.

“Suzy-ah nan jinjja gwenchana” sela Jiyoung lemah. Aku menangkap Sesuatu yang mencurigakan dari suara lemah Jiyoung dan tatapannya pada Dongho. seperti tatapan terluka

“n..ne.. jangan marah padaku Suzy-ah. Kalau ada apa-apa, kau harus segera menghubungiku eo? ingat itu!  kkaja KangJi” lalu dengan berat hati dan sedikit menggerutu Dongho memapah Jiyoung yang masih lemas

Kuputar kedua bola mataku, kesal. Ingin rasanya menyumpal mulut bawel Shin Dongho. Dia benar-benar mengingatkan ku pada umma.

***

 

*Kang Jiyoung POV*

Diam-diam aku melirik Dongho yang sejak tadi tak berbicara sepatah katapun padaku. Ia hanya menatap jalanan dan kendaraan lain yang kami lewati dari jendela taksi yang ia biarkan terbuka.

“mianhae…Dongho-ah” bisikku namun cukup jelas didengar oleh Dongho.

“mian, aku membuatmu tak bisa bersama Suzy hari ini” bisikku lagi dengan susah payah menahan rasa perih yang kian menyeruak. Perlahan Dongho menatapku

“mwo? apa maksudmu?”

“neo, Suzy choahae. nan arrayeo” lirih dan tercekat suara yang keluar dari tenggorokanku

“Jiyoungie…nan…” Dongho tampak gugup “aniyo, nan Suzy choahe aniya” lanjutnya sambil menggeleng keras

“Dongho-ah, aku sahabatmu. Aku benarkan?” kejarku lagi. Kembali Dongho melempar tatapannya kehiruk pikuk jalanan kota Seoul. Nyaris sepuluh menit berlalu, kami saling diam. Hingga kukira Dongho tidak akan menjawab pertanyaanku. Hingga tiba-tiba suaranya yang lembut namun meliki kekuatan bagai badai yang memporak-porandakan hatiku, memecah kebisuan kami.

“Jiyoungie….mianhae…kau benar. Aku memang menyukai Suzy” kali ini Dongho menundukkan kepalanya, namun ucapan maaf dan pengakuannya membuat hatiku benar-benar sakit. Meskipun aku sudah bisa menduganya, tetapi mendengar sendiri kata-kata itu keluar dari bibir Dongho langsung, benar-benar membuat hatiku berdarah.

“apa kau tau Dongho-ah, mengapa aku nekat ikut naik roller coaster, bianglala, dan semua permainan yang membawaku pada ketinggian tadi?”

Dongho hanya diam menatapku kosong

“karena aku tidak bisa merelakan kau hanya berdua bersama Suzy di wahana-wahana itu. Berkali-kali aku berusaha meyakinkan hatiku untuk merelakanmu bersama Suzy. Membiarkanmu mendapatkan cintanya, supaya kau bahagia. Tapi ternyata hatiku tidak mampu. Nan ajik tto neomu neolsaranghae. Aku masih sangat mencintaimu. Mianhae…” kupalingkan wajah kesisi lain jendela taksi. Air mataku mengalir deras tak terbendung, entah bagaimana reaksi Dongho. Hingga taksi yang membawa kami itu berhenti didepan rumahku, aku tetap tak menatap Dongho.

“Jiyoungie, jeongmal mianhae….” sebelum menutup pintu taksi dan berlari kedalam rumah.

Sempat kudengar nada penuh rasa bersalah keluar dari bibir namja yang sangat aku cintai itu.

***

*Bae Suzy POV*

Aku masih duduk disalah satu bangku yang tersedia ditaman hiburan ini. Tatapan terluka Jiyoung yang sempat aku lihat tadi mengusikku. Ada apa dengan Jiyoung?

kemudian kurasakan getaran diponselku, sebuah pesan masuk.

 

From: Dongho

Suzy-ah, neo oddiseo? ada sesuatu yang ingin aku katakana padamu

 

To: Dongho

Aku masih ditaman hiburan, mwohaeyo?Jiyoungie gwenchana?

