One In a Million/ Part 5

Author: Han Hyomi

Length: Chaptered

Genre: Romance, Angst

Cast:

– Kim Myungsoo/L

– Bae Suji/Suzy

– Park Jiyeon

– Choi Minho

– Jung ByungHee/G.O MBLAQ

– Han Hyomi (O.C)

Semua cast adalah milik Tuhan YME, manajemen dan orang tua masing-masing. kecuali O.C plus bang G.O, yang lain author cuma pinjem bentar (?) #plakkk

***

Sunk in the longing that gets heavier as time passes

Can I travel back time?

If you hug me just like you did before

Then I will be better

I follow the wet and rainy road

And look back to our memories

The blurry rain reminds me of you

And you fill up in my tears

[Lyn-Back in Time]

***

Last Part

“baiklah, sebaiknya kau segera mandi dan bersiap Hayoung-ah. Dua jam lagi upacara pernikahannya akan dilaksanakan. Kita tidak boleh terlambat”

Namja itu membelai rambut Hayoung lembut

“ne, kau juga harus segera bersiap Minho oppa. Kau belum mandi juga kan?”

Ucap yeoja itu sambil menahan tawa dan pura-pura menutup hidungnya

“aishhh…kau ini”

Namja bernama Minho itu lalu memencet hidung Hayoung lalu kemudian lari sambil tertawa

“Ya! Awas kau Minho oppa! Tunggu pembalasan ku!”

Teriak yeoja itu gemas

***

[Okinawa, Jepang]

*Han Hayoung POV*

Dalam hidup ku ada 3 orang terkasih yang sangat penting, yah setidaknya itu yang aku ketahui. Yang pertama, unnie ku satu-satunya, Han Hyomi. Dia sangat menyayangiku, hanya dia keluarga yang aku punya. Kemudian G.O atau Jung ByungHee oppa, calon suami Hyomi unnie. Kemudian Choi Minho. Dia sahabat G.O oppa dan mereka mengatakan padaku bahwa Choi Minho itu adalah kekasihku selama 5 tahun. Minho oppa sangat baik dan perhatian. Dia juga amat sangat tampan, tapi entah kenapa aku merasa canggung dan asing bila harus bersamanya.

Kadang aku ragu, benarkah kami sudah menjalin hubungan sebagai kekasih selama lima tahun? Entahlah… aku tak ingat masa lalu ku sebelum 2 tahun terakhir ini.

Hyomi unnie menceritakan padaku saat aku terbangun dari koma dan tidak ingat apa-apa bahkan namaku sendiri, tentang kecelakaan mobil yang ku alami. Di Jepang 2 tahun lalu. Yang menyebabkan kedua orang tua kami meninggal dan aku harus menjalani hidup sebagai gadis invalid yang membutuhkan kursi roda ataupun tongkat sebagai penyangga seumur hidupku dan juga kenanganku yang ikut terkubur bersama jasad orang tua kami.

Dan kini kembali perasaan asing saat bersama Minho hadir. Perasaan yang sulit untuk kumengerti. Aku hanya merasa bahwa semua ini tidak benar, tidak pada tempatnya.

Minho oppa terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo hitamnya. Tangan kanannya menggenggam tanganku erat, membimbingku bangkit dari kursi roda kearah Hyomi unnie dan G.O oppa yang terlihat sangat serasi dan bahagia dalam pakaian pengantin mereka.

Saat tiba dihadapan mereka kulepaskan genggaman tangan Minho oppa

“unnie chukahae…oppa chukahae…”

ku peluk Hyomi unnie dan G.O oppa bergantian, unnie terlihat sedikit menitikkan air mata haru

“gomawo Youngie-ah”

“gomawo dongsaengie…”

Ucap keduanya sambil tersenyum lebar

“chukhae hyung…noona…”

Minho oppa kemudian juga memberikan selamat pada mereka, kemudian dia menoleh padaku

“Hayoung-ah, apa kau lapar?”

“ne…”

aku hanya menganggukkan kepala

“unnie, oppa, sekali lagi selamat. Oppa tolong jaga unnie ku ya”

Kembali kualihkan perhatianku pada unnie dan oppa. Dari sudut mataku kulihat Minho sedang menatap ku. Sepasang tangan kekarnya kembali melingkar di pinggangku menopang ku agar tidak jatuh

“tentu saja dongsaengie, kau tak perlu khawatir serahkan semua pada oppa”

G.O oppa tersenyum sumringah sambil memeluk pinggang unnie. Hyomi unnie hanya tertawa kecil

“ah Youngie-ah sebaiknya kau dan Minho makan dulu, unnie dan G.O oppa akan menyapa tamu yang lain”

“ne, baiklah unnie”

Kemudian sepasang pengantin itu menghampiri tamu-tamu lain yang hadir di pesta resepsi mereka.

