Neo Hanaman (Only You) / Part 3

Author: Han Hyo Mi

• Length: Chaptered
• Genre: Romance, Friendship, Sad
• Cast:
– Meng Jia/ Jia
– Lee Minyoung/ Min
– Dong Young Bae/ Taeyang BigBang
– Lee Kikwang/ Kikwang BEAST
– Bae Suji/ Suzy
– Kim Myungsoo

semua cast milik Tuhan YME, manajemen dan orang tua masing-masing. author hanya berhak atas story line

***

Last Chapter

“kau lihat? Kau lihat apa yang baru saja aku lakukan? Apa kau melihatnya? Seharusnya kau melihat bagaimana hebatnya aku.

Aku kembali berhasil mempermainkan dan membuang satu lagi namja. Bukan hanya kau yang bisa melakukannya, bukan hanya kau!”

didalam kamarku yang sunyi aku berbisik sambil menatap selembar foto seorang namja. Sayup terdengar suara Yoon DooJoon yang masih memanggil namaku.

Perlahan tetesan air mata meleleh dari kedua mataku, luka ku mengalirkan darahnya lagi…

***

“Nuguseo? Aku tidak mengenalmu!”

“nan neon yeoja chingu!”

“Mwo?!! Hahaha michieoseo? Neon michieoseo?”

“oppa, kkaja! Jangan hiraukan dia”
seorang yeoja tiba-tiba muncul, dia lalu menggamit mesra lengan namja yang sedang mentertawaiku itu

“ara, kkaja!” lalu mereka pergi begitu saja. Tanpa memperdulikan ku sama sekali

“jangan…jangan pergi…jebal…aku mohon, jangan tinggalkan aku” ucapku memohon. Mereka semakin jauh…aku menangis…

“Andwe!! berhenti!! Jebal!! Kembalilah…ANDWEEEEEEEEEEE!!!”

***

*Meng Jia POV*

“noona…noona…irreona! Bangunlah!” kurasakan tangan seseorang menggoyang bahuku
Perlahan kubuka kedua mataku. Seorang namja duduk di sisi tempat tidur dan menatapku prihatin

“apakah kau bermimpi tentang dia lagi noona? Noona menangis…” tangannya terulur untuk menghapus aliran bening dipipiku

“Myungsoo-ah…ani, aniyo…” cepat aku mengusap pipiku, perlahan aku bangun.

“kau sejak kapan ada disini? Sudah mandi? Kalau begitu noona akan membuatkan sarapan untukmu” dengan terburu buru aku turun dari tempat tidur

“noona…” dapat kurasakan tatapan Myungsoo yang serasa menembus hatiku, meskipun aku sedang memunggunginya tapi aku tau dia sedang menatapku sedih. Langkah ku terhenti.

“gwenchanaseo?” tanyanya

“ne~ nan gwenchana” dustaku dan kembali berjalan menuju dapur

***

*Kim Myungsoo POV*

“Gwenchanaseo? Noona…aku tidak percaya kau baik-baik saja” ucapku pada diri sendiri. Kau sama sekali tidak baik-baik saja!

Kemudian tanpa sengaja aku melihat selembar foto tergeletak begitu saja di tempat tidur Jia noona. Perlahan tanganku meraihnya. Foto namja itu…..namja yang telah merubah noona ku menjadi gadis jahat sekaligus melukainya.

Meng Jia, satu-satunya noona yang kumiliki di dunia ini yang sudah menjadi kakak, ibu sekaligus ayah bagiku. Meskipun darah tidak menghubungkan kami sebagai saudara. Orang tua ku mengadopsinya sebagai anak setelah umma divonis tidak akan pernah bisa punya anak lagi setelah melahirkan ku. Saat itu noona baru berumur tiga tahun. Orang tuaku menyayangi dan merawat kami dengan tanpa membedakan kami satu dengan yang lain.

Namun semua itu berubah sejak umma dan appa bercerai waktu itu aku masih duduk di sekolah menengah dan noona di high school. Orang tuaku tidak memperdulikan kami lagi dan sibuk dengan kehidupan bersama keluarga baru masing-masing, mereka tidak pernah memperhatikan kami. Mereka hanya memenuhi materi kami, tapi tidak dengan kasih sayang. Hanya noona yang bisa kuandalkan. Hanya dia yang selalu memperhatikanku.

Tapi noona, tidak ada yang bisa diandalkannya sebagai pengganti appa dan umma. Tempat dia bersandar. Hingga si brengsek itu datang, noona begitu bahagia. Karena namja itu dulu sangat perhatian dan terlihat tulus mencintai dan menyayangi noona. Dia segalanya bagi noona…tapi tidak disangka, pada akhirnya dia mencampakkan dan meninggalkan noona begitu saja! Seperti sampah!!

