Nado.. Saranghae *part 11*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast
  •  Park jiyeon ( T-ARA )
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance, Sad
Length : Chapter
Suji’s POV
            Kubuka mataku perlahan, lalu tanganku memeggang kepalaku. Ahh … jam berapa ini ? apakah masih malam ?! aku ingin tidur lagi, kudengar ada yang mengetok pintu kamarku.
“ suji noona, apa kau tidak sekolah, bagunlah, sekarang sudah jam 6 pagi” ucap zelo. Oh.. jam 6? Zelo sudah bangun ?!
“ ara.. aku sudah bangun” ucapku sambil membuka pintu. Kulihat zelo sudah memakai seragam, kenapa dia sudah siap ?!
“ kau mau kemana zelo-ah ?! kenapa pagi-pagi sudah siap begini ?” ucapku sambil menunjuk seragam zelo.
“ ahh.. aku ada study tour, jadi aku berangkat pagi, dan pulangnya nanti malam, mungkin jam 11, noona cepat mandi, aku akan membangunkan myungsoo hyung” ucap zelo beranjak dari hadapanku.
Aku tidak tau kalau zelo sangat mandiri, dan seharusnya myungsoo yang membangunkan zelo,  kenapa jadi myungsoo yang dibangunkan zelo ?! lebih baik aku mandi. Akupun masuk ke     kamar mandi, seteleh setengah jam, akupun selesai mandi lalu memakai seragam.
Aku keluar dari kamar dengan tas di punggungku, aku berjalan ke arah dapur, di sana sudah ada bulgogi,  jadi aku makan ini ?! baiklah. Aku duduk di meja makan menunggu myungsoo. Kenapa dia tidak keluar kamar ?! aku berjalan meninggalkan dapur dan menuju kamar myungsoo.
“ myungsoo-ah, kau sedang apa ? kau sudah siap belum ?!” tanyaku. Hening. Tidak ada jawaban.
“ YA! Kim myungsoo, kau sekolah tidak ?! ada bulgogi di meja makan” teriakku. Kenapa dia masih belum menjawab ?! apa dia sudah berangkat sekolah ?!
“ kau sudah berangkat sekolah ?” tanyaku sekali lagi. Ku coba buka pintu kamarnya, tapi terkunci.
“ diamlah, kau makan dulu sana” teriaknya marah-marah dari dalam kamar. Kenapa dia marah-marah ?! apa salahku ?!
“ baiklah, aku makan duluan ya ?! kau yakin tidak mau makan ?!” tanyaku sekali lagi.
“ cerewet, makan sana” ucapnya marah. Hoh .. ada apa dengan dia ?! kenapa aku yang kena semprot olehnya ? molla, lebih baik aku makan saja.
“ arasso” ucapku pelan dan berjalan menuju meja makan.
Myungsoo’s POV
Bisakah dia berhenti bertanya ?! cerewet sekali. Sudah kubilang, dia bisa makan duluan, tapi kenapa masih bertanya terus ?! dia pikir aku juga tidak lapar ?! aku juga lapar, apalagi ada bulgogi di meja makan. Mana kotak pink itu ? sepertinya di meja makan. Bagaimana aku bisa mengambil kotak itu jika suji ada di meja makan ? tidak mungkin aku keluar dengan wajah pucat seperti ini, bisa bisa teriak-teriak heboh dan .. dan panik, lebih baik kutunggu sampai dia berangkat sekolah dulu. Hhuhh .. hhuh .. aishh, nafasku semakin cepat, aku harus mengambil kotak itu.
“ myungsoo-ah, kau tidak makan ?!” teriak suji lagi, aish .. anak ini.
“ sebentar lagi, lebih baik kau berangkat duluan, nanti aku menyusul” balasku teriak.
“ geure .. aku berangkat dulu, dan .. zelo bilang dia sedang study tour, dan pulangnya malam, baiklah, aku berangkat dulu” ucapnya. Kudengar suara kaki melangkah menjauh. Dia benar-benar sudah berangkatkan ?! sepertinya sudah. Aku keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Bangun pagi tadi perutku nyeri dan nafasku sangat cepat. Aishh ..ini adalah saat-saat menyebalkan, tapi aku sudah terbiasa dengan ini semua.
