Don’t Cheat me anymore

Title : Don’t cheat me anymore

Author : Ananda Yune

Main Cast :

  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim Myungsoo ( INFINITE )

Minor Cast :

  • Park Jiyeon ( T-ARA )
  • Wang Fei Fei ( Miss A )

Genre : Romance, Angst, marriedlife

Length : Oneshot

Hohohoh .. Saya balik lagi dengan FF MyungZy, who’s MyungZy shipper here ?! raise your hand. Allright.. kalau ada sedikit yadong, mohon di maklumi, ini marriedlife. Arasso ?! Seperti biasa komen dan like sangat dinanti. Don’t be silent reader. –Happy Reading—

Author’s POV

Kim Myungsoo dan Bae Suji adalah pasangan suami istri yang telah menikah sekitar satu tahun. Kim Myungsoo adalah pengusaha yang sukses dan Bae suji sebagai penerjemah di kedutaan korea. Walapun mereka jarang bertemu, mereka selalu memberikan informasi satu sama lain melalui telfon.

Malam ini, Suji baru saja pulang dari tugasnya. Ia baru saja dari singapura karna ada tugas di sana. Selama Suji keluar negeri, myungsoo tidak ada di rumah. Ia bersama seorang yeoja di pulau jeju, Pak Jiyeon. Wanita itu yang mengajak myungsoo untuk ikut bersamanya. Merek sudah berada di pulau jeju selama 4 hari, dan malam ini mereka sedang perjalanan pulang ke rumah myungsoo. Myungsoo tidak mengetahui kapan Suji akan pulang, tapi ia sangat menikmati liburannya dengan jiyeon. Bagaimana tidak ?! mereka berhubungan layaknya suami-istri (bukan ranjang) berpelukan dengan mesra dan juga berciuman. Dua hal ini bagi mereka adalah sesuatu yang biasa. Kapanpun dan dimanapun mereka dengan mudah berpelukan dan berciuman.

Myungsoo bahkan lupa dengan istrinya, Bae Suji. Selama 4 hari ini ia tidak menelfon suji untuk memberi kabar. Suji yang selalu menelfonnya, tapi myungsoo jarang mengangkatnya. Myungsoo hanya peduli pada jiyeon yang tertidur di sampingnya. Mereka berencana menginap di rumah myungsoo.

Suji masuk ke dalam rumah. Ia mencari tombol lampu dan menyalakannya. Ia meletakkan semua barang bawaannya di sofa. Ia membeli beberapa baju, jas, topi dan jam tangan untuk myungsoo. Suji berjalan ke arah dapur untuk meminum air putih, ia menghabiskan dua gelas air putih. Ia termenung di meja makan, dan menyadari jika myungsoo tidak ada di rumah.

“ kemana dia ?! dia tidak ada di rumah ?! ahh .. beberapa hari ini telfonku tidak di angkat. Baiklah, aku mandi dulu.. capek” gumam suji lalu berjalan ke arah kamarnya untuk mandi.

************

Taxi yang ditumpangi myungsoo dan jiyeon berhenti tepat di depan rumah myungsoo. Myungsoo membangunkan jiyeon dengan sabar.

“jiyeon-ah, ireona.. kita sudah sampai” ucap myungsoo seraya menepuk pundak jiyeon pelan. Jiyeon menatap myungsoo manja.

“ sudah sampai ?” tanyanya manja. Myungsoo mengangguk, dan menyuruh jiyeon untuk keluar dan masuk ke dalam rumah terlebih dulu. Myungsoo memberikan kunci rumahnya pada jiyeon. Sementara myungsoo membayar taxi dan membawa barang-barangnya dan punya jiyeon.

Jiyeon masuk ke dalam rumah dengan cepat, lalu membuka pintu utama. Ia berjalan ke arah sofa dan duduk di sana, ia masih setengah sadar. Lalu ia menatap barang-barang yang ada di sofa, ia mendekat. Jiyeon membuka barang-barang itu. Ia menemukan mantel, kaos dan kemeja untuk wanita, dan baju, jas, topi, dan jam tangan untuk pria. Ia menatap heran, tapi perlahan ia tersenyum.

“ myungsoo membelikan semua ini untukku ?! ini kejutan untukku ?! sepertinya ia lebih mencintaiku daripada istrinya” gumam jiyeon lalu berjalan ke arah pintu utama. Myungsoo sedang berdiri di pintu itu. Ia menatap jiyeon heran, karna jiyeon terlihat senang.

“ myungsoo-ah.. gomawo” ucap jiyeon.

“ ne ? gomawo ?” tanya myungsoo heran. Jiyeon hanya membalas dengan senyuman, lalu dengan cepat ia mencium myungsoo (bayangin ciuman yang ‘hot’), walaupun myungsoo heran dengan sikap jiyeon, ia membalas ciuman jiyeon lebih panas. PRANGGGG… terdengar suara dari arah dapur. Mereka menghentikan ciuman mereka. Mereka menoleh ke arah dapur. Di bibir dapur, suji berdiri dengan menatap lurus ke arah mereka, dengan wajah letih dan merah. Air matanya sudah berada di pelupuk matanya.

“ suji-ah” ucap myungsoo pelan.

Suji’POV

Aku baru saja selesai mandi. Aku mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah. Aku cepat-cepat mengambil baju dan memakainya. Setelah itu, aku merasa haus. Aku mengambil minum yang tersedia di kamar. Aku berjalan ke araah pintu utama dengan gelas di tanganku. Aku hendak meletakkan gelas ini di dapur, sampai aku melihat dua orang di depan pintu utama. Aku nenggokkan kepalaku dan PRANGGGG… gelas yang ingin kuletakkan di dapur terlepas dari tanganku. Seketika itu juga, mereka melepaskan ciuman mereka dan menoleh ke arahku.

