Nado.. Saranghae *FINAL*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast :
  • Park jiyeon ( T-ARA )
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance, Comedy, and Sad
Length : Chapter
FINAL .. yyuhhuu ..
Suji’s POV
” memangnya kenapa aku tidak boleh berkata tentang minhyuk. Aku tidak akan memaksamu untuk berhenti mengungkit hal yang berkaitan dengan krystal. Kenapa minhyuk ?” tanyaku berusaha untuk tetap datar dan menatapnya. Myungsoo hanya diam menatapku tajam. Kenapa ?! Kenapa jantungku berdetak sangat kencang begini ?
” karna aku cemburu” ucapnya sambil menempelkan bibirnya ke bibirku dengan cepat. Omo ?? Apa yang dilakukan ? Aku harus apa ? Menutup mataku ? Mendorongnya menjauh dariku ? Aku harus apa ?! Aku hanya bisa diam dengan mata membulat dan membiarkan myungsoo menciumku.
Masih dengan menciumku, dia memelukku erat. Omo ? Semoga umma dan appa sedang di kamar , semoga juga tidak duduk di teras, jika mereka bertanya aku tidak tau harus menjawab apa .
Myungsoo melepaskan ciumannya dan menatapku lembut. Dia menangkup kepalaku.
” apa kau mengerti ?! Jangan berkata tentang minhyuk lagi, aku cemburu”  ucapnya lalu memelukku. Aku hanya diam. Lagi-lagi membiarkan dia memelukku.
” jelek, kau belum menjawabku” bisiknya
” ahh .. N ..ne, kau … Kau juga jangan berbicara tentang krystal lagi” ucapku gugup sambil tersenyum. Ingat. Aku dan myungsoo sudah berciuman. Aarrghhhh ..
” aku pegang janjiku” ucapnya sambul mengeratkan pelukannya.
” saranghae” ucapnya lirih di telingaku. Mwo ? Dia mencintaiku ? Bukan krystal ? Jinja ??
” jinja ?” tanyaku sambil tersenyum. Dia melepaskan pelukkannya.
” tentu saja, sudah, masuk sana. Jangan lupa mandi” ucapnya sambil mundur selangkah.
” baiklah, kau juga” ucapku sambil membalikkan badan, myungsoo menahan Bahuku. Aku menarapnya heran.
” sampai bertemu besok” ucapnya sambil mencium keningku sebentar.
” cepat, masuk” ucapnya sambil berjalan.naku masi menatapnya. Ia membalikkan badan, lalu tersenyum melihatku.
” cepat masuk, jangan tidur dulu, aku nanti akan menelfonmu” ucapnya sambil melambaikan tangan.
” kutunggu telfonmu” Balasku sedikit berteriak dan melambaikan tangan. Myungsoo tersenyum dan melanjutkan jalan ke rumahnya.
Aku masuk ke rumah, Ternyata appa sedang duduk membaca koran dan umma sedang duduk membaca majalah. Aku berjalan ke arah mereka . Lho ?? Kok koran sama Majalahnya ke balik ? Gimana cara bacanya ?
” appa, korannya kebalik” ucapku sambil duduk di sebelah umma.
” ahh .. Geure ?? Jinja ?? Ahh .. Mi .. Mian” ucap appa sedikit panik. Aneh.
” umma, Majalahnya juga ke balik. Appa sama umma kenapa sih ? Kota aneh gini ??” tanyaku.
” sini .. Aniyoo.. Ani” ucap appa dan umma serempak.
” Tuh kan .. Aneh.. Kenapa sih ?”
” sudah pulang ? Dengan siapa ? Myungsoo ? Kau digendong myungsoo ?” tanya umma bertubi-tubi. Tunggu ..
Myungsoo ?
” kok tau ? UMMA, APPA, TADI NGINTIP YA ? KOK NGINTIP SIH ?” tanyaku sambil berlari ke arah kamar. Malu..
 
Aku duduk di tepi ranjang. Memikirkan myungsoo. Dia menciumku. Arrghh… Eottoke ?? Eottoke ?? Ciuman pertamaku .. Di ambil Kim myungsoo. Kim myungsoo yang babo, tampan, menyebalkan, suka menghina. Benar-benar tidak bisa di percaya.
Aku memegang bibirku sambil tersenyum-senyum sendiri. Sejak kapan dia menyukaiku ? Pasti dia cemburu saat aku berdansa dengan minhyuk. Aku juga cemburu saat dia berdansa dan juga berpelukan dengan krystal.
Bagaimana ini ? Aku harus menelfon jiyeon. Arrghh .. Aku ambil handphoneku dan menelfon jiyeon.
” jiyeon-ah” ucapku sedikit teriak.
” aku dan myungsoo pulang bersama, karna tidak ada bus, kita berdua berjalan, aku memakai high heelskan ? Jadi dia menggendongku, setelah sampai di depan rumahku dia menyuhku untuk berhenti berbicara tentang minhyuk, dan .. Dann .. Dia menciumku , argghhh .. Eottoke ?? Jiyeon-ah,, bagaimana ini ??? Bagaimana ??” jelasku histeris.
 
