L.O.V.E

Title :: L.O.V.E

Author :: Pink_Queen

Main Cast :: Bae Suji, Shik Gongchan, Choi Minho

Other Cast :: Min,Krystal jung, Baro

Length :: Chapter

Genre :: Fiction, Drama, School life, romance (?)

Annyeongg..^^ setelah lumayan lama gak update disini akhirnya aq update juga hari ini..^^

mian kalo plotnya agak aneh, dan castnya Suzy lagi..kkeke~ karena sebenernya ini ff udah aku buat dari tahun lalu waktu lagi kena demamnya B1A4 cuman belumb rampung aja..hhoho~

Read, if u want to know the content my FF

Comment, if you wanna give me comments, critics or anything

Like, if you like my handwrite ^^

** Let’s Read **

Mata Suzy tak lepas menatap sosok namja yang tengah asyik bermain basket diseberang tempat yeoja itu duduk dibangku taman sekolahnya. Ia ikut tersenyum ketika namja itu berhasil memasukkan bola berwarna orange itu kedalam ring dan ikut bersorak bersama teman satu timnya. Namun sesekali wajah cantiknya sedikit muram ketika namja itu terjatuh atau bertabrakkan dengan lawannya.
“Kau masih saja menatapnya dari sini rupanya.” Kata satu suara yang mampu mengalihkan perhatian Suzy. Gadis itu hanya tersenyum melihat siapa yang menghampirinya.

“Onnie, kau membuatku kaget saja.”

“Kenapa tidak bergabung dengan mereka ? kenapa malah menontonnya dari sini ?” Tanya Min heran dengan teman satu grup dancenya itu yang sudah dianggapnya adik.

“Disini sudah cukup. Lagipula, apa Onnie tidak melihat ? begitu banyak gadis cantik disana, aku tentu kalah jauh disbanding mereka.”

“Yaaa~ jika kau disini terus, bagaimana Minho akan tahu kau ? bagaimana Minho akan mengenalmu ? jika ia belum mampu melihatmu, maka kau yang harus membuatnya melihatmu.” Nasihat Min pada Suzy.

“Onnie, kau percaya takdir ?”

“Eo ?”

“Aku percaya, jika aku dan dia bertakdir maka ia akan tahu bahwa aku ada disini.”

“Jika tidak ?”

“Ya sudahh…”

“Jika kau menemuinya dengan segera dan melihat bagaimana reaksinya maka kau akan mengetahui jawaban takdir itu. Jika memang ia bukanlah takdirmu kau bisa mencari tahu siapa yang lebih tepat menjadi takdirmu. Bukan hanya diam menunggu datangnya takdir. Manusia juga harus berusaha mencapai takdirnya.”

“Nde Onnie. Gomawo.” Kata Suzy dan tersenyum tulus pada Min.

^^oo^^oo^^

“Suzy~ya..” panggil Baro ketika namja itu melihat Suzy menutup lokernya.

“Wae ?”

“Mmmm… bisakah aku meminta bantuanmu ?” Tanya Baro penuh harap pada Suzy.

“Apa ?”

“Sebenarnya aku mendapat hukuman dari Kim Sonsaengnim menyiram taman siang ini karena tadi pagi aku terlambat datang.”

“Lalu ?” Tanya Suzy heran.

“Hari ini aku ada pemilihan pemain inti klub basket untuk pertandingan antar sekolah. Jadi, bisakah kau menggantikan aku ?” Tanya Baro dengan menambahkan aegyonya agar Suzy mau membantunya.

“Mwoo ?? “

“Aku dan Gongchan ada pemilihan tim inti. Aku ingin sekali menjadi bagian dari tim inti sekolah dalam pertandingan itu, jadi bantu aku yaa ? Otte ?? Jebal….”mohon Baro pada Suzy.

“Aigooo~ jangan menatapku seperti itu. Arasso..arasso” kata Suzy menyerah melihat mata memohon Baro yang seperti anak kecil itu.

“Aaaa….gomawoo Suzy~yaa…gomawo…nanti aku akan mentraktirmu ice cream.”

“Nde…nde..”

“Ah, keundae…” Suzy berbalik menatap Baro.

“Ada apa ?”

“Bagaimana jika Kim Songsaenim tahu ?? aku tidak mau dihukum.”