Aku hanya bisa berdiam diri, dan memandang lurus ke arah 2 orang itu. Aku tidak yakin, apakah aku bisa menahan air mataku ini, tapi aku sudah berusaha. Pandandanku kabur dengan air mata yang ada di pelupuk mata.

“ suji-ah ..” ucap myungsoo pelan. Wajahnya terlihat kaget, sepertinya ia tidak mengira jika aku akan pulang hari ini.

“ kau .. sudah pulang ?” tanyanya lagi. Hening, aku tidak menjawab apa yang ditanyakan myungsoo. Hanya berdiri diam. Kukedipkan mataku dua kali, sebuti air mata mangenai pipiku. Dengan cepat kuhapus air mata itu. Aku berlari ke arah kamar. Kukemasi semua barangku. Dengan cepat kumasukkan semua bajuku, sesekali mengapus air mataku.

Aku berjalan ke arah myungsoo dan yeoja itu. Aku berhenti di antara mereka. Kutampar myungsoo dengan tenagaku. Kudengar ia mengeluh kesakitan. Kutatap ia tajam.

“ YA ! kim myungsoo. Napeun namja. How dare you do this to me ? what’s my fault ?” tanyaku dengan nada dingin. Lalu aku menatap perempuan yang menatapku bingung. Kuberi ia tamparan yang tidak kalah keras.

“ KAU ! KAU PEREMPUAN J*LANG !! kenapa kau merebut suami orang ?! apakah kau tidak punya harga diri ?!! apakah harga dirimu murah ?!! apa kau tidak punya malu ?! KAU PARASIT ! ARA?!! “ ucapku masih dengan nada dingin. Lalu aku keluar dari rumah. Membuka pintu mobil myungsoo. Aku akan menyetir mobil ini, walaupun aku belum mendapatkan SIM, aku masih dalam proses belajar dengan myungsoo. Ku masukkan semua barangku ke dalam mobil. Kututup pintu mobil dan menyalakan mesin.

“ YA ! BAE SUJI ! APA KAU GILA ?! KAU BELUM BISA MENYETIR MOBIL INI ?!!”  teriak myungsoo seraya berusaha membuka pintu mobil. Kubuka jendela mobil sedikit.

“ LALU KAU APA ?! KAU JUGA SUDAH GILA, BUKAN ?!! BERSELINGKUH DENGAN PEREMPUAN L*JANG SEPERTINYA” teriakku

“ YA !! JAGA UCAPANMU”

“ WAE ?! UCAPANKU SALAH ?!! SEHARSUNYA KAU YANG JAGA KELAKUANMU” ucapku lalu menutup jendela mobil. Dengan perlahan kujulankan mobil kesayangan myungsoo ini.

“ YA !! BAE SUJI !! ANDWAE” teriak myungsoo yang berusaha mengejar mobil ini.

“ napPeun. Awas kau kim myungsoo !! aku tidak akan kembali ke rumah itu lagi” gumamku.

**************

Aku berjalan ke arah kedai minuman. aku sangat kenal dengan pemilik bar ini. Dia teman myungsoo. Aku dan myungsoo sering datang kesini dan berkumpul dengan beberapa teman. Aku ingin minum sepuanya. Melupakan bajingan bernama myungsoo itu. Berani-beraninya dia selingkuh dengan yeoja murahan itu.

“ Zelo-ah.. aku ingin soju” ucapku pada pelayan di sana. Aku sangat kenal dengan semua pelayan di sini.

“ noona.. kau ke sini sendiri ?! mana myungsoo hyung ?” tanya zelo seraya mengambilkan sebotol soju.

“ dia meninggal” ucapku datar

“ MWO ?? jinjayo ? eonjjeyo ?” tanya zelo kaget.

“ aishh .. cepat beri aku botol soju itu” zelo dengan cepat memberikan botol soju itu.

“ hyung benar-benar meninggal ?!”

“ mollayo ?”

“ ahh .. noona aku turut perihatin. Sabar. Arasso ??” aku hanya mengguk malas dan meminum sojuku dengan cepat.

“noona.. minumnya perlahan saja”

“ gwanchana.. kau kembali bekerja saja” ucapku kembali menegguk segelas soju.

*******

Author’s POV

11 PM. Fei melangkahkan kaki memasukki apartementnya. Ia meletakkan semua barangnya di sofa dan berjalan ke arah kamar mandi.

“ hosh .. hari ini sangat melelahkan.. aku ingin cepat tidur” gumamnya seraya membuka pintu kamar mandi. Fei bersenandung ringan selagi mandi. Selesai mandi ia mendengar suara dering handphonenya, dengan cepat ia membuka tas tangannya dan mengambil benda kecil itu.

“ ahh .. suji-ah .. yeoboseyo ?”

“ eum ?? Fei unni. Unni .. unni .. aku .. aku ingin cerai” ucap suji dengan nada diseret-seret.

“ suji-ah, are you drunk ?” tanya fei yang sedang mengeringkan rambutnya.

“ am i ?? aniyo …. waeyo ? apa suaraku terdengar seperti orang mabuk ?”

“ sangat. Dimana kau sekarang ?”

