Marriage *part 5*

Title : Marriage
Author :Ananda Yune Main Cast :

  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim Jong In (EXO-k )

Genre : Romace, Comedy, and marriedlife

Length : Chapter

Anyeonggggg *waves my hands* mian mian banget uda sebulan lebih ga di post FF ga jelas dan aneh banget ini. entah, alurnya kaenya jelek, terus critanya semakin ga nyambung aja -author ga beres- tapi seperti janjiku, aku bakal finalin kok.

sebenernya minggi kemaren mau post, tapi ga bisa OL pc, seminggu juga ga bisa OL pc gara-gara ulangan. miannn. this’s kaizy momment for all readers. thanks for waiting for weird fanfict. RCL ya ? :))

Author’s POV

“cepatlah sedikit… dasar yeoja” omel  jong in saat ia menyadari  suzy yang tidak ada di sampingnya. Suzy sedang menurunkan semua koper miliknya. Seminggu berada di pulau jeju memerlukan pakaian yang cukup banyak, terlebih lagi dia wanita yang menjaga tata busananya.

“tunggu sebentar. Tidak bisakah kau membantuku? Ini cukup merepotkan”  teriak suzy seraya menyelampirkan tas kecilnya di bahunya yang terekspos keputihannya. Suzy memakai kemeja pink tanpa lengan dan short pants berwarna hitam dengan sneakers berwarna abu-abu dengan rambut dikuncir sembarang. dari penampilannya sekarang, orang-orang di sekitarnya dapat mengartikan bahwa dia seorang gadis tomboy, bukan seorang istri yang baru saja menikah.

Jong in memakai headphone-nya, dengan santainya berjalan ke arah kedai kopi. “aku tidak dapat mendengar ucapanmu” ucap jong in seraya mengantri.

“dasar namja menyebalkan. Ini sungguh merepotkan” eluh suzy yang mencoba mendorong 2 kopernya secara bersamaan.

Secara perlahan-lahan suzy berjalan dengan tangan yang penuh dengan kopernya itu. Ia berjalan menuju kedai kopi yang di datangi jong in itu. Baru saja ia duduk di salah satu bangku, jong in menepuk pundaknya.

“kapan keberangkatan ke jeju ?” tanya jong in seraya menyeruput kopinya, tanpa melihat kondisi suzy.

“eum? Jam 10:30” jawab suzy pelan lalu menelan ludahnya . ia juga ingin kopi.

“10:30 ?” tanya jong in memastikan. Suzy hanya menagguk sekali dan mengeluarkan dompetnya, bermaksud mengambil uang untuk membeli kopi.

“sekarang pukul 10:15. Cepat ambil semua kopermu. Kita harus ke gerbang ke berangkatan. Kenapa kau baru bilang sekarang. Aishhh” erang jong in seraya berbalik dan mendorong kopernya tanpa melihat suzy yang sukses diam merutuki nasib buruknya.

Suzy mengembuskan nafasnya, dan berdiri mendorong semua kopernya dengan sabar. “kau harus kuat bae suzy” ucapnya memberi semangat pada dirinya sendiri. Ini baru permulaan. Permulaan kehancuran dari kenyamanan hidup yang selama ini di jalaninya. Dia tidak boleh kalah dari namja malas yang seenaknya sendiri itu, namja yang sekaligus menjabat sebagai suaminya itu. Ia harus selalu ingat itu. Her husband.

“kau! Aish..” jong in berjalan ke arah suzy yang berada jauh di belakangnya. Dia ambilnya koper yang paling besar dari tangan istrinya itu. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, jong in berbalik dan berjalan mendahului suzy. Suzy tersenyum penuh kemanangan dan berjalan menyusul jong in berusaha menyamai langkah cepat suamianya itu.

***********

Jong in membuka matanya. Dipijatnya pelipis kepalanya akibata rasa pusing yang dialaminya. Ia menoleh ke arah suzy yang sedang membaca buku, lebih tepatnya sebuah novel.

“kau.. punya sesuatu yang dingin ?” tanya jong in dengan suara seraknya. Suzy menoleh dan menatap jong in aneh.