“Aku akan bertanggung jawab, kau hanya perlu menggantikan aku sebentar saja. Setelah aku selesai latihan aku akan menggantikanmu lagi. Gomapta Suzy, kau cantik sekali hari ini. Annyeonggg…” Baro berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Suzy yang menatapnya sedikit kesal.

“Aiiisshhhhh… Jinjaa…” rutuk Suzy begitu Baro meninggalkannya. Ia kembali membuka lokernya dan mengambil ikat rambut lalu mengikat rambutnya tinggi-tinggi untuk menyiram taman sekolah sore ini.

“Oppaa… akuu pasti akan menonton latihanmu kali ini. Aku akan berdiri dipaling depan untuk menyemangatimu seperti biasa.” Sebuah suara yang Suzy kenal menghentikan aktivitasnya mengikat rambut. Ia lalu menutup lokernya dan menoleh melihat arah suara tadi.

“Hmm… mereka terlihat cocok.” Lirih Suzy begitu matanya menangkap gerombolan Minho, Krystal dan beberapa yeoja cantik yang merupakan pengagum Minho itu. Bahkan tak segan-segan tangan Krystal melingkar di lengan milik Minho. Suzypun berjalan menuju pintu keluar untuk ke taman menjalankan tugas Baro yang diserahkan padanya.

“Suzy~yaaa….” Lagi lagi sebuah suara terdengar ditelinga Suzy. Yeoja itu meniup poninya menandakan ia sedikit kesal karena ia tahu benar siapa yang memanggilnya tapi ia pura pura acuh.

“Yaa… Bae Sue Ji..” karena kesal Suzy membalikkan badannya dan memandang berkeliling sampai tak sengaja mata Suzy bertemu dengan mata Minho yang juga menatapnya. Glek. Suzy menelan ludahnya.

“Yaa.. aku disini..” suara Gongchan terdengar disebelah kanan Suzy. Suzy menoleh dengan melempar tatapan tajamnya pada Gongchan

“Mwo ?”

“Yaa… kau ini kenapa galak sekali padaku sih ?” Gongchan mengacak rambut Suzy.

“Yaa.. kau ini kenapa ? membuat rambutku berantakan, menyebalkan.” Rungut Suzy kembali merapikan rambutnya yang diacak oleh Gongchan.

“Aku kan hanya menyapamu saja. Kenapa ? tidak boleh ya ? Aku kan mencoba menjadi teman baikmu. Kau tahu Suzy~ya ? kau terlihat cantik saat marah seperti itu. Kau manis..” Gongchan mencubit kedua pipi Suzy karena gemas.

“Aisshhh… kenapa kau menyebalkan sekali sih ? “Suzy melepas tangan Gongchan yang mencubit pipinya.

“Karena kau akan terlihat cantik saat kau marah-marah seperti ini.” Gongchan tersenyum menggoda Suzy.

“Aisshhhh jinja..” Suzy meninggalkan Gongchan yang tertawa melihatnya kesal.

“Dan kau…” tiba – tiba Suzy berbalik dan menunjuk Gongchan. “Kau akan terlihat lebih tampan lagi jika kau tidak berisik dan juga tidak menggangguku lagi, arachi ?” kata Suzy. Gongchan kembali meldakkan tawanya, menghampiri Suzy dan kembali mengelus kepala Suzy.

“Arachi.” Kata Gongchan pendek. Mulutnya masih menyunggingkan senyum menggodanya pada Suzy. Yeoja itu kemudian hanya melengos dan meninggalkan Gongchan dengan kesal.

**

Minho tengah berada diantara teman-teman Krystal yang sedari tadi mengekorinya. Bahkan, tak sungkan Krystal melingkarkan tangannya dilengan Minho. Namja itupun hanya bisa diam saat Krystal mulai mendominasi pembicaraannya yang menurutnya tidak penting sama sekali itu.

Tapi, konsentrasi Minho kembali terpusat saat mata belonya menangkap sesosok yeoja berambut coklat.

“Suzy~aaa…” tiba tiba Minho melihat Gongchan memanggil yeoja yang menarik perhatiannya. ‘Mmm… namanya Suzy. Nama yang cantik.’ Minho tersenyum simpul. Ia kembali mengamati yeoja itu hingga akhirnya tatapan keduanya bertemu. Perlahan tapi pasti, jantung Minho berdetak tak karuan. Mata belonya tak lepas dari mata sipit milik Suzy.

“Oppaa.. kau mendengarkan aku tidak sih ?” Krystal menyentak tangan Minho. Seketika Minho tersadar dari ketenggelamannya ditatapan mata Suzy. Ia menoleh kearah Krystal tak mengerti.

