[ Freelance ] Monster

Author : bbellss (@bellaakkumaa)
Tittle : Monster
Main Cast :

  • Cho Kyu-hyun ( SUPER JUNIOR )
  • Bae Suzy ( MISS A )

Supporting Cast : Find them on the story
Genre : Angst
Length : Oneshot, SongFic
Rating : PG15

P.S : Fanfic ini terinspirasi dari lagu Big Bang – Monster. Jadi tolong baca fanfic ini dengan background song tersebut biar dapet feelnya.

Dan, fanfic ini udah pernah di post di wordpress aku sendiri dan wordpress fanfic lainnya. Jadi, jika suatu hari kalian menemukan post yang sama dengan judul dan cerita yang sama. Cek nama author jika sama, tentu saja itu saya. So, happy reading~~ ^^

***

” Ia oksigenku, ia alasanku untuk hidup. Walau harus dibencinya sekalipun. Asal ia tetap disampingku.. aku rela. Karena aku sangat-sangat mencintainya. Aku tak bisa hidup dengan benar jika tak ada dia di sisiku.. ” – Cho Kyu-hyun

***

Author POV

Seorang yeoja memeluk lututnya dengan gemetaran, wajahnya ia benamkan ke dalam lipatan tangannya. Ia menangis. Ia mengeluarkan butiran kristal asin tersebut karena mengingat seseorang, seseorang yang pernah hadir di hidupnya dan membuatnya menjadi tawanan hati namja tersebut. Ia menangis menyesali sikapnya yang tak pernah bersyukur mendapatkan namja yang selalu berada di sisinya, ia menyesali banyaknya waktu yang terbuang karena membenci sikap namja itu selama hampir 3 tahun lebih.

Flash back…

Suzy POV

Aku mengerjapkan mataku perlahan, membiarkan cahaya yang menyilaukan masuk menembus retinaku. Sinar matahari. Begitu hangat dibanding cuaca pagi ini yang terasa dingin karena semalam hujan. Aku bergerak perlahan mencoba bangun, tapi tubuhku menegang begitu merasakan adanya lilitan yang membebani pinggangku.

Nafas hangat menyembul di punggungku. Menembus kulit bahuku yang tak terlindungi, karena baju tidurku tak begitu tertutup hingga menutupi bahuku. Aku menggigit bibirku pelan dan berbalik, menatap namja di sebelahku yang masih tertidur lelap. Namja yang.. entahlah. Aku harus bahagia atau menyesali karena memilikinya.

Wajahnya begitu tenang, tak menyiratkan adanya garis keangkuhan di wajahnya. Garis keangkuhan yang ia tunjukkan saat ia terjaga. Aku mencoba menyingkirkan beberapa anak rambut yang menutupi matanya yang cokelat tajam, tegas dan mengintimidasi siapapun, termasuk aku. Andai saat ia terjaga, wajahnya setenang ini. Senyaman ini, hingga tak membuatku takut untuk.. dilukai.

Tanganku membeku begitu pelukan di pinggangku makin mengerat, ia.. sudah bangun. Secepat itu pula.. jantungku berubah berdetak tak beraturan.. hal itu membuat sikap waspadaku meningkat.. dan.. secepat itu pula.. rasa nyamanku pudar.

Monsterku sudah bangun..

Kyuhyun POV

Hal yang paling kusukai tiap pagi hari adalah begitu aku membuka mata, aku melihatnya. Melihat hal favoritku, mata favoritku, wajah favoritku. Walau wajah itu jarang tersenyum, aku tak pernah bosan untuk memandangnya, menawannya untuk selalu disisiku. Egois mungkin. Tapi, tak ada salahnya bukan menjaga apa yang kita miliki.

Morning.. ” ujarku saat membuka mata. Aku melihat mata cokelatnya yang bulat makin membulat, menyiratkan.. ketakutan. Tapi, itu tak penting bagiku. Aku begitu senang saat merasakan tangannya di rambutku, mungkin tadi ia mencoba menyibakkan beberapa helai rambutku yang menutupi wajahku. Aku tersenyum.

” Tak ingin mandi? ” tanyaku setelah mengecup bibirnya singkat. Ia masih tak bergeming, aku bahkan merasakan bahwa ia menahan nafasnya. Tapi, aku tetap suka ketika mendengar suara detak jantungnya yang terdengar kacau. Sama kacaunya dengan detak jantungku jika berada di sampingnya.

” Aku akan membuat sarapan. Mandilah. ” ujarku lalu melepas pelukanku di pinggangnya dan keluar dari kamar, meninggalkannya yang masih mematung seperti boneka.

Baiklah, mungkin kalian bertanya. Siapa yeoja itu? Kenapa kami tidur di kamar dan ranjang yang sama? Apa hubungan kami?

