Nado.. Saranghae *part 9*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast :
  • Park jiyeon ( T-ARA )
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance, Comedy, and Sad
Length : Chapter
Suji’s POV 
“ benar katanya. Akukan pacarmu, cepat cium aku” ujar myungsoo. Mwo ??!!!
“ yang benar saja ?!” ucapku malu-malu.
“ gwancahana unni”
“ cepatlah, kau sangat berat”
“ arasso..” ucapku pelan, kudekatkan wajahku secara perlahan ke wajah myungsoo. Hoh.. kenapa jantungku berdetak sangat cepat ?! dia hanya myungsoo, myungsoo yang selalu menghinaku setiap hari tanpa henti, myungsoo selalu membuatku terlihat seperti orang bodoh dan myungsoo yang selalu aku benci, tapi kenapa kali ini berbeda ?! myungsoo hari ini adalah myungsoo yang membuatku tertawa, bahagia, dan juga membuatku cemburu. Tidak mungkin aku suka padanya ?! tidak mungkin. Aku .. membencinya, tapi kenapa sekarang aku merasa bahagia setiap kali di dekatnya ?! kenapa ?!
Kutempelnya bibirku ke pipi myungsoo, bisa kurasakan pipiku memerah, dan bisa kudengar sorakkan dari anak-anak SMP itu, Setelah kudengar suara kamera, cepat-cepat kulepaskan ciumanku dan menyembunyikan wajah merahku di balik bahu myungsoo.
“ YA! Masi kurang dua foto lagi, kenapa kau sudah menutupi wajahmu ?!” tanya myungsoo
“ aishh.. sudahlah sekali saja, aku malu pada mereka” ucapku pelan.
“ sekali lagi” ucap myungsoo. Ku angkat wajah merahku. Bisa kudengar myungsoo tertawa melihat wajahku.
“ cepatlah, hadap kamera sana” pintaku pada myungsoo. Aku hanya tersenyum, begitu juga myungsoo. Argghh.. aku sudah terlanjur malu.
“ gomawo “ ucapku masih menundukkan kepala pada anak-anak SMP itu. Kudengar mereka hanya tertawa. Aishh
“ gomawo” ucap myungsoo pada anak-anak itu juga
“ kita jadi pesan apa ??” tanyaku pada myungsoo.
“ bagaimana kalau strwaberry, mocca, dan vanilla” usul myungsoo.
“ tersera kau saja” ucapku pelan, lalu kuletakkan daguku di atas bahu myungsoo.
“ vanilla, mocca, dan strawberry saja” ucap myungsoo pada pegawai itu.
“ mau di cone atau..”
“ di cone saja” potongku sambil tersenyum, pegawai itu balas tersenyum.
“ ambilkan dompetku di tas, cepat” ujar myungsoo sambil membenarkan posisiku lagi. Kuambil dompet dari tasnya. Setelah beberapa menit, ice-cream siap untuk di makan. Hehhee.
“ ini” ujarku seraya memberikan uang dan mengambil ice-creamnya.
“ terima kasih, nikmati ice-creamnya” ucap si pegawai dengan tersenyum.
“ ne” balasku.
Myungsoo berjalan menuju pintu keluar,tetapi pintu tertutup..
“ kau yang buka pintunya” suruhnya.
“ yes, sir” ucapku sambil mendorong pintu toko itu. Kudengar myungsoo hanya tersenyum.
“ myungsoo, sekarang kita kemana ??” tanyaku sambil memakan ice-cream.
“ molla, kau mau kemana ??” tanyanya balik.
“ bagaimana kalau kita naik perahu mengelilingi tampat wisata ini ?” usul myungsoo.
“ baiklah.. ini, kau juga makan” ucapku sambil menyodorkan ice-cream ke depan mulut myungsoo. Myungsoo melihat ice-cream itu dan memakannya.
“ lihatlah,, banyak ice-cream di sekitar mulutmu” ucapku.