 

From: Dongho

Ne. Tunggu aku, aku kembali kesana sekarang.

 

Keningku berkerut membaca balasan sms yang dikirim Dongho. Apa yang ingin dikatakan nya? Apa ada hubungannya dengan kesehatan Jiyoung? Kembali ponselku berdering nyaring, nama yang tertera dilayar membuatku tersenyum lebar

“yeoboseo, oppaya!”

……………………

“jinjjayeo??kenapa tidak memberiku kabar sih? aishh… aku ditaman hiburan sekarang”

……………………

“jeongmalyeo oppa?! ne, nan gidarigae…”

 

senyumanku semakin lebar. sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang yang sangat aku rindukan.

***

 

*Shin Dongho POV*

Aku merasa sangat bersalah pada Jiyoung, tapi apa dayaku? aku tidak bisa dengan mudahnya meminta dan mengatur hatiku agar tidak jatuh cinta pada Suzy dan balas mencintai Jiyoung. Meskipun begitu, aku tidak ingin kehilangan Jiyoung sebagai sahabat. egois memang. Tapi aku yakin Jiyoung bisa dan mau memahamiku. Kali ini aku sudah memutuskan, aku tidak ingin kehilangan cinta pertamaku. Bae Suzy.

Kugenggam erat sebuket bunga mawar merah yang barusan aku beli, dengan gugup. Ya, hari ini aku akan meminta Bae Suzy untuk menjadi yeojaku.

***

 

*Bae Suzy POV*

 

“Jagiya!” suara yang mengalunkan melodi indah tersendiri bagiku dan diiringi sebuah pelukan hangat dari namja ini membuatku bahagia, sangat bahagia.

“bogoshippoyo oppa…” ucapku sambil membalas pelukan hangatnya. Betapa aku sangat merindukannya

“nado jagiya, jeongmal bogoshippo!” namja tersayangku ini mengeratkan pelukan kami sebentar untuk kemudian menatapku lama dengan senyum lebarnya.

“oppa, kenapa kau tiba-tiba ada di Seoul?” tanyaku tak mampu menutupi rasa penasaran lebih lama

“waeyo? kau tak suka aku disini Suzy-ah?” tanyanya kemudian menghentikan langkahnya yang semula berjalan disampingku sambil menautkan kedua jari-jemari kami. “apa kau mulai berkencan dengan namja lain?” ia menyipitkan matanya yang memang sudah sipit semakin mengecil, menatapku curiga.

“Yah! Oppa!”

“ah matta, pasti benar. Kalau tidak kenapa kau bisa sendirian berada ditaman hiburan ini? pasti namja selingkuhanmu itu sudah kau usir pergi sebelum aku datang” cerocosnya semakin menjadi

“Yah! Bae Su-“ sebelum ocehannya semakin panjang, kuhentakkan kakiku sekuat tenaga menginjak kakinya

AKHHH!!!

“YA!!” kini mata sipit itu melotot garang, aku hanya tertawa kecil mengejeknya

“makanya, kau jangan suka menuduh sembarangan Kim Myungbabo oppa”

“YAH!! Beraninya kau memanggil namjachingumu babo?? awas kau Bae Suzy!!”

aku hanya tertawa dan kujulurkan lidah kearahnya sambil berlari menghindar dari jitakan.

Yah, seperti itulah cara kami melepas kerinduan setelah nyaris lima bulan penuh tak bertemu dan hanya berkomunikasi lewat telpon sepanjang malam. Bukan dengan ciuman mesra atau kata-kata manis, tapi dengan jitakan dan ejekan. Dan oh apakah aku sudah mengatakan ini sebelumnya? bahwa aku sangat, sangaattttt mencintai Kim Myungsoo. Namja yang telah menjadi kekasihku sejak aku pertama kali menginjakkan kakiku kebangku SMA. Aku sangat yakin dan percaya bahwa dia adalah takdirku, belahan jiwaku.

