Nado.. Saranghae *part 14*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast :
  • Park jiyeon ( T-ARA )
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance, Comedy and Sad
Length : Chapter
Author’s POV
Myungsoo keluar dari Mobil merahnya dengan setelan jas berwarna hitam. Ia berjalan santai menuju ke arah aula sekolah, tidak memperdulikan bisik-bisikan para yeoja yang ada di sekitarnya. Myungsoo terlihat sangat tampan dengan jas dan celana panjang hitam. Myungsoo menghampiri seorang yeoja yang berdiri di sudut aula. Yeoja itu hanya melihat myungsoo dari kejauhan.
” aku tadi ke rumahmu, tapi kau sudah berangkat duluan. Kenapa tidak menungguku ??” tanya myungsoo dan duduk di samping yeoja itu.
” seharusnya kau bilang dulu, kau ke sini dengan apa ??”
” dengan mobilku, zelo yang menyuruhku” jawab myungsoo
” zelo ?? Kau tidak berencana membawa mobil ??”
” Ani…. Suji-ah, kalau kau ingin pulang, katakan padaku. Aku akan mengantarmu pulang. Ara ??” pinta myungsoo
” arasso. Apa kau mau minum ? Aku bisa mengambilkan untukmu” tawar suji pada myungsoo.
” gwancahana, aku nanti akan mengambilnya sendiri” ucap myungsoo, suji hanya mengangguk pelan.
” suji-ah, Aku tidak ingin mengakui ini, tapi kau terlihat cantik malam ini, tidak jelek seperti biasanya” ucap myungsoo, suji menoleh dengan cepat.
” hoh ?? Kau ingin memujiku atau apa ??”
” tentu saja aku memujimu, bukankah aku bilang kalau kau cantik ??”
” tapi kau juga menyebutkan, kalau aku jelek”
” tapi itu kenyataan”
” baiklah, tapi aku juga ingin mengakui sesuatu padamu” ucap suji tanpa melihat myungsoo.
” aku tau. Kau pasti ingin mengaku, kalau kau jatuh cinta padaku ??? Aku benarkan ??” tanya myungsoo semangat sambil menatap suji.
” Ani. Bukan itu. Kau terlalu percaya diri” jawab suji masih tidak melihat myungsoo.
” bukan itu ?? Lalu apa ??”
” aku merindukanmu” ucap suji sangat pelan.
” apa ?? Aku tidak dengar”
” aku yakin kau mendengar perkataanku tadi” ucap suji sambil menghadap myungsoo.
” aku benar-benar tidak dengar kau bilang apa ??”
” kau tidak dengar ?? Itu bukan urusanku. Siapa suruh tidak mendengarkan baik-baik”
” baiklah, katakan sekali lagi, akan kudengarkan baik-baik” pinta myungsoo
” aku tidak mau mengulangi perkataanku tadi” ucap suji sambil berdiri akan meninggalkan myungsoo.
” baiklah, biar aku tebak. Kau rindu padaku bukan ??” tanya myungsoo sambil menarik tangan suji hingga Ia terduduk kembali.
Suji’s POV
” aku tidak mau mengulangi perkataanku lagi” ucapku sambil berdiri. Hoh ~ yang benar ? Aku mengatakan ‘ aku rindu padamu ‘ sekali lagi ??? Absolutely not.
” baiklah, biar aku tebak. Kuau rindu padamu bukan ??” tanyanya sambil menarik tangganku hinggaku aku terduduk kembali. Tuh.. Kan .. Dia mendengarnya. Kenapa Ia ingin aku mengulangi perkataanku lagi ?? Menyebalkan !!!
” kenapa kau pura-pura tidak mendengarku ??” tanyaku dengan wajah polos.
” aku tidak tau, tapi aku senang kau merindukkanku, karna aku juga merindukanmu” ucap myungsoo tanpa memandangku. Dia .. Dia .. Merindukkanku ?? Aku ?? Bae suji ?? Jinjja ??
” Wae ?? Kenapa kau diam saja ?? Kau bahagiakan, kalau aku juga merindukanmu ??”sahut myungsoo menggodaku.
” aniyo.. Itu .. Ituuuu .. Aku .. Aku sedang berfikir. .. Kenapa kau tidak masuk selama seminggu ini ?? Tiba-tiba kau menampakkan dirimu di prom ini” tanyaku penasaran. Bagaimana aku Tidak penasaran ?? Seminggu ini dia tidak masuk tanpa memberi kabar, Ia menghilang dari rumah, dan.. Dan aku tidak bisa melihatnya selama seminggu ini.
” aku pergi ke rumah nenekku” ucapnya sambil mengalihkan pandangannya.
” kenapa kau tidak memberikan kabar ??”
” kabar ?? Ke sekolah maksudmu ???”
” hemmm.. Ne”
” mungkin ummaku lupa”
” lalu kenapa kau tidak mengirim pesan padaku ??” tanyaku
” kenapa aku harus memberitahumu Kemana aku pergi ??”
” ahh,. Ituuuu bukankah kita teman ???” ucapku sedikit gelagapan.
” teman ?? Bukannya kau itu pembantuku ??” tanya myungsoo lagi. Whatttt ??p Sabar suji-ah,, jangan melakukan hal bodoh, nanti dandananmu ini nanti akan berantakan.
” myungsoo-ah, kau kuberi peringatan yang pertama, ara ??” ucapku memperingatkan ya.
” acaranya belum di mulai ???” tanya myungsoo sambil melihat sekeliling aula sekolah.
” mungkin sebentar lagi, sudah banyak yang datang, kau tidak lihat ??”
” mmhh ,, acara pertama apa ???”
” molla,, yang jelas ada waktu untuk berdansa” jawabku asal sambil bercermin. Aku masih catikkan ya ??
” aku tau… Aku tau kenapa kau berbicara tentang berdansa.”
” apa .. Berdansa ?? Apa maksudmu ??”
” aku ingin berdansa denganku kan ?? Ya kan ? Aku benarkan ??” ucapny sambil menunjukku. Apa-apaan dia ??
” aniyo..aku tidak pernah berfikir tentang hal itu” jawabku sambil menatap myungsoo.
” tidak pernah ??? Sekalipun ???” tanyanya tak percaya.
” hemm.. Wae ??? Kau ingin berdansa denganku ???” tanyaku asal.
” tentu saja. Memangnya kau tidak ingin berdansa dengan namja tertampan di sekolah ini ????”
” hoh.. Yang benar saja ?? Namja tertampan ? Kau jangan bercanda myungsoo-ah”
” aku tidak bercanda, aku memang tampan. Lihatlah mereka, sedari tadi melihat ke arah kita. Aku yakin mereka cemburu padamu” ucapnya sambil menunjuk sekumpulan yeoja di pintu aula.
” kenapa mereka harus cemburu padaku ?? Apa aku terlihat cantik malam ini” tanyaku sambil melihat gaun yang kupakai.