“ lalu bagaimana ?! kedua tanganku di gunakan untuk menopang tubuh beratmu itu”
“ sini, biar aku saja” ucapku sambil mengusap bekas ice-cream di bibir myungsoo dengan tanganku.
“ sudah..” ucapku sambil memakan ice-cream lagi.
Myungsoo terus dengan menggendongku ke arah perahu mini itu. Apakah dia tidak lelah ?! akukan berat , tapi aku juga tidak mau turun dari gendonggannya, ada apa denganku? kenapa aku egois sekali ?
“ini dia tempatnya” ujar myungsoo.
“ ini ?” tanyaku memastikan seraya menyodorkan ice-cream ke myungsoo. Myungsoo hanya mengangguk sambil memakan ice-creamnya.
“ baiklah, biarkan aku turun, kau pasti lelah” pintaku.
“ akhirnya kau sadar juga” ucap myungsoo sambil menurunkanku dari gendongannya. Nah apa maksudnya ?!
“ kau benar-benar harus diet suji-ah, kau sangat berat” ucap myungsoo sambil memakan ice-cream lagi.
“ baiklah, jika aku punya waktu, aku akan berolaharaga, kau senang?” tanyaku.
“ aku lebih senang jika berat badanmu sudah turun” ucapnya sambil menyodorkan ice-cream itu padaku.
“ hosh .. kau mau istirahat dulu ?” tanyaku.
“ tidak usah, aku bisa istirahat di perahukan ?kkaja” ucapnya sambil menarik tanganku.
Aku dan myungsoo berjalan mendekati area perahu itu. Hoh.. aku sangat senang absen sekolah hari ini, jika aku ada di sekolah sekarang, mungkin aku tidak tau sisi lain dari myungsoo, tidak akan mendapatkan pengalaman seperti hari ini, dan juga tidak dapat merasakan diperlakukan dengan istimewa. Aku tidak ingin hari ini berakhir begitu cepat.
“ masuklah” ucap myungsoo menyuruhku masuk ke dalam perahu. Aku memilih tempat duduk paling pinggir, agar bisa bermain dengan air.
“ YA! Jangan duduk di pinggir, kalau jatuh bagaimana ?” tanya myungsoo seraya menarikku hinga berdiri.
“ terus aku duduk di mana ?” tanyaku dengan muka polos.
“ di pangkuanku saja” ucapnya sambil mengedipkan salah satu matanya.
“ hosh.. lucu ??” ucapku berusaha sedatar mungkin.
“ menurutku lucu, sini” ucapnya menarik tanganku hingga aku duduk di pangkuannya.
“ kau tidak punya makanan ?” tanyaku pada myungsoo. Myungsoo langsung menoleh.
“ jangan makan terus, lebih baik kau diet, sudah duduk diam saja” ucapnya. Hosh .. kenapa dia membawa masalah diet ?! beratku masih normal. Normal.
“ beratku masih normal, badanku juga langsing” ucapku sambil berdiri dari pangkuan myungsoo dan duduk di sebelahnya seraya merangkul tangannya lagi.
“ kenapa perahunya belum jalan-jalan ? aku sudah bosan menunggu” ucapku lirih.
“ sabarlah, sepertinya menunggu penumpangnya penuh” ucap myungsoo sambil merangkul pundakku.
“ LHO ? KALIAN LAGI ?” ucap seorang yeoja di hadapanku dan myungsoo. DIA LAGI ?! KENAPA DIA ADA DI SINI ?! menyebalkan.
“ oh, kau rupanya” ucap myungsoo sambil tersenyum. Hosh.. perlukah myungsoo tersenyum ? pada yeoja itu ?!
“ kita sudah beberapa kali bertemu, tapi aku masih belum tau namamu?” tanya yeoja itu.
“ aku kim myungsoo, dan ini ..” ucap myungsoo sambil menoleh ke arahku.
“ bae suji” potongku dengan nada dan muka yang datar.
“ ahh ..” ucap yeoja itu, sepertinya dia hanya ingin dekat dengan myungsoo saja.