Myungsoo’s POV
Aku berjalan ke arah rumahku. Ahh aku sudah gila. Aku menciumnya. Aku marah ketika dia mengatakan bahwa minhyuk imut dan dia hanya mengingat minhyuk, aku juga tidak sadar, jika aku menciumnya. Hoh ..
“ hyung” sahut zelo mengagetkanku. Dia tampak sangat gembira.
” wae ?” ucapku datar.
” kenapa wajahmu berubah begitu hyung ? Kau sedang bahagia, bukan ? tapi setelah melihatku, wajahmu berubah seperti itu”
” bahagia ? Ani” ucapku sambil masuk ke rumah.
” bukannya kau habis berciuman ?” tanya zelo sambil berjalan mendahuluiku. Dia tahu ? Dasar anak ini .. Kenapa dia selalu tahu ?.
” zelo-ah, sini kau”
” shireo” ucapnya sambil lari ke arah tangga. Kukejar dan kugeret anak nakal ini ke kamar.
” umma, appa .. Hyung berciuman” teriaknya dari dalam kamar,
” ya, diam” ucapku sambil menahan tawa.
” ahh.. Kau beruntung sekali hyung, tidak masuk selama berhari-hari, begitu masuk , eh ,, kau mencium yeoja. Suji noona lagi. Aku iri padamu hyung”
” tsk, kau belajar saja yang rajin”
” eumm .. Hyung, bisa ajari aku ?”
” apa ?” ucapku menatapnya.
” ajari aku berciuman, aku ingin mencium yeoja yang kusukai, jebal” ucapnya sambil memohon.
” mwo ? Yah, kau belum cukup umur untuk berciuman, sudah sana. Masuk kamar saja, dan jangan bilang umma dan appa, ara?” ancamku.
” buat apa aku memberitahu mereka, jika mereka sudah melihatnya sendiri” ucap zelo ringan. MWO ??
” apa kata mau ?” tanyaku.
” appa, umma, dan aku tadi mengintip kalian berciuman, dan ., eumm orang tua suji noona juga.”
” mwo ? Bagaimana kalian tau ?”
” molla, umma ditelfon ummanya suji noona, jadi begitu deh” ucap zelo sambil keluar dari kamar. Semuanya melihat ? Argghhh ciuman itu lama ..
” hyung.. Ini” ucap zelo sambil melempar handphonenya.
” kenapa ?” tanyaku heran.
” ada foto kalian berciuman, jika kau menginginkan versi lainnya, kau bisa meminta ke umma dan appa. Mereka punya versi yang lebih bagus. Appa duluan yang punya ide, aku hanya meniru” ucapnya cepat-cepat keluar dari kamar.
Mwo ? Semuanya ? Mereka memfoto suji dan aku sedang berciuman ? Tidak bisa dipercaya. Ahh.. Kalau gini caranya, bagaimana aku bisa menjemput suji besok ?! Menatap orang tuanya yang melihat anak gadisnya berciuman denganku ?! Arrghh .. Molla, aku tetap menjemput suji, tapi .. Mereka ? … Arrghh .. Lebih baik aku mandi, lalu menelfon suji.
 