” tsk, babo, itu karna namja tertampan sedang duduk di sampingmu. Karna kecantikanmu, yang benar saja ??”
” Kim myungsoo, kau malam ini terlihat sangat percaya diri.. Ckckck”
” jinja ??? Nado molla.. Aku sangat bersemangat malam ini”
” kalian berdua, kalian terlihat akrab malam ini” ucap jiyeon. Dia sudah duduk d belakangku. Kapan dia datang ???
” kau terlihat cantik malam ini, jiyeon-ah” ucap myungsoo sambil tersenyum. Apa katanya ?? Tadi dia juga memuji penampilanku. Dasar namja, tidak bisa dipercaya.
” jinja ?? Tapi suji juga cantik malam ini, bukan ??”tanya jiyeon sambil tersenyum jahil.
” dia hanya sedikit lebih cantik” jawab myungsoo tanpa melihat wajahku Sekarang ini.
” sedikit ???” tanyaku.
” ahh.. Kalian di sini rupanya .. Annyeong haseyo” ucap krystal yang sudah berdiri di hadapan kami bertiga. Dia terlihat sangat … Sangat cantik,, tapi masih cantik aku. Aku tidak bohong,,, aku masih lebih cantik. Kulihat Ia memakai gaun biru muda tanpa lengan, rambutnya digerai tanpa poni, seperti biasa, krystal memang tidak punya poni. Dengan high heels setinggi.. Eumm kira-kita  4 sentimeter sama sepertiku. Make-up.nya tipis. Dia juga membawa tas tangan berwarna biru muda.
Kulihat jiyeon kaget dengan penampilan krystal itu, matany membulat dan mulutnya membentuk huruf O. Kutolehkan kepalaku ke arah myungsoo. Dia juga sama, dia terlihat kaget dengan penampilan krystal. Huh … Dia juga akan mengatakan, ‘kau malam ini sangat terlihat cantik, mau berdansa denganku ?’ ya kan ??
” myungsoo- ah, kau datang, kukira kau tidak akan menghadiri prom ini” ucap krystal.
” Aku baru pulang dari rumah nenekku kemarin malam” ucap myungsoo.
” ahh.. Begitu .. Sebentar,, jasmu berantakan, biar aku benarkan sebentar” ucap krystal sambil membenarkan jas myungsoo, menurutku tidak ada yang berantakan, jasnya masih rapi,, trik yang murahan .. Ckckckc..
” ahh.. gomawo.. Biar aku saja” ucap myungsoo sambil merapikan jasnya. Hahahah .. Di tolak, hah ?? Poor krystal.
” ahh,, suji-ah, gaunmu bagus, kau membeli di mana ???” tanya krystal. Aku hanya tersenyum kecil.
” lebih baik kita ke tengah aula, sepertinya ada yang akan tampil” ucap jiyeon sambil menarik tangganku. Meninggalkan myungsoo dan krystal berdua.. Aishh.. Krystal tidak boleh di beri kesempatan. Tidak boleh.
” kalian berdua, cepat ke sini” teriakku. Myungsoo hanya mengangguk dan meyusulku dari belakang.
” memangnya siapa yang akan tampil ?? Tampil apa ? Menyanyi atau dance ??” tanya krystal.
” molla, itu dia …. MINHYUK ??? Mau apa dia ??” tanya jiyeon.
” minhyuk ?? Teman sekelasmu, bukan ??” tanya myungsoo. Aku hanya menangguk.
” dia bisa bernyanyi ??” tanya myungsoo lagi.
” bagaimana dengan kau ?? Kau bisa menyanyi ??” tanyaku.
” aku tidak suka bernyanyi, jadi tidak, aku tidak bisa bernyanyi”
” makanya, kamu diam dan dengarkan minhyuk bernyanyi” ucapku tanpa melihat myungsoo
Auhtor’ POV
Minhyuk dan dongho sedang berdiri di belakang panggung prom. Mereka akan bersiap menyanyikan 2 lagu. Yang pertama ‘high fly’, dongho bertugas beryanyi sambil bermain gitar, sedangkan minhyuk bertugas bermain drum dan membantu dongho bernyanyi. Lagu yang kedua ‘star’, di mana minhyuk yang bernyanyi di samping dongho yang bermain gitar. 
        “ bagaimana ?? Kau sudah siap ??” tanya dongho sambil memegang pundak minhyuk. 
        “ tentu saja, cepat” ujar minhyuk mulai berjalan.
Minhyuk dan dongho sudah berdiri di panggung. Dongho berdiri di depan dengan gitar di tangannya, sedangkan minhyuk duduk di depan drumnya dengan stick di tangannya. Para yeoja sudah berteriak bersemangat melihat dongho dan minhyuk di panggung.
” MINHYUK, JADILAH PACARKU” teriak seorang yeoja.
” ANDWAE.. MINHYUK.. JADILAH SUAMIKUUU”
” DONGHO.. AKU PADAMU”
” aishhh.. Mereka berisik sekali” keluh jiyeon
” biarkan saja, jiyeon- ah, memangnya minhyuk bisa bernyanyi ??” tanya suji dengan berbisik.
” kau tidak tau ?? Suaranya sangat manis, dan juga easy listen” jawab jiyeon yang menatap panggung dengan semangat.
” ahh.. Begitu ..”
” annyeong haseyo” sapa dongho yang disambut teriakan para yeoja.
” kita berdua akan menampilkan  dua buah lagu malam ini. Judul yang pertama ‘high fly’ , yang kedua ‘star’ .. Kalian semua tau lagu itu bukan ??’ tanya minhyuk dengan tersenyum ramah.
” tentu sajaaaaa” jawab para yeoja bersemangat.
Suji’s POV
“kita berdua akan membawa dua buah lagu malam ini.judul yang pertama ‘high fly’, yang kedua ‘star’ …. Kalian semua tau lagu itu bukan ??” tanya minhyuk dengan tersenyum ramah.. Senyumnya .. sangat menyejukkan hati.. Aku tidak pernah melihat senyumnya itu.
” tentu sajaaaaa” jawab para yeoja dengan bersemangat. Tsk, mereka seharusnya menahan nafsu mereka itu.. Gengsi lahhh..
” baiklah, kita mulai” ucap dongho sambil tersenyum…
Minhyuk mulai memainkan drumnya dengan mudahnya. Ternyata dia sangat handal memainkan drum. Kulihat sekelilingku, banyak yeoja yang tersenyum senang melihat duo namja populer sekolah itu. Kuperhatikan minhyuk lagi, dia tersenyum sambil bermain drumny itu, selalu tersenyum,, awww.. Sangat imut ( bayangin minhyuk di high fly ). Akupun juga tersenyum melihatnya.
” sepertinya kau bahagia melihatnya” ucap myungsoo sambil menatapku.
” aku ?? Aniyo … Ani” ucapku pelan.
” kuharap begitu” ucap myungsoo sambil menatap ke bawah. Kuharap begitu? Apa maksudnya ?? Arrgghh molla.
 
