Immortal Love/ One Shoot

 

 

  • Author: Han Hyo Mi
  • Genre: Romance, Fantasy, Angst
  • Length: One Shoot
  • Casts:

               ~ Bae Suzy

~ Kim Myungsoo

 

 

 

The story line is mine but all the cast belong to the Almighty God, their managements, parents, and you! All of Myungzy shippers!

 

 

 

Because our love is Immortal, so nothing can break us apart. Even the death…

 

 

 

*Suzy Bae POV* 

 

_Seoul, Agustus 2012_

Tubuh kurus itu terbaring lemah tak berdaya. Rambut lurusnya yang dulu hitam mempesona telah berganti dengan rambut putih kelabu yang mulai rontok. Wajah yang seharusnya sangat ampuh membuat gadis manapun bertekuk lutut memuja kesempurnaannya kini berganti dengan wajah kuyu penuh kerutan seorang lelaki tua berumur 80 tahun. Jika ada yang masih tersisa pada dirinya kini hanyalah tatapan matanya yang masih seperti dulu. Tajam, namun lembut menenangkan setiap kali menatapku. Dan juga hatinya, hatinya yang hanya milikku.

Aku menggenggam jemari ringkihnya yang terlihat kontras dengan kulit putih pucatku yang dingin dengan erat. Menahannya untuk tetap berada disampingku lebih lama.

“Mianhae Suzy-ah, aku tak bisa menemanimu lagi lebih lama” bergetar suara yang keluar dari bibir rentanya nyaris tak terdengar namun sangat jelas ditelingaku. Air mata mulai mengalir membasahi pipinya yang keriput termakan usia. Aku hanya mampu menatapnya tanpa suara, kugenggam tangannya lebih erat. Dadaku terasa begitu nyeri menyakitkan.

 

_Seoul, Juli 1952_

Kulangkahkan kaki menembus udara yang mungkin sangat dingin sudut kota Seoul dimalam hari. Tak kuperdulikan tatapan aneh dari setiap orang yang kulewati. Yah, memang ku akui pakaian yang kukenakan saat ini sangat tidak cocok dengan udara dingin yang sekali lagi mungkin terasa sampai kesumsum tulang bagi mereka. Dress putih selutut yang kukenakan tak cukup hangat untuk menangkal hawa dingin, tapi apa perdulimu ketika bahkan tubuhmu sendiri sedingin bongkahan es kutub utara?

“hey agasshi, apa kau tidak kedinginan?” tangan kurus dan kumal milik pria gelandangan yang mulutnya berbau soju murahan tiba-tiba terulur kearahku saat aku melintasi sebuah gang sempit didaerah kumuh. Dengan santai aku menepiskannya dan terus melangkah tak perduli

“Ya! Agasshi, apa kau tuli? ckck…sayang sekali padahal kau ini sangat cantik tubuhmu juga sexy” gelandangan itu mengikutiku dan matanya mulai menatap tubuhku dengan kurang ajar

“apa kau perlu kuhangatkan?” tanyanya lalu pria paruh baya itu mengedipkan mata dengan genit dan menyambar pergelangan tanganku erat

“le-pas-kan!” ucapku datar dengan nada berbahaya, namun ajusshi kumal itu justru menyeringai lebar mempertontonkan giginya yang menguning

“tubuhmu dingin sekali agasshi, sepertinya kau memang perlu kehangatan” kemudian pria itu mulai berusaha memelukku. Kukepalkan kedua tanganku. kesabaranku mulai habis namun kemudian sepasang tangan menarik punggung gelandangan itu menjauh dari tubuhku

“sebaiknya kau segera pergi ajusshi” suara dingin dan dalam khas namja terdengar dari sosok penyelamatku itu. Tubuhnya menjulang dihadapanku dengan posisi membelakangi yang melindungi dari ahjussi pervert kurang ajar tadi.

“Ya! Bocah ingusan! Kau fikir kau ini siapa huh? Beraninya memerintahku!” ahjussi itu mulai melayangkan tinjunya kewajah namja itu yang dengan mudah ia hindari. Dengan gerakan cepat justru namja itu berhasil menangkap pergelangan tangan si ahjussi dan memelintirnya dalam satu kali gerakan

“ahh…appo…le-lepaskan”

Lalu dengan sekuat tenaga namja itu mendorong tubuh si ahjussi menjauh yang kemudian  sedikit terhuyung berlari sambil mengeluarkan sumpah serapah. Setelah ahjussi geladangan itu telah tak kelihatan lagi namja itu membalikkan tubuhnya menatapku yang terpaku mendapati sosok nyaris sempurna dihadapanku itu.

“agasshi, niga gwenchanayeo?” tanyanya sopan.

Kemudian mata kami bertemu….

 Bagai sungai yang akhirnya menemukan muaranya, seperti itulah yang aku rasakan ketika pertama kali bertemu dengannya. Kim Myungsoo…

 

_Seoul, Agustus 2012_

“jadi akhirnya kau ingin pergi dariku?” tanyaku lirih. Perih. Meskipun waktu telah merubah wajah tampan sempurnanya namun waktu tak bisa merubah perasaanku padanya sedikitpun.

