Nado.. Saranghae *part 7*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast :
  • Park jiyeon ( T-ARA)
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance, Comedy, and Sad
Length : Chapter
Suji’s POV
Masih harus menunggu 10 menit ? aku ingin masuk sekarang. Kutatap myungsoo yang sedang duduk di sebelahku. Aku harus berteri makasih kepadanya. 
“myungsoo-ah, gomawo” ucapku dengan pelan, sangat pelan.
“ eh? Waeyo?” ucapnya sambil menatapku.
“aku sudah lama ingin kesini, terakhir kali aku kesini kelas 10, aku sudah mengajak jiyeon, tapi dia tidak bisa, maka dari itu gomawo” ucapku di akhiri dengan senyuman termanisku, mungkin saja myungsoo suka ?! aishh .. kenapa dengan otakku ??!! TIDAK !!
“ arasso, tapi kenapa jiyeon tidak bisa ?” ucapnya sambil melihatku. GLEKK !! kenapa dia tiba-tiba bertanya tentang jiyeon ?! jiyeonkan sudah punya seung ho. Dia suka jiyeon ? bagaimana denganku ?? aish .. kenapa dengan otakku ?! kalo myungsoo suka jiyeon kenapa ? ada hubungannya denganku. Yeah.. walapun jiyeon sudah punya pacar, tapikan myungsoo juga berhak menyukai atau mencintai jiyeon.huh.. jiyeon ? argghh… STOP.
“molla” ucapku malas. Kenapa ia ingin tau ?! ada hubungannya dengan dia apa ?!
“suji, kkaja, sepertinya sudah dibuka” ucap myungsoo dan menarik tanganku.
“jinja ? tapi pasti masih sepi myungsoo-ah”
“gwancahana, kita bisa berfoto dulu. Aku bawa kamera. Aku pintarkan ??” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
“kau pintar..” ucapku sambil mengacungkan 2 jempolku padanya.
“dan kau bodoh..” ucapnya sambil mengacungkan 2 jempolnya di depan wajahku. Baiklah.. sabar suji.. dia sudah baik membawamu kesini, jadi,, tersenyumlah..
“ aku akan memaafkanmu hari ini. Hari ini, ingat ?!” tanya dengan nada mengancam.
“ kau selalu bisa memaafkanku suji-ah, jadi.. kau tidak perlu mengancamku. Ara ?” ucapnya sambil tersenyum. Hosh.. ini tidak adil.
“baiklah, kau tunggu disana, biar aku yang membayar tiketnya dulu. Sana” ucap myungsoo sambil menggeretku menjauhi loket karcis. Aku hanya mengikuti perintahnya dengan patuh.
Aku tidak ingin mengakui ini, sungguh, tapi myungsoo hari ini berbeda dengan biasanya, ia terlihat senang, santai, dan dengan baju sekolah itu, ia terlihat sangat tampan. Myungsoo menoleh padaku dan tersenyum sambil melambaikan tangannya, akupun membalas lambaian tangganya itu. Senyumannya.. aku ingin melihatnya sekali lagi .. jebal.
Myungsoo berjalan ke arahku masih dengan senyuman yang melekat di wajahnya. Aku baru tau dia suka tersenyum.
“ ayo masuk, aku sudah tanya tadi, walaupun belum sepenuhnya buka, kita sudah di perbolehkan masuk, kkaja” ucapnya tanpa ragu menggandeng tanganku.
Kyaaa… aku ada di LOTTE WORLD sekarang. Oke, mana kamera ? kamera ? yuuhuu.. kamera, di mana kau ? aku perlu berfoto. Mana myungsoo ? aishh .. jalannya sangat pelan. Aku berlari ke arahnya dengan tersenyum.
“myungsoo-ah, cepat keluarkan kameramu” ucapku.
“ waeyo ? kita baru masuk dan kau ingin berfoto ?” tanya.
“wae ? bukankah ini perlu diabadikan?”
“ini, fotolah dirimu sendiri” ujarnya sambil menyerahkan SLRnya. Aka hanya pasrah menerimananya, tapii tunggu bagaimana cara menggunakan barang ini ? aishh.. aku benar-benar bodoh.