Kkumeul kkwodo ttokgateun kkum
Geureoke gildeullyeojyeo
Jeongdabilkkeorago mitgo salgo
 
TV jaebangsongeul bodeut nokhwadoen teipcheoreom
Moduga hansaegeuro darma gago
 
Why, why, wae jakkuman gateun daemmaneul wonhae
Why, why, wae jakkuman gateun moseubeuroman sallago malhae~
 
High, high,  nopi nara olla.
High, high sesangeul barabwa
Naega bodeonge sesangui jeonbuneun anilkkeoya. **
 
High, high, nopi ttwieo olla
High, high, sesange dallyeoga
Naega jinaeon siganui gin insasaengi hanjeom ilkkeoya ##
 
Jadongchaneun nemorako bananaeun norang
Eonjena ttokgateun siseoneuro
 
Namjaneun da bajiripgo yeojaneun chimal ipgo
Eonjena hadeon Daeroman hagireul
**
##
Mwogageuri geuphanji moga geureoke bappeunji
Jeonghaejin siganpyodaedaeroman saragajanha~~
 
I wanna fly fly
Jayuropge nara.
Fly fly
Himchage narabwa #*
 
Gamchwo nohatdeon neomanui
Kkumdeuri pyeolchyeobwabwa
 
#*
 Soksagijima uriui kkumdaeureul sorichyebwa
 
**
narga bodeonge sesangeul jeonbuneun anilkkeoya
 
##
naega jinaeon siganui gin insaengui hanjeom illkeoya
 
Wahh.. Pembuka yang indah, seperti pemain drumnya. akupun bertepuk tangan dengan bersemangat.
” kau terlalu bersemangat suji-ah, apakah ini tidak berlebihan ??” tanya myungsoo. Berlebihan ??? Berlebihan gimana ??
” apanya ? Mereka selesai bernyanyi, dan tentu saja aku harus bertepuk tangan, kau juga harus bertepuk tangan, ayo cepat” pintaku.
Auhthor’ POV
” apanya ? Mereka selesai bernyanyi, dan tentu saja aku harus bertepuk tangan, kau juga harus bertepuk tangan, ayo cepat” pinta suji pada myungsoo. Myungsoo hanya menatap suji heran.
” tentu saja berlebihan. Kau melihat ke arah minhyuk terus dengan tersenyum senang, tsk, menyebalkan” ucap myungsoo sangat pelan, suji menoleh cepat.
” apa ? Kau tadi bilang apa ? Mian, di sini berisik sekali” ujar suji.
” tersera kau sajalah, kau masih ingin mendengar mereka bernyanyi ??” tanya myungsoo dengan wajah datarnya.
” Ani, kalau kau lelah, lebih baik kau duduk saja. Aku masih ingin medengarkan lagu yang terakhir” jawab suji tanpa melihat myungsoo.
“‘tsk, dia suka minhyuk ? Aishh..” tanya minhyuk pada dirinya sendiri.
“myungsoo, diamlah.. Minhyuk akan bernyanyi.” ucap suji.
” aish .. Aku cemburu” ucap myungsoo seraya menggaruk kepalanya.
” kau cemburu dengan siapa myungsoo-ah ??” tanya krystal sambil menatap myungsoo Heran.
” ani, kau juga suka padanya ?? Minhyuk ??” tanya myungsoo sambil menggerakkan kepalanya ke arah minhyuk yang sedang duduk di samping minho.
” aku ?? Ani. Aku suka padamu. Apakah kau tidak tau itu ??” tanya krystal sambil tersenyum.
” ahh.. Arasso”
” kau sendiri bagaimana ? Kau suka padaku ??”
” tentu saja, kita teman, bukan ?” tanya myungsoo.
” teman ? Kau mencintai seseorang ??”
” hemm ??”
” Bae suji ??” tanya krystal langsung.
” mwo ?” tanya myungsoo sambil menatap krystal dengan cepat.
” rupanya benar, kau mencintai suji” ucap krystal lirih sambil tersenyum pahit. Myungsoo hanya diam,. Berfikir.
” suji sangat bersemangat melihat minhyuk, apakah kau tidak cemburu ?” tanya krystal sambil memandang suji yang tengah tersenyum bahagia.
” suji ?” tanya myungsoo sambil menatap suji yang ada di sampingnya.
” aku cemburu ketika kau bertengkar dengan suji, walaupun kau bertengkar dengannya, tapi matamu terlihat menikmati pertengkaran itu”
” ahh,, kau terlalu banyak beranggapan, sudahlah, nikmati saja lagunya”
Haneure bitnadeon byeoriJeo meolli bitnadeon byeoriNae mame naeryeowannabwa
Gaseume saegyeojin byeoriGaseume bitnadeon byeoriAma neoingeot gata
Tteollineun soriga deulliniOh starTteugeoun simjangeul neukkiniYou’re my star
Aju oraen meon yetnalbuteo na kkumkkwowatdeon sarangiNeoingeol araEonjena hamkke haejwo
Aju oraen siganeul neodoNeul gateun jarieseo bitnajugilNaemam neoegeman billyeojulge
Ganju
Gaseume saegyeojin byeoriGaseume bitnadeon byeoriAma neoingeot gata
Tteollineun soriga deulliniOh starTteugeoun simjangeul neukkiniYou’re my star
Aju oraen meon yetnalbuteo na kkumkkwowatdeon sarangiNeoingeol araEonjena hamkke haejwo
Aju oraen siganeul neodohttpjarieseo bitnajugilNaemam neoegeman julge
Ni mam soge saegyeojin byeoldoNi mam sok bitnaneun byeoldoNaege malhae yeongwonhi neol saranghae
Nae nun neoman barabolgeoyaOh neodo namaneul barabwajullaeUri seoroui byeori doe~ jugil
” Bagaimana ? Bagaimana suara minhyuk tadi ?” tanya dongho sambil tersenyum.
” arrrgghhh…” teriak para yeoja.
” ahh.. Yeoja- yeoja itu keterlaluan, kenapa harus Berteriak begitu?” ucap suji pada dirinya sendiri dan tidak sadar myungsoo menatanya.
” kenapa jadi kau yang marah ?” tanya myungsoo
” aku tidak marah ? Aku hanya heran saja”
” heran ? Begitu ? Hanya heran ?” tanya myungsoo, suji hanya menangguk
” minhyuk-ah, who’s your star ??” tanya dongho. Myungsoo dan suji kembali menatap panggung.
” my star ??”
” siapa dia ?” tanya Kevin lagi
” seorang yeoja di kelasku” jawab minhyuk sambil tersenyum
” di kelas kita ? Bae sujikan ?” tebak dongho.
” wahhh .. Ternyata sudah banyak orang yang tau”
Myungsoo’s POV
” di kelas kita ? Bae sujikan ?” tanya dongho.  Minhyuk suka pada suji ? Kutatap yeoja yang ada di sampingku ini. Dia terlihat sangat terkejut, mungkin dia tidak mengira minhyuk akan mengatakannya sekarang, dan pada acara ini. Apakah suji senang mendengarnya ? , tapi aku tidak suka itu.
” wahhh.. Ternyata sudah banyak orang yang tau” jawab minhyuk. Ani, aku tidak tau, dan aku tidak peduli dia suka suji atau tidak, yang terpenting bagiku bagaimana perasaan suji. Aku yakin suji tidak menyukai  minhyuk.
” jiyeon-ah, kenapa dia mengatakannya di sini ?” tanya suji sambil merangkul jiyeon. Dia terlihat sangat senang.
” nado molla” jawab jiyeon sambil menggelengkan kepala.
” eottoke ??” tanya suji
Apa yang harus kau lakukan ? Kau tidak perlu melakukan apa-apa suji-ah, kenapa kau bersikap seperti itu ? Bisakah kau menghentikan sikap itu ?
” kau terlihat sangat sangat sangat cemburu myungsoo-ah” sahut krystal lagi. Aku cemburu ? Ani, Sangat cemburu
Krystal’ s POV
” eottoke ?” tanya suji pada dirinya sendiri. Aku melihat myungsoo menatap suji lekat-lekat dan berganti menatap minhyuk yang ada di panggung. Dia cemburu ? Tapi kenapa ? Kenapa dia cemburu ? Kenapa dia menatap minhyuk dengan tatapan tidak suka ? Kenapa menatap suji ? kenapa dia tidak menatapku ? Dan kenapa dia mencintai suji ? Bukan aku ?
” kau terlihat cemburu myungsoo-ah” ucapku. Dia menatapku dengan tersenyum kecil
” sedikit” jawabnya. Bohong. Aku bisa lihat kau sangat cemburu.
” sedikit ? Begitu ?” tanyaku memastikan, myungsoo hanya mengangguk pelan.
” ahh.. Minhyuk-ah, kau harus mengajak suji berdansa nanti. Bagaimana ?” usul dongho. Hoh .. Myungsoo pasti cemburu, tapi baguslah. Aku punya kesempatan untuk berdansa dengan myungsoo.
” baiklah, akan kucoba mengajaknya nanti”
Auhtor’s POV
Prom sudah berlangsung selama satu jam. Selama satu jam suji hanya duduk dengan jiyeon. Myungsoo bersama dengan sahabatnya, sungyeol. Sedangkan minhyuk dengan dongho berdiri di depan pintu aula. Sebentar lagi waktunya untuk berdansa. 2 MC acara ini maju ke depan panggung.
” bagaimana ini ? Bukankah sekarang waktunya berdansa ?” ucap MC namja bersemangat.
” kau ingin berdansa dengan siapa, Sungjong-ah ?” tanya MC yeoja.
” tentu saja dengan kau minyoungie. Apakah kau mau berdansa denganku ?” tanya Sungjong sambil mengulurkan tangannya ke arah minyoung.
” aku ? Kau mengajakku ? Tentu saja aku mau” ucap minyoung sedikit malu sambil menerima uluran tangan Sungjong.
” ahh.. Baiklah.. Aku sudah mendapatkan pasangan untuk berdansa. Bagaimana dengan kalian ? Apakah kalian sudah menemukan pasangan kalian ??”
” belum kan ? Baiklah. Kita akan memberi kalian semua. Para namja dan para yeoja untuk mendapatkan pasangan. Dalam waktu 3 menit. Bagaimana ??” tanya minyoung.
” baiklah, pilih pasangan dansa kalian. Mulai …SEKARANG… PPALI..” ucap Sungjong.
Para namja mulai bergerak cepat, mereka menghampiri yeoja yang sedang sendiri. Tentu saja mereka harus bergerak cepat untuk mendapatkan pasangan yang kita inginkan.
 
