Nado.. Saranghae *part 12*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast :
  • Park jiyeon ( T-ARA )
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance,Comedy, and  Sad
Length : Chapter
Suji’s POV
“ maksudku, mari kita membuat anak” ucap myungsoo dengan senyum semakin lebar.
“ MWO ?!!! KIM .. MYUNGSOO ……..” teriakku. Apa maksud dengan membuat anak ?! kalau dia sekarang sedang bercanda, ini sungguh tidak lucu. apa yang harus kulakukan ?! arrgghh..
“ kau tidak mau ?! wae ?! bukankah aku sangat tampan ?! aku tidak mau mengakui ini, tapi kau sangat cantik, pasti anak kita berdua sangat tampan dan cantik. Kau ingin mempunyai anak berapa ?!” ucapnya.
“ myungsoo, ini sungguh tidak lucu. lepaskan pelukkanmu, atau .. aku akan ..”
“ kau akan apa ?!! kau bisa apa ?!” tanyanya melonggarkan pelukannya. Dengan cepat akuu mendorongnya dan berlari ke arah pintu, kuputar kenopnya dann …. arrgghh…
“ kuncinya diaku, babo” ucap myungsoo yang masi berbaring di ranjang.
“ berikan kuncinya sekarang, atau aku akan mengadukkanmu pada ummamu, cepat” ucapku seraya mengulurkan tangannya.
“ PERMISI.. APAKAH ADA ORANG DI RUMAH ?! PERMISI” kudengar ada suara yeoja berteriak dan suara bel yang berbunyi. Ahh .. kesempatan bagus.
“ berikan kunci pintunya, ada orang di luar” pintaku yang masih mengulurkan tangan.
“ geure ?? dari suaranya, sepertiny aku kenal” ucapnya sambil menyerahkan lunci pintu.
“ molla, aku akan membukakan pintu, kau lebih baik tidur di sini” pintaku dan keluar dari kamar.
Siapa itu ? suara yeoja ? myungsoo bilang dia mengenal suaranya. Aku menuruni tangga dan berlari kecil menuju pintu rumah, kubuka pintu rumah dan ..
“ ne, ada perlu ap… krystal ?!” ucapku kaget . sedang apa dia di sini ?!
“ suji ?! kau ada di sini ?! bukannya kau sakit ?!” tanya. O’oo dia tau aku beralasan sakit.
“ myungsoo sendiri di rumah, karna sakitku tidak parah, jadi aku yang merawatnya” jelasku seraya membukakan pintu pagar untuk krystal.
“ kau merawatnya ?”
“ ne”
“ baguslah, bagaimana keadaannya sekarang ?! aku berterima kasih kau telah merawatnya” ucapnya sambil memasuki rumah myungsoo. Kenapa jadi dia yang berterima kasih ?! seharusnya myungsoo.
“ mana myungsoo ?!” tanyanya sambil memutarkan kedua bola matanya ke seluruh penjuru ruangan. Dia mencari myungsoo.
“ dia sedang beristirahat di kamarnya” ucapku yang sedang duduk di sofa.
“ ahh.. ini aku belikan buah segar untuk myungsoo” ucapnya sambil tersenyum dan menyodorkan buah segarnya itu. Tsk, buah di sini juga banyak..
“ ahh,.. gomawo” ucapku dan menerima buah itu.
“ emm,, kalian hanya berdua saja di rumah ini ?!”
“ ne, tadi ada bibi, tapi sudah pulang. Kau sendiri saja datang ke sini ?” tanyaku balik.
“ mmhh.. myungsoo sedang tidurkah ?” tanyanya
“ aku tidak tau pasi, terakhir aku melihatnya, dia sedang berusaha untuk tidur” ucapku berbohong. Berusaha untuk tidur ?! tsk .. seharusnya berusaha membuat anak .. hush ~~ ckckkckc
“ ahh.. kalau begitu aku akan ….” ucap krystal sambil berdiri.