Dengan penuh kebencian aku meremas foto itu dan menggertakkan gigi dengan geram

“kalau sampai aku menemukanmu, brengsek! Mati kau!!” teriak ku marah

“Myungsoo-ah! Sarapanmu sudah siap!!” terdengar suara noona yang memanggilku dari dapur

“arra noona!” sahutku dengan setengah berteriak

Selama sarapan aku terus memperhatikan Jia noona. Dia terlihat sama sekali tak bersemangat untuk makan, ia sibuk dengan fikirannya sendiri sampai-sampai dia tidak menyadari aku yang mengawasinya.

“noona…” panggilku

“ehm?” jawabnya acuh sambil mengaduk kopi mocha kesukaannya

“semalam, apa yang terjadi?”

“mwoya? Ani….” hindarnya

“apakah noona mencapakkan DooJoon?” tanyaku dengan prihatin. Kali ini noona tidak menjawab, dia justru meneguk kopinya.

“noona…?”

“memang kenapa? Waeyo? Apa kau ingin menasehati noona lagi kali ini?” tanyanya tajam

Aku terdiam mendengar suaranya yang sinis

“sudahlah Myungsoo-ah, kau jangan memusingkan masalah noona. Pergilah, kau ada kuliah pagi ini kan?” kemudian noona bangkit dari kursi dan masuk ke kamarnya. Seperti biasa, mungkin dia akan mengurung diri seharian.

“appa…umma…nan eotteokhe? Seandainya kalian lebih perhatian pada kami” bisikku. Kembali kemarahan menguasaiku, marah pada orang tuaku, marah pada namja brengsek yang sudah menyakiti noona, juga pada diriku sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa….

***

*Lee Minyoung POV*

Aku bangun dengan kepala berdenyut pagi ini, memeriksa ponsel, berharap ada kabar dari Kikwang. Tapi ternyata keadaan ponsel itu sama persis ketika sebelum aku tertidur semalam. Tanpa sms, apalagi panggilan darinya.
Ku coba untuk menghubungi Kikwang, tapi lagi-lagi ponselnya tidak bisa dihubungi.

“ARGHHH!!! Ada apa dengan mu Lee Kikwang!!!” aku berteriak putus asa

“Minnie-ah? Waeyo neo? Kau kenapa?” ketukan dan suara umma di pintu kamar terdengar

“tidak ada apa-apa umma…” jawabku lemah

“baiklah, kalau sudah bangun segera mandi dan turun kebawah. Appa sudah menunggu untuk sarapan bersama, ppali! Arra?!” teriak umma lagi

“arraseo umma…” dengan gontai aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

Selesai mandi aku bergegas turun untuk sarapan bersama orang tuaku. Appa, adalah tipe orang yang disiplin dan tergolong galak. Semua orang harus menuruti dan mematuhi semua kemauan dan perintahnya.

Itu sebabnya, walaupun aku sama sekali tidak punya minat untuk sarapan pagi ini, tapi aku harus hadir di meja makan kalau tidak ingin di marahi oleh appa.
Saat tiba di meja makan, wajah appa terlihat masam dan tidak enak diliat. Sepertinya ada sesuatu yang lebih buruk ketimbang terlambat untuk sarapan. Kemudian appa melemparkan sebuah koran yang baru dia baca.

“coba kau terangkan padaku, apa maksud ini semua?!” appa menaikkan alisnya dengan tidak senang

Nafasku tercekat saat membaca headline koran yang appa lemparkan, serasa ada ribuan balok es yang menimpaku. Membekukan ku…

“OMO!! Ini..ini tidak mungkin!!”

Sebaris kalimat itu berdengung dan terus menggema dikepalaku. Bergetar tanganku meraih Koran, membacanya lagi, mataku memanas, tidak mungkin…… Kikwang….

***

*Lee Kikwang POV*

Aku melempar setumpuk koran dalam genggamanku kedalam tong sampah di pojok kamar. Aku sudah menduga pasti akan begini. Ayah Suzy, Bae Young Joon sajangnim memang keterlaluan! Bisa-bisanya dia mengumumkan aku sebagai calon menantunya, tunangan Suzy!! Tanpa persetujuan dariku? Aku mengacak rambut pendek ku, frustasi.

Tanpa sadar aku terus menggeleng bingung, aku benar-benar tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang. Menerima begitu saja apa yang diumumkan Bae Sajangnim? Lalu bagaimana dengan Min? Membantah apa yang diucapkan Bae sajangnim? Ah…aku tidak cukup berani untuk itu. Lagi pula aku baru tau kalau ayah Suzy itu sudah membicarakan dan meminta izin pada bos CUBEnt tempat ku bernaung. Dia dan bos ku itu, adalah teman baik. Selain itu aku juga punya alasan lain yang membuat ku bimbang, yaitu Suzy. Ya, Bae Suzy!