Ia Bae Suzy. Atau mungkin kalian harus mulai membiasakan diri untuk memanggilnya dengan marga Cho di depan namanya. Ia.. tunanganku. Kami memang tinggal seatap, tapi.. aku tak pernah menyentuhnya di luar batasan, selain berciuman, memeluknya dan tidur di ranjang yang sama dengannya. Aku mencintainya. Sangat. Ah, anhi! Mungkin.. lebih tepatnya kubilang terobsesi dengannya. Ia gadis pertama yang membuatku seperti orang gila karena tak melihatnya sedetik, ia gadis pertama yang membuatku ingin melindunginya lebih dari siapapun… dan ia gadis pertama yang membuatku ingin menawannya disisiku, selamanya..

Author POV

(Keunde oneul-ttara jogeum talla boyeo..

Yunanhi mwonka deo cha-gawo boyeo..

Nareul boneun nunbichi dungjeonge kadeuk cha-isseo ne apeseo nan ja-ga boyeo..

 

Translate :

But today you look a bit different..

You look espicially a bit cold..

Your eyes that look at me are filled with pity..

In front of you, i seem smaller..

Big Bang – Monster [G-Dragon’s Part])

Suzy keluar dari kamar, ia merasakan nafasnya memberat begitu melihat siluet Kyuhyun yang sedang menata meja makan. Ia memang sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Tapi, ekspresi wajahnya tetap seperti tadi, seperti saat namja bernama Cho Kyu-hyun itu bangun dan menghilangkan rasa nyamannya dan menggantinya menjadi rasa takut akan obsesi dan sikap over protective seorang Cho Kyu-hyun kepadanya. Ia berjalan perlahan mendekati dapur. Matanya nampak kosong, jika kau orang biasa yang tak mengenalnya, kalian pasti tak bisa membedakan apakah gadis ini manusia atau zombie atau vampir atau makhluk pucat sejenisnya. Kulit putih pucatnya memang membuatnya terlihat seperti vampir, ditambah dengan tatapan matanya yang sendu. Ia lebih terlihat seperti mayat hidup. Tapi, mayat hidup manapun takkan bisa mempunyai kecantikan luar biasa seperti yang ia punyai. Yang bisa membutakan mata namja manapun, dan membuat para yeoja iri dengannya. Ia tertahan begitu melihat Kyuhyun sedang menata meja untuk mereka sarapan. Tak sadar ia menahan nafasnya. Ia ingat bagaimana kelakuan namja sinting yang sangat terobsesi dengannya itu mulai terlihat dan membuatnya takut. Ia ingat perkataan namja itu saat ia kepergok jalan dengan sepupu laki-lakinya, Lee Taemin. Hanya berjalan di tempat umum biasa, karena ia ingin menemani Taemin yang baru datang dari Gwangju-kampungnya- untuk melihat Seoul. Ia dan Taemin bahkan tidak terlibat kontak fisik yang mungkin bisa menimbulkan kesalahpahaman. Tapi, namja itu.. malah membentaknya dan membuatnya sadar betapa over protectivenya seorang Cho Kyu-hyun.

” Apa yang kau lakukan, Nyonya Cho? “

” Kyu-ah dia sepupuku. Namanya.. “

” Tak ada yang boleh dekat denganmu selain appamu dan aku. Arrachi! “

Satu kalimat beruntun dengan nada tajam dan mengintimidasi itulah yang membuat rasa cintanya pada namja itu mulai meluntur. Anhi, bahkan mungkin sekarang sudah hilang sama sekali tak berbekas. Ia muak melihat wajah namja yang selalu bersikap seolah ia malaikat yang akan melindunginya, padahal tanpa namja itu sadari. Ia lebih mirip monster. Monster yang mengekangnya dengan paksa.

” Ji~a, duduklah. Aku membuatkan sandwich kesukaanmu. Kita sarapan, eoh? ” ajak Kyuhyun sambil menarik Suzy. Belum sampai selangkah, Suzy melepas genggaman tangan Kyuhyun yang kini nampak dingin di tangannya. Suzy belum bicara satu patah kata pun pagi ini, tapi itu tak masalah bagi Kyuhyun. Asalkan yeoja itu masih disampingnya, asalkan aroma manis raspberry yeoja itu masih tercium didekatnya, tanpa ada kata.. Kyuhyun takkan mempermasalahkannya.

Suzy tak ke meja makan, ia pergi ke arah kulkas dan mengambil susu dan meminumnya secepat kilat. Lalu, ia mengambil pisang di keranjang buah yang terdapat di kulkas tersebut tanpa merasa harus menyentuh sarapan yang dibuat Kyuhyun.

” Ji~a. Kau tak makan? ” tanya Kyuhyun dari meja makan. Suzy diam, ia sangat tidak ingin berbalik dan menatap namja tersebut. Tapi, ia sangat tahu tabiat namja itu jika ia.. tak menuruti permintaan namja tersebut. Namja itu benar-benar akan memperpanjang masa tawanannya di rumah jika ia tak bersikap penurut untuk beberapa hari ke depan.

