[Freelance] Can’t i love you *part 1*

Tittle    : Can’t I Love You
Author : Han Hyenim
Genre  : Romance, sad, AU
Rating : PG-15
Length : Twoshoot, Songfict
Main cast:

  • ↗Bae Suji (Miss A)
  • ↗Kim Myungsoo (Infinite)

Support cast: » Park Jiyeon (T-ara)
» Cho Kyuhyun (Suju)
» Yang Yoseob (Beast)

Author PoV

Seorang gadis manis duduk termenung memegang bukunya, setiap detik ia rangkai menjadi sebuah kalimat setiap lembaran daun yang jatuh ia curahkan pada sebuah buku kecil biru miliknya.

“Hey, jam pelajaran akan masuk kenapa kau masih terus disini” teriak seorang namja.

“Jeongmal? Kenapa aku tak mendengar bel?”

“Aishh, kau itu selalu seperti ini. Kajja” namja tadi menarik tangannya cepat.

Mereka berdua adalah sepasang sahabat yang selalu berjalan bersama, tertawa bersama, bermain bersama. Namja itu adalah Myungsoo. Keduanya berjalan beriringan menuju kelas mereka dari kejauhan tak henti-hentinya siswa-siswi SOPA melihat mereka dengan tatapan tajam.

“Suzy-ah” panggil Myungsoo khawatir

“Gwenchanayo, tenang saja”

Keduanya telah sampai diruang kelas 2B, dengan langkah hati-hati mereka memasuki kelas dan kemudian duduk dibangku tengah.

BRUKKKKKKKKK

“Bwahahahahahahaha” semua siswa mentertawakannya.

“Kim Myungsoo gwenchana?” tanya Suzy khawatir

“Ne”

“Siapa yang berani mematahkan kaki kursinya sehingga Myungsoo jatuh seperti ini. Siapa”

Kelas berubah menjadi sunyi ketika Suzy mulai memarahi mereka. Memang semua siswa tak berani kepada Suzy kecuali Bora, musuh bebuyutan Suzy.

“Tak kusangka di Korea Selatan ada juga orang pengecut, percuma kalau pemerintah mengadakan wamil” sindir Suzy tajam.

“Aku, memangnya mau apa? Mau Membalasnya? Kau tahu bukan selama lima bulan ini kau tak pernah membalasku atau jangan-jangan kau takut” kata Bora dengan lagaknya

“Kalau aku membalas dendam toh apa bedanya dengan dirimu yeoja yang menjijikan”

“Kau” gertak Bora kasar.

Tangannya sudah ingin menampar wajah Suzy namun langsung dihentikan oleh tangan seorang namja.

“Berhenti kataku” Yoseob menghempaskan tangan Bora kasar.

“Ada apa ini” teriak Jung Seonsaengnim
Semua siswa berhamburan ketempat duduk masing-masing sebelum Jung seonsaengnim marah.