“ cerewet, siapa yang datang?” tanya myungsoo yang sudah berdiri di antara aku dan krystal.
“ myungsoo.. wajahmu pucat sekali” ucap krystal sambi mendekati myungsoo.
“ dia tidak apa-apa. Dia sudah baikkan” jawabku dengan muka-wajah datar.
“ jinja ?” tanya krystal tanpa sedikitpun memandangku.
“ apa kau sudah minum obat ?! makan bagaimana ?! sudah minum minuman yang hangat ?! apa kau lapar, kau ingin bubur ?! aku bisa membuatkan untukmu” ucap krystal sambil memegang dahi myungsoo.
“ dia sudah makan bubur, dia sudah minum obata, dan sekarang waktunya untuk tidur” masih aku yang menjawab. Myungsoo hanay diam. Huh.. namja babo.
“ benar ucapan suji, kau lebih baik tidur, cepat ke kamarmu. Aku akan merawatmu” ucapnya sambil mendorong myungsoo menaiki tangga.
“ tapi … tapi ..” uajrku membuka suara, tapi aku tiak tau apa yang harus aku katakan. Krystal terlihat seperti istri myungsoo dan aku hanay sebagai pembantu yang krystal minta tolong  untuk menjaga myungsoo saat dia tidak ada. Huh .. apa-apaan ini ?!!.
Aku hanya bisa diam melihat  myungsoo di dorong krystal. Aku merasa lututku lemas, ada pa denganku ?!. aku memeggang dadaku, sakit. Kenapa ada perasaan ini ?! melihat cara krystal memperlakukan myungsoo membuat hatiku sakit seperti ini.
“ suji-ah, kau masih di bawah ?” teriak krystal dari atas.
“ waeyo ?!”
“ bisakah kau mengambilkan air putih. Myungsoo habis makan dan dia belum minum air putih” balas krystala. MWO ?? dia menyuruhku ?! aku bukan pembantu. Jika ia ingin merawat myungsoo, dia seharusnya melakukan dengan sungguh-sungguh, seperti aku, aku berusaha membuatkan myungsoo bubur dengan hasil jerih payahku sendiri. Dia benar-benar…. kenapa tadi aku membukakan pintu ?! babo.
Aku berjalan ke arah dapur, mengambil gelas dan menuangkan air putih. Hal kecil begini saja menyuruhku. Aku berjalan ke arah kamar zelo. Kulihat krystal duduk di kursi belajar zelo, sedangkan myungsoo berbaring di kasur.
“ myungsoo, kau tidur ?” tanyaku pelan sambil duduk di pinggir ranjang. Dia membuka mata.
“ ani” ucapnya sambil tersenyum.
“ minumlah, aku lupa kau belum minum sehabis makan bubur tadi” ucapku dengan wajah datar.
“ bagaimana denganmu ?! kau sudah minum ?! kaukan juga makan bubur tadi”
“ aku .. aku mau minum” ujarku sambil berdiri. Myungsoo menahan tanganku.
“ kau di sini saja, biar aku yang ambilkan kau minum” ujar myungsoo lalu berjalan keluar dari kamar.
“ kau terlihat akrab dengannya” kometar krystal.
“ tidak, kita masih seperti biasanya. Tidak ada perubahan yang mencolok” jawabku tenang. Aku tau yang kukatakan pada krystal tadi bohong.
“ jinja ?! tapi kalian sangat terlihat akrab. kalian yang selalu bertengkar”
“ molla” ucapku seraya menggerakan bahuku ke atas-ke-bawah-. Myungsoo datang dengan membawa segelas air putih.
“ minumlah” ucap myungsoo sambil menyodorkan gelas itu padaku. Aku mengangguk dan menerimanya. Lalu aku meminumnya.
“ myungsoo, apa kau sudah tau kalau sekolah akan mengadakan prom ?” tanya krystal bersemangat. Prom ?!! aku lupa memberi tahu myungsoo.