“Tuh kann.. kau pasti tak mendengarkanku.” Krystal merajuk seperti anak kecil yang sedang marah.

“Kau bicara apa ?” Minho bertanya pada Krystal.

“Kau akan mendengarkan aku kali ini ?”

“Mm..” Minho menjawab pendek. Tapi, ia tetap menatap Suzy yang sedang berbincang dengan Gongchan, anggota tim basket sama seperti dirinya.

“Oppa.. hari ini Jessica Onnie pulang dari New York, aku berencana..bla bla..” Krystal kembali menceritakan apa yang tadi ia katakana meski ia tak tahu bahwa Minho sama sekali tidak memperhatikannya seperti tadi.

“Ck..” Seru Minho sedikit kesal ketika ia melihat Gongchan mengelus rambut coklat Suzy. Ia tidak tahu mengapa tiba-tiba ia terlihat kesal melihat kedekatan Gongchan dengan Suzy meski ia tidak tahu apa. Minho melepas pegangan Krystal di lengannya.

“Mianhae.. tiba-tiba saja moodku buruk.” Minho kemudian meninggalkan Krystal yang bingung menatap punggung Minho yang menjauh.

**

Suzy tengah asyik mengamati bunga yang mulai bermekaran dimusim semi seperti ini. Ia tersenyum karena akhirnya bunga-bunga mulai bermekaran setelah musim dingin yang berlangsung sedikit lebih panjang dari biasanya. Bibirnya mengulum senyum.

Mata Suzy  kembali terarah ke lapangan basket yang tak jauh dari taman yang ia urus sekarang. Matanya juga lekat menatap pada Minho yang sedang bersemangat mendrible bola berwarna orange itu. Peluh terlihat membasahi muka tampan Minho.

“Yaa… kau gila tersenyum sendiri seperti itu ?” suara Min tampak mengagetkan Suzy yang sedang asyik menatap lapangan basket didepannya.

“Yaa… Onnie, kau benar benar membuat jantungku berhenti berdetak karena kaget.” Kata Suzy mengelus dadanya.

“Jantungmu berhenti berdetak bukan karena aku, tapi karena dia kann ???” Min menunjuk Minho dengan kepalanya.

“Apa begitu terlihat ??” Suzy menanyakan hal bodoh menurut Min.

“Tentu saja, babo. Kenapa masih melihatnya dari kejauhan seperti ini ?” Min kembali menanyakan hal yang selalu ia ucapkan ketika ia melihat Suzy lagi-lagi hanya mengamati Minho tanpa berani mendekatinya.

“Onnie.. kau tak lihat ? Banyak sekali para yeoja cantik yang berusaha mendapatkan perhatiannya. Lagipula, ia terlalu terang untukku dekati.”

“Kau belum mencobanya.”

“Onnie, disana ada Krystal, Yuri Onnie yang merupakan primadonna sekolah, ada juga Dara Onnie.. aku sudah kalah saing kalau begitu.” Ucap Suzy. Ia mengambil selang air yang telah ia salurkan pada kran air tak jauh dari taman itu.

“Araso. Apapun pilihanmu, aku akan mendukungmu kalau begitu.” Kata Min menganggukkan kepalanya.

“Kau mau aku siram juga Onnie ?” Tanya Suzy usil, ia mengarahkan selang air kepada Min.

“Yaa.. awas saja jika aku berani..” kata Min galak.

“Tentu saja aku berani..” Suzy enyemprotkan air dari selang kearah Min, yang membuat Min berlaru menjauhi Suzy.

“Hhahahaha….” Tawa Suzy melihat Min berlari menjauhinya. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya menggantikan Baro menyiram bunga.

“Awas saja kau, jika kau tidak bisa masuk tim inti.” Suzy memperhatikan Baro yang sedang bermain basket. “Aku akan menyemprotmu dengan air ini jika kau tak membelikan aku ice cream dan tidak masuk tim inti. Aku kan sudah bersusah payah menggantikanmu menyiram bunga yang seharusnya menjadi tanggung jawabmu.” Gerutu Suzy ditengah pekerjaannya menyiram bunga.

Tiba-tiba saja, ada sebuah bola berwarna orange yang menggelinding kearah Suzy. Dengan cuek seolah tidak melihat apa-apa Suzy kembali menyiram bunga.

