One In a Million/ Part 9 *END

Author: Han Hyomi
Length: Chaptered
Genre: Romance
Cast:

– Kim Myungsoo/L
– Bae Suji/Suzy
– Lee Seungyeol
– Choi Minho
– Park Jiyeon
– Han Hyomi

Semua Casts milik Tuhan dan pihak yang berwenang, Author hanya berhak atas ide cerita dan story line.

***

You’re one in a million
You’re once in a lifetime
You made me discover all the stars above us
You’re one in a million
You’re once in a lifetime
You made me discover all the stars above us
[Bosson-One In a Million]
***

*Kim Myungsoo POV*

“Minho oppa, perkenalkan ini Myungsoo oppa”
“oppa, ini Minho oppa”
Suji terlihat jengah saat berusaha memperkenalkan aku dengan namja bernama Choi Minho itu. Dari cerita Suji, aku tau siapa namja jangkung bermata besar ini. Tidak lain adalah namja yang sudah membohongi dan menjadikan Suji-ku sebagai kekasihnya selama dua tahun terakhir. Memikirkan hal itu, ingin rasanya aku mencekiknya. Aku hanya menatap namja itu tajam tanpa berkata sepatah kata pun
“annyeonghaseo…Choi Minho imnida, bangapseumnida”
Ujarnya sambil membungkukkan badan sedikit dan mengulurkan tangan berusaha tersenyum memecah kekakuan diantara kami
“Kim Myungsoo imnida, terima kasih selama ini telah menjaga Suji”
Aku menyeringai dan menjabat tangannya erat. Terlalu erat malah, namja itu mengeryitkan keningnya merasakan genggaman tanganku yang kasar. Dari sudut mataku kulihat Suji menggelengkan kepalanya sedikit memprotes tindakanku. Kemudian dari dalam rumah keluar seorang yeoja dengan wajah ramah
“unnie, perkenalkan ini Myungsoo oppa”
Ucap Suji begitu melihat yeoja itu berjalan kearah kami
“oppa, ini Hyomi unnie yang telah menolongku dan selama ini menjagaku”
Kulepas genggamanku pada tangan Minho, Aku nyaris tertawa melihat Minho mengibaskan tangannya sembari menatapku sengit
Aku membungkukkan badan pada yeoja yang lebih tua dari kami itu.

“annyeonghaseyo… Kim Myungsoo imnida”
Kutatap wajah yeoja itu penuh terima kasih, sementar Hyomi menatapku dengan rasa bersalah
“annyeong haseo…Han Hyomi imnida. Myungsoo-sshi, aku minta maaf padamu tentang apa yang telah aku, kami semua lakukan pada Ha… maksudku Suji”
Ujarnya sambil menundukkan kepala.
“aku mengerti Hyomi-sshi, Suji sudah menceritakan semuanya. Aku justru amat sangat berterima kasih. Seandainya kau tidak menemukannya, aku tidak bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi padanya. Jeongmal gamsaheo…”

ku bungkukkan badanku sedalamnya
“oppa…semua sudah berlalu”
Suara lembut Suji yang menenangkan membuatku tersenyum. Ah alangkah bahagianya aku bisa mendengar suaranya lagi
“ne, Suji-ah. Kkaja, kita berangkat menemui umma mu sekarang. Mari Hyomi-sshi”
Kuraih jemari Suji dalam genggamanku yang kemudian dengan halus berusaha ia lepaskan. Kutelan rasa kecewa ku dalam diam dan menatapnya nanar
“kau tidak ikut dengan kami Minho oppa”
Rasa cemburu merayapiku ketika mendengar Suji berbicara dengan lembut pada Minho.
“mian, lain kali saja aku menemui ibu mu Suji-ah. Hari ini aku sedikit sibuk di kampus”
Namja itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lemah.
“bagus, lebih baik kau tak usah ikut”

Dengusku dengan suara sekecil mungkin.

