[Prolog + Cast] Fleuriste :: Fei Vers

Title :: [Prolog] Fleuriste :: Fei Vers

Author :: Pink_Queen

Cast :: Miss A Member, others can you find when the story begin

Genre :: Family, Friendship, a little bit romance (?), AU, Life

Length :: Chapter

Read, if u want to know the content my FF

Comment, if you wanna give me comments, critics or anything

Like, if you like my handwrite ^^

Seorang yeoja berdiri didepan sebuah ruko berlantai dua. Ia menghela nafasnya jengah. Ruko itu benar benar buruk. Jauh lebih buruk dari yang ia pikirkan sebelumnya. Selain terletak di sudut kota, ruko itu juga terlihat kotor tak terawat. Entah apa yang dipikirkan nenek Fei -nama yeoja itu- ketika memberikan ruko di Seoul ini untuknya. Sejak kecil memang Fei dirawat oleh neneknya di China, tepatnya di Changsa. Ia bahkan tidak tahu siapa orang tuanya. Yang ia ketahui setelah mendengar pembicaraan dar neneknya, bahwa orang tuanya meninggalkan dirinya saat ia bahkan belum bisa mengenali siapa ayah dan ibunya. Kedua orang tuanya meninggalkannya bersama sang nenek setelah mereka resmi bercerai, tiga bulan setelah Fei lahir. Tak dipungkiri, mengetahui kenyataan seperti itu membuat Fei merasa tak bahagia. Meski dilimpahi materi dari sang nenek, tetap saja ia merasa berbeda. Maka, dia hanya dapat menunjukkan senyum palsu dihadapan neneknya karena tak mau membuat nenek yang telah merawatnya hingga berumur 25 tahun ini menjadi sedih.

Belum lagi, ia harus menelan kekecewaan karena pertunangannya dengan salah seorang lelaki harus dibatalkan karena alasan klise. Orang tua kekasihnya tak mau menerima dirinya yang tak memiliki orang tua itu. Menambah luka dihatinya, Fei harus menerima kenyataan bahwa kekasihnya akan segera melangsungkan pernikahannya. Berbekal setangkai mawar berwarna biru dari kekasihnya, ia memutuskan untuk menerima tawaran neneknya untuk menetap di Seoul dengan mengelola sebuah usaha yang ia sendiri belum yakin.

“Aigoo~ yang benar saja Halmoeni menyuruhku datang jauh jauh dari China ke Seoul hanya untuk memberikan ruko seperti ini untukku ? aishhh….jinja..” dumel Fei menatap kembali ruko yang berdiri kokoh dihadapannya.

“Satu, ruko ini benar-benar kotor. Lihat saja, banyak daun kering berserakan didepan. Dua, ruko ini terletak disudut kota, didekat perempatan dengan lampu merah. Dipikir siapa yang akan melirik ruko ini ? orang orang bahkan tidak akan peduli jika ada toko bagus disini. Pasti yang dipikirkannya hanyalah kapan lampu merah akan segera berganti menjadi warna hijau. ckckckc…” komentar Fei. Ia lelu menyeret travel bagnya menuju pintu masuk. Dirogohnya saku mantel untuk mengeluarkan sebuah kunci untuk membuka pintu.

“Wow…” gumam Fei sesaat setelah memasuki ruko yang lantai dasarnya masih hampa, kosong tidak apa-apa. Tapi yang Fei sadari, kenyamanan langsung saja menyergap dirinya saat ia memasuki ruangan itu.

Kakinya tak berhenti berjalan, kali ini kedua kakinya menuju tangga. Ia naik ke lantai dua. Matanya berbinar saat melihat kagum tata ruangan dilantai kedua ini. Sepertinya nenek mempersiapkan ini baru baru saja. Ia masih bisa mencium bau baru dari sebuah sofa berwarna putih yang menghadap ke sebuah tv flat. Belum lagi dengan sebuah meja makan yang terdiri dari empat kursi makan tertata rapi didekat ruang televisi. Ada juga sebuah dapur kecil, dengan kompor, peralatan masak memasak dan juga kulkas yang semuanya masih baru.