“Hei kau yang disana..” panggil seseorang yang Suzy tidak tahu. Yeoja itu kembali tidak acuh.

“Yaa… kau.. gadis berambut panjang, bisakah kau mengambilkan bola basket didekatmu itu ?” suara itu kembali menyuruh Suzy.

“Cih.. tidak sopan.” Suzy tetap acuh dan menyiram bunganya seolah tidak ada apa-apa.

“Yaa.. kau tuli atau apa sih ?” Suzy menghela nafasnya mendengar suara kasar itu ditujukan padanya. Ia mendongakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk. Secara reflek, tangannya yang memegang selang air juga mengarah kedepan hingga air yang mengalir menyemprot seorang namja yang sudah berdiri dihadapannya.

“Kau yang tidak sopan, harusnya jika meminta bantuan harus sopan sedi..kit…” kata Suzy terpotong begitu tahu bahwa air yang berada diselang kini membasahi tubuh seorang namja dihadapannya. ‘Minho sunbae..’ gumam Suzy.

“Yaa… bajuku basah…” Minho menyadarkan Suzy dari keterkejutannya. Suzy lalu melempar Selang air itu dan mendatangi Minho,

“Sunbaenim, mianhanda.. aku benar-benar tidak sengaja.” Suzy mencoba mengeringkan kaos Minho dengan mengusap kaos yang dikenakan namja itu. Glek. Suzy kembali menelan ludahnya ketika tangannya menyentuh perut Minho yang sedikit berbentuk. ‘Yaa.. apa yang kau pikirkan,Bae Suzy.’ Suzy memperingatkan dirinya sendiri.

“Karena kau kaosku jadi basah seperti ini..” seru Minho.

“Mianhae… jeongmal mianhae..” Suzy kembali menatap mata Minho. ‘Yeoja ini…’ pikir Minho. Tanpa diketahui Suzy yang sedang mengusap kaosnya, senyum Minho perlahan mengembang begitu tahu yeoja yang kini dihadapannya adalah yeoja berambut pirang yang tadi ia lihat.

“Apa dengan mangatakan maaf maka kaosku akan kering ?” Tanya Minho. Suzy kembali menatap Minho penuh Tanya. Minho berjalan menuju selang air yang tergeletak begitu saja. Tangan namja itu lalu mengambil selang air itu. Minho kembali berbalik dan menuju kearah Suzy dengan senyum evilnya. Suzy menatap Minho bergedik.

“Sunbae…” lirih Suzy.

“Kau juga… harus basah sepertiku…hhahaha…” Minho menyemprotkan air kearah Suzy. Yeoja itu hanya bisa terbengong melihat tingkah kekanakan Minho. Namja itu tertawa lepas sementara Suzy berusaha menghalau air yang mengenai seragamnya.

“Hahahaha… mukamu sungguh lucu sekali..” Minho melihat raut muka kesal Suzy.

“Yaa… aku basah Sunbae..” Suzy berlari menghindari serangan Minho dan berusaha merebut selang air yang dibawa Minho. Tak ayal, keduanya pun saling mengejar dengan saling menyemprot air seperti anak kecil yang sedang bermain air.

“Yaaaa.. BAE SUZY..CHOI MINHO..” suara tegas Kim Sonsaengnim menghentikan aktivitas Minho dan Suzy. Keduanya melempar selang air dan berjalan takut-takut kehadapan sang Wakil Kepala Sekolah itu.

“Kalian pikir ini taman bermain ?? Kalian pikir kalian masih seorang siswa TK yang bermain air seperti itu ?”

“Animida, Sonsaengnim.” Kata Suzy sambil menunduk.

“Choi Minho, bukankah kau sedang berlatih basket ? kenapa malah bermain air seperti itu ?” Kim Sonsaengnim berkata pada Minho dengan galak.

“Mianhae, Sonsaengnim.”

“Dan kau Bae Suzy, apa ini jadwalmu menyiram bunga ?? bukankah kau tidak dihukum hari ini ?”

“Ne, Sonsaengnim.”

“Ah, aku ingat. Anak nakal itu, bukankah ini adalah tugas Baro ?” Tanya Kim Sonsaengnim, Suzy hanya bisa mengganggukkan kepalanya.

“Dasar anak itu. Choi Minho cepat kembali berlatih basket dan panggil Baro kemari.” Perintah Kim Sonsaengnim pada Minho.