Akhirnya Suzy berbalik dan menuju meja makan. Ia duduk dan menatap datar sepiring sandwich di depannya.

” Makanlah. Kau pucat sekali, Ji~a. ” ujar Kyuhyun sambil menyodorkan piring sandwich itu lebih dekat di hadapannya. Ji~a.. nama panggilan sayang dari Kyu yang sekarang membuatnya muak. Suzy menghela nafas. Lalu, mau tak mau ia mulai menyentuh sarapannya.

” Kau sudah mencoba gaun pengantin yang noona buatkan? ” tanya Kyuhyun mencoba membuka obrolan. Suzy membeku. Pernikahan.. kalau bukan karena appanya sudah meninggal dan menitipkannya pada keluarga Kyuhyun, ia pasti sudah bebas memilih pasangan hidupnya sekarang.

” Belum. ” jawab singkat Suzy dengan nada pelan. Kyuhyun tersenyum tipis.

” Kau harus segera mencobanya. Apa nanti sore kau mau kutemani untuk mencobanya di butik noona? Sore ini aku tak ada.. ”

” Kapan aku bisa kembali kuliah? ” omongan Kyuhyun terputus oleh selaan pertanyaan Suzy. Kyuhyun tersenyum. Lalu, mengusap pipi chubby Suzy. Yang diusap hanya diam sambil menahan diri untuk tidak berlaku kasar terhadap sikap Kyuhyun yang membuatnya muak. Tak sadar Suzy mengepalkan tangannya dan menahan amarahnya.

” Nanti. Setelah pernikahan kita terlaksana. Kau bisa kembali kuliah, Ji~a. ” ujar Kyuhyun sambil tersenyum. Mata bulat Suzy memerah, menahan amarah sekaligus rasa sakit karena ia diperlakukan seperti anak kecil berusia 7 tahun yang dilarang keluar rumah karena takut diculik. Ah, anhi! Mungkin lebih tepat jika ia seperti anak 7 tahun yang sedang di culik, di sandera oleh orang sakit jiwa.

” Aku. Ingin. Keluar, Cho Kyu-hyun. ” eja Suzy dengan nada tertahan, ia mencoba menahan emosinya agar tak meluap. Seketika itu pula ekspresi Kyuhyun berubah dingin dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.

” Ku bilang tidak, ya tidak, Nyonya Cho! Kau baru boleh keluar jika kita sudah melangsungkan pernikahan. Jika kau ingin keluar untuk mencoba gaun pengantin dan mengurus pernikahan kita, aku akan mengijinkannya. Tapi.. itu pun tetap harus ditemani olehku. Arrachi! ” jelas Kyuhyun, tepatnya lebih memerintah dan jenis perintah yang harus dituruti. Ia lalu tersenyum dan mengusap puncak kepala Suzy.

” Aku melakukan ini untuk menjagamu, jadi.. sebagai istri yang baik.. dengarkanlah perintah suaminya. Kau harus terbiasa dengan ini, Ji~a. ” ujar Kyuhyun lalu bangkit dan pergi ke kamar. Sepergi Kyuhyun, air mata yang ditahan mati-matian oleh Suzy jatuh dan mengalir dengan deras.

” KAU SAKIT JIWA, CHO KYUHYUN!! ” teriaknya lalu membanting piring sandwich yang berada di hadapannya.

Kyuhyun POV

Aku menutup pintu kamarku perlahan, dan mendengar teriakannya.

” KAU SAKIT JIWA, CHO KYUHYUN!! ” teriaknya dari dapur tapi cukup terdengar sampai di kamarku. Lalu tak lama suara benda berjatuhan yang terdengar seperti piring jatuh menyusul teriakannya. Aku masih bersandar di balik pintu kamar kami.

Lalu, aku menghela nafas dengan berat.

” Ji~a, mianhae. Aku hanya tak ingin kau lari dariku. Cukup hari itu aku merasa gila karena kau menghilang dari pandanganku. Cukup 3 hari itu. ” bisikku lirih lalu mencoba memejamkan mataku, mencoba mengingat saat-saat terberat dalam hatiku. 3 hari tanpanya, tanpa melihatnya, mendengar suaranya, dan mencium bau raspberry favoritku. Dan, itu 3 hari yang sangat membuatku tersiksa. 3 hari, ia menghilang dengan alasan liburan bersama teman seangkatannya.

Sejak berpacaran dengannya 5 tahun lalu, aku selalu mencoba ada di dekatnya. Entah, aku juga tak mengerti diriku yang sepertinya terlalu terhipnotis oleh semua tentangnya. Ia seperti oksigenku. Aku baru bisa bernafas dengan benar jika dia ada disampingku. Ia seperti otakku. Aku baru bisa berpikir dengan benar jika dia ada disampingku. Ia semua bagian terpenting untuk hidupku. Ia.. heroinku, aku kecanduan terhadap apapun yang ada di dirinya.