Minhyuk’s POV
” baiklah, pilih pasangan dansa kalian. Mulai …. SEKARANG.. PPALI” ucap Sungjong bersemangat.
Tsk, dia sangat bersemangat sekali. Aku masih berdiri di depan pintu dengan dongho. Kulihat dongho yang menatap lapangan sekolah. Kenapa dia tidak mencari pasangannya ?
” dongho-ah, kau tidak mencari pasangan ?” tanyaku.
” bukankan kau seharusnya yang mencari. Kau lupa ? Aku sudah punya yun rin. Jadi buat apa aku terburu-buru ?! Kau tidak mengajak suji ??” tanyanya balik.
Ahh.. Aku lupa dia sudah punya yeojachingu. Dia menyuruhku mengajak suji berdansa ? Aku juga ingin. Kulihat suji yang sedang duduk bersama jiyeon. Haruskah. Kucoba ?? Aku mulai berjalan mendekati suji.
Myungsoo’s POV
” baiklah, pilih pasangan dansa kalian. Mulai .. SEKARANG .. PPALI” ucap Sungjong bersemangat.
Tsk,merepotkan sekali. Berdansa itu wajib ?? Aku tidak ingin berdansa.
” myungsoo-ah, kau tidak mencari pasangannya ?” tanya sungyeol sambil melihat jamnya.
” aku tidak ingin berdansa”
” walaupun dengan suji ?yahh .. Harusku akui, malam ini suji terlihat sangat cantik. Kau harus mencoba mendekatinya. Cobalah” usulnya.
” ck, kau cerewet sekali, bagaimana dengan kau ? Apa kau tidak mencari pasangan ?”
” aku sudah punya. Kau lupa ?? Nanda bisa membunuhku, jika aku mencari yeoja lain. Cepatlah” ucapnya sambil mendorongku.
Kulihat suji yang sedang duduk dengan jiyeon. Mereka sedang tertawa riang. Kulihat punggung seorang namja mulai mendekati suji dan jiyeon. Aku yakin itu bukan pacar jiyeon, seungho. Seungho ada di belakangku. Jadi.. Itu minhyuk ? Ahh .. Dia lagi, bisakah dia menjauh dari suji ? Khususnya malam ini, saat suji terlihat sangat cantik. Di saat suji sangat cantik, aku tidak bisa mendekatinya, tapi jika bodoh, cerewet, dan jeleknya kumat, aku yang selalu di dekatnya, ckck ini tidak adil
Haruskah aku berjalan ke arah suji, dan memintanya sebagai pasanganku ? Tapi aku bisa melihat dari tempatku berdiri, suji menerima uluran tangan minhyuk.arrghh .. This Girl really ..
Suji’s POV
” baiklah, pilih pasangan dansa kalian. Mulai .. SEKARANG .. PPALI” ucap sungjongie bersemangat.. Ahh dia sangat imut..
Hoh .. Apa yang harus kulakukan ? Tidak ada namja yang mau denganku ? Mana myungsoo ? Mana minhyuk ? Mereka tidak memintaku menjadi pasangan mereka ? Keterlaluan. Myungsoo bilang kalau aku terlihat cantik malam ini, dan minhyuk bilang aku adalah star baginya. Tapi apa ?? Dua orang ini belum juga memintaku.
Sebentar, jika mereka berdua berlutut di hadapanku secara bersamaan dan memintaku menjadi pasangan mereka, aku harus pilih yang mana ? Myungsoo atau minhyuk ? Dan bagaimana caraku menolak salah satu dari mereka ?
Kandidat pertama, myungsoo. Menyebalkan, tapi juga baik , lucu, suka menghina, tampan. Kandidat kedua, minhyuk. Pendiam, selalu berwajah dingin, kecualinya untuk malam ini, baik, suaranya indah, dan suka menolong,, tapi sepertinya aku hanya menghayal. Mana mereka berdua ? Aishh..
” jiyeon-ah , eottoke ? Tidak ada namja yang mau denganku. Bagaimana ini . Apa aku terlihat jelek malam ini ?” tanyaku pada jiyeon.
” aniyo, kau terlihat cantik. Kenapa kau berkata seperti itu ? Tunggulah sebentar lagi” pinta jiyeon.
” ahh .. Menyebalkan. Bagaimana dengan kau ? Mana seungho ?”
” aku menunggumu dulu, Jika kau sudah mendapatkan pasangan, aku akan pergi mencari namaku itu” ucapnya sambil tersenyum. Tapi mana namja itu ??
” suji-ah , minhyuk sedang berjalan ke arah kita” ucapnya dengan tenang.
” MWO ?minhyuk ? Kau yakin ? Ke arah kita ?” tanyaku memastikan. Akhirnya.. Penantianku terkabulkan.
” ne, kenapa kau tidak melihatnya sendiri ?” tanya jiyeon bingung, karna aku menatapnya, bukan menatap minhyuk.
” aigooo.. Aku harus terlihat tenangkan ? Bagaimana dandananku ? Masih cantik kan ?” tanyaku mulai panik.
” tentu saja” bisik jiyeon karna minhyuk ada di hadapan kita berdua. Ahh .. Bagaimana ini ? Hanya minhyuk ? Tidak ada Myungsoo ? Namja itu .. Aishh..
” suji-ah , kau mau berdansa denganku ?” tanya minhyuk yang di akhir dengan senyuman kecil .. Arrghhhh imutnya …
” na ?” tanyaku pura-pura bodoh.
” tentu saja. Kau mau ?” ucapnya sambil mengulurkan tangan. Eottoke ? Aku yakin pipiku mulai merah.
” tentu” ucapku sambil tersenyum dan menerima uluran tangannya. Kulihat Ia tersenyum lebar. My god , minhyuk-ah, kau harus terus tersenyum, kau sangat imut. kyaaaaa ….
 