“Jangan merasa bersalah karena ini. Aku yang telah memilih bersamamu,” bisik Suzy

~~~~~>.<~~~~~

Myungsoo POV

Hari ini ada tugas dari Kim Seonsaengnim untuk mendiskusikan tentang kerajaan Silla. Sebenarnya aku tidak ikut berdiskusi, aku hanya duduk diam mendengarkan yang lainnya berceloteh bukannya aku orang pendiam atau pelit bicara tapi karena aku terlalu hina untuk diajak bicara oleh mereka. Pernah suatu kali aku mencoba mengajukan usul namun tidak didengar oleh mereka bahkan hanya dianggap angin lalu saja. *kecuali Suzy, Jieun dan Jo Twins*
Kali ini aku sekelompok dengan Suzy, Jieun dan  Jo twins. Sujujurnya mereka adalah teman baiku namun jika berada disekolah hanya Suzy yang mau berdekatan denganku alasannya karena mereka takut dengan Bora.

“Myungsoo-ah, kita ini temanmu kenapa sedari tadi kau diam?” tanya Suzy

“Kau tahu, aku takut jika Jieun dan Jo twins mengajaku bicara disini nantinya Bora akan mengerjai mereka lagi”

“Mianhae, karena kami terlalu pengecut untuk membantumu tidak seperti Suzy” Jieun merasa bersalah

“Aniyo, Gwenchanayo”

“Mianhae. Jeongmal Mianhae” ucap Jo twins berbarengan.

“Bagaimana kerajaan Sillanya?” tanyaku mengalihkan pembicaraaan mereka.

“Kau ini” Suzy memukul kepalaaku pelan, aku hanya dapat tersenyum saja.

Aku mungkin namja tetapi kuakui aku ini namja pengecut yang hanya berani bersembunyi dibalik punggung Suzy. Ah melelahkan selalu dilecehkan dan dihina oleh Bora karena kasus ayahku. Ayahku terjerat kasus korupsi  tapi aku yakin ayahku tidak melakukannya dia hanya difitnah tetapi bukti menyatakan lain. Karena itu aku dijauhi oleh teman-temanku.

“Kau melamun lagi” tanya Suzy lembut.

“Suzy-ah, nanti sepulang sekolah kita ketaman kota. Oke”

“Mau apa?” tanya Suzy lagi

“Nanti kujelaskan”

Lima belas menit sudah berjalan dan bel sekolah sudah berbunyi. Kami bergegas merapikan alat tulis kami.

“Ayo pulang” ucapku bersemangat.

“Kajja” Suzy menarik kursinya kebelakang.

Kami berjalan seperti biasa bercanda dan tertawa walaupun banyak pasang mata yang menyaksikan kami dengan ekspresi yang bermacam-macam seperti jijik, muak, sinis dan sebagainya. Aku sudah tak ambil pusing oleh mereka, aku yang dulu berbeda dengan aku yang sekarang. Aku berubah menjadi dingin namun langsung menjadi hangat seketika jika bertemu dengan Suzy,

“Gomawo untuk semuanya” ucapku tulus

“Ne, gomawo juga karena kau sudah mau membantuku”

“Untuk apa”

“Jangan meledeku. Itu yang ditaman” ucapnya kesal

“Ditaman?”

Aku mengingat-ingat kejadian ditaman, oh itu kejadian yang sangat memalukan.

Flasback….

Aku sedang bermain-main ditaman sendirian dengan bolaku. Waktu itu umurku masih 3 tahun. Saat aku sedang mencari bolaku yang ada disemak-semak aku melihat seorang yeoja sedang menangis tersedu-sedu. Kalau kuperhatikan yeoja itu sangat manis dengan rambut hitam pendek miliknya hanya saja ia memakai baju yang sangat kotor.

“Kau kenapa?” tanyaku mendekatinya.

“Aku dimarahi seorang yeoja” ucapnya sambil terisak

“Waeyo?”

“Aku mengambil bonekaku darinya tapi dia malah mendorongku dan menangis” ucapnya ditengah isakan.

“Kau benar, kenapa kau menangis?” aku mendekatkan wajahku kearahnya

“Dia bilang aku pencuri”

“Uljimma”
Aku mengecup bibirnya lembut, dia terkejut melihatku melakukan hal itu.

“Kalau aku menangis eommaku pasti mencium bibirku dan memberikanku eskrim tapi karena aku tak mempunyai eskrim jadi aku tidak memberikanmu” ucapku polos

“Tapi aku ingin eskrim” ucapnya sesenggukan

“Kalau begitu ayo kita membelinya, aku mempunyai uang dari haraboji”

“Kajja” dia menarik tanganku menuju kearah penjual eskrim

Flasback end…..

“Kau berterimakasih karena kucium?” godaku. Aaghhh pipinya memerah, membuatku semakin gemas dengannya.

“Bukan itu babo” ucapnya masih terus menahan malu.

“Lalu?” tanyaku bingung.

“Ah, aku belum mengatakannya rupanya. Setelah itu aku berhenti menjadi yeoja pemurung dan sedih dan ternyata boneka itu benar miliknya bukan miliku, aku meminta maaf padanya semenjak itu aku menjadi dekat dengannya. Hehehehe”

Tunggu, dekat dengan yeoja? Kenapa dia tidak pernah membicarakannya padaku bagaimana mungkin dia menyembunyikan semuanya dariku. Aku ini kan teman dekatnya.

“Kau tak pernah bercerita padaku tentang yeoja itu”

“Ah itu, waktu itu aku bertanya pada oppaku. Bagimana kalau aku mengenalkannnya denganmu”

“Lalu Hyung bilang apa?”

“Aisshhh makanya jangan memotong pembicaraanku” ucapnya kesal

“Arraso cepat lanjutkan”

“Dia bilang jangan, karena dia pernah mengenalkan teman yeojanya dan kau tahu teman namjanya itu menyukainya lalu teman namja oppa merebut yeoja yang disukai oppaku” sambungnya agak malu.

