Break Up

Tittle :: Break Up !

Author :: Pink_Queen

Cast :: Bae Suzy, Xi Luhan

Length :: Ficlet

Genre :: Sad, Angst

Ps :: Maaf bila ketemu typo banyak, soalnya gak sempet re-read ^^v

Read, if u want to know the content my FF

Comment, if you wanna give me comments, critics or anything

Like, if you like my handwrite ^^

Gadis itu menatap jendela dihadapannya. Tetesan air hujan perlahan menuruni kaca jendela. Matanya menarawang jauh menembus awan mendung diatas langit yang begitu gelap berusaha menghalau air mata yang mencoba menjebol pertahanannya dari isakan. Bibirnya terkatup rapat digigit giginya.

“Mianhae.” Sosok lelaki yang tepat berdiri dibelakang sang gadis menatap punggungnya. Matanya tersirat rasa bersalah dan juga rasa kesedihan.

“Gwenchanayo, aku baik baik saja.” Sang gadis berbalik dari tatapannya kea rah jendela menjadi menatap lelaki yang tadinye berdiri dibelakangnya.

“Itu sudah keputusan Oppa, aku tidak akan menyalahkan Oppa.”

“Suzy~ya..” lirih sang lelaki menyebut nama gadis yang berdiri tegar dihadapannya.

“Oppa, sejak awal aku tahu aku tidak bisa memilikimu secara utuh. Aku hanyalah seorang wanita biasa yang kalah jauh dibandingkan semua yang kau dan keluargamu miliki. Harta, kehormatan dan segalanya. Aku terlalu jauh untuk berada disampingmu.” lirih wanita yang dipanggil Suzy itu. Ditundukkan kepalanya tanpa berani menatap mata sosok lelaki didepannya.

“Suzy~ya..” perlahan lelaki dihadapan Suzy beringsut mendekati Suzy.

“Geumanhae~, jangan mendekat.” Suzy mengarahkan tangannya kedepan mencoba menghentikan langkah kaki lelaki dihadapannya untuk mendekatinya.

“…..”

“Jangan dekati aku, Luhan~ssi.” desah Suzy. Digigitinya bibir merahnya dengan perasaan tak menentu. Ia yakin dan sangat yakin bahwa ia membohongi dirinya sendiri. Ingin rasanya ia menghambur kepelukan lelaki yang tengah berdiri didepannya, mengeratkan pelukannya, menciumi setiap aroma tubuhnya sampai menggelitik hidungnya, merasakan dekapan yang dulu sering ia rasakan dimasa-masa mereka bersama.

“Bagaimana bisa..?”

“Aku mohon. Sekarang pergilah, aku tidak bisa terus melihatmu disini..” pinta Suzy pada Luhan. Dengan segenap keberaniannya, ia mulai menatap wajah Luhan yang terpaut dua sampai tiga langkah didepannya. Kedua mata lelaki itu menatapnya nanar dengan pandangan iba dan pandangan yang entah tak bisa digambarkan seperti apa.

“Suzy~yaa….” panggil Luhan lagi, mencoba melangkah mendekati Suzy yang langsung dijawab dengan gelengan kepala Suzy tegas.

“Ga…pergilah…jeball..” pinta Suzy, tak dipedulikannya pandangan matanya yang sudah buram karena air mata yang mulai menggenangi matanya.

Luhan menatap Suzy dalam. Hatinya menolak untuk meninggalkan gadis itu sendirian, kakinya perlahan melangkah mundur. Dirutuknya otak miliknya karena tak sepadan dengan bisikan hatinya. Otaknya itu terus memberi perintah untuk menggerakkan kakinya menjauh dari Suzy meski hatinya menolak dan bersikukuh ingin tetap disini.

“Aku akan pergi.” lirih Luhan setelah dua langkah ia mundur dari hadapan Suzy.”Tapi kumohon, setelah aku berbalik, kau jangan menangis. Aku tidak ingin mendengar isakanmu. Atau aku akan berbalik dan memelukmu kemudian tidak akan pernah melepasmu lagi.” pinta Luhan sembari menatap mata Suzy lebih dalam.

“Baiklah, aku tidak akan menangis, aku akan mengawal langkahmu dengan senyumku.” paksa Suzy mengulas senyum palsu disudut bibirnya. Ia mengusap kasar kedua matanya yang sudah digenangi air mata.

“Kau janji ?”