Krystal’ POV
” baiklah, pilih pasangan dansa kalian mulai … SEKARANG .. PPALI” ucap Sungjong bersemangat.
Ahh .. Molla. Aku tidak tau harus berpasangan dengan siapa. Myungsoo ? Dia pasti dengan sujikan ? Ingat krystal, dia mencintai suji, bukan kau. Hoh .. Kalau begini, aku lebih baik pulang saja daripada di sini membuatku cemburu.
Aku mulai berjalan ke arah pintu aula, di sana ada minhyuk dan juga dongho, mereka sedang berbicara. Tunggu .. Minhyuk ? Dia suka sujikan ? Mungkinkah dia mau mengajak suji untuk menjadi pasangannya ? Kalau begitu, ada kemungkinan aku bisa berdansa dengan myungsoo.
Aku melihat minhyuk mulai berjalan ke arah suji. Tebakkanku benar ? Sekarang tinggal melihat, apakah suji akan menerima minhyuk atau tidak ? Aku sangat berharap dia menerima minhyuk. Biarkan aku berdansa dengan myungsoo. Bagus.
Aku melihat myungsoo. Dia juga menatap minhyuk. Myungsoo-ah , Mian, suji pasti memilih minhyuk. Kulihat minhyuk mengulurkan tangannya ke arah suji, dann benar dugaanku, suji menerima minhyuk. Aigoo .. Ini sangat mudah. Sekarang tinggal peranku, peranku ? Tentu saja, meminta myungsoo untuk menjadi pasanganku.
Aku heran dengan namja populer di sekolah ini. Mereka semua lebih memilih suji daripada aku. Jika dibandingkan suji dengan aku, dia tidak ada apa-apanya. Suji, dia tidak pintar, cerewet, suka teriak-teriak tidak jelas, sering dimarahi guru, sering terlambat, dan wajahnya .. Dia imut, karna eyes smile dan juga kulit putihnya itu, jika Ia tidak memiliki eyes smile dan kulit putih itu, Ia pasti sangat jelek. Sedangkan aku, aku pintar, baik, cara bicaraku pelan dan sopan, disayangi guru, murid yang disiplin, dan juga sangat cantik. Suji hanya beruntung saja. Hoh ..
Aku berjalan ke arah myungsoo. Myungsoo sedang menatap ke bawah dan tersenyum kecil, Ani tersenyum pahit. Ia sedih karna suji memilih minhyuk ?
” myungsoo-ah, kau tidak berdansa ?” tanyaku pelan sambil memang pundaknya. Ia menoleh.
” aku ? Ani. Kau ?” tanyanya balik. Aishh .. Dia tidak mengerti maksud ke datanganku kemari ?
” Ani. Bagaimana kalau kau berdansa denganku ? Aku juga tidak memaksa” ucapku lirih sambil mengangkat bahu. Mau .. Mau .. Jebal .. Terimalah..
” baiklah, aku juga tidak mau berdiam diri di sini, sementara yang berdansa ” jawabnya sambil tersenyum kecil. Dia mau ? Jinja ? Aigoo ..
” baiklah, ayo kita pergi ke tengah aula” anakku.
” Kkaja” ucapnya sambil menggenggam tangganku.naku tidak percaya dia menggenggam tangganku terlebih dulu ??!! Gomawi suji-ah. Gomawo kau telah menerima minhyuk dan membiarkan myungsoo berdansa denganku.
Auhtor’s POV
Suji dan minhyuk sudah berada di tengah aula, begitu juga dengan myungsoo dan krystal. Jarak antara suji dengan myungsoo tidak jauh. Mereka bisa saling memandang satu sama lain. Myungsoo berdiri dan menggenggam tangan krystal, tet
api Ia menatap suji dan minhyuk yang sedang berbicara tanpa beban.
” baiklah, sepertinya 3 menit telah berlalu. Kalian sudah mendapat pasangan, bukan ??” tanya Sungjong memastikan.
” tentu saja” ucap para yeoja.
” baiklah, kita akan memberi kalian musik slow” ucap minyoung.
” Sungjong-ah, kalau boleh ku tau judulnya apa ?” tanya myungsoo menatap Sungjong.nsemua orang menatap myungsoo dan krystal, termasuk suji dan minhyuk.
” judulnya ? Aku juga tidak tau, tapi judul tidak penting, bukan ? Yang terpenting pasangan dansa kita. Myungsoo-ah, kau bersama dengan jiyeon ? Kau sungguh beruntung” ucap Sungjong dengan semangat.
” dan, Sungjong. Lihatlah, minhyuk dengan suji. Akhirnya minhyuk mendekati suji juga. Selamat untuk kalian berdua” ucap minyoung.msemua orang menoleh ke arah suji dan minhyuk yang tengah berpegangan tangan.
” ahh .. Mereka juga berpeggangan tangan” ucap Sungjong.
” sudahlah, lebih baik kita diam, dan mulai memutar musik slow agar mereka bisa berdansa dengan pasangan masing-masing, kau juga berdansa denganku” ucap minyoung kekanak-anakkan sambil merangkul tangan Sungjong.
” baiklah, turun on the music” ucap Sungjong dan minyoung bersama dan musik terdengar.
Suji’s POV
” baiklah, turn on the music” ucap Sungjong dan minyoung bersamaan.
” minhyuk-ah, eottoke ? Aku tidak bisa berdansa.” ucapku panik.
” kau tidak bisa ? Aku juga” ucapnya sambil tersenyum.. Ahh dia juga lucu.
” aigoo .. Lalu bagaimana ini ?”
” kita tidak berdansa sendiri bukan ? Kita bisa meniru yang lain. Tenang saja, kau tidak perlu panik begitu” ucapnya sambil mengedipkan salaht satu matanya. Ah .. Sama presis yang di lakukan myungsoo padaku. Kenapa mereka melakukan hal yang sama kepadaku ? Myungsoo ? Ia bersama krystal rupanya. Aishh .. Dia benar-benar .. Tadi dia memuji,u cantik, tapi apa ? Dia lebih memilih krystal. Menyebalkan. Untung saja ada minhyuk.
” bagaimana jika kita mengamati jiyeon dan seungho saja ?! Mereka terlihat handal dalam berdansa” usulnya. Jiyeon ? Ahh .. Babo. Jiyeonkan pernah bilang Ia sedang mengikuti les dansa. Aishh .
” baiklah, bagaiman ini ?” tanyaku dengan wajah polos.
” babo, kita tetap berpeggangan tangan. Tanganmu yang bebas merangkul Bahuku, dan tangganku melingkar di pinggulnya, ara ?” jelas minhyuk. Babo ? Babo ? Kenapa dia sama seperti myungsoo lagi, suka menghina.
” baiklah, mari kita lakukan” ucapku sambil tersenyum dan mulai merangkul bahu minhyuk, sedangkan minhyuk melingkar kian tangannya ke pingganngku. Semoga dia tidak menyadari kalau aku sedikit gendut.
” wahh .. Sepertinya kau harus berolahraga suji-ah” usulnya. Omo ? Mereka saudara atau apa ? Kenapa sifatnya persisis seperti ini.
” arasso, tapi aku tidak bisa olahraga”
” aku akan membantumu” ucapnya. Omo.. Perasaan ini lagi .. Jantungku berdebar sangat cepat. Kenapa ini ? Aku suka siapa ? Myungsoo atau minhyuk ?
” aku peggang janjimu itu”
Entah sudah berapa lama aku dan minhyuk dengan posisi seperti ini. Dann jarak antara aku dan minhyuk sangat dekat. SANGAT. Bisa kulihat minhyuk tersenyum ketika aku melihatnya dengan tatapan panik.
” kau kenapa suji-ah ?” tanyanya masih tersenyum.
” aku ? Ahh aniyo ..”
” Ani, lalu kenapa kau terlihat sangat gugup ?” tanyanya lagi. Aku hanya diam. Tidak tau harus menjawab apa .
” tenang saja. Aku tidak akan menciummu sekarang” ucapnya sambil tersenyum jahil. Satu lagi, dia sama seperti myungsoo.
” mwo ? Ahh .. Kau hanya bercanda” ucapku pelan.
” tsk, tanganmu dingin suji-ah” ucapnya. Ahh .. Tanganku
” lalu bagaimana ini ?” tanyaku sambil medndongak untuk menatapnya.
” hemm .. Kau ingin mencoba ?”
” mencoba apa ?” tanyaku bingung.
” berputar ?”
” berputar ? Entahlah, tapi percaya padaku, high heelsku sangat tinggi. Aku tidak terbiasa menggunakan ini” ucapku
” lalu kenapa kau pakai ?”
” tentu saja aku harus memakai high heels sekarang. Apakah aku harus memakai sapatu boot dengan gaun ?” tanyaku
” gwancahana, pakai saja yang cocok denganmu, jangan pikirkan orang berkata apa” jelasnya.
” walaupun di tempat seperti ini ? Prom ?” tanyaku