***

Selama diperjalanan kami hanya diam. Kulirik melalui pantulan kaca spion, wajah Suji yang tegang sementara Hyomi menggenggam tangannya erat. Kejadian dirumah Hyomi tadi kembali melintas, saat Suji melepaskan tangannya dariku.
Suji-ah…apa kau mencintai namja itu hingga tak mau aku menggenggam mu didepannya. Fikirku sedih.
“Bersabarlah, Kim Myungsoo. Dia hanya sedang lupa, dia tetap Bae Suji-mu. Jangan pernah meragukan hatinya”

bisik ku berusaha menenangkan diri

*Bae Suji POV*

Aku merasa sangat tak enak pada Minho oppa, aku tau dia berbohong tentang kuliahnya. Dia tidak punya jadwal kuliah hari ini. Dia hanya sedang berusaha menghindar dariku dan juga Myungsoo setelah apa yang terjadi semalam.
Aku tau dia terluka dan aku juga tau Myungsoo oppa yang sedih karena sikap ku tadi. Entahlah, saat ini aku pun tidak tau apa yang harus kulakukan dan apa yang seharusnya tidak.
Umma…sebaiknya sekarang aku memikirkannya. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan umma ku, aku berusaha mengingat wajahnya tapi tetap saja hasilnya nihil.
Berbagai kecemasan melandaku, apa yang harus aku lakukan saat bertemu dengannya? Bagaimana reaksinya setelah melihatku, anak perempuannya yang dia kira sudah meninggal dua tahun yang lalu? Bagaimana perasaannya jika melihatku yang sekarang cacat?
Pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan itu terus menyiksaku, hingga kurasakan remasan tangan unnie disampingku
“tenanglah Suji-ah, semua akan baik-baik saja”
Gumamnya sambil tersenyum kecil yang hanya kubalas dengan anggukan.
Satu jam kemudian taksi yang kami naiki berhenti didepan sebuah bangunan berwarna putih pucat menyerupai rumah sakit.
“rumah sakit? Oppa…?”
Aku menatap Myungsoo oppa dengan penuh tanya, aku kira kami akan mengunjungi sebuah rumah, tapi kenapa….
“nanti kau juga akan tau, kuatkan dirimu”
Ujarnya berusaha menenangkan sambil mengelus puncak kepalaku lembut. Nampaknya namja ini memang sangat berarti bagiku, karena ucapannya itu mampu menenangkan ku.
Tanpa kusadari, saat memasuki rumah sakit dan melewati sepanjang lorongnya aku terus menggenggam tangan Myungsoo erat.

***

“kami ingin menemui nyonya Kang Sohee dok”
Seorang dokter paruh baya menatap Myungsoo oppa sebentar, kemudian tersenyum.
“Ah ya tentu saja. Tapi akhir-akhir ini keadaannya terus memburuk Myungsoo-sshi, lalu kedua agashi ini siapa?”
Dokter itu kini ganti menatapku dan unnie
“ah ini Bae Suji, putri nyonya Kang. Dan ini unnie angkatnya. Suji-ah ini dokter Jang yang merawat umma mu”
Dokter Jang terlihat terkejut
“anak nyonya Kang? Bukan kah dia sudah meninggal?”
“saya masih hidup dokter, dimana umma saya”
Aku mulai tak sabar dengan semua ini. Kenyataan bahwa umma dirawat di rumah sakit membuatku sangat cemas.