“ sampai kapan aku harus minum obat seperti ini ?” tanyaku pada diriku sendiri seraya membuka kotak pink. ku ambil beberapa obat, lalu kuminum satu persatu, lalu aku minum segelas penuh air putih. Kulihat bulgogi yang ada di meja makan. Aku lapar. Aku duduk dan memakan semua bulgogi itu sendiri.
——– ^.^ ——–
Suji’s POV
Aku masuk ke kelasku dengan lemas. Kenapa dia marah-marah ?! ani, dia bahkan tidak mau membukakan pintu kamarnya. Awas saja kalau dia …
“ annyeong” sapa krystal yang baru masuk. Ahh.. dia.
“ annyeong”  balasku sambil melambaikan tangan.
“ suji-ah, kemarin kau sakit ?! sakit apa ?!” tanyanya sambil duduk di tempatnya, di depanku.
“ahh.. aku sakit demam” jawabku lirih. Gomawo jiyeon-ah..
“ demam ? sepertinya kau sekarang sudah baikkan” ucapnya sambil membalikkan badan untuk menghadapku. Aku hanya tersenyum.
“ suji-ah, aku ingi bertanya sesuatu ..” ucap krystal setengah berbisik.
“ apa ?” tanyaku penasaran.
“ kau tetangga myungsookan ?!” tanyany dengan mata berbinar-binar. Ahh.. aku lupa jika dia suka dengan myungsoo. SANGAT SUKA myungsoo.
“ ne, waeyo ?” tanyaku tidak bersemangat.
“ kenapa kemarin dia tidak masuk ?!” tanyanya.
“ dia.. dia… dia juga sakit” ucapku lirih. Sakit apa ?!?
“ sakit apa ?!” tanyanya. Hosh.. sakit apa ?! aku juga tidak tau. Apa aku harus mengatakan dia juga sakit demam, apakah tidak mencurigakan ?!
“ wahh, aku juga tidak tau” ucapku sambil menggeleng. Sepertinya saingan sesungguhku bukan sulli, tapi krystal. Iya, ini pasti sulit.
“ kau tidak tau ?” tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
“ baiklah, terima kasih suji-ah. Aku akan bertanya pada sungyeol teman dekatnya” ucap krystal sambil berdiri dari bangkunya dan berjalan meninggalkan kelas. Krystal… dia ituu ..
Krystal teman sekelasku dari kelas 10 hingga kelas 12. Dia suka  myungsoo sejak awal tahun pelajaran kelas 12, kira-kira dia suka myungsoo sudah 6 bulan. Dia  orang yang jujur, aku yakin myungsoo juga sudah tau kalau krystal suka padanya.  Dia juga pintar, ia peringkat 2 di kelasku.  Wajahnya ?! wajahnya cantik, kepribadiannya ceria, jadi tidak heran kalau dia sangat terkenal di sekolah ini, dari kelas 10 sampai kelas 12 pasti mengenal krystal, dia juga anak kesayangannya songsaengnim, apalagi  park songsaengnim, krystal sangat di anak emaskan, yaa.. krystalkan pandai dalam pelajarannya, IPA. Krystal dan aku sangat berbeda jauh 1: 10 lah, tapi kalau masalah wajah, hoh .. jelas aku yang menang, aku lebih imut darinya. Kesimpulanku dia adalah lawan yang tangguh bung.
“ suj-ah, bagaimana kemarin ??” tanya jiyeon yang baru datang dan duduk di sampingku.
“ kemarin ?”
“ kau dengan myungsoo, babo” ucap jiyeon. Kenapa dia sama seperti myungsoo yang suka memanggilku babo ?? aishh..
“ yaa … begitulah..” ucapku pura-puran tidak tertarik.
“ begitu bagaimana ?!” tanyanya memaksa.
“ menyenangkan”
“ ceritakan padaku, kalian pergi kemana ?” tanya jiyeon sangat bersemangat.
“ ke lotte world” ucapku pelan
“ APA ? KE LOTTE WORLD, dia mengajakmu kesana ?” tanyanya. Aku hanya mengangguk.
“ lalu apa yang kalian lakukan di sana ?!” tanyanya. Banyak hal kulakukan dengan myungsoo, di ice-skating, perahu.. dan di toko …
“ aku digendong” jawabku lirih.
“ digendong ?! myungsoo menggendongmu ? jinja ?”
“ eemm, aku juga menciumnya” ucapku sangat pelan. Aku tersenyum mengingat kejadian itu.