“ aku ?!! di sesuatu tempat. Sendirian. Tidak ada myungsoo ada wanita jalang itu. Hanya ada zelo” ucap suji semakin pelan.
“ zelo ? anak imut itu ? tunggu aku di sana. Jangan kemana-mana, ara ?!”

“ unni… unni mau bertemu dengan zelo ?! andwae ! zelo milikku, setelah aku bercerai dengan myungsoo, aku akan menikah dengan zelo” ucap suji semakin menghayal.

“ tunngu unni” fei memutuskan hubungan dan mengambil mantelnya, lalu berlari keluar apartemennya.

Fei menghentikan mobilnya di depan kedai soju. Ia pernah minum bersama suji dan myungsoo di sini. Fei masuk ke dalam kedai, dan melihat seorang yeoja yang tenggah menegguk gelas berisikan soju, di depan yeoja itu ada seorang namja yang sangat imut, Zelo.

“ suji-ah, kau kenapa ?” tanya fei seraya mengambi gelas dari tangan suji.

“ oh ? unni ? unni.. you want some ?! here” ucap suji dengan mata setengah terpejam memberikan sebotol soju pada Fei. Fei hanya diam dan memandang beberapa botol yang ada di meja suji.

“ ini .. kau semua yang minum ?! kau sendiri ?”

“ ahh .. ne .. aku peminum yang hebatkan ?! aku akan tambah lagi”

“ ANDWAE” ucap namja yang di hadapan suji.

“ zelo-ah, waeyo ?? aku ingin minum.. berikan aku soju. Ppali”

“ andwaeyo. Noona kau sudah minum 7 botol selama 3 jam. Sebaiknya berhenti”

“ ne ?! kalau kau tidak memberikan aku soju lagi, aku akan…” ucap suji seraya tersenyum jahil, lalu suji mencondongkan badannya ke arah zelo.

“ i’ll kiss you” ucapnya pelan dan tersenyum jahil.

“ mwo ? arasso.. noona tunggu di sini.. aku akan mengambilkan soju lagi” ucap zelo seraya berdiri dari tempat duduknya.

“ no need. Aku akan membawa yeoja ini pulang, berapa semua ini ?” tany fei seraya menunjuk botol-botol di meja suji.

“ noona akan membayarnya ?” tanya zelo bingung.

“ ne, siapa lagi kalau bukan aku ?! suji ?! kau tidak lihat dia sedang tidak waras ?”

“ baru saja, aku akan menelfon myungsoo hyung”

“ myungsoo.. no need. Berapa semua ?!”

Setelah Fei membayar semua minuman yang di minum suji, ia menyuruh zelo untuk menggendong suji ke dalam mobilnya.

“ gomawo zelo-ah” ucap fei seraya tersenyum manis.

“ tentu saja noona.. hati-hati” ucap zelo seraya melambaikan tangannya, setelah mobil fei berjalan menjauh, ia masuk ke dalam kedai lagi.

********

“ ahh .. this girl is really .. suji-ah, kau sangat berat. Bagaimana zelo bisa menggendongmu dengan mudah ?!” ucap fei yang berusaha menggendong suji menuju apartementnya.

“ suji-ah .. kau ingi kubuatkan teh ??” tanya fei seraya menidurkan suji di ranjangnya.

“ eumm ?” gumam suji lalu tertidur pulas di ranjang fei. Fei menatap suji datar.

“ kenapa dengan yeoja ini ?! haruskah aku menelfon myungsoo ?” gumam fei seraya membenarkan posisi tidur suji, dan berbaring di sebelah suji.

“ sepertinya, suji harus berdamai dengan myungsoo dengan cara mereka sendiri. Aku hanya akan memberikan suji tempat bersembunyi” gumam fei sebelum tertidur.

**********

Myungsoo sedang duduk di sofanya, dan jiyeon duduk di sampingnya seraya merangkul tangan myungsoo erat.

“ kau tidak tahu ia pulang hari ini ?” tanya jiyeon seraya menatap myungsoo dengan manja. Hening, myungsoo hanya diam dan menatap sofa di depannya dengan tatapan kosong.

“ dia punya teman dekat ?” tanya jiyeon lagi.

“ dia pergi ke mana ?”

“ dia bisa menyetir tidak ?!! ahh it’s so annoying” ucap jiyeon kesal, myungsoo melirik jiyeon sekilas.

“ ahh .. dia mengganggu malamku ini” ucap jiyeon seraya mengambil mantel, dan beberapa barang yeoja yang ia geletakkan di sofa, sebelum menyium myungsoo.

“ kenapa kau menyiumku tadi ?!” tanya myungsoo tanpa menatap jiyeon.

“ ne ?! ahh .. aku ingin berterima kasih padamu karna telah membelikan aku semua ini” ucap jiyeon seraya menunjuk semua barang yeoja yang ia letakkan di meja. Myungsoo menatap barang-barang yang di tunjuk jiyeon.

“ bukan kau yang membelikan ini ?!” tanya jiyeon bingung. Myungsoo menatap sekumpulan barang untuk namja di depannya.

“ ani. Suji yang membelikan ini” ucap myungsoo pelan.

“ maldo andwae”

“ jiyeon-ah, kau pulang saja. Aku ingin sendiri”

“ myungsoo-ah, kau fikir suji masih ingin bertemu denganmu ?! setalah apa yang kau lakukan padanya ?!” hasut jiyeon. Myungsoo hanya diam, memfikirkan perkataan jiyeon.

“ lebih baik kita tidur saja. Kkaja” ucap jiyeon menarik tangan  myungsoo.