Minho mulai membimbingku dan mendudukkan ku dikursi roa lalu mendorongku kearah sebuah meja

“tunggulah sebentar disini, aku akan mengambilkan makanan untukmu”

Ucapnya sambil tersenyum manis yang kubalas dengan anggukan. Lalu perhatianku tertuju pada seorang penyanyi yang berada di sudut gedung tempat resepsi pernikahan Hyomi unnie dan G.O oppa dilaksanakan.

Penyanyi itu sedang menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah sambil memainkan gitarnya. Lagu itu… entah kenapa terasa sangat familiar di telingaku. Tanpa sadar aku ikut bernyanyi hingga tiba dibagian chorus sekelebat bayangan seorang namja hadir di kepalaku namun wajahnya terlihat kabur. Aku berhenti bernyanyi kutekan jemariku ke kepalaku yang terasa berdenyut hebat, sangat sakit.

“Hayoung-ah kau kenapa? Gwenchana?”

Samar kudengar suara Minho yang penuh kekhawatiran sebelum kemudian semuanya menjadi gelap…

You’re one in a million

You’re once in a lifetime

You made me discover all the stars above us

You’re one in a million

You’re once in a lifetime

You made me discover all the stars above us

***

[Seoul, Korea Selatan]

*Kim Myungsoo POV*

Aku suka saat salju turun, aku selalu suka saat benda putih halus bagai kapas itu berjatuhan dan menyentuh kulitku. Ada senyum Suji disana yang bisa kurasakan. Suji sangat menyukai saat salju turun berjatuhan dari langit.

Salju turun saat aku pertama kali melihat Suji. Waktu itu ia baru berumur 7 tahun dan aku 9 tahun.

Aku tengah menghindari butiran salju yang turun sore itu sepulang berbelanja bumbu dapur titipan umma.

Saat itu, aku bertemu yeoja itu untuk pertama kalinya.

Rasa penasaran pada anak perempuan yang bukannya lari menghindari hujan salju tapi malah berdiri diam ditengah jalan sambil menengadahkan kepalanya menghentikan lariku

“hey apa yang sedang kau lakukan?”

Kutepuk pundak gadis kecil yang kelihatannya lebih muda dari ku itu dari belakang

“melihat salju turun, coba kau lihat. Jinca neomu yeppo”

Gumamnya sambil memalingkan wajahnya menghadapku dengan mata tertutup. Aku terpaku menatapnya. Menatap rambut hitam panjangnya yng tergerai lurus dan terlihat sangat lembut, bibir mungilnya yang berwarna pink cerah, hidung mancungnya, pipinya yang sedikit chubby mengemaskan, kulit putih bersihnya yang sedikit memerah karena udara dingin dan perlahan kedua matanya terbuka menatapku.

“indah sekali kan?”

Sepasang mata hitam yang sangat indah dan terlihat ikut tersenyum ketika bibir pink mungil itu tersenyum bagai menghipnotisku

“eo? N-ne…jinca neomu yeppo”

Gagapku tanpa melepaskan pandangan dari wajah bak malaikat didepanku itu. Jelas sedang memuji hal yang berbeda dengannya. Gadis kecil itu tertawa

“kenalkan, Bae Suji imnida…bangapsumnida… aku baru pindah hari ini kemari”

Lalu ia membungkukkan badannya

“n-ne?” kembali aku tergagap, ah gadis kecil ini benar-benar sangat mempesona

“Kim Myungsoo imnida, itu rumah ku”

Jawabku akhirnya sambil menunjuk rumahku

“jinca itu rumah mu? Itu rumahku!”

Yeoja itu nyaris berteriak senang sambil menunjuk rumah yang selama ini kosong yang berada tepat didepan rumahku.