“Ne. Algeseumnida.” Kata Minho sambil meninggalkan Suzy dan Kim Sonsaengnim, tak lupa ia juga memanggil Baro untuk menghadap Wakaseknya.

**

Sesekali mata belo Minho yang tengah bermain basket tak lepas menatap Suzy yang sedang menjalani hukuman mencabut rumput bersama Baro. Keduanya tampak begitu akrab dimata Minho, yang membuat namja itu sedikit tidak nyaman. Kali ini Minho sudah mengganti kaosnya yang basah dengan yang baru karena ia selalu memeliki persediaan kaos ganti dilokernya.

“Suzy~ya..” tiba-tiba Gongchan memanggil Suzy dari tempatnya berdiri ditepi lapangan basket. Gadis itu mendongak menatap Gongchan.

“Wae ?”

“Kau tidak mengganti pakaianmu yang basah ?” Tanya Gongchan pada Suzy.

“Aku mana bawa kaos ganti, nanti juga kering.” Suzy menjawab dengan sedikit malas.

“Yaa… bagaimana jika kau sakit ?” Gongchan mengkhawatirkan Suzy. Hal ini membuat Minho sedikit mengerutkan dahinya, seperti ingin tahu kedekatan Gongchan dan Suzy.

“Aniya, kau main saja sana.. jika aku terus kau ajak ngobrol hukumanku tidak selesai-selesai.” Suzy melanjutkan hukumannya mencabut rumput tanpa peduli pada Gongchan yang memperhatikannya.

“Aku kan hanya khawatir padamu.” Gerutu Gongchan tidak rela dicuekin Suzy.

‘Kenapa aku tak nyaman melihat yeoja itu berdekatan dengan Gongchan dan Baro ?’ Minho menggumam dalam hati. Ia lalu menggeleng kepala keras dan memantulkan bola basket ke sembarang.

“Yaa.. Choi Minho , eodiga ???” Tanya Jonghyun yang melihat Minho berjalan keluar lapangan.

“Aku pulang.” Minho berseru sembari mengambil tasnya. Tak sengaja ekor matanya menangkap Suzy yang sedang tertawa didekat Baro. Hal itu membuat Minho kembali kesal dan buru-buru meninggalkan lapangan.

**

Malam itu, didua kamar berbeda tampak seorang namja dan yeoja duduk didekat jendela kamar mereka menatap langit malam yang kini bertabur bintang. Suzy dan Minho. Yeoja dan namja yang sama-sama menatap langit malam dikamarnya masing masing.

“Yeoja itu.. sepertinya aku mengenalnya…” Gumam Minho. Ia terlihat berpikir keras menggali ingatannya tentang yeoja yang hari ini ditemuinya.

“Minho~ssi…” gumam Suzy sambil tersenyum. Ia memeluk sebuah boneka teddy yang sudah usang. Ia menoleh kearah samping mendapati sebuah topi baseball berukuran kecil bertuliskan huruf ‘M’.

**

Pagi ini, saat masuk sekolah tangan Suzy terpaksa menenteng sekotak tisu karena dari tadi malam hidungnya terasa gatal dan sesekali bersin. Ya, Suzy terkena flu karena kemarin ia menjalani hukuman mencabut rumput dengan seragam basahnya.

“Aigoo~~… hatchiii….” Suzy kembali bersin. Ia mengusap hidungnya dengan tisu yang ia bawa. Hidungnya mulai memerah.

“Ya.. Bae Suzy..” Gongchan memanggil Suzy yang berdiri didepan lokernya. Suzy menoleh kearahnya.

“Aigoo~~ kau sakit ?? kenapa hidungmu merah, dan kau sedikit pucat.. omona~ kau sakit ??” Tanya Gongchan terlihat khawatir setelah meilhat wajah Suzy yang terlihat pucat.

“Nan gwenchana..” kata Suzy.

“Aigoo~~ kau juga demam…” pekik Gongchan saat tangannya menyentuh dahi Suzy yang bersuhu panas itu. Suzy menepis tangan Gongchan yang memegang dahinya.

“Yaa… aku tidak apa-apa.” Kata Suzy galak.

“Suzy~ya.. kau sakitt ????” satu suara berhasil membuat Suzy membeku ditempatnya.

**

Minho tengah menutup lokernya ketika ia melihat dua orang yang sedang bedebat kecil tak jauh darinya. Ia memperhatikan kedua orang itu dengan seksama. ‘Suzy ?’ gumamnya sambil berjalan mendekat.