Suji’s POV
Aku sudah selesai mandi, hanya menunggu telfon dari myungsoo. Aku berbaring di ranjang sambil memegang handphoneku. Menunggu telfon sambil meningkat ciuman itu .. Arrghh .. Dan handphoneku berdering. Myungsoo. Akhirnya..
” yeoboseyo ??” ucapku.
Auhtor’s POV
” yeoboseyo ??” ucap suji pelan.
” yeoboseyo ?? ” ucap myungsoo
” kau sedang apa ?” tanya myungsoo.
” aku sedang tidur-tidur di ranjang, kau ?”
” eumm sama , aku juga”
” myungsoo-ah,” ucap suji lirih.
” wae ?? Kau ingin tidur ?”
” Ani,tapi .. Umma dan appaku”  ujar suji pelan.
” kenapa dengan mereka ?”
” melihat kita berciuman” ucap suji pelan.
” apa ?” tanya myungsoo pura-pura tidak dengar.
” melihat kita berciuman” ucap suji bertambah pelan.
” melihat kita apa ? Membuat anak ?!” tanya myungsoo
” YA! Jangan bahas itu lagi, kau menyebalkan”
” baiklah, gwancahana, orang tuaku dan zelo lebih parah suji-ah”  Ujar myungsoo.
” memangnya zelo kenapa ? Argghhh .. Aku sudah lama tidak melihatnya. Dia juga imut.. Arrghh zelo-ah” ucap suji bersemangat.
” YA! Kenapa kau bilang zelo imut ? Dia jelek”
” ANIYO, dia sangat imut. Kau harus mengakuinya myungsoo-ah”  ucap suji sedikit emosi.
” tsk, baiklah, tapi boneka imutmu itu memfoto kita berdua yang sedang berciuman” ujar myungsoo.
” MWO ?MWORAGO ? Zelo ?? Besok aku akan memarahinya” ujar suji bersemangat.
” arrghh tidak usah, aku sudah menghajarnya”
” myungsoo-ah, kau tidak boleh menghajar zeloku yang imut itu, ara ?”
” dia bukan anak kecil lagi suji-ah, dia sudah besar. Harus dibereskan masalah seperti ini” jelas myungsoo.
” tapi aku tetap tidak suka, kalau kau memarahi zelo. Dia terlalu imut untuk dimarahi. Ara ?”
” tapi dia harus dimarahi” ujar myungsoo lagi.
” aku tidak mau dengar penjelasanmu. Lebih baik tutup saja telfonnya, awas kalau kau memarahi zelo lagi. Aku akan memarahi mau, ara ?” ucap suji lalu mematikan sambungan.
” suji.. Suji-ah.. Yeoboseyo ? Yeoboseyo ? Suji .. Arrghh gara-gara boneka imut zelo itu. Aishh” ucap myungsoo kesal sambil mengacak-acak rambutnya.
Auhtor’s POV
Sementara myungsoo sedang kesal karna suji selalu membela zelo. Zelo sedang dimarahi orang tuanya di ruang keluarga.
” zelo-ah, kau jangan mengganggu suji lagi, ara ?” ucap appanya.
” aku tidak pernah mengganggu suji noona” ucap zelo sambil duduk di sofa.
” ,tapi suji lebih sayang kepadamu daripada myungsoo, ANDWAE” ucap umma sambil duduk di samping zelo.
” kalau itu aku juga tidak tau, tapi kenapa aku yang dimarahin ?” tanya zelo sambil menatap appa dan ummanya bergantian.
” tetap saja. Kau jangan dekat-dekat suji lagi, ara ?” pinta appanya.
” eumm,, kalau suji noona yang mendekatiku, bagaimana ?”
” kau langsung pergi, biarkan hyungmu dan suji berduan, ara ?” tanya ummanya.
” eumm akan kucoba” ucap zelo seraya berlari ke kamarnya.
Tadi zelo, appa, dan ummanya menguping pembicaraan myungsoo dan suji. Yang mempunyai ide adalah appanya. Mereka diam-diam mengamati pergerakan anak sulungnya itu. Mereka senang myungsoo dan suji bisa berdekatan, selama ini mereka saling bermusuhan, lebih tepatnya myungsoo yang selalu mencari gara-gara. Sedangkan zelo. Zelo adalah namja yang sangat banget imut, dia selalu membantu hyungnya itu agar dekat dengan suji, tapi hyungnya saja yang tidak memanfaatkan situasi.
Pernah zelo mengajak suji dan myungsoo piknik, setelah mereka piknik myungsoo malah menghina suji habis-habisan, dan membuat suji menangis, akhirnya suji memutuskan untuk pulang. Dan begitulah, piknik berantakan.
” apanya ? Tidak mungkin suji noona suka padaku ?, aku hanya dianggap dongsaengnya saja. Menurut pengamatanku suji noona itu suka hyung”
Zelo’ POV
Aku berbaring di ranjangku. Berfikir. Mereka menjadi dekat sehabis.. Sehabis pulang dari lotte World itu. Aku tidak tau pasti apa yang mereka lakukan, tapi melihat foto hyung yang menggendong noona, hyung yang memakai bando telinga konyol itu, sepertinya hyungnya sudah sangat berhasil mengambil hati noona.
Mereka pasangan yang cocok, tapi .. Hal itu .. Hal yang tidak diketahui noona. Aku ingin sekali memberi tahu noona, tapi hyung tidak membolehkan. Hyung benar-benar babo, kalau aku jadi hyung, pasti aku memberitahu noona. Hal itu .. Semoga noona bisa mengetahuinya sebelum terlambat.
6 tahun ? Bayangkan, sudah 6 tahun hyung membodohi noona, hyung benar-benar pembohong yang hebat. Bagaimana dia bisa menyimpan hal itu selama 6 tahun ?! Kalau itu terjadi padaku, aku pasti akan memberitahu kenyataannya. Myungsoo hyung, babo, jinja babo.
Suji’s POV
Aku sudah duduk manis di depan teras, untuk sekian kalinya kutenggokan kepalaku menatap jalanan rumah. Mana sih ? Katanya mau jemput ?!
” suji-ah, kau menunggu myungsoo ??” tanya umma yang berdiri di depan pintu.
” kenapa kau tidak menelfonnya ?” tanya appa yang sedang berdiri di belakang umma.
” aniyo, sebentar lagi dia juga datang” ucapku pelan. Memalukan sekali. itu dia, myungsoo. Dia sedang berjalan menuju rumahku, ketika berhenti di depan rumah Ia kaget melihat umma dan appa.
” annyeong haseyo” sapa myungsoo sambil tersenyum. Ck, kaku sekali..
” annyeong myungsoo-ah, mau jemput suji ?” tanya appa.
” ne” jawab myungsoo sambil tersenyum. Aku berdiri dan berjalan ke arah myungsoo.
” umma, appa, aku berangkat dulu ya ?”
” baiklah, hati-hati, dan myungsoo, tolong jaga suji ya ?” pinta umma sambil menutup pagar.
” umma,, jangan gituu.. Temani appa saja” ucapku sambil mendorong umma masuk. Kenapa myungsoo harus menjagaku ? Akukan sudah besar.
Aku dan myungsoo berjalan menuju halte bus. Kita hanya berdiam diri sambil bergandengan tangan. Apa yang harus kukatan ?! Ini sangat canggung.
” myungsoo-ah, mana zelo ?” tanyaku sambil menatapnya.
” kenapa kau mencarinya ?”
” Ani, biasanyakan kalian berangkat bersama”
” itu dulu, sekarang aku berangkat bersamamu” ucapnya sambil tersenyum. Ahh toooo tuuiiittt ~ (?)
” gwancahana, kau bisa mengajaknya.”