***

“itu umma mu”
Ucap dokter itu setelah pintu berwarna biru pucat yang dikunci dari luar sudah terbuka. Jantungku bertalu, kaki ku lemas. Seandainya Myungsoo oppa tidak menahanku dari tadi, mungkin aku sudah jatuh dari tadi.
Disudut kamar, disebuah ranjang besi dengan ukiran yang terlihat sudah cukup tua. Duduk seorang wanita paruh baya. Rambutnya hitam panjang nyaris tak terurus. Matanya kosong menatap jendela disampingnya yang dipagari besi kecil sementara mulutnya terus berkomat kamit. Entah apa yang sedang ia ucapkan
“umma…”
Bisikku lirih mendekatinya dengan Myungsoo oppa dan Hyomi unnie di kanan kiriku.
“umma…”
Lima langkah dari tempat tidur…
“umma… umma…”
Tiga langkah, dan langkah ku terhenti. Samar aku mendengar apa yang ia ucapkan
“Suji-ah… Suji-ah… Suji-ah…jangan mati, jangan tinggalkan umma, Suji-ah… Suji-ah…”
Tubuh ku luruh dan bersimpuh dikaki wanita yang telah melahirkan ku itu. Menangis sekerasnya
“umma…na waseo, na yogiseo…umma mianhae….”
Namun tubuhnya tak bergeming terus menatap keluar jendela hampa. Seakan kami tak ada disana. Umma ku, dia telah tersesat didalam dunianya. Kesedihan dan kepedihan yang terlalu dalam telah membanya pergi…

***

*Park Jiyeon POV*

“annyeong…kau tidak keberatan kalau aku duduk disini?”
Yeoja yang sedang melamun sendiri di cafetaria kampus itu memandangku sebentar kemudian mengangguk kan kepalanya
“kenalkan namaku Park Jiyeon, dan kau?”
“Bae Suji”
Gumamnya ragu, sementara aku melemparkan senyum yang kuharap tidak terlalu terlihat palsu dimatanya.
Ya, yeoja ini adalah Bae Suji, yeoja yang menghalangi ku dan Myungsoo oppa. Sepertinya rencanaku akan berhasil. Fikirku sambil tersenyum dalam hati.

***

*Choi Minho POV*

Namja yang duduk didepanku itu menatapku tajam. Aku tau, dia pasti membenciku.
“apa yang ingin kau katakan?”
Ucapnya dingin. Kuhela nafasku berat. Semburat sinar matahari sore menyinari wajah tampannya. Hatiku perih saat menyadari jika namja ini sangat serasi disamping Suji. Sedangkan aku? Aku hanya seorang namja penipu yang telah memanfaatkannya untuk mengobati hatiku sendiri yang terluka
“Ya! Jika kau hanya ingin menatapku, bisakah lain kali saja? Saat ini Suji sedang menunggu ku”
Serunya tak sabar, mengingatkan ku akan tujuanku ingin menemuinya.
“mianhae…jeongmal mianhae Myungsoo-sshi, aku tau bahwa kau pasti membenciku. Tapi, tujuanku ingin bertemu dengan mu hanya ingin meminta mu untuk menjaganya”
“menjaganya? Apa kau bercanda? Tanpa perlu kau minta pun aku pasti akan menjaganya. Aku selalu ada disisinya sejak kami masih anak-anak. Kecuali saat dia kehilangan ingatan dan kalian membohonginya”
Jawab Myungsoo sengit. Ku hela nafas dengan berat
“mianhae… tapi asal kau tau Myungsoo-sshi, aku tulus mencintainya selama ini. Tolong jangan membenciku. Aku akan kembali ke Jepang hari ini. Dan aku mohon, sampaikan surat ini padanya”
Ku angsurkan amplop berwarna biru muda itu kearah Myungsoo. Kemudian berjalan keluar menuju pintu café ketika kemudian kudengar suara Myungsoo
“changkamanyo…”
“ne?”
“terima kasih sudah menjaga dan mencintai Suji. Maaf untuk ucapanku tadi, aku hanya…”
“ne, arasso aku mengerti Myungsoo-sshi”
Kutepuk pundaknya pelan, lalu berjalan dengan langkah yang jauh lebih ringan.