“Suzy~ya.. kau sakitt ????” Tanya Minho menghampiri Suzy yang berdiri berhadapan dengan Gongchan. Minho berjalan kehadapan gadis itu. Suzy hanya bisa menatapnya tanpa berkedip.

“Kau pikir, siapa yang membuatnya sakit kemarin ? menyiram air, lalu ia menjalani hukumannya tanpa mengganti pakaian.” Kata Gongchan ketus, bermaksud menyindir Minho.

“Yaaa… apa yang kau katakan….” Suzy menendang lutut Gongchan dengan kakinya.

“Yaa… appoo~~~ tapi yang aku katakan memang benar..” Gongchan meringis memegang lututnya yang ditendang Suzy.

“Aniya… aku baik baik saja sunbae..” Suzy mengalihkan pandangannya dari Gongchan ke Minho.

“Jinja ??” Tanya Minho minta kepastian.

“Ne.” Suzy menganggukkan kepalanya.

“Geotjimal.. jelas jelas kau sakit..” kata Gongchan lagi yang membuat Suzy menyikut bawah rusuknya.

“Jangan perhatikan dia sunbaenim… ah, aku masuk kelas dulu..” pamit Suzy pada Minho lalu menarik Gongchan.

“Chogi…” Minho menarik lengan Suzy.

“Jangan panggil aku sunbae, panggil saja aku Oppa, ne ?” Minho meminta Suzy.

“Mwo ??”

“Panggil aku Oppa saja.” Pinta Minho sambil tersenyum lalu melangkah meninggalkan Suzy dan Gongchan.

“Apa-apaan dia ?” gumam Gongchan.

**

“Suzy, jika kau sedang tidak enak badan penilaian basketmu bisa kutunda minggu depan.” Kata Guru Olahraga Suzy.

“Aniyo.. nan gwenchana sonsaengnim..” Suzy berkeras meski kepalanya mulai berpeluh dan pening dikepalanya semakin menjadi.

“Jeongmal ?” Tanya Choi Sonsaengnim meminta ketegasan.

“Ne.” sanggup Suzy. Ia lalu melanjutkan penilaian untuk penilaian permainan basket dengan teman-temannya.

Minho menatap Suzy dari tempatnya berdiri. Disampingnya, Key tampak memperhatikan Minho.

“Apa yang kau lihat ?”

“Apa kau merasa yeoja itu tidak asing ?” Tanya Minho menunjuk Suzy.

“Oh, Suzy.”

“Kau mengenalnya ?”

“Kau lupa ??”

“Apa ??”

“Dia kan gadis katakmu..” jawab Key menatap Minho.

“Mwo ??” Key hanya mengangguk mengiyakan.

“Suzy~ya…Suzy~yaaa…” teman teman Suzy panik ketika melihat Suzy ambruk begitu saja ditengah lapangan, sementara badannya panas dan menggigil, mukanya juga pucat.

Melihat Suzy yang ambruk ditengah lapangan. Minho segera berlari kearahnya diikuti Key dibelakangnya.

“Suzy~yaa….” Panggil  Minho khawatir dan menerobos barisan teman-teman sekelas Suzy yang membuka jalan untuknya.

“Suzy~ya…ireona…” kata Minho lalu mulai mengangkat Suzy dalam gendongannya.

“Minho~ya, Suzy baik-baik saja ?” Tanya Key yang kini disamping Minho.

“Molla, aku akan membawanya ke ruang kesehatan.” Minho berjalan cepat menuju ruang kesehatan diikuti Key yang berjalan dibelakangnya cepat, iringan mata iri dan tak percaya dari teman-teman Suzy dan juga pandangan sedikit kesal dimata Gongchan.

**

Minho mengamati Suzy yang berbaring ditempat tidur. Disebelahnya Key menemani Minho.

“Apa benar dia itu gadis katak itu ?” Tanya Minho. Key hanya mengangguk.

“Suzy~yaaa….” Gonchan menerobos masuk ruang kesehatan dengan terburu-buru. Ia lantas berdiri disamping tempat tidur.

“Bisakah kau tidak berisik ? Suzy sedang tertidur.”

“Kau pikir siapa yang membuatnya sakit ?” Sinis Gongchan.

“Kauu…..” geram Minho.

“Sudahlah, jika kau membalasnya Suzy akan bangun.” Kata Key menepuk bahu Minho. Minho memandang Key lalu mengangguk.