“babe…” mata tajamnya memandangku memohon lalu menggeleng lemah.

Aku kembali menyesali ke immortal’an ku. Mengapa aku tak bertumbuh? Atau mengapa seorang Kim Myungsoo harus menua dan lemah?

Apakah pada akhirnya lautanku akan mengering?

Pertanyaan-pertanyaan yang lebih mirip penyesalan it uterus bermunculan dibenakku

 

_Seoul, Agustus 1953_

“jadi kau tinggal sendiri?”

“ya, kedua orang tuaku meninggal disaat aku masih berumur 17 tahun. Kecelakaan..” Myungsoo tersenyum getir sore itu ketika untuk pertama kalinya aku mengunjungi apartementnya yang sempit.

“sepertinya aku memang ditakdirkan untuk hidup sendiri” lanjut Myungsoo sesaat aku menangkap kesedihan dari sepasang mata hitamnya untuk kemudian mengedikkan bahu tak perduli. Perlahan aku mendekati dan memeluknya

“tapi mulai sekarang, kau memilikiku, aku tak akan membiarkanmu sendirian”

Bisa kurasakan tubuhnya yang menjadi kaku untuk beberapa saat untuk kemudian detak jantungnya yang berpacu begitu cepat mengambil alih

“jincayeo? gomawoyeo, Suzy-ah…kalau begitu tinggallah disisiku slamanya…” bisiknya sambil membalas pelukanku lebih erat tanpa memperdulikan tubuh dinginku yang membuatnya menggigil.  

***

 

*Kim Myungsoo POV* 

_Seoul, Agustus 2012_

Wajah pucatnya yang sempurna menatapku tajam. Sepasang jemari dingin yang telah membelaiku dengan penuh kasih selama puluhan tahun itu bergetar dalam gengamanku. Aku mulai membayangkan, bagaimana wajah sempurna Suzy-ku ini jika ia menangis. Namun sayang, mengharapkan ia bisa mengeluarkan air mata sepertiku saat ini sama mustahilnya dengan mengharapkan jantungku berhenti berdetak namun tetap hidup. Seperti Suzy.

Tapi aku mengerti, hatinya saat ini sedang menangis.

 

_Seoul, January 1953_

“aku mencintaimu Bae Suzy… Saranghaeyo…” kubawa jemari lentiknya yang entah kenapa selalu dingin itu dalam genggaman hangatku. Ya, aku jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta. Jika ada yang kuinginkan dari dunia yang semakin memuakkan ini yaitu hanya dia. Bae Suzy.

“aku bukan yeoja yang bisa kau miliki Myungsoo-ah” bisiknya dengan bibir bergetar

“waeyo? Apa kau tak mencintaiku? Apa kau kau sudah memiliki namja chingu?” tanyaku lemah, keberanian dan semangat yang telah aku kumpulkan selama berbulan-bulan hilang lenyap menguap tak tersisa.

“aniyeo…tapi karena kita berbeda”

“berbeda? apa?”

“datanglah kegedung tua didaerah Apgujong tengah malam nanti” Suzy menatapku, namun alih-alih wajah tanpa ekspressi yang biasa diperlihatkannya kali ini sepasang mata bulat hitam yang indah itu menatapku dengan kekhawatiran dan kesedihan yang dalam.

Dan malam itu, diawal tahun 1953 aku mengetahui bahwa yeoja yang aku cintai, yeoja yang aku inginkan melebihi apapun didunia ini, adalah seorang vampire! Mahluk immortal!

Tapi aku tak perduli!

 

_Seoul, Agustus 2012_

“Mungkin, aku bukan mahluk immortal sepertimu Suzy-ah. Tapi kau harus tau, aku memiliki cinta yang sama immortalnya seperti tubuhmu”

Yang ia balas dengan anggukan lemah. Kuulurkan tanganku kewajah cantik abadinya, lalu turun keleher jenjangnya. Kulit halus dan sedingin es menyambutku namun tak membuatku berhenti untuk kemudian menarik tengkuknya mendekatkan wajah sempurna itu dengan wajahku, hingga bibir kami bertemu. Kulumat perlahan bibir lembut namun tetap sedingin es itu dengan sisa sisa tenaga yang masih kupunya di penghujung usia mortalku.

“saranghaeyo Bae Suzy, yeongwonhi…” perlahan kelopak mataku mulai menutup, dan jantungku berhenti berdetak.

Namun sayup masih bisa kudengar suara Suzy yang bergetar terisak tanpa air mata

“nado saranghaeyo Kim Myungsoo, gidarigae…tunggu aku disana…”

 

_Seoul, February 1955_

Hari ini, 14 February 1955, dua tahun setelah aku dan Suzy menjadi sepasang kekasih. Kugenggam tangan dingin pucatnya dengan erat didepan altar, dan berjanji untuk terus berada disisinya hingga maut memisahkan…

***

 

 *Suzy Bae POV* 

 

_Seoul, Agustus 2015_

 

Langit mendung kota Seoul menyambutku sore itu. Semuanya masih sama seperti sejak aku meninggalkannya 3 tahun yang lalu dan namja itu, juga tetap tidak ada. Namja yang aku cintai melebihi kehidupanku yang immortal.