***

*Bae Suji POV*

Yeoja ini ternyata menyenangkan. Tanpa terasa sudah hampir satu jam kami saling bertukar cerita. Kulirik jam yang melingkar dipergelangan tangan ku
“apa kau sedang menunggu seseorang Suji-sshi?”
“ah ne, seharusnya dia sudah datang “
Jiyeon tersenyum ganjil, tapi aku tak terlalu memikirkannya. Ah kenapa Myungsoo oppa belum juga datang? Seharusnya dia sudah ada disini sejak setengah jam yang lalu
“neo namchin?”
“eo? Eoh…”
Aku tersenyum bingung sambil memilin rambut panjangku. Sebenarnya aku juga bingung saat ini tentang hubunganku dengan Myungsoo juga Minho oppa.

***

*Author POV*

“bagaimana kalau kita berkeliling kampus sambil menunggunya datang?”
Jiyeon menyeringai licik. Sementara Suji hanya mengangguk kan kepalanya terlalu sibuk memikirkan rumitnya hubugannya dengan dua namja tampan itu untuk menyadari bahwa Jiyeon, tengah merencanakan rencana busuk atas dirinya.
Tanpa mereka sadari seorang namja tengah memperhatikan mereka dengan tatapan curiga.

***

“Untuk apa kita kemari Jiyeon-sshi?”
Tanya Suji heran saat mereka berada di atap gedung kampus. Dengan tertatih dia mengikuti Jiyeon keluar dari lift
“disini pemandangannya sangat indah, kau harus melihatnya Suji-sshi”
Jawab Jiyeon sambil terus berjalan hingga tiba dipinggiran atap gedung
“tapi aku takut ketinggian, Jiyeon-sshi. Sebaiknya aku kembali ke cafeteria, mungkin Myungsoo oppa sudah sampai disana”
Gerakan Suji yang ingin kembali masuk kedalam lift terhenti oleh cengkraman tangan Jiyeon di lengannya.
“kau tidak akan bisa menemuinya. Dia milikku”
Desis Jiyeon sambil menarik Suji kasar kearah pinggiran atap gedung. Kedua tongkat yang menopangnya terlepas
“aa..apa maksudmu Jiyeon-sshi?”
Suji menatap Jiyeon dengan ketakutan. Dia benar-benar tak berdaya. Jiyeon tersenyum licik sambil memandang Suji penuh kebencian
“dengar yeoja cacat tak berguna, Myungsoo oppa sekarang adalah milikku. Seharusnya kau meninggal saja dua tahun lalu tidak usah kembali dan menghalangiku memilikinya!”
Bentaknya kemudian berusaha mendorong tubuh lemah Suji yang hanya bisa meronta tak berdaya dan hanya bisa menangis ketakutan.
“HENTIKAN PARK JIYEON!!”
Sebuah suara bentakan keras mengejutkan Jiyeon
“seung..seungyeol oppa??…”
“kumohon hentikan Jiyeon-ah, apa kau sadar apa yang sedang kau lakukan?!”
Lee Seungyeol, namja yang sedari tadi mengikuti mereka berusaha mendekati Jiyeon dan Suji dengan hati-hati. Sementara Jiyeon masih mencengkram leher Suji kebawah
“aku tau apa yang sedang aku lakukan. Kau jangan ikut campur oppa!”
“Jiyeon-ah…kau tidak bisa memaksakan cinta. Apa kau yakin jika Suji tidak ada lalu Myungsoo akan mencintaimu?”
Tanya Seungyeol lembut sambil terus berjalan perlahan mendekati Jiyeon
“jangan mendekat oppa”
Desis Jiyeon penuh ancaman. Sementara Suji semakin lemas. Nafasnya sesak akibat cengkraman tangan Jiyeon di lehernya. Matanya yang meneteskan air mata menatap nanar pemandangan dibawahnya yang mengerikan. Dia takut ketinggian, namun kemudian ketakutan-ketakutannya berganti dengan bayangan yang selama ini hanya samar namun kali ini terlihat begitu nyata.