” ne, be your self, right ? Doesn’t matter what people will say about you, just close your ears and be your self.” uncapnya menggunakan bahasa inggris. Kenapa harus Inggris ?
” artinya ?” tanyaku dengan muka polos. Minhyuk hanya menatapku, lalu menahan senyumnya.
” kau tau artinya suji-ah. Don’t lie” ucap minhyuk.
” i have no idea what you talking about” ucapku. Ahh .. Aku sering mendengar jiyeon mengucapkan kalimat ini, jika aku sedang berbicara asal.
” ck, kau bisa mengucapkan kata-kata itu, tapi kau tidak mengerti arti ucapan ku ?” tanya minhyuk masih tersenyum.
” aku sering mendengar kata-kata itu dari mulut jiyeon. Kalau jiyeon sedang bad mood dan kuganggu, dia akan berbicara seperti itu” jawabku dengan muka polos. Dia .. Minhyuk menahan senyumnya lagi .. Aishh..
” intinya. Jadilah dirimu sendiri. Tidak penting apa yang orang katakan, hanya tutup telingamu dan jadi dirimu sendiri. Begitu. Kau sekarang tau kan ?” tanyanya.
” of course.” ucapku sambil terseyum. minhyuk juga tersenyum Lebar dan mengacak-acak rambutku.
Myungsoo’s POV
Untuk sekian kalinya, aku menatap arah suji dan minhyuk. Mereka tampak nyaman dengan posisi mereka. Bahkan mereka jaga tertawa bahagia. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu, tapi apa itu ? Aku ingin tau.
Tiba-tiba minhyuk mengacak-acak rambut suji. Aku sangat penasaran dengan pembicaraan mereka. Suji-ah , apa kau tidak menyadari, jika aku sedang memperhatikanmu ?
Minhyuk, kau sungguh beruntung suji memilihmu., kau bergerak lebih cepat daripada aku. Kalau saja aku bergerak sedikit lebih cepat, maka yang sedang berdansa dengan suji itu bukan minhyuk, tapi aku. Kalau saja aku sedikit lebih cepat.
” myungsoo-ah, kau ingin berdansa dengan suji ?” tanya krystal
” ahh.. Ani” ucapku kembali menatap krystal
Krystal’s POV
Aku tidak tau, berapa kali myungsoo melihat ke arah suji. Suji tidak ada di hadapannya, yang ada di hadapannya sekarang aku, jung krystal, tapi kenapa myungsoo menganggap seolah aku tidak ada, hanya ada suji. Dia selalu melihat suji seakan Ia tidak mempunyai waktu lagi untuk melihat suji.
” myungsoo-ah, kau ingin berdansa dengan suji ?” tanyaku pelan.
” ahh.. Ani” ucapnya seraya menghadap padaku
” geure, kau sudah bosan berdansa ?” tanyaku.
” krystal, bisa bantu aku ??” tanya myungsoo dengan tatapan berharap.
” bantu apa ?”
” membuat suji cemburu” ucapnya. Mwo ?? Apa dia tidak mengerti perasaan ku sekarang. Aku juga cemburu. Sangat cemburu.
” membuat su.. Suji cem.. Buru ?” tanyaku lirih.
” ne, bagaimana ?”
” tentu saja” ucapku sambil tersenyum dipaksakan.
” baiklah, kau maju sedikit agar lebih dekat denganku” pintanya. Baiklah, aku ambil sisi positif dari ide gila ini. Aku bisa berdekatan dengan myungsoo.bsangat dekat. Aku maju satu langkah. Jarak antara aku dan myungsoo,, mmhh kira-kira 7 sentimeter.
” ahh .. Mian, jika aku merepotkanmu” ucap myungsoo lagi.
” gwancahana, bukankah aku sudah bilang jika aku akan membantumu” ucapku sambil tersenyum. Aku akan membantumu, jika hal itu ada sisi positif untukku.
” Gomawo” ucapnya datar. Kau harus tersenyum myungsoo-ah
Author’s POV
Dansa sudah berlangsung selama satu jam. Banyak pasangan yang memilih berhenti untuk berdansa. Hanya ada satu pasangan yang masih bertahan. Myungsoo dan krystal. Suji dan jiyeon duduk di pinggir aula melihat pasangan yang masih berdansa.
” tsk, kenapa mereka masih saja berdansa ?” tanya suji pada jiyeon.
” mollayo. Kenapa kau tidak menghampiri mereka dan bertanya ?” tanya balik jiyeon.
” kau gila ? Aku tidak berhak bertanya seperti itu.”
” terserah kau saja, siapa suruh menerima minhyuk ?!”
” kalau aku tidak menerimanya, aku bisa tidak mendapat pasangannya nanti” keluh suji sambil memainkan kakinya.
” kau tidak tau ? Myungsoo tadi menatapmu begitu kau menerima minhyuk, krystal menghampirinya dan begitulah”
” kenapa kau tidak bilang padaku tadi ?” tanya suji sambil menatap jiyeon.
” kenapa kau tidak bertanya kepadaku ?”
” mana aku tau dia menatapku” ucap suji lirih.
” baiklah, lain kali. Jika myungsoo menatapku, aku akan bilang padamu, bagaimana ?” usul jiyeon.
” usul mu itu terlambat,myungsoo sudah bersama krystal”
” hoh .. Terserah kau saja, akan mau ice-cream. Kau mau juga ?” tawar jiyeon pada suji.
” aniyo. Kau saja yang makan” ucap suji lirih, dan jiyeon hanya mengangguk dan mulai berjalan ke tempat ice-cream.
Suji’s POV
Kenapa mereka masih saja berdansa begitu ? Apa mereka tidak bosa ? Mereka terlihat bahagia. Sepertinya myungsoo menyukai krystal. Dia selalu menatap krystal, seperti tidak ingin krystal pergi darinya. Ahh menyebalkan sekali.
Ahh .. Barusan .. Barusan saja aku lihat, myungsoo menatapku. Hanya sebentar saja, dia langsung mengalihkan pasangannya. Ia tersenyum menatap krystal, lalu berbicara padanya, entah apa, aku juga tidak tau. Setelah itu krystal meletakkan kepalanya ke dada myungsoo. WHAT ?? APA AKU TIDAK SALAH LIAT ? APA YANG KRYSTAL DAN MYUNGSOO LAKUKAN .?aishh.. Menyebalkan.
” suji-ah, tolong pegang ice-cream coneku dulu, aku mau menemui seungho” ucap jiyeon sambil menatapnya. Aku tidak melihatnya, hanya menerima ice-creamnya saja.
Bagus,, mereka berdua benar-benar keterlaluan. Berpelukan di prom? Cuihh~ lebih baik mereka pergi dari sini, dan menyewa hotel terdekat. Puas ?? . Krystal juga, aku tau dia menyukai myungsoo, tapi dia tidak boleh memeluknya di depan murid di sini. Ahh memalukan. Myungsoo juga, pasti dia yang menyuruh krystal untuk memeluknya. Dua orang yang menyebalkan. Kenapa mereka masih berpelukan dengan percaya diri ?? Memuakkan. SUNGGUH MEMUAKKAN.
” suji-ah, kenapa kau meremas-remas ice-cream ku ? Apa salah ice-cream ku sampai kau berbuat begitu padanya ?” tanya jiyeon sambil mengambil ice-cream yang sudah hancur dari tanganku. Ahh Mian, ini semua gara-gara dua orang itu.
” mianhae, aku cuci tangan dulu” ucapku sambil berjalan menuju kamar mandi.
Krystal’s POV
Myungsoo menyuruhku untuk meletakkan kepalaku di bahunya, lalu memeluknya. Dengan senang hati kuikuti perintahnya. Ahh ini sangat menguntungkan bagiku. Kenapa harus suji yang di sukai myungsoo ? Aku benar-benar tidak rela.
” myungsoo-ah, sepertinya suji cemburu melihat kita.” ucapku. aku ingin tau apa reaksi myungsoo, begitu mendengar suji cemburu.
” dia cemburu ? Jinja ?” tanyanya seraya tersenyum.
” ohh.. Kau senang ?”
” tentu saja” ucapnya masih tersenyum. Keterlaluan.
” apakah dia sedang bersama jiyeon ?” tanya myungsoo lagi.
” Ani, dia berjalan ke arah kamar mandi” ucapku sambil memggeleng.
“‘ke kamar mandi ?”
” eumm.. Dia baru saja keluar”
Suji’s POV
Aku keluar dari kamar mandi. Dan dua orang itu masih berdansa ? Ahh .. Memuakkan, daripada aku melihat pemandangan menyebalkan itu, lebih baik aku pulang.
” jiyeon-ah, lebih baik aku pulang” ucapku pada jiyeon yang sedang makan ice-cream.
” kenapa ? Acaranya belum selesai.” ucapnya sambil menarik tanganku.
” aku sedang tidak enak badan” ucapku berbohong.
” begitu ? Bagaimana kalau kusuruh seungho mengantarmu pulang ?” usul jiyeon.
” gwancahana, aku bisa pulang sendiri” ucapku seraya berjalan ke arah pintu aula.