Tiba-tiba mata Suzy bergerak. Minho dan Gongchan segera mendekat kearah Suzy. Mata Suzy perlahan membuka. Ia mengamati sekelilingnya.

“Suzy~ya.. kau sudah bangun ?” Tanya Gongchan. Suzy hanya mengangguk lalu menatap kesamping tepat Minho menatapnya.

“Sunbaenim..” kata Suzy lirih, lalu tersenyum.

“Kau baik baik saja ? Aku khawatir ketika kau tiba-tiba pingsan dilapangan basket saat pelajaran olahraga tadi.” Kata Minho dengan raut muka khawatir.

“Aku baik baik saja.” Suzy  tersenyum pada Minho. Gongchan hanya menatap sebal kearah Minho yang saat itu juga tengah membalas senyum Suzy.

**

Sudah hampir dua bulan sejak Suzy ditolong Minho saat yeoja itu pingsan saat jam olahraga. Mulai sejak itulah Suzy dan Minho mulai mengenal lebih baik dan juga lebih sedikit dekat satu sama lainnya.

“Suzy, ada yang mencarimu.” Kata Sohyun, teman sekelas Suzy.

“Nugu ?” Tanya Suzy dari tempat duduknya. Ia memandang kearah pintu kelasnya.

“Suzy~yaa…” panggil orang yang mencari Suzy.

“Minho Sunbaenim…” sapa Suzy begitu sosok Minho muncul didepan pintu kelasnya. Sejak Minho menolong Suzy saat ia pingsan, keduanya menjadi mengenal satu sama lain.

“Sudah kubilang jangan panggil aku sunbae, panggil aku Oppa.” Minho mendatangi tempat duduk Suzy.

“Aku merasa tidak enak memanggil sunbae Oppa…”

“Yaa… aku tidak setua itu hingga kau harus memanggilku sunbaenim.”

“Ah,, ne Sunbae… Op..Oppaa…”

“Begitu lebih baik.” Minho berkata sambil tersenyum.

“Apa ada yang tidak tahu kelasnya ya hingga tersasar disini.” Sindir Gongchan saat memasuki kelasnya dan melihat Minho duduk didepan bangku yang Suzy duduki.

“Suzy~ya.. ini kelas 1-4 kan ?” Tanya Gongchan duduk disamping Suzy. Suzy hanya menatapnya sebal.

“Baiklah, aku akan kembali kekelasku, sepertinya hawa disini sangat negative, Suzy ya.. kau harus berhati-hati banyak hawa jahat disini.” Minho tersenyum sinis pada Gongchan yang membuat Suzy tertawa melihat raut muka kesal Gongchan.

“Baiklah, aku akan mengantarmu sampai depan kelas.” Suzy bangkit dari duduknya dan mengantar Minho sampai didepan kelasnya.

“Belajar yang baik yaa… jangan banyak memikirkan aku.” Kata Minho sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Suzy.

“Aku tidak akan memikirkanmu, lagipula siapa kau Oppa ?”  gurau Suzy. Minho hanya mengangguk dan melambai pada Suzy saat ia melangkah menuju kelasnya.

**

“Siapa dia ?” Tanya Krystal pada Eunji, tangannya menunjuk Suzy yang sedang melambai pada Minho.

“Suzy, anak kelas sebelah ada apa ?” jawab Eunji.

“Jadi, dia yang membuat Minho Oppa jutek padaku ? awas saja kau..” kata Krystal tanpa melepaskan pandangannya kearah Suzy yang memasuki kelasnya.

**

“Apa kau mulai mengingatku ?” gumam Suzy menatap topi baseball kecil ditangannya. Senyum kembali terukir diwajah cantiknya.

**

“Apakah kau lupa padaku ?” gumam Minho menatap langit sore dibalkon kamarnya.

“Mungkin aku awalnya lupa padamu, tapi apa benar gadis katak itu kau ?”

**

“Suzy, kau dipanggil Park Sonsaengnim di ruang praktikum. Dilantai dasar ya.. sepertinya untuk praktikum pembedahan katak kelasmu minggu depan.” Kata Krystal pada Suzy.

“Jinja ? ah, baiklah aku akan segera kesana. Gomawo Krystal ssi…”

“Apa perlu kutemani ?” Tanya Gongchan.

“Kata Park Sonsaengnim hanya Suzy sendiri saja.” Krystal buru-buru mencegah Gongchan.