“ kau menciumnya ?! di bibir maksudmu ?” tanyanya. Aku langsung menoleh kaget.
“ aniyo. Di pipi. Sudahlah. Jangan bicarakan ini lagi” ucapku sambil menutupi mukaku dengan kedua tepalak tangan.
“ kubilang jupa apa, kau pasti menyukainya” ucap jiyeon.
“ aniyo” balasku cepat dan menggelengkan kepala.
“ tsk, lihat saja nanti, oh ya.. sekola akan mengadakan porm” ucap jiyeon.
“ porm ??” tanyaku, dan jiyeon mengangguk.
“kapan?”
“ molla, songsaengnim belum memberitahukan, eh itu songsaengnim, sepertinya pelajaran akan di mulai” sahut jiyeon.
——– ^.^ ——–
Author’s POV
Suji sedang makan burger di kantin, tiba-tiba krystal duduk di sampingnya.
“ myungsoo masih sakit ?” tanya krystal pada suji. Suji hanya diam tidak mengerti.
“ apa maksudmu ?!” tanya suji.
“ aku tanya padamu, myungsoo masih sakit atau tidak ??”
“ memangnya kenapa ?”
“ dia tidak masuk sekolah lagi” ucap krystal sambil memakan burgernya. Suji menoleh kaget.
“ tidak masuk ??” tanya suji dan krystal hanya mengangguk.
Suji’s POV
“ dia tidak masuk sekolah lagi” ucap krystal. Aku menoleh kaget.
“ tidak masuk ??” tanyaku dan dia hanya mengangguk. Myungsoo  kenapa ?! memang tadi pagi dia aneh sekali.
“ eumm,, permisi sebentar” ucapku pergi meninggalkan krystal. Aku berjalan cepat menuju kelasku. Habis ini tidak ada pelajarankan ?! hanya pertemuan ada bimbingan dari wali kelaskan ? jadi, kalau aku pulang sekarang, bolehkan ?! huh .. berarti dia di rumah sendiri. Aku harus cepat pulang. Sampai di kelas kulihat jiyeon sedang membca novel, lebih baik aku izin dia saja.
“ jiyon-ah, habis ini tidak ada pelajarankan ?” tanyaku.
“ ne, waeyo ?”
“ perutku sakit, aku pulang dulu ya ?! bolehkan ?! kau izinkan ya ?!”
“ geure .. hati-hati di jalan. Goodbye” sahutnya. Aku tidak membalasnya, aku langsung berlari ke luar menuju gerbang sekolah, lalu aku masih berlari ke halte bus, begitu bus datang aku langsung naik, walaupun penumpangnya penuh. It’s ok. Aku hanya perlu bertahan 20 menit di bus. Setelah bus berhenti di halte bus dekat rumahku, aku langsung lari maraton lagi. Hosh ~~ ini melelahkan.
Aku sampai di sepan rumah myungsoo, kulihat pintunya terbuka, aku masuk dan kulihat myungsoo sedang membaca koran dengan santai. Hoowaa .. aku capek berlari, ternyata dia sedang bersantai.
“ YA! Kim myungsoo” bentakku dan dia menoleh. Omo .. wajahnya pucat sekali.
“ kau.. kau sudah pulang ?” tanya myungsoo
Myungsoo’s POV
“ YA! Kim myungsoo” bentak seseorang dan aku menoleh. Lho ?! kenapa dia sudah pulang ??
“ kau.. kau sudah pulang ?” tanyaku bingung.
“ wajahmu .. kenapa bisa pucat begitu ?” tanya suji histeris. Tuh kan kubilang juga apa ?!
“ gwanchana”
Suji’s POV
            “gwanchana” ucap myungsoo.
“ jinja ?!” tanyaku memastikan. Dia hanya mengangguk.
“ pantas saja, tadi pagi marah-marah, kau juga, kalau sakit itu bilang, jangan diam saja. Kau sudah makan belum ?! bulgogi di meja makan sudah kau makan ? mau kubuatkan bubur ? apa kau mau makan buah ? kau mau buah apa ? bagaimana dengan obat ? kau sudah minum obat ? kau sakit apa ? demam ? apa kau pusing ? batuk ? kenapa kau di ruang tamu, seharusnya kau tidur di kamar. Cepat berdiri” omel sambil menarik tangan myungsoo agar namja itu berdiri.