***

Author POV

Kini Suzy berada di dalam mobil yang akan membawanya ke butik Noona-nya Kyuhyun. Di sampingnya, Kyuhyun yang sedang fokus menyetir walau sesekali Kyuhyun harus menoleh untuk menatap Suzy, memastikan bahwa gadis itu tetap berada di samping, selalu berada di sampingnya. Sedangkan Suzy.. ia menatap pemandangan luar dari balik kaca dengan mata berkaca-kaca. Betapa ia merindukan udara bebas, betapa besarnya rasa rindunya terhadap dunia luar yang kini terasa sangat jauh dari jangkauannya.

” Kita sudah sampai~ Jja! ” ujar Kyuhyun setelah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, di depan butik noonanya. Sebuah senyuman bangga terus terukir di bibirnya sejak kemarin saat Suzy akhirnya menuruti perintahnya untuk segera mencoba gaun pengantin yang di buat khusus oleh noonanya yang seorang desainer. Ia merasa dunia kini berada di genggamannya. Ia akan segera menikah dengan..

Kyuhyun menoleh ke kiri dan kanan, kursi penumpang di sampingnya sudah kosong dan itu berarti..

Ia melihat seorang gadis berlari menyebrangi jalan besar. Tanpa perlu menatap wajah gadis itu, ia tahu.. itu gadisnya.

***

Suzy POV

Aku terus mencoba berlari sekuat tenaga, aku sangat berharap.. sekali ini saja.. Tuhan mau berbaik hati padaku dan membuat namja sinting itu tak berhasil mengejarku..

Aku berhenti mencoba mengatur nafasku yang mulai sesak karena terus berlari. Sepertinya belum ada tanda-tanda bahwa namja sinting itu berhasil mengejarku. Syukurlah.

“ Agasshi~ aigo. Kenapa seorang agasshi cantik begini disini? Dan.. sendiri? “ tubuhku membeku begitu mendengar suara godaan dari seseorang yang tak ku kenal. Namja berambut blonde pirang itu menatapku dengan tatapan yang membuatku risih. Ia seakan ingin menerkamku hidup-hidup, tapi tentunya.. menerkam dalam kata lain.

“ Agasshi~ ayo temani kami bermain sebentar.. “ datang namja lain. Namja kedua ini berambut cokelat gelap, dan di sudut pipi kanannya terdapat lesung pipit. Walau tampang kedua namja ini lumayan.. tapi.. entah mengapa.. aku tidak ingin berurusan dengan mereka. Sangat tidak ingin.

Aku tahu.. mereka-mungkin- bukan tipe namja yang baik. Karena tak mungkin namja yang baik malah akan menggoda yeoja yang sedang sendirian.

Dugaanku benar.. ketika aku masih “sibuk” dengan pikiranku, tak sadar namja blonde pirang itu sudah menahan kedua tanganku di belakang. Ia sibuk mengikatnya dengan kain yang entah ia dapat dari mana. Hal.. ini.. membuat perasaanku makin tak enak berkali-kali lipat.. dan.. untuk pertama kalinya.. aku merasa.. aku membutuhkan seseorang..

Seorang namja dengan sikap overprotectivenya yang ingin menjagaku lebih dari siapapun. Namja sinting yang sering kusebut.. monster..

Aku.. membutuhkanmu, Cho Kyu-hyun..

Kyuhyun POV

Aku mengedarkan pandanganku untuk kesekian kalinya ke sekelilingku. Kemana gadis itu?

Kemana yeoja yang berhasil membuat pikiranku berantakan sekarang..

Apa yang harus ku lakukan jika aku tak berhasil membuatnya kembali padaku?

Bagaimana jika aku betul-betul harus melepaskan ia sekarang?

Semua kekalutanku memudar dan tergantikan dengan emosi dan perasaan membenci yang menyulut begitu kuat karena melihat 2 orang namja sedang menggoda seorang yeoja di salah satu jalan kecil. Dan tanpa melihat wajah yeoja yang membelakangiku.. aku tahu.. ia gadisku.

Author POV

Suzy menutup matanya karena takut dengan apa yang bisa saja terjadi padanya tanpa diinginkan. Ia betul-betul takut jika ia harus.. mengalami hal lain yang lebih mengerikan daripada bersama Kyuhyun. Butiran kristal asin itu mulai menetes dari pelupuk matanya. Dan.. tanpa sadar ia menggumamkan sebuah kata yang menurutnya jika ia ucapkan dalam keadaan biasa sangat menjijikkan. “ Kyu.. Kyu.. Kyu.. “ gumamnya masih sambil menutup rapat matanya.

“ Bbukk~! “

“ HYA! Apa yang kau lakukan pada.. “

“ Ji~a, gwenchanayo? “ suara pukulan dan pertengkaran yang berputar cepat di telinganya dan diganti dengan suara bass yang sangat ia kenali dengan baik membuat perasaan takutnya tiba-tiba menghilang dan tanpa ia sadari.. saat sebuah tangan melingkar di lehernya.. ia digeluti oleh perasaan nyaman. Dan tanpa perlu membuka matanya.. ia tahu, siapa orang yang memeluknya dan memanggilnya dengan nama panggilan itu..

