Nado.. Saranghae *part 10*

Title : Nado.. Saranghae.
Author : Ananda Yune
Main cast :
  • Bae Suji ( Miss A )
  • Kim myungsoo ( INFINITE )
Minor cast :
  • Park jiyeon ( T-ARA )
  • Choi Joon Hong/ ZELO ( B.A.P )
Genre : Romance, Sad
Length : Chapter
Suji’s POV 
Bagaimana tipe idealku ?! aku pun juga tidak tau, tapi pengalaman hari ini memberiku gambaran dari tipe idealku. Semua peristiwa yang terjadi hari ini karna myungsoo, pengalaman yang kudapatkan hari ini juga karna myungsoo. It’s all cause myungsoo. 
“ tipe idealku .. eemm,, seseorang yang dapat membuatku senang, yang dapat membuatku menjadi diriku sendiri, seseorang yang yang dapat membuatku nyaman di dekatnya, dan seseorang yang mau berkorban demiku, eemm kira-kira begitu” ucapku.
“ itu saja ?”tanya myungsoo. Sepertinya ada yang kurang… ahh itu …
“ seseorang yang wajahnya harus tampan” ucapku sambil tersenyum lebar dan menatap myungsoo.
“ huh ..’ seseorang yang wajahnya harus tampan’ , apakah ini penting ?!” tanya myungsoo lagi.
“kalau dia tidak tampan, nanti anakku bisa tidak tampan juga, jadi, ne sangat penting” ucapku lagi.
“ sulli-sshi, kau kesini dengan siapa ?” tanyaku.
“ ahh, dengan temanku” jawabnya.
“ kemana temanmu ?” tanyaku. Dia hanya menggeleng, huh .. jelas sekali, dia naik perahu ini karna myungsookan ?! dasar genit.
Perahu sudah berjalan daritadi, kapan berhentinya ?! di sini sungguh memuakkan, melihat mereka berdua. Apalagi saat sulli ingin di ajari cara menggunakan kamera. Awalnya myungsoo duduk di sebelahku, sekarang dia duduk di sebelah sulli, sekali lagi, duduk di sebelah sulli. Bisa kulihat wajah gembira sulli saat myungsoo duduk di sebelahnya, dan hal yang tidak kulupakan adalah ketika ia ternyum sinis ke arahku saat myungsoo memfotonya. Hoeek .. cuh ..
“ suji-sshi, bisakah kau memfoto kami berdua ?” tanya sulli seraya menyodorkan kamera.
“ huh ??”
“ kenapa ? bolehkan aku berfoto dengan myungsoo-mu ?!” tanyanya lagi.
“ ahh .. kau tanya pada myungsoo dulu, dia mau di foto atau tidak ?” usulku. Huh .. dia benra-benar yepja yang menyebalkan.
“ myungsoo, kau maukan berfoto denganku ?” tanya sulli sambil tersenyum sok manis pada myungsoo, sekali lagi sok manis.
“ tentu saja” ucap myungsoo ringan. WHAT ??!!kenapa dengan dia ?! berfoto denganku selalu menolak, kalau bersama sulli, dia langsung setuju.
“ ahh.. geure . berikan kameranya padaku” ucapku. I’ve no choice.
“ jinja ?! ini ..” ucap sulli sangat antusias dengan jawabanku.
“ satuu..dua, tiga .. sudah selesai” ucap sambil mengembalikan kameranya itu
“ sekali lagi, bisa kan ?” pinta sulli lagi.
“ mian, andwaeyo” tolakku. Aku benar-benar tidak kuat berdekatan dengan mereka berdua.
Begitu  perahu berhenti, aku langsung berdiri dan keluar dari perahu itu, berjalan entah kemana, yang penting tidak bersama mereka berdua. Hooeek, cuh~
“ hooii .. suji-ah, kau mau kemana ?!” tanya myungsoo di belakangku.
“ suji-sshi, kau mau kemana ?” tanya sulli. Kenapa dia masih ada.
“ aku mau pulang” jawabku tanpa menoleh ke belakang.
“ kau bisa pulang sendirikan ?! aku belum mau pulang” tanya myungsoo.. nahh, maksud dia apa ?! dia yang membawaku ke sini, dan ia menyuruhku pulang sendiri, begitu ?! hosh ..
“ baiklah, aku bisa minta jemput zelo di pintu gerbang lotte world, have fun guys” ucapku  myungsoo, lalu pergi.