Ah aku mengerti rupanya dulu dia tidak ingin aku direbut oleh temannya. Apa dia cemburu padaku?

“Biar kutebak kau tidak ingin aku direbut oleh temanmu ya, iya kan” godaku lagi.

“Yaaa” dia memukul lenganku pelan

Benar kan tebakanku, dia cemburu padaku. Hahahaha ternyata waktu kecil kau polos sekali Suzy bahkan sangat polos.

“Busnya datang, ayo cepat pergi”

Aku baru tersadar ternyata sedari tadi kami sudah sampai dihalte bus. Ah gara-gara aku mengobrol dengannya jadi begini. Suzy-ah, terima kasih sudah mau menjadi sahabatku suka maupun duka.

“Kenapa kau tersenyum sendiri menatapku. Aku tahu aku memang cantik” ucapnya segera duduk disalah satu bangku bus yang kosong.

“Aishhh kau ini selalu pede” aku mengacak-ngacak rambutnya pelan.

“Hari ini kau sudah mengacak-ngacak rambutku lima kali kau tahu itu. Menyebalkan, padahal aku sudah memperbaikinya dengan susah payah”

“Baiklah kalau begitu aku akan mengacak-ngacak rambutmu 10 kali. Otthae” godaku

“Yaaa”

Aku senang sekali jika terus menggodanya apa lagi sampai membuat pipinya bersemu merah semerah tomat seperti sedang menggoda anak kecil saja.

“Hoammmm, aku mengantuk” ucapnya polos.

“Tidurlah dipundaku, lagipula hari ini aku akan mengajakmu pergi kesuatu tempat”

“Jinjja” matanya melebar meminta penjelasan.

“Tentu saja, cepatlah tidur perjalanan kita masih jauh” ucapku lagi

“Ne” dia menyandarkan kepalanya pada pundaku.

“Ingat jangan membasahi seragamku dengan ilermu itu. Arra” ucapku pura-pura kesal

“Sejak kapan aku seperti itu” Suzy memukul dadaku pelan, lalu matanya mulai terpejam.

Tidurlah yang lelap Suzy karena perjalanan kita masih panjang sekitar satu jam lagi. Kulirik sesekali Suzy yang sudah terbuai oleh mimpinya. Dia sangat manis ketika tidur, wajahnya sangat damai seperti tak mempunyai beban yang ditanggungnya. Tanpa sengaja aku melihat bibirnya yang tanpa menggunakan lipgloss seulas senyum menghiasi wajahku.

“Bagaimana bisa dulu aku menciumnya lebih dari 4 kali” gumamku.

Aku bersenandung kecil untuk menghilangkan rasa bosanku, bagaimana kalau aku ketiduran dan tidak bisa pergi ketempat yang kutuju.

Kualihkan wajahku lagi melihat wajahnya.

“Terimakasih kau selalu disampingku” gumamku dan entah ada angin dari mana aku mencium keningnya yang tertutupi oleh poni.

“Omo~ dia mencium keningnya, betapa romantisnya namja itu” bisik seorang yeoja yang kuyakini seangkatan denganku.

“Ne, kau lihat yeojachingunya juga sangat cantik. Mereka benar-benar pasangan kekasih yang cocok”

Aku tertawa kecil mendengarnya. Apa aku terlihat seperti sepasang kekasih. Aku menoleh kearah dua orang yeoja tadi dan tersenyum kearahnya dapat kulihat kudua yeoja tersebut kaget dan membalas senyumku dengan canggung.

“Kau sih, membicarakannya” gumam yeoja tersebut

“Kau juga kan”

Ah, mereka lucu sekali andai saja mereka tahu aku ini anak dari seorang koruptor apa mereka akan tersenyum kearahku dan membicarakanku yang baik-baik? mungkin mereka akan mencaciku dengan kata-kata tajam kalau mengetahuinya.

Author POV

Satu jam berlalu Myungsoo mengeliat dengan pelan. Dilihatnya jendela bus.

“Sudah sampai rupanya” gumam Myungsoo pelan

“Suzy-ah, Ireonaaaaa. Ireonaaaaaaaa” teriak Myungsoo.

“Aishh selalu saja begini”

Myungsoo mencoba membangunkan Suzy dengan menggoyang-goyangkan badannya tetapi Suzy tak berkutik sedikit pun. Kebiasaan buruk Suzy sedari dulu sangat susah untuk dibangunkan.

Dengan kesal Myungsoo berdiri tegak sehingga membuat Suzy jatuh kesamping.

“Yaaa babo” umpat Suzy yang masih setengah sadar

“Kau yang babo cepat turun” Myungsoo segera menarik tangan Suzy sebelum mereka tertinggal jauh dari halte berikutnya.

“Kenapa mereka saling ejek” tanya yeoja tadi.

“Itulah yang namanya Cinta, didepan saling mengejek tapi di belakang saling mencintai” timpal yeoja yang satunya lagi.

Myungsoo yang mendengarnya rasanya mual ingin muntah seketika, bagaimana mungkin dia akan mencintai sahabat kecilnya sendiri. Myungsoo segera turun dari bus sebelum kedua yeoja tadi membicarakannya yang berlebihan.

“Sial” umpat Myungsoo begitu melihat kedua yeoja tadi berhenti dihalte yang sama.

“Yaaa Ireona babo Ireonnaaaaaa” teriak Myungsoo frustasi

“Engg tunggu 5 menit lagi, 5 menit lagi” ucap Suzy seperti biasa

“Tak ada pilihan lain”

Myungsoo menggendong Suzy ala Bridal Style *gak tau ini bener atau salah* sesekali Myungsoo membenarkan gendongannya sambil bergumam tak jelas yang terpenting dia sangat kesal.

“Kau berat sekali Bae Suzy”

“Aigoo rasanya tulangku sudah mau patah” Myungsoo segera menyenderkan Suzy dibawah pohon.

