[ Freelance ] Can’t i love you ? *part 2* -end-

Tittle    : Can’t I Love You
Author : Han Hyenim
Genre  : Romance, sad, AU
Rating : PG-15
Length : Twoshoot, songfict
Main cast:

↗Bae Suji (Miss A)
↗Kim Myungsoo (Infinite)

Support cast: » Park Jiyeon (T-ara)
» Cho Kyuhyun (Suju)
» Yang Yoseob (Beast)

Sebenarnya ini songfict tapi aku lupa tidak memberitahukannya. Hehe Mianhae. Tolong baca FF ini ditemani dengan lagunya Can’t I Love You (Ost Dream High) vers. IU ft Seohyun atau versi aslinya yang terpenting puter lagunya Can’t i Love You.

Suzy POV

“Park Jiyeon? Jepang” rasanya aku pernah mendengar nama itu, tapi siapa dia. Mukanya juga tak terlalu asing bagiku, apa dia mantan Kyu Oppa, kenalan Kyu Oppa atau selingkuhan Kyu Oppa. Molla, kenapa otaku lelet sekali sih.

Dia duduk dibangku terakhir sebelah Key sedangkan aku, aku duduk di depan yang agak jauh darinya, jadi sudah kupastikan aku tidak dapat memandangnya dengan jelas. Tapi aku seperti mengenalnya siapa dia.

“Mungkin hanya perasaanku saja”

“Perasaan apa, cinta yah dengan siapa?” goda Myungsoo lagi, arrkgghhh anak ini tidak henti-hentinya menggodaku. Ku jitak kepalanya yang konslet.

“Appo” rintihnya pelan

“Ini kelas bukan taman bermain” ucap Shin seonsaengnim jahil yang melihatku dan Myungsoo. Aigoo seonsaengnim ini, tak bisakah berhenti menyebarkan gosip murahan antara aku dan Myungsoo.

Pelajaran Shin sam sangat membosankan entah apa saja yang sudah dia ajarkan kali ini, otaku sudah tak kuat lagi karena suply energiku sudah habis untuk mengutuki Shin Seonsaengnim.,

Tenggggggggggggggggggg…. Tenggggggggggggggggggg…….. Tenggggggggggggggggggg

Yes akhirnya bel berbunyi juga, aku sudah mati kelaparan.

“Ayo kekantin” ucapku pada Myungsoo.

“Chakaman”

Ayolah siapa yang berani menahanku, perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Kalau itu Bora awas saja dia. Aku menoleh kearah sumber suara dengan malas.

“Waeyo” ucapku ketus. Ternyata yang memanggil kami itu, Jiyeon yeoja baru dikelas kami.

“Aku belum berkenalan dengan kalian berdua” ucapnya menunduk

“Aku Suzy dia Myungsoo, sudah ya aku sangat lapar aku ingin kekantin” ucapku malas.

“Chakamman”

“Wae” ucapku lebih ketus.

“Aku membawa bekal, kau boleh memakannya. Tapi apa boleh kita berkenalan dan satu lagi kudengar kelas ini membentuk kelompok tugas karena aku belum punya kelompok tugas jadi”

“Ayolah, bilang saja kau ingin sekelompok dengan kami tak usah berbelit-belit begitu. Kau tahu darimana kami kekurangan satu orang?” tanyaku penuh selidik.

“Key. Dia yang menjelaskan semuanya padaku jujur saja aku tak bisa berkelompok dengan orang asing jadi aku ingin memperkenalkan diriku pada kalian, aku juga sudah memperkenalkan diriku dan berbincang sedikit dengan Jo twins dan Yoseob” jelasnya.

Key, dia berbicara banyak pada Jiyeon. Aku saja yang pernah sekelas dengannya di sekolah menengah pertama hanya baru mendapatkan 2 kata darinya ‘gomawo dan aku key’. Dia benar-benar menyebalkan. Aku melirik Key tajam dan kau tahu apa responnya dia membuang mukanya. Aisshhh menyebalkan sekali
Aku meniup-niupkan poniku kesal.

“Sabarlah, kita memang kekurangan satu orang kan” kata Myungsoo menenangkan. Baiklah aku mengalah, hari ini kau bebas Key.

“Jadi mana makananmu?” tanyaku pada Jiyeon

Kami bertiga berkumpul dan duduk dibangkuku, aku menikmati bekal Jiyeon, malu? Buat apa toh disini juga hanya tinggal kami bertiga maksudku berempat dengan Key

“Jadi namamu Bae Suzy dan kau Kim Myungsoo” ulangnya lagi, kami berdua hanya mengangguk mengiyakan.

“Bukankah kau Bae Suzy si pencuri itu” tanyanya agak ragu.

“Uhukk. Uhukkk”  Myungsoo segera memberikan minumannya dan menepuk-nepuk bahuku. Bagaimana dia tahu aku pencuri jangan-jangan….

“Kau Park Jiyeon Park Jiyeon yeoja monster itu kan” tanyaku tak percaya.

“Ne”