Myungsoo’s POV
Kenapa jadi zelo ?! kenapa dia daritadi menyebut-nyebut nama zelo ?! tidak mungkin suji suka zelo. Zelo ?! dongsaengku sendiri, sepertinya tidak mungkin atau .. mungkin ??
“ suji-ah, tunggu sebentar” panggilku.
Author’s POV
“ Suji-ah, tunggu sebentar” panggil myungsoo mengejar suji. Sulli juga mengikuti myungsoo.
“ wae?” tanya suji dengan wajah datar.
“ jangan pulang dulu” pinta myungsoo.
“ bagaimana kalau kita bermain ice-skating ?!” usul sulli tiba-tiba.
“ sulli-sshi, kenapa kau masih di sini ?! bukannya kau tadi bersama temanmu ?! kemana
Temanu sekarang ?! kenapa kau ada di sini dan mengganggu kesenanganku, bisakah kau pergi ?!” ucap suji sinis. Myungsoo kaget mendengar perkataan suji.
“ aku di sini bukan karnamu, tapi karna myungsoo” jawab sulli.
“ kenapa myungsoo ??” tanya suji
“ aku suka padanya” jawab sulli.
“ , tapi dia namja-ku” sahut suji tidak mau mengalah.
“ lalu kenapa ?!” tanya sulli dengan nada  menantang.
“ myungsoo-ah, suruh dia pergi” pinta suji pada myungsoo. Hening. Myungsoo hanya diam.
“ YA!   Kim myungsoo” ucap suji sedikit emosi.
“ arasso, sulli, lebih baik kau kembali bersama temanmu, biarkan aku berbicara dengan yeojaku, dan jangan sakit hati terhadap ucapannya.
“ tapi .. aku ingin mengen..” ucapa sulli dipotong oleh suji.
“ mian, kau bisa pergi sekarang” ucap suji.
“ baiklah, maafkan aku karna telah mengganggu kalian berdua” ucap sulli meminta maaf, lalu pergi meninggal suji dan myungsoo.
“ woaa .. kau tadi jahat sekali suji-ah” ucap myungsoo sambil merangkul pundak suji dan mulai berjalan.
“ jinja ?” tanya suji kembali ramah.
“ hemm ,, sepertinya kau cemburu pada sulli” ucap myungsoo.
“ aku ?! cemburu padanya ? wae ?”
“ sepertinya kau suka padaku” ucap myungsoo sambil tersenyum kecil.
“ hoh.. kau.. jangan terlalu percaya diri”
“ jadi bagaimana sekarang, kita menjadi sepasang kekasih ?!” tanya myungsoo dengan muka jahilnya. Lalu suji menendang kaki myungsoo
“ itu jawabanku” ucap suji.
“ jadi, sekarang kita pulang ?!” tanya myungsoo.
“ aku ingin melakukan satu hal”
“ what’s that ?” tanya myungsoo.
“ ice-skating, kau bisa ?”
“ woaa .. kau menyuruh sulli pergi, tapi kau mencuri idenya, tsk . dan untuk menjawab pertanyaanmu. Ne, aku bisa bermain ice-skating” jawab myungsoo semangat.
“ tepat, aku tidak bisa bermain ice-skating, ajarin aku ya ?!”
“ kau ingin bermain ice-skating, tapi tidak tau cara bermainnya. Lebihbaik kita pulang” jawabu myungsoo sambil menarik tangan suji.
“ sekali ini saja” pinta suji dengan puppy eyesnya, sedangkan myungsoo hanya menatap suji, lalu menghembuskan nafasnya.
Suji’s POV
“ jadi, bagaimana cara bermainnya?” tanyaku pada myungsoo.
“ kau hanya perlu meluncur saja”
“ hanya meluncur saja ?!, tapi aku tidak anehkan dengan celana ini?” tanyaku sambil menunju celana selutut yang baru saja kubeli
“aniyo” jawabnya
“ let’s go” ucapku sambil memasukki area ice-skating.
Kugerakkan kakiku, dann .. omo, ini sangat licin. Bagaimana kalau aku jatuh ?! andwae. Kutolehkan kepalaku ke kanan- ke kiri untuk mencari myungsoo mana dia ?!. aku hanya berdiri kaku di area ice-skating. Sungguh, aku sekarang terlihat seperti orang bodoh. Seharusnya aku tidak ke sini saja, kalau pada akhirnya hanya berdiri saja. Aishh .. jinja !!