“ kau benar. Mungkin suji tidak akan memaafkanku” ujar myungsoo pelan, lalu berjalan ke arah kamarnya, meninggalkan jiyeon di ruang tamu.

“ myungsoo-ah, tunggu aku” ucap jiyeon yang mulai mengejar myungsoo.

“ kau .. kau lebih baik tidur di kamar tamu saja. Suji akan marah jika ada yeoja lain tidur di kamarnya” ucap myungsoo tanpa menatap jiyeon yang menatap myungsoo marah.

Myungsoo menutup pintu kamarnya tanpa mengtarkan jiyeon ke kamarnya. Jiyeon berdiri di depan pintu kamar myungsoo dengan tatapan geram.

“ tsk, aku lebih daripada istrinya yang lemah itu” gumam jiyeon seraya membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar tamu.

*******

 

Keesokkan harinya. Fei’s Apartemant.

Fei membuka matanya perlahan dan tangannya mengusap kepalanya, lalu merapikan rambutnya. Ia duduk dari tidurnya, dan menguap sekali. Di tatapnya yeoja yang sedang tidur di sampingnya.

“ tsk, dasar… suami istri” ucapnya seraya berjalan ke kamar mandi untuk mandi.

Tangan suji menyentuh kepalanya yang sakit. Ia mengerang pelan lalu duduk dengan mata terpejam.

“ arrgghh.. it’s hurts..” erangnya lalu berjalan ke arah sofa dengan setengah sadar.

“ nappun namja.. nappun.. awas kau… aku mau cerai saja” ucapnya yang sedang mencari sesuatu di tasnya.

“ nappun namja itu bahkan tidak menelfonku, satu pesan saja tidak !! nappun !!” ujar suji seraya membating handphonenya di sofa. Lalu ia mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.

“ nappun.. nappun” gumamnya dengan suara bergetar menahan tangis.

*******

Keesokan harinya. Myungsoo’s House.

Myungsoo membuka matanya perlahan dan menatap langit-langit kamarnya. Ia masih ingat wajah suji saat di mempecahkan gelas, dan menangis di dalam mobil.

“ babo..” gumamnya lirih. Ia lalu bangkit dan mencuci mukanya, ia tidak berniat untuk masuk ke berkerja.

Ia berjalan ke luar kamar dan menuju ruang tamu. Saat myungsoo berjalan di tangga, ia mendengar suara pekikan yeoja.

“ AARRGGHH..” pekik yeoja itu. Myungsoo mempercepat jalannya ke arah sumber suara, dapur. Ia berdiri di depan yeoja yang tengah jongkok seraya memegang kakinya.

“ aarrggghh .. it’s hurt” erang yeoja itu.

“ waeyo ?” tanya myungsoo yang juga ikut berjongkok di samping yeoja itu.

“ ini.. pecahan gelas ini.. dan kakiku.. berdarah..”ujarnya seraya menunjukkan wajah kesakitan. Myungsoo menatap pecahan gelas dengan tatapan kosong.

“ berdirilah.. biar aku yang membersihkannya” ucap myungsoo seraya membantu jiyeon berdiri.

“ tapi .. ini bagaimana ?” ucap jiyeon seraya menjuk kakinya. Myungsoo juga mengikuti arah yang di tunjuk jiyeon.

“duduklah di sofa dulu.. aku ambilkan obat” ucap myungsoo seraya berjalan ke arah kotak P3K.

“ kau.. kau bisa mengobati ini ?” tanya jiyeon ragu. Myungsoo menatap jiyeon dan tersenyum kecil. Lalu ia mengeluarkan perban, obat merah, kapas, dan plester . Pertama, ia membersihkan darah jiyeon dengan kapas, lalu mengoleskan obat meraj ke kaki jiyeon lalu memperban dan direkatkan dengan plester.

“ selesai..”

“ wahh.. aku tidak tahu kau bisa mengobati.. dan perbannya cukup rapi” komen jiyeon seraya menatap lukanya yang telah diperban. Myungsoo kembali menatap luka jiyeon dengan tatapan kosong.

“ ahh .. suji..” gumam myungsoo pelan.

“ ne ? suji ?” tanya jiyeon bingung.

-Flashback-

“ aarrgghh ..” erang suji kesakitan seraya memegang kakinya.

“ waeyo ??” tanya myungsoo berjalan santai ke arah istrinya.

“ it’s hurt…” ucap suji.

“ gwancaha ?”

“ i said it’s hurt, did you hear me ?”

“ arasso.. then ?”

“ then ?? ambil kotak P3K sana.. cepatlah” ucap suji seraya mendorong myungsoo masuk ke dalam rumah.

Mereka sedang berkebun di halaman belakang rumah mereka, suji sengaja tidak memakai alas kaki. Saat ia ingin mengambil pupuk ia menginjak pecahan kaca di rumput.

Myungsoo berjalan ke arah suji dengan kotak P3K di tangan.

“ ini” ucap myungsoo seraya menyerahkan kotak itu pada suji.

“ mwo ? aku ?!! kau yang mengobati lukaku.. cepat”

“ na ? aishh ..” ucap myungsoo seraya berjongkok di depan kaki suji.

Myungsoo mengeluarkan perban, plester, dan obat merah. Ia meneteskan obat itu pada kaki suji.

“ ige mwoya ? kau tidak boleh asala dalam menangani luka. Jika terjadi infeksi bagaimana ? nanti kakiku luka, lalu membesar, lalu diamputasi, karena kelalaianmu ? bagaimana ?” ujar suji seraya menatap myungsoo tajam.