“Omonaa, kau benar Jiyeon si monster itu”

~~~~~~>.<~~~~~~

Author POV

Kamis 23 Agustus 2012 pukul 07.00 KST Seoul Performing Arts School

Mentari bersinar terang dilangit menunjukan sinarnya yang hangat melembutkan jiwa. Bunga sakura sudah berhenti berguguran yang tertinggal hanyalah kenangan indahnya saja. Dan disanalah sebuah kenangan baru terukir, kenangan yang tak terpernah kau rasakan dan kau lupakan.

Seoul Performing Art’s School sudah tampak ramai oleh kehadiran siswa-siswi termasuk Suzy dan Myungsoo.

“Annyeong” sapa Suzy ramah pada setiap temannya sedangkan Myungsoo hanya diam sambil berjalan didekat Suzy.

“Kenapa ada tas disini” tanya Suzy bingung saat mendapati tempat duduknya terdapat tas coklat bergambar Teddy Bear.

“Ah, mungkin itu tas fansku, kau ingat aku ini namja populer disekolah ini” ucap Myungsoo berbangga diri.

“Cih, narsis sekali, siapa tau ini tas dari antismu”

“Benarkah? Ini bukankah tasnya Jiyeon?” tanya Myungsoo

“Kau salah, mana mungkin Jiyeon duduk disini”

“Kita taruhan saja kalau benar ini tasnya Jiyeon nanti sepulang sekolah kita ke Namsam Tower dan kau harus mentraktirku begitupun sebaliknya. Otthae” Myungsoo mencolek hidung Suzy.

“Baiklah”

“Ini tas siapa?” teriak Suzy

“Itu tasku, tadi Key memintaku untuk duduk dengan Myungsoo sebentar dan katanya dia ingin duduk denganmu hari ini saja” jawab Jiyeon

“Benarkan kataku”

“Darimana kau tahu” tanya Suzy penuh selidik

“Yeoja babo lihat gantungan kuncinya disana ada nama Jiyeon terpampang” Suzy mendengus kesal kemudian dia segera duduk dibangku Jiyeon. Semua mata terarah pada Key dan Suzy bergantian.

“Bicaralah sesuatu jangan menundukan wajahmu seperti itu” ucap Suzy malas. Key tak membalas ucapan Suzy namun malah menulis sesuatu dikertas. Mian

“Mian? Untuk apa?” Key menggeleng pelan. Suzy menelangkupkan tangannya pada wajah Key dan mengangkatnya pelan.

“Bwahahahahah mukamu hahahaha” Suzy terus mentertawakan Key yang terus menunduk kedalam.

“Suzy-ah wae” tanya Myungsoo khawatir.

“Aniyo tidak apa-apa hanya saja aku ingin tertawa”

“Kau membuatku khawatir” kesal Myungsoo. Jiyeon menatap mereka berdua dengan tatapan sendu.

“Jung Seonsaengnim datang”

Suzy POV

Rasanya perutku sudah kram karena mentertawakan Key dari tadi, kau tahu kenapa wajahnya itu sangat…hahaha,… merah hahaha….., entahlah aku tak tahu alasan mengapa mukanya semerah tomat begitu.

“Mian” ucapku pelan karena kali ini sedang pelajaran Jung seonsaengnim.

“Untuk?” tanyanya ragu, dia mengalihkan perhatiannya padaku dan kembali menunduk.

Apa wajahku seperti monster, sampai Key tidak berani menatapku, aku mengambil cermin dari balik tasku.

“Kau sudah cantik” aku tersentak dengan ucapannya tadi, dia baru saja memujiku, aku mengerjap mata berkali-kali hanya untuk memastikan namja yang ada didepanku adalah Key yang kukenal.

“Kau terlihat cantik walaupun sedang marah, kau tetap cantik ketika kau tidur, menangis dan kau sangat cantik jika tersenyum” aku kembali memasang wajah bodohku. Ah rasanya dunia ini berputar terlalu cepat.

“Suzy-ah saranghae”

“MWOOO” pekiku kaget.

“Suzy-ah, waeyo” tanya Jung Seonsaengnim.

“A…A….” sial disaat seperti ini kenapa harus gagap sih

“A apa aku, apel, anggur, anjing, andwae, angan, A apa” ini Seonsaengnim membuatku mati frustasi bukan A itu tapi A…Aku kaget.

“Aku hanya kaget saja Seonsaengnim tadi aku melihat hantu disana” ucapku seraya menujuk sudut ruangan dekat meja Jung seonsaengnim.

“Jangan membuatku takut” rasanya aku ingin tertawa melihat wajah Jung seonsaengnim ketakutan, jarang-jarang kan aku mengerjai seonsaengnim begini.

“Kau pasti mengerjainya saja kan?” tanya Yoseob yang duduk didepanku.

“Sssssstttttt jangan keras-keras” dia terkekeh pelan

Aku kembali menatap Key dengan penuh selidik, apa dia serius dengan ucapannya tadi.

“Kau serius?”

“Ne, aku sudah lama menyukaimu Suzy-ssi jadi maukah kau menjadi yeojaku” tangannya mengepal gemetaran aku yakin dia sedang mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mengutarakannya padaku.

“Mianhae, tapi aku tak menyukaimu?” aku tersenyum lembut kearahnya

“Arraso, tapi bolehkah aku menyukaimu diam-diam?”

“Itu hakmu Key” ucapku lembut sangat lembut.

Aku mengalihkan pandanganku pada Myungsoo. DEG kenapa rasanya hatiku sesak jantungku sakit sekali seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum.

“Apa ini” aku memegang dadaku perih, perih melihatnya tersenyum kearah Jiyeon bukankah dia bilang hanya akan menampilkan senyumnya pada orang yang terdekatnya saja begitu cepatkah Jiyeon dan Myungsoo berteman. Aku menunduk membiarkan air mataku menetes.

“Kenapa rasanya sakit sekali” gumamku pelan sangat pelan bahkan aku tak bersuara.

Yoseob POV

“Ne, aku sudah lama menyukaimu Suzy-ssi jadi maukah kau menjadi yeojaku” hatiku terasa sesak, kepalaku hampir pecah hanya dengan mendengarnya aku tak menyangka namja sependiam Key menyatakan perasaanya pada Suzy.

Tanpa terasa nafasku tercekat menunggu jawaban dari Suzy. Ayolah tolak dia Suzy tolak dia, aku mohon berikanlah aku kesempatan.

“Mianhae, tapi aku tak menyukaimu?” ucap Suzy lembut.

Aku menghela nafas lega, akhirnya kesempatan masih terpampang jelas didepanku, Suzy-ah tunggu aku. Tunggu sampai aku kuat menatap matamu lama tungu aku sampai keberanianku muncul. Aku mohon tunggu aku.

“Arraso, tapi bolehkah aku menyukaimu diam-diam?” Shitt sudah ditolak masih saja ngotot. Sepertinya aku harus melangkah dengan cepat kalau tidak dia bisa direbut Key ani bukan hanya Key tapi seluruh namja disekolah ini. Aku sering mendengar para namja membicarakan Suzy, mengagguminya bahkan ada yang mencintainya dan itu membuatku sangat mual.

“Itu hakmu Key” ucapnya lembut sangat lembut. Arrrgghhhh rasanya aku ingin mengatakan didepan Key untuk jangan menyukai Suzy lagi dan membawa Suzy ketempat yang terpencil hingga hanya aku dan Suzy disana.

“Suzy lagi” gumam Gikwang pelan

“NE” aku mengangguk lemah, rasanya lama-lama hatiku akan meledak kalau begini, selama ini aku sudah mencoba untuk bersabar melihat Myungsoo dan Suzy berdua terus ditambah lagi dengan Shin seonsaengnim. Apa mereka ingin membunuhku.

~~~~~~>.<~~~~~~

Author POV

Bel sekolah, sudah berbunyi waktunya untuk siswa SOPA  membereskan peralatan mereka dan pulang kerumah masing-masing.

“Myungsoo-ah, ayo kita ke Namsam Tower” ucap Suzy bersemangat sambil memegang lengan Myungsoo.

“Mianhae, tapi aku sudah janji dengan Jiyeon untuk menemaninya pergi ketoko buku. Bagimana kalau besok?” Suzy hanya tersenyum lemah menanggapinya, Myungsoo melepas tangan Suzy pelan dan berlari kearah Jiyeon

“Apa kau menyukainya?” gumam Suzy pelan.

“Sepertinya dulu aku salah mentertawakan Kyu Oppa karena ceritanya waktu itu. Apa ini karma?”

Suzy berjalan menyusuri koridor dengan malas, dia hanya ingin kembali lagi bersama Myungsoo seperti dulu tanpa kehadiran Jiyeon atau siapapun.

“Apa aku menyukaimu?” Suzy tertunduk banyak pikiran-pikiran aneh menggelayuti otaknya.

“Dia tak mungkin menyukai Jiyeon” ucap Suzy pelan.
Suzy telah sampai didepan gedung sekolahnya.

“Kalau didrama pasti sudah hujan”

BYURRRRRRRR, Suzy terkejut melihat hujan yang tiba-tiba datang. Dia teringat kalau dia sendiri tidak membawa payung transparan miliknya.

“Aku kan hanya bercanda” ucap Suzy kesal. Ketika Suzy benar-benar ingin menerobos hujan tak disangka ada yang menyenggol badannya dari belakang. Suzy menoleh sekilas betapa terkejutnya dia melihat Myungsoo berlari menutupi badannya dan Jiyeon dengan jaket yang dibelikan Suzy tempo hari.

“Apa ini mimpi, aku mohon siapapun bangunkan aku dari mimpiku”

“Neo” seseorang menepuk pundak Suzy pelan.

“Kau tak membawa payung?” tanya Yoseob ramah

“Ani”

“Kalau begitu ayo ikut aku” Yoseob menarik lengan Suzy untuk berdiri disampingnya tanpa meminta persetujuannya dari Suzy. Mereka berjalan beriringan ditengah derasnya hujan.

“Yoseob-ah” panggil Suzy bergetar, mereka telah sampai dihalte.

“Ne”

“Aku..aku” mata Suzy mulai berkaca-kaca, sebutir demi sebutir air mata jatuh membasahi pipinya. Yoseob sempat kaget dengan perubahan yang terjadi didiri Suzy namun ia segera memeluk Suzy. Mungkin hanya itu yang dapat dilakukan Yoseob untuk membuat Suzy lebih tenang.

“Aku tak tahu masalahmu tapi jika kau ingin menangis maka menangislah dipundaku” mendengar hal itu isakan Suzy semakin terdengar jelas.

Myungsoo POV

Menyebalkan kenapa hujan turun disaat aku akan mengajak Jiyeon berkeliling toko buku. Aku jadi teringat Suzy, dia pasti tidak membawa payungnya lalu bagaimana dia pulang. Haruskah aku kembali lagi kesekolah tapi bagaimana Jiyeon. Sudahlah hilangkan perasaan khawatirmu pada Suzy Kim Myungsoo, dia itu sudah besar bisa menjaga dirinya sendiri lagipula sekarang kau sedang berada didekat Jiyeon yeoja yang telah mengambil hatimu.

“Myungsoo-ah”

“Waeyo” ucapku selembut mungkin

“Aku kedinginan” kulihat Jiyeon menggigil kedinginan  berusaha menghangatkan badannya dengan kedua lengannya. Aku memakaikan jakutku padanya, mataku tertegun melihat ukiran L disamping baju bisbollku. Aku ingat bukankah ini jaket yang Suzy berikan padaku dan dia juga yang menjahit huruf L sampai tidak tidur semalaman karena rajutannya selalu salah.

“Kenapa Busnya belum datang juga, Myungsoo-ah bagaimana besok saja kita ketoko bukunya. Otthae?” aku mengangguk mengiyakan.

