One In a Million/ Part 3

 

Author: Han Hyomi

Length: Chaptered

Genre: Romance, Angst

Cast:

– Kim Myungsoo/L
– Bae Suji/Suzy
– Lee Seungyeol

Semua cast adalah milih Tuhan YME, orang tua, dan manajemen masing-masing [Suzy & Kim Myungsoo adalah adek dan suami kedua author #plakkk]

***
I still can’t forget you
I still can’t trust everything
Even today I can’t send you away like this
.
I will rewrite it again, our story will not end
I will bury fact that reality is seeping into my skin for now
I rewrite it once again, the start beginning with you and I smiling happily
In case you will leave me, the background is a small room without an exit
[BEAST-Fiction]
***
Last Part
“Suji-ya… seandainya saja kau tak pernah pergi dan meninggalkan ku…”
“ seharusnya aku menahan dan mencegah mu saat itu..”
Bisik Myungsoo pilu, lagi lagi sore itu dia termenung dipinggiran sungai Han yang membeku
***
FLASHBACK
*Author POV*
“oppa, apa kau benar benar tidak ingin mengantarku?”
“tidak…”
Karena aku takut aku tidak akan bisa menahan diri untuk tidak mencegah mu Suji-ya…
“baiklah, tunggu aku oppa. Aku pasti kembali untuk mu…”
“aku pasti menunggu mu, dan kau harus memegang janjimu. Yaksok?”
Myungsoo mengulurkan kelingkingnya lalu dengan menahan tangis Suji mengaitkan kelingkingnya dan berusaha tersenyum pada Myungsoo yang tersenyum pahit. Butiran bening mulai mengalir dipipi keduanya.
Jemari Suji terulur dan menghapus butiran yang terus mengalir diwajah Myungsoo dengan lembut. Perlahan ia mendekatkan wajahnya yang basah dengan air mata ke wajah myungsoo, hingga kedua bibir mereka bertemu. Ciuman terakhir mereka…
“yaksoke…”
Bisik Suji diantara ciuman mereka yang hangat dan penuh kelembutan. Untuk kemudian menaiki taksi yang sudah menunggunya tanpa berani menoleh lagi.
Myungsoo menatap nanar taksi yang membawa kekasihnya itu hingga semakin menjauh, lututnya terasa lemas tak bertenaga. Hampa… hampa yang menyakitkan itu membuatnya sulit bernafas…
***
*Myungsoo POV*

Pesawat dengan tujuan penerbangan bandara international Narita Jepang dikabarkan jatuh diatas laut Jepang. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat naas tersebut. Namun sulit dipastikan apakah ada korban yang selamat, mengingat dinginnya suhu air laut dan banyak nya kendala yang dihadapi oleh tim evakuasi untuk mencapai tempat jatuhnya pesawat. Berikut ini adalah daftar nama para penumpang yang terdaftar dalam pesawat boing XXX tersebut…

Mataku terbelalak tak percaya saat tertera nama Suji diantara daftar para korban. Doa yang kupanjatkan saat pertama melihat berita tersebut, berharap Suji bukanlah salah satu dari penumpang di pesawat itu pun terasa bagai menggantung di udara untuk kemudian menguap tak berbekas. Seketika itu jantungku terasa berhenti berdetak, kerongkongan ku tercekat, kedua kaki ku lemas tak bertenaga hingga akhirnya tak sanggup lagi menopang tubuhku yang bergetar hebat dan jatuh berlutut didepan televisi yang masih memperlihatkan lokasi yang diperkirakan sebagai tempat jatuhnya pesawat.
“Myungsoo-ya? Ada apa? Kau kenapa??!”
setengah berteriak umma keluar dari dapur dan menghambur kearah ku
“suji-ya…
suji-ya…
suji-ya…
suji-ya…
suji-ya…”
Hanya kata itu yang terus keluar dari bibirku yang bergetar, dan entah sejak kapan air mataku jatuh dan kini membasahi bahu umma yang memelukku
“waeyo Myungsoo-ya? Ada apa dengan Su-“
Suara umma terputus saat ia mendengar pembawa berita di tv membacakan nama para korban, dengan cepat umma melepaskan pelukannya dan ikut menatap layar tv
“Myungsoo-ya… kuatkan dirimu nak”
Bisiknya sambil menangis dan memelukku erat
“Suji-ya…
Suji-ya…
Suji-ya…
Suji-ya…”
Aku terus memanggil nama Suji semakin lama semakin lemah hingga akhirnya semua menjadi gelap…
Dan sejak saat itu, Suji si nappeun yeoja itu tidak pernah datang memenuhi janjinya…
FLASHBACK END
***
Hingga kini, 2 tahun sejak kepergian Suji. Yeoja itu tak pernah datang. Dan semuanya masih terasa bagai mimpi bagiku. Senyum eyes smile nya masih jelas terpatri didalam ingatanku, bagaimana suara nya memanggil namaku, lembut bibirnya, hangat pelukannya, semuanya masih jelas terasa.
Dua tahun tak berarti apa-apa. Dan aku terus hidup dalam penyangkalan, penyangkalan tentang kematian Suji…
“Suji-ya… kau masih memegang janjimu kan?”
Bisikku pada salah satu fotonya yang menghiasi nyaris seluruh dinding kamar apartemen ku yang sempit. Aku memutuskan untuk pindah dari Gwangju, kota kelahiran ku dan Suji. Dan melanjutkan study ku di Seoul, tinggal di apartemen tua dan kumuh.
Bukan karena aku ingin melupakan Suji, tapi justru karena aku takut mendengar pembicaraan semua orang yang mengenal Suji. Tentang betapa malang nasib dari salah satu yeoja tercantik yang pernah mereka kenal, yang harus meninggal dengan cara yang tragis dan begitu cepat.
Aku juga benci bagaimana mereka selalu menatapku penuh iba, setiap aku berteriak marah ketika mereka mulai membicarakan tentang kematiannya hingga aku tak tahan lagi. Aku muak pada mereka!
Tidak! Suji-ku masih hidup! Dia akan datang padaku memenuhi janjinya suatu hari nanti!
***
*Author POV*
Terdengar suara dering bel pintu, yang membangunkan Myungsoo lagi-lagi dari mimpi buruknya.
“siapa?”
Tanyanya dengan suara serak sambil membuka pintu
“hey Myung!”
Senyum Seungyeol mengembang dari balik pintu yang Myungsoo buka, memamerkan deretan gigi putihnya
“untuk apa kau kemari? Dan dari mana kau tau apartment ku?”
Desis Myungsoo tak suka. Meskipun ia dan Seungyeol cukup akrab selama ini namun Myungsoo tidak pernah memberitahukan apalagi mengajak Seungyeol untuk datang ke tempat tinggalnya.
“buku catatan ku kau bawa, apa kau lupa?”
Balas Seungyeol sambil berusaha mengintip ruangan kecil yang ada dibalik punggung Myungsoo
“kau kan bisa mengirim pesan atau menelpon ku”
Myungsoo semakin terlihat tidak senang dengan sikap Seungyeol
“ya! Kau ini kenapa? Tamu bukannya disuruh masuk”
Kemudian dengan paksa Seungyeol mendorong tubuh Myungsoo dan akhirnya ia pun berhasil masuk
“lagi pula aku penasaran dengan isi kamar mu, kita kan teman”
Kemudian mata Seungyeol terbuka lebar saat melihat dinding kamar Myungsoo yang penuh dengan foto seorang yeoja… Suji.
“Omo…siapa yeoja ini Myungie? Astaga neomu yeppo, jinca neomu yeppo! Neo yeochin?”
Tanya Seungyeol dengan mulut nyaris ternganga sambil memandang salah satu foto Suji dengan seksama.
“Daebak!! Aku kira tidak ada yeoja yang lebih cantik dari Krystal atau Jiyeon. Pantas saja kau tidak tertarik pada mereka”
Senyum menggoda mengembang diwajah namja jangkung itu
“lain kali kau harus mengenalkan aku padanya ya Myungie, namanya siapa?”
Seungyeol terus saja mengoceh sambil mengamati foto Suji satu persatu tanpa menyadari ekspresi terluka di wajah Myungsoo, tangannya terkepal disamping tubuhnya yang sedikit bergetar.
“namanya Bae Suji…”
Ucap Myungsoo akhirnya dengan suara yang nyaris tak terdengar
“ne?”
Seungyeol menolehkan kepalanya pada Myungsoo yang sekarang telah berdiri tepat disampingnya
“namanya Bae Suji, Suji-ku”
Gumam Myungsoo lagi dengan tanpa mengalihkan tatapannya dari foto Suji.
“jadi benar dia yeochin mu eh? Sekarang dia ada dimana? Sepertinya aku tidak pernah melihatnya”
Tanya Seungyeol penasaran
“entahlah…mereka selalu mengatakan mungkin dia ada di surga sekarang ”
Racau Myungsoo lagi, kemudian ia mengalihkan tatapannya kearah Seungyeol yang terkejut mendengar perkataan Myungsoo barusan
“apa kau percaya Seungyeol-ah? Mereka bilang Suji-ku akan berumur 18 tahun selamanya”
Tangan Myungsoo terulur dan membelai wajah Suji yang terlihat sedang tersenyum lebar difoto yang diambil Myungsoo 2 tahun lalu itu, sebulan sebelum perceraian orang tua Suji
“a..apa maksud mu Myung? A..ap..apakah dia…”
Gagap Seungyeol ragu untuk melontarkan pertanyaannya
“aku sedang menunggunya Seungyeol-ah, dia berjanji bahwa dia akan kembali”
Kemudian butiran bening mulai berjatuhan diwajah Myungsoo. Seungyeol sangat terkejut demi melihat perubahan ekspresi wajah namja yang biasanya dingin namun kini terlihat sangat rapuh bahkan sekarang dia menangis. Tiba-tiba ia teringat cerita Jiyeon yang pertama bertemu Myungsoo saat dia menangis sendirian di tepi sungai Han. Saat itu Seungyeol sama sekali tidak percaya dan berfikir bahwa Jiyeon hanya bercanda, tapi setelah melihat keadaan Myungsoo sekarang Seungyeol mulai mempercayai Jiyeon
“Myungsoo-ah… gwenchana?”
Tanya Seungyeol khawatir
“ani…an-gwechanna, aku tidak pernah baik baik saja. Tidak setelah dia pergi”
“apakah dia….sudah…”
Kembali Seungyeol ragu
“tidak! Dia akan kembali Seungyeol!”
Jawab Myungsoo tajam
“dia berjanji padaku, dia sudah berjanji…”
Lalu Myungsoo memejamkan matanya. Dia tau apa yang saat ini tengah dilakukan oleh Seungyeol.
Menatapnya dengan iba dan prihatin tentu saja.
To be Continue…

#annyeong…. Aish rasanya part yang ini gagal total. Mian…. *nunduk berkali-kali* ide di otak saya berubah-ubah soalnya. Mian sama yang kecewa kalo ceritanya jadi gini T___T next part janji, bakal diusahain lebih baik lagi [aminnn…]

Jangan lupa RCL ya, silent reader semoga segera insyaf :p

51 thoughts on “One In a Million/ Part 3

  1. wah, istri kedua G.O kau brhasil mengeluarkan airmata q yng mahal *lebay,, xixixi,,

    tp beneran q nagis saat myungsoo nangis,,, bysanya cm suji g bikin q nangis, xxixi,,,

  2. zhii…
    suji gak rip kann ??? andweee….T^T mereka haruss happy end
    sedihh bacanya waktu myungie nangis abis denger kabar beritanya, trus merinding waktu baca bagian Sunggyeol tergagap dibagian mau end ituu….*sluuuurrrrpp #usap ingus

    lanjutt lanjut

  3. wah sedih banget thor aku nyari yang part 2 engga ketemu yaudah langsung nyari yang part 3 aja
    entar kira suzy itu udah mati belum ya semoga aja belum

  4. hiks hiks hiks (╥﹏╥) baca + denger’n only tears – INFINITE . . .
    Haaaaa oppa sabar sekali menunggu suzy oennie ,, author daebakk cerita ini mengharukan (lap ingus)

  5. Ooo, ternyata ceritany gitu.. Sedih bgt.. T_T.. Nangis nih aku..
    Trs blom berakhir kan??? Pasti suzy msh hidup kan?? *penasaran*
    Lanjut part 4 ya..

  6. Huaaa myungsoo setia banget sama suzy
    suzy kembalilah abang L sudah menunggumu tuh
    btw ffnya bgus thor ^.^)9 jd ikutan sedih nih bareng myungsoo #mojok di pelukan myungsoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s