“ amputasi ?! kau terlalu jauh berfikir. Ini tidak ada separah pikiramu.”

“ mungkin saja. Who knows ?”

“ kau ini.. kau seharusnya menurut pada suamimu”

“ kau seharusnya medengarkan istrimu bicara. Ara ?”

“ ara. Ara.. ara.. lalu ini bagaimana ?” tanya myungsoo seraya menatap suji.

“ pertama.. ambil kapas itu.. cepat ambil…” ucap suji seraya menunjuk kapas.

“ lalu ?”

“ bersihkan lukaku dengan kapas itu.. cepat sedikit.. and slowly please..” myungsoo melalukan seperti yang suji perintahkan.

“ lalu ?”

“ teteskan obat luka di lukaku.. pelan..” myungsoo meneteskan obat luka dengan hati-hati dan wajah yang serius dan sedikit menjulurkan lidahnya.

“ then ?”

“ perban lukaku” ucap suji. Myungsoo mengambil perban dan melilitkan pada kaki suji dengan berantakan.

“ ya !! rapi.. kau harus melilitnya perlahan. Pastikan lukaku tertutup rapi dan erat. Supaya debu tidak bisa masuk” myungsoo menatap suji.

“ mwo ?” tanya suji. Myungsoo hanya menggeleng pelan dan mulai melilitkan perban ke kaki suzy dengan rapi dan erat.

“ terus.. e-“ ucapan suji dipotong oleh myungsoo.

“ eratkan dengan plester. Ne.. ara.. ini kemampuan bassic”

“ memperban luka itu kemampuan bassic. Kau bahkan tidak bisa melakukannya tanpa bantuanku” ucap suji seraya menetap myungsoo. Myungsoo merekatkan plester ke perban di kaki suji.

“ selesai” ucap myungsoo bangga. Suji menggat kakinya yang diperban, dan menelitinya.

“ eumm.. bagus.. rapi .. dan erat.. good job my husband” ucap suji di akhiri dengan ciuman cepat di pipi myungsoo.

“ kau mau melanjutkannya di kamar ??” tanya myungsoo  tatapan evilnya. Dan disambut lemparan kapas dari suji.

-Flashback End-

 

                “suji ?” ulang jiyeon.

“ kau merindukan suji ? myungsoo-ah, lupakan dia dan hiduplah bersamaku, ne ?” usul jiyeon.

“ mwo ?”

“ just live with me”

“ mian, andwaeyo. Jiyeon-ah, bagaimana jika aku kembali pada suji ?” tanya myungsoo seraya menatap jiyeon dalam. Jiyeon terkejut, lalu mengalihkan pandangannya dari myungsoo.

“ bagaimana jika aku kembali pada istriku ?”

“ mwo ? kau ingin kembali padanya ? bae suji itu ?” myungsoo yang masih menatap jiyeon hanya mengangguk pelan.

“ waeyo ? kau tidak mencintainya, kau mencintaiku” ujar jiyeon seraya menunjuk dirinya sendiri.

“ aku membutuhkannya”

“ aniyo. jangan perdulikan dia, i’m here” ucap jiyeon lalu menangkup wajah myungsoo.

“ mianhae, kau cepatlah pulang. Aku akan mencoba mencari suji. Kau bisa naik taxi kan ? i’ll go now, mianhae” ucap myungsoo lalu melepas tangan jiyeon yang menangkup wajahnya dengan cepat, lalu berjalan ke arah garasi.

“ YA ! KIM MYUNGSOO”

“ kau cepatlah pulang” ucap myungsoo seraya melambaikan tangannya tanpa menatap jiyeon yang sedang menatapnya tajam.

*******

“Hyung… gwanchana ?” tanya zelo seraya melambaikan tangannya di hadapan wajah myungsoo.

“ eummm.. gwanchana, waeyo ?”

“ tsk.. apakah kalian—“

“ wae ?” myungsoo mengangkat kepalanya dan menghadap zelo dengan mata setengah tertutup.

“ aniyo… kemaren, suji noona yang datang ke sini, dia juga mabuk. Sekarang gantian hyung” ujar zelo seraya merapikan botol-botol soju.

“ suji ?”

“ eumm.. noona, lalu seseorang datang menjemput noona”

“ someone ? nugu ?”

“ mollayo.. bagaimana aku bisa tahu ?” myungsoo menundukkan kepalanya lagi.

“ tapi hyung..”

“ wae ?”

“ orang itu…”

“ mwo ? namja ?”

“ aniyo, yeoja.. dia cantik dan ada aura sexy. Hooaa… benar-benar tipe idealku” zelo mulai membayangkan yeoja cantik-dan-aura-sexy dalam khayalannya.

“ tsk… kau masih kecil.. belajar sana”

“ arasso”

Myungsoo meneguk segelas soju lagi, lalu ia menyadari sesuatu.. yeoja cantik dan meliki aura sexy, siapa lagi kalau bukan unni favourite suji ? fei noona.. Myungsoo mengambil jaket yang ada di sampingnya dan berjalan ke arah mobilnya.

“ hyung.. myungsoo hyung… hyung, bayar dulu ?!!! HYUNG !!!!” teriak zelo seraya melambaikan tanggany dan sesekali lompat dari meja kasir.

“ BAYAR DENGAN UANGMU DULU ZELO-AH…” teriak myungsoo, detik berikutnya.. mobilny myungsoo sukses meninggalkan parkiran kedai minuman itu.