“ aku belum tau, si bodoh ini tidak memberi tahuku” ucap myungsoo sambil menunjukku.
“ aku lupa” belaku refleks menendang kaki myungsoo.
“ kau selalu lupa, kapan promnya ?!” tanya myungsoo menghadap krystal.
“ songsaengnim belum memberitahu mengenai hal itu” jawab krystal pelan.
“ suji, kau memperhatikan krystal ?! begitulah cara yeoja berbicara dan bersikap, bukan sepertimu asal berbicara, tendang sana, pukul sini, tsk yeoja macam apa kau ?!” omel myungsoo. Tunggu, kenapa dia membandingkan aku dengar krystal ?!
“ bagaimana dengan sikapmu sendiri ?! menghinaku bodoh, cerewet, berat sedangkan kau sendiri yang cerewet” ucapku mencoba untuk membela diri sendiri.
“ aku tidak menghinamu, tapi itu semua kenyataan. Bodoh ?! kau memang bodoh. Cerewet ?! jelas sekali kau cerewet. Dan kau ingin kupanggil langsing ?! lebih baik kau hilangkan dulu lemak-lemak di tubuhmu itu. Ara ?!” ucapnya. Kudengar suara tawa dari krystal, walaupun itu tidak keras, tapi aku yang ada di sampingnya dengan amat sangat jelas dapat mendengarkannya.
“ kau selalu begitu. Menyebalkan” ucapku sambil beranjak keluar dari kamar.
“ kau kenapa ?! kau marah ?!” tanya myungsoo.
“ pikir saja dengan otak pintarmu itu kim myungsoo” teriakku dari bawah. Dia pikir aku tidak punya perasaan apa ?! tawa krystal seperti hinaan bagiku, tawa itu sangat amat menyakitkan.mentang-mentang dia pintar, dia bisa seenaknya menghinaku. Aku kemana ya ?! aku bosan di rumah ini, tapi aku harus tetap di sini, ingat ?! si pintar sedang sakit.
Aku berjalan ke arah halaman belakang dan menaiki tangga yang menuju ke arah atap. Dan di sini aku sekarang, duduk silang merasakan hempusan angin dan meyegarkan pikiranku.
Auhtor’s POV
“ myungsoo, lebih baik aku pulang” ucap krystal mengenakan tasnya.
“ perlu kuantar pulang ??” tanya myungsoo, sedangkan krystal menggeleng cepat.
“ tidak perlu, kau perlu istirahat agar cepat sembuh” ucap krystal sambil membuka pagar myungsoo.
“ kau yakin tidak mau kuantar pulang ?”
“ tidak, aku yakin. Cepat istirahat sana” ucap krystal dan mulai berjalan ke arah halte bus. myungsoo hanya diam sambil memandang punggung krystal hingga menghilang. Myungsoo masuk ke dalam rumah.
“ dimana yeoja bawel itu ?!” ucapnya sambil masuk ke dalam kamar suji, tetapi ia tidak menemukan suji di situ.
“ suji-ah, kau dimana ?!” teriak myungsoo di dalam rumah.
“ baiklah aku minta maaf. Bisakah kau keluar dari tempat persembunyianmu sekarang ??”
“ kau lebih baik keluar sekarang”
“ sujia-ah, kau dengar aku ?! aku minta maaf”
“ kau ada di mana ?!” ucap myungsoo yang sedang berada di halaman belakang.
“ oh, itu dia, rupanya dia sedang mecariku ?! aku tidak mau mendengar kata-katanya lagi. Menyakitkan” ucap suji pada dirinya sendiri dari atas genteng.
“ suji, keluarlah. Aku tidak akan mengejekmu lagi. Aku janji” teriak myungsoo yang sedang modar-madir di halaman belakang.
“ suji, jangan buat aku marah, cepat keluar sekarang” ucap myungsoo mulai emosi.
“ aku tidak peduli, buat apa aku peduli kau marah atau tidak, sedangkan kau tidak peduli dengan perasaanku ?” ucap suji pelan, takut myungsoo mendengar.