“Gwenchana, aku bisa sendiri.” Suzy berkata pada Gongchan yang menatap Krystal dengan pandangan curiga.

“Baiklah.” Kata Gongchan tanpa mengalihkan pandangannya pada Krystal. Krystal kembali menatap Suzy yang berjalan keluar kelas dengan pandangan licik.

**

“Park Sonsaengnim,, aku Suzy dari kelas 1-4” kata Suzy saat memasuki ruang praktikum biologi dilantai dasar yang terlihat gelap itu. Maklum saja, ruang praktikum dilantai dasar itu sudah jarang digunakan, hanya digunakan saat bab-bab yang mengharuskan melakukan pembedahan.

“Sonsaengnim..” panggil Suzy lagi.

BLLAAAAAMMMM….

Ia melangkahkan kakinya menuju tengah ruangan ketika pintu ruang praktikum tiba-tiba tertutup. Suzy yang terkejut segera berlari menuju pintu.

“Ya… ada orang diluar… disini ada aku… ada orang didalam… hei…. Buka pintunyaa…” Suzy menggedor pintu ruang praktikum berharap ada yang membukanya.

“Heii… aku bilang akuu ada disini… didalam ada orangnya….” Teriak Suzy sambil terus menggedor pintu dengan sekuat tenaga.

“Jeballl… aku disinii….bukakann pintuuu….” Kata Suzy dengan nada yang mulai bergetar. Ia takut pada kegelapan. Ia mulai jatuh terduduk, air matanya sudah mengalir dikedua matanya.

“Jeballll… bukakann pintunyaa….” Suzy tetap menggedor pintu didepannya. Tangisnya mulai pecah. Matanya jelalatan mengitari ruangan yang gelap itu. Ia membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya yang ia tekuk.

“Oemmaa… aku takutt…” lirih Suzy didalam tangisnya.

**

“Salah siapa kau bermain-main denganku…” kata seorang yeoja didepan pintu ruang praktikum biologi. Tangannya memainkan kunci ruangan itu. Diwajahnya tampah senyum penuh kelicikan dan juga kepuasan. Matanya menatap pintu didepannya yang sudah berhenti digedor. Telinga mendangar suara isakan kecil. Seringai kecil terbit diwajahnya. Lalu, tanpa rasa bersalah ia melempar sembarang kunci ruang praktikum itu.

^^To Be Nue^^

hhehe *ketawa ga jelas..

gaje kan ?? maklum buatnya udah agak lamaa, dan rencananya ini bukan chapter yang panjang, paling banter 3shoots..kkeke~

jangan tanya lanjutannya kapan, karena aku masih ada hutang ff yang sama sekali belum aku sentuh, termasuk ff ini..kkeke~ ^^

71 thoughts on “L.O.V.E

  1. Aisssshh…Krystal kejam bgt sih…
    Suzy kog d’kunci d’Ruangan yg Gelap…
    Tp,siapakah yg akan menolong Suzy nanti..???
    TBC…..
    Hahah

  2. critanya krennn castnya nya jga suzy tambah kren aja
    g’ akn nanya deh part selanjutnya kpan tv klu bsa jangn terlalu lma yah part selanjutnyo ok…

  3. Annyeong~
    New reader here🙂

    Wahh. . .
    Cerita’na menarik ni thor ! ?
    Hmmm. . .
    Suzy n Minho punya hubungan apa ya d masa lalu ?
    Huhft !
    Krystal u’re bad girl :@

    D tunggu part
    selanjut’na ^^

  4. Seru lho author, beneran deh..
    Aku jga penasaran suzy itu dulu ny knapa sama minho. Katanya gadis katak itu… Jdi penasaran..
    Ditunggu next part ny ya cingu

  5. annyeong author ,, wahhh daebak ya FF’y . . .
    Seru cuma aku bingung pairing’y siapa di sini ?? Please minzy /-\ amin
    Authorrr sleep’ing couple’y kpn di terusin ???? T.T

  6. Kasian Suzy eonni…
    Nigh,aq lemparin tukang kunci,suruh bikin kunci buat buka ruangannya #plakkk -_-
    Daebak Thorr !!!…
    Ditunggu lanjutannya

  7. Minho..!!! Cepat bebaskan Suzy dari ruangan itu !!! Atau kau akan menyesal kalau sampai harus aku yang turun tangan (evil smirk)
    Dan kau Krystal, watch your back from now ! (memicingkan mata)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s