“ bodoh, apa yang kau lakukan ?! hanya berdiri saja ?!” tanya myungsoo dengan senyum menghina. Tuhkan, aku di panggil bodoh lagi !!
“ bukankah aku sudah bilang, kalau aku tidak bisa” jawabku lirih.
“ makanya, orang bodoh perlu belajar, kkaja” ucap myungsoo sambil menarik tanganku. Ia berseluncur menuju ketengah area permainan, sedangkan aku hanya pasrah digeretnya dari belakang.
“ cobalah jalan seperti ini” ucap myungsoo sambil berjalan maju perlahan.
“ kalau jatuh bagaimana ?”
“ apa yang perlu kau takutkan ?! kan ada aku ?! cepatlah, jangan banyak bertanya”
“ seperti ini ?” tanyaku sambil mengerakkan kakiku, maju-mundur.
“ bukankah tadi aku menyontohkan berjalan maju ? bukan jalan di tempat ! babo, sekali lagi”
“ seperti ini ?” tanya sambil menggerak kakiku maju-mundur dengan sambil mengibaskan tanganku.
“ YA! Kau ini bodoh sekali” ucap myungsoo tanpa senyuman.
“ kau juga menyebalkan sekali” ucapku pelan.
“ mworago?”
“ ani, lalu aku sekarang harus apa ?!” tanyaku dengan wajah polos.
“ penggang tanganku sini, dan coba jalan perlahan-lahan” ucapnya sambil menyodorkan tangannya ke arahku. Lalu genggam tangannya.
“ tapi aku tidak akan jatuhkan ?!” tanyaku dengan muka khawatir.
“ kalau kau melakukan seperti yang kukatakan, maka kau akan aman”
“ baiklah, seperti ini ?” tanyaku sambil menangkat kakiku, sehingga berjalan sedikit demi sedikit.
“ ne, buka kakimu lebih lebar” perintah myungsoo.
“ seperti ini ?” tanyaku sambil membuka kakiku sangat lebar.
“ kau tidak akan bisa berseluncur dengan kaki selebar it, babo” ucapnya
“ lalu bagaimana ?” tanyaku seraya merapatkan kakiku kembali.
“ buka sedikit saja, lalu berseluncurlah”
“ berseluncur? Berseluncur, mari kita berseluncur” ucapku pada diriku sendiri sambil mencoba berseluncur.
“ aishh,, kau sekarang bukan berseluncur, kau itu jalan di tempat”
“ lalu bagaimana ?” tanyaku dengan wajah polos.
“ sudahlah, tida perlu belajar, kau pegangan tangaku saja, kauku geret mengeliling are ini” usul myungsoo.
“ ide bagus, kenapa tidak daritadi saja ?!”
“ kukira aku bisa mengajarimu, tapi aku lupa kalay kau sangat bodoh dalam menangkap perintah”
“ ini sangat sulit “ ujarku membela diri.
“ kau benar, permainan ini sangat sulit bagi orang bodoh sepertimu” ucapnya mulai berseluncur. Aku hanya melihatnya dengan tatapan –memangnya kau pintar?
“ pastikan kau menggengam tangaku dengan erat” pinta myungsoo.  Aku hanya mengangguk sambil menggenggam tangannya erat.
“ kita mulai” ujar myungsoo yang mulai berseluncur perlahan.
“ lebih banter myungsoo-ah” pintaku.
“ diamlah, kau ini sungguh merepotkan” ucapnya yang masih berseluncur. Aku hanya diam
Bisa kurasakan dia menambah kecepatannya. Hoh.. ini sangat menyenangkan. Berseluncur melewati orang-orang, ahh.. lebih tepatnya myungsoo yang berseluncur, aku hanya digeretnya saja. Berputar-putar, berkeliling di arena ice-skating, ini hal yang baru bagiku.
Myungsoo masih membawaku berseluncur. Aku menatap punggungnya sambil tersenyum, mengingat perhatian yang ia berikan padaku hari ini. Kurasa aku harus berterima kasih pada padanya, karna dia yang menemaiku absen sekolah, dia yang membawaku ke sini, dia yang menemaniku seharian di sini, dia yang mengendongku, dia yang membawaku berseluncur di arena ini, dan dia jua yang memberikanku pengalaman hari ini.