” tsk, lebih baik jangan. Dia hanya akan mengganggu” ujarnya sambil menatapku.
” mengganggu apa ?” tanyaku pura-pura bodoh.
” babo, tentu saja mengganggu kemesraan kita berdua” ucapnya sambil menjitakku.
” apanya ? Kemesraan kita berdua yang seperti apa ?”
” saat kau kugendong, saat kita membuat anak, saat kau menciumku, dan saat aku menciummu. Bukankah itu mesra?
” tanyanya sambil menatapku. Hoaahh .. Dia sukses membuatku malu.
” aniyo, itu tidak mesra” ucap sambil berjalan cepat meninggalkan myungsoo.
” itu tidak mesra ? Baiklah, mari kita ulangi lagi dengan lebih mesra ??” pintanya, diakhiri dengan tatapan jahil dan dia menggigit bibir bawahnya.
” SHIREO” teriakku sambil berlari. Apan-apaan dia ?
” ayolah, kita ulangi sekali lagi. Aku jamin kali ini lebih mesra. Bagaimana ?” tanya sambil sambil berlari menyusulku. Aku cepat-cepat masuk ke dalam bus, myungsoo juga.
” bagaimana ? Kenapa hanya diam saja ?” tanya sambil duduk di sampingku. Aku menoleh ke arah jalan. Ahh..aku yakin mukaku merah sekarang.
” baiklah, kita jangan lakukan semua, pilih satu.” usulnya. Aku menatapnya heran. Apa maksudnya ?
” maksudmu ?” tanyaku heran.
” kau mau mengulang yang mana ?! Jangan semuanya. Pilih salah satu saja. Kau mau yang mana ?!” tanyanya sambil menatapku. Hooahh .. Masih sama. Menyebalkan.
” yang mana ? Kau kugendong ? Saat kita membuat anak ? Saat kau menciumku, atau saat aku menciummu. Kau saja yang pilih” ucapnya lagi. Aku hanya diam sambil menutup telingaku. Jangan dengarkan celotehan dia lagi, benar-benar gila. Dia sudah gila.
Aku turun dari bus dan berlari menuju sekolah, myungsoo mengikutiku dari belakang.
” arasso, aku tidak akan menggodamu lagi. Tunggu aku suji-ah” ucapnya sambil menarik tanganku.
” Ahh.. Kau selalu saja bilang seperti itu, tapi tetap saja kau menggodaku” ucapku sambil masuk ke sekolah.
” Ani, itu yang terakhir kali aku menggodamu” ucapnya dengan sungguh-sungguh.
” jinja ? Ini yang terakhir kali ?” tanyaku memastikan.
” tentu saja. Aku tidak akan menggodamu lagi, menghinamu lagi, dan juga bertengkar denganmu lagi”
” tapi kenapa ?”
” bukankah itu yang kau inginkan ?” tanya myungsoo balik sambil tersenyum kecil.. Kenapa dengan dia ? Aku baru menyadari kalau wajahnya pucat..
” myungsoo-ah, kau sudah sarapan ?” tanyaku sambil memeggang dahinya.
” tentu saja.. Memangnya kenapa ?”
” kau sangat pucat ..” ujarku. Dia terlihat kaget.
” ji.. Jin. jinjayo ?” tanyanya..
” hem .. Kau juga terlihat kurus” ucapku sambil tersenyum kecil.
” begitu ? Baiklah, aku akan banyak makan mulai sekarang. Kau juga. Jaga kesehatanmu. Ara ?” pintanya
” tentu saja”
” baiklah, cepat sana masuk kelas” ucapnya sambil melambaikan tangan. Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tangan. Ada apa dengan dia ??
Aku berjalan ke arah kelasku. Ternyata jiyeon sudah datang. Aku duduk di sampingnya. Dan menatapnya sambil tersenyum lebar.
” kau sangat bahagia suji-ah.. Ahh aku tidak menyangka hal ini. Kau dengan myungsoo .. Kalian berciuman.. Dia menggendongmu pulang ? Tidak bisa dipercaya. Tunggu .. Menggendongmu pulang ? Menggendong ? Bukan mengantarkan mau dengan mobil ?” tanya jiyeon.
” dia menggendongku pulang. Dia bilang dia tidak membawa mobil” ucapku datar.
” dia membawa mobil semacam. Seungho melihatnya .. Mungkin mobil merah yang ada di halaman itu. Tadi pagi aku melihat mobil merah di halaman sekolah. Mungkin itu mobil myungsoo” jelas jiyeon. Mwo ?
” jinja ?”
” ne, wahh . Dia romantis sekali.. Rela menggendongmu yang berat ini, padahal dia bisa mengantarkanmu dengan mobil. Kau beruntung suji-ah” ucapnya bersemangat.
” kenapa dia berbohong ?” tanyaku polos.
” tentu saja agar bisa mendekatimu, lebih dekat itu baik, bukan ? Ahh.. Aku lupa bilang, begitu kau pulang, dia langsung berlari kepadaku, dan menanyakan keberadaanmu” jelasnya lagi.
” lalu bagaimana ?”
” tentu saja aku tidak memberitahunya, dia terus memaksaku, tapi akhirnya seungho datang dan memberitahu myungsoo” jelasnya lagi untuk yang kesekian kali.
” lalu krystal ?”
” dia ? Dia … Aku tidak memikirkan tentangnya. Mungkin dia .. Menangis ?” ujar jiyeon. Ahh begitu. Kulihat park songsaengnim sudah ada di depan kelas, pelajaran pun dimulai …
Author’s POV
Sudah satu Minggu berlalu. Dan sudah satu minggu Myungsoo tidak masuk sekolah, tidak ada yang tau myungsoo Kemana. Suji sudah mencari ke rumahnya, tapi rumah itu kosong, dia juga sudah menelfon myungsoo berulang kali, tapi handphonenya tidak aktif, dia juga coba menghubungi zelo, tetap saja, zelo tidak mengangkat.
Suji sedang duduk di bangkunya. Seharusnya Ia jajan di kantin, tapi Ia hanya melamun, dia sudah tidak bertemu dengan myungsoo selama seminggu ini. Jiyeon masuk ke kelas dan duduk di samping suji.
” sudahlah, nanti dia juga masuk” ucap jiyeon.
” tapi kapan ? Dia selalu begini. Menghilang tanpa memberi kabar”
” aku juga tidak tau, suji-ah, aku mau menyakan sesuatu kepadamu” ujar jiyeon. Suji menghadap ke arah jiyeon. ” apa ? Kau mau menanyakan apa ?” tanya suji lirih.
” kau tau kalau myungsoo sakit ?” tanya jiyeon hati-hati. Suji membulatkan mata, Ia terlihat kaget.
” SAKIT ?”
” kau belum tau ?” tanya jiyeon sambil tersenyum pahit.
” sakit apa ?” tanya suji lirih.
Suji’s POV
” leukemia”
” MWO ?  SEJAK KAPAN ? BAGAIMANA KAU BISA TAHU  ? KENAPA KAU BARU MEMBERITAHUKU SEKARANG ?” tanya suji panik.
” tenanglah. Aku tau sudah lama, waktu kita kelas 1.  Aku melihat myungsoo sedang menahan sakit perutnya di taman belakang sekolah, aku mendekatinya, wajahnya sangat pucat. Waktu itu aku tidak tau dia sakit apa. Lalu aku membantunya. Aku antar dia ke rumah sakit, dokter bilang, myungsoo sakit leukemia dan Ternyata dia sudah menderita penyakit itu sejak kelas satu SMP. Kenapa aku tidak pernah memberi tahumu ? Itu karna myungsoo melarangku. Aku sudah tidak tahan, dan sekarang aku putuskan untuk memberi tahumu” jelas jiyeon.