“ sini, berikan padaku, aku lupa kalau kau bodoh” ucapnya. Aku hanya diam, yang penting aku di foto.
“ aku berdiri disini ya ??”ucapku, aku berdiri di dekat patung di dekat patung rusa.
“ cepat bergaya” ucapnya yang sudah siap dengan kamera di tanggannya.
“ ara.. begini, cantik tidak ??” tanyaku dengan tersenyum lebar hingga semua gigi putihku terlihat, mengeluarkan eye smileku, dan jariku berbentuk ‘peace’ , perfectkan ?? pasti myungsoo terpesona melihatku. Huahahaha. Dia sudah memfotoku belum ? kok lama ya ?
“ YA ! kau terlihat seperti orang BODOH, tutup gigi-gigi KUNINGmu itu. Aish.. jinja” ucapnya dengan menekan kata ‘bodoh’ dan ‘kuning’. GLEKK lagi, kenapa dia jadi begini ?!
“ jinja ? gigiku kuning ? aishh.. aku harus ke kamar mandi. Ada yang jual sikat dan pasta gigi kan ? aku mau beli” rengekku pada myungsoo, ia hanya menatapku bingung.
“ suji-ah, dengarkan aku baik-baik, lebih baik kau berhenti sekolah, kasian orang tuamu, membayar sekola mahal, tapi hasilnya begini.. ckckckkc” ucapnya sambil menggelengkan kepala.
DIA BENAR-BENAR… kukira hari ini dia akan berubah menjadi menyenangkan, tapi apa ? tetap saja aku dihina. Aku ingin membunuhnya. Gosh ~
“apa ?” tanyanya yang sadar daritadi aku meliriknya tajam.
“ gwancahana” ucapku masih dengan lirikan tajam.
“ jangan begitu, itu upil di dalam hidungmu” ucapnya. Ahh, jinjayo ?? babo suji-ah..
“jinja ?” ucapku sambil menutup hidung. Aku meraba-raba hidungku dan sekitarnya, tapi tidak ada benda jelek itu.
“ mana ? tidak ada.” Ucapku dengan menutupi hidungku. Argghh.. aku malu..
“ liat, orang bodoh mencari upilnya” ucap myungsoo sambil menunjukku.
“ YA !! tapi aku tidak menemukan benda itu” ucapkku polos.
“ upil maksudmu ?” tanyanya. Gosh.. sungguh, dia tidak perlu nama dari benda itu -.-
“ne..” ucapku sambil menunduk.
“ aku bilang di dalam hidungmu, bukan di luar hidungmu, sudahlah, lebih baik kau keluar dari sekolah, kau terlalu parah” ucapnya seraya menggelengkan kepalanya.
“ YA! Aku masih perlu sekolah, untuk membiayai anak-anakku sekolah nantinya, membiayai keluargaku juga, jadi aku harus belajar. Ara ?” ucapku. Myungsoo hanya menatapku heran.
“ aku punya ide labih bagus, kau berhenti sekolah, lalu mempercantik diri, lalu kau menikah dengan orang pintar dan yg bisa membiayai hidupmu dan hidup anakmu, jadilah istri yang baik, bagaimana usulku?” usul myungsoo.
“daebak!! Idemu sangat bagus, aku suka idemu, kau taukan kalau aku tidak suka belajar. Jadi kalau aku sudah jadi istri, aku harus bangun pagi-pagi untuk memasak sarapan untuk keluargaku. Bagaimana kedengarannya ?” tanyaku dengan bersemangat.
“ hoh…  aku heran, bagaimana kau bisa lulus SMP ?! jinja babo!!” ujar myungsoo dan memulai jalan. Lho ? memangnya kenapa ?!
“ kau mau difoto lagi atau tidak ?” tanya myungsoo.
“ mari foto berdua” usulku.
“ berdua? Kau dan aku ? siapa yang akan memotretnya?”
“ mmhh.. itu… itu.. pak satpam saja, kasih tau cara menggunakan kameranya”
“ arasso..”
“ ajushi.. bisa tolong kita sebentar ?” ucap myungsoo sopan, ani sangat sopaann.
“ waeyo ?”
“ tolong potret kita berdua” jawab myungsoo.