Kuedarkan pandanganku kekanan dan kekiri mencari bus yang akan datang namun bukan bus yang kudapat melainkan sepasang yeoja dan namja yang sedang berpelukan dalam tangis.

“Bukankah itu jepit rambut yang kuberikan pada Suzy” gumamku pelan.

“Kau mengatakan sesuatu Myungsoo-ah?”

“Ani, aniyo” ucapku mengelak.

Mungkin saja itu bukan Suzy, mungkin saja itu orang lain tapi bagimana mungkin itukan jepit rambut yang kubeli di Jepang dan sangat limited atau jangan-jangan dia benar. Hatiku terasa disambar petir melihatnya berpelukan dengan seorang namja yang sepertinya kukenal bukankah dia Yoseob teman sekelasku, Sial kau Yang Yoseob apa yang kau lakukan pada Suzyku apa kau membuatnya menangis. Awas saja kalau benar, hidupmu akan mati.

“Ayo pergi” tanganku menarik lengan Jiyeon kasar.

“Tapi bukankah, hari hujan”

“Terserah kau mau pergi atau tidak” ucapku dingin. Aku berlari menjauhi Suzy dan Yoseob.

“SIALLL” teriaku sekencang-kencangnya.

Aku memandangi sekelilingku tidak ada siapa-siapa. Ternyata Jiyeon tidak mengejarku, kalau Suzy pasti dia akan berlari mengejarku dan memeluku menenangkan.