***

(I love you, baby i’m not a monster..

Neol an-janha yejeon nae moseubeul shi-gani chinamyeon..

Sarajyeo beoril tende keu ttaen tende al baby..

 

I need you, baby i’m not a monster..

Nal an-janha ireohke kajima neo majeo beorimyeon..

Nan jugebeoril tende..

I’m not a monster..

 

Museun ili isseodo yeongwonhaja-go..

Seulpeul ttaedo gippeul ttaedo kkeut-kaji haja-go..

You don’t say that tomorrow..

Oneu-ri majimagin geutcheorom sarang-haja-go..

 

Translate :

I love you, baby i’m not a monster..

You know how i was in the past..

When time passes, it’s all disappear..

Then you will know baby..

 

I need you, baby i’m not a monster..

You know me, so don’t leave like this..

If even you throw me away, i will die..

I’m not a monster..

 

No matter what happens, let’s be forever..

When we’re sad, when we’re happy, let’s go ’till the end..

You don’t say tomorrow..

Let’s love like today is the last..

Big Bang – Monster [Daesung, Taeyang, Seungri’s Part])

” LEPASKAN AKU!! LEPASKAN AKU!!! ” teriak Suzy ketika Kyuhyun menggengam pergelangan tangannya dengan kuat dan kasar. Kyuhyun berhasil mengejar Suzy dan membuat perasaan nyaman yang baru ia rasakan tenggelam-entah kemana- dan digantikan dengan perasaan terkekang lagi, membuat Suzy menjadi tawanannya lagi. Butiran kristal asin itu terus keluar membasahi pelupuk hingga pipi gadis itu.

” CHO KYUHYUN, KAU MONSTER!! LEPASKAN AKU!! JIKA KAU BEGINI, LEBIH BAIK KAU BUNUH AKU, NAMJA GILA!! ” umpat Suzy saat Kyuhyun berhasil menyeretnya masuk ke apartemen mereka.

PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipi halus Suzy. Suzy menoleh menatap tajam Kyuhyun. Menyadari perbuatannya yang kelewat batas, Kyuhyun langsung memeluk Suzy.

” Mianhae. Aku.. tak sengaja. Ku mohon maafkan aku. Mianhae. Mianhae. ” ujar Kyuhyun masih tetap memeluk Suzy. Suzy hanya diam, pelukan itu lagi-lagi membuatnya merasa nyaman. Perasaan hangat yang tadi tenggelam tiba-tiba menyeruak dan memenuhi dadanya. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun, membalas pelukan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.

” Anak baik. ” ujarnya lalu mengecup puncak kepala Suzy dengan lembut. ” Jangan berkata seperti itu lagi, ok? Kau tahu kan.. aku tak bisa hidup tanpamu. Kau.. oksigenku. Jangan mempersusah dirimu dengan sikap keras kepalamu. Cukup turuti apa yang ku katakan, dan kau pasti akan merasa lebih baik. ” ujar Kyuhyun dengan nada melembut. Suzy terhenyak. Apakah ini takdirnya? Ia harus bersanding dengan seorang namja pemaksa seperti seorang Cho Kyuhyun. Tanpa sadar Suzy mengangguk dan makin merapatkan dirinya ke dalam pelukan hangat yang sudah sangat lama ia rindukan. Ia menyerah.

***

Kyuhyun POV

” Eotthe? ” aku berbalik dan menatap seorang yeoja yang kecantikannya luar biasa. Yeoja itu bahkan lebih cantik dari dewi-dewi Yunani, Monalisa dan tokoh wanita manapun yang diceritakan cantik. Ia harusnya memenuhi syarat untuk menjadi gambaran dari kata “cantik”. Aku tersenyum dan mengangguk. Menyetujui pilihannya untuk memilih gaun yang didesain noonaku. Gaun itu terlihat sangat tepat di tubuhnya, noona memang tahu bagaimana membuat bidadariku semakin cantik.

” Kau tak mengatakan aku cantik? Atau sejenisnya? ” rengutnya dengan nada manja. Ia mengembungkan pipinya, aku tersenyum makin lebar. Suzyku sudah kembali. Aku maju dan menghampirinya.

” Kau makhluk tercantik yang pernah kutemui di muka bumi ini, Ji-ah. ” ujarku sambil menangkup kedua pipinya di kedua telapak tanganku. Seketika itu pipinya memerah, ia menunduk dan tersenyum malu. Darahku mengalir lebih cepat, jantungku berdetak lebih cepat hingga menghantarkan sebuah sengatan kecil di dadaku karena terlalu lama menyentuhnya. Aku melepas kedua tanganku dan berbalik.