Aku tidak pernah berfikir myungsoo akan memperlakukanku seperti ini. Kukira dia hanya bisa membuatku jengkel dan marah. Hari ini adalah hari yang kupikir tidak akan pernah terjadi. Kumiringkan badanku, bisa kulihat dari samping dia tersenyum sambil melihat ke arah depan, senyuman yang selalu ingin kulihat hari ini. Dia sangat tampan, tapi jika aku melihat bando telingga macan yang dikenakannya, hal itu ingin membuatku tertawa, aku tidak pernah menyangka jika dia mau mengenakan benda konyol itu. Aku sangat berterima kasih padanya. Gomawo myungsoo-ah.
Myungsoo berhenti berseluncur, lalu ia menghadapku dengan senyuman yang ada di wajahnya itu. Tangannya terangkat dan mendekati kepalaku, dia membenarkan rambutku yang berantakan dan bando kelinciku yang miring.
“ kita pulang sekarang ?” tanyanya masih tersenyum.
“ pulang ?” tanyaku. Kenapa harus pulang ?!
“ ini sudah jam 08.00 malam , kita harus pulang. Zelo pasti sudah menunggu” ucapnya sambil melihat jam tangannya.
“ baiklah” ucapku.
——– ^.^ ——–
Zelo’s POV
            Lebih baik aku pulang sekarang, daripada nanti diomeli hyung. Aku berdiri dari sofa, lalu mencari changjo dan ricky. Aku tadi pagi tidak izin ke myungsoo hyung kalau aku akan bermain ke rumah changjo.
“ changjo-ah, ricky-ah , aku pulang sekarang” ucapku sambil menepuk bahu dua orang itu.
“ kau mau pulang ?! ini baru jam 8, kenapa kau buru-buru mau pulang ?” tanya changjo sambil menghentikan permainan gitarnya.
“ lebih baik kau menginap si dini saja ?” usul ricky. Menginap ? sebenarnya aku juga ingin menginap di sini, tap kalau aku menginap di sini, di rumah hanya ada hyung dan noona, andwae, aku harus pulang.
“ ani, aku pulang saja” ucapku sambil mengambil tasku.
“  baiklah, hati-hati” ucap changjo.
Aku segera keluar dari rumah changjo. Dan berjalan menuju halte bus. kenapa hyung tidak menelfonku ?! apa dia tidak sedang di rumah ?! lalu bagaimana dengan suji noona ?!. Aku berhenti di halte bus, dan duduk untuk menunggu bus datang.
Auhtor’s POV
Suji dan myungsoo duduk di dalam bus, Suji memilih tempat duduk paling belakang. Suji duduk di samping kaca dengan kepalanya disandarkan di bahu myungsoo, sedangkan myungsoo merangkul bahu suji. Mereka sedang tertidur dengan nyenyak.
Bus berhenti di sebuah halte, dan masuk seorang murid SMA dari pintu belakang. Dia duduk di deretan kursi belakang yang berjarak 3 kursi dari myungsoo. Anak itu mengerluarkan handphone yang sudah terpasang ear-phone, lalu memakainya. Lalu ia menoleh ke arah myungsoo. Dia melihat aneh 2 orang di sampingnya yang memakai bando hewan itu. Setelah anak itu memperhatikan myungsoo dari jarak lebih dekat, matanya membulat.
“ lho ? myungsoo hyung ?!” ucap zelo pelan, lalu dia berdiri untuk melihat orang yang memakai bando telingga kelinci yang sedang dirangkul myungsoo.
“ suji noona ?! kenapa mereka memakai telinga hewan begitu ?! dan kenapa mereka tidak memakai baju seragam ?!” ucap zelo pelan pada dirinya sendiri. Lalu ia tersenyum penuh arti melihat myungsoo dan suji yang sedang tertidur.
“ lebih baikku foto mereka, mungkin saja foto ini berguna untuk myungsoo hyung” ucap zelo sambil memfoto myungsoo dan suji.
“ tapi aku juga harus berfoto dengan mereka” ucap zelo sambil duduk tepat di sebelah myungsoo sambil tersenyum. Dan klik …
-TBC-

25 thoughts on “Nado.. Saranghae *part 10*

  1. Zelo-ah kamu lucu banget sih
    myungsoo kamu romantis bgt aku juga mau #udh dibilamgin siapa lo#back to comment huaaa romancenya dapet bgt thor
    hwaiting deh buat next chap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s