“ ahh.. arasso” ucap satpam menyetujuinya. Bagus.. mari kita bergaya. Myungsoo berjalan mendekat ke arahku. Aku merangkul tangannya dan tersenyum lebar seakan aku tidak punya beban untuk ditanggung.
“ ajushi,, satu lagi ya ?” pintaku, dan satpam itu mengangguk. Masih dengan merangkul tangan myungsoo dan kembali begaya dengan memonyongkan bibirku dan tanganku yang bebas membentuk ‘peace’.
“ selesai kan ?” tanya si ajushi sambil menyerahkan kamera.
“ ah.. ne, gomawo ajushi”
“ nikmati permainan disini ya ?! dan jangan bolos sekolah lagi” ucap satpam itu sambil berlalu dari hadapanku dan myungsoo.
“lihat, ini gara-gara kau kita ditegur satpam” ucap myungsoo marah.
“kenapa aku ? yang punya ide kesinikan kau” ucapku tak mau kalah.
“ itu karna kau keluar dari bus, dan pergi begitu saja”
“ lalu kenapa kau mengikutiku ? aku sudah besar, aku sangat tahu tentang seoul” tanyaku.
“ karna aku khawatir” ucap myungsoo tanpa melihatku dengan suara yang sangat lirih. Dia bilang apa ? aku tidak dengar.
“mworago?” tanyaku.
“aishh,, ayo kita pergi kesana” ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Author’s POV
Selama 30 menit suji berfoto-foto ria dan selama 30 menit pula myungsoo dengan senantiasa menjadi juru foto suji, terkadang mereka foto bersama, itupun suji yang memaksa suji. Lotte world sekarang sudah ramai, banyak orang berdatangan dan toko-toko sudah mulai buka.
“ myungsoo-ah, ayo kita naik itu!” ucap suji sambil menunjuk permainan hurricane ( bentuknya bulat, terus nanti diisi orang sampe quote, terus jalannya ke samping dan muter-muter, tapi banter)
“ mwo ? kau yakin ?” tanya myungsoo. Suji hanya mengangguk.
“ arasso, kkaja” ucap myungsoo seraya mengandeng tangan suji.
Mereka berjalan ke arah hurricane. Suji tampak bersemangat sdangkan myungsoo terlihat biasa saja.
“kau duduk di sampingku” ucap myungsoo.
“ arasso” ucap suji.
Dan quote penuh, tiba-tiba suji memegang tangan suji. Dan myungsoo tersentak menoleh.
“ kenapa ? kau takut ?” tanya myungsoo khawatir.
“ ani, aku hanya tegang” ucap suji sambil tersenyum.
Hurricane perlahan-lahan bergerak, sangat pelan, terdengar teriakkan dari penumpang yang lain, termasuk suji.
“ aish.. YA! Ini belum mulai, kenapa kau sudah melakukan hal yang bodoh?” bentak myungsoo.
“ mworago? Apanya yang bodoh,, permainan ini di design untuk berteriak, jika tidak berteriak maka , AARRGGHHH.. MYUNGSOOOO…” ucap suji di akhiri dengan teriakan. Suji mulai berteriak heboh, sedangkan myungsoo hanya diam dengan tatapan kosong. Dan kecepatan hurricane bertambah, dan bertambah leras pula teriakan suji, sedangkan myungsoo hanya berpegangan pengaman dengan tatapan datarnya.
“ aishh.. SUJI-AH, RAMBUTMU!!!” teriak myungsoo. Rambut suji yang tidak di kuncir terbang kemana-mana, lebih tepatnya ke muka myungsoo, suji tidak dapat mendengar myungsoo karna teriakkan penumpang lain. Setelah beberapa meni hurricanepun berhenti.
“ hoahh.. bagaimana yang tadi?” tanya suji sambil berdiri dari tempat duduk hendak keluar dari hurricane.
“ apanya? Rambut baumu ?” tanya myungsoo saat mereka sudah keluar dari hurricane.
“ rambutku? Ada apa dengan rambut?”
“ rambut baumu terbang kemana-mana.kapan terakhir kali kau mencucinya ? bau sekali”
“ kemarin, rambutku tidak bau” ucap suji setelah mencium rambutnya.