“ hoshh.. kau cerewet sekali.. aku ingin di sini, aku bosan tidur”
“ andwaeyo, kau harus berbaring agar kau cepat sembuh, cepat berdiri” pintaku lagi.
“ aishh.. kau lebih baik ganti baju dulu” usul myungsoo, lalu kulihat seragamku. Benar juga, aku lebih baik ganti baju dulu. Aku berlari ke kamar. Aku memakai celanan jeans selutut dan kaos berwarna pink. Aku berjalan ke arah ruang tamu, myungsoo masih di sana.
“ kenapa kau masih di sini ?! cepat masuk kamar” ujar seraya mearik tangan myungsoo.
“ aku bosan, biarkan aku di sini saja”
“ kau ini, kau sedang sakit lebih baik menurut, cepat”
“, tapi nanti sore boleh main ya ?!” ujar myungsoo sambil berjalan ke arah kamarnya.
“ kalau sudah sembuhnya ?!!” jawabku. Dia hanya diam. Aku berjalan di belakangnya.
Myungsoo membuka pintu kamarnya, lalu ia masuk dan menutup pintunya, tanpa membiarkan aku masuk. Aish~~
“ YA! Kenapa kau tutup pintunya ? buka cepat, biarkan aku masuk” teriakku dari luar kamar.
“ andwae, kau tidak boleh masuk ke dalam kamarku”
“ waeyo ?! aku tidak akan membuka barang-barangmu, jadi biarkan aku masuk” balasku dengan teriak.
“ sudah kubilang jangan..”
“ , tapi kenapa ?!! cepat buka pintunya” teriakku sambil berusaha membuka kenop pintu.
“ ituu.. ituu, karna, karna kamarku berantakan, iya berantakan..” ucapnya terbata-bata.
“ berantakan ?! orang sakit harus beristirahat di tempat yang nyaman, cepat keluar kamar, kau lebih baik beristirahat di kamar zelo saja” usulku. Dan myungsoo keluar.
“ mana yang berantakan ?” tanyaku berusaha mengintip kamar myungsoo.
“ kenapa kau mengintip kamarku, semua isinya berantakan” ucapnya sambil mengunci pintu kamarnya. Kenapa di kunci ?! dia takut aku mencuri barangnya, gitu ?! hosh ~
“ cerewet, kenapa kau berdiri di depan pintu kamarku ?! cepat naiklah” ucap myungso yang mulai menaikki tangga menuju kamar zelo di lantai 2. Aku berjalan meninggalkan kamar myungsoo.
“ cepat, kau berbaring di sini” pintaku pada myungsoo sambil menunjuk ranjang zelo. Myungsoo hanya diam dan berbaring di kasur zelo.
“ kau mau makan apa ?! bubur ?! roti ?! kau mau minum susu ? aku bisa buatkan” usulku.
“ ani, aku tidak lapar”
“ perutmu itu tidak boleh kosong, harus di isi makanan, jadi aku tanya sekali lagi, kau mau makan apa ??” tanyaku dan dia hanya diam. Huh.. baiklah.
“ fine, aku akan buatkan bubur untukmu” ucapku sambil berdiri dari ranjang zelo.
“ YA ! aku tidak minta bubur”
“ memang, itu ideku sendiri”  ucapku sambil keluar dari kamar.
“ CEREWET, AKU TIDAK AKAN MEMAKAN BUBUR BUATANMU” teriak myungsoo dari dalam kamar. Tidak akan memakan bubur buatanku ?! benarkah ?! kita lihat saja nanti .. kekekek *evil laugh*
Aku berjalan ke arah dapur, di sana ada bibi yang bertugas menyiapkan makan untuk kata bertiga –aku, myungsoo, zelo- . aku tidak tau cara memasak bubur, tapi bibi itu taukan ?!! hehehe..
“ ajuma, bolehkan aku minta tolong” tanya sambil tersenyum.
“ minta tolong apa suji-ah ?”
“ ajuma bisa membuat bubur ??”
“ bubur ? tentu saja. Kau ingin makan bubur ??”
“ ani. Myungsoo bilang ia ingin makan bubur buatanku, jadi bisakah bibi membantuku ?” tanyaku.
“ tentu saja, cepat ambil panci itu..” pinta bibi. Akankah ini berhasil.. kita lihat saja nanti..