” Noona.. Ji~a akan menggunakan gaun ini.. ”

***

” Sudah lama aku tak merasakan ini.. ” ujarnya saat kami baru keluar dari butik noona. Aku menoleh dan menggenggam tangannya. Ia menatapku dan tersenyum. Kapan terakhir kali aku menatap senyumannya? Setidaknya sekarang ku rasa hidupku sempurna..

” Erm.. Kyu.. bisakah kita singgah ke coffe shop itu? Aku sudah lama ingin minum moccaccino lagi. ” ujarnya menahan langkahku yang ingin segera masuk ke dalam mobil dan menunjuk coffe shop yang berada di seberang jalan. Aku menoleh menatapnya dan mencoba menimbang-nimbang permintaannya.

” Kalau kau tunggu di mobil dan aku yang membelinya? Tak masalah bukan? ” tawarku. Ia tersenyum dan mengangguk.

” Yang penting aku ingin mocca! ” ujarnya dengan wajah sumringah. Aku mengacak rambutnya pelan.

” Arrata. Baiklah tunggu disini dan aku akan segera kembali. Ingat, jangan berusaha kabur.. ”

” Belajarlah mempercayaiku, Cho Kyu-hyun. ” selanya sambil tersenyum tulus. Entah mengapa rasa lega kini memenuhi dadaku. Ya, aku harus belajar mempercayainya seperti ia belajar untuk menerima sikapku.

” Arrachi. Aku mempercayaimu. Tapi, jika kau lari lagi, sudah ku pastikan. Malam ini kita menikah.. ” ujarku mengancam tapi lebih terdengar seperti candaan di telingaku sendiri. Ia tertawa kecil.

” Arra. ” jawabnya lalu masuk ke dalam mobil. Aku menutup pintu mobil dan segera berlari kecil melintasi jalan raya dan sampai di seberang jalan. Aku masuk ke dalam toko kopi itu dan segera memesan pesanan yang kami inginkan.

Author POV

Kini Kyuhyun sedang menunggu pesanannya. Segelas kopi pahit untuknya dan moccaccino untuk Suzy. Setelah pesanan datang, ia lekas membayar dan berlari kecil untuk segera berada di samping Suzy. Ia melihat Suzy yang tersenyum menatapnya dan gadis itu berada di dalam mobil, masih menunggunya yang membeli apa yang diinginkan gadis itu. Kyuhyun tersenyum ketika melihat Suzy masih berada di dalam mobil dan menunggunya sesuai yang gadis itu janjikan. Tinggal menyebrangi jalan besar itu dan ia akan segera sampai di tempat pemasokan oksigennya. Tapi..

” TITTTTT~!! ” suara klakson membuat Kyuhyun menoleh ke arah kanan dan tepat saat itu sebuah truk menghantamnya.

Suzy POV

Aku menggambar sebuah lingkaran di kaca jendela mobil, aku masih menunggu Kyuhyun yang sedang membeli kopi untukku. Aku menoleh ke arah toko kopi di seberang jalan itu dan mendapati Kyuhyun yang baru keluar dari toko tersebut. Aku tersenyum menatapnya. Sejak hari itu, hubunganku dengannya kembali hangat seperti saat awal-awal kami berpacaran. Mungkin ia benar, kenapa aku harus memaksakan diriku menolaknya.

Bukankah harusnya aku bersyukur.. ada namja yang..

” TITTTTT~!! ” senyumanku memudar ketika melihat sebuah truk menghantam tubuh Kyuhyun, membuat ia terpental ke tanah dan membuat luka di beberapa bagian tubuhnya hingga mengeluarkan darah.

” KYU!!!!!! ” pikiranku kosong. Aku bahkan tak sadar bahwa suara jeritan itu berasal dari pita suaraku. Aku mengetuk-ngetuk kaca jendela, berharap bahwa bukan Kyuhyun yang tertabrak dan berharap bahwa Kyuhyun akan segera kembali dan memberikan moccaccino yang ia belikan.

” KYU! CHO KYU-HYUN!! IREONA!! ” aku sama sekali tak bisa mengendalikan diri. Aku bahkan tak merasakan bahwa kini aku berada di samping Kyuhyun yang sudah dilumuri darah. Air mataku sudah mengalir membanjiri pipiku sedari tadi, dan aku tak henti-hentinya menjerit memanggil namanya.

***

(Kajima.. kajima.. kajima.. tteonaji mara..

Hajima.. hajima.. hajima.. neo katjianha..

Meo-reojin chaero.. sarangeun geolleojin chaero..

 

Translate :

Don’t go.. don’t go.. don’t go.. don’t leave me..

Don’t do it.. don’t do it.. don’t do it.. it’s not like you..

Getting farther away.. love is breaking apart..