“ tidak bau katamu? itu bau sekali.Selain bodoh kau ternyata juga jorok. Yeoja macam apa kau ini?”
“ arasso.. arasso.. jadi sekarang aku harus mencuci rambutku agar tidak bau?, tapi dimana ?” tanya suji dengan wajah polos.
“ kau mau mencuci rambutmu sekarang ? di sini ?” tanya myungsoo. Suji hanya mengangguk.
“ suji-ah, aku menyerah dengan kebohanmu, lebih baik sekarang jalan” keluh myungsoo sambil menggeret tangan suji.
Suji’s POV
Bisakah dia berhenti menghinaku bodoh ?! sudah berapa kali dia menghinaku bodoh ? memangnya dia tidak pernah melalukukan hal bodoh apa ?! awas kau kim myungsoo, setelah hari ini berakhir, aku tidak akan memberi kau kesempatan hidup, kau akan mati di tanganku! Huaahahaha ..
“bodoh, sedang apa kau?” tanya myungsoo padaku dengan tatapan heran.
“ ani. Ayo, sekarang kita naik itu saja” usulku sambil menunjuk permain yang bertuliskan GYRODROP ( kalau di indo namanya hysteria, tau kan ? yang bunder, tengah-tengahnya ada tiang, geraknya naik-turun ).
“ yang itu ?” tanya myungsoo sambil menunjuk permainan gyrodrop. Aku mengangguk dengan semangat. Semoga dia mau..
“ baiklah..” ucapnya sambil mengangguk-angguk kecil.
“ kkaja..” ucap myungsoo sambil menarik tanganku. Aku di sebelah kanan Myungsoo. Kulihat yeoja yang duduk di sebalah kiri myungsoo, kira-kira diaa kelas 11 lah, dan wajahnya ?! jangan tanya, lebih cantik aku lah. Yeoja itu melirik myungsoo dengan mata berbinar-binar. Oke-oke aku tau, dia sukakan sama myungsoo ?! yeoja mana yang dapat menolak ketampanan myungsoo ?
“ permisi, bisakah kau membenarkan pelindung ini?” tanya yeoja itu. Hoh, cari muka dia…
“ pelindung ?” tanya myungsoo pura-pura bodoh.
“ iya, aku tidak kuat menutupnya.” Ujar yeoja itu sambil tersenyum manis. Gosh.. dia benar-benar memuakkan. Aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan ke tempat yeoja itu, tanpa ba-bi-bu aku membenarkan pelindung tempat duduk yeoja itu. Huh.. gini saja tidak kuat ?! apa umma.mu tidak pernah memberikan kau makan ? lemah sekali.
“ahh.. kam.. kamsahamnida” ucap yeoja itu dengan lirih. Hoh.. ku gagalkan rencanamu mendekati myungsoo ?! aku pintarkan ?! heheheh..
“ mwo ?” tanyaku saat aku sudah duduk kembali di tempatku. Myungsoo menatapku denga heran.
“mwoya ??” tanyaku sekali lagi. Myungsoo hanya menggeleng, lalu ia memandang yeoja lemah itu.
“ sudah eratkan pelindungnya?” tanya myungsoo pada yeoja itu. KIM MYUNGSOO… kau benar-benar bodoh!! Kau lebih bodoh daripada aku ! seharusnya kau yang berhenti sekolah, bukan aku !! AISHH~~
“ ahh.. ne.. gomawo oppa” ucapnya lirih dengan senyum ganjen tertempel di wajahnya.
“ agashi, aku yang membenarkannya. Bukan dia” ucapku dengan memandangnya.
“ ahh,, geure ?? kamsa unni” ucapnya sambil tersenyum. Simpan senyummu.. senyumanku lebih bagus daripada senyuman ganjenmu itu.
“ ahh.. ne” ucapku degan senyuman kecil.
“ semoga kau menikmati permainan ini” ucap myungsoo pada yeoja itu dengan tersenyum lagi, hoahh.. dia benar-benar bodoh. Sekali lagi BODOH. Aku ingin menendangnya.
