One In a Million/ Part 6

 

 

Author: Han Hyomi
Length: Chaptered
Genre: Romance, Angst
Cast:

– Kim Myungsoo/L
– Bae Suji/Suzy
– Lee Seungyeol
– Park Jiyeon
– Choi Minho
– Han Hyomi (O.C)

Semua cast adalah milik Tuhan YME, Manajemen dan orang tua masing-masing. author hanya berhak atas OC dan Story line

***

No one ever sees no one feels the pain
I shed tears drop in the rain
I wish I could fly I wonder what you say
I wish you’re flying back to me again
Hope everything’s the same like it used to be

[CN.Blue Jonghyun-Tears Drop in the Rain]

***

Last Part

Perlahan kudekatkan wajahku kearahnya, kutatap sepasang mata besarnya yang sebenarnya indah itu tapi tentu saja tetap tak seindah mata Suji-ku.
Kulihat rona merah semakin terlihat diwajahnya. Dengan takut-takut ia menjauhkan wajahnya dariku. Hembusan nafasku yang dingin menerpa wajahnya
“apa kau menyukaiku, Park Jiyeon-sshi??”

 

***

*Author POV*

“ap..apa maksudmu Myungsoo-sshi?”
Jiyeon menelan ludah berusaha menutupi kegugupannya
“kau menyukaiku bukan? Kalau tidak, untuk apa kau terus mengikutiku?”
Myungsoo melirik bungkusan yang masih ada ditangan Jiyeon lalu menarik tangan gadis itu beserta bungkusan kado yang masih dipegangnya
“dan juga ini, dari mana kau tau aku berulang tahun kemarin dan aku siapa bagimu hingga kau mau bersusah payah menyiapkan kado untuk ku?”
Myungsoo tersenyum sinis kearah Jiyeon yang kini wajahnya telah merah padam menahan malu. Akhirnya entah dengan keberanian dari mana Jiyeon balas menatap Myungsoo
“ne! aku memang menyukaimu! Kau puas?? Apa aku salah?!”
Myungsoo menarik wajahnya dan melepaskan tangan Jiyeon dengan kasar
“aku puas, tapi kau salah!”
Ucapnya tegas sambil berbalik meninggalkan Jiyeon
“wae?! Memangya ada yang salah dengan menyukai seseorang!”
Ucap Jiyeon setengah berteriak yang membuat Myungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Jiyeon dengan kening berkerut
“kau salah karena kau menyukaiku! Berhenti mengejarku, karena aku tidak akan pernah melihat mu!”
Jiyeon menggigit bibirnya berusaha menahan air mata yang memaksa untuk keluar
“waeyo? Kenapa? Apa karena kau masih berharap gadis itu kembali?
“Mwo? Apa maksudmu?”
“Suji, namanya Bae Suji kan? Lupakan dia Myungsoo, aku akan menggantikan posisinya di hatimu. Beri aku kesempatan, aku pasti bisa lebih baik darinya”
Dengan berani Jiyeon maju beberapa langkah mendekati Myungsoo yang membeku ditempatnya berdiri namja itu terlalu shock untuk segera bereaksi atas apa yang baru saja dikatakan oleh Jiyeon. Tidak pernah terlintas sedikitpun dibenaknya kalau Jiyeon mengetahui tentang Suji.
“bisakah kau beri aku kesempatan….oppa?”
Jiyeon meraih jemari Myungsoo kedalam genggamannya. Sentuhan itu menyadarkan Myungsoo yang segera menepis tangan Jiyeon kasar. Wajah dinginnya memerah penuh amarah dan kegeraman.
“dari-mana kau-tau-tentang-Suji!!”
Geramnya dengan penekanan disetiap kata, kedua matanya berkilat terluka
“ak..aku….”
Jiyeon tergagap, nyalinya ciut melihat reaksi yang diperlihatkan Myungsoo. Kemudian kedua tangan Myungsoo mencengkram bahu Jiyeon kasar
“dengar perkataanku ini baik-baik Park Jiyeon-sshi, jangan pernah membandingkan apalagi menyamakan dirimu dengan Suji! Dan jangan pernah….
JANGAN – PERNAH!! Berharap untuk bisa menggantikan dia bagiku!!! ARRASEO!!!”
Myungsoo melepaskan cengkramannya di kedua bahu Jiyeon kemudian berbalik dan melemparkan tatapan benci sebelum pergi
Wajah Jiyeon memucat ketakutan mendengar teriakan Myungsoo. Tapi ia tidak mau menyerah begitu saja, yeoja itu sudah terlanjur sangat menyukai Myungsoo dan ia tidak pernah menerima penolakan selama ini. Nyaris semua namja yang ia kenal selalu berusaha untuk mendapatkan hatinya. Dan kini saat ada seorang namja yang benar-benar ia sukai namun malah menolaknya mentah-mentah, membuat harga diri Jiyeon terluka. Dia tidak akan menyerah.
“kita lihat saja nanti Kim Myungsoo, kau pasti akan menjadi milikku”
Gumamnya disela butiran air mata yang jatuh dikedua pipinya