“Kalau tidak cepat, nanti tempatnya akan direbut orang tapi kalau kutinggal dia sendirian kasihan”

“Arrrggghhhh kau sangat menyebalkan Bae Suzy” teriak Myungsoo ditelinganya.

“Dasar tukang tidur” ucap Myungsoo frustasi.

Suzy mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan menatap Myungsoo dengan bingung. “Emmm….waeyo”

“Cepat bangun”

Myungsoo segera menarik tangan Suzy untuk berdiri dan berlari sekencang mungkin agar tempat yang sudah ia temukan tidak ditempati orang lain.

“Yaaaa” teriak Suzy kaget

Keduanya berlarian menerobos pohon sakura yang mulai berguguran, dengan indah.

“Kita beruntung” ucap Myungsoo tiba-tiba. Suzy yang masih setengah terpejam hanya menganggukan kepala yang bertanda setuju.

“Kau tidurlah disana” Myungsoo menunjuk sebuah pohon sakura yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Suzy yang masih mengantuk menuruti perintah Myungsoo.

“Ah, jadi aku yang akan mempersiapkannya”

Myungsoo membuka tasnya dan dikeluarkannya Alas piknik, makanan kecil, dan minuman kecil.

“Tak sia-sia aku hanya membawa buku sedikit dan membawa makanan banyak sekali” bangga Myungsoo.

Ia segera berlari menuju danau yang terletak tak jauh dari mereka diisinya botol kosong dengan air danau. Dilihat sekilas memang tempat yang dipilih Myungsoo sangat indah,pohon sakura dimana-mana  ditambah lagi letak danau yang begitu luas menambah manis tempatnya. Walaupun tempatnya agak ramai tetapi tak seramai yang ada diseberang sana.

“Ireonaaaaaaaaa babo, Ireonnnnaaaaaa” Myungsoo menciprat-cipratkan air yang dibawanya kearah wajah Suzy.

“Myungsoo-ah” panggil Suzy manja, dia begitu kenal dengan cara membangunkannya –menyiramnya dengan air-

“Untunglah, kau sadar kukira kau akan selamanya tidur”

PLETAKKKK satu jitakan mendarat mulus dikepala Myungsoo.

Suzy menguap lebar dan segera mengucek-ngucek matanya membuatnya agar tak tertidur lagi. Manik matanya melihat kearah Myungsoo yang menatapnya sebal.

“Waeyo” tanya Suzy ketus

“Lupakan” Myungsoo segera duduk ditempat piknik yang ia siapakan.

“Wah, daebak kau yang menyiapkan ini semua?” tanya Suzy dengan mata berbinar

“Aku sudah tak berniat piknik” kata Myungsoo ketus.

“Mianhae, jeongmal Mianhae Oppa” kata Suzy manja dan tak lupa dia mengeluarkan aegyonya.

“Arraso. Arraso”

“Oppa, makan ini” Suzy menyuapi Myungsoo kimbab dengan memasang wajah manis. Selalu saja begini kalau Myungsoo marah pada Suzy, Suzy akan mengeluarkan jurusnya yang paling ampuh yaitu merayunya dengan manis dan mengeluarkan eyesmile serta aegyonya.

“Enak?” tanya Suzy lagi

“Kau rasakan saja sendiri” ucap Myungsoo sebal

“Aishh rupanya kau masih marah, Oppa. Mianhae” pinta Suzy lagi dengan manja.

“Sampai sekarang aku masih heran, kenapa aku tak bisa marah denganmu”

Tak jauh dari mereka dua pasang mata menatap mereka  dengan tatapan iri.

“Ah, kau lihat itu bukankah pasangan itu yang kita lihat dibus” senggol yeoja yang bernama Sulli *dia yeoja yang sama yang membicarakan Myung dibus*

“Ne, omona yeojanya melakukan aegyo aigoo manisnya dia” ucap temannya yang satu lagi.

“Jiyeong-ah, kau lihat dia menyuapinya”

“Mereka lagi, mereka lagi. Aku lelah selalu dianggap sebagai sepasang kekasih oleh mereka” batin Myungsoo

“Minum ini” Myungsoo menyodorkan segelas minuman yang berwarna hijau muda

“Kau tidak ingin membunuhku kan?” tanya Suzy penuh selidik.

“Ne, aku sudah memasukannya racun tikus terampuh”

“Tsk, kau kira aku tikus” Suzy meminum jus pemberian Myungsoo dengan kesal.

BYUUUURRR

Semua isi jus ia semburkan kedepan tepat kewajah Myungsoo, ia menatap Myungsoo dengan rasa bersalah namun tak ada niat sedikitpun untuk meminta maaaf karena ia yakin kata ‘Maaf’ tidak cukup setelah apa yang dia lakukan pada Myungsoo.

“Oh My God” ucap Suzy tanpa suara dia hanya menggerakan bibirnya saja.

“Jeomlah mianheyo Myungsoo-ah, aku tidak sengaja” Suzy segera mengelap wajah Myungsoo dengan tissue.

“Kau lihat itu, yeojachingunya membersihkan namjachingunya dengan sangat keren” ucap Sulli sambil menggoyang-goyangkan badan Jiyeong dan menunjuk kearah Suzy dan Myungsoo

“Aku lihat, aku lihat omona mereka manis sekali, aku jadi iri” ucap Jiyeong  heboh.

“Mereka itu bisa diam tidak” batin Myungsoo kesal.

“Siapa mereka sih, apanya yang manis jelas-jelas aku sedang ketakutan karena menyemprotnya dengan minuman tadi. Mereka berlebihan” batin Suzy jengkel

“Cepat Minum lagi” perintah Myungsoo

“Shirro!! Rasanya seperti jus sayuran, menjijikan”

“Memang ini jus sayuran” ucap Myungsoo santai.

“Yaaa sudah tau aku tak menyukai jus sayuran kenapa kau memberikannya” bentak Suzy