“Apa yang terjadi padaku” gumamku pelan.

~~~~~~>.<~~~~~~

Jum’at 24 Agustus 2012

Suzy POV

Aku berangkat kesekolah seperti biasa hanya saja senyum tak menghiasi wajahku seperti biasa. Aku lelah untuk menangis, memang bengkak pada mataku tak terlalu besar tetapi tetap saja membuat mataku aneh.

“Suzy-ah” aku menoleh kebelakang ah, ternyata Yoseob.

“Kita kekelas bersama” aku mengangguk lemah mengiyakan.

“Kemarin kenapa kau menangis?”

“A..Aku,..emm hanya kelilipan” mana mungkin aku mengatakan yang sejujurnya, mengatakan jika aku menangis karena Myungsoo.

“Aku tahu kau bohong tapi jika kau tak ingin menceritakannya padaku tak apa”

“Aku akan selalu ada untukmu” sambungnya lagi

“Gomawo”

Aku berhenti tepat dibangkuku, aku melihatnya ragu. Hari ini aku ingin duduk dengan Myungsoo, kalaupun nanti dia mengusirku tak apa.

BUKKKKKK

Aku menatap asal kegaduhan itu, Omona apa yang kulihat baru saja membuat jantungku hampir copot. Seorang mumi dengan wajah yang sangat pucat meninju Yoseob sampai bibirnya robek mengeluarkan darah.

“Brengsek kau” umpat mumi ani dia bukan mumi dia Myungsoo, Kim Myungsoo.

“Yaa Kim Myungsoo apa yang kau lakukan” aku menghampiri Yoseob yang sedang terkapar dilantai.

“Cih, sepertinya aku melihat drama yang menjijikan” dia berjalan pergi meninggalkan kelas. Dia mengatakan drama yang menjijikan sebenarnya ada apa dengannya.

“Yoseob-ah, tunggu disini aku akan menyadarkannya” aku segera berlari mencari Myungsoo
Bodoh, Kim Myungsoo babo. Kenapa kau melakukan hal sebodoh ini, ada apa denganmu.

“Kemana namja babo itu pergi”

“Ah, bukankah jika ada masalah dia akan keatap gedung”

Aku segera berlari memutar arah menuju atap gedung sekolah. Bagus sekarang aku harus berlari setidaknya 3 lantai lagi untuk mencapai atap sekolah, dia benar-benar Menyusahkan.

“Hoshh…Hoshhh….Hosshhh” aku berhenti sebentar untuk mengatur nafasku yang hampir habis.

“Ada apa dengannya”

Dengan kaki jenjangku kulangkahkan kaki sepanjang-panjangnya dan secepat mungkin, setelah lelah berjalan akhirnya sampai juga.

“Awas saja kau namja babo”

“Ah, itu dia” aku berjalan mendekatinya namun seseorang telah sampai lebih dulu daripada aku.

“Nuguya” tanyaku pada diri sendiri. Mataku menyipit untuk melihat lebih jelas yeoja itu, bukankah dia.. dia yeoja monster itu untuk apa dia kemari. Ah aku lupa kekasihnya sedang terluka maka dari itu dia kemari pantas saja.

“Myungsoo-ah, sepertinya kau lebih membutuhkan Jiyeon daripada aku, Arraso”

Aku tahu apa yang kurasakan, tepat diulu hatiku yang terdalam tepat dipusat jantungku telah tertusuk duri besar yang membuatku tidak dapat bernafas dengan baik.

“Apakah aku cemburu?”

“Oppa, tolong aku, tolong bebaskan aku dari rasa sakit yang menyerbuku tiba-tiba. Kyu Oppa” aku menangis terduduk melihat Jiyeon memeluk Myungsoo erat sangat erat.

“Sepertinya aku datang ketempat yang salah. Aku harus pergi”

Myungsoo POV

Sial, sial. Kenapa Suzy malah membela namja brengsek itu seharusnya dia mengejarku tapi sedari tadi aku disini belum juga menemukan pipinya yang merah itu. Kenapa sakit sekali ketika aku membayangkan Suzy menolong Yoseob, ah itu pasti gara-gara aku tak terima sahabatku sendiri disakiti olehnya.

“Namja brengsek” umpatku kesal.

“Myungsoo-ah” apa itu Suzy, tetapi kenapa suaranya berbeda.

“Myungsoo-ah” kali ini aku berbalik dan mendapati Jiyeon sedang berdiri didepanku

“Kau sendiri?”

“Tentu saja memang siapa yang kau harapkan? Suzy?”

“Ani, ani mana mungkin aku mengharapkan yeoja babo sepertinya bukankah disini ada seorang bidadari” aishhh babo, Kim Myungsoo apa yang sedang kau katakan, kalau ingin menyatakan perasaanmu jangan disini, ditempat ini. Sangat tidak romantis.

“A..Aku?” tanya agak terbata, pipinya bersemu merah.

“Kyeopta” kataku spontan dan mencubit pipinya. Omona apa yang kau lakukan Kim Myungsoo, aku segera menarik tanganku dari wajahnya.

“Myungsoo-ah, kau pucat sekali” teriaknya khawatir. Bahkan Jiyeon teman yang baru kukenal khawatir padaku bagaimana mungkin orang yang telah berteman denganku selama 13 tahun sedikitpun tidak khawatir akan keadaanku. Kau telah berubah Bae Suzy apa karena seorang Yang Yoseob?

“Lebih baik kau pulang saja. Akan kuantarkan”

“Aniyo, kau tahu sebentar lagi pelajaran Ahn seonsaengnim dimulai. Dia namja paling galak, kajja” saat aku berdiri dapat kurasakan kepalaku yang berdenyut kencang dan pandanganku berputar-putar, keringat dingin mulai membasahi dahiku.

“Kau yakin?”

“Ne” ucapku meyakinkan

Jiyeon POV

Aku memapah tubuh Myungsoo yang lemah, sepertinya dia sakit. Hari ini adalah hari terbaiku, kau tahu Myungsoo namja yang terkenal dingin dapat beramah tamah denganku bahkan tadi dia mengataiku Kyeopta. Pasti wajahku sangat merah semerah delima.

Kim Myungsoo apa aku egois karena mencintaimu? Apa aku egois jika ingin memilikimu sepenuhnya? Aku tahu ada orang yang telah mencintaimu diam-diam dia adalah yeoja pencuri, Bae Suzy teman masa kecilku, apa tidak apa-apa jika merebutmu darinya?
Pertanyaan itu terus berkelebat dalam otaku disuatu sisi aku SANGAT mencintai Myungsoo disisi lain sahabatku harus terluka karena ini.

“Myungsoo-ah, aku..” aku menggantungkan kata-kataku. Apa aku harus bercerita tadi Suzy menangis karena melihat kau denganku.

“Apa aku boleh duduk denganmu?” mianhae Suzy-ah, mianhae. Aku tahu aku jahat padamu tapi aku terlalu mencintai Myungsoo, jeongmal Mianhae.

“Tentu saja, Ayo kita masuk” dapat kulihat Suzy sedang tertunduk dibangkunya, apakah aku harus setega ini.

“Suzy-ah” panggil Myungsoo dingin

“Waeyo?” Suzy mengangkat wajahnya dan tersenyum, aku tahu senyumnya senyum palsu.

“Jiyeon ingin duduk denganku. Jadi bisakah kau duduk dengan Yoseob”

“Arraso” Suzy beranjak dari tempat duduknya.

“Mianhaeyo” ucapku lirih.

“Tidak apa-apa” jawabnya lembut. Hatiku semakin sakit melihat dia begitu baik padaku setelah apa yang kulakukan. Yaa Park Jiyeon kau tidak boleh lemah, kau harus mendapatkan Myungsoo siapa tahu dibalik wajah polosnya tersimpan rencana liciknya.

Yoseob POV

Myungsoo babo, dia malah lebih memilih Jiyeon daripada Suzy, tapi tidak apa-apa dengan begitu aku dapat melihat wajahnya dari dekat.

“Yoseob-ah” panggilnya pelan

“Ne, waeyo?” tanyaku antusias.

“Apa aku boleh duduk denganmu sepertinya Key sakit dan Gikwang juga tidak ada”

“Silahkan” aku mempersilahkan Suzyku duduk disini, hahaha belum juga bertindak sudah memanggil Suzy dengan Suzyku. Aku memperhatikan wajahnya, dia sangat kacau matanya agak bengkak dan basah.

“Kau duduk disamping tembok biar aku yang duduk disini” dia hanya mengangguk dan bertukar posisi denganku. Aku hanya tidak ingin teman-temanku melihat Suzy dengan wajahnya yang sangat buruk.

“Suzy-ah kau kenapa?” tanya Kwangmin tiba-tiba, apalagi ini kenapa mereka berdua mengganggu momenku dengan Suzy.

“Gwenchana?” tanya Yeongmin

“Nan, Gwenchanayo Youngi, Kwangi” Suzy bahkan kau memanggil nama mereka dengan nama aneh, apa kau sudah sangat dekat dengan Jo twins yang menyebalkan ini.

“Yaa kau panggil mereka apa Youngi Kwangi, apa itu !! Namanya jelek sekali” protesku.

“Wae? Kau iri yah” goda Youngmin. Tentu saja aku iri dengan mereka berdua.

“Aniyo” jawabku ketus.

“Ah, Zy-ah dia iri” goda Kwangmin. Aishhh anak kembar menyebalkan.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita membuat nama panggilan juga untuk namja aegy ini”
Namja aegy, apa itu menjijikan memangnya aku seperti bayi.

“Yang Othhae?” tanya Kwangmin.

“Yaaa Kwangi-ah, kau ingin semua marga Yang menoleh padamu” protes Suzy kesal. Dia sudah kembali wajahnya sudah tak semurung tadi, ternyata kehadiran Jo twins ada gunanya juga.

“OB, otthae?” tanya Jieun ikut-ikutan.

“Yaa nanti dikira aku Office Boy, shirro” kali ini aku yang memprotes.

“Kau ini rewel sekali sih, bagaimana kalau namja aegy, aegy babo, rewel, namja cerewet, tukang iri” aku memajukan bibirku beberapa senti sebagai bentuk rasa kesalku, sudah kubilang aku ini bukan bayi.

“Hahaha, lihat dirimu itu seperti aegy” Jieun memprokasi teman-temanku.

“Bwahahahahahahahah” bahkan Dongwoon yang sedaritadi membaca buku ikut tertawa. (Dongwoon duduk didepan Yoseob)

“Berisik kau” aku menendang bangkunya.

“Yoseob, Yang Yoseob.. emmm….Sobie otthae?” kata Suzy tiba-tiba