“kenapa dengan rambutmu ? kenapa berantakan ? kau daritadi tidur?” tanya suzy seraya mencari minuman di tas kecilnya.

“tertidur. Apakah masih lama?” suzy menyodorkan minuman dingin penambah ion tubuh ke arah jong in. Jong in menerimanya dan meminumnya dengan cepat.

Suzy menggeleng pelan “aku tidak tahu.” Ia manatap jong in yang masih sibuk dengan minumannya itu. “baiklah.. jika sudah sampai, bangunkan aku lagi” pinta jong in seraya mengembalikan botol kosong itu kepada istrinya. Suzy hanya menatap jong in datar. “menyebalkan” ucap suzy pelan, nyaris tidak ada suara yang keluar.

Suzy menahan amarahnya melalui noval yang di pegangnya. Diremas kuat-kuat novel yang baru dibelinya kemarin itu. Bibirnya berkomat-kamit entah apa yang dikatakan, tetapi matanya memancarkan amarah yang besar. Diliriknya jong in tajam lalu mendengus pelan, menatap korea dari jendala pesawat. Satu persatu lembar kertas novelnya itupun robek dan tidak berbentuk lagi “ucapan terima kasihpun tidak ada. Tidak tahu sopan santun!!”

*********

Suzy kembali menendang kaki jong in, ia masih kesal dengan ‘kesopanan’ jong in tadi. “ya! Ireona. Kita sudah sampai” ucap suzy dan menendang kaki jong in cukup keras.

“YA! Bisakah kau sopan sedikit?” tanya jong in yang masih menutup matanya itu.  suzy memberikan padangan -Sopan? Memangnya kau sopan ?- pada jong in

“cepat bangun. Kita sudah sampai” tanpa membalas ucapan jong in, ia merapikan semua barang-barang yang dikeluarkannya untuk mencegah bosan selama di pesawat. “cepat rapikan semua barangmu. Semakin cepat kita sampai ke hotel semakin baik” lalu suzy berdiri dan berjalan ke arah ‘exit’. Jong in hanya menatap punggung suzy datar “dasar.. yeoja aneh. Kenapa aku harus menikah dengannya”

***********

Suzy menghempaskan badannya di atas kasur empuk ukuran big itu. dipeluknya guling yang berada tepat di sebelahnya “lelah sekali” racaunya pelan, tanpa ada niat untuk memulai percakapan dengan jong in yang sedang duduk di tepi ranjang.

“lebih baik kau keluar sekarang” perintah jong in seraya melepas sepatunya. Suzy menoleh “waeyo?”

“koper-koper besarmu masih ada di dalam taxi. Kau tidak ingin mengambilnya ? jika tidak juga tidak apa-apa, kau tidak memiliki baju ganti selama di sini.” Terang jong in tanpa menunjukan rasa bersalah sedikitpun. Walaupun ini bukan  salahnya, sebagai suami ia harus mengambil semua barang istrinya, bukannya begitu ?

“MWOO? Kau tidak mengambilkannya untukku ?” tanya suzy kaget. Jong in menoleh ke arah suzy “kenapa harus aku?”

Suzy mendengus pelan, dan melemparkan guling empuknya ke arah jong in sekaras yang ia bisa. Namja tidak berperasaan. Dengan cepat suzy berlari ke arah taxi tersebut. Jong in-kan lebih kuat, membantu mengangkat koper saja tidak mau? Lalu apa gunanya semua otot-otot yang dimilikinya jika tidak dimanfaatkan? Ini juga untuk kepentingan istrinya sendiri. Walaupun paksaan, dia harus membantu jugakan?

Suzy berhenti dan mendapati taxinya tidak ada di tempat semula. Taxinya sudah pergi. Semua kopernya hilang. Baju-bajunyapun hilang. Apa yang akan dipakainya selama seminggu ini? Ia duduk di bangku kecil di sudut gerbang. Merutuki nasibnya sendiri. Ini juga bukan sepenuhnya salah jong in, kalau saja ia memperhatikan barang sendiri. Tidak pergi begitu saja meninggalkan tanggung jawabnya atas koper-kopernya, mungkin ia masih memiliki semua kopernya itu. ini sebagai pelajaran baginya untuk tidak mengantungkan sesuatu hal pada seseorang terutama kim jong in.