” baiklah, aku tidak akan memaksa. Hati-hati ya ?” teriak jiyeon.
Krystal’s POV
Kulihat suji keluar dari kamar mandi, lalu menatapku dan myungsoo. Ia berjalan peralihan ke arah jiyeon. Suji berkata pada jiyeon, entah apa. Lalu suji berjalan ke arah pintu aula,
” baiklah, aku tidak akan memaksa. Hati-hati ya ?” teriak jiyeon. Semua orang lalu menatap, jiyeon sadar, dan membungkuk meminta maaf. Suji pulang ?! Baguslah. Tidak ada dia di sini, aku tidak mau melihatnya lagi.
” kenapa jiyeon berteriak begitu ?” tanya myungsoo sambil mengendorkan pelukanya dan menatapku.
” molla” ucapku berbohong sambil menggelengkan kepala.
” lebih baik aku tanya pada jiyeon saja” ucapnya lalu pergi menuju jiyeon. Meninggalkanku sendiri. Aku tidak percaya ini?! Myungsoo meninggalkanku hanya untuk bertanya pada jiyeon ? Bertanya kenapa dia berteriak ? Hanya itu ?. Aku masih berdiri di tengah aula sambil menatap high heels. Padahal aku terlihat cantik malam ini, kenapa myungsoo tidak bisa menyukaiku ?
Auhtor’s POV
Myungsoo berjalan cepat ke arah jiyeon yang sedang makan ice-cream.
” kenapa kau berteriak ? Mana suji ?” tanya myungsoo langsung. Jiyeon kaget melihat myungsoo yang ada di hadapannya.
” kau sudah selesai berdansa ? Mana krystal ?” tanya jiyeon datar.
” aku tanya. Mana suji ?”
” kenapa kau bertanya tentang suji ?
” kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku ?” tanya myungsoo menatap jiyeon tajam.
” kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu ?” tanya jiyeon pura-pura bodoh.
” kenapa kau tidak mau menjawab ?”
” hoh .. Apa-apan ini ? Kau berdansa begitu mesra dengan krystal, setelah bosan kau mencari suji ? Tidak bisa dipercaya” ucap jiyeon sambil menggelengkan kepalanya.
” kau salah paham”
” aku ? Aniyo. Aku juga tidak perlu apa hubunganmu dengan krystal itu”
” terserah kau mau bilang apa, tapi mana suji ?”
” ahh.. Aku mau membantumu untuk menyimpan rahasiamu itu dari suji selama 3 tahun, tapi aku tidak mau bilang padamu di mana suji sekarang” ucap jiyeon sambil menatap myungsoo datar.
” dia bersama minhyuk ??” tanya myungsoo panik.
” mungkin ? Atau juga tidak ?”
” jiyeon-ah, jebal. Di mana suji sekarang ?”
” sudah kubilang, aku tidak mau memberi tahumu” ucap jiyeon sambil berkacak pinggang. Seungho datang dan duduk di samping jiyeon.
” aishh .. Aku tidak akan merepotkanmu lagi. Beritahu aku”  pinta myungsoo lagi.
” beritahu apa ?” tanya seungho polos sambil menatap myungsoo dan jiyeon bergantian.
” pacarmu yang pelit ini tidak mau bilang suji ada di mana.” ucap myungsoo sambil menunjuk jiyeon.
” ahh .. Suji ? Aku bertemu tadi dengannya, katanya dia mau pulang” ucap seungho polos. Jiyeon langsung membekap mulutnya.
” ya! Kenapa kau memberi tahunya ?” tanya jiyeon dengan berbisik.
” ahh .. Dia pulang ? Gomawo seungho-ah , dan kau jiyeon jelek” ucap myungsoo lalu berlari meninggalkan aula.
” ya. Kenapa kau memberitahu myungsoo ?” tanya jiyeon marah.
” ck, memangnya suji memberi tahumu untuk menyembunyikan hal ini dari myungsoo ?” tanya seungho sambil mengamb ice-cream jiyeon.
” tapi dari tadi myungsoo bersama krystal, lalu sekarang dia menanyakan suji? Ahh.. Semua namja memang begitu”
” ya.. Aku juga namja. Memangnya aku seperti itu ?” tanya seungho.
” kau hanya babo” ucap jiyeon meninggalkan seungho.
” mworago ??”
Suji’s POV
Aku duduk di halte bus, menunggu bus datang. Kenapa tidak ada yang datang? Aku sudah kedinginan dengan baju terbuka seperti ini. Babo kenapa aku tidak membawa jas tadi ? Seharusnya aku meminjam jas seungho tadi sewaktu di taman.
Hoh .. Mana busnya ? Aku mau pulang, aku mau cepat-cepat tidur, dan melupakan myungsoo. Mereka masih berdansa ? Tentu saja, mereka sangat menikmati itu. Berdansa, berpelukan dengan mesra di tengah aula sehingga membuat iri para yeoja dan namja yang lain. Kenapa myungsoo sangat menyebalkan ??
” NAMJA JELEK, MENYEBALKAN, MEMBENCIKAN, MEMUAKKAN, BODOH, JELEK, MENYEBALKAN, MEMBENCIKAN, MEMUAKKAN, BODOH,NJELEK, MENYEBALKAN, MEMBENCIKAN, MEMUAKKAN, BODOH, JELEK, MENYEBAL..” teriakku di tengah jalan, terhenti ketika mendengar suara.
” siapa namja itu ? Namja jelek, menyebalkan, membencikan, memuakkan, bodoh ?” tanya seorang namja, lalu Ia duduk di sampingku. Hoh.. Orang ini .. Kenapa dia ada di sini ??
” apa peduli mau ??” tanyaku sinis.
” aku hanya ingin tau. Cerewet, suaramu itu cempreng sekali. Kenapa kau mengulang-ulang perkataanmu terus ? Jelek, menyebalkan, membencikan, memuakkan, bodoh, lalu jelek lagi ? Begitu seterusnya. Kenapa ?”
” kau tidak perlu tau” ucapku masih sinis tanpa memandangnya.
” yahh .. Kau tidak boleh begitu”
” kenapa ? Dan, kenapa kau ada di sini ?” tanya memandangnya tajam.
” kenapa aku tidak boleh di sini ?” tanyanya balik.
Hoh.. Babo .. Aku tidak mau melihatmu. Aku berdiri dan berjalan menuju rumah, daripada menunggu bus dengan dia, lebih baik aku jalan pulang, lumayan untuk menurunkan berat badan. Olahraga gitu.
” kau mau Kemana ? Tanyanya sambil berjalan menyusulku.
” bukan urusanmu” ucapku memandang lurus ke depan.
” yahh.. Tidak baik yeoja seksi berjalan sendiri di tengah malam” jelasnya.
” sudah kubilang, itu bukan urusanmu”
” baiklah, aku akan diam” ucapnya sambil berjalan si sampingku.
” apa yang sedang kau lakukan ?” tanyaku memandangnya tajam.
” itu bukan urusanmu suji-ah”
” tidak lucu” ucapku sambil meniup-niup kedua telapak tanganku.
” kau kedinginan ?”
” bukan urusanmu” ucapku tanpa memandangnya.
” hoh ,, kenapa kau Marah padaku ? Apa salahku ?” tanyanya dengan wajah polos. Apa katanya ? Apa salahnya ? Berdansa dengan krystal. Itu salahnya.
” kau tidak perlu tau”
” sepertinya aku tau” ucapnya. Mwo ? Dia tau kalau aku cemburu melihatnya berdansa dan berpelukan dengan krystal ?
” kau cemburu, bukan ?” tanyanya sambil tersenyum jahil. Tuhkan ..
” Ani” ucapku datar.
” ani ? Ahh kau bohong”
” Ani” ucapku sambil menggosokan Kedua tepalak tanganku.
” ck .. Kau ini” ucapnya sambil melepaskan jasnya, dan memakaikan padaku.
” pakai ini, agar tubuhmu tidak terlalu terbuka” ucapnya sambil tersenyum.
” memangnya kenapa kalau tubuhku terlalu berbuka ?” tanyaku sinis.
” aishh .. Aku tidak suka. Sebenarnya suka, jika yang melihatnya  aku saja, tapi kalau orang lain juga ikut melihat, jelas aku tidak suka. Seenaknya saja melihat tubuh sexymu begitu saja” ucapnya sambil menatap ke depan. Aku tertawa kecil mendengarnya.
” siapa bilang tubuhku sexy ?”
” kau tidak tau kalau tubuhmu sexy ? Kau mempunyai S-line, seperti gitar Spanyol” ucapnya sambil menggerakkan tangannya menjadi bentuk gitar.
” aniyo” ucapku tertawa sambil memukul bahunya.
” ahh.. Kau tidak tau hal itu, karna kau tidak bisa melihat tubuhmu sendiri, orang lain yang menilainya, yakan ?” tanyanya meminta kepastian.
” jinja ?”
” tentu saja, jadi kau jangan menunjukkan tubuh sexy-mu, agar orang lain tidak dapat melihatnya”
” Arasso, kenapa kau mengikutiku myungsoo-ah ?” tanyaku.
” memangnya kenapa ?”