Myungsoo’s POV
            30 menit kemudian.
 
Kemana dia ?! aku sudah mencari semua tempat di rumah, tapi aku belum menemukannya. Kenapa dia marah begitu ?! aku sering menghinanya bodoh, cerewet, dan berat, tapi dia hanya memonyongkan bibirnya saja, dan sekarang dia benar-benar marah. Mian …
Suji’s POV
Handphoneku berbunyi, sudah ke 20 kali, aku tau siapa yang menelfonkku, buat apa aku mengangkatnya ?! tidak penting. Aauww .. ada orang jahil melemparku dengan batu, hosh~ siapa dia ?! awas kau orang iseng.
“ siapa yang melemparku dengan batu ??!” ucapku lantang sambil berdiri.
“ aku. Mau apa kau ?!” ucap myungsoo dengan handphone di tempelkan di tangan.
“ ohh.. kau rupanya” ucapku tidak tertarik.
“ kenapa kau tidak menjawab ketika aku sedang mecarimu ?” tanya myungsoo sambil menaiiki tangga.
“ penting ?” tanyaku tidak peduli tanpa melihat wajahnya.
“ sudahlah, kau tidak perlu marah, aku hanya bercanda” ucapnya sambil memeggang tanganku.
“ tapi aku tidak menganggap itu sebagai bahan candaan .umma kapan pulang dari jepang ?! aku juga ingin pulang ke rumah, di sini sangat menyebalkan sekali” ucapku tanpa melihat myungsoo.
“ mianhae…” ucap myungsoo lirih. Aku  menoleh kaget ?!
“ mwo ??”
“ mian” ucapnya sambil berdiri.
“ tsk, sudah seharusnya kau meminta maaf”
“ kau tidak turun ?” tanya sambil menghadapku.
“ kau turun saja sendri” ucapku dengan nada sinis.
“ baiklah, aku akan menunggu di sini” ucapnya sambil duduk di sebelahku. Kenapa dia tidak turun? Kupikir dia akan turun. Gosh .. lebih baik aku turun saja daripada salting di dekatnya. Aku berdiri dan berjalan ke arah tangga.
“ kau mau turun ?” tanya.
“ huh.. apa pedulimu ??” ucapku datar sambil menuruni tangga, aku berjalan ke dalam rumah. Aku memilih duduk di ruang keuarga da melihat TV.  Kenapa acara televisi tidak ada yang bagus ?tidak ada drama, variety show, hanya ada berita, berita dan berita membosankan sekali.
“ aku ada di kamarku, kalau kau perlu sesuatu, ketuk saja pintu kamarku” ucapny, berdiri di belakang sofa yang aku duduki.
“ kau tidak perlu khawatir. Jangan peduli padaku” ucapku ketus sambil memainkan handphoneku. Apa dia pikir aku tidak bisa mengurus diriku sendiri ?! aku tidak sebodoh yang dia kira. Aku tidak akan membiarkan dia menghinaku lagi. Never !!
Aku hanya duduk di depan TV yang sedang menayangkan berita tentang rapat dewan rakyat. Apapun itu aku tidak peduli, di sini membosankan, aku .. aku mengantuk. Kulihat jam dinding ternyata sudah jam 6 malam, aku tau aku punya PR setumpuk, tapi aku malas mengerjakan aku ingin tidur.
Ku ambil handphoneku, dan menelfon jiyeon.
“ jiyeon-ah ..” ucapku tanpa basa-basi.
Myungsoo’s POV
Aku berjalan keluar kamar. Aku haus. Aku menengok ke arah ruang keluarga. Dia masih duduk di sana dengan mata terpejam. Kulirik jam dinding, jam 6. Kenapa dia sudah mengantuk begitu ?! dia tidak belajar ?! pantas saja dia bodoh. Kulihat dia menelfon seseorang.
“ jiyeon-ah” ucapnya langsung.
“ kau sudah mengerjakan PR ?!” tanyanya lagi.