Tapi… tetap saja. Semua pakaiannya. Suzy berdiri dan menghentakan kakinya, mengepalkan tangannya, matanya menyipit dan kembali memancarkan amarah. Ia menitup poninya pelan. Kembali berlari ke arah kamarnya. Ini tidak bisa dibiarkan, ia harus membalaskan dendam atas koper-kopernya walaupun ini juga salahnya.

Suzy membuka pintu kamar dan menemukan jong in yang telah tertidur tanpa dosa di ranjang. Suzy mendekat dan memukul lengan jong in cukup keras. Jong in masih tertidur, pukulannya tidak mempan untuk jong in. Suzy kembali memukul dan hasilnya masih saja sama.

“KIM JONG IN” suzy menggoyang-goyangkan tubuh jong in, sesekali memukul lengan namja itu. tiba-tiba pergelangan tangan suzy dicengkram erat dan membanting suzy di ranjang, tepat bersebelahan dengan jong in. Mata yeoja itu membesar dan menoleh cepat ke arah jong in yang masih terpejam. Entah bagaimana caranya, yang jelas detak jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Ini tidak normal. Dan tidak mungkin ia suka pada jong in secepat ini. Ini hanya momen.

“ya… kim. Kim jong.. kim jong in ?” perlahan dia mencoba bangun, tapi kaki kanan jong in menahan kaki suzy, dan tangan jong in mendorong agar suzy kembali tertidur. Dengan tubuh yang ditahan kaki dan tangan jong in, suzy hanya dapat diam, mencoba mengembalikan akal sehatnya.

“ya.. kau yang sedang kau lakukan? Cepat lepaskan aku. Kau tahu nomor telfon taxi itu? aku harus mencari koperku” jelas suzy. Jong in tidak menjawab. Di lepaskan kakinya yang menahan kaki suzy, di turunkan tangannya ke arah pinggang suzy, dan merapatkan melupakannya. Suzy menatap dada jong in yang ada tepat di depannya. Oke,fine. Ia btuh akal sehatnya kembali ASAP. Ia seperti orang tolol, hanya diam dan membiarkan jong in memelukanya seperti ini. Seharusnya ia meronta, mencakar, menendang atau apa saja jenis kekerasan yang dapat ia lakukan, tapi ia hanya diam. Benar-benar orang bodoh.

“kkajima.. sulli-ah” ucap jong in pelan, lebih tepatnya terdengar seperti bisikan. Suzy mendongak dan menatap jong in.

Siapa? Sulli? Siapa dia? Kkajima? Not sulli, but suzy.  Tunggu.. memangnya kenapa kalu itu sulli? Itu juga bukan urusannya. Memang dia memiliki hubungan apa dengan jong in ? istri. Aku tidak menyukainya. Tidak. Hanya saja.. tidak rela saat dia menyebut nama itu. suzy melepaskan pelukan jong in. Ia berjanji, ia tidak akan mau dipeluk dengan namja ini. Suzy mengambil guling da memukulnya pada jong in berulang kali lalu memunggungi jong in. Lupakan pelukan yang barusan terjadi. Yang terpenting kopernya kembali. Dan matanya terpejam.

*********

Suzy membuka matanya lalu meranggangkan semua ototnya yang kaku. Ia mengatur nafasnya seraya memandangi sekitarnya. Mana namja itu? ah.. untuk apa dia mencarinya? Tentu saja untuk menanyakan keberadaan kopernya itu. Lebih baik ia mandi sekarang. Untuk bajunya ? mungkin ia bisa meminjam baju jong in. Hehehehe.. ia berjalan ke arah kamar mandi. Dan.. konser akan segara di mulai.