“Nae,” angguk Suzy yakin. Luhan mengulas senyum diwajahnya tulus. Terakhir kalinya ia bisa tersenyum untuk wanita dihadapannya sebelum esok hari ia akan sah menjadi suami seorang wanita lain, bukan suami dari wanita dihadapannya.

“Aku pergi. Kumohon jaga dirimu baik baik, jangan pernah menyakiti dirimu sendiri atau aku akan berlari merengkuhmu lagi tanpa peduli apapun.”

“Ara,” jawab Suzy dengan menahan tangisnya.

“Jaga dirimu..” pinta Luhan sembari membalikkan badannya. Perlahan dilangkahkan kakinya menjauhi wanita yang bersandar dijendela besar itu menuju sebuah pintu yang nantinya akan memisahkan mereka berdua. Pintu sebagai jalan keluar dan jalan berakhirnya hubungan yang pernah dijalani. Pintu yang akan menjadi akhir dari segala yang telah mereka bangun bersama.

Perlahan tangan Luhan memegan kenop pintu. Diputarnya kenop itu secara perlahan. Terselip rasa enggan untuk membuka pintu itu, rasa enggan untuk meninggalkan semua yang dibelakangnya. Sejenak ia terpaku didepan pintu. Ia melirik sedikit kearah belakang, diyakininya Suzy pasti masih memerhatikannya. Setelah menghembuskan nafasnya pelan, Luhan memantapkan hatinya membuka kenop pintu itu. Dilangkahkan kakinya menuju luar ruangan kemudian ditutupnya lagi pintu tanpa sempat berbalik lagi melihat seseorang yang masih berada didalam.

“Hikss….”

Tepat saat Luhan menutup pintu itu terdengar suara isakan dari dalam. Sempat rasa ingin kembali menyeruak dihatinya, tapi tersadar akan keputusan yang telah disepakati maka ia benar benar memantapkan diri untuk benar benar menutup semuanya, saat ini.

—its over—

Suzy membekap mulutnya saat ia merasa isakannya terlalu keras. Rasa lelah karena menahan isakannya membuat ia harus melepaskan suara isakannya tepat saat Luhan menutup pintu itu. Perlahan tubuhnya merosot kelantai. Tangisnye semakin menjadi ketika ia menyadari bahwa semuanya benar benar berakhir sekarang. Lelaki yang dicintainya benar benar pergi atas permintaannya. Disandarkan kepala miliknya ke jendela kaca disampingnya. Bulir bulir air hujan masih menempel disana. Perlahan dan pasti air matanya dengan cepat menuruni pipi putihnya.

—its over—

Diluar , perlahan Luhan menyandarkan tubuhnya dipintu. Dihirupnya udara sebanyak banyaknya berusaha menenangkan dirinya, berusaha membenarkan keputusan yang ia ambil adalah tepat. Didengarnya isakan Suzy didalam ruangan. Hatinya sakit. Ya, sakit sekali karena ia hanya  bisa membuat gadis itu menangis tanpa ia bisa menangkannya dan memeluknya seperti dulu. Karena dulu dan kini berbeda.

_________________kkeeeuuuutttt___________________

cuapp ::

haloo~ ada yang kangen ama author satu ini ? enggakk yaa ?? hhehehee~. setelah dilihat lihat cha masih banyak hutang, tapi jujur ajaa cha gakk tau gimana nglunasinnya =____=, secara cha sekarang udah aktif kuliah ^^ jadii ya sebisanya cha bakal nglunasin hutangnya satu satu😀

dan ini adalah ficlet angst yang, ehemm, gagall sekaliii, karena gak kepikiran, dan sedikit terinspirasi dari kejadian beberapa saat lalu..kkeke~

so, kasih apresiasinya yahh ^^

pyyyooonngg~

42 thoughts on “Break Up

  1. Wah author yg satu ini comeback!😄
    Btw ini….udah end? Serius? Yang bener? Suwer?
    Uwaaaa miris banget. Dua duanya merana (?)
    Meski sedih ceritanya tp keren. Bahasanya juga gampang dipahami & feelnya dapet.
    akhir kata…. sequel pliss, agak gimana gitu klo sad ending. yah yah yah *maksa* kekekeee~

  2. sedih,nyentek,galau itu yg bisa gambarin stlh baca nih ff, author kenapa genre ffmu selalu angst atau sad? kenapa? bagus thor udh bikin aku terharu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s