“ aishh ~~ bagaimana dia bisa berhutang padaku ? dia sudah berkerja,, sedangkan aku.. aku juga sudah berkerja, tapi .. gajinya lebih dari pada aku, dan dia sudah menikah.. aigooo” gumam zelo tidak jelas.

Myungsoo mengendarai mobilnya menuju apotek, ia berjalan ke arah apotek itu, dan tidak lama kemudian ia sudah berada di mobilnya dengan sebotol obat.

“ lebih baik aku menghilangkan mabokku dulu, sebelum menyetir” gumamnya seraya meminum obat penghilang mabuk. Myungsoo membuka sedikit jendelanya, ia melihat keadaan sekitarnya, memastikan jika tidak ada orang di sekitarnya. Ia tersenyum, dan membuang botol obat itu begitu saja, dan menjalan mobilnya ke arah apartement fei.

**********

Author’s POV.

Myungsoo memencet bel untuk sekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya ia menghela nafas. Krekk.. pintu terbuka.

“ noona”

“ myungsoo ? kenapa kau malam-malam ke sini ?” tanya fei tanpa berniat menyuruh myungsoo masuk.

“ noona, suji eoddiyeo ?”

“ suji ? mollayo.. dia tidak menghubungiku sejak kemarin..” ucap fei berusaha relex, ia mengangkat bahunya ke atas-ke bawah.

“ tsk, jinja ?” tanya myungsoo lirih, anggukkan kecil sebagai balasan fei. Myungsoo menunudukan kepalanya dan menatap sepatunya.

“ myungsoo-ah, pulanglah.. ini sudah malam”

“ eumm.. NOONA—“ tiba-tiba myungsoo menahan pintu dan berusaha membuka pintu itu lebih lebar.

“  ya !! kau mau apa ?” tanya fei yang mulai kewalahan.

“ mianhae noona …” detik berikutnya myungsoo sukses masuk ke dalam apartemant fei, dan di hapadannya ada suji yang sedang bersandar di tembok dan menyilangkan tangannya.

“ waeyo ?” tanya suji datar. Myungsoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengalihkan pandangannya dari suji.

“ wae ? kenapa kau ke sini ?” tanya suji lagi.

“ ya !! kau ini, kau tidak bisa masuk begitu saja..” fei datang dan memukul bahu myungsoo.

“ noona, bisa kau diam ? aku ada perlu dengan suji” ujar myungsoo dengan tatapan memohon. Fei menoleh ke arah suji, lalu duduk di sofa.

“ suji-ah, cepat bereskan barang-barangmu. Pulanglah dengan suamimu” ujar fei.

“ unni.. shireo, aku tinggal di sini saja, aku tidak mau tinggal dengan orang seperti dia” protes suji dan menunjuk myungsoo.

“ mianhae… aku tidak bisa mendengar suara kalian yang kelewat nyaring. Pulanglah, kalian bisa berbicara sepuas kalian”

“totally agree” myungsoo memberikan fei 2 ancungan jembol.

“ YA !! tsk.. arasso, neol.. cepat ambilkan barang-barangku di kamar unni” ucap suji lalu berjalan ke luar apartement fei

“ na ?” suji berbalik dan menatap myungsoo yang baru saja mengajukan protes “wae ? shireo ?”

“ a..aniyo.. noona, kamarmu di mana ?”

“ NE ? aigoo. Tunggu di sini, biar kuambilkan, kau tidak bisa masuk ke kamar yeoja sembarangan, molla ?” fei beranjak ke kamarnya. Myungsoo duduk di sofa menunggu fei, sedangkan suji telah menghilang dari tadi.

“ ini..” fei muncul dan memberikan koper yang dibawa suji.

“ ah.. gomawo noona” myungsoo sedikit membungkuk dan berjalan ke arah parkiran.

******

Myungsoo berhenti di depan mobilnya, ia menoleh ke kiri-ke kanan untuk mencari suji.

“seharusnya yeoja bawel itu ada di sini” gumamnya seraya mengeluarkan handphone.

“ eoddiyeo ?” tanya myungsoo langsung tanpa mengunakan sapaan.

“ aku dalam perjalan pulang, wae ?”

“ ne ? dengan siapa ?” tanya myungsoo seraya masuk ke dalam mobilnya, dan berjalan meninggalkan parkiran apartement.

“ aku membawa mobilmu saat aku kabur ? kau tidak ingat ?”

“ ahh .. aku lupa..”

“ tsk, tentu saja kau lupa, kaukan hanya mengingat yeoja nakal itu.. sshh” suzy menutup sambungan tanpa membiarkan myungsoo menjawabnya.

“ YA !! bae suji.. aish .. dia bahkan tidak membiarkanku untuk menjawab” myungsoo meletakkan ponselnya dan menjalanan mobilnya 2 kali lebih cepat.

“ awas kau” gumam myungsoo

*******

Suji melangkahkan kakinya untuk memasuki rumahnya sendiri, ani, rumahnya dengan myungsoo.

“ annyeong haseyo ??” sapa suji dengan suara lirih. Ia menyalakan lampu.

“ dia sudah pulang rupanya..” ujar suji tanpa sadar senyuman kecil muncul di wajahnya. Ia berjalan ke arah sofa dan tidur di sana.

Tak lama kemudian..

“YA ! bae suji…” suara myungsoo terdengar, ia membawa koper suji dan masuk ke dalam rumah. Mata suji refleks terbuka, ia baru saja menutup matanya 2 menit yang lalu. Ia menyadari ada suara yang berjalan mendekat, ia memustuskan pura-pura tidur kembali.