Perlahan-lahan gyrodrop bergerak ke atas dengan perlahan. Aku menoleh ke arah myungsoo, tapi myungsoo malah menoleh ke arah yeoja ganjen itu. Hoh… KIM… MYUNGSOO…Saat gyrodrop bergerak ke turun dengan kecepatan yang sangat cepat. Bisa kudengar yeoja ganje itu berteriak ‘aarrgghh’. Hosh ~
“ KIM.. MYUNGSOOO.. BABO.. JELEK..JAHAT..”teriakku saat gyrodrop bergerak turun ke bawah. Hosh.. aku belum puas ..
“ MYUNGSOO JELEK.. PERGI KAU.. BABOOOOO” teriakku lagi.
“ MYUNGSOOOO.. LEBIH BODOH DARIPADA AKUUU… SANGAR BODOHHH” tambahku lagi. Senang sekali rasanya. AKU PUAS…
Dan gyrodrop.pun berhenti. Semoga myungsoo tidak marah, aku yakin dia mendengar semua teriakkanku tadi. Semoga saja.
Aku turun dari kursi sambil merapikan rambutku. Aishh.. berantakan sekali. Tiba-tiba myungsoo menarik tanganku dan menggerertku keluar dari area permainan itu. Dia .. dia tidak marahkan ?!
“ wae ?” tanyaku. Dia tidak menjawab.
“ wae? Kau mau kemana ??” tanyaku sambil melepaskan penganggan tangannya. Kalau dia mau marah, marah saja. Aku tidak takut. Mungkin.. sedikit takut.
“ aku tanya.. kau mau kemana ? kenapa kau tidak menjwab?” tanyaku dengan nada yang kesal. Myungsoo hanya menatapku. Kenapa dia marah karna kata-kataku tadi ?!
“ wae ? kau marah karna teriakkanku tadi ? huh ?” tanyaku menantang.
“ ani.. lebih baik kau diam dan ikuti aku” ucapnya sambil mengandeng tangaku, ani ? jinja ?
Lalu myungsoo memarikku masuk ke sebuah toko aksesoris. Kenapa kesini ? dia mau beli apa ?
“ kau ingin membeli apa ??” tanyaku heran.
“ ini” ucapnya sambil mengambil kuncir rambut bergambar berbentuk jari berwarna pink.
“ buat siapa ?” tanyaku heran.
“ buat kau dan rambut baumu yang menggangu itu”
“ rambutku ? kenapa dengan rambutku ?”
“ rambut baumu terbang kemana-mana, lebih buruknya ke wajah tampanku” ucapnya. Ahh.. itu.. benarkah ? mian.hehehe
“mian..” ucapku lirih. Lalu melihat bando yang menarik pemandanganku.aahh.. aku mau itu..
“ myungsoo-ah, belikan aku yang itu juga ya ?!” ucapku sambil menunjuk bando berwarna pink yang berbentuk kuping kelinci. Aku mau ituu..
“ beli saja sendiri, dan bayar juga yang ini” ucapnya sambil menunjuk kuncir rambut tadi. Lho ? yang bayar aku ? bukan dia ?
“pelitt..” ujarku dengan menjulurkan lidar lalu berjalan mendekati bando yang tadi itu.
“ dasar.. pelit.. membelikan ini saja tidak mau. Hoh.. namja macam apa dia ?” ujarku dengan suaranya lirih agar myungsoo tidak dapat mendengar.
Aku mengambil bando berbentuk telinga kelinci itu, wahh.. besar juga kupingnya, aneh tidak ya ?! kupakai bando itu.. eumm,, masih cantik.. saat aku berbalik, aku melihat bando berbentuk kuping macan ukurannya lebih keci daripada bandoku. Lalu aku mengambil bando macan itu..
“ cerewet,, sudah selesai belum ??” tanya myungsoo. Bisakah dia memanggil dengan nama ?!
“ sebentar lagi” ujarku tanpa menoleh padanya.
Aku melihat bando macan itu lebih dekat, lebih baik aku beli yang ini juga. Lalu aku berjalan ke arah kasir.
“ ini” ucapku dengan tersenyum dan menyodorkan barang belanjaanku.
“ ini sudah di bayar” ucap si pegawai.
“ mwo ? nugu ?” tanyaku lagi. Jangan-jangan..