“Minum kataku” ucap Myungsoo tak mau kalah.

“Shirro”

“Minum”

“Shirro”

“Lihat mereka ! saat bertengkarpun mereka manis apalagi kalau sedang adegan romantis” Jiyeong menyenggol lengan Sulli girang. Suzy hanya dapat meniup-niupkan poninya yang bertanda dia sangat kesal sedangkan Myungsoo hanya diam walaupun dalam hatinya dia juga ikut kesal karena tindakan siswi SMA itu.

“Cepat minum, atau kukatakan pada Kyuhyun hyung, kau ini suka menconteku saat ulangan, menyalin buku Prku, dan akan kubilangkan bahwa kau yang  memecahkan mug pemberian yeojachingunya Kyuhyun hyung. Otthae?” ancam Myungsoo ditambah dengan cengirannya.

“Yaa sejak kapan kau berani mengancamku?”

“Semenjak aku tahu kau memecahkan mug itu”

“Kim Myungsoo aku mohon jangan bilangkan pada Kyu Oppa, jebal. Jebal” mohon Suzy dengan wajah memelas.

“Arraso, cepat minum”

Suzy memandangi jusnya dengan penuh kepasrahan, yang ada diotaknya adalah bagaiamana cara meminumnya agar tidak terasa. Glekk Suzy menelan ludahnya ketika mendekatkan gelas berisi jus sayuran, melihatnya saja sudah membuat Suzy mual. Apalagi kalau harus meminumnya.

“Kau bisa Suzy. Fighting” ledek Myungsoo sekaligus menyemangatinya. Suzy mengeluarkan tatapan membunuhnya pada Myungsoo.

“Eonni, kau bisa” teriak Jiyeong menyemangati.

“Ne, eonni kau bisa. Fighting” teriak Sulli tak kalah keras. Suzy hanya tersenyum kikuk, ia memencet kedua hidungnya dan meneguk isi gelasnya sampai habis.

“Wah, Daebak. Suzy-ku ternyata sudah suka meminum jus sayuran” ledek Myungsoo lagi, ia segera mengeluarkan kamera ponselnya dan memotret pemandangan yang benar-benar langka.

“Sudah, kau puas” bentak Suzy.

“Hahahahaha, sangat puas”

“Eonni, kau hebat” puji Sulli

“Ne, sangat hebat. Aku fans pertamamu eonni” teriak Jiyeong

Suzy tersenyum malu mendengarnya kemudian ia melirik kearah Myungsoo yang sedang mengutak-atik hp nya. “Apa yang sedang kaulakukan?”

“Tidak ada” bohong Myungsoo. Suzy yang sangat penasaran terhadap tingkah Myungsoo melirik sekilas kehandphone Myungsoo, matanya membulat melihat apa yang baru dilihatnya.

“Yaaa kau bertaruh dengan Kyu Oppa” tanya Suzy kaget.

“Ah, ketahuan. Ne aku bertaruh pada Kyu Hyung. Kalau aku bisa membuatmu meminum jus sayuran maka aku akan dibelikan CD game yang terbaru”

“Yaa kemarikan, sini Handphonemu mana” Suzy mencoba mengambilnya namun ia kalah cepat dengan Myungsoo.

“Ini kan Hanphoneku” Myungsoo mencoba berdiri menghindari.

“Kembalikan, aku tak akan pernah membiarkanmu dibelikan CD game terbaru oleh Kyu Oppa”

“Tidak mau. Wloekkk”

Suzy berlari menyusul Myungsoo.Terjadilah kejar-kejaran diantara mereka berdua..Myungsoo yang terus berkelit bagaikan belut yang licin menghindar kemanapun dari amukan Suzy.

“Kau lihat mereka, uwaaaaaa berkejar-kejaran dibawah gugurnya bunga sakura *bisa bayangin kan*. Indah sekali” ucap Sulli bersemangat

“Ne, Omona kau lihat namja tadi memeluk yeojanya dari belakang” tangan Jiyeong memukul-mukul Sulli dengan histeris.

Memang benar, Myungsoo tengah memeluk Suzy dari belakang hal ini dilakukan agar Suzy tak mengejarnya lagi dan dapat mengirimkan pesan MMS nya pada Kyuhyun. Myungsoo memegang kedua lengan Suzy dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memencet tombol Send.

“Terkirim”

Suzy memandang Myungsoo dengan kesal. Dia segera mengambil tasnya dan kembali lagi ketempat Myungsoo berdiri.

BUKKK. BUKKKK. BUKKK

“Rasakan ini” Suzy memukul-mukul tubuh Myungsoo dengan tasnya.

“Appo..Appo” rintih Myungsoo

“Rasakan ini salah siapa mengerjaiku” Suzy masih tetap Memukul-mukul Myungsoo yang jatuh tertidur.

“Sepertinya aku makin tidak bisa bernafas dengan baik melihat mereka berdua. Aku benar-benar iri” ucap Jiyeong dengan nada sebal.

“Kapan namjachinguku seperti itu ya” doa Sulli.

“DIAM KALIAN” bentak Myungsoo dan Suzy bersamaan. Keduanya menghentikan aktifitas mereka dan menatap tajam kearah dua orang siswi SMA itu.

“Jeongso hamnida” ucap kedua siswi itu dengan takut. Dengan langkah terburu-buru keduanya memberesi peralatan piknik mereka dan bergegas meninggalkan Suzy dan Myungsoo.

“Bwahahahahahaha” tawa mereka meledak ketika kedua siswi SMA itu sudah benar-benar pergi.

“Kau lihat tadi, wajah ketakutan mereka?” tanya Suzy dengan wajah geli

“Ne, sangat lucu”

Keduanya kembali tertawa bersama dalam posisi terduduk. Sedetik kemudian Suzy menoleh lagi dengan tatapan sinisnya.

“Wae” protes Myungsoo

“Aku belum selesai memukulimu”

Myungsoo segera melarikan diri, sebelum tubuhnya benar-benar remuk karena pukulan Suzy.

“Jangan lari kau Kim Myungsoo” teriak Suzy.