“ bae su—“ ucapan myungsoo terhenti saat melihat suji yang berbaring di sofa yang memancarkan wajah innocentnya. Ia berjalan mendekat ke arah suji, dan berjongkok di depannya. Myungsoo membelai rambut –poni- suji dengan senyum kecil di wajahnya.

“ mianhae..” bisiknya dan berjalan meninggalkan suji, ia berjalan ke arah pintu, bermaksud untuk mengunci pagar dan pintu utama. Setelah ia memastikan semua terkunci, myungsoo berjalan ke arah sofa dan menggendong suji ala bridal style. Myungsoo berjalan menuju kamar mereka.

“aigoo.. apa saja yang dia makan ? berat sekali..” gumam myungsoo seraya membaringkan suji di atas kasurnya. Ia membuka jaket dan sepatu yang suji kenakan, tanpa myungsoo sadari bibir dan kelopak mata suji bergerak sedikit.

Myungsoo bangkit dan menuju ke kamar mandi. Setelah 30 menit, dia keluar dengan handuk kecil melingkari lehernya. Ia duduk di tepi ranjang. Ia menoleh ke belakang dan tersenyum melihat suji yang sedang memeluk guling. Myungsoo mendekat ke suji dan mengambil guling itu perlahan. Ia memegang bahu suji dan menghadapkan ke arahnya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah suji , tanpa menunggu lagi dan cupp bibir myungsoo mendarat sukses di bibir suji. Tanpa berfikir panjang suji membuka matanya, ia tidak menyangka .. myungsoo menciumnya.. saat dia tidur atau mungkin pura-pura tertidur.

“ya …” ucap suji lirih, myungsoo membuka matanya, kaget atas gumaman suji tadi.

“mwoya ?” tanya myungsoo pelan, ia telah menjauhkan bibirnya dan bibir suji.

“ wae ?”

“ neo… hanya dengan ciuman itu kau bangun ?”

“ ne ? aniyo… aku.. YA .. MENJAUH DARIKU.. NAPPUN NAMJA” teriak suji tiba-tiba dan mendorong myungsoo agar menjauh darinya.

“ YA !!!” teriak myungsoo setelah ia terjatuh dari ranjang.

“ mwo ? kau mau marah ? seharusnya aku yang marah ?! kau berciuman, ani.. mungkin kalian sudah melakukan yang lebih dari –c-i-u-m-a-n- sedangkan aku berkerja dan berusaha memberimu kabar, tapi kau menghilang entah kemana, ternyata kau bersamanya, dan baru saja kau menciumku.. dann … dann .. begitu” ucap suzy yang entah sejak kapan telah berdiri dengan tangan disilangkan, ia mengakhiri perkataannya dengan nafas panjang

“wae ? salahkah jika seorang suami mencium istrinya ?” tanya myungsoo yang memilih duduk di lantai dengan kepala mendongak menghadap suji.

“ tidak, tidak salah, asalkan suaminy tidak selingkuh, sadly, you did”

“ lalu ?”

“lalu apa ? tentu saja cerai” ujar suji seraya mengambil pajamanya.

“MWO ? WAEYO ?” myungsoo berdiri dan berjalan menghadap suji.

“ wae ? andwaeyo ?”

“ andwae …”

“ wae andwae ? kau saja bisa berciuman dengan siapa dia.. molla, kenapa aku tidak bisa cerai darimu ?”

“ ya.. mianhae.. luapakan kejadian itu”

“ MWO ? bagaimana bisa aku melupakan itu ?”

“ molla.. pokoknya kau tidak boleh cerai dariku, pergi dengan namja lain, dan… itu.. lupakan kejadian itu, ara ?” myungsoo menatap suji, sedangkan suji memicingkan matanya.

“ andwae, setiap aku melihatmu, aku akan teringat kejadia itu”

“ makanya, kau harus melupakannya suji-ahhhhh” ucapnya seraya mengeluarkan.. ehem.. aegyo ?

“mwoya ? kalian mungkin saja melakukan hal yang lebih daripada cium—“

“aniyo.. aku hanya berciuman dengannya, tidak melakukan hal bodoh seperti yang kau pikirkan” ucap myungsoo seraya menjitak kepala suji

“ mwo ? YA ! berciuman dengan yeoja lain itu sudah hal bodoh, mollayo ?”

“ bisakah kau tidak usah mengungkit hal itu, lalu memaafkan aku dan kita membuat anak ??” tanya myungsoo dengan wajah super polosnya. Suji berusaha menahan senyuman ketika mendegar suara dan melihat wajah myungsoo.

“ kenapa aku harus memaafkanmu dan membuat anak denganmu ?”

“ karna kau mencintaiku” ujar myungsoo seraya mencium suji dan menjatuhkannya ke ranjang.

“ what do you want ??” tanya suji penasaran.

“ tentu saja membuat anak denganmu. Andwaeyo ?”

“ emm.. tapi kau tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagikan ?”

“ never.. sekarang.. bisakah kita membuat anak ?” tanya myungsoo yang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah suji.

“ emm ?”

-THE END-

I know that these FF is sucks, but commen please… i’m looking for it ^^ .. and once again no squel ya ?

87 thoughts on “Don’t Cheat me anymore

  1. lgi lgi jiyeon kd pengganggu..
    knpa dia slalu jd pngganggu..
    hashh
    myungso sialan..tega2nya
    ak jd suzy gamau maafin myungso..gak akan
    hufhkkhh

  2. wah myungso tega bgt seh, istri lg kerja malah selingkuh…
    kl aku jd suzy wahhh akan tak tendang mereka…

    jiyeon menyebalkan sekali..