“ namaku choi sulli” ucapnya sambil tersenyum pada myungsoo. Ahh.. jadi nama yeoja ganjen itu choi sulli ?! jika myungsoo sudah tau namanya, lalu dia mau apa ?! mau mencuri perhatian myungsoo. Aku sudah bilang, tidak akan kubiarkan choi sulli itu merebut perhatian myungsoo dariku, tidak akan !! heh ..
“ kalian sangat mesra sekali” ucapnya sekilas melirikku.
“ begitulah” jawabku datar.
“ kalian absen sekolah hari ini ?” tanya sambil menatap myungsoo.
“ ne” ucapku cepat, sebelum myungsoo menjawab.
“ kenapa kalian harus bolos sekolah?” tanyanya masih menatap myungsoo. Lalu, kenapa kau mau tau urusan orang.
“ itu privasi” jawabku cepat, lalu dia menoleh padaku.
“ tadi dia marah padaku di bus, lalu pergi begitu saja, jadi aku mengejarnya dan mengajaknya ke sini” jawab myungsoo di akhiri dengan senyuman, aishh ~~ namja babo. Usahaku daritadi sia-sia saja kalau dia bercara pada sulli itu. Hosh ..  namja babo.
“ wah, kau sangat perhatian padanya” ucap si sulli itu sambil tersenyum. Lihatlah senyuman yang memuakkan itu, bisakah dia berhenti tersenyum.
“ tentu saja” jawab myungsoo. Good job myungsoo-ah, jawabanmu sangat bagus. Bagaimana choi sulli ?! masih ingin mendekati myungsoo lagi ?! percayalah, myungsoo tidak akan memperhatikanmu. Aku jamin itu.
“ aku suka dengan namja sepertimu” ucap si sulli itu sambil tersenyum. Aku langsung menoleh kaget. Apa-apan dia ?! dasar genit.
“ aku tau itu, banyak yeoja yang suka padaku” ucap myungsoo. Woaa.. dia sangat percaya diri sekali .. lebih baik aku melihat pemandangkan daripada melihat 2 orang itu. Cuih ~
Aku lebih baik bermain bersama anak kecil yang ada di sampingku, daripada harus berbicara bersama mereka.
“ bagaimana tipe idealmu ?” tanya sulli lagi. Bisa kah dia berhenti bertanya ?!, tapi pertanyaan yang satu ini juga penting bagiku, sangat penting, aku harus pasang telingga kalau begini caranya.
“ aku juga tidak tau” jawab myungsoo. Tidak tau ?! maksudnya dia tidak punya tipe idel, begitu ?!
“ maksudmu kau tidak punya tipe ideal ?” tanya sulli.
“ ya, perasaanku yang memutuskan” ujar myungsoo. Aku tidak mengerti maksudnya ? perasaan ?!
“ perasaan ?” tanya sulli. Sepertinya sulli itu bodoh, dia selalu menanyakan perkataan yang di ucapkan myungsoo.
“ ne, perasaan yang memberitahuku, kalau aku suka pada yeoja itu, bagaimana dengan kau ?” tanya myungsoo balik.
“ seseorang yang misterius sepertimu” ucap sulli terus terang. Woaa ~~ yeoja ini benar-benar harus diancungi jempol untuk keberaniannya.
“ dan bagaimana dengamu suji-ah, bagaimana tipe idealmu ?” tanya myungsoo, dan aku berbalik untuk melihatnya.
“ tipe idelku?” tanyaku sekali lagi.. tipe idealku … seperti …
-TBC-

25 thoughts on “Nado.. Saranghae *part 9*

  1. Ich…
    Kenapa sich ni yeoja dateng lagi dateng lagi?:->
    kenapa juga harus sulli?dia biasku T.T
    tapi gpp,ni crita bkin makin makin & makin penasaran

  2. Myungsoo bikin gregetan abis, myungsoo oppa kamu gk nanya tipe idealku?? #siapa lo #mian reader sok eksis # back to comment intinya ff ini daebak lah pnggambaran myungsoo yg misterius dapet bgt
    author hwaiting buat ffnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s