” mwo ? 6 tahun ? Dia benar-benar pintar berbohong, dan dia juga jago akting, dia tidak memberitahuku. Lebih baik aku pulang sekarang” ucapku sambil memakai tas dan keluar kelas.
” kau yakin ?” tanya jiyeon. Aku hanya mengangguk.
Aku sampai di rumah. Tidak ada orang di rumah. Appa sama umma Kemana? Aku langsung berlari ke rumah myungsoo, pintunya terbuka. Aku masuk tanpa permisi dan Ternyata zelo masih berseragam keluar dari kamar myungsoo, mukanya terlihat panik.
” zelo-ah, mana hyungmu itu ?” tanyaku. Zelo menoleh kaget. Aku lalu menghampirinya.
” noona,, noona sudah pulang ??” ucapnya pelan sambil menunjukku.
” mana hyungmu ? Kenapa kau juga tidak memberitahuku tentang penyakitnya itu ? Wae ?”
” noona sudah tau ? Kapan ?”
” baru saja. Kau juga pandai berbohong, sama seperti hyungmu itu” ucku sambil menahan amarah.
” noona tau dari mana ?”
” tsk, itu tidak penting. Mana hyung babomu itu ? Dia di rumah sakit ? Kau mau ke sana ? Aku ikut” ucapku.
” noona, andwaeyo” ucapnya lirih.
” andwae ? Waeyo ?”
” myungsoo hyung tidak akan membolehkan noona ..” ucapan zelo terhenti karna ada yang menelfonnya. Dia mengangkat telfon itu.
” appa, Waeyo ? Aku di rumah, sedang mengambil kamera hyung .. MWO ? JINJA ?” ucap zelo kaget. Ada apa ? Kenapa ?
” hyunggg … Wae ?? Wae ??” ucapnya terduduk dan mulai menangis.
” myungsoo kenapa ?? Apa yang appamu bilang ?? Katakan” ucapku memaksa.
” noona.. Hyung .. Myungsoo hyung ..” ucapnya sambil menangis.
” kenapa dengan myungsoo. Jawab zelo-ah”
” hyung meninggal noona.. Eottoke ?? Myungsoo hyung..Hyungku..hyunggg” ucap zelo disela-sela tangisannya.. Apa ? Myungsoo meninggal ? Jinja ?
” kau jangan berbohong zelo-ah, tidak mungkin” ucapku mulai menangis.
” aniyo.. Noona. Eottoke ?”
” cepat, ayo kita ke rumah sakit” ucapku sambil menarik tangannya. aku dan zelo memutuskan memakai mobil myungsoo.
Di perjalanan zelo selalu menangis dan menyakan, ‘apa yang harus dia lakukan?’ ‘hyungnya sudah meninggalkannya’ , sedangkan aku hanya melihat ke arah jendela sambil menggenggam tangganku erat. Aku sangat merindukkannya.. Sangat, tapi myungsoo dia.. Eottoke ??
Akhirnya aku dan zelo sampai di rumah sakit. Zelo langsung berlari ke arah kamar myungsoo, aku mengikutinya dari belakang. Zelo berhenti di sebuah kamar. Appa dan umma myungsoo ada di luar kamar sambil menangis. Umma myungsoo menangis histeris, sedangkan appa myungsoo menenangkan.
” suji.. Kau di sini ?” tanya suara yeoja. Suara ummaku. Aku berputar. Ternyata umma dan appa ada di sini. Mereka tau tentang myungsoo ??
” umma, aku mau masuk” ucapku sambil mengusap air mataku. Umma hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. Mata umma sudah merah dan berair.
Aku masuk ke kamar myungsoo dengan zelo di belakangku. Aku melihat jasad myungsoo yang terbaring di ranjang. Aku berjalan mendekatinya.
” myungsoo-ah” ucapku dengan suara serak. Hening. Hanya ada suara tangisku dan zelo.
” myungsoo-ah, bangun, bangunlah. Kenapa kau seperti ini ?? Tidak masuk sekolah berhari-hari , membuatku khawatir. Waeyo ??” tanyaku sambil duduk di kursi yang ada di samping ranjangnya.
” hyung .. Ada suji noona. Bangunlah .. Jebal” ucap zelo sambil terisak.
” benar, aku ada di sini. Bangunlah .. Kenapa kau seperti ini ?” tanyaku sambil menangkup wajahnya yan pucat.
” kau bilang, kau akan makan lebih banyak, tapi kenapa kau jadi lebih kurus dan pucat ? Kau harus istirahat” ucapku sambil terisak.
” noona” ucap zelo pelan sambil berjalan ke arahku, lalu memegang Bahuku, aku menatap zelo.
” zelo-ah , ANDWAE” ucapku sambil memeluk zelo.
” kenapa myungsoo merahasiakan ini dariku ? Kenapa harus myungsoo ? Waeyo ? Myungsoo .. Jangan seperti ini” ucapku sambil menangis di pelukan zelo
” sudah noona, kita relakan hyung.. Aku .. Aku akan coba menerimanya .. Akan kucoba” ucapnya sambil menangis.
Aku menoleh ke arah myungsoo yang berbaring di ranjang. Sebentar saja, sekali ini saja, aku ingin melihat wajahnya.. Untuk yang terakhir kalinya. Setelah ini, aku tidak bisa melihatnya lagi, bertengkar dengannya lagi, digendongya lagi, tidak pernah dihinanya lagi, tidak bisa melihat senyumnya, tidak bisa mendengar suaranya lagi, tidak akan pernah.. Karna myungsoo telah tiada. Benar, aku harus mencoba untuk menerimanya, walaupun itu sangat sulit, tetap harus kucoba.
Keesokan harinya, jasad myungsoo dimakamkan. Umma myungsoo pingsan saat proses pemakaman. Dan aku .. Aku berusaha tetap tegar. Jiyeon memegang pundaku sambil menangis.
” sudahlah suji-ah , jangan menangis” ucap jiyeon sambil memangis.
” bagaimana aku bisa berhenti menangis jiyeon-ah ?” tanyaku.
” suji-ah, kau harus tegar” ujar krystal sambil memelukku.
” krystal,.. Mian” ucapku.
” Waeyo ? Kau sangat beruntung menjadi yeoja yang dicintai myungsoo” ucapnya sambil melepaskan pelukkannya dan mengusap air mataku.
” jadi, kau harus tegar, ara ?” ucapnya sambil memaksakan senyuman kecil lalu pergi meninggalkan pemakaman.
” noona, aku ingin kau ikut denganku” pinta zelo yang sedari tadi di belakangku. aku berputar ke arahnya.
” kau mau Kemana ?” tanyaku
” ke sesuatu tempat, Kkaja” ucapnya sambil menarik tanganku pelan. Aku mengangguk pelan.
” jiyeon-ah, aku pulang” pamitku, dia hanya tersenyum kecil. Dan kulihat Ia mulai menangis lagi diperlukan seungho. Sungyeol dan Seungho juga terlihat terpukul.
Aku masuk ke dalam mobil. Mobil merah myungsoo, aku tersenyum mengingat saat dia berbohong tentang mobil ini, dia sangat pandai berbohong. Selama perjalanan, aku dan zelo hanya diam. Aku menoleh ke arah zelo yang sedang menyetir, mukanya terlihat pucat, kurang tidur, dan terlalu banyak menangis.