“Setuju” ucapku, Jieun dan Kwangmin berbarengan.

“Shirro! Aku lebih suka memanggilnya aegy babo” ucap Youngmin sambil cekikikan. Dasar, Youngi memalukan

“Kalau aku?” Dongwoon ikut-ikutan.

“Wooni~ sikutu buku” ucap Jieun kesal,

“Setuju” teriak kami bersamaan.

“Aishhhh” umpat Dongwoon ani maksudku Wooni~ sikutu buku.

Suzy POV

Akhirnya aku dapat tersenyum senang walaupun rasa sakit ini masih membekas cukup dalam, kulirik Bear ice itu sudah lama aku tidak memanggilnya bear ice semenjak ia sering diledek teman-temannya dengan sebutan itu.

“Zy-ah, waeyo?” tanya Youngi.

“Aniyo, cepat kalian bubar sebelum Ahn seonsaengnim guru kedisiplinan kemari”

“Huh bilang saja mau mengusir kami” Kwangi mendengus kesal.

“Suzy-ah, gwenchana?” tanya Jieun pelan.

“Molla, kau pasti tahu apa yang kurasakan kan Ji eonni” aku tersenyum hambar kearah Jieun.

Selama pelajaran berlangsung aku tidak dapat berkosentrasi dengan baik mataku terus menoleh kearah Myungsoo, namja itu terus mengeluarkan keringat dingin dan wajahnya sangat pucat. Aku sudah tak tahan dengan semua ini, sejak kapan dia suka memaksakan dirinya.

“Ahn seonsaengnim” panggilku.

“Ne, waeyo Suzy-ssi?”

“Sepertinya Myungsoo sakit, apa boleh aku mengantarnya pulang?” Myungsoo, menoleh kearahku dan tersenyum, babo Kim Myungsoo babo.

“Baiklah, bawa juga tasmu mungkin Myungsoo membutuhkanmu jaga dia baik-baik” Ahn seonsaengnim kemudian menelepon seseorang yang kuyakini petugas sekolah.

“Cepat bawa Myungsoo kau akan diantar oleh Choi Seonsaengnim”

“Ne, gamsahamnida seonsaengnim” aku membungkuk untuk memberi hormat dan segera memapah Myungsoo.

“Sejak kapan kau suka memaksakan dirimu” bisiku.

“Kenapa kau berat sekali sih”keluhku. Choi Seonsaengnim segera memapah Myungsoo dan membawanya dalam mobil. Aku ikut masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Myungsoo tentunya.

“Gwenchana?” tanyaku memastikan. Dia hanya tersenyum lemah, kulihat keringat dingin meluncur entah sudah yang keberapa kalinya membasahi wajahnya. Dia menyandarkan kepalanya pada pundaku.

Dag…Digg….Dug…. Kuharap dia tak mendengarkan detakan jantungku yang sangat kacau ini. Aigoo ini sangat memalukan. Kulirik wajah Myungsoo yang tengah tertidur sungguh ia sangat tampan walaupun mukanya sepucat kertas namun kharisma prince tak luntur sedikitpun.

Tuhan dapatkah aku memeluknya, memandangi wajahnya tampannya sebagai orang yang dia cintai lebih dari segalanya.

Lima belas menit kemudian…………
Aku sudah hampir pingsan dibuat gugup olehnya.

“Obatnya sudah saya siapakan, Suzy-ah bisakah kutitipkan Myungsoo padamu kami berdua sedang sibuk”

“Tenang saja saem aku ini kan sahabatnya dari kecil” mereka berdua berpamitan pulang.
Kuamati ruangan kamarnya, tidak ada yang pernah berubah selau bersih dan rapih.

“Bukannya mengobatiku malah memandangi kamarku. Palliwa” masih sakit tetap saja membuatku kesal. Aku berlari kecil mengambilkannya air panas, air minum dan kain.

“Aku akan mengompresmu” aku mulai mencelupkan kainnya kedalam air kemudian menempelkannya pada dahi Myungsoo

“Suzy-ah kenapa kemarin kau menangis?”

“A..A. Aku…Darimana kau tahu” tanyaku

“Aku kemarin melihatmu, apakah kau disakiti oleh Yoseob?”

“Ani, aku hanya sedang bertengkar dengan Kyu Oppa” jawabku bohong bagaimana mungkin aku menjawab pertanyaannya dengan jujur.

“Oh lalu apa yang Key katakan padamu?”

“Dia bilang dia mencintaiku” jawabku jujur.

“Mwo lalu apa kau menerimanya” tanyanya setengah berteriak. Kenapa dia bertingkah berlebihan seperti itu aku kan hanya bilang kalau Key mencintaiku bukan bilang aku berpacaran dengan Key.

“Tentu saja tidak bagimana mungkin aku menyukai Key namja pendiam seperti itu” kataku sekenanya.

“Baguslah” gumamnya pelan namun masih terdengar jelas oleh telingaku. Apa dia cemburu padaku? Tuhan bolehkah aku sedikit berharap padanya.

“Makan ini, tadi Choi Saem yang membelikan bubur ini” aku menyuapinya dengan sabar.

1 jam kemudian……….
Tingnong Tingnong

“Tunggu sebentar” aku berlari membukakan pintu.

“Annyeonghaseyo” sapa teman-temanku serempak

“Kenapa kalian kemari? Bukankah sekarang bukan waktunya pulang?” tanyaku heran.

“Sekolah sedang mengadakan rapat besar-besaran jadi kami pulang lebih awal” Jiyeon menjelaskan.

“Lalu dimana Jieun?” aku tersadar diluar hanya ada Jo twins, Jiyeon dan Yoseob.

“Dia pergi ke Busan mengunjungi harabojinya” jawab Youngi

“Dimana Myungsoo? Apa dia sudah makan? Sudah minum obat?”

“Tentu saja Jiyeon” aku tersenyum tipis.

“Dimana kamarnya? kami semua datang untuk menjenguknya juga sekalian mengerjakan tugas dari Shin dan Ahn seonsaengnim” tanya Yoseob

“Disana” aku menunjuk kearah kamar Myungsoo berada.

“Boleh kami kesana?” tanya Jiyeon kemudian.

“Ne”

Mereka semua masuk kekamar Myungsoo mungkin kalau tidak ada Jiyeon aku bisa sedikit lega tapi kenyataannya sekarang ada Jiyeon runtuhlah sudah harapanku untuk dekat dengan Myungsoo.

“Annyeeong Myungsoo” sapa Jiyeon bersemangat

“Annyeong” sapa lainnya biasa saja.

“Bisakah kita cepat menyelesaikan tugasnya kami berdua akan mengunjungi paman kami di Jepang” kata Kwangi

“Memangnya tugasnya apa?” tanyaku heran

“Diisuruh untuk mengamati interaksi sosial kemudian menyimpulkannya. Kita akan memantau kegiatan jual beli dipasar dan akan memotretnya sebagai tanda atau bukti kemudian besok kita harus mempresentasikannya” jelas Yoseob.

“Lalu Myungsoo? Dia akan ditinggal sendirian?”

“Biarkan aku menjaganya” usul Jiyeon, aku memandang Myungsoo dan kau tahu jawabannya dia mengangguk tersenyum. Apakah kau begitu mencintai Jiyeon?

“Kajja” aku menggandeng tangan Yoseob dengan kesal. Apa Myungsoo tidak memikirkan betapa hancurnya perasaanku? Sampai kapan dia akan sadar bahwa aku mencintainya.

“Suzy-ah gwenchana? Mukamu pucat” tanya Kwangi

“Aku memang sedikit pusing” jawabku bohong.

“Kau boleh pulang, biar kami bertiga saja yang mengerjakannya” aku mengangguk pelan.

“Perlu kuantar?” Yoseob menahan tanganku lembut.

“Tidak perlu itu rumahku. Annyeong mianhae” aku segera berlari menuju rumahku sebelum air mataku mengalir deras.

Author POV

Suzy membuka pintu rumah dengan sedikit kasar.

“Waeyo” tanya Kyuhyun panik. Suzy hanya memandangi Oppanya dengan air mata terus mengalir.

“Oppa” panggil Suzy pelan

“Waeyo?” tanya Kyuhyun semakin panik.

“Tunggu, aku mematikan pspku dulu” sambung Kyuhyun lagi.

“Bagaimana mungkin dia lebih mementingkan pspnya dibanding dongsaengnya sendiri” cibir Suzy.

“Waeyo? Ceritakan semuanya pada Oppamu ini”

“A..A..” Kyuhyun memeluk tubuh dongsaengnya dengan erat ia tak begitu tahu masalah yang dihadapi dongsaengnya yang ia tahu sekarang dongsaengnya butuh pelukan seseorang untuk menenangkannya.

“Berbicaralah pelan-pelan”

“Oppa a..a.. aku men..mencintai Myungsoo, otthokae? Aku mencintainya lebih dari sahabat aku sangat mencintainya. Apa aku salah jika mencintainya dan menginginkannya” Suzy menjelaskan semua isi hatinya.

“Itu tidak salah. Apa Myungsoo juga mencintaimu?” tanya Kyuhyun sambil mengusap rambut dongsaengnya lembut.

“Molla. Setiap harapan kecil itu muncul pasti akan menutup lagi dengan cepatnya”

“Apa Myungsoo mencintai yeoja lain?”

“Mungkin, mungkin dia memang mencintai Jiyeon. Apa yang harus kulakuakan bisakah aku untuk melepasnya bisakah aku untuk itu Oppa?”

“Kau tidak berusaha menunjukan perasaanmu pada Myungsoo?”

“Aku terlalu takut Oppa, aku takut dia tidak mencintaiku aku takut jika dia hanya menganggapku hanya sebagai sahabatnya saja, aku takut jika dia tahu perasaanku maka dia akan menjauhiku” Suzy semakin terisak dalam dekapan Oppanya.

“Bukankah tidak ada salahnya membiarkannya tahu lagipula cinta tak harus memiliki bukan?”

“Mollayo Oppa, aku terlalu takut untuk itu”

“Arraso, besok cobalah perjelas perasaannya padamu”

“Aku akan mencobanya Oppa” Suzy terisak semakin kuat membayangkan Myungsoo akan meninggalkannya hanya demi Jiyeon, apakah dia dapat bernafas dengan benar melihat Myungsoo dekat dengan Jiyeon. Apakah ia akan sanggup untuk terus berdiri jika Myungsoo tak lagi menemaninya.

“Tapi jika Myungsoo menolaku aku akan pergi ke Jepang ketempat haraboji dan tinggal disana karena hatiku belum kuat melihat Myungsoo bersama yeoja lain”

“Oppa setuju denganmu” Kyuhyun terus memeluk Suzy, ia tahu persis apa yang dirasakan dongsaengnya.