Auhtor’s POV
            “ membuatkan bubur ? memangnya dia bisa memasak ? bukannya dia hanya bisa membuat roti ? aku ingin melihatnya memasak ?” ucap myungsoo dengan senyuman lebar di wajahnya. Ia keluar dari kamar zelo dan masuk ke kamarnya sendiri untuk mengambil sesuatu, setelah itu dia berjalan ke arah dapur, tetapi dia tidak masuk ke dapur, hanya melihat suji yang sedang memasak dengan bantuan bibi. Myungsoo hanya tersenyum melihat itu. Ia duduk di lantai dan masih melihat suji.
“ kukira dia akan memasak sendiri, kalau begini caranya rasa buburnya jelas enak, bibi yang masak” ucapnya sambil menggunakan benda yang diambil dari kamarnya.
“ aku sudah melakukan hal ini selama 6 tahun. Tsk, sampai kapan aku melakukan hal ini ?! koleksiku sudah banyak, benar-benar tidak bisa di percaya” ucap myungsoo sambil meletakkan benda itu di sampingnya. Myungsoo melihat suji telah selesai memasak bubur, ia bangkit dan berjalan ke arah kamar zelo. Sementara suji mulai menaiki kamar.
“ myungsoo-ah, buburnya sudah jadi” ucap suji sambil masuk ke kamar zelo.
“ kau yang memasaknya ?” tanya myungsoo yang sedang berbaring di ranjang.
“ sebenarnya aku ingin bilang, ya, aku yang memasaknya,tapi kenyataannya bibi juga membantuku, cobalah pasti lezat” ucap suji meletakkan bubur dan duduk di tepi ranjang.
“ tentu saja, bibi yang membuatnya” sahut myungsoo yang duduk di samping suji.
Suji’s POV
“tentu saja, bibi yang membuatnya” sahut myungsoo. Mwo ?! aku yang membuatnya, bibi hanya membantu dengan omongan saja. Kutendang kakinya.
“ aku yang membuatnya, bibi hanya memberikan arahan saja. Kau ini” ucapku masi menendang kaki myungsoo.
“ jinja ? arasso. Mana buburnya ? serahkan padaku ?” pinta myungsoo dengan tangan yang sudah disodorkan padaku.
“ sudahlah, aku suapi saja. Kaukan lemah, ayo buka mulutmu” pintaku. Tanganku yang sedang memeggang sesendok penuh dengan bubur.
“ kau sedang apa ?! aku bukan anak kecil berumur 2 tahun yang harus disuapi seperti ini. Aku 18 tahun sekarang. Sini berikan padaku” pinta myungsoo yang sedang berusaha mengambil sepiring nasi dari tanganku.
“ kau adalah murid SMA kelas 3 yang sedang jatuh sakit, jadi biarkan aku merawatmu” ucapku sabar.
“ merawatku ?! yang benar saja ?! merawat dirimu sendiri saja kau tidak bisa”
“ mwo ? sudahlah, cepat buka mulutmu itu” ucapku sambil menendang kaki myungsoo.
“ lihatlah, katanya kau mau merawatku, tapi kau malah menendangku. Sini, berikan padaku” ucap myungsoo masih berusaha mengambil bubur itu.
“ makanya itu, pasien harus menuruti apa kata orang yang merawatnya. Cepat buka” ucapku kembali menyodorka sesendok bubur. Dia membuka mulutnya, lalu aku masukka sendok itu ke dalam mulutnya.
“ bagaimana ?! enak tidak ?!”
“ babo, bubur tidak ada rasanya suji-ah” jawabnya sambil menjitak kepalaku.
“ ahh, tentu saja ada. Kau yang babo” balasku sambil menjitak kepalanya.
“ tapi indra pengecap orang sakit itu tidak berfungsi dengan baik, babo”
“ kau benar, aku.. aku hanya lupa.. heheheh” ucapku sambil menyuapinya lagi.
“ kau bukan lupa, tapi kau tidak tau, kaukan bodoh”
“ YA ! diamlah, tutup mulut bawelmu itu dan makan bubur ini sendiri. Kau menyebalkan” ucapku sambil berdiri.
“ kau mau kemana ?! bukankan kau yang memaksa ingin menyuapiku, tapi kenapa kau pergi begitu saja. Kau curang” ucapnya sambil memeggang pergelangan tanganku.