~~~~~>.<~~~~~

Esoknya disekolah ………

Suzy POV

“Suzy-ssi” panggil seseorang dikelasku

“Ne, waeyo Yoseob-ssi” tanyaku.

“Ani, tapi apa kelompokmu masih kekurangan orang” tanyanya hati-hati.

“Ne, kami kekurangan dua orang lagi. Waeyo?”

“Boleh aku bergabung denganmu?”

“Tentu saja” aku tersenyum manis kearahnya. Tidak biasanya ada orang yang mau berkelompok denganku paling hanya Jo twins dan Jieun saja.

“Tapi kau tidak ikut dengan Gikwang dan Dongwoon?” bukankah mereka selalu terlihat bersama, kekantin, kerja kelompok dan pergi kemanapun bersama mungkin ketoilet juga bersama.

“Mereka sudah menemukan kelompok mereka masing-masing”

“Oh, kalau begitu selamat datang dikelompok kami” ucapku bersemangat. Akhirnya aku mendapat teman baru lagi.

Suansana dikelas masih sepi karena aku berangkat agak pagi, suatu kebiasaan yang aneh bagiku. Bangun pagi-pagi dan sarapan dengan tenang. Jangan salah paham aku melakukan ini karena ulah Myungsoo kemarin, dirumah Kyu Oppa tak henti-hentinya meledeku dan terus menerus menunjukan foto itu pada eommaku dan kau tahu apa reasi eommaku? Dia tertawa sangat keras bahkan suara petir kalah dengannya *ahlebay* dasar eomma menyebalkan.