Dia pasti sangat sedih. Hyungnya satu-satunya, hyung kebanggaannya, hyung sekaligus teman baginya, hyung yang menjadi panutan baginya, dan sekarang hyung itu sudah tidak ada, pergi meninggalkannya sendiri. Aku teringat saat zelo berkata padaku ingin seperti hyungnya, waktu itu aku berfikir agar zelo sadar, tetapi yang Seharusnya sadar itu aku, yahh aku. Aku tidak pernah sadar jika myungsoo telah setia mencintaiku selama 6 tahun. aku sadar sekarang, tapi percuma, percuma aku sadar, jika namja yang telah mencintaiku selamat 6 tahun kini sudah tidak ada. Bodohnya aku.. Sangat bodoh..
Tempat yang di maksud zelo adalah rumahnya sendiri. Aku masuk ke rumah itu. Zelo menarik tanganku menuju kamar myungsoo, dia membuka pintu kamar myungsoo.
” noona, masuklah” ucapnya sambil tersenyum lirih.
” aku ? Tapi myungsoo ..” ucapku. Myungsoo tidak pernah membiarkan aku masuk kamarnya.
” gwancahana, aku sekarang yang berkuasa tentang kamar ini, dan setelah melihat kamar Hyung, tolong putar kaset ini, di dalam ada dvd. Ini dari hyung sendiri” ucapnya sambil menyerahkan sebuah kaset. Aku menerimanya lalu masuk ke kamar myungsoo.
Aku .. Aku berjalan ke arah dinding yang tertempel puluhan foto. Foto.. Puluhan foto itu.. Aku melihat ke atas, ada judul yang tertempel di atasnya ‘ Bae Suji’
” Bae suji” ucapku serak. Judul dari puluhan foto itu Ternyata Bae suji. Aku tersenyum melihatnya. Jadi ini alasannya .. Selain pembohong yang hebat, dia juga pandai menyimpan rahasia.
Aku mulai mengamati foto-foto itu dengan mata berkaca-kaca, suji-ah, kau harus tegar, jangan menangis lagi.
Tanyaku menyentuh selembar foto. Fotoku saat MOS SMP. Aku terlihat cupu di foto itu. Dengan seragam dimasukkan rapi, rambut diarai, dan juga kancing baju sampai leher. Dia memfoto ini ? Kenapa aku saat jelek ?
Lalu, foto selanjutnya. Fotoku saat MOS SMA. Aku sedang mengelap keringat dengan tanganku sendiri. Aku ingat ini, ini saat aku di hukum sunbae saat MOS, saat minhyuk menolongku, tapi myungsoo .. Dia .. Tanpa Kusadari … aku mulai meneteskan air mata lagi.
Selanjutnya, foto saat aku menulis soal di buku tulis. Aku terlihat sangat rajin. Waktu itu. Ada tulisan di atasnya ‘belajar yang rajin, agar tidak terus saja bodoh’ . Fotoku dan jiyeon yang sedang tertawa, aku terlihat bahagia di foto ini. Bagaimana dia bisa melakukan hal seperti ini ??!
Tanganku berhenti di selembar foto. Aku amati foto ini. Saat aku membuat roti untuk zelo dan myungsoo, walaupun rotinya sedikit gosong. Saat itu aku sudah berusaha, tapi tetap saja begitu.
Foto saat aku memakai celemek, di sampingku ada bibi. Ini saat aku membuat bubur untuk myungsoo. Ternyata Ia turun untuk melihatku memasak, tapi kenapa dia tetap menghinamu ? Seharusnya Ia memujiku.
” Kim myungsoo.. Kau benar-benar babo” ucapku lirih sambil menangis.
Lalu, foto saat aku berada di pintu masuk lotte World. Aku tersenyum lebar sambil memperlihatkan gigiku dan tanganku membentuk ‘peace’. Baru kusadari, gigiku tidak kuning seperti ucapan myungsoo, gigiku putih bersih. Diaa.. Kim myungsoo.
Dan juga 2 fotoku dan myungsoo. Aku merangkul tangan myungsoo sambil tersenyum lebar dan membentuk ‘peace’, foto satunya lagi sama saja, hanya aku memonopoli bukan bibirku, dan myungsoo .. Dia tersenyum lebar sambil menatapku, hanya menatapku. Dia terlihat bahagia.
Dan fotoku saat di perahu bersama anak kecil. Bukannya saat di perahu itu dia berbicara dengan sulli ?? Dia masih memperhatikanku ??
Dan ada foto myungsoo bersama dengan Sulli. Aku ingat ini, ini saat sulli berfoto dengan myungsoo di toko baju, tapi myungsoo mencoret wajah sulli dan Melingkari yeoja yang di belakang mereka, itu aku. Terlihat kesal sambil membawa kaos pink.
Aku tersenyum melihat 2 foto ini lagi. Ingatanku kembali saat di toko ice-cream, saat bebarapa murid SMP mengira aku dan myungsoo sepasang kekasih. Saat itu myungsoo sedang menggendongku. Saat aku mencium pipi myungsoo, waktu itu aku sangat malu, tapi sekarang aku tidak bisa mencium pipinya lagi. Tidak akan bisa.
Foto ini agak gelap, mungkin di ambil di malam hari. Di foto itu aku sedang tertidur dilekukkan myungsoo. Aku dan myungsoo mengenakan bando telinga itu. Dan selanjutnya, masih sama, hanya saja ada zelo yang duduk di samping myungsoo sambil tersenyum lebar. Ternyata dia .. Hoh .. Hyung sama dongsaeng tidak ada beda.
Aku mengusap air mataku, selanjutnya .. Fotonya sangat gelap, tapi aku tau itu kapan di ambil. Saat myungsoo menciumku. Aku bisa melihat, myungsoo menciumku sambil memelukku, sedangkan aku, aku hanya diam seperti orang bodoh..
Kakiku lemas, aku duduk di bawah Katsura Myungsoo. Wae ?? Kenapa myungsoo harus meninggal ?? Kenapa Ia meninggal saat aku mulai mengenalnya ?? Ini tidak adil bagiku.
Aku berdiri ke arah dvd, dan memutar CD yang diberikan zelo tadi. Aku kembali duduk di bawah ranjang myungsoo sambil membawa sebuah bantal. Putih, hanya dinding putih yang ada di video itu, tiba-tiba wajah myungsoo muncul sa,bil tersenyum kecil, Ia terlihat pucat dan kurus.
Ia melambaikan tangan ke arah kamera. ” suji-ah, bagaimana kabarmu hari ini? Sehat ? Aku minta kau menjaga kesehatanmu, jangan seperti aku, lihat aku sekarang, pucat dan kurus. Ne, aku menderita leukemia. Mian karna aku tidak memberi tahumu, tapi jika aku memberitahumu , apakah kau akan peduli denganku ?? Kita selalu bertengkar bukan ?? Jadi aku putuskan untuk tidak memberi tahumu. Aku menderita penyakit ini sejak kelas satu SMP, aku juga tidak tau kenapa aku bisa terkena penyakit ini, sekarang aku sudah kelas tiga SMA. 6 tahun .. 