***

 

*Shin Dongho POV*

 

Matahari mulai meredup menandakan senja telah datang mengganti sang siang, ketika aku tiba kembali di taman hiburan. Entah sudah berapa kali aku berkeliling dan mengedarkan mata kesetiap sudut dan wahana yang ada ditaman hiburan yang sangat luas ini, tapi sosok yeoja yang telah mencuri hatiku itu tak juga kutemukan. Entah kemana dia. Suzy bahkan tidak mengangkat ponselnya saat berkali-kali aku mencoba menghubunginya. Hatiku mulai khawatir dan cemas bukan main, bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya??

***

 

*Author POV*

 

“kami telah sepakat untuk menunda pernikahan kalian hingga Suzy menyelesaikan kuliahnya” tegas appa Suzy yang diamini anggukan oleh umma Suzy dan kedua orang tua Myungsoo.

“MWO??” jerit Myungsoo dan Suzy nyaris bersamaan. Sementara orang tua mereka hanya menggelengkan kepala

“kalian masih terlalu muda dan kekanak-kanakan untuk menikah” terang umma Suzy, berusaha memberi pengertian. “bukan karena appa dan umma tak ingin melepaskanmu Suzy-ah” lanjut wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu saat melihat putri semata wayangnya itu mengerucutkan bibir kesal.

“bersabarlah ne?” sambung umma Myungsoo sambil tersenyum geli

“tapi sebagai gantinya, kami akan mengadakan pertunangan kalian dalam minggu ini. Karena yah, walau bagaimanapun juga itu syarat yang diminta dari haraboeji nya Myungsoo agar ia bisa ikut bergabung menjalankan perusahaan” terang appa Myungsoo yang berhasil mengembalikan senyum cerah diwajah Myungsoo dan Suzy

“Jinjja??” lalu keduanya saling melempar senyum penuh arti

“kalau begitu, appa, umma, abonim, omonim, kami akan pergi mencari cincin pertunangan dulu ya!” Myungsoo tersenyum lebar dan menarik tangan Suzy. Keduanya menundukkan kepala sebentar untuk kemudian menghambur kearah pintu sambil bergandengan tangan

“Yah…Yah!! besok saja!” teriak appa Suzy yang sayangnya tidak digubris sama sekali. Kedua ibu mereka hanya terkikik geli sambil berkali-kali mengucapkan kata,

“aigooo….bayi-bayi besar itu…bagaimana bisa mereka mengurus bayinya saat sudah menikah nanti”

***

 

“jagiya, apa kau kecewa kita tidak jadi menikah sekarang?”

“sedikit, tapi tidak mengapa. Bagiku, akan bertunangan denganmu saja rasanya sangat membahagiakan. Toh pada akhirnya kita akan menikah juga nantinya. Iyakan?”

“tentu saja! didalam kamus seorang Kim Myungsoo, hanya ada satu nama yeoja yang berhubungan dengan kata pernikahan. Yaitu, Bae Suzy” namja itu tersenyum lembut untuk kemudian mengecup kening yeoja yang berjalan disisinya itu dengan penuh kasih.

“gomawo oppa” Suzy tersenyum bahagia, menghentikan langkah kakinya dan kemudian memeluk Myungsoo erat.

Tanpa mereka sadari, ada namja lain yang menatap nanar sepasang kekasih itu dengan pandangan yang semakin mengabur karena air mata. Jemarinya yang menggenggam sebuket bunga mawar dengan keras, meneteskan darah. Namja itu, Shin Dongho.

***

 

*Shin Dongho POV*

 

“Dongho-ah?? ada perlu apa mengajakku bertemu ditaman selarut ini? apa kau tidak tau jam bera-“ ucapan Jiyoung terputus saat ia menyadari kedua pipiku yang basah oleh air mata

“OMO!! ada apa denganmu Dongho-ah? ta-tanganmu berdarah, apa yang ter-“ kembali ocehan paniknya terputus. Kali ini oleh gerakanku yang tiba-tiba menarik tangannya dan membawanya dalam pelukanku. Aku butuh tempat untuk bersandar

“Ya! Shin Dongho! Mwoya neongoya??”