“Kau lihat ini.” kata temanku heboh

Dasar yeoja sukanya hanya bergosip apa tidak cape mulutnya itu untuk menceritakan keburukan orang lain setiap harinya. Memangnya keburukan mereka lebih mulia apa dari orang dibicarakannya.

“Kasian Myungsoo”

Myungsoo?.Maksudnya  Kim Myungsoo namja menyebalkan itu. Kupingku baru saja tak salah dengar kan, mereka mengasihani Myungsoo. Segera kuhampiri meja mereka dengan tatapan serius.

“Ada apa dengan Myungsoo?” tanyaku panik.

“Suzy-ah, mianhae” Kai menyerahkan koran pagi yang membuat seluruh isi kelasku heboh.

“Mwoo” mataku membulat membaca beritanya. Berulangkali aku mencoba mengecek tulisan yang ada dikoran.

“Ini kenyataan Suzy-ah” suara Sehun menyadarkanku.

“Myungsoo” teriaku keras sekali.

Aku berlari menuju pintu gerbang, aku tahu sebentar lagi dia akan datang aku tahu itu. Aku berlari dengan sekencang mungkin, tak kuhiraukan bisikan-bisikan kesal dari siswa-siswa yang kutabraki. Aku melihat sekelilingku mencari sesosok namja yang sangat kukenal.

“Itu dia” pekiku keras begitu melihat badannya dari jauh. Aku berlari menuju halaman sekolah yang luas. Segera aku memeluknya.

“Waeyo” tanya Myungsoo heran. Aku semakin mengeratkan pelukanku, biar kutebak pasti semua siswi, satpam dan guru kedisiplinan sedang melihatku dengan tatapan bermacam-macam.

“Kau lihat ini” aku menyodorkan koran yang sempat membuat isi kelasku heboh.

PEJABAT KIM DIBEBASKAN KARENA TUDUHAN KORUPSI KARENA TIDAK MEMPUNYAI BUKTI YANG KUAT. KALI INI POLISI MAMPU MENGUNGKAPKAN KEBENARAN DAN MENANGKAP PELAKUNYA. NAMA PEJABAT KIM DIBERSIHKAN DARI SEGALA TUDUHAN.

“Kau lihat ini kan” tanyaku bersemangat.

“Suzy-ah” gumamnya tak percaya. Kali ini dia memeluku erat sangat erat, kami berpelukan dan melonjat-lonjat kegirangan. Melupakan bahwa kami sedang berada disekolah

“Yaa kalian pikir ini tempat untuk berpacaran” teriak Cha Seonsaengnim dengan nada marah.

“Jeongso hamnida” ucap kami berbarengan dan menunduk kearah Cha saem. Kulirik Myungsoo, wajahnya terukir senyum tulus yang sangat kurindukan. Senyum untuk orang tuanya, ini pertama kalinya dia tersenyum karena orang tuanya semenjak kejadian lima bulan yang lalu.

“Kajja” dia menggandeng tanganku erat menuju kelas. Dan kuyakini semua orang mentapku dengan tatapan tak percaya bahkan ketika punggung kami sudah tak terlihat mereka masih menatap kami. Huh menyebalkan.

“Jadi, apakah kau akan menjadi seramah dulu” ucapku senang.

“Aniyo” jawabnya singkat

“Wae?”

“Aku hanya akan menunjukan senyumku untuk orang terdekatku. Itu saja, aku tak mau menjadi seperti dulu mengingat perlakuan mereka” ucapnya dengan nada mantap.

“Tapi sepertinya kau akan kebanjiran fans lagi” aku menunjuk kearah gerombolah yeoja yang berjalan mengikuti kami.

“Kau cemburu ya” goda Myungsoo dengan senyum nakalnya.

“Yaaa” teriaku. Pasti sekarang mukaku semerah tomat lagi, dia menyebalkan kenapa selalu menggodaku dan membuat wajahku jadi merah merona sih.

“Kau manis jika pipimu merah” dia mencupit pipiu pelan dan berlari kekelasnya meninggalkanku sendiri.

“Yaa neo jugelle” aku berlari kearahnya dan melingkarkan lenganku pada lehernya yang membuatnya susah untuk berdiri karena dia lebih tinggi dariku tentunya.

“Lepaskan”

“Shirro”

“Lepaskan”

“Shirro”

Kami tiba didepan kelas betapa terkejutnya semua orang menatap kami dengan tatapan bersalah suatu kejadian yang sangat langka. Aku melepaskan lenganku dan menatap Myungsoo heran, dia juga sama herannya denganku.

“Kami, meminta maaf selama ini sudah menyiksamu. Mianhe, jeongmal mianhae” Kai selaku ketua kelas memulai pembicaraan.