“ itu karna kau yang terlalu bawel dan suka menghina orang seenaknya. Sudah makan sendiri sana” ucapku sambul berjalan ke arah pintu.
“ andwaeyo. Kau harus menyuapiku. Kau harus merawatku sampai aku sembuh” ucapnya sambil mengunci pintu kamar. Dan menyembunyikan kunci di saku celananya.
“ berikan padaku” pintaku.
“ kau harus merawatku sampai sembuh dulu, baru kau bisa keluar dari rumah ini” ucapnyu duduk di pinggir ranjang.
“ cepat duduk sini, dan suapi aku” pintanya sambil menepuk-nepuk ranjang. Aku mendengus dan berjalan ke arahnya.
“ buka mulutmu” suruhku.
“ yes, mom” jawabnya bersemangat. Aku tertawa kecil melihatnya dan mulai menyuapinya lagi.
“ myungsoo. Suji, bibi pulang sekarang. Pekerjaan bibi sudah selesai semua” ucap bibi di depan pintu kamar zelo.
“ ne, bibi bisa pulang, dan tolong pintu di tutup bi” ucap myungsoo.
“ ne” ucap bibi dan kudengar suara hentakkan kaki menjauh.
“ makan lagi” ucapku sambil menyuapinya lagi. Myungsoo sedang berbaring.
“ aku sudah kenyang, sini berikan buburnya padaku” pintanya. Aku hanya diam tidak mengerti. Myungsoo mengambil piring bubur dari tanganku.
“ gantian kau yang makan. Cepat buka mulutmu” ucapny sambil menyodorkan sendok yang penuh dengan bubur.
“ apa ?! kenapa harus aku ?! akukan tidak sakit seperti kau”
“ tapi kau belum makan siang, cepat buka mulutmu”
“ tapi aku tidak lapar. Kau saja yang habiskan”
“ sudah kubilang, aku kenyang. Cepat buka mulutmu”
“ arasso” ucapku dan membuka mulutku, lalu myungsoo memasukkan sendok dengan bubur itu ke mulutku. Arrgghh.. bagaimana ini ?! aku menggunaka sendok yang sama dengan yang di pakai myungsoo.
“ anak pintar” ucapnya yang tersenyum sambil mencubit pipiku.
“ ayo, buka mulutmu lagi, tinggal 2 suap lagi” ucapny dan kubuka mulutku lagi.
“ aku sudah kenyang” ucapku sambil menggeleng ketika myungsoo menyodorkan sendok penuh bubur.
“ tidak boleh membuang-buang makan, cepat makan”
“ kenapa bukan kau yang makan ?”
“kenapa kau menuruti kata-kataku ? cepat makan” uapnya lagi. Akhirnya aku membuka mulut dam makan bubur itu dengan mka cemberut.
“ aku ambil minum dulu” ucapku sambil berdiri. Tiba-tiba myungsoo menarikku hingga aku jug berbaring di ranjang bersamanya, BERSAMANYA. Omo .. eottoke ??
“ lebih baik aku tidak minum daripada kau meninggalkanku sendiri di sini” ucapnya sambil memelukku. Ingat di RANJANG.
“ kau biacara apa ?!” ucapku berusaha mendorong tubuhnya.
“ memangnya aku bicara apa ?!” ucapnya. Aku bisa melihat senyum jail yang tertempel jelas di wajahnya.
“ apa yang kau lakukan ?!” ucapku yang masih berusah mendorongnya.
“ suji-ah, bagaimana ini ?! apa yang harus kita lakukan ?! kita berdua sedang berbaring di atas ranjang ?” ucapnya masih tersenyum.
“ kau. Aku tidak bercanda. Cepat lepaskan”
“ suji-ah, di kamar ini hanya ada aku dan kau, jadi apa yang harus kita lakukan ?” tanyanya pura-pura bodoh. Tuhann.. apa yang ada di dalam pikiran myungsoo sekarang. Tidak mungkin. Tidak mungkin.
“ apa.. apa.. apa maksud.. mu ?” ucapku pelan. Myungsoo, apa yang mau kau lakukan padaku ??
“ maksudku, mari kita membuat anak” ucapnya dengan senyum semakin lebar.
“ MWO ?!!! KIM .. MYUNGSOO ……..” teriakku.
-TBC-

23 thoughts on “Nado.. Saranghae *part 11*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s