Big Bang – Monster [Seungri, Daesung’s part])

Author POV

Suzy terus mengeluarkan air matanya, ia memeluk lututnya yang gemetaran. Ia mencoba mengatupkan bibirnya yang terus-terusan mengeluarkan suara tangisan. Entah mengapa kini ia merasa ketakutan menggerogoti tubuhnya, bukan jenis ketakutan tempo hari dulu. Ini jenis ketakutan yang sama saat ia kehilangan Eomma dan Appanya.

” Suzy~a! Ada apa? Kyuhyun eoddiseoyo? ” tanya Ahra-noona Kyuhyun- yang baru datang bersama dengan Hana-eomma Kyuhyun. Tapi, bukannya menjawab Suzy malah menangis semakin keras. Ia berharap Kyuhyun mendengar tangisannya dan Kyuhyun akan bangun dan memeluknya. Seperti kebiasaan Kyuhyun yang tak pernah membiarkan Suzy menitikkan air mata setetes pun. Bau darah yang menodai baju putihnya membuatnya makin melemah karena ia tak pernah suka mencium bau darah.

” Suzy~a.. ” Hana berlutut dan memeluk calon menantunya itu. ” Gwenchanayo. Kyuhyun pasti tidak apa-apa.. ” ujar Hana mencoba menenangkan Suzy.

Flash Back END

(I think i’m sick.. i think i’m sick..

I think i’m sick.. i think i’m sick..

Big Bang – Monster [G-Dragon’s part])

Sejak 10 hari lalu, Suzy tinggal di apartemen mereka-miliknya dan Kyuhyun-sendiri. Kyuhyun belum pergi. Hanya saja.. masih tidak bisa menemaninya seperti hari-hari biasa. Dan, pagi ini.. saat Suzy terbangun. Ia masih belum menemukan Kyuhyun di sisinya, yang seperti biasa.. akan memberikannya morning kiss dan segera membuatkan sarapan untuk mereka. Mereka berdua belum menikah, pernikahan mereka tertunda karena Kyuhyun belum sadar hingga sekarang.

Suzy masih menangisi kebodohannya. Kenapa ia membuang banyak waktu hanya untuk membenci namja yang jelas-jelas sangat mencintainya? Kenapa ia tak menyerah dengan mudah dan lebih cepat agar waktunya dengan namja itu lebih banyak? Kenapa.. ia.. tak menyadari bahwa ia masih.. anhi! selalu punya rasa nyaman yang tersembunyi di hatinya saat namja itu memperlakukannya dengan sangat baik? Kenapa ia tak menyadari.. ia juga sama dengan namja itu? Sama-sama mencintai satu sama lain. Pertanyaan itu terus menggerogoti otak Suzy. Ia terus menggigit bibirnya hingga setetes cairan kental berwarna merah yang amis dan asin terasa di dalam mulutnya. Ia menangis dan masih terus menangis. Wajahnya memucat, terdapat lingkaran hitam di bawah matanya, keadaannya sekarang bahkan lebih parah saat ia merasa tersiksa karena menjadi tawanan Kyuhyun. Kyuhyun?

” Uljima.. ” suara berat nan menenangkan itu terdengar di telinganya, tak lama sebuah pelukan hangat melingkari tubuhnya. Suzy ingin mendongak tapi ia terlalu takut bahwa itu hanya halusinasinya. Karena ia terlalu merindukan namja itu. Sejak 3 hari lalu, ia memang memutuskan untuk berhenti menjenguk Kyuhyun. Karena ia takut, ia semakin tak bisa mengontrol dirinya yang merasa terluka melihat Kyuhyun terbaring, menutup matanya dan dipasangi banyak alat medis untuk menopang hidup namja itu.

” Uljima, Ji~a.. aku sudah kembali.. Aku takkan meninggalkanmu lagi.. ” suara itu masih terdengar. Suzy masih belum percaya. Ia masih menangis sekeras-kerasnya dan masih membenamkan wajahnya di dalam lipatan tangannya.

Deg.. Deg.. Deg.. Deg.. Deg..

Ia mendengar dengan jelas suara jantung yang berdetak dengan kacau. Dan suara jantung itu bukan berasal dari jantungnya, suara itu berasal dari namja yang memeluknya. Yang ia rindukan..

” Kyu~a.. ” kini Suzy mengangkat wajahnya dan menemukan sosok Kyuhyun yang memang sedang memeluknya. Tangisnya pecah lagi. Kyuhyun menunduk, mengecupi puncak kepala Suzy, dan mengelus lembut punggung yeoja itu. Ia juga semakin menarik Suzy untuk tenggelam di dalam pelukannya.

” Kajima.. ” bisik Suzy sambil mengeratkan pelukannya.

” Nae, aku takkan pergi kemana-mana lagi.. ” jawab Kyuhyun sambil terus mencoba menenangkan Suzy.

***

Suzy POV

” Masih sakit? ” tanyaku sambil menyentuh kepalanya yang diperban. Kini kami sedang berbaring di tempat tidur yang sudah lama terasa dingin karena hanya ada aku. Ia menggeleng dan tersenyum tipis.