“kau harus segera menyelamatkan dirimu Suji-ah”
“appa…aku takut”
Seru Suji gemetar diantar suara-suara panic para penumpang dan awak pesawat. Suara mesin pesawat mulai berhenti.
“cepatlah! kau harus segera melompat keluar Suji-ah. Kau harus hidup! Appa menyayangimu…”
Pria itu mencium lembut kening Suji, kemudian ia mendorong tubuh Suji yang telah memakai parasut keluar dari pintu pesawat yang terbuka.
Suji memejamkan matanya yang semakin mengalirkan airmata semakin deras.
“Appa…appa…appa….”
Gumamnya sebelum kemudian kegelapan menelannya.

***

*Bae Suji POV*

Kubuka kedua mataku, ruangan putih pucat menyambutku. Apakah ini surga? Fikirku. Kemudian hembusan nafas menerpa lenganku. Seseorang tertidur disampingku dengan posisi menelungkup. Kemudian menyadari tanganku yang bergerak orang itu mengangkat kepalanya. Sepasang mata hitam yang terkesan dingin itu menatapku lembut penuh kekhawatiran
“oppa…”
“kau sudah bangun? Gwenchana? Apa ada yang sakit? Kau tunggu sebentar, aku akan memanggil dokter”
Ucapnya cepat sambil bergerak bangkit. Namun tanganku lebih cepat, aku menahan lengannya untuk kemudian menarik tubuhnya kepelukanku
“bogoshippoyeo…oppa. Mianhae…aku sempat tak mengingatmu”
Myungsoo, namja yang sedang kupeluk itu terkejut. Ia melepaskan pelukan ku dan menatapku tak percaya
“kau…ap..apakah…. kau…. ingat siapa aku??”
Ucapnya terbata-bata
“ne Myungsoo oppa, saat Jiyeon ingin melemparku dari atas membuatku ingat kejadian saat pe…”
Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Myungsoo oppa sudah menarik tubuhku kedalam pelukannya
“gomawo…gomawo Suji-ah”
Aku tersenyum dalam pelukannya dan membalas pelukannya lebih erat.

***

*Author POV*
“kau telah mengacaukan semuanya Lee Seungyeol! Seharusnya yeoja itu sudah mati sekarang! Aku kira kau mencintaiku, tapi malah ini yang kau lakukan padaku??!!”
Teriak yeoja bernama Park Jiyeon itu keras dari balik jeruji besi. Sementara Seungyeol memandangnya dari luar jeruji dengan mata yang basah akan air mata.
“justru karena aku mencintaimu, aku melakukan ini semua Jiyeon-ah. Kumohon…berhentilah menghancurkan dirimu sendiri dengan tindakan bodoh. Berhentilah menjadi yeoja yang jahat, berhentilah mencintai Kim Myungsoo. Berhentilah menyiksaku. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri. Aku akan menjagamu..”
Air mata namja itu semakin deras. Dibalik jeruji, Jiyeon juga menangis. Ia mulai menyesali perbuatannya…

***

Suji-ah,

mianhae… aku terpaksa mengucapkan ucapan selamat tinggal kepadamu dengan cara seperti ini. Aku takut, jika aku harus mengatakannya langsung aku tidak akan bisa melepaskanmu.
Terima kasih untuk dua tahun yang sangat menyenangkan. Terima kasih, karena berkat dirimu kini aku bisa mengobati luka akibat kepergian Hayoung. Namun kau harus tau, aku tulus mencintaimu. Bukan sebagai pengganti Han Hayoung, tapi aku mencintai dirimu apa adanya. Mencintai Bae Suji.
Suji-ah… sekarang kau telah bersatu kembali dengan cinta sejatimu, meskipun mungkin ingatanmu tidak kembali. Aku tetap percaya, hatimu masih dan akan selalu milik Kim Myungsoo.
Brain forgetting but not with your heart, isn’t it?
Semoga kau selalu berbahagia, dan doa’kan aku agar bisa meemukan kebagiaanku sendiri.
Suji-ah, jaga dirimu baik-baik. Jika Myungsoo meninggalkan mu atau jika kau bosan padanya, datanglah padaku ^_^
With love
Choi Minho

Suji melipat kertas itu sambil tersenyum.
“gomawoyeo….haengbokhaseyo…. Choi Minho oppa..”
Samar petikan suara gitar Myungsoo dari balkon apartemennya terdengar. Kali ini bukan lagu sedih yang ia mainkan. Tapi lagu bahagia….