Ia mengambil botol shampoo, dan menatap wajahny di cermin. Tarik nafas-hembuskan. Tarik nafas-hembuskan.. didekatkannya botol shampoo ke bibirnya

Good bye baby, good bye.dwi doraseo geudaero apeuro gamyeon dwae.

amureon maldo, haji malgo, idaero sarajyeo juneun geoya

Baby good bye, good bye

 

nae ireumeun suji ga, aninde

jakkuman shilsuro sujira, bureul ttae

geuttae ara charyeoya haesseo, wae aesseo, neoreul mideo juryeo haet neunji molla

(niga eotteon aenji arasseo) gwaenhi uljima

(neoye mulgeon deuk da nae nwasseo) yeongi neun ije geuman

 

“YA !! are you crazy ?! dengan suara seperti itu bagaimana bisa sepercaya diri itu ? diamlah” jong in berdiri di depan pintu kamar mandi dan di akhiri dengan tendangan tenutup.

“aigoo .. Good bye, baby good byeJeulgeoweosseo jaemi” suzy tidak menggiharukan omelan jong in, ia kembali bernyanyi dengan volume yang lebih keras. “YA !! kau bisa diam tidak ?! kau menganggu pagiku” jong in masih menggedor pintu kamar mandi.

“tidak… kau tahu ?! setiap mandi pagi aku selalu bernyanyi.. iniii suuddah meenjadhi keeetentuan, tidak bisa diubah” suara suzy terdenger tidak jelas karena ia sedang  menyikat gigi. “dan.. menikmati pagi dengan tenang, tanpa ada gangguan seperti suara jelekmu itu sudah menjadi ketentuan pagiku. Diamlah !!” jong in menendang pintu kamar mandi untuk yang terakhir kalinya dan berjalan ke arah ranjang.

Suzy menatap pantulan dirinya di cermin. “dasar!! Bagaimana aku bisa menikah dengan namja seperti dia ?!! menyebalkan.. memang suaranya seperti apa ?! tsk.. menghina orang lain seenaknya, awas kau ! lain kali tidak akan kubiarkan,huh!!”

Setelah selesai, suzy keluar kamar mandi dengan handuk bajunya. Jong in sedang berbaring di ranjang degan ponsel di tangannya. “dia bilang mau tidur. Dasar!” suzy bergumam tidak jelas dan berjalan ke arah kopernya.

Tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya “ini karna suara jelekmu” suzy menoleh ke arah jong in “memangnya suaramu merdu.. tsk..” jong in berdiri dan berjalan ke arah suzy, suzy mundur selangkah dan melingkari badannya dengan tangannya “mau apa kau?”

Jong in berhenti di tempat dan menatap suzy dari kepala hingga mata kaki. “jangan menatapku seperti itu, stop it!” ucap suji seraya memicingkan mata. Kejadian pelukan tadi malam teringat kembali. Saat jong in memeluknya, dan saat memanggil nama sulli.

“tsk.. liatlah.. badanmu tidak berbentuk, walaupun mengenakan handuk seperti itu” jong in menggelengkan kepalanya, berjalan ke arah kopernya, mengambil handuk, dan ke kamar mandi.

“dasar. dia.. dia juga tidak sexy. Ah mungkin sedikit ,tapi menyebalkan!! Awas kau!”

Suzy duduk di tepi ranjang. Ia tidak tahu harus memakasi pakaian apa. Idak mungkin ia memakai handuk ini terus, bisa-bisa seharian ia menjadi bahan gunjingan jong in. Ia berjalan dan melakukan hal yang sama seperti yang jong in lakukan. Ditendangnya pintu kamar mandi.

“pakaian apa yang harus aku pakai? Jong in!!!”

“tidak mungkin aku memakai handuk ini! Jong in !!”

“keluarlah sebentar. Berikan aku saran. Jong in!!”

Tidak ada jawaban dari kamar mandi. Sepertinya, suaminya itu tidak peduli dengan kondisinya.

“baiklah.. aku pinjam bajumu saja” ucapnya riang. Ia bermaksud berjalan ke arah koper jong in, tetapi pintu kamar mandi terbuka. Jong in keluar tanpa mengenakan kaos, hanya celana selutut yang ia pakai saat tidur.

“kau gila! Bagaimana mungkin aku memakai pakian namja?” jong in menatap suzy datar dan menyilangkan tangannya di dada.