***

[Okinawa, Jepang]

*Han Hayoung POV*

Namja itu duduk membelakangiku, petikan irama gitar yang dimainkannya terdengar menyatu sempurna dengan suaranya yang lembut. Ada bagian dalam diriku yang memaksa ku terus melangkah mendekatinya. Lagu yang ia nyanyikan begitu indah terdengar. Tanganku terulur berusaha meraih punggungnya yang bidang. Kerinduan yang sangat memerintahkan kedua tanganku yang tak kuasa hingga tanpa kusadari aku telah memeluk tubuh namja itu dari belakang.
“akhirnya kau datang chagiya, aku sudah lama menunggumu….”
Ucap namja itu sambil memutar tubuhnya menghadapku. Berkas sinar matahari senja yang menyilaukan membuatku kesulitan melihat wajahnya. Ia lebih tinggi beberapa centi dariku. Kemudian ia memelukku erat dan aku membalas pelukannya dengan perasaan haru yang membuatku ingin menangis
“aku sangat merindukanmu… aku amat sangat merindukanmu…”
Bisiknya ditelingaku lirih, dapat kurasakan tetesan airmatanya jatuh membasahi puncak kepalaku
“mianhae oppa, nado bogoshippo, saranghae…”
Balasku balik berbisik, kueratkan pelukanku. Pelukan namja itu sangat nyaman dan menenangkan, aku ingin berada dalam pelukannya selamanya…

 

“Hayoung-ah…. Irreona…Hayoung-ah….”
Kubuka mataku perlahan, sepasang mata besar milik Minho menatapku khawatir
“gwenchana? Kenapa kau menangis? Apa kau mimpi buruk?”
Tanyanya sambil membelai rambutku yang berantakan. Dengan setengah sadar kuedarkan pandangan ku keseliling kamar, mencari namja dengan pelukan yang menenangkan itu
“ya, Hayoung-ah gwenchana?”
Tanya Minho lagi sambil memegang bahuku. Seketika itu aku tersadar, jika aku hanya bermimpi. Namja itu hanya ada didalam mimpiku
“nan gwenchana oppa, hanya bermimpi”
Gumamku dengan suara serak sambil meraba pipiku yang basah, ternyata aku memang menangis
“kau memimpikan apa?”
Minho menatapku penasaran.
“entahlah, aku lupa oppa..”
Jawabku berbohong, padahal aku masih sangat mengingat dengan jelas mimpi itu. Satu-satunya yang tidak jelas hanya wajah si namja misterius. Aku sudah sering memimpikannya tapi kali ini ia terasa begitu nyata. Mungkinkah dia orang dari masa laluku yang sedang menunggu ku?? Aku merasa sangat mengenalnya, pelukannya membuatku merasakan sesuatu yang seakan selama ini hilang dariku. Sesuatu yang tidak pernah kudapatkan dari sosok Minho yang selalu ada disampingku selama ini. Seperti pulang kesuatu tempat dimana seharusnya aku berada.

Kuraba dada ku yang terasa sakit saat membayangkan namja asing dan misterius itu mungkin saja saat ini tengah menantikan dan merindukan ku untuk kembali padanya

 

***

[Seoul, Korea Selatan]

*Author POV*
Esok harinya….