Sum jocha shigi himdeun shigandeul, nae mogeuljo ineun sesangeun
Amuri jiuryeo aesseo bwado, gyesok nareul jakkuman sseureojige haneunde
Naega gajin jeonbu ojik neo hana ppunya
Neoreul nohji anheulge

You’re my last love, neon nae majimak sarang
You’re my last love, kkeuteul hamkke hal saram
Geochin sesange seo bada naen hanaye seonmul
Nae nunape tto dareun gijeok, you’re the last love

Su manheun shigane sang cheodeul do, oh baby, apeumi seororeul jjijeodo
Ssahigo ssahini chuwok deureun, seoroye nunmureul dakka juneun geol
Yeogi mureup kkulko neoreul boneun nareulbwa
Neol wihae nareul geolge

You’re my last love, neon nae majimak sarang
You’re my last love, kkeuteul hamkke hal saram
Geochin sesange seo bada naen hanaye seonmul
Nae nunape tto dareun gijeok, you’re the last love

Ijageun banjiro neun malhalsu eopjiman
Yaksok halkke modeun geol nan neoreul wihaeseo

You’re my last love, you are the love of my life
You’re my last love, you are the love of my life
Eodun gireul balkge bichu neun hanaye deungbul
Nae nunape ttodareun gijeok, you’re the last love

TRANSLATIONS

The times that are hard to breathe
The world that is choking my neck
No matter how hard I try to erase
It keeps making me fall over

The only thing that I have is you only
I won’t let you go

You are my last love You are my last love
You are my last love The person that will stay til the end
The one present that I had received from the harsh world
A different miracle in front of my eyes
You are the last love

Even all the wounds from time woo baby
Even if pain rips one another
The memories that pile up and more
Wiping the other’s tears

Look at me staying here on my knees watching you
I will risk myself for you

You are my last love You are my last love
You are my last love The person that will stay til the end
The one present that I had received from the harsh world
A different miracle in front of my eyes
You are the last love

Even though you can’t tell with this little ring
I will promise everything for you

You are my last love You are the love of my life
The one light that will make the dark roads bright
A different miracle in front of my eyes
You are the last love

[MBLAQ-Last Love]

–  END –

#annyeongg…. Otte? Bagaimana endingnya? Mian kalo ada banyak kesalahan, atau cerita yang gak masuk akal atau terlalu cheesy alias gombal
Mian kalo endingnya gak seperti yang kalian harapkan. Saya juga minta maaf buat fansnya T-ara terutama Park Jiyeon. Saya gak benci dia di dunia nyata kok. Suerrr ^^V
Huftt…yang penting saya lega luar binasa karena FF gaje ini akhirnya ending.
Jeongmal gamsahamnida buat kalian semua yang udah setia baca dari part 1-9 mau yang good readers ataupun silent readers. GOMAWO!!! Jangan lupa RCL, dan tunggu FF gaje saya yang lain LOL

*hug hug hug *

LOVE
-ZHI-

94 thoughts on “One In a Million/ Part 9 *END

  1. Hahahahay
    akhrnya keluar jg thor…itU ibunya suzy bz smbuh ato gx thor ??
    Endingnya DAEBAK thor….HAPPY ENDANG..hehehey
    aq tnggu ff laen yg cAstnya SUzy….