“aniyo.. tapi aku tidak tahu harus memakai apa. Ini semua gara-gara kau. Kalai saja kau sedikir berbaik hati menurunkan koperku dari taxi itu, mungkin aku tidak akan pernah punya pikiran untuk meminjam pakaian. Jadi ini salahmu, walaupun aku juga bersalah, tapi kesalahan yang terbesar dilakukan  olehmu, jadi kau harus bert—-“ ucapan suzy terhenti saat telapak tangan jong in menutup mulutnya, hingga ia terduduk di tepi ranjang.

“bisakah kau diam?” tanya jong in. Suzy menatap jong in dengan mata membesar, dan perlahan tangannya terangkat menutupi wilayah dadanya. Jong in yang melihat hal itu hanya mendengus menahan tawa.

“kenapa dengan tanganmu? Kau pikir aku akan menyerangmu ? belum saatnya” jelasnya lalu berjalan ke arah kamar mandi. Apa katanya ? menyerangku ? belum saatnya ? WHAT?.

“jong in….”

“dan untuk kopermu, ada di dalam lemari. Merepotkan sekali” dan.. pintu kamar mandi tertutup. Apa? Di dalam lemari ?

Suzy berlari ke arah lemari dan benar, semua koper dan tas kecilnya ada di lemari. Aman. Tunggu.. kenapa ia menyembunyikan ini dariku? Rupanya ada yang mengerjaiku. Fine, dia memulai peperangan *smirk*

———–TBC———

How? how ? tambah geje dan anehkan ya ? and.. for zelo’s fans, zelo ga hadir di part ini. zelo bulan madu sama aku #plakk
bentar.. promo dikit. jangan lupa dukungannya buat 15& I DREAM. really really love their voices.

71 thoughts on “Marriage *part 5*

  1. waaa.. aku yang pertama komen kya nya…
    daebak cingu…
    ini pasangan yang lucu sama aneh ya..

    ditunggu next part nya..
    gak sabar buat ngeliat perperangan suzy dan jong in ^^

  2. Wah,….
    Daebak,…
    Penantian Lumayan, tapi akhirX di post jga, senagnX HtiQ,…
    Ommo, apa yg akan terjadi !!!
    Lanjut Chingu, jangan lama2 yach,…
    Faighting

  3. Yeee akhirny d.post jg..gomawo chinguu (O̷̴̷̴̐ﻬO̷̴̷̴̐ʃƪ)

    Wah tmbah seruu..ayo bikin jong in falling in love sma suzy chingu jgn tngkar trus hihi

    Fighting yaa cepet d.lanjut jgn lama2😀

  4. seru, peperangan dimulai kekekek
    tapi sulli? ap hubngannya am jong in?
    lnjut chingu, jangan lma2 fighting ^^
    15& hem daebak banget suaranya jimin ama hyerin ^^

  5. akhirnya dipost juga …
    huaaa daebakkk makin bagus aja ceritanya …
    Feelnya dapet
    Eeh, Sulli itu siapanya Kai ? Pnasaran …
    Lanjutt yaa unni …

  6. Buahahahaa pasangan yang aneh. si Kai parah parah.. Ah tp care jg tuh sebenernya, kekeke~
    Ini lanjutannya jgn lama-lama yah.. Penasaran sama aksi (?) suzy selanjutnya ^^
    Keep fighting~~

  7. bener” pernikahan yg penuh dengan kejahilan -_-” kasian bgt jadi suzy, kalo aku di posisi dia pasti udah aku gatak tuh si kai, ayo lnjt thor jadi penasaran

  8. Waah..
    Seru..seru..ff’a keren ^^
    Feel’a jga dapet..sampe” kesal sendiri ma sikap’a Jong In yg nyuekin Suzy mulu -_-
    Kasian kan Suzy unni..
    Next part bakalan tambah seru nih kya’a😀

    Lanjut chingu, jgn lama” ya🙂

  9. Ihhh ff ini bener bener bikin aku ketawa tawa sendiri #readerr gila
    Ini ffnya seru abis thor
    ya sudah dripada banyak omong mendingan cap cus ke next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s