  3. saengg~
    ingett umurr belunt boleh yang hot hot duluu..kkeke *ditabok nanda😄
    pengennya sihh endingnya lebihh dalem lagi (?) *otak yadong mulai berkeliaran*

    ihh myungsoo jahaatt, tegaanyaa nyelingkuhin istrinya yang cantik ama yeoja yang gek secantik istrinya..XD
    kalo aq jadi Suzynya, udah kelaut tuh si Myungsoo..😄 *ditabok eLements

  4. Yeeyy,, akhirnya bikin FF myungzy lagi..😀

    Cewek cantik dgn aura seksi,, pas bgt tuh bwt fei… LOL
    Myungsoo kok berasa d bwh ketiak istri ya.. hahaha

    Tp si myungsoo parah bgt.. udh selingkuh,, mwnya lnsung di maafin gitu aja.. ~~”

    Lanjut saeng~,, di tunggu FF myungzy lainnya..😀

  5. jiyeon kesannya ganjen banget ._. tapi emg gitu sih .-.
    zelonya lucu xD
    myungzy kalo lagi tengkar gitu lucu😄

  6. Yaaa.,kasian Suzy.
    Tega bnget sih Myungsoo, kurng apa cba Suzy sbg istri@.
    Tp Ending@ akhir@ bhgia…
    Lucu wktu bca Ending@.,

  7. All … thanks for read, ne ? aku ga bales semua komen kalian..
    tapi aku sllu menanti komen kok…

    rajin2 komen ya ?!!

  8. minho jahat bgt, trus jg tuh si jiyeon yeoja menyeblkan !!
    ezmosii 7 turunan !! hosh hosh
    tp bgz deh kalok myungso balik sma suzy,,

  9. saeng kok gak bilang2 FF’y uda di rilis ??
    aigo myungsoo ,, O’on apa tolol sih ?? Punya istri yg sesuai type’y banget malah kesihir sma Jiyeon *noBash* sadar oppa kasihan suzy oennie ><

  10. Ampoon dehh liat jiyeon huaahh X_X
    Myungsoo nya cinta ga sihh ma suzy, bikin frustasi aja ni myungsoo.. Untung aja suzy nya gajadi nyium ZELO, zelo is mine :p *plak
    akhirnya suzy maafi myungsoo hoho.. Maunya ending nya dilanjutkan haha *evil smile* kan jadi seru tuhh haha *uda la mulai ketularan eunhyuk nii*
    Eunhyuk : nah lo? Kok jadi aku sii?
    Gidaa : iya dong, kan oppa otak nya paling yadong :p

  11. myungsoo jahat !!!!!! knpa suzy mau maafin gitu aja?????? suer deh pengen ninju myungsoo sekarang !!! *ahahah kebawa emiso !! eh emosi mksudnya😀

  12. Yaak..
    L oppa kenapa kau tega sekali menyakiti unniku ;(
    Iihh..tu yeoja pengganggu banget >,<

    Untung MyugZy bersatu lagi🙂

  13. annyeong aku reader baru🙂
    Bae Erika imnida🙂

    wah onnie kenapa ada Jiyeon ? I HATE JIYEON
    Alur ceritanya bagus Thor
    hahaha ternya myungsoo oppa sedikit yadong ya ?? aku do’ain semoga cepet punya aegi ya🙂

  14. awalnya gedeg bgtt sma yg jiyeon ma myungsoo.asemmm bgtt mreka.
    Tottaly bagus thor..tpi akhirnya krng greget.segt mudahkh suz memaafkn myungsoo.mungkn bisa lbh pnjng yaa..biar akhirny g terlalu maksa bwt diakhiri.
    Feelny dpet..kerenkereen!

  15. Em sesak juga rasanya kl dihianati sm suami sendri…
    Apalagi suzy meliht myungsoo suaminya berciuman didpn matanya..
    Waduh..gmn gak sakit hati.. Pulng2 melihat yg seharusnya diliat..
    Walaupun begitu. Terkadang hati bisa juga mengalahkan logika
    hrsnya bercerai tp karena didlm hati mereka masih menyimpn rasa.. Jd bisa termaafkan..
    Bgus .. Chingu..^^..
    Lnjutkan lg.. Cerita yg lainnya tp ttp myungzy di perbanyak.. ^^
    fighting..^^

  16. myungsoo jahat amat selingkuh ama jiyeon. bener2 gasuka ama sikap jiyeon di ff ini. suzy juga masih bisa maafin myungsoo. kalo aku sih msh mikir 2 kali, kkk.
    bagus thor, lanjut lagi ama ff myungzy atau minzy kalo bisa yg lain ya >< gomawo~

  17. Anyeonghaseyo aku readers bru, slam knl🙂

    rada kcewa sma ff nya thor,
    mendng suzy selngkuh dlu sma myung, ngelakuin hal sma kyk myung, bt myung skit hti, trus tar rujuk,
    kalo gni kesan nya ga adil, suji jga mudah bnget maafn myung, kyk yg ga cmburu
    #cuma pndapat pribadi

    next thor, hwaiting😉

  18. Hmm, geregetan!!!
    Suzy ny kurang sadis k jiyeon bitch & myungsoo ny -_-
    Trus itu bnyk yg typo & kata2 bhasa korea ny kurang cocok, hehehe
    Harap d perbaiki lg ya🙂
    Fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s