“ sudah ?! semuanya ?! matematika, IPA, IPS ?! sudah semua ??” tanya dengan nada terkejut.
“ kau sangat rajin jiyeon-ah. Mmhh .. aku besok melihat PRmu di sekolah ya ?! ya ?! jebal ?! aku sedang tidak enak badan. Aku malas mengerjakan PR setumpuk itu” ucapnya dengan nada memohon. Tsk, bagaimana dia mau pintar jika ia jarang belejar begitu ?! dasar pemalas.
“ APA ?!! BESOK ULANGAN MATEMATIKA ?!! AARRGHH MOLLA” teriaknya. Matematika ?! itu pelajarn tergampang, babo. Kenapa dia harus histeris begitu ?!
“ aku pasrah saja jiyeon-ah, badanku sangat lemas. Aku tidak kuat lagi” ucapnya lirih. Dia sakit ?! benar-benar sakit ??!
“ baiklah, kau belajar saja yang rajin. Good luck. Aku mau tidur” ucapnya sambil memutuskan sambungan. Dia seharusnya belajar, walaupun sakit. Dasar manja. Kulihat dia masih menatap kesal handphonenya. Aku mendekat ke arahnya.
“ kau lebih baik mengerjakan PRmu sendiri suji-ah” ucap yang sudah berdiri di hadapannya.
“ mwo ?!! kau menguping pembicaraanku ?” tanya dengan menatapku tajam.
“ ani. Aku tidak sengaja mendengarmu bicara” ucapku pelan. Masih berdiri.
“ sama saja”
“ dan kau lebih baik belajar walapun kau sakit. Kau harus tetap belajar, itu sudah kewajibanmu”
“ kim myungsoo, aku tidak perlu nasehat darimu. Kau tidak perlu peduli padaku” ucapnya sambil mendongkak, menatapku lekat. Baru kusadari kalau wajahnya pucat pasi. Dia benar-benar sakit ?!
Suji’s POV
“ dan kau lebih baik belajar walapun kau sakit. Kau harus tetap belajar, itu sudah kewajibanmu” ucapnya. Aku tau itu. Belajar memang kewajibanku, tapi saat ini moodku untuk belajar menghilang.
“ kim myungsoo, aku tidak perlu nasehat darimu. Kau tidak perlu peduli padaku” ucapku sambil menatapnya lekat-lekat. Bisakah dia berhenti untuk menasehatiku ?! aku sedang tidak enak badan.
“ kau sakit ?!” tanyanya dengan nada khawatir sambil memegang dahiku.
“ sudah kubilang, urus saja dirimu sendiri, tidak perlu peduli padaku” ucapku sambil  berbaring di sofa.
“ wajahmu pucat. Kau lebih baik tidur di kamar” ucapnya sambil menarikku.
“ dan kau lebih baik pergi dari hadapanku” ucapku sambil menutup mata.
“ baiklah kalau itu maumu” ucap myungsoo pelan. Kudengar suara langkah kaki  pergi menjauh.
Aku sangat mengantuk. Aku memejamkan mataku, mencoba untuk tidur.. melupakan apa yang terjadi pada hari ini. Semuanya, khususnya saat myungsoo membandingkan aku dengan krystal. menyakitkan.
 
Myungsoo’s POV
Kupandangi suji yang sedang tertidur di sofa. Dia tertidur pulas, sesekali ia menggigil kedinginan. Sudah kubilang, seharusnya ia tidur di kamar, babo.
Aku berjalan menuju ruang keluarga. Kupandangi suji yang sedang tertidur. Aku tahu dia cantik. Sangat cantik. Walapun ia sedang tertidur, ia masih sangat cantik.
Auhtor’s POV
Myungsoo masih duduk di hadapan suji. Ia hanya tersenyum. Kemudian dia bangkit dan mulai menggendong suji. Ia rangkul bahu dan mengangkat perlahan kedua kaki suji. Ia berjalan dengan menggendong suji menuju kamar suji.