Bae Suzy, aku sudah mengenal dia sejak duduk di bangku Junior high school. Kami bersahabat. Ayahnya Bae Young Joon sajangnim, adalah seorang pengusaha sukses. Bahkan tahun ini dia masuk dalam jajaran 10 besar orang terkaya di Korea.
Suzy anak tunggal dalam keluarganya, wajar jika orang tuanya begitu memanjakan Suzy. Namun sayangnya tak hanya itu, tapi juga mereka mencampuri hampir semua aspek dalam kehidupan Suzy. Mulai dari pendidikan, cara hidup, dengan siapa yeoja itu harus bergaul dan dengan siapa dia tidak boleh bergaul, aturan-aturan yang di buat ayahnya, dan sekarang masalah cinta! Dan aku termasuk di dalamnya.

Meskipun aku tau maksud Bae sajangnim baik, tapi dia salah. Salah karena menganggap aku orang yang dicintai Suzy….

Orang yang dicintai Suzy, bukan aku tapi dia……

Flash back

“Suzy….kau kenapa” tanyaku sambil mengguncang bahu Suzy yang sedang menangis di roof top sekolah. Seragam SMA nya kotor terkena debu, dia duduk begitu saja di lantai yang kotor

“dia…dia…mencium Krystal. dia mencium Krystal, Oppa…mereka resmi bersama hari ini. Aku melihatnya sendiri…” isak tangisnya makin menjadi

Aku terdiam dan membawa Suzy dalam pelukan ku, aku tau siapa yang dimaksud Suzy. Tidak lain si angkuh itu….ah! betapa ingin aku memukulnya! Tapi sebenarnya bukan salah dia juga. Karena dia sama sekali tidak mengetahui kalau Suzy ku mencintainya…

Ya, Suzy ku!

Aku merengkuh tubuh rapuh Suzy dalam diam….

Ku ambil sebuah album foto saat aku dan Suzy masih duduk di bangku sekolah. Mulai dari Junior sampai Senior High school. Dan mulai membuka lembar demi lembar dan tersenyum.

Di lembaran terakhir aku berhenti, terpampang sebuah foto sekelompok remaja berpakaian SMA.

Di foto itu hampir semua orang menunjukkan wajah ceria kecuali Suzy, aku yang berdiri di sebelahnya memeluk pundaknya sambil tertawa lebar pada kamera, sementara Suzy menatap murung dan sedih pada seorang namja yang berdiri paling pinggir yang sedaang tersenyum angkuh dan dingin sementara seorang yeoja yang sangat cantik tersenyum centil disebelahnya sambil bergelayut di lengan namja yang tak lain adalah si angkuh yang aku benci!

“bagaimana mungkin ayahmu menyangka aku yang kau cintai Suzy-ah? Aku sangat mengerti bagaimana hatimu, bahkan sampai saat ini aku tau kau masih mencintai si angkuh itu” desahku sambil menutup dan menyimpan kembali album tersebut ketempatnya semula.

***

– Di suatu tempat-

Seorang namja dengan wajah teramat polos seperti anak-anak, keningnya berkerut berusaha mengingat sesuatu. Kemudian menoleh kesekelilingnya yang dipenuhi pepohonan dengan bingung dan menggaruk kepalanya.

Seorang namja lain berjalan mendekatinya dari arah belakang dan menyentuh pundaknya…

“hyung, kkaja! Sudah sore” ucap namja yang baru datang itu

“pulang?” tanyanya

“ne, hyung. Kkaja..” namja yang lebih muda itu kemudian membimbing namja yang ia panggil hyung itu menuruni jalan setapak diantara pepohonan.

Layaknya seorang anak kecil namja dengan wajah polos itu mengikuti adiknya. Sesekali kepalanya kembali menoleh kebelakang kemudian mengernyitkan keningnya dan menggeleng bingung….

*To Be Continue….*

#annyeong….. otte? suka ceritanya? kalo suka, please RCL

26 thoughts on “Neo Hanaman (Only You) / Part 3

  1. Thor usul boleh? Errr aku bingung sama castnya yg nggak di kasi tau namanya pas dialog–mungkin maksudnya biar penasaran–tapi paling nggak di kasi spesifikasi (?) tokohnya😀

    lanjut yah thor, kereen dah! Kamsahamnida!

    • gomawo usulnya ^^ tapi itu emang sengaja dikasi satu aja spesifikasinya “namja angkuh” bukan hanya supaya bikin penasaran, tapi karena ak juga blm nentuin mau make siapa buat cast ini. ide di otak ku berubah terus soalnya xD

  2. Aigo kok posisinya b2st oppadeul rumit bgt sich?JOON oppa mencampakkan, Gi Kwang oppa dijodohkan,aku suka thor…tapi kalo boleh banyakin part L oppanya y??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s