    • ibunya? hmm…itu tergantung reader menyimpulkannya gimana #plakk
      sebenarnya ini awalnya FF angst loh, dan aku gak punya rencana bikin happy ending tapi kalo gak happy ending bakal digantung readers LOL

  2. Daebak!! Aaa.. Happy ending! Suka deh..
    Setelah nunggu, akhirny di publish jga..
    Seneng deh…
    Suka!
    Pokokny daebak!
    *bingung mau ngomong apalagi*

  3. ye akhirnya publish juga sumpah sedih dan terharu parah tapi untungnya happy ending bikin lagi yah yg baru suzy tetep jadi main castnya good job thor i like it (y)

  4. yey.. happy ending. seneng deh suzy ud gk ilang ingatan tapi kasian ibu nya suzy jadi begitu. buat FF myungzy lagi ya thor.. di tunggu.

  5. daebak thor..
    yeyy happy ending..
    akhirnya ingatan suzy kembali.. myungzy bersatu lagi \(^o^)/
    dan jiyeon sadar atas perbuatannya..
    minho oppa’y kasian yaa.. :,(

  6. wahh endingnya keren kok…
    sesuai ma harapanku kok, meskipun sedih minho patah hati…
    hehehe

    di tunggu dehh ff berikutnya..

  7. Daebak Onnie !
    Syukur komen nan gua akhir.nya nyampe Juga ..
    Selama ini selalu baca FF-FF Onnie dr Hp, berhubung keterbatasan Hp saya, Jd komen nya selalu susah !
    Berharap bisa ikut blog ini dan dpet password

  8. protes dong,, perasaan bru ini liat suzy jadi musunhya jiyeon gk terima biasanya merekakan sohib knapa jd musuh n minho oppa aku kira bkln di pasangin ma jiyeon eonni eh gk taunya gk dapet pasangan trus,,, suzy udh bagus mamyungsoo,,, cocok thu tp suzy lbih cocok lg klo di pasangin shin won hoo oppa,, ma taecyeon oppa jga keren atau ma luhan

    • masa sih? aku malah sering banget nemunya mereka musuhan dari pada temenan. coba aja liat di AFF😀 tapi yg pentingkan di real lifenya temenan hehe…
      mian, tapi dari awal emang mau masangin jiyeon sama seungyeol. kalo mnho kan ceritanya gak kenal sama jiyeon.

      buat ku gak ada namja lain yang lebih cocok buat Suzy selain Myungsoo!! #Myungzyshipperakut

  9. Myungzy happy ending❤
    Seungyeol gentle bgt, ksian bertepuk sebelah tangan. Akuuuuu sukaaaaaa🙂 ~ Lagi lagi lagi, mau lagi FF Myungzy .. hehe Dtnggu FF slajutnyaaaaaa😉

  10. Ye… ye… yeeee. MyungZy bersatu. HAPPY ENDING.🙂
    Awalnya kiraen suzy udah mninggal tpi untungnya dia msih hidup.
    Gak jadi sy demo authornya. ckckck
    MyungZy semoga aja jadi real.🙂
    Ayo bikin myunzy lagi thor…
    Tapi harus happy ending ea????
    Awas kalo sad end,,, Qt bakar blognya author ney. Hihiiiiiiiiiiiii…🙂

  11. Daebak bgttttttt chinguu😀 so sweet bgt myungzy couple,,
    maaf ya aku baru komen di part yg terakhir soalnya pensaran bgt sama part selanjutnya, jd gg sempat komen deh ^^v
    bikin ff minzy dong chingu ;D

  12. Satu kata dan 3 huruf buat author yaitu WOW….
    Maaf author bru komen d part akhir ini, tp jujur aq penasaran bgt di setiap akhir part jd ya pngn cpt pngn bca part selanjutx… #bow k author
    Gila bgt tuh Jiyeon, jahatx gk ketulungan, untuk ada si choding seungyeol…. ^^
    Sukaaaa bgt thor apalage endingx ttp myungzy couple…. #myungzy shipper akut nich aq thor ^^
    Keep writing ya thor ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s