Fei berhenti disebuah pintu. Ia mengedarkan pandangannya. Total ada 5 pintu, belum termasuk sebuah pintu geser disebelah kiri ruang tv, pintu untuk menuju balkon. Fei memutuskan membuka pintu yang ada dihadapannya. Ia melongokkan kepalanya, lagi lagi matanya membulat. Sudah ada satu ranjang lengkap dengan bantal dan juga selimut. Sebuah meja tulis, sebuah lemari dan juga jendela dengan tirai putih. Karena penasaran, Fei mendatangi setiap pintu yang ada dilantai dua itu.

Melepas penatnya, Fei duduk disofa putih itu. Dari hasil yang diperolehnya setelah mengitari disegala ruang, dilantai ini terdapat 4 kamar tidur dengan segala isi yang sudah lengkap.Satu buah kamar mandi yang menurutnya cukup besar dengan adanya sebuah bath up yang bisa digunakannya untuk berendam dengan aromatheraphy yang dibawanya dari Changsa. Tapi, siapa yang akan tinggal disini bersamanya ? Bukankah kini ia sendiri di Seoul ?

Ia kembali menatap bunga mawar berwarna biru yang terletak disampingnya. Ia menatap heran bunga yang ada digenggamannya.

“Mawar biru ? apa artinya ? ia ingin mengejekku karena aku tidak bisa bahagia sepertinya ?” gumamnya sembari menerawang jauh keatas.

You touch my heart baby…You touch my heart baby…

Fei melirik ponsel disampingnya, id dari call luar negeri. Diangkatnya ponsel miliknya.

“Halmoeni ?” sapa Fei setelah menerima panggilan dari neneknya.

“Kenapa lama sekali mengangkatnya ?”

“Ada apa ? aku baru saja membereskan barangku.”

“Cepat buka emailmu. Ada hal yang harus kau lakukan selama kau di Seoul.”

“Apalagi sekarang ? Nenek memberiku sebuah ruko dengan tempat yang bisa dibilang tidak strategis itu. Aku harus mengembangkan usaha disana. lalu apa lagi sekarang ?”

“Kau ini cerewet sekali. Pokoknya buka emailmu. Sudah nenek tutup telponnya. Kau tahu kan panggilan keluar negeri itu mahal.”

Klik.

Nenek Fei menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari cucunya itu.

“Aishh… Halmoeni, apalagi sekarang ??” gerutu Fei sambil membuka aplikasi email melalui ponselnya.

“Jika kau ingin tahu siapa orang tuamu, kau harus menemukan kedua gadis ini. Mereka tinggal di Seoul. Ajaklah mereka bekerja sama denganmu untuk mengembangkan usahamu di ruko yang aku berikan. Mereka adalah kunci untuk menemukan kembali siapa orang tuamu. Satu lagi, akan ada gadis dari Hunan yang juga akan membantumu disana. Jaga mereka dengan baik. Ingat kata-kataku.” Fei membaca dengan keras isi email dari neneknya. Ia lalu melihat tiga foto yang diattachment.

“MWOYAAA ??? aku harus mencari kedua gadis ini di Seoul ??” Pekik Fei setelah membaca deretan isi email dari sang nenek lalu memperhatikan dua gadis yang berwajah korea dan satu gadis yang ia yakini sebagai keturunan Cina seperti dirinya yang dikatakan neneknya dari Hunan itu.

__KKEEUUTT__

Annyeongg..

ini prolog castnya, ketiga member yang lain nyusul yaa…kkeke~

ntar tiap member ada prolognya hingga nanti mereka bersatu, tapi gak janji bakalan cepet, karena hutangnya masih ff LOVE itu yang sekarang entah udah lupa alurnya gimana..kkekekek~ ^^

pink_queen

25 thoughts on “[Prolog + Cast] Fleuriste :: Fei Vers

  1. Wah auThor nie…..KEREN thor…yg ff LOVE jgn d sia”in tHor cz KEREN jg..kekekekeke
    Aq tnGgu yg ProloGnya SuZy eOnNiqu.,..kekekeke
    FIGHTING..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s