“sebentar, Jiyoungie, izinkan aku bersandar padamu” bisikku sedih. Dan seperti biasanya, Jiyoung selalu bisa menenangkanku. Seperti kali ini, dia hanya diam membiarkanku menumpahkan dan menceritakan segala yang baru saja terjadi. Tentang Bae Suzy, cinta pertamaku yang ternyata dari awal telah menentukan jalan dan takdir kehidupannya sendiri bersama namja lain.

“Kang Jiyoung, jaebal…tolong ajari aku untuk mencintaimu…” bisikku akhirnya. Kurasakan anggukan kecil Jiyoung dibahuku.

“I will forget you Bae Suzy… semoga kau selalu berbahagia…” bisik batinku lirih

 

 ***

Since that day I first met you
I felt like I already knew you
You and I melded into each other so smoothly
It was natural for me to be where you were
the two of us grew up together
but you’ve already chosen a different path

Why did I end up falling for you? No matter how much time has passed
I still thought you were right here

[DBSK-Doushite/ Why did I fall in love with you]

*END*

 

Annyeong….

Masih pada ingat sama FF ini? mianhae ya, part 2 nya ini baru bisa dilanjut sekarang. semoga masih pada ingat ya *aminnn…*

Otte? bagaimana menurut kalian endingnya? mianhae kalau tidak memuaskan *bow*

 oh iya buat yang nebak namjanya Suzy, Myungsoo. anda benar!! *dapat hadiah kisseu dari bias masing-masing :D*

ya udah, sekarang udah Read kan ya? kalau gitu tinggal CL (comment & like) nya😉

                                                 

_Zhi_

 

 

 

 

 

 

33 thoughts on “Different Path / 2 of 2 [END]

  1. kasian juga dongho, tapi tak pa lah kan dia nnt bahgia ma jiyoung🙂
    aigoo bener kata ortu myungzy kekekeke, tingkah myungzy aja masih kyak anak kecil aplgi suzy heheh pantas diundur
    chingu kok petunangnnya ga di critain :p

  2. Kyaa akhir’y ff ini dipost juga setelah sekian tahun#lama amat🙂 . Dongho jangan sedih ya masih ada yeoja yang mencintaimu dengan tulis#jiahh bahasa ‘y . Aigoo kenapa end kan MyungZy belum tunangan terus belum nikah terus belum punya anak . Bikin yang sesion 2 ya #ya elah dikira cinta fitri apa ya ada sesion 2 ‘y hehd😀

  3. Huft..akhir’a dipost juga🙂
    kirain ending’a bkalan DongZy..eh ternyata Suzy udh punya Myungsoo..keekke
    kasian jga Dongho..tapi untung masih ada Jiyoung🙂
    Ckckck..di sini MyungZy sifat mereka kya’ anak” tapi so sweet😀

    Daebak..ditunggu ff slanjut’a ^0^

  4. wahh lama bgt di pulish ampe aku agak lupa part sebelumnya…
    tp puas suzy akhirnya ama myungso..
    hehehehhehehe
    pasangan bayi besar yg super imut

  5. kyaaa akhir ff ni publis jga udh berapa abad ~,~ nunggu ya,,,
    Ksian dongho,,
    Tp tak apa lh yg psti’y myungzy together 4ever
    Btw kdu wajib n hrus ada sequel’y
    ^^

  6. hikz…. agak perih siech… bingung ini happy at0 sad.. kekeke…tp deabak lah.. itulah cinta.. gak semuanya awalnya manis… kiki

  7. HOREEEEEEEEEE… Aku suka bnget endingnya suzy sama myungsoo. Dan trnyata mereka emang udah pacaran sejak prtama msuk SMA. Bkin sequel sampai mreka mnikah dong thor??? Pasti seru n kocak tuwwhhh. Suzy kan msih kekanakan, jdi pasti dia bakalan kelabakan ngurus myungsoo apalagi kalo udah punya aegy. ckckck

  8. aseeeek, ttp suzy pasanganx ma myungsoo….
    author, daebaaak !!!

    kasian dongho tp ya aq gk rela klo misalx suzy ma dongho… #myungzy shipper akut

    dtunggu ff myungzy laenx author… ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s