” Tidak. Karena obatku sudah ada disampingku. Ji~a, kau melukai bibirmu.. ” ujarnya sambil menyentuh bibir bawahku yang sepertinya sobek karena aku terus menggigitnya. Aku meringis pelan kesakitan.

” Appeun? ” tanyanya dengan wajah khawatir. Aku menggeleng pelan.

” Gwenchana. ” jawabku lalu membiarkan tanganku menyentuh seluruh bagian wajahnya yang kurindukan.

” Kau kurusan.. ” ujarku sambil mengelus pipinya.

” Kau lebih buruk dari saat.. bersamaku.. dulu. ” ujarnya sambil mengeratkan pelukannya di pinggangku.

” Aku sama sepertimu. Aku tak bisa hidup tanpamu. ” jawabku sambil mengecup pipi kanannya ringan. Ia tersenyum seperti seorang anak kecil yang dibelikan hadiah yang diinginkan oleh orang tuanya.

” Gomawo, Ji~a. Saranghae. ” ujarnya lalu mengecup bibirku bawahku dan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang sarat kerinduan.

***

” Maaf. Aku terlalu bodoh hingga membuatnya terlihat seperti monster di mataku. Aku tak menyadari.. aku.. tak pernah sekalipun melupakan rasa cintaku padanya. Hanya saja.. rasa cinta itu tertutupi oleh mataku yang sudah menganggapnya seperti monster. Tapi, kalaupun ia monster.. aku masih akan bersedia disisinya, karena ia.. takdirku. Sejauh apapun aku berlari meninggalkannya, pada akhirnya.. aku akan tetap disisinya. Itu.. sepertinya takdirku dan aku.. tak menyesali takdir ini.. ” – Bae Su-zy

–END–

Tinggalkan komen🙂 setiap komen sangat berarti ^^

 

82 thoughts on “[ Freelance ] Monster

  1. HYA karakter kyu disini kuat banget keren bener2 over protec “monster”
    kASihn zy di awal tpi terharu di akhir ais mkin daebak aja nih saeng bikin ff nya ^^

  2. keren thor,
    daebak thor,
    fellny dapet,ak suka thor,
    mana backsoundny keren bgt*big bang monster*
    menyentuh bgt,
    1kata TOP

  3. Uwaaaaa keren keren… Feelnya dapet. Awalnya sempet kasian sama Suzy tapi endingnya happy! ahh coba ada moment Kyuzy beneran *ngayal*
    Nice ff chingu~ ditunggu yg lain😀

  4. wah keren,, daebak thor..

    aku suka,,
    apa lagi ngebayangin suzy ama kyu..
    mereka cocok banget deh,..

    ditunggu FF Kyuzi lainnya thor..hehe…

  5. Waxaxaxa
    tumben bgt ada cAst kyuhyun suzy…tp,smw yg d jd pasangIn suzy eoNnie cocok smw…kekeke
    neoMu neoumu DAEBAK thor….

  6. daebak….
    Bnr2 kereennnn….
    Sungguh, ni FF bgussss bngt… Alur ceritany sjlann… N brhsil mmbuat q trhnyut dalam crita ini…. Q suka smua krakter disini….
    Hhuuwwaaa…
    Endingny mmbuat quu mneteskan air mata….
    :’)

  7. Satu Kata,
    KEREN !😮
    Jarang2 baca FF y mempertemukan kedua bias ku *Kyuhyun-Suzy* (lompat kodok sangking senang’na. [?])
    Author DAEBAK !
    Cerita keren banget. . . Feel’na dapat Banget ! Buat sequel’na dunk thor (mijat kaki-tangan author dgn puppe eyes)😐

  8. Pairing baru Kyuzy. Aku seneng banget deh coz sama2 bias utama aku *jingkrak2* hehehe😀
    Karakter kyu disimi protektif banget ya sama suzy, biasa nya kyu cuma pantengin psp nya doang heheh *ditelen kyu*

  9. Aku bener-bener bisa membayangkan berasa di posisi Suzy yang terkekang. Tapi seneng deh akhirnya bahagia ! Kyuzy ! Thanks ya author… jangan bosen-bosen nulis ff Suzy-nya ya.. karena dimana ada kata ‘Suzy’ disitu kusinggahi…

  10. bagus thor suka banget sama pasangan kyuzy, hehe
    kyuhyun protectif banget sama suzy tapi semuanya berakhir bahagia. ceritanya menarik thor.

  11. aku jarang baca one shoot karena menurutku terlalu pendek dcan itu sangat membosankan
    tapi saan iseng2 baca ff ini kok aku jadi suka banget dan sudah berkali2 baca tetep aja suka
    happi ending lagi
    i like it🙂

  12. kereeeeen T.T yaampun. akhirnya suzy sadar kalo dia emang masih cinta banget sama kyuhyun. kalo kyuhyun nggak kecelakaan mungkin suzy nggak sadar pentingnya kyuhyun buat dia. such a great ff😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s