“ namja itu yang membayar.. dia baik sekali” ucap pegawai itu masih dengan tersenyum.
“ahh.. kamsahamnida” ujarku, lalu berjalan ke arah myungsoo.
Auhtor’s POV
“cerewet, sudah belum ?” tanya myungsoo pada suji.
“ sebentar lagi” sahut suji.
Lalu myungsoo berjalan ke arah kasir.
“ anngyeong haseyo” ucap si pegawai.
“ ah.. annyeong haseyo” balas myungsoo.
“ ada yang bisa saya bantu ?”
“ itu, saya ingin membayar benda-benda yang di bawa yeoja itu.” Ucap myungsoo sambil menunjuk suji yang sedang melihat bando telinga macan.
“ 3 benda itu ? baik tunggur sebentar” ucap si pegawai sambil tersenyum.
Setalh myungsoo selesai membayar barang yang dibawa suji, ia menunggu di depan toko aksesoris itu. Suji menghampiri kasir, ia hendak membayar barang belanjaanya.
“ ini” ucap suji dengan tersenyum dan menyodorkan barang belanjaannya.
“ ini sudah di bayar” ucap si pegawai.
“ mwo ? nugu ?” tanya suji lagi.
“ namja itu yang membayar.. dia baik sekali” ucap pegawai itu masih dengan tersenyum.
“ahh.. kamsahamnida” ujar suji , lalu berjalan ke arah myungsoo yang sedang melihat kameranya.
Suji’s POV
“ myungsoo-ah, gomawo” ucapku di samping myungsoo tanpa menatapnya.
“ arasso, cepat pakai kuncirnya biar rambut jelek dan baumu tidak terbang kemana-mana” sahut myungsoo. Sebau itukah rambutku ? menurutku rambutku tidak bau!.
“ arasso” ucapku sambil memakai kuncir rambut. Aku mengunci rambutku mnejadi satu.
“ bagaimana ?” tanyaku pada myungsoo. Aku kelihatan cantikan ??
“ apanya ?” tanyanya dengan wajah polos. Dia tidak mengerti maksudku.
“ penampilanku sekarang ?!”
“ huh.. biasa saja” ujarnya sambil berjalan menjauh dari toko itu.
“ biasa ? tidak cantik ??” tanyaku. Sujia-ah, apa yang baru saja kau katakan ?! bado..
“ mwo ? cantik ?! lebih cantik yeoja yang sewaktu di gyrodrop tadi” ucap myungsoo sambil tersenyum. Tunggu, maksudnya yeoja ganjen itu ? dia lebih cantik daripada aku ?! gosh.. yang benar saja!
“ dia ? dia lebih cantik daripada aku ?!” tanyaku memastikan, dan dengan cepat myungsoo mengangguk. Ahh,, selera myungsoo rendah -.-
“ waeya ? kau cemburu ?” tanya. Mwo ? aku cemburu ?! tidak mungkin, sangat tidak mungkin, memangnya aku sukanya ?! tidak. Dia siapa sehingga aku cemburu ?! dia hanya namja babo yang memelih yeoja ganjen itu daripada aku. Tunggu dulu.. kenapa aku mara-marah ??
“ memangnya aku punya alasan untuk cemburu ?” tany aku berusaha untuk tenang. Tenang suji-ah.
“ tidak ! kau tidak punya alasan untuk cemburu” jawabnya dengan cepat. Geure .. kau tidak punya alasan untuk cemburu pada yeoja itu suji-ah..
“ kau mau main apa lagi ?” tanya myungsoo. Main ? aku sudah tidak mood untuk bermain. Moodku hilang entah kemana -.-
“ molla” ucapku pelan
“ wae ? ada apa denganmu ? kita baru mencoba 2 permainan” ucap myungsoo. Ada apa denganku ?! aku sendiripun tidak tau.
“ aku capek” ujarku. Lebih baik aku beralasan.
“ baiklah, kita duduk dulu” usul myungsoo, lalu dia menarik tanganku untuk mecari tempat duduk yang masih kosong.
“duduklah” ucap myungsoo. Akupun segera duduk di samping myungsoo. Aku haus.
“ myungsoo”
“ne ?”