“aku datang jagiya…” bisikku sambil menatap marmer dingin berukirkan namanya

“mian…aku baru datang sekarang. Geundae, jangan khawatir. Aku akan segera menyusulmu dalam keabadian yang sebenarnya. Kau masih menungguku kan?”

***

 

*Author POV* 

Senyum cerah mengembang dibibir pucat Suzy. Kemudian jemarinya merogoh bungkusan yang terlilit kain hitam rapi dari tas tangan yang ia bawa. Dengan senyum menawan yang tak lepas dari bibirnya sementara kedua tangannya menyibakkan pembungkus benda itu dan mengeluarkan isinya. Sebuah pisau trisula perak kecil berukir terselip dalam genggamannya.

“apa kau tau Myungsoo-ah, aku juga memiliki cinta yang immortal untukmu. Yang bisa membuatku rela mengakhiri kehidupan immortalku”

Perlahan yeoja itu membungkukkan badannya dan mencium ukiran nama Kim Myungsoo di nisan marmer itu dengan penuh perasaan, seakan sedang mencium bibir kekasih yang sangat ia rindukan itu, sebelum kemudian menghujamkan pisau trisula perak tadi tepat kejantungnya.

Dan tubuh sempurna bak malaikat itu terkulai lemah untuk kemudian perlahan berubah menjadi debu yang tertiup angin, menyusul Myungsoo-nya dalam keabadian yang sesungguhnya….

 

 

The love I feel towards you does not have any limits
Even if it does it’ll be infinity

-Myungzy-

 

_END_

 

 

 

Annyeongg….. author gaje dateng lagi hehehe…

Ok, sebelum kalian ngelemparin, ngegampar or ngebacok saya *syerem amat -__-* saya minta maaf yang sebesar besarnya. Saya tau dan sadar banget mungkin banyak yang bakalan bingung dan gak mudeng sama FF satu ini *udah ngebingungin, pendek banget lagi -___-*

 Tapi saya ini hanya author biasa *amatir* yang berusaha berkembang dan berusaha nyari gaya penulisan cerita yang beda *terinspirasi beberapa fanfic” yg ada di AFF sama di LJ sih sebenarnya* jadi jeongmal mianhaeyo kalo jatohnya bikin readers malah bingung. Saran saya cuma satu, perhatikan dengan teliti bulan & tahunnya ^^ karena FF ini punya alur cerita yang maju-mundur #plakk

ok deh, buat semua yang udah baca wajib CL (comment & like) ^^

 

Love

Zhi a.k.a Byungheewife a.k.a Han HyoMi 

45 thoughts on “Immortal Love/ One Shoot

  1. Aq siH Paham thor..hohoho
    ceritanya bAgus og..
    Tp,pas awal bAcA..aq kira myungsoo sakit..hohoho
    genrenya sad yah..
    Hohoho
    bikin FF laen thor..
    FIGHTING.

  2. asiikk,, ff myungzy,,
    kereeenn…. ngerti ko jalan ceritanyaa.,.,.,
    klo soal ffnya pendek, ini beneran pendek, panjangin donk #dijitak author..
    huweee~~ myungsoo, suzy,, pasangan abadi~

  3. bagus kok chingu tadinya Q jga bingung tapi pertengahan baru mudeng kekekek
    yah walau beda toh cinta myungzy tetep abadi #plak
    ditunggu ff yg laen chingu ^^

  4. Myungzy romantis deh😉 . Tambah suka sama couple ini . Ya walau sedikit bingung tapi tetep TOP pake banget ff ‘y Myungzy romantis deh😉 . Tambah suka sama Myungzy romantis deh😉 . Tambah suka sama couple ini . Ya walau sedikit bingung tapi tetep TOP pake banget ff ‘y Myungzy romantis deh😉 . Tambah suka sama coupl

  5. Loh udah end ._. #minta digampar
    Heheheee mianhe thor, intermeso😀
    Biar pendek tapi bagus nih, biarpun alurnya flashback gitu tp cukup jelas kok.
    Myungzy ceritanya bikin envy. Abadi gitu cinta mereka #eyaaa
    Keep writing thor, ditunggu next ff ^^
    Anyway makasih udh dikasih pw nya author nanda *hug*

  6. bener deh unn… aku suka ff.nya tapi ga tau mksdnya..
    tipe tipe ff d AFF ini.. gahahha
    aku sukaaaa.. jdi pengen liat wajahh myung versi tua… ahhaha

  7. Satu kata Keren thor! !!!!! #mian reader heboh idenya kreatif abis
    aku paham kok ceritanya malah aku suka bgt idenya kutunggu ffmu yg lain author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s