“Ne, aku sudah memaafkan kalian” ucap Myungsoo sambil tersenyum walau tak terlalu lebar sih.

“Kau mau meminta maaf tidak Bora” sindirku

“Shiroo”

“Terserah kau saja” ucapku tak peduli toh semua orang sudah menerima Myungsoo kembali.

“Sepertinya harus ada yang mentraktirku”

“Arraso” ucapnya jengkel.

Myungsoo POV

Apa aku bermimpi? Kalau ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dari mimpi ini, mimpinya terlalu indah untuk menghilang.

“Kenapa kau duduk disini” tanya Suzy heran

“Wae” protesku, memangnya dia sudah tak betah lagi berada didekatku.

“Aniyo, maksudku kau kan sudah mempunyai teman. Jadi kenapa kau tak duduk dengan ….” Suzy melihat sekeliling kelas.

“Dengan Key maksudmu?”

“Ne”

“Kau gila yah, Key itu tidak waras, tidak pernah berbicara sedikitpun tersenyumpun tidak. Aku tidak akan pernah duduk dengannya memangnya kau sudah pintar? Tidak mau kuconteki lagi?”

“Ah, benar juga. Jadi lebih baik kau disini”

Aku tersenyum senang mendengarnya, entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sangat nyaman dengan Suzy mungkin itu semua karena selama 5 bulan ini dia selalu ada didekatku.

Tenggggggggggggggggggg

Suara bel berbunyi menandakan kelas akan dimulai dan sebentar lagi pelajaran yang membosankan akan segera dimulai. Rasanya aku ingin kabur saja dari pelajaran ini, pasti dia akan membahas kejadian antara aku dan Suzy tadi. Aku bingung pada Shin Seonsaengnim sebenarnya dia itu seorang guru atau pembawa berita gosip sih. Selalu up to date, kau tahu Taemin dan Krystal yang jadian sore dia pun langsung tahu. Ckckck guru yang sangat parah.

“Annyeonghaseyo”

Padahal baru saja aku mau berdoa agar Shin seonsaengnim tidak masuk, aishhh sial. Tetapi tunggu apa akan ada siswa baru disini? Kenapa Shin seonsaengnim membawa yeoja kemari.

“Muridku tercinta, sepertinya ada yang baru jadian nih” tawa Shin seonsaengnim jahil.

“Huh, menyebalkan tukang gosip” gerutu Suzy.

“Aku setuju”

“Seonsaengnim, sudahlah pasti ini gosip antara Suzy dan Myungsoo kan, aku sudah lelah. Lagipula itu kan hanya gosip” Yoseob kau adalah penyelamatku, gomawo.

“Yoseob-ssi, kau mengganggu moodku”

“Seonsaengnim daripada kau berceloteh tentang Myungzy couple lebih baik kau kenalkan yeoja yang disampingmu itu” teriak Sehun semangat.

“Ckkckck Oh Sehun kalau masalah yeoja saja selalu begini”

“Yasudah perkenalkan namanya.. yeong siapa?” Murid itu bergumam tak jelas.

“Kenalkan dirimu saja” ucap Shin seonsaengnim agak marah. Pasti dia malu karena tidak bisa mengingat namanya, memangnya namanya terlalu sulit untuk dihafal.

“Cheoneun Park Jiyeon imnida. Mannaseo Bangeupseminida”

“Dia pindahan dari Jepang” sambung Shin Seonsaengnim

Oh namanya park Jiyeon, nama yang cukup indah dia juga sangat manis dan errr kau tahu cantik.

“Park Jiyeon? Jepang? Jangan-jangan” gumam Suzy tak jelas.

To Be Continued…………………….

26 thoughts on “[Freelance] Can’t i love you *part 1*

  1. lanjut, hahahahah lucu bnget sulli ma jiyeong gira myungzy pacaran ampe heboh sendiri ckckckck
    yah Q kra myungsoo suka suzy😦
    jiyeon emang siapa dia??

  2. asikkk~ ada ff myungzy..
    huwaa~~ kelakuan myungzy lucu iih~ bikin senyum2 sendiri..
    ituu myungsoo udah kisseu suzy 4 kali.. hebat! *prok.. prok…*
    loh.. loh.. kok ada jiyeon lagi, knpa juga itu myungsoo muji jiyeon? jiyeon siapanya suzy?
    jangan2 itu yeoja yang marahin suzy pas kecil?
    lanjutt.. lanjut..
    pokonya myungzy always together forever #myungzy shipper akut

  3. Waah..seru..seru😀

    untung masalah’a Myungsoo udah slesai🙂
    Kya’a jiyeon bakalan jdi pngganggu hbungan MyungZy nih..#plak..sok tw

    Ditunggu kelanjutan’a ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s