“ apa kau tidak haus ?” tanyaku lirih.
“ kau haus? Tunggu di sini sebentar, aku beli minum dulu” ucap myungsoo dan pergi membeli minum.
Jawaban Myungsoo tadi benar-benar membuat moodku hilang. Huh.. sekali lagi, apakah dia benar-benar buta ? walaupun kadang-kadang otakku error, tapi aku lebih baik dari yeoja yang suka mencari muka. Hosh.. kulirik barang yang baru aku beli, lebih tepatnya yang dibelikan myungsoo, 2 bando yang berbentuk telinga kelinci dan macan, tadinya aku ingin membelikan ini untuk myungsoo, tadinya.. sekarang ?? aishh.. lupakan myungsoo yang bodoh itu.
“ ini” ucap myungsoo yang menyodorkan kaleng coca-cola dingin padaku.
“eemm.. gomawo” ucapku mengambil coca-cola itu. Lalu meminumnya.
“ apa kau ingin pulang ?” tanya myungsoo tanpa melihatku.
“ ahh, ani, aku hanya ingin duduk sebentar”
“ kalau kau ingin pulang, kau hanya perlu katakan padaku, lalu kita pulang”
“ ani..” ucapku, lalu aku mengambil bando telinga kelinci lalu memakainya.
“ bagaimana ?” tanyaku pada myungsoo
“ lumayan..” ucap myungsoo. Lumayan katanya ? baiklah..
“ lumaya ?” tanyaku memastikan.
“ daritadi kau menanyakan hal ini, kau ingin aku mengatakan padamu kalau kau cantik, ya kan ?” tanyanya sambil melihatku. Aku apa ? anii.. tentu saja tidak..
“ aa.. anni.. aniyo”
“ ani ?” tanyanya dan aku hanya menggeleng.
“ baiklah,, kau sekarang mau main apa ??” tanya myungsoo.
“ bagaimana kalau kita main ‘ the block spin’ (di indo tornado) ?” usulku.
“ baiklah, kkaja” ucap myungsoo sambil narik tanganku.
“ tunggu..” pintaku.
“ waeyo ??”
“ pakai ini” ucapku sambil menyerahkan bando telinga macan ke myungsoo.
“ aku ? memakai ini ? kau jangan bercanda suji-ah”
“ iya. Kau memakai ini” pintaku sekali lagi.
“ shireo, aku tidak mau terlihat bodoh dengan benda itu” ucap  myungsoo sambil mengalihkan padangannya.
“ jadi, menurutku sekarang aku terlihat seperti orang bodoh karna menggunakan benda ini ?” tanyaku dengan menunjuk bando telinga kelinci yang melekat di kepalaku.
“ ani, tapi akukan namja, mana cocok memakai hal-hal seperti ini ?”
“ hanya hari ini saja” pintaku.
“ shireo.. kau pakai saja sendiri”
“ tapi aku sudah pakai” ucapku kembali menunjuk bando telinga kelinci lagi.
“ lalu, kenapa kau beli lagi ?” tanya myungsoo sambil menunjuk bando telinga macan yang ada di tanganku.
“ maksudku, kau juga memakai ini” ucapku sambil menyerahkan bando itu lagi.
“ sudah kubilang, aku tidak mau suji-ah” ucapnya sedikit emosi.
“ara… kkaja” ucapku pelan dan berjalan menuju permainan ‘ the block spin’ sambil menatap jalan. Hoh.. kenapa dia emosi begitu ?! seharusnya dia menghargai usahaku..
Tiba-tiba ada yang mengambil bando telingga macan itu dari tanganku, aku menolah ternyata..
“ baiklah, hari ini aku terlihat bodoh demi kau, no comment. Ara ?” ucap myungsoo seraya memakai memakai bando telinga macan itu.
“ myungsoo-ah” ucapku.
“kkaja..” ucapnya sambil menggandeng tanganku menuju permainan ‘ the spin block’.
-TBC-

23 thoughts on “Nado.. Saranghae *part 7*

  1. Myungsoo bener2 romantis dengan caranya sendiri dan itu suksea bikin envi berat sama suzy, chap ini juga sukses bikin ketawa
    author daebak!!!! ^.^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s