~~~~~~>.<~~~~~~

Sabtu, 25 Agustus 2012

Hari ini Suzy mengajak Myungsoo pergi ke taman bermain anak-anak yang berada tak jauh dari kompleks rumah mereka.

“Dia lama sekali aku sudah menunggunya hampir satu jam penuh” Suzy melirik kembali arloji jam miliknya.

“Suzy-ah” panggil seseorang.

“Ne,” senyum Suzy kembali mengembang.

“Menungguku lama?” tanya Myungsoo

“Cih, sudah tau lama kenapa kau menanyakannya aku hampir pingsan menunggumu disini”

“Mianhae” Myungsoo segera duduk diayunan sebelah Suzy.

“Myungsoo-ah” panggil Suzy ragu

“Waeyo?”

“Emmm…Kau darimana? Kenapa telat” Suzy terus merutuki dirinya bukan itu yang ingin ditanyakannya.

“Tadi habis mengantar Jiyeon pulang” kata Myungsoo tersenyum

“Kau menyukainya?” tanya Suzy pelan

“Tentu saja dia yeoja yang menyenangkan, ramah dan baik” Suzy tersenyum pahit mendengar Myungsoo menceritakan Jiyeon dengan bersemangat.

“Lalu bagaimana perasaanmu padaku” tanya Suzy spontan, wajahnya menunduk menahan rasa sakit yang akan didengarnya.

“Tentu saja sebagai sahabat memangnya apalagi?” tanya Myungsoo bingung sambil

menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Syukurlah, aku kira kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu karena kau jarang sekali denganku sekarang” Myungsoo tersentak kaget mendengarnya.

“Kau cemburu yah” goda Myungsoo. Suzy hanya tersenyum mendengarnya, ia menatap kearah birunya langit berharap air matanya kembali masuk.

“Kau cemburu yah” goda Myungsoo lagi.

“Aniyo, mana mungkin aku cemburu padamu” ucap Suzy ketus seperti biasa, Myungsoo sedikit kecewa karena tidak melihat pipi Suzy yang merah merona seperti biasanya.

“Apa langit disana seindah langit disini” gumam Suzy pelan. Myungsoo mengernyitkan dahinya menandakan dia bingung.

“Myungsoo-ah” panggil Suzy, ia tersenyum hangat kearah Myungsoo

“Enngg” jawab Myungsoo

“Myungsoo-ah” panggil Suzy lagi

“Enggg”

“Myungsoo-ah” panggil Suzy yang ketiga kalinya.

“Waeyo” ucap Myungsoo kesal.