Ia membuka pintu perlahan, kemudia meletakkan suji di ranjang secara perlahan. Ia mengambil selimut dan memakaikan itu pada suji. Ia menghela nafas pelan.
“ bagaimana bisa aku berhenti untuk peduli padamu ?! dan bagaimana bisa aku berhenti mengkhawatirkan dirimu ?!” ucap myungsoo yang duduk di samping ranjang suji.
Zelo’s POV
Kemana hyung dan noona ?! apa mereka sudah tidur ?! sepertinya tidak mungkin.
“ hyung, noona, kalian di mana ?!!” teriak sambil duduk di sofa. Hening. Tidak ada yang menjawab. Mereka benar-benar sudah tidur ?!
“ hyungg, noonaa, kalian sudah tidur ??” teriakku lagi. Terdengar suara pintu terbuka. Pintu kamar suji noona, tapi yang keluar dari kamar myungsoo hyung. Kenapa jadi hyung ?!! mereka tidur bersama ?! aku tau itu, sejak kemarin gera-gerik mereka berdua sangat aneh. Apalagi mereka berpelukkan di bus dengan bando telinga konyol itu. Kenapa hyungku mau memakai benda konyol ?! apapun alasannya, pasti berhubungan dengan suji noona, makanya hyung memakainya.
“ hyung ? myungsoo hyung ?? apa yang hyung lakukan di kamar suji noona ?”tanyaku pelan.
“ menurutmu ??” tanya sambil duduk di sebelahku.
“ kalian tida mungkin sedang membuat anak ?” tanyaku asal.
“ sudah kucoba tadi siang, di ranjangmu” ucap hyung datar. MWO ???
“ MWORAGO ??” tanyaku dengan volume yang keras.
“ kecilkan suaramu, dia sedang tidur” ucap hyung sambil menjitak kepalaku.
“ apa maksudmu. Hyung ?? dicoba ??kenapa kamarku ?”
“ aku hanya mengerjai dia. Tadi dia menyuruhku berbaring di kamarku, aku tidak mungkin membiaran dia melihat kamarku, kau tahu itu ?! jadi aku berbaring di kamarmu”
“ lalu ?”
“ kutarik tangannya hingga ia jatuh dan berbaring bersamaku di ranjangmu”
“ MWO ?? HYUNG, KAU JANGAN GILA”
“ aku tidak gila. Sudah kubilang aku hanya ingin menngerjai dia saja. Kau bisa pelan sedikit ?”
“ lalu hyung ?!”
“ kau masih kecil, tidak boleh mendengar yang begini. Cepat mandi sana”
“ aku sudah SMA hyung. Lalu ceritanya bagaimana ?”
“ mau apalagi ?! hanya itu saja. Saat aku mengatakan ‘mar kita membuat anak’ dia mulai ketakutan, lalu ada tamu. Sudah begitu saja. Mau apalagi memangnya ?”ucap hyung. Aku berdiri dan mulai berjalan ke arah tangga.
“ kukira, kalian benar-benar membuat anak. Ahh.. tidak seru hyung” ucapku dan mulai berlari saat melihat myungsoo mengejarnya dari belakang.
“ katakan sekali lagi”
“ KALIAN MEMBUAT ANAK. Puas ??” ucapku sambil mengunci pintu. Lalu berbaring di atas ranjangku yang sedikit berantakan, huh.. pasti ini gara-gara kelakuan hyung dan noona.
-TBC-

24 thoughts on “Nado.. Saranghae *part 12*

  1. Ff ini selalu menarik myungsoo yg dingin tp romantis sekaligus iseng dan zelo yg sikapnya beda tipis sama oppanya belom lagi suzy yg rada telmi selalu bikin ngakak
    author daebak!!!

  2. Kmunculan zelo emng mmbri warna tersndri…..
    Kyk ny d kmr myung bnyk fto suzy ny dech…
    Mkn ny suzy gx blh msk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s