6 tahun lamanya aku bertahan dengan penyakit ini, dan sudah 6 tahun lamanya aku mencintaimu. Aku hanya namja bodoh yang mencintai yeoja selama 6 tahun, tanpa berani mengungkapkan perasaanku padamu. Jika aku mengungkapkan perasannya padamu sewaktu kita kelas satu SMP,apakah, kau akan menerimaku ? Tidak. Kelas dua SMP ? Tidak.. Tidak, kau tidak akan menerimaku, tapi untuk terakhir kalinya aku bertanya padamu, saat kelas tiga SMA ,sekarang ini, kau akan menerimaku ? Apapun jawaban mu nanti aku tidak akan pernah mendengarnya lagi, karna apa ? Penyakitku. Kamarku ? Kenapa aku tidak pernah membiarkan kau masuk ke kamarku ? Karna terlalu banyak fotomu di sana. Aku hanya bisa memfoto dan menyimpannya di dindingku, untuk apa ? Agar setiap hari aku bisa melihatmu. Aku tahu, aku seperti stalker, tapi aku tidak punya cara lain,hanya itu yang bisa aku lakukan. Selama 6 tahun ini, saat yang membahagiakan saat kita di lotte world. Kau ingat di toko ice-cream ?? mereka mengira kita pacaran, aku sangat senang mendengar kata itu, pacaran. Jika ada saat paling bahagia, ada juga saat mengesalkan, saat kau berdansa dengan minhyuk. Aku ingin sekali meninju minhyuk karna dengan mudahnya Ia menyentuh dan mendekatimu, sedangkan aku ? Butuh waktu 6 tahun agar aku bisa dekat denganmu. Euumm.. Kau ingat saat kau kugendong setelah prom. Kau bilang aku harus memiliki masa depan dan cita-cita. Aku hanya bisa bilang bahwa aku belum memikirkannya, tapi kenyataannya.. Bukannya tidak pernah memikirkannya, tapi bisakah aku menggapai cita-citaku itu ?? Aku pernah bilang, pintar saja tidak cukup untuk menggapai cita-cita, tapi kesempatan, kau bertanya padaku, kesempatan apa itu, aku menjawab ‘ kalau kau sudah pintar, akan kuberi tahu’ ,Kapan kau menjadi pintar suji-ah? Itu masih lama, dengan kemampuan otak yang mengenaskan itu, jika kau sudah pintar, apakah aku masih hidup ?? Aku meraggukan hal itu,jadi .. Aku akan memberi tahumu sekarang, kesempatan itu adalah kesempatan untuk tetap hidup, itu yang paling penting. Jika aku orang bodoh, tapi aku punya kesempatan hidup lebih lama, mungkin masih ada peluang untuku menggapai cita-citaku itu. Kenyataannya, aku orang pintar,tapi mempunyai kesempatan hidup kecil, dan beginilah aku, hanya bisa menunggu,  menunggu kepergianku sendiri. Jadi intinya, perbaikilah dirimu selagi kau punya kesempatan, gunakan kesempatanmu sebaik-baiknya. Arasso ?? Setelah ini kau tidak akan pernah kuhina lagi, bukankah aku sudah janji padamu ?! Aku tidak pernah menghinamu lagi, karna aku sudah tiada. Hohh ..Suji-ah, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, karna telah memberiku kesempatan untuk mencintai seseorang selama aku hidup, jinja gomawo.. Suji-ah , saranghae .. Ingat pesanku baik-baik, gunakan Kesempatan itu dan jangan memakai pakaian terbuka lagi, walaupun aku sudah tidak ada, aku masih tidak rela yeoja yang aku cintai memakai baju terbuka,  jangan beri namja lain kesempatan ! Arasso ??? Saranghae…” ucap myungsoo panjang lebar.
Aku duduk sambil meluluk bantal dan menangis tiada henti. Myungsoo-ah .. Kenapa kau seperti ini ?? Memikirkan semuanya sendiri tanpa memberitahuku ?? Meminta jawaban dariku ? Melarangku ? Memangnya kau siapa ?kau siapa hah ?? Kau hanya namja babo yang aku cintai, jika aku katakan bahwa aku mencintaimu, apakah kau bisa duduk di sampingku sekarang ? Tersenyum padaku ? Menghinaku ? Aku lebih baik kau hina, daripada kau meninggalkan aku sendiri, seperti Sekarang ini. Nado saranghae ,, NADO SARANGHAE.. Kau dengar itu ? Dengar suara hatiku yang mengatakan bahwa aku juga mencintaimu ?! Jika kau mendengarnya, jebal , jebal , kembalilah padaku … Kim myungsoo …
Auhtor’s POV
Sudah tujuh tahun berlalu sejak myungsoo meninggal. Di pagi yang sangat cerah datang seorang yeoja dan anak kecil ke area pemakaman. Mereka berdua berhenti pada makam yang bertuliskan ‘ 김 명 수’ ( Kim myungsoo ).
” myungsoo-ah, aku datang” ucap yeoja itu.
” sudah tujuh tahun berlalu, sudah tujuh tahun kau meninggalkanku, dan sudah tujuh tahun aku tidak pernah melihatmu lagi, aku ingin sekali melihat wajahmu, senyumanmu, mendengar suaramu menghinaku. Hoohh .. Kenyataan tetap kenyataan. Aku Bae suji. Bae suji yang sekarang bukan lagi Bae suji yang bodoh, cerewet, ceroboh, dan sedikit gendut. Setelah kepergianmu, aku berfikir cara menggunakan kesempatan itu. Kau tahu. Setiap hari aku belajar dengan rajin, dan rajin olahraga. Sekarang aku adalah dokter sepesial leukemia . Dokter seperti cita-citamu itu, cita-cita yang tidak dapat kau gapai karna kau tidak punya kesempatan untuk tetap hidup. Aku sadar, jika aku dulu sangat bodoh, menyetujui usul mu agar berhenti sekolah dan menikah saja dengan orang pintar yang bisa menghidupiku, aku sangat bodoh. Dan permintaanmu itu, permintaan agar aku tidak memakai baju terbuka, aku melakukannya untukmu, aku tidak pernah memakai gaun di atas lutut lagi, konyol, bukan ?? Tapi itu permintaanmu, jadi aku harus melakukannya . Dan tentang minhyuk ?? Aku menikah dengannya, lihatlah .. Dia anakku, cantik, bukan ? Seperti ummanya. Jika ummanya tidak cantik, kau tidak mungkin menyukaikukan ?? Myungsoo-ah, mianhae aku tidak membuat anak denganmu, aku membuat anak dengan minhyuk. Hoohh .. Siapa suruh kau pergi meninggalkanku sendiri ?? Kau yang membuatku mencintaimu, kau juga yang meninggalkanku. Ini tidak adil. Kim myungsoo.. Aku sangat berterima kasih padamu,, karna kau telah mengajarkanku apa arti hidup yang sesungguhnya..hal-hal yang membuat hidupku berwarna. Gomawo, jongmal Gomawo. Kau sangat berarti bagiku, Dan zelo .. Dia tidak imut lagi, dia sangat tampan, seperti kau. Dia memiliki sifat yang sama sepertimu, tapi dia mengutarakan perasaannya pada yeoja yang dia cintai, tidak seperti kau ?! Namja babo ..” ucap suji sambil menitikkan air mata.
” umma .. Ini makam siapa ?? Ayo kita pulang,, aku ingin makan ice-cream buatan umma .. Umma Kkaja …. Umma ” ucap yeoja kecil itu.
” arasso , ucapkan selamat tinggal pada ajusshi  ini dulu” pinta suji sambil menghadapkan anaknya ke arah makam myungsoo.
” ajusshi, Kim .. Myungsoo ,, kang so yeon imnida,, aku anak dari Bae suji dan kang minhyuk ,, ajusshi, selama tinggal” ucap yeoja kecil itu.
” anak pintar, Kkaja, kita pulang dan buat ice-cream. Appa masih tidur, jadi kita bangunan sama-sama .. Arasso ??” ujar suji pada anaknya. Kang so yeon hanya mengangguk.
” myungsoo , aku pergi dulu, selamat tinggal” ucap suji lirih.
THE END