“Apakah aku bisa melihat wajah kesalmu, senyum indahmu, dan muka dinginmu. Apakah disana akan ada yang menggodaku hingga membuat pipiku memerah” batin Suzy

“Waeyo” ulang Myungsoo.

Suzy berdiri menghadap Myungsoo, berkali-kali Suzy menarik nafasnya dan membuangnya hanya untuk menenangkan dirinya.

CHUUU~~

Suzy mencium bibir Myungsoo cepat.

“Bila nantinya kau menangis, aku tidak bisa menghapus air matamu jadi aku menciummu sekarang agar kau tidak menangis” ucap Suzy lembut.

“Kau bicara apa?” tanya Myungsoo yang masih kaget.

“Aku hanya bercanda” tawa Suzy meledak tidak dia tidak sedang tertawa senang melainkan dia tertawa pedih sangat pedih. Dia mentertawakan dirinya sendiri, dirinya yang bodoh karena mencintai Myungsoo sahabat kecilnya.

“Jangan bodoh” Myungsoo langsung memeluk Suzy.

“Aku tahu, kau sedang menghibur dirimu sendiri, menangislah jika kau mau aku akan meminjamkan pundaku” air mata yang sedari tadi Suzy tahan menyeruak keluar secara paksa.

“Aku tak tahu apa masalahmu tapi akan kupastikan kau akan tersenyum senang setelah ini” ucap Myungsoo sambil memeluk erat Suzy.

“Gomawo” ucap Suzy ditengah isakannya.

“Uljmma, kau tahu pipimu semakin merah jika menangis jadi berhentilah menangis. Pipimu hanya boleh merah jika ku goda” Myungsoo melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Suzy yang terus berjatuhan.

“Uljimma”

Myungsoo mendekatkan wajahnya kearah Suzy seperti yang dilakukannya saat pertama kali melihat Suzy menangis.

CHUUU~~

“Ayo kita membeli eskrim” Myungsoo menarik lengan Suzy pelan menghampiri kedai eskrim. Tak henti-hentinya senyum merekah diwajah Suzy dan pipinya aigoo sudah merah seperti kepiting rebus.

“Aku tahu kau menciumku hanya sebagai sahabat tak lebih dari itu, jadi bukankah aku tak pantas untuk bahagia” batin Suzy

“Agasshi kami memesan satu mangkuk eskrim rasa coklat dan satu eskrim rasa strowberry” kata Myungsoo pada pelayan.

“Ne, tunggu sebentar” keduanya tersenyum kepada pelayan tadi.

“Apa yang terjadi denganmu? Apa karena Yoseob?” tanya Myungsoo

“Aniyo, Sobie tidak melakukan apapun padaku. Dia sangat baik”

“Sobie?” tanya Myungsoo dengan mimik jijik.

“Bisakah kau hanya melihatku Suzy, bisakah itu terjadi” batin Myungsoo

“Ne, aku, Jieun,Kwangmin dan Dongwoon menyebutnya sobie” jelas Suzy.

“Lalu Yeongmin?”

“Dia memanggil Yoseob dengan sebutan aegy babo. Karena katanya dia mirip bayi” Suzy tersenyum kecil mengingat pertengkaran Yoseob dan Yeongmin.

“Segitu bahagianya kau bersama Yoseob” batin Myungsoo lagi.

“Ini pesanan anda satu eskrim coklat dan eskrim strowberry” ucap Pelayan memecahkan lamunan Myungsoo.

“Mari makan” ucap Suzy bersemangat bagaimana tidak ini hari terakhir yang dia dapat habiskan dengan Myungsoo karena besok dia sudah akan pergi ke Jepang bersama Appanya, eomma dan Kyuhyun tidak pergi.

SHINee’s back, SHINee’s backSHINee’s back back back back back

Suara ponsel Myungsoo berdering menandakan ada panggilan.

“Yeoboseyo, waeyo Jiyeon-ah” salam Myungsoo. Senyum Suzy seketika hilang mendengar nama Jiyeon disebutkan.

“……………………..”

“Kau ingin bertemu? Sekarang? Keunde..”

“………………………”

“Kau ingin mengatakan sesuatu? Apa ini penting”

“………………………….”

“Arraso, aku akan kesana. Kau dimana?”

“…………………………”

“ Arraso tunggu aku sebentar” Myungsoo mengakhiri percakapannya dan memandang Suzy dengan wajah memelas.

“Bisakah kau menolaknya, aku ingin bersamamu satu hari ini” kata Suzy lemah.

“Mianhae, Suzy-ah kali ini tak bisa aku harus segera kesana. Aku janji akan berjalan-jalan denganmu besok dan mentraktirmu aku janji. Oke”

“Arraso, pergilah” Suzy kembali memasang senyum palsunya. Myungsoo berlari sekencang yang ia bisa, dia tidak ingin menunggu bidadarinya menunggu lama.

“Besok? Bisakah kau menepati janjimu kau bahkan belum menepati janjimu menemaniku ke Namsam Tower” Suzy tertawa hambar. Dia segera membayar eskrim dan pergi.

“Kemana aku akan pergi” tetesan air mata terus menuruni pipinya yang bersih.

“Mungkin lebih baik ketaman Kota, tempat terakhir yang aku kunjungi bersama Myungsoo” Suzy menaiki bus ketaman kota, dia duduk tepat ditempat duduk yang dia duduki dulu bersama Myungsoo.

“Tidak ada yang membangunkanku lagi, sebaiknya aku harus tetap terjaga” aku memasang headsetku pada kedua telingaku.

niga useojul ttaemada  (Setiap kali aku melihatmu,)
jogeumssik, nae ane jogeumssik   (Setiap kali kau tersenyum untukku)
neol hyanghan maeumi jaradeoni   (Sedikit demi sedikit,)
ijeneun neol saenggakhamyeon   (Perasaan ku untukmu tumbuh)
ni moseubeul tteoollimyeon   (Ketika aku berpikir tentangmu sekarang,)
jakkuman, dugeundaeneun   (Ketika aku menggambarmu,)
nae simjangeun meomchuljul molla   (jantung ku berdetak aku tidak tahu bagaimana untuk menghentikan)
deo isang gamchul su   (Aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ku lagi)
eomneun naemam jeonbu da jugo sipeo   (Aku ingin memberikan itu semua untuk mu)

Suzy menyanyikan lagu Can’t I love You vers. Sohyun ft IU. Dia berhenti sebentar tersenyum getir kemudian melanjutkan nyanyiannya yang tertunda.

hangsang gyeoteseo (ni yeopeseo)   (Aku selalu dekat dengan mu)
neol sarang hamyeon andoelkka   (Tidak bisakah aku mencintaimu?)
nuguboda neoreul jikigo   (Ini hati yang ingin melindungi mu lebih dari orang lain,)
sipeun mam badajuandoelkka   (Dapatkah kau menerimanya?)
neoui mamsoge (gaseumsoge)  (Untuk menjadi salah satu yang ada di dalam hatimu (dalam hatimu),)
naega isseumyeon andoelkka   (Tidak saya bisa itu?)
neoege gajang sojunghan sarami   (Untuk menjadi orang yang paling penting dalam hidup mu,)
doego sipeo eoseo nae mameul badajwo   (Adalah apa yang saya inginkan,)
(Mian, kalo salah penempatan artinya tapi kurang lebih seperti itulah artinya)

 

Satu jam sudah berlalu, Suzy sudah sampai ditaman kota. Dia berdiri tepat ditempat yang ia kunjungi saat piknik.

“Sayang pohon sakuranya tidak berguguran lagi”

“Myungsoo-ah” panggil seseorang. Suzy membelalakan matanya mencari sumber suara. Matanya mencari sosok Myungsoo dimana-mana tapi nihil ia tidak bisa menemukan siapa-siapa.

“Myungsoo-ah” suara yeoja terus berkumandang ditelinga Suzy. Ia mencoba mendekati asal nya.

JEDDDDDERRRRRRRRR

Bagaikan disambar petir, ia terkejut melihat Jiyeon dengan Myungsoo duduk bersama.

“Myungsoo-ah, saranghae jeongmal sarangheyo”

Kepala Suzy berdenyut-denyut tak karuan, tiba-tiba matanya kabur ia mengerjap beberapa kali. Tes..Tes..Tes.. Air matanya memberontak keluar.

“Maukah kau menjadi namjachinguku” sambung Jiyeon. Kali ini Suzy tak bisa berpikir dengan jernih, hatinya sudah terlanjur sakit karena ini.