Dan salju juga tengah turun saat aku menyatakan perasaan cintaku padanya untuk pertama kali…

***

[Okinawa, Jepang]

*Han Hayoung POV*

Perlahan kubuka kedua mataku. Dinding kamarku yang tak asing menyambutku. Samar kudengar orang sedang bercakap-cakap diluar. Kuraih tongkatku disamping tempat tidur. Dari celah pintu yang terbuka terlihat Hyomi unnie yang terlihat cemas, kedua pipinya basah sehabis menangis dan G.O oppa terlihat sibuk menenangkan unnie

“sudahlah Hyomi-ya, dia tidak apa-apa. Dokter Lee kan sudah bilang ia tidak apa-apa…”

“oppa…aku takut. Aku takut kehilangan Hayoung lagi. Ayo kita batalkan kepulangan kita ke Korea. Aku mohon…”

Butiran air mata jatuh dipipi unnie

“Hyomi-ya…aku tau kau sangat menyayangi gadis itu. Tapi kau juga harus ingat, dia bukan Hayoung. Hayoung sudah meninggal dalam kecelakaan mobil 2 tahun lalu bersama kedua orang tua mu. Aku mohon sadarilah itu Hyomi-ya… Bagaimanapun juga dia pasti punya kehidupannya sendiri sebelum kita menemukannya. Bagaimana jika suatu saat nanti ingatannya kembali? Bagaimana kalau dia jadi membencimu, membenci kita semua karena telah membohongi dan memalsukan identitasnya?”

Kedua mataku terbelalak tak percaya demi mendengar penuturan G.O oppa. Apa yang aku dengar ini? Jadi aku bukan Han Hayoung, adik Hyomi unnie seperti yang selalu mereka katakan selama ini? Jadi siapa aku sebenarnya? Siapa orang tuaku? Dimana mereka sekarang? dan masih banyak lagi pertanyaan lain hadir dalam kepalaku

Aku ingin berteriak marah pada mereka yang telah membohongiku, tapi kemudian isakan tangis unnie yang memilukan menghentikanku

“Byunghee-ya…aku mohon…jebal…jangan biarkan ia tau yang sebenarnya. Aku tidak ingin kehilangan dongsaengku lagi, hiks..aku mohon…”

G.O oppa terdiam sambil memeluk tubuh unnie yang terlihat rapuh.

Kututup pintu kamarku perlahan. Sebuah tekat tertanam dihatiku, aku akan mencari tau jati diriku segera setelah kami tiba di Seoul nanti dengan tanpa sepengetahuan Hyomi unnie tentu saja.

Aku tidak ingin menyakitinya…

***

[Seoul, Korea Selatan]

*Kim Myungsoo POV*

“sudah kuduga, kau pasti disini”

Sebuah suara membuyarkan lamunanku tentang Suji.

“kenapa kau suka sekali kesini sih? Disinikan dingin sekali saat musim dingin seperti sekarang”

Jiyeon, orang yang mengganggu lamunanku itu terus mengoceh dengan menyebalkan seperti biasa

“itu bukan urusanmu Jiyeon-sshi”

Ucapku sambil memandangnya sinis

“eo..eoh? baiklah”

Balasnya tergagap sekilas kulihat rona merah diwajahnya

“aku temani ya”

Ucapnya lagi dan tanpa menunggu persetujuan dariku dia duduk di kursi disampingku

“kau bisa memainkan gitar ternyata, maukah kau memainkan satu lagu untukku?”

Tanyanya penuh harap

Hah? Apa katanya? Memainkan lagu untuknya? Cih! Aku tak sudi! Aku hanya akan memainkan dan menyanyikan lagu untuk Suji-ku! Kembali kutatap wajahnya tajam

“tidak mau!”

Jawabku dengan tegas dan dingin, lalu kumasukkan gitar pemberian Suji itu kedalam wadahnya.

“eh? Ehm..baiklah tidak apa-apa jika tidak mau. Ah matta…”

Lalu yeoja menyebalkan itu mulai mengaduk tas ransel yang dibawanya lalu mengangsurkan sebuah benda yang terbungkus rapi dalam kertas kado kearahku

“igeu…”

Ia kembali salah tingkah saat kualihkan tatapanku dari benda berbentuk kotak itu kearahnya

“kemarin kau berulang tahun kan? Se..sebenarnya aku ingin memberinya kemarin, tapi kau tidak masuk kuliah. Saengil chukae….”

Jelasnya sambil menundukkan kepala

“shirreo. Tidak perlu”

Aku berdiri dari kursi sambil menyampirkan tali tas gitar dibahuku

“Myungsoo-sshi…jebal terimalah…”

Yeoja itu kembali menjulurkan hadiahnya itu padaku.

“aku sudah bilang, aku tidak membutuhkannya”

Balasku semakin dingin bersiap angkat kaki dari sana

“kalau begitu, ap…apa yang kau butuhkan?”

Tanyanya Jelas sekali ia berusaha memberanikan diri. Entah kemana sikap sok cueknya di kampus yang selalu ia pamerkan didepan teman-temanku. Apa mungkin dia…

Perlahan kudekatkan wajahku kearahnya, kutatap sepasang mata besarnya yang sebenarnya indah itu tapi tentu saja tetap tak seindah mata Suji-ku.

Kulihat rona merah semakin terlihat diwajahnya. Dengan takut-takut ia menjauhkan wajahnya dariku. Hembusan nafasku yang dingin menerpa wajahnya

“apa kau menyukaiku, Park Jiyeon-sshi??”

***

To Be Continue

# Annyeong…. Fiuhhh….akhirnya selesai juga part 5 dari FF yang semakin gaje ini. Sebelumnya, jeongmal mianhae *bow 180 derajat* kalau udah bikin reader-deul nunggu lama sampe lumutan *pede emang ada yang nunggu?* #plakk… saya lagi banyak kerjaan akhir-akhir ini😦

Ini juga baru saya ketik malam ini, dan dalam waktu beberapa jam tanpa diedit plus tanpa re-read jadi mian kalo banyak typo or bahasanya gaje T___T mian kalo tambah jelek, buat yang minta lebih panjang di part sebelumnya, ini udah saya usahakan lebih panjang *meskipun cuma 2 halaman XD* #plakk

Oh iya, hmmm… saya sama suami saya numpang nyelip dalam cerita ya hehehe… *cengar cengir, lambai-lambai, kibas rambut* #dihajar reader

Ok deh sampe sini aja, maaf kalo saya banyak omong .________.

Seperti biasa, RCL please…. Kalo sider a.k.a silent readernya semakin nambah banyak, kemungkinan besar part berikutnya bakalan saya protect :p

*smirk plus tatapan mematikan ala Myung*

57 thoughts on “One In a Million/ Part 5

  1. aku pikir yg mauk nikh si suji (han hayoung) sma minho,, tryta kk boongn na ..
    gak sabr ni pngen tauk suji blik k korea , psti tar ktmu sma myungie…
    part slnjutnya cpt d publish ya authorr,,,🙂

  2. Akhirnya stlah lma menunggu dipublish jga.
    Tp syng ya klo disni Suzy duduk di kursi roda.
    Apakah Suzy ttp akn begitu???
    Prihatin ma keadaan Suzy.,
    T_T

  3. akhirnya setelah sekian lama menunngu (plak lebay)
    keluar juga ff ini..!!!
    aku slalu nunnguin ni ff
    cos keren ceritanya
    palagi makin sini makin keren
    bikin aku penasaran ma lanjutannya..!!
    part selanjutnya di tunggu BGT..!!

  4. thanks banget buat semua yang udah comment plus like ^^ *bow* gomawo udah mau nungguin ff ini plus bersabar sama author seperti saya *lelet update*😄
    part berikutnya InsyaAllah gak selama part ini, tapi ya gak tau juga. ya itu tadi, banyak kerjaan😦

  5. authornya numpang eksis..kkeke~ *tunjukByungHeewife…^^v

    wah wahh…Suzy ma Hyomi mau balik ke korea ya ? cepatlahh ke korea..biar ntar cepet ketemu Myungsoo..hhehe~

    ps :: part kemaren kirain yg mw nikah Minho ma Suzy a.ka Hayoung..hhehe~

  6. huft akhir.na d’ post juga….!!!
    suzy cpat plang k’ korea,,,,!!

    d’ tngu part slnjut.na..!! :))

  7. ceritanya bagus…..
    No, no, no… Q tak ska myungsoo dg jiyeonn… I krang menyukai jiyeoonnn..😦
    part 1 mpe 4 ny mna chinguu…????

  8. lanjut thor ya tuhan semoga aja suzy ama myungso lagi terus jiyeon jangan jadian ama myungso
    aku kira yang mau nikah suzy ternyata hyomi untung deh

  9. yeeeaaahhh uda di part5 aja nii aku😀
    jadi semua’y pda bohongin suzy ya ???
    Aduhh myungsoo selalu inget suzy , apalagi pas lihat salju turun . . . .

  10. Makin seruuuu!!!
    Kan, suzy tuh pasti yg jdi hayoung.. Dan bentar lgi mw ke korea… Mudah2an ketemu myungsoo dan ingatany kembali..
    Lanjut part 6.. -»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s