52 thoughts on “Nado.. Saranghae *FINAL*

  1. wahh.. ff’nya bagus + sedih..😦 sampek2 bikin gua nangis..😥

    buat author’nya : bikinin ff about myungzy lagi yakk.. xDD
    soalnya aku suka banget.. n kalo ad ff about myungzy pasti aku langsung smangat bacanya.. please.. bikinin lagi yakk..
    aku tunggu loh.. xDD

  2. Mian dari banyak chapter baru ripyu , hikss hikss kenapa endingnya myungsoo meninggal ? padahal aku berharap dia hidup terus nikah sama Suzy . Padahal hubungan mereka lagi so sweet so sweet nya . Hiksss . . .
    Oia , aku paling suka waktu mereka kencan di lotte . Manis banget scene nya . Kencan yang so swert banget . Aaaah , masi sangat disayangkan si myungsoo di ff ini mati. Hiks

    author plis bikin ff myungzy lagi yang happy ending yah . semangat thoorrr !!!!

    🙂

  3. 4 jempol buat authornya..
    author kereeen,, bisa bikin readers ketawa, senyum2 sendiri, nyesek, dan bikin nangis pas endingnya..
    suka banget sama ceritanya meskipun sad ending, gak nyangka myungsoo bakalan meninggal, gak nyangka juga suzy akhirnya nikah sama minhyuk,.,.,.
    kereen.. kereeen.. kereeen..

    author sering2 bikin ff MyungZy. aku bakalan tunggu + jdi readers setiaaa..

    MyungZy jjang!!!!!!

  4. Huaaaa aku sampe nangis hiks hiks
    feelnya dapet banget apalagi pas bagian suzy bilang aku lebih baik kau hina dripada kau pergi meninggalkanku pas bagian itu aku bener2 nangis
    intinya daebak bgt lah
    kutunggu ff author yg lainnya keep fighting ^.^)9

  5. nahan air mata baca ini, tapi g bisa,, akhirnya nangis dech.., part paling sedih itu pas suzy masuk kamar myungsoo..,astaga, banjir aer mata thor.
    ffnya bner-bner daebakkk.., di part awal dibikin ngakak sengakak-ngakaknya, tapi di part akhir nangis sampek banjir darah.., wwooooaaaahh,, bagus buuuuuuuanget., g bosen bacanya berkali-kali.

  6. sumpah nangis baca endingnyyaaa😥 kok gg sama yg lain sih malah sama minhyuk? hufft. apa mungkin gr2 sifatnya mirip sama myungsoo y??
    bagussss chingu, tp agak2 mirip dealova ya? hehehe

  7. thor aku cuma mo bilang athor benar2 keren daebakk
    crita ini bner2 bkin aku mewek, aku dah baca berulang2 tp tetep ja nangis
    thor bagaimana bsa kau buat crita yg kren abis kya gini
    sdih myungzy ga brsatu, awal yg lucu dan akhir yg sdih, huhu
    author DAEBAKK KEREN ABIS
    I LOVE AUTHOR, kekeke : D
    author kau bner2 brhas buat aku mewek
    dr dulu mo komen ff nih baru smpet skarang, jeongmal mianhe thor oz dulu aku blum bcra.a komen
    mian komen.a pnjang x lebar, : D

  8. hiks..hiks nyesek baca endingx,.
    myung knp mati,tu jd kasihan suzy baruja seneng krn dah jadian eh langsung sedih krn ditinggal myung,.
    ending yg daebak thor,.

  9. bnr” bkin aq nangis!! daebak!! aq ikut sdih pas myungsoo mninggal
    .Suji-ah, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, karna telah memberiku kesempatan untuk mencintai seseorang selama aku hidup aq suka kta” yg ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s