“Aku harus pergi” Suzy berlari sekencang yang ia mampu.

“Mana busnya” ucap Suzy sambil terisak. Tak beberapa lama busnya datang, Suzy segera naik. Ia benar-benar ingin melupakan apa yang baru saja dilihatnya.

~~~~~~>.<~~~~~~

Minggu 26 Agustus 2012 Bandara Incheon, pukul 10.00 KST.

“Suzy-ah kau yakin” tanya Kyuhyun memastikan.

“Ne, gomayo Oppa selama ini sudah membantuku. Oh iya berikan ini pada Kwangmin, Yeongmin, Jiyeon, Jieun, Key dan Yoseob. Mereka pasti sangat marah karena aku belum berpamitan” Suzy memberikan sebuah gantungan handphone aneka bentuk, dibelakang bertuliskan ‘Zy’.

“Dan ini untuk Myungsoo” Suzy memberikan sebuah bantal berbentuk kepala kelinci gendut yang terbungkus kotak berwarna biru laut pada Oppanya.

“Bilang pada Myungsoo jika dia sedang menangis dia boleh mencubit pipi boneka ini dan bilang padanya ‘anggap saja ini aku, maka dia tak akan pernah sendiri” Suzy tersenyum getir memberikan sebuah kotak besar berwarna biru laut.

“Oppa apa aku boleh jujur padamu tapi janji kau tak akan memarahiku” tanya Suzy ragu.

“Ceritakanlah aku tak akan marah”

“A…a..Aku yang telah memecahkan mug Oppa dari Seohyun eonni” Suzy segera bersembunyi dibalik tubuh Seohyun.

“Yaaa dongsaeng nakal” ucap Kyuhyun agak marah.

“Sudahlah, lagi pula dia sudah mengaku” bela Seohyun. Suzy yang bersembunyi dibalik tubuh Seohyun tertawa senang.

“Kau lihat senyum evilnya itu cih benar benar”

“Aku tidak melihat ada aura evilnya dibalik wajah polosnya” bela Seohyun lagi.

“Malaikat bermuka dua” umpat Kyuhyun kesal karena Seohyun terus membela Suzy.

“Aigoo, masih sempat bertengkar” ucap eomma Suzy.

“Kyuhyun Oppa, kau berhutang mian dariku karena sudah mengejeku. Annyeong eomma, Seo unni dan Gamkyu oppa. Aku berdoa agar psp Oppa rusak. Annyeong . Kajja appa” pamit Suzy.

“Mau pergi masih saja membuatku marah” ucap Kyuhyun dengan muka dibuat-buat.

“Suzy-ah” panggil seseorang. Suzy segera berbalik dengan senang namun langsung cemberut begitu melihat yang memanggilnya Kyuhyun bukan Myungsoo.

“Waeyo? Berharap Myungsoo menahanmu?” goda Kyuhyun .

“Berhentilah menggodaku, Oppa. Apa maumu?”

“Bolehkah aku meminjam Diarymu?” Suzy membulatkan matanya kemudian menggeleng cepat.

“Aku yang menyuruhnya Suzy-ah, aku ingin memperdalam perasaan manusia. Kautahu kan aku kuliah dibidang psikolog” kata Seohyun lembut.

Suzy tampak berpikir namun akhirnya luluh oleh senyuman Seohyun. Pantas saja Kyu Oppa sangat mencintai Seo eonni pikir Suzy.

“Jaga baik-baik eonni dan jangan biarkan Kyu Oppa membacanya”

“Ne. Annyeong” Seohyun melambaikan tangannya.

Kyuhyun POV

Kami meninggalkan bandara karena pesawat yang ditumpangi Suzy dan appa sudah lepas landas. Pasti dipesawat,  Suzy sedang menangis tersedu-sedu. Dasar yeoja cengeng.

“Ini diarynya” Seohyun memberikanku diary biru muda milik Suzy. Ah, aku ingat bukankah ini diary dari Myungsoo, hadiah untuk Suzy disaat Suzy berumur 15 tahun. Aku mengintip sedikit bukunya.

“Suzy akan marah jika kau baca isi buku diarynya” cegah Seohyun.

“Aku hanya akan membacanya sedikit saja” aku memohon pada Seohyun.

“Tidak Bisa” kata Seohyun tegas. Kalau sudah begini aku hanya dapat menurut padanya.

“Apa keputusanku tepat”

“Ne, dia berhak tahu perasaan Suzy” aku menghela nafas panjang, menyemangati diriku.

Tak terasa kami sudah berada dirumah. Aku turun dari mobil yang kutumpangi bersama Seohyun, eomma, dan supir pribadi tentunya. Aku melihat seorang namja membawa bunga mawar berwarna merah sedang duduk diteras rumahku.

“Nuguya?” tanyaku pada eomma.

“Molla, temannya Suzy mungkin” jawab eomma. Aku mendekati namja itu.

“Bukankah itu Myungsoo, Kim Myungsoo” pekiku kaget. Eomma dan Seo juga ikut kaget mendengarnya.

“Ada apa dia kemari?” tanya Seohyun bingung

“Pasti dia tidak berpamitan pada Myungsoo” Eomma menghela nafas panjang.

“Myungsoo-ah” panggilku.

“Hyung. Kyuhyun Hyung, dimana Suzy?” tanyanya bersemangat

“Untuk apa kau mencarinya”

“Aku baru menyadarinya, aku ingin menyatakan perasaanku padanya” Aku tersenyum pahit mendengarnya, dongsaengku yang babo. Dia salah paham rupanya.

“Ige” aku memberikan Diary Suzy padanya.

Myungsoo POV

Hari ini, kuputuskan perasaanku. Baru kusadari bahwa aku sangat mencintai Suzy lebih dari seorang sahabat.

Flasback…….

“Maukah kau menjadi namjachinguku” tanya Jiyeon mantap. Hatiku kembali bimbang, kenapa hatiku begitu berat untuk mengatakan ‘iya’ bukankah aku mencintainya sejak pertama kali bertemu. Aku mulai merasakan dadaku tak ada tanda-tanda jantungku bergemuruh atau berdetak dengan kencang seperti biasa.

“Jiyeon-ah” panggilku ragu. Aku menatap matanya intens tak ada perubahan dengan jantungku.

“Mianhae” ucapku akhirnya.

“Arraso, aku tahu kau tidak mencintaiku mungkin kau mencintai yeoja lain” ucapnya sedikit bergetar.

“Sepertinya kau mencintai Suzy”

“Mwoo” pekiku keras, bagaimana mungkin aku menyukai Suzy walaupun memang akhir-akhir ini jantungku bergemuruh jika didekatnya apalagi saat kami berciuman tapi bukankah itu hanya rasa terkejut karena dia tiba-tiba menciumku.

“Apa kau tak pernah sadar akan perasaanmu. Kau selalu memandang Yoseob sinis ketika Suzy sedang berada didekatnya dan aku juga sering memergokimu mencuri pandang kearah Suzy. Apa itu bukan namanya cinta. Aku yakin jika dadamu bergemuruh saat didekat Suzy”

“Keunde”

“Pergilah. Suzy menunggumu” ucapnya sambil tersenyum dan pergi meninggalkanku.

Flasback end…….

Semalaman aku memikirkannya,memikirkan perasaanku padanya. Untuk itulah aku kemari, disini menunggu Suzy. Lima belas menit aku menunggu tak ada tanda-tanda dia akan datang rumahnya pun sunyi senyap padahal biasanya terdengar suara  gaduh karena pertengkaran Kyuhyun hyung dan Suzy.

“Myungsoo-ah” panggil seseorang. Aku segera berbalik dan mendapati Kyu hyung, eomma dan yeojachingu Kyu hyung.

“Hyung. Kyuhyun Hyung, dimana Suzy?” tanyaku bersemangat.

“Untuk apa kau mencarinya?” kenapa dia bertanya begitu tak biasanya

“Aku baru menyadarinya, aku ingin menyatakan perasaanku padanya” Biar saja Kyuhyun hyung mengolok-ngoloku nantinya. Aku sudah siap jawabannya.

“Ige” dia menyerahkan buku merah muda, bukankah ini diary Suzy yang kubelikan untuk hadiah ulang tahunnya dan dia juga memberikan sebuah kotak yang cukup besar

Aku menatap Kyuhyun hyung dengan tatapan bingung, dia tersenyum kearahku dan menepuk pundaku pelan.

Aku semakin penasaran dengan apa yang dilakukan kyuhyun hyung, tanpa diperintah aku sudah membaca buku Diarynya yang terakhir.

Minggu, 26 Agustus 2012..
Aku menulisnya saat diperjalanan menuju bandara Incheon. Sebenarnya berat meninggalkan teman-temanku apalagi Myungsoo namja yang berada didekatku selama 13 tahun, rasanya aku ingin mati ketika memikirkannya. Sebelum aku pergi nanti aku ingin memberikan gantungan Handphone untuk teman-temanku yang kupesan langsung dari Jepang dan sebuah boneka kepala kelinci untuk Myungsoo, dia bilang aku ini mirip kelinci apalagi gigiku yang besar-besar ditambah lagi dengan pipiku yang chubby. Aku hanya ingin jika ia merindukan aku dia akan mencubit pipi bonekanya. Myungsoo-ah, anggaplah itu aku maka kau akan melihat wajahku merah merona karena digoda olehmu.

Hatiku terasa sakit membacanya, mianhae Suzy-ah aku terlalu egois. Egois karena mengingankanmu dan Jiyeon disaat bersamaan tanpa tahu perasaanmu yang sesungguhnya. Aku kembali membacanya secara acak.

Senin, 4 Juni 2012 (Insiden pembully-an Myungsoo)
Myungsoo semakin dijauhi oleh teman-temannya hatiku sakit melihatnya murung seperti itu. Aku seperti merasa sahabat yang buruk untuknya. Hatiku semakin sakit mengetahui sikap teman-temanku yang kejam terhadapnya. Saat itu istirahat kami ingin pergi kekantin tetapi ditengah jalan kami dihadang oleh Sunbae-sunbae, aku tak tahu siapa mereka yang aku tahu hanya mereka membawa Myungsoo dengan paksa, aku mencoba mengejarnya namun langsung dihadang oleh Joon Sunbae tanpa pikir panjang kutinju wajahnya ini pertama kalinya aku memukul seorang namja jadinya tanganku jadi sedikit sakit. Untunglah eommaku memberi makanku banyak sehingga Joon terkapar oleh pukulanku. Aku berlari sekencang mungkin..kencang sekali. saat sampai dilapangan belakang sekolah aku terkejut melihat Myungsoo dilempari telur oleh banyak sekali siswa tanpa pikir panjang aku memeluk Myungsoo sehingga yang terkena lemparannya itu aku (kayak dream high) setelah telurnya habis kucaci maki mereka bahkan ada 3 bukan 6 orang yeoja menangis karena kata-kataku.

Bukankah ini kejadian saat semua siswa tahu keadaan appaku. Hatiku kembali perih, kenapa selama ini aku bodoh. Bodoh karena, terus membiarkannya menderita dan menaanggung beban berat.

Jum’at, 22 Juni 2012 (Insiden pembully-an Myungsoo)
Kali ini Myungsoo tidak masuk sekolah, huh untung saja. Aku tidak ingin dia menderita lagi. Pelajaran disekolah seperti biasa tak ada yang berbeda hanya saja ketika aku pulang aku dihadang oleh 5 orang yeoja dan memperingatkanku untuk menjauhi Myungsoo. Dengan keras aku mengatakan tak akan pernah menjauhinya karena dia sahabatku, mereka malah menjambak rambutku dan mendorongku sampai lututku terluka, aku memang tak pandai berkelahi tapi ingat aku mempunyai lidah yang tajam begitu kucaci maki mereka kabur entah kemana.

“Babo, kenapa dia tak mengatakannya padaku”

Sabtu, 23 Juni 2012 (Insiden pembully-an Myungsoo)
Myungsoo berangkat sekolah, hatiku kembali senang namun disatu sisi aku takut mereka akan menyakiti Myungsoo lagi. Dia bertanya kenapa aku berjalan pincang  dan aku hanya menjawab bahwa aku terjatuh dari sepeda kemarin karena terlalu kencang saat mengendarainya huftt untunglah dia percaya. Saat sore hari aku menemukan sebuah kotak yang ditunjukan untuku saat kubuka jantungku hampir berhenti berdetak karena isinya sebuah boneka dari jerami yang dipasangi fotoku dan paku yang tertancap difotoku dan dilumuri oleh darah segar.

“Suzy-ah, Mianhae…Mianhae” ucapku sedikit serak. Aku tak tahan jika harus ada seorang yeoja yang terluka gara-gara aku. Aku menghentikan membaca buku diary Suzy dan membukanya pada bagian akhir.

Entah sekarang hari dan tanggal berapa aku malas mencatatnya..
Hari ini Jiyeon duduk dengan Myungsoo, ah mereka terlihat akrab sangat akrab. Entah kenapa hatiku ikut bergetar melihat mereka berdua, rasanya seperti ditusuk ribuan jarum sakit sekali, apalagi Myungsoo sempat menunda janjinya karena Jiyeon. Tidak bisakah dia melihatku bukan sebagai teman? Molla, esoknya Myungsoo bertingkah aneh, dia memukuli Sobie sampai bibirnya mengeluarkan darah dan pergi entah kemana ketika aku mengejarnya disana sudah ada Jiyeon yang menemaninya. Sabar Suzy, kau hanya tinggal memejamkan matamu dan melepaskan Myungsoo secara pelan-pelan. Cukup disini, aku lelah mengingat kejadiannya aku lelah sangat lelah untuk mencintaimu Myungsoo, aku tahu kenapa kau pergi meninggalkanku disaat hari terakhirku bersamamu aku tahu kenapa kau begitu perhatian terhadap Jiyeon. Karena kau menyukainya, karena dia baik untukmu tapi bolehkah aku menyukaimu diam-diam seperti kata Key. Myungsoo-ah Saranghae ..

“Nado, Nado saranghae Suzy-ah” Aku menangis tertunduk memeluk boneka dan diary pemberian Suzy.

Sore ini, sangat dingin sedingin hatiku yang belum pernah tersentuh cintamu. Maaf jika aku egois tapi bolehkah aku untuk Menunggumu? Walau aku benci kata menunggu tapi untukmu aku akan setia pada kata itu. Kembalilah dalam pelukanku Suzy-ah,,

THE END

Mian kalau Ffnya aneh dan sangat abal-abal. Dan terima kasih sudah 

41 thoughts on “[ Freelance ] Can’t i love you ? *part 2* -end-

  1. ini….udah end?? Serius?? Yaampun thor…ini kenapa jadi sad ending padahal ceritanya daebak loh T.T
    Nggak mau tau pokoknya hrs ada sekuel nya yah thor.. Yah.. Yah… *maksa* #PLAK!
    Over all aku suka ffnya.. feel nya dapet. Kerenlah.. Tapi lebih keren lagi kalo ada sekuelnya *tetep*😀

  2. FF’y Daebak

    Tapi !!!

    Kya Chingu,…
    Knpa ngk Happy EndinG aja, kok jdi Sad End Si,

    JebbaL
    SekueL’y yach,…
    Harus ada SekueL, nde Chingu,…
    FightinG, MyungZy hrus Bersatu.

  3. INI BENER” GANTUNG THOR, BUTUH SEQUEL BUTUH SANGAT, maap caps jebol-_-, authornya sukses bikin nangis, maap thor aku gak koment part 1disini tapi aku baca di ifk mian thor *bow* sumpah ffnya amazing lah buat sadnya

  4. SAD ENDING!! T_T
    aaaaa… sedih.. biarpun feel nya sedikit kurang dapet tapi seru koo… biarpun sad ending…
    ditunggu ff lainnya..🙂

  5. Aigoo
    MyungZy belum jadian ko udah END ??? Author bikin lanjutannya ya atau sequel ‘y aja dech #cerewet amat ni reader🙂

    jiyeon baguslahkau menyadari kalau kau tak pantas untuk myungsoo . Hanya suzy BAE SUZY yang pantas untuk myungsoo #maksa amat
    Hwaiting MyungZy🙂

  6. huhuhuh Daebak chingu TT mrebes mili Q baca ini
    arghhh gara2 salh paham nih jadi gni sih TT
    Chinggu sequel dong bikin suzy balik dan myunsoo nyelesaiin salh paham ini

  7. Keren..keren😀
    feel’a dpt bgt ^^
    Myungsoo oppa nyebelin bgt -_- kasian Suzy unni😦
    End’a gntung bgt thor, buatin sequel’a donk..heheh

    Sequel..sequel🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s