“aku kira aku salah menilaimu Lee Seungyeol-sshi”
Datar tapi menusuk pernyataan tiba-tiba dari Myungsoo itu membuat Seungyeol terperangah bingung
“ya! Myungie-ah, apa maksud mu?”
“fikirkan sendiri, apa maksudku”
Myungsoo memandang Seungyeol dengan sinis
“Ya! Kim Myungsoo! Apa maksud mu?!”
Teriak Seungyeol frustasi. Myungsoo mendekati Seungyeol dengan sikap mengintimidasi
“dengar Lee Seungyeol-sshi, aku berbagi cerita tentang kehidupan ku bukan berarti kau berhak menceritakannya pada orang lain”
Wajah Seungyeol memucat demi mendengar ucapan yang lebih mirip geraman itu
“mianhae… Myungie-ah, ak…aku…aku kelepasan bicara. Aku tidak bermaksud apa-apa”
Ucap namja jangkung itu gugup. Meskipun badannya terbilang lebih besar dan lebih tinggi dari Myungsoo namun ia tetap saja takut pada si ice prince itu. Apalagi ketika dia marah seperti sekarang, wajah datarnya terlihat berbahaya
“aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi. Mianhae…jeongmal mianhae…”
Myungsoo hanya mendengus kesal kemudian meninggalkan Seungyeol tanpa berkata apa-apa

 

***

[Okinawa, Jepang]

*Han Hayoung POV*

“apa kau sudah menyiapkan bawaanmu Youngie-ah? Yakin tidak ada yang tertinggal?”
Hyomi unnie membelai rambutku lembut. Ah kadang aku menyesal kenapa aku dan Hyomi unnie bukanlah saudara kandung. Dia sangat baik, sehingga meskipun ia sudah membohongiku tapi aku tak bisa membencinya
“ne unnie, aku yakin sudah memasukkan semua barangku kedalam koper”
Jawabku sambil tersenyum manis
“baiklah, sebaiknya sekarang kau segera tidur. Besok pagi-pagi sekali kita harus sudah ada di bandara”
Lalu unnie mebantuku untuk berbaring dan menyelimutiku
“jaljayeo dongsaeng-ah, have a nice dream”
Unnie mencium keningku lembut kemudian mematikan lampu dan menutup pintu kamarku
“jaljayeo unnie…
Jaljayeo my misterius namja…”
Gumamku sebelum memejamkan mata

 

***

[Seoul, Korea Selatan]

 

Seminggu kemudian…

 

*Han Hayoung POV*

 

Kutatap bangunan megah yang berdiri kokoh dihadapan ku, Seoul Art University. Ku tarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan mencoba mengumpulkan segenap keberanian dan rasa percaya diriku yang sekarang mulai menguap seiring semakin banyaknya tatapan para penghuni kampus yang terbilang favorite di Korea ini. Mungkin mereka mengasihaniku, mungkin aneh karena mahluk invalid sepertiku datang kekampus mereka. Tapi aku tidak perduli, aku memutuskan untuk masuk kampus ini karena aku merasa disini aku bisa mulai mencari jejak masa lalu dan jati diriku. Namja misterius dalam mimpiku itu, aku yakin dia nyata.
“Han Hayoung FIGHTING!!!”
Gumamku sambil tak lupa meminta maaf pada Hayoung yang sebenarnya dalam hati, karena aku terpaksa harus tetap meminjam namanya untuk sementara sampai aku mengetahui siapa diriku.
Kuseret kakiku yang tinggal sebelah dengan bertopang pada kedua tongkat dikiri dan kananku. Akhirnya dengan susah payah aku berhasil mencapai lobby kampus. Kuseka peluh yang mengucur dikedua pelipis ku sambil mengawasi tiap sudut berusaha mencari petunjuk dimana letak ruang tata usaha. Ah… aku mulai menyesal karena tadi menolak bantuan Hyomi unnie yang ingin mengantarku karena aku tau ia harus pergi bekerja diperusahaan property yang ia rintis bersama G.O oppa lagipula bukan kah aku tidak ingin dia sampai mengetahui tujuan utamaku untuk berkuliah? Minho juga masih di Jepang mengurus kepindahannya ke kampus ini. Sebenarnya aku tidak ingin Minho mengikutiku, tapi jika aku menolak pasti ia akan curiga. Kembali ku hela nafas panjang, aku mulai frustrasi setelah mataku tak kunjung menemukan petunjuk dimana letak kantor tata usaha itu
Aishh… sebaiknya aku bertanya saja, fikirku.
“ehm…maaf, apa kau butuh bantuan?”
Sebuah tepukan dan suara namja dibelakangku membuatku sedikit terlonjak. Perlahan aku berbalik menatap namja yang langsung membulatkan matanya tak percaya saat kedua mata kami bertemu…

***

To Be Continue

 

#Annyeongggg…. FF gaje datang lagi ^^

otte? semakin gaje ya? mian….rasanya part yang ini feel nya kurang hiks T___T

makanya, comment ya biar saya tau gimana menurut kalian reader-deul ku  tersayang yang udah setia baca FF ini🙂 dan karena saya sayang kalian, makanya rencana buat ngeprotect part ini gak jadi

tapi saya undur ke part berikutnya dan hanya reader baik hati yang rajin comment dan like yang bakal saya kasih PW :p

82 thoughts on “One In a Million/ Part 6

  1. Akhirnya FFbya keluat juga !
    Padahal sempat pesimis klo FF ini bakal lanjut , cos lama postnya padahal aku suka BANGET ma ni FF,,,
    Alur ceritanya bagus bikin aku penasaran
    Aku seneng banget pas ni FF keluar cos susah cari FF myungzy yg keren
    di tunggu FF selanjutnya , semoga ga lama lama bgt

  2. kirain authornya udah stop..hehe
    akhirnya dipost jg..haha
    tmbh seru..
    ikut gregetan knpa myungzy gak ktemu2 jg -,-
    kalo nti ingatan suzy balik..gmna dg minho..
    minho aa come to noona..
    kyaaaa…
    >,<

  3. ceritanya malah bagus banget zhi,, keren,, makin penasaran lanjutannya,, lanjutannya jangan lama2 banget yach, hehe

  4. kereennn minn…
    Lnjut dunk… Msh pnsarannn, apkh it myungsoo…..
    Ayo dunk, stukann lagi mreka berdua… MyungZy…..!! Hikz… Hikz… Prjlnan cnt yg sngt mnyedihkann….
    Jng lma2 di postny y chinguu…..
    :’)

  5. Sekian Lama aq menunggu FF MyungZy ini d’post..
    Huaaaa..senang’a Suzy udah pulang k’Korea…tp Suzy masih Lupa ingatan…(╥﹏╥)..

    Apakah itu Myungsoo..???
    Penasaran Tingkat Nasional..😀

  6. ayo lanjut thor sekian lama menunggu akhirnya keluar juga walau kependekan tapi gpp yah semoga aja suzy cepat menemukan myungso dan masa lalunya

  7. gomawo ya semua mian gak balas satu satu. ahh kalian gak tau betapa senangnya sayA tiap ada yg comment or like ^^ jadi tambah semangat buat nulis lanjutannya.
    tapi mohon bersabar ya karena aku bukan author yang bisa nulis kilat. butuh inspirasi, mood, dan terutama waktu! maklum udah kerja, udah punya tanggung jawab *curhat* jadi ya….. part berikutnya mungkin paling cepat minggu depan. minggu-minggu ini kerjaan numpuk TT_____TT

    dan part berikutnya sepertinya memang harus diprotect, bukan karena pelit atau apa tapi demi kebaikan kita bersama antara yg ngeview dan yang baca imbang. syarat-syarat minta PW itu ada di halaman depan yang ditulis admin. tapi ak sarankan lewat fb aja ^^ dan minimal udah comment di 5 part dari 6 part yang udah ak post.

    annyeongg….. *hug hug hug*

  8. Aigooooo~ itu lagi seru2nya kenapa malah TBC? Kenapa? Kenapa? #dramaqueen -.-v
    Ini makin seru nih ceritanya, penasaran sama cowok yg terakhir, myungsoo kah? Atau seungyeol? Next part ditunggu yah… Keep fighting^^ ohya gomawoyo krn nggak protect ffnya *peluk author* kekekee~

  9. Hahahaha kita lihat aja jiyeon >< kesel baca bagian jiyoen *no bash*
    Naaahhh lohhh siapa tuhhh cowo ??
    Myungsookaahhh GOD aku penasaran

  10. Neomu neomu Daebakk thor !!
    Seneng banget bisa nemu ff MyungZy !
    Tapi minta pw nya dong min jeballl !!
    Nanti aku kirim pesan ke fb chingu ya !
    Tapi di balas ya chingu !
    Gomawo😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s