” Ani, aku sedang berjalan pulang. Bukannya kau membawa mobil ??” tanyaku heran. Myungsoo membulatkan matanya, sepertinya dia lupa.
” ahh .. Itu .. Gwanc .. Ani .. Ani.. Aku tidak membawa mobil” ucapnya sambil menggelengkan kepala.
” bukannya kau bilang, kau membawa mobil ?”
” aniyo, mungkin kau salah dengar ” jawabnya sambil menatapku.
” jinja ?”
” hemm . Kau jalan ke rumah ?” tanyanya lagi.
” sepertinya begitu, kau tidak lihat ? Sudah tidak ada bus”
” kau tidak membawa mobil ?”
” ani, appa tidak membolehkan. Tadi aku diantar” jelasku.
” begitu ?” tanya myungsoo lagi. Aishh .. Kakiku capek. Kutarik tangan myungsoo berjalan ke bangku yang ada di pinggir jalan.
” eh, kau mau apa ?” tanyanya.
” aku capek pakai high heels . Istirahat sebentar saja.” pintaku sambil melepas high heelsku dan memijat pelan Kakiku.
” sini, biar aku saja” ucapnya sambil memijat Kakiku.
” suji-ah, jangan pakai gaun di atas lutut lagi, ara ??” ucap myungsoo tanpa menatapku.
” kenapa ?” tanyaku bingung.
” jangan memamerkan kaki putihmu ke namja lain. Aku tidak suka”
” mworago ?”
” jangan memakai baju terlalu terbukanya dan gaun di atas lutut lagi. Ara ?”
” ahh .. Baiklah, jika aku ingat” ucapku tanpa menatapnya.
” kau harus ingat selalu, ara ?” ucapnya sambil menjitak kepalaku.
” arasso” ucapku sambil mengusap-usap pi
” bagaimana ? Kau mau jalan lagi ?” ucapnya. Ahh jalan lagi ?? Aku ingin di gendong sewaktu di lotte World itu.
” myungsoo-ah, aku masih capek, tapi ini sudah malam” ucapku dengan nada manja.
” jadi ?” tanyanya heran.
” jadiii.. Bukankah sudah jelas ??” tanyaku sedikit kesal.
” ahh Ituuuu ..” ucapku lagi.
” apanya ?” tanyanya sambil menatap sekeliling.
” aishh .. Sudahlah, padahal aku ingin digendong, tapi kau bodoh tidak mengerti maksudku” ucapku kesal sambil berjalan meninggalkan myungsoo.
Hoh .. Dia seharusnya tau maksudku, babo, babo, babo, myungsoo babo… Awas dia mengikuti aku lagi.. Aku Hajar dia.
” mau kugendong ?” tanyanya ramah.
” Ani” ucapku sinis tanpa menoleh kepadanya.
” suji-ah, jangan marah begitu, kugendong ya ??” tanya sambil menarik-narik jas yang kupakai.
” tsk, shireo. Kau kenapa mengikutiku ? Pergi sana!” pintaku
” shireo, ayolah.. Biarkan aku menggendongmu lagi, jebal”
” ahh, lebih baik jangan, gaunku terlalu mini, jangan, kau jangan memeggang Kakiku. ANDWAE” ucapku sambil menatap gaun yang kupakai.
” Ani, aku tidak bermaksud seperti itu, tenang saja., kugendong ya ?” ucapnya sambil berjongkok di depanku.
” baiklah, jika kau memaksa” ucapku datar, tapi tersenyum lebar. Arrghh akhirnya..
” aku naik” kataku sambil membiarkan myungsoo menggndongku.
” suji-ah, bukannya aku mau menghinamu agi, tapi kau bertambah berat” ucap myungsoo sambil berjalan menggendongku.
” jinja ? Ahh.. Padahal aku sudah lari”
” lari ? Berapa kilometer ?” tanyanya.
” aku lari di tempat” ucapku pelan.
” bagaimana kau bisa berkeringat kalau lari di tempat?”
” tentu saja bisa, walaupun hanya sedikit, tapi mengeluarkan keringanan ?” tanyaku balik sambil menatapnya dari samping.
” baiklah, tersera kau saja. Seharusnya setiap pagi kau lari berkeliling perumahan, lalu renang, itu baru sehat. Lari di tempat ? Olahraga macam apa itu ?” ujaranya.
” yang penting mengeluarkan keringat sudah cukup”
” baiklah, tapi semakin berat badanku bertambah, semakin malas untuk olah raga”
” arasso, kau cerewet sekali, tapi myungsoo-ah , kau terlihat pucat. Semenjak datang ke prom tadi kau sudah pucat. Aku lupa menanyakan padamu. Kau sakit ?” tanyaku
” Ani” ucapnya pelan.
akhirnya aku dan myungsoo diam. Berfikir, entah apa yang dipikirkannya. Aku hanya memikirkan masa depanku. Bagaimana dengan masa depanku besok ya ?
” myungsoo-ah , apa cita-citamu ?” tanyaku memecah keheningan. Hening. Tidak ada jawaban dari myungsoo.
” cita-cita ? Entahlah, aku belum memikirkannya” ujar sambil menggelengkan kepala.
” belum ? Kau ini bagaimana ?! Kau ingin jadi apa ?”
” molla, bagaimana dengan kau ?” tanyanya balik.
” aku ? Aku ingin jadi designer.” ucapkan sambil tersenyum kecil.
” designer ?” ulangnya.
” tentu. Aku suka membuat design baju, memadukan warna, aku suka hal yang berbau fashion”
” begitu ?”
” ne. Myungsoo-ah , kau harus memikirkan masa depanmu mulai sekarang. Sebentar lagi kita lulus, tapi kau belum punya tujuan mau jadi apa ?! Kau parah sekali”
” entah, tapi aku tertarik dengan dokter” ucapnya lirih.
” dokter ?”
” kenapa ?” tanyanya sambil membetulkan posisiku.
” aniyo, kau cocok jadi dokter, Kaukan pintar.”
” pintar juga tidak cukup suji-ah” ucapnya lirih.
” tidak cukup ? Lalu apa ?”
” sebuah kesempatan”
” kesempatan ? Kesempatan apa ?” tanyaku polos. Aku benar-benar bodoh.
” saat kau sudah pintar, akan kuberi tau”
” ya! Aku penasaran, beri tahu aku sekarang” ucapku sambil menggoyang-goyang badanku.
” tidak bisa, kalau kau sudah pintar, akan kuberi tahu”
” itu pasti masih lama” ucapku pelan
” makanya, kau rajin belajar”
” aku tidak suka belajar, aku tidak cocok belajar”
” kau hanya malas, kau harus mengubah kebiasaan jelekmu dan muka jelekmu itu” ucapnya sambil membenarkan posisiku lagi. Apa aku terlalu berat ?
” arasso, ohh .. Muka ? Aku sudah cantik”
” yeoja cantik banyak suji-ah, krystal juga catikkan ?” tanyanya. Kenapa jadi krystal ? Aishh.. Menyebalkan.
” kau benar. Yeoja cantik dan namja tampan juga banyak, tapi minhyuk imut” ujarku sambil tersenyum.
” kenapa jadi minhyuk ?” tanyanya kesal.
” kenapa ? Minhyuk kan imut ?!”
” tapi kenapa harus minhyuk ? Namja imut kan juga banyak”
” tapi aku ingatnya dengan minhyuk”
” aku tidak ingat”
” kaukan tidak mengenal Minhyuk ?” tanyaku heran.
” memang, tapi jangan mengungkit tentang minhyuk lagi, ara ?” pintanya sambil berbelok ke arah gang rumahku dan myungsoo.
” kau juga mengungkit-ungkit krystal” ucapku sinis.
” krystal ? Kau mengungkit minhyuk karna aku berbicara tentang krystal ?” tanya sambil berhenti di depan rumahku dan menurunkanku.
“  lalu kenapa ? Kenapa aku tidak boleh mengungkit minhyuk ??”
” ANDWAE. Aku tidak akan mengungkit krystal lagi, tapi kau juga tidak boleh mengungkit minhyuk, ara ?” ucapnya berdiri di hadapanku dan menatapku tajam. Hoh.. Kenapa aku dan myungsoo sangat dekat begini ? Jarak antara kita berdua. Sangat dekat. Hoh .. Jantungku .. Mulai berdetak kencang lagi.
” aku tanya padamu, apa kau mengerti ?” tanyanya sambil sedikit membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.
” memangnya kenapa aku tidak boleh berkata tentang minhyuk. Aku tidak akan memaksamu untuk berhenti mengungkit hal yang berkaitan dengan krystal. Kenapa minhyuk ?” tanyaku berusaha untuk tetap datar dan menatapnya. Myungsoo hanya diam menatapku tajam. Kenapa ?! Kenapa jantungku berdetak sangat kencang begini ?
-TBC-

22 thoughts on “Nado.. Saranghae *part 14*

  1. Omo tuh kan abang L emang selalu bisa romantis dengan caranya sendiri dan itu mebuat di semakin romantis suzy